Hubungan Kondisi Sanitasi Rumah Dengan Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru Di Kelurahan Pesawahan Kota Bandar Lampung The Relationship Between Household Sanitation Conditions and the Incidence of Pulmonary Tuberculosis in Pesawahan Urban Village. Bandar Lampung City Masdiana1. Dina Dwi Nururyani1. Khoidar Amirus1. Lolita Sary1 Kesehatan Masyarakat Fakaulitas Ilmu Kesehatan Univesitas Malahayati Bandar Lampung. Lampung. Indonesia Korespondensi Penulis: masdianadian. 08@gmail. ABSTRACT Tuberculosis is an infectious disease caused by mycobacterium tuberculosis. The germ spread from a tuberculosis patient through the air. This tuberculosis bacterium usually attacks the lung organs and can also be outside the lungs. xtra par. This study uses a quantitative type of research, this study was carried out in July 2024, the site of this research was conducted in the area of work puskesmas market ambon city of lampung, its population is 223 suspects of tuberculosis with 32 cases of TB. Based on the results of the lameshow formula and calculations using sample size application the number of samples taken by the researchers is a total of 114 respondents. The results of this study do not have a wide-ranging ventilation relationship p-value = 0. There is a humidity relationship p - value = 0. There is the temperature relationship p Ae value = 0. There is no p - value relationship = 1,000. It is advised that health officials in particular the environmental health program to be more active in conducting health home assessment so that they can know the physical condition of the home especially the humidity and temperature that are not eligible to create a healthy home away from the spread of pulmonary tuberculosis. Keywords: Tuberculosis. Ventilation Area. Humidity. Temperature And Lighting. ABSTRAK Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium Kuman tersebut menyebar dari penderita tbc melalui udara. Bakteri tuberkulosis ini biasanya menyerang organ paru bisa juga diluar paru . xtra par. Tuberkulosis paru mudah menginfeksi pengidap HIV/AIDS, orang dengan status gizi buruk dan dipengaruhi oleh daya tahan tubuh seseorang. Indonesia berada pada peringkat ke-3 dengan penderita Tuberkulosis tertinggi di dunia setelah india dan china secara global, diperkirakan 9,9 juta orang menderita tuberkulosis pada tahun 2020. (Kemenkes RI, 2022. Penelitian ini menggunakan penelitian jenis kuantitatif dengan metode penelitian observasional. penelitian ini dilaksanakan pada bulan juli 2024, lokasi penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas pasar ambon kota bandar lampung, populasinya yaitu suspect tuberkulosis sebanyak 223 penderita penyakit tuberkulosis 32 kasus. Penentuan jumlah sampel penelitian dapat di hitung menggunakan rumus dengan penetapan p0 dan or. Berdasarkan hasil dari rumus lameshow dan perhitungan menggunakan aplikasi sample size jumlah sampel yang diambil oleh peneliti yaitu sejumlah 114 responden. Hasil penelitian ini tidak ada hubungan luas ventilasi. Ada hubungan kelembaban hasil. Ada hubungan suhu hasil. Tidak ada hubungan hasil dengan kejadian penyakit tuberkulosis paru. Disarankan petugas kesehatan khususnya program kesehatan lingkungan untuk lebih aktif dalam melakukan penilaian rumah sehat sehingga dapat mengetahui kondisi fisik rumah khususnya kelembaban dan suhu yang tidak memenuhi syarat untuk mewujudkan rumah sehat yang jauh dari penularan penyakit tuberkulosis paru sebaiknya dilakukan setahun 1 kali, sedangkan pembinaan meningkatkan kondisi rumah minimal 3 . bulan sekali Kata kunci : Tuberkulosi. Luas Ventilasi. Kelembaban. Suhu Dan Pencahayaan. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 211-219 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Kondisi Sanitasi Rumah dengan Kejadian. (Masdiana. Dina Dwi Nuryani, dk. PENDAHULUAN Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Kuman tersebut menyebar dari penderita tbc melalui udara. Bakteri tuberkulosis ini biasanya menyerang organ paru bisa juga diluar paru . xtra par. Bakteri mycobacterium tuberculosis yang sebagian besar menyerang paru. Sumber penularan adalah pasien tuberkulosis bta positif pada saat batuk atau bersin. Penyebaran kuman ke udara dalam bentuk percikan dahak . roplet nucle. sekali batuk dapat menghasilkan sekitar 3000 Penyakit melalui udara yang tercemar dengan bakteri mycobacterium tuberculosis yang dilepaskan pada saat penderita tuberkulosis batuk, dan pada anakanak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita tuberkulosis Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru - paru akan berkembang biak menjadi . erutama dengan daya tahan tubuh yang renda. , dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah Oleh sebab itulah infeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru. Tuberkulosis merupakan penyakit masalah kesehatan dan terjadi hampir di seluruh daerah geografis di dunia, termasuk indonesia . arnas & yolanda, 2. Penyakit berbasis lingkungan hubungan interaktif antara manusia, perilaku serta komponen lingkungan yang memiliki potensi penyakit . Salah tantangan yang paling utama bagi negara-negara berkembang adalah Sanitasi memadai merupakan sumber utama penyakit dalam skala global, dan telah diketahui dengan baik bahwa perbaikan sanitasi memiliki dampak kesehatan manusia. Peningkatan sanitasi dapat menurunkan kejadian tuberkulosis paru. aid et al. , 2. Profil penderita tuberkulosis paru klinis . uspek ditemuka. di kota bandar lampung sebanyak 17. 810 penderita dan persentase terduga tuberkulosis yang mendapatkan pelayanan sesuai standar kesehatan sebesar 83,1%. Diketahui bahwa pada tahun 2022 jumlah penderita tb paru klinis . uspek 403 penderita dan persentase standar kesehatan sebesar 100%. ni, 2. Berdasarkan diperoleh dari puskesmas pasar ambon pada tahun 2021 angka penemuan kasus sebesar 43 kasus, pada tahun 2022 angka penemuan kasus tuberkulosis sebesar 35 kasus, pada tahun 2023 angka penemuan kasus sebanyak 38 kasus dan pada tahaun 2024 sebanyak 50 kasus. Meningkatnya angka tuberkulosis paru di wilayah puskesmas pasar lingkungan masyarakat yang kurang menjaga sanitasi lingkungan rumah. Puskesmas kelurahan talang, kelurahan sumur putri, kelurahan gedung pakuon, kelurahan teluk betung, kelurahan Kelurahan pesawahan, talang dan gedung pakuon wilayah padat penduduk yang tidak memiliki area sanitasi yang sesuai dengan standar permenkes tentang rumah Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 211-219 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Kondisi Sanitasi Rumah dengan Kejadian. (Masdiana. Dina Dwi Nuryani, dk. METODE Penelitian ini menggunakan penelitian jenis kuantitatif, penelitian ini dilaksanakan pada bulan juli 2024, lokasi penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas pasar tuberkulosis sebanyak 223 penderita penyakit tuberkulosis 32 kasus. Penentuan jumlah sampel penelitian dapat di hitung menggunakan rumus dengan penetapan p0 dan or. Berdasarkan menggunakan aplikasi sample size jumlah sampel yang diambil oleh HASIL Analisis univariat Tabel 1. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Karakteristik Responden Variabel Kategori Memenuhi syarat Tidak memenuhi Memenuhi syarat Tidak memenuhi Memenuhi syarat Tidak memenuhi Memenuhi syarat Tidak memenuhi Suspect Penderita tb Luas ventilasi Kelembaban Suhu Pencahayaan Kejadian tb Berdasarkan tabel 1 dapat ventilasi kategori yang tidak beresiko yaitu 108 responden . Dapat diketahui sebagian besar kelembaban kategori yang beresiko yaitu 78 responden . Dapat diketahui sebagian besar suhu kategori yang Frekuensi . Presentase (%) tidak beresiko yaitu 59 responden . Dapat diketahui sebagian besar kategori pencahayaan yang beresiko yaitu 86 responden . Dapat diketahui sebagian besar kategori tuberkulosis yang suspect yaitu 82 responden . Analisis Bivariat Tabel 2. Hasil Analisis Statistik Hubungan Luas Ventilasi. Kelembaban. Suhu Dan Pencahayaan Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Suspect Penderita 0,459 0,012 Variabel Luas ventilasi Memenuhi syarat Tidak memenuhi syarat Kelembaban Memenuhi syarat Tidak memenuhi syarat Pvalue 95 % ci Lower Upper Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 211-219 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Kondisi Sanitasi Rumah dengan Kejadian. (Masdiana. Dina Dwi Nuryani, dk. Suhu Memenuhi syarat Tidak memenuhi syarat Pencahayaan Memenuhi syarat Tidak memenuhi syarat 0,004 1,000 Berdasarkan tabel 2 presentase luas ventilasi responden yang memenuhi menunjukan bahwa tidak ada hubungan Presentase kelembaban yang tidak memenuhi syarat berjumlah 78 responden pada responden . sedangkan kelompok penderita hanya 28 responden . menunjukan bahwa ada hubungan tuberkulosis paru. Presentase suhu responden yang memenuhi syarat berjumlah 59 responden pada kelompok suspect sebanyak 35 responden . sedangkan kelompok penderita hanya . menunjukan bahwa ada hubungan suhu dengan kejadian tuberkulosis paru. Presentase pencahayaan responden yang tidak responden pada kelompok suspect . sedangkan kelompok penderita hanya 24 responden . Pembahasan Analisis Univariat Luas Ventilasi Berdasarkan diketahui sebagian besar luas ventilasi kategori yang tidak beresiko yaitu 108 responden . dan yang beresiko yaitu 6 responden . Sanitasi lingkungan perumahan sangat berkaitan dengan penularan penyakit. Rumah dengan pencahayaan dan ventilasi yang baik akan menyulitkan pertumbuhan kuman, karena sinar ultraviolet dapat mematikan kuman dan ventilasi yang baik menyebabkan pertukaran udara Dalam penelitian ini tidak ada hubungan antara ventilasi dengan kejadian tuberkulosis paru tapi setiap ventilasi rumah yang ada, terutama rumah yang memiliki pasien tuberkulosis paru agar proses penularannya dapat Menurut penelitian (Rahmawati et , 2. Kondisi ventilasi dalam ruangan yang tidak sehat mengurangi pertukaran udara, yang memungkinkan bakteri penyebab penyakit, terutama bakteri tuberkulosis, untuk berkembang berdasarkan penelitian (Langkai et , 2. Meskipun dalam penelitian ini tidak ada hubungan antara ventilasi dengan kejadian Tuberkulosis Paru tapi setiap orang harus memperhatikan luas ventilasi rumah yang ada, terutama rumah yang memiliki pasien Tuberkulosis Paru agar proses penularannya dapat Kelembaban Berdasarkan diketahui sebagian besar kelembaban kategori yang tidak beresiko yaitu 36 responden . dan yang beresiko yaitu 78 responden . Rumah yang syarat kesehatan akan mambawa pengaruh bagi penghuninya. Rumah merupakan media yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme, antara lain bakteri, spiroket, ricketsia dan virus. Mikroorganisme tersebut dapat masuk ke dalam tubuh melalui udara. Kondisi kelembaban yang tidak memenuhi syarat dapat menyebabkan kuman atau bakteri rentan hidup lebih baik di dalam ruangan yang tingkat kelembabannya Serta sering membuka pintu maupun jendela pada pagi hari, agar udara dalam rumah dapat berganti. Menurut (Rahmawati et al. , 2. Kelembaban udara yang tidak memenuhi syarat dapat mendorong perkembangan membahayakan kesehatan manusia. Studi menunjukkan bahwa tidak ada genteng kaca dan lubang angin atau ventilasi yang cukup kecil adalah salah Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 211-219 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Kondisi Sanitasi Rumah dengan Kejadian. (Masdiana. Dina Dwi Nuryani, dk. satu faktor yang menyebabkan rumah responden kekurangan kelembaban. Kondisi memenuhi syarat dapat menyebabkan kuman atau bakteri lebih mudah hidup di tempat yang sangat lembab. Pada pagi hari, lebih baik membuka pintu dan jendela untuk mengalirkan udara ke dalam rumah. Suhu Berdasarkan diketahui sebagian besar suhu kategori yang tidak beresiko yaitu 59 responden . dan yang beresiko yaitu 55 responden . Suhu yang tidak normal juga dapat menyebabkan media untuk pertumbuhan mikroorganisme. Suhu yang tidak normal memiliki peran terhadap proses kejadian tuberkulosis paru, melalui kondisi udara yang tidak Salah menentukan kualitas udara dalam rumah adalah suhu. Dikatakan nyaman apabila suhu udara berkisar 18Ac-30Ac, dan suhu tersebut di pengaruhi oleh suhu udara luar, pergerakan udara dan kelembaban Bakteri tuberculosis hidup dalam rumah akan mempengaruhi kesehatan dalam rumah, berpengaruh pada aktivitas. Menurut (Rahmawati et al. , 2. suhu yang tidak normal juga dapat pertumbuhan mikroorganisme. Suhu yang tidak normal memiliki peran Menurut (Wildanny, 2. Temperatur pertumbuhan bakteri yang ideal berkisar antara 18 dan 30 derajat Celcius. Meskipun Mycobacterium tuberculosis tumbuh dengan baik pada suhu 37AC, paparan sinar matahari selama lima menit dapat membunuh bakteri, tetapi bakteri tetap hidup di penyebaran bakteri lebih lanjut. Pencahayaan Berdasarkan pencahayaan yang tidak beresiko yaitu 28 responden . dan yang beresiko yaitu 86 responden . Pencahayaan sangat dibutuhkan agar rumah menjadi tidak lembab, dan dinding rumah menjadi tidak berjamur akibat bakteri atau kuman yang masuk ke dalam Karena tuberculosis menyukai tempat yang gelap untuk berkembangbiak. Agar memperoleh pencahayaan khususnya cahaya alami, setiap ruangan harus memiliki lubang cahaya atau ventilasi yang memungkinkan cahaya itu dapat masuk secara langsung maupun tidak Cahaya sebagai gemercid, yang membunuh kuman atau bakteri. Setiap ruangan harus memiliki lubang cahaya atau ventilasi yang memungkinkan cahaya masuk secara langsung atau tidak pencahayaan, terutama cahaya alami. (Rahmawati et al. , 2. Kejadian tuberkulosis paru Berdasarkan tuberkulosis yang suspect yaitu 82 tuberkulosis paru sejumlah 32 responden. Analisis Bivariat Hubungan Luas Ventilasi Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Hasil chi-square menunjukkan bahwa diperoleh nilai pvalue sebesar 0,459 menunjukan bahwa tidak ada hubungan luas ventilasi dengan kejadian tuberkulosis paru. Luas ventilasi memiliki beberapa fungsi yang dapat dihubungkan dengan penurunan risiko kejadian tuberkulosis. Fungsi pertama adalah menjaga kelembaban udara di dalam ruangan. Kurangnya ventilasi akan menyebabkan kelembaban udara di terperangkapnya uap air yang berasal dari penguapan cairan dari kulit atau melalui penyerapan uap air yang berasal dari luar rumah. Meskipun responden memiliki luas ventilasi memenuhi syarat dan tidak adanya hubungan terhadap kejadian tuberkulosis paru namun harus tetap dibuka jendela setiap hari. Luas ventilasi dapat dikaitkan dengan penurunan risiko tuberkulosis Pertama, ventilasi menjaga kelembaban udara di dalam ruangan. Kurangnya ventilasi akan Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 211-219 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Kondisi Sanitasi Rumah dengan Kejadian. (Masdiana. Dina Dwi Nuryani, dk. menyebabkan uap air terperangkap di dalam ruangan karena penguapan cairan dari kulit atau penyerapan uap air dari luar rumah. Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Langkai et al. , 2. bahwa dari hasil tersebut dapat diinterpretasikan bahwa tidak ada hubungan antara ventilasi dengan kejadian Tuberkulosis Paru hasil uji chisquare didapatkan pvalue = 0. 089 (> 0. Menurut (Budianto & Amirus, 2. dikatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara kondisi ventilasi rumah dengan kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Yosomulyo Metro tahun 2014. Berdasarkan hasil pengukuran, responden memiliki luas ventilasi yang mengurangi pertumbuhan Mycobacterium Meskipun memiliki luas ventilasi yang memenuhi syarat, hal ini tidak terkait dengan kasus tuberkulosis paru-paru, tetapi mereka harus tetap membuka jendela setiap hari. tersebut dapat terpapar kepada penghuni Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Mardianti et al. , 2. menunjukkan bahwa terdapat hubungan kejadian TB paru, p value = 0,034 serta nilai Odds Ratio (OR) = 6,667 . 95% CI = 1,377-32,278. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan (Wildanny, 2. hasil penelitian Hasil analisis menggunakan uji Chi-square menunjukkan nilai p-value = 0,395 yang artinya tidak terdapat pengaruh antara kelembaban dengan Tuberkulosis Paru . -value>0,. Menurut hasil observasi, rumah responden tidak memenuhi syarat untuk kasus tuberkulosis paru, karena jendela kamar tidur jarang dibuka dan beberapa rumah tidak memiliki lubang angin atau Masyarakat harus meningkatkan penyebaran tuberkulosis paru, yang dapat dengan mudah menular melalui udara, terutama di lingkungan yang panas dan lembab. Hubungan Kelembaban Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Hasil chi-square menunjukkan bahwa diperoleh nilai pvalue sebesar 0,012 menunjukan bahwa ada hubungan kelembaban dengan kejadian tuberkulosis paru. Rumah dengan tingkat kelembaban yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat kurang baik kesehatan Rumah yang lembab merupakan media yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme, antara lain bakteri, spiroket, ricketsia dan virus. Berdasarkan hasil observasi rumah responden yang tidak memenuhi syarat dengan kejadian penyakit tuberculosis paru yaitu disebabkan karena jendela pada ruangan kamar tidur jarang sekali dibuka dan di beberapa rumah responden tidak adanya jendela ataupun lubang Rumah membahayakan kesehatan penghuninya. Bakteri, spiroket, ricketsia, dan virus adalah beberapa mikroorganisme yang tumbuh dengan baik di lingkungan yang Melalui udara, mikroorganisme Hubungan Suhu Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Analisis bivariat menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa diperoleh nilai p-value sebesar 0,004 menunjukan bahwa ada hubungan suhu dengan kejadian tuberkulosis paru. Menurut 1077/menkes/per/2011 penyehatan udara dalam ruang rumah. Suhu ruangan dalam rumah yang memenuhi persyaratan kesehatan yaitu 18Ac dan 30Ac. Berdasarkan hasil observasi rumah responden yang tidak memenuhi syarat kejadian penyakit tuberculosis paru yaitu disebabkan karena memiliki ventilasi yang sangat kurang upaya penyehatan yang biasa dilakukan adalah jika suhu dibawah 18Ac maka menggunakan pemanas ruangan . dan jika suhu diatas 30Ac diturunkan dengan cara meningkatkan sirkulasi udara Menurut Pedoman Penyehatan Udara dalam Ruang Rumah. Peraturan Menteri Kesehatan No. 1077/Menkes/PER/2011, ruangan dalam rumah harus antara 180 derajat Celcius dan 300 derajat Celcius. Suhu Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 211-219 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Kondisi Sanitasi Rumah dengan Kejadian. (Masdiana. Dina Dwi Nuryani, dk. menyebabkan hypotermia, sedangkan menyebabkan dehidrasi hingga heat Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Wildanny, 2. hasil analisis Chisquare menunjukkan nilai p-value = 0,001 yang artinya terdapat pengaruh antara suhu rumah dengan Tuberkulosis Paru . value<0,. Menurut hasil observasi yang dilakukan di rumah responden yang tidak memenuhi syarat untuk diagnosis tuberkulosis paru, upaya penyehatan yang biasa dilakukan adalah menurunkan suhu dengan pemanas . jika suhu di bawah 18AC dan meningkatkan sirkulasi udara jika suhu di atas 30AC. Hubungan Pencahayaan Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Hasil chi-square menunjukkan bahwa diperoleh nilai pvalue sebesar 1. 000 menunjukan bahwa tidak ada hubungan pencahayaan dengan Untuk memenuhi persyaratan pencahayaan, mempunyai pencahayaan alami atau pencahayaan darurat sesuai dengan Bangunan gedung tempat tinggal, pelayanan kesehatan, pendidikan dan bangunan pelayanan umum harus mempunyai bukaan untuk pencahayaan Pencahayaan kebutuhan untuk melihat benda sekitar dan membaca berdasarkan persyaratan minimal 60 lux. Berdasarkan hasil observasi pada rumah responden bahwa tingkat pencahayaan didalam rumah responden sudah banyak yang memenuhi syarat hanya ada beberapa rumah responden yang tidak memenuhi syarat dikarenakan tidak mempunyai jendela sehingga ruangan tersebut gelap. Setiap bangunan gedung harus memiliki pencahayaan alami atau buatan, serta pencahayaan darurat sesuai dengan fungsinya, untuk memenuhi persyaratan Bangunan tempat tinggal, fasilitas kesehatan, sekolah, dan fasilitas umum harus memiliki bukaan yang Pencahayaan di dalam ruangan dirancang untuk memenuhi persyaratan minimal 60 Lux untuk melihat benda sekitar dan Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Pongkorung et al. , 2. Dari hasil uji chi-square, diperoleh hasil pvalue sebesar 0,771 (> dari 0,. , maka Ho di terima, yang artinya tidak ada hubungan antara pencahayaan dengan kejadian penyakit Tuberkulosis paru. Hasil bahwa banyak rumah responden memiliki tingkat pencahayaan yang memenuhi hanya beberapa rumah yang tidak memenuhi syarat karena tidak memiliki jendela, yang membuat ruangan gelap. Oleh karena itu, masyarakat harus memanfaatkan ventilasi yang ada, seperti jendela, untuk membuka sehingga cahaya alami dapat masuk ke dalam Jika masyarakat tidak memiliki jendela, disarankan untuk memasang bebatuan yang memiliki jendela. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas pasar ambon tahun 2024 Distribusi kejadian tuberkulosis dapat diketahui bahwa responden yang sebanyak 82 . responden dan penderita tuberkulosis paru sejumlah 32 . Tidak ada hubungan tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas pasar ambon. Ada hubungan tuberkulosis paru di wilayah kerja pasar Ada hubungan suhu dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas pasar ambon. Tidak ada hubungan pencahayaan dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas pasar ambon. SARAN Petugas kesehatan khususnya program kesehatan lingkungan untuk lebih aktif dalam melakukan penilaian rumah sehat sehingga dapat mengetahui kelembaban dan suhu yang tidak memenuhi syarat untuk mewujudkan rumah sehat yang jauh dari penularan Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 211-219 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Kondisi Sanitasi Rumah dengan Kejadian. (Masdiana. Dina Dwi Nuryani, dk. penyakit tuberkulosis paru. Masyarakat diharapkan agar mempunyai kesadaran untuk memperhatikan kondisi fisik rumah seperti kelembaban jika masyarakat tidak mempunyai jendela ataupun lubang angin maka dapat melakukan upaya penyehatan yaitu memasang exhaust fan yang bekerja menghisap udara di dalam ruangan dan membuang keluar ruangan dan suhu agar memenuhi syarat upaya penyehatan yang biasa dilakukan adalah 18Ac menggunakan pemanas ruangan . dan jika suhu diatas 30Ac diturunkan dengan cara meningkatkan sirkulasi tuberkulosis paru serta membangun Peneliti disarankan dapat menambah variabel penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian yang berbeda dan kejadian tuberkulosis paru. DAFTAR PUSTAKA