Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2024 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT X DI KOTA PADANG PANJANG DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD Putri Ayu Sari. Elsi Susanti*. Pratiwi Soni Redha* Prodi Administrasi Rumah Sakit. Fakultas Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Jl. Bypass Aur Kuning Bukittinggi e-mail : putriayu292065@gmail. com, elsisusanti78@gmail. Artikel Diterima : 10 Oktober 2024. Direvisi : 28 Oktober 2024. Diterbitkan : 30 Oktober 2024 ABSTRAK Latar Belakang: Pengukuran kinerja penting untuk menilai efektivitas dan efisiensi operasional rumah sakit. Observasi awal menunjukan bahwa terdapat karyawan yang berhenti kerja dan pandemi COVID-19 mengganggu arus kas rumah sakit. Tujuan: untuk mengukur kinerja Rumah Sakit X di Kota Padang Panjang menggunakan pendekatan balanced scorecard, dengan menganalisis perspektif keuangan serta pembelajaran dan pertumbuhan. Metode: penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif, dengan fokus pada dua indikator keuangan, yaitu ROA dan ROE, serta pembelajaran dan pertumbuhan melalui retensi karyawan yang mencakup komponen organisasi, peluang karir, penghargaan, rancangan tugas dan pekerjaan, serta hubungan Populasi penelitian ini terdiri dari 40 responden karyawan non-medis. Hasil: Kinerja keuangan rumah sakit mengalami penurunan, dengan ROA dari 2,23% pada tahun 2022 menjadi 0,51% pada tahun 2023, dan ROE dari 2,54% menjadi 0,57% pada periode yang sama. Dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, komponen organisasi, peluang karir, dan penghargaan dinilai baik . ,5%, 52,5%, dan 57,5%,). Sedangkan, rancangan tugas dan pekerjaan serta hubungan karyawan dinilai kurang baik . % dan 62,5%). Kesimpulan dan Saran: Disimpulkan bahwa kinerja keuangan rumah sakit dinilai kurang baik, sedangkan aspek pembelajaran dan pertumbuhan sebagian besar dinilai baik, kecuali rancangan tugas dan pekerjaan serta hubungan Disarankan agar rumah sakit mengevaluasi strategi pengelolaan aset dan ekuitas, memperbaiki rancangan tugas, dan meningkatkan dukungan manajemen serta interaksi positif antar karyawan. Aspek yang dinilai baik perlu dipertahankan dan ditingkatkan untuk mendukung retensi karyawan dan kinerja rumah sakit. Kata Kunci : balanced scorecard, pengukuran kinerja, rumah sakit. Jurnal Menara Medika Vol 7 No 1 September 2024 | 188 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2024 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ABSTRACT Background: Performance measurement is important to assess the effectiveness and efficiency of hospital operations. Initial observations showed that there were employees who quit their jobs and the COVID-19 pandemic disrupted the hospital's cash flow. Objective: to measure the performance of Hospital X at Padang Panjang using the balanced scorecard approach, by analyzing the financial perspective and learning and growth. Methods: the study used descriptive quantitative methods, focusing on two financial indicators, namely ROA and ROE, as well as learning and growth through employee retention which includes organizational components, career opportunities, rewards, task and job design, and employee relations. The study population consisted of 40 non-medical employee respondents. Results: The hospital's financial performance decreased, with ROA from 2. 23% in 2022 to 0. 51% in 2023, and ROE from 2. 54% to 0. 57% in the same period. From a learning and growth perspective, the components of organization, career opportunities, and rewards were rated as good . 5%, 52. 5%, and 57. 5%, respectivel. Meanwhile, task and job design and employee relations were rated unfavorably . % and 62. Conclusions and suggestions: It was concluded that the hospital's financial performance was rated unfavorably, while the learning and growth aspects were mostly rated favorably, except for task and job design and employee relations. It is recommended that the hospital evaluate its asset and equity management strategies, improve job design, and increase management support and positive interactions among employees. The aspects that were rated as good need to be maintained and improved to support employee retention and hospital performance. Keywords: balanced scorecard, performance measurement, hospital PENDAHULUAN Pengukuran kinerja di rumah sakit merupakan hal yang sangat penting dan perlu dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan semakin ketatnya persaingan di bidang kesehatan, terutama dalam hal pelayanan, setiap rumah sakit harus rutin menilai Penilaian ini penting untuk memastikan bahwa layanan yang diberikan selalu baik dan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan yang diperlukan agar dapat terus memenuhi kebutuhan masyarakat (Bardi et al. , 2. Pengukuran kinerja yang digunakan rumah sakit harus dilakukan secara menyeluruh dan berpedoman pada standar yang telah ditetapkan. Pengukuran ini diharapkan dapat menjadi alat kontrol dan evaluasi terhadap indikator-indikator tertentu dalam periode waktu yang ditentukan. Untuk menentukan pengukuran kinerja yang tepat, diperlukan metode yang mampu mencakup semua aspek kinerja, bukan hanya dari aspek keuangan karena dapat berisiko membuat rumah sakit hanya berfokus pada manfaat jangka pendek dan mengabaikan manfaat jangka panjang. Ada banyak cara untuk mengukur kinerja dan salah satu metode yang sering digunakan adalah balanced scorecard (Hamzah et al. , 2. Dalam metode balanced scorecard kinerja organisasi dievaluasi berdasarkan empat sisi yaitu dari sisi finance, business internal process, customer dan learning and growth. Pada sisi learning and growth mencakup indikator seperti kemampuan karyawan . epuasan kerja karyawan, tingkat turnover dan produktivita. , kemampuan sistem informasi, motivasi, pemberdayaan. Pada sisi business internal process, indikator yang diukur antara lain proses, inovasi dan layanan purna jualnya. Pada sisi customer indikator yang diukur ialah segi kepuasan pelanggan, pangsa pasarnya, tingkat retensi pelanggan dan akuisisinya (Ratnadi et al. , 2. Jurnal Menara Medika Vol 7 No 1 September 2024 | 189 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Adapun penelitian terdahulu yang mengacu pada evaluasi kinerja menggunakan metode balanced scorecard. Penelitian yang dilakukan oleh Safitri et al. , . yang bertepatan dengan periode terjadinya pandemi COVID-19 di Rumah Sakit Bukit Asam Medika Tanjung Enim. Hasil penelitiannya menunjukkan jika sisi finance menunjukkan performa yang baik selain dari nilai rasio likuiditasnya. Begitu pun dengan hasil evaluasi dari sisi business internal process, customer dan learning and growth yang mana ketiganya menunjukkan performa yang baik, meskipun terdapat pengecualian pada BTO (Bed Turn Ove. Penelitian selanjutnya yang dilakukan Khairurrozi et al. , . penelitian ini di lakukan di RSUD dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur menunjukkan hasil yang beragam. Pada sisi finance dinilai cukup baik, dengan pendapatan yang mencapai target setiap tahunnya. Namun, sisi customer belum sepenuhnya memuaskan, karena analisis data primer menyatakan bahwa hanya sebagian pasien saja yang merasa puas dengan pelayanan di RSUD dr. Zubir Mahmud. Pada sisi business internal process evaluasinya menunjukkan hasil yang baik, dengan kelengkapan dan operasional yang berjalan sesuai standar rumah sakit kelas C. Dari sisi learning and growth, hasil evaluasinya cukup baik, dimana indikator produktivitas pegawai yang baik dan tingkat retensi pegawai yang rendah. Berdasarkan observasi dan wawancara yang telah dilakukan di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang, terdapat karyawan yang berhenti bekerja . Hal ini dapat berdampak pada operasional rumah sakit terutama pada sisi pelayanan dan manajemen kepegawaiannya. Sehingga pihak rumah sakit perlu untuk merekrut karyawan baru yang mana akan meningkat biaya untuk proses rekrutmen dan pelatihan karyawan baru. Dari segi keuangan, pandemi COVID-19 menyebabkan terganggunya arus JMM 2024 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 kas di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang, hal ini disebabkan oleh penurunan kunjungan pasien rawat jalan dan meningkatnya pasien yang dirawat inap di rumah sakit, yang menjadikan beban rumah sakit meningkat. Gangguan pada arus kas ini mengakibatkan hambatan dalam operasional rumah sakit dan berdampak pada penurunan kinerja keuangan. Kondisi ini sejalan dengan pendapat Agustina dan Hayu . , yang menyatakan bahwa pandemi COVID-19 berdampak pada keuangan rumah sakit. Dengan adanya fenomena tersebut, penulis tertarik untuk mengukur kinerja Rumah Sakit Ibnu Sina Padang Panjang Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran kinerja Rumah Sakit Ibnu Sina Padang Panjang melalui pembelajaran dan pertumbuhan. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis data dari hasil jawaban responden serta data angka . yang dikumpulkan. Setelah analisis data dilakukan, hasilnya akan dipaparkan secara deskriptif (Hamzah et al. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total Sampling, yaitu sebuah teknik yang mana jumlah sampelnya sama dengan jumlah populasinya. Dengan demikian, sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 40 karyawan non Kriteria inklusi dalam penelitian ini mencakup seluruh karyawan non-medis di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang yang bersedia menjadi responden, sedangkan kriteria eksklusi mencakup karyawan yang bukan dari kalangan nonmedis serta karyawan non-medis yang tidak bersedia berpartisipasi sebagai responden. Instrumen penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini yaitu observasi. Jurnal Menara Medika Vol 7 No 1 September 2024 | 190 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index kuesioner dan dokumentasi. HASIL Perspektif Keuangan Pengukuran kinerja dalam perspektif keuangan dihitung dilakukan dengan menggunakan dua rasio yaitu: Return on Asset (ROA) Perhitungan rasio ROA diperoleh dengan cara membagi nilai laba bersih setelah pajak dengan nilai total Berikut adalah nilai rasio ROA Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang untuk tahun 2022-2023. Tabel 1 Perhitungan Rasio ROA Pada Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang pada tahun 2022-2023 Nama Tahun ROA 2,23 0,51 Hasil perhitungan ROA di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang pada tahun 2022 didapatkan 2,23% yang artinya setiap Rp. 1 total aset yang dimiliki rumah sakit turut Rp. 0,0223 laba bersih. Hasil perhitungan ROA pada tahun 2022 didapatkan 0,51% yang artinya setiap Rp. 1 total aset yang dimiliki rumah sakit turut Rp. 0,0051 laba bersih. Dari hasil diatas dapat diketahui bahwa ROA Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang mengalami penurunan dari tahun Return On Equity (ROE) ROE meliputi laba bersih setelah pajak dan total Ekuitas. Berikut nilai rasio ROE Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang pada tahun Tabel 2 Perhitungan Rasio ROE Pada Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang JMM 2024 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 pada tahun 2022-2023 Nama Tahun ROE 2,54 0,57 Hasil perhitungan ROE di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang pada tahun 2022 didapatkan 2,54% yang artinya setiap Rp. 1 total ekuitas yang dimiliki rumah sakit turut Rp. 0,0254 laba bersih. Hasil perhitungan ROE pada tahun 2022 didapatkan 0,57% yang artinya setiap Rp. 1 total ekuitas yang dimiliki rumah sakit turut berkontribusi menciptakan Rp. 0,0057 laba bersih. Dari hasil diatas dapat diketahui bahwa ROE Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang mengalami penurunan dari tahun Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran Gambaran Retensi Karyawan Non Medis di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang Berdasarkan Komponen Organisasi. Tabel 3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Komponen Organisasi Komponen Organisasi Kurang Baik 19 47,5 Baik 21 52,5 Total Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa dari 40 orang responden, dari menunjukan bahwa sebanyak 19 orang . ,5%) dengan kategori kurang baik dan 21 orang . ,5%) dengan kategori baik. Gambaran Retensi Karyawan Non Medis di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang Berdasarkan Peluang Karir. Tabel 4 Distribusi Frekuensi Responden Jurnal Menara Medika Vol 7 No 1 September 2024 | 191 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Berdasarkan Peluang Karir Peluang Karir Kurang Baik 19 47,5 Baik 21 52,5 Total Berdasarkan tabel diketahui bahwa dari 40 orang responden, dari segi peluang karir menunjukan bahwa sebanyak 19 orang . ,5%) dengan kategori kurang baik dan 21 orang . ,5%) dengan kategori baik. Gambaran Retensi Karyawan Non Medis di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang Berdasarkan Penghargaan. Tabel 5 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Penghargaan Penghargaan Kurang Baik 17 42,5 Baik 23 57,5 Total Berdasarkan tabel diketahui bahwa dari 40 orang responden, dari segi penghargaan menunjukan bahwa sebanyak 17 orang . ,5%) dengan kategori kurang baik dan 23 orang . ,5%) dengan kategori baik. Gambaran Retensi Karyawan Non Medis di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang Berdasarkan Rancangan Tugas dan Pekerjaan. Tabel 6 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Rancangan Tugas dan Pekerjaan Rancangan Tugas dan Pekerjaan Kurang Baik 30 75,0 Baik 10 25,0 Total Berdasarkan tabel diketahui bahwa dari 40 orang responden, dari segi rancangan tugas dan pekerjaan menunjukan bahwa sebanyak 30 orang . ,0%) dengan kategori JMM 2024 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 kurang baik dan 10 orang . ,0%) dengan kategori baik. Gambaran Retensi Karyawan Non Medis di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang Berdasarkan Hubungan Karyawan Tabel 7 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Hubungan Karyawan Hubungan Karyawan Kurang Baik 25 62,5 Baik 15 37,5 Total Berdasarkan tabel diatas dari 40 orang responden, dari segi hubungan sebanyak 25 orang . ,5%) dengan kategori kurang baik dan 15 orang . ,5%) dengan kategori baik. PEMBAHASAN Perspektif Keuangan Return on Asset (ROA) Return on asset Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang mengalami penurunan dari tahun 2022 sebesar 2,23% menjadi 0,51% pada tahun Penurunan ini menunjukan bahwa kinerja dari perspektif keuangan ROA dikategorikan Aukurang baikAy, karena menurut penilaian ROA dikatakan baik jika mengalami peningkatan dan dikatakan kurang baik jika mengalami Menurut Darmawan & Megawati . ROA adalah rasio yang perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset yang dimilikinya. Rasio ini membandingkan laba bersih dengan total aset perusahaan. Semakin tinggi rasio ini maka semakin efektif pula sebuah perusahaan dalam mengelola aset mereka dalam memperoleh Jurnal Menara Medika Vol 7 No 1 September 2024 | 192 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Agustin . yang dilakukan di RSUD DR. Achmad Mochtar Bukittinggi, berdasarkan nilai rasio ROA mengalami kerugian yaitu 0,38%, -0,32% dan -0,43%. Berdasarkan penjelasan diatas, peneliti berasumsi bahwa penurunan kinerja rumah sakit dalam mengelola disebabkan oleh perubahan dalam pembayaran klaim dari BPJS. Pada bulan April 2022. BPJS membayar tagihan pasien COVID-19 yang dirawat pada tahun 2021. Namun, pada tahun 2022, kasus COVID-19 sudah mulai mereda, yang mengakibatkan berkurangnya pendapatan dari pasien COVID-19. Hal berkontribusi pada penurunan rasio ROA rumah sakit, yang mencerminkan kurang efektifnya pengelolaan aset dalam menghasilkan laba pada tahun Return On Equity (ROE) Hasil perhitungan rasio ROE menunjukkan terdapatnya penurunan nilai rasio dari tahun 2022 sebesar 2,54% menjadi 0,57% pada tahun 2023. Penurunan ini menunjukan bahwa pengukuran kinerja dari perspektif keuangan berdasarkan rasio ROE menunjukkan hasil yang Aukurang baikAy, karena menurut penilaian ROE dikatakan baik jika mengalami peningkatan dan dikatakan kurang baik jika mengalami penurunan. Menurut Darmawan & Megawati . ROE perbandingan antara laba bersih dan total modal. Kenaikan rasio ini berarti menunjukan adanya kenaikan laba Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh JMM 2024 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Agustin . yang dilakukan dan RSUD DR. Achmad Mochtar Bukittinggi yang menyatakan bahwa Return on Equity mengalami kerugian yaitu -0,44%, -0,35%, -0,47%. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti berasumsi bahwa penurunan kinerja rumah sakit dalam mengelola modal untuk menghasilkan laba disebabkan oleh perubahan dalam pembayaran klaim dari BPJS. Pada bulan April 2022. BPJS membayar tagihan pasien COVID-19 yang dirawat pada tahun Namun, pada tahun 2022, kasus COVID-19 mulai mereda, yang pendapatan dari pasien terkait COVID19. Hal ini berkontribusi pada penurunan rasio ROE rumah sakit, yang pengelolaan modal dalam menghasilkan laba pada tahun 2023. Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran Gambaran Retensi Karyawan Non Medis di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang Berdasarkan Komponen Organisasi. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa komponen organisasi karyawan non medis di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang dikategorikan AubaikAy. Hal ini didasarkan pada temuan bahwa dari 40 responden, 21 orang . ,5%) dengan kategori "baik", sedangkan 19 orang . ,5%) dengan kategori "kurang baik". Dengan mayoritas responden memberikan penilaian positif, komponen organisasi secara keseluruhan dapat dianggap memadai dalam mendukung retensi karyawan di rumah sakit. Salah satu pernyataan yang mendukung bahwa komponen organisasi tergolong baik adalah pernyataan nomor 1 yang berbunyi AuSaya tetap bekerja di rumah sakit ini karena nilai budaya Rumah Jurnal Menara Medika Vol 7 No 1 September 2024 | 193 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang (Sinergi. Ikhlas. Gigih. Amanah. Profesiona. yang diterapkan sesuai dengan sayaAy yang bernilai 141 dengan rata-rata 3,5. Menurut Mathis dan Jackson dalam Rafsanzhani . organisasional dapat mempengaruhi keputusan karyawan untuk tetap Organisasi memiliki budaya dan value yang positif dan berbeda cenderung mengalami perputaran karyawan yang lebih Dengan indikator: lingkungan bekerja yang kondusif dan Saling membantu serta memberikan dorongan dalam bekerja. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Amna . yang karyawan untuk bertahan di rumah sakit tersebut. Berdasarkan peneliti berasumsi bahwa nilai-nilai budaya yang kuat dan sejalan dengan keyakinan karyawan berpengaruh terhadap keputusan mereka untuk tetap bekerja di rumah sakit. Selain itu, komponen organisasi memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung retensi karyawan, terutama melalui penerapan nilai-nilai yang sesuai dengan harapan karyawan. Oleh karena itu, penguatan dan pemeliharaan komponen organisasi yang baik sangat meningkatan kualitas pelayanan di rumah sakit. Gambaran Retensi Karyawan Non Medis di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang Berdasarkan Peluang Karir. JMM 2024 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Dari disimpulkan bahwa peluang karir bagi karyawan non-medis di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang dikategorikan "baik". Hal ini didasarkan pada temuan bahwa dari 40 responden, sebanyak 21 orang . ,5%) dengan kategori AubaikAy dan 19 orang . ,5%) dengan kategori Aukurang baik ". Dengan mayoritas responden memberikan penilaian positif, hal ini menunjukkan bahwa peluang karir secara keseluruhan dapat dianggap memadai dalam mendukung retensi karyawan di rumah Salah satu pernyataan yang mendukung bahwa peluang karir tergolong baik adalah pernyataan nomor 2 yang berbunyi AuSaya memiliki peluang dan kesempatan yang sama dengan karyawan yang lainnya dalam mengembangkan karirAy yang bernilai 135 dengan rata-rata sebesar 3,4. Menurut Mathis dan Jackson dalam Rafsanzhani . Pengembangan karir dalam organisasi dapat secara signifikan mempengaruhi tingkat retensi karyawan. Terbuka atau mengembangkan diri menjadi alasan penting individu dalam memilih dan mempertahankan pekerjaan mereka atau tidak, dengan indikator seperti kesempatan untuk mencapai tujuan karir dan adanya peluang karir yang Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Amna . yang menunjukan bahwa peluang karir berpengaruh terhadap retensi karyawan. Berdasarkan penelitian di atas, peneliti berasumsi bahwa peluang karir yang baik dan merata memainkan peran penting dalam mendukung retensi karyawan. Kesempatan yang sama untuk berkembang dan mencapai tujuan karir memberikan motivasi bagi Jurnal Menara Medika Vol 7 No 1 September 2024 | 194 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index karyawan untuk tetap bekerja di rumah sakit ini. Oleh karena itu, peluang karir yang jelas dan adil dianggap sebagai meningkatkan loyalitas karyawan dan mendukung keberlanjutan mereka di tempat kerja, yang pada akhirnya kualitas pelayanan di rumah sakit. Gambaran Retensi Karyawan Non Medis di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang Berdasarkan Penghargaan. Dari karyawan non medis di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang dikategorikan baik. Hal ini didasarkan pada temuan bahwa dari 40 responden, 23 orang . ,5%) dengan kategori "baik", sedangkan 17 orang . ,5%) dengan kategori "kurang baik". Dengan mayoritas responden memberikan penilaian positif, penghargaan secara keseluruhan dapat dianggap memadai dalam mendukung kebutuhan dan kepuasan karyawan di rumah sakit Pernyataan yang mendukung bahwa penghargaan tergolong sudah baik salah satunya pernyataan nomor 5 yang berbunyi AuMenurut saya, tunjangan hari raya, tunjangan kesehatan, cuti dan lainnya sudah memadaiAy yang bernilai 121 dengan rata-rata 3. Menurut Mathis dan Jackson dalam Rafsanzhani . Penghargaan yang diterima karyawan dari perusahaan, seperti gaji, insentif, dan tunjangan, menentukan apakah karyawan akan tetap loyal atau meninggalkan Karyawan cenderung setia pada perusahaan jika mereka menerima penghargaan berbasis kinerja, serta JMM 2024 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 tunjangan dan bonus yang diberikan oleh perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Amna . yang berjudul AuFaktor Faktor Retensi Karyawan Rumah Sakit Muhammadiyah Mardhatillah Pemalang Tahun 2022Ay menunjukan bahwa penghargaan berpengaruh terhadap Keputusan dari karyawan untuk memilih bertahan atau tidaknya di rumah sakit. Berdasarkan peneliti berasumsi bahwa sistem penghargaan yang memadai, termasuk tunjangan kesehatan, tunjangan hari raya, cuti, dan lainnya, berperan penting dalam mendukung kebutuhan dan kepuasan karyawan. Penghargaan yang kompetitif dan sesuai dengan kinerja karyawan menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan loyalitas karyawan dan mendorong mereka untuk tetap bertahan di rumah Oleh karena itu, penghargaan yang diberikan secara tepat dan adil sangat penting untuk memastikan retensi karyawan yang tinggi serta dapat meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit. Gambaran Retensi Karyawan Non Medis di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang Berdasarkan Rancangan Tugas dan Pekerjaan. Dari disimpulkan bahwa rancangan tugas dan pekerjaan karyawan non medis di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang dikategorikan Aukurang baikAy. Hal ini didasarkan pada temuan bahwa dari 40 responden, sebanyak 30 orang . ,0%) dengan kategori AuKurang baikAy dan 10 orang . ,0%) dengan kategori AubaikAy. Dengan mayoritas responden memberikan penilaian kurang baik, rancangan tugas dan pekerjaan secara Jurnal Menara Medika Vol 7 No 1 September 2024 | 195 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index keseluruhan dapat dianggap belum Pernyataan yang mendukung kategori ini adalah pernyataan nomor 3 yang berbunyi AuRumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang tidak memberikan kemudahan kepada saya dalam mengatur jadwal kerjaAyyang bernilai 117 dengan rata-rata 2,9. Menurut Mathis dan Jackson dalam Rafsanzhani . faktor utama yang adalah karakteristik dari pekerjaan dan Perancangan pekerjaan dan tugas yang efektif mempertimbangkan aspek tanggung jawab, fleksibilitas kerja, kenyamanan kondisi kerja, serta Dengan indikator: tugas dan tanggung jawab pekerjaan jelas serta diberi arahan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Amna . menunjukan bahwa rancangan tugas dan pekerjaan berpengaruh terhadap retensi karyawan. Berdasarkan peneliti berasumsi bahwa rancangan tugas dan pekerjaan masih kurang mempengaruhi retensi karyawan. Rancangan tugas dan pekerjaan yang tidak optimal dapat menghambat kepuasan kerja dan keseimbangan kerja, sehingga karyawan mungkin merasa kurang termotivasi untuk Oleh karena itu, perbaikan dalam rancangan tugas dan pekerjaan dapat menjadi langkah penting untuk meningkatkan retensi karyawan di rumah sakit. Gambaran Retensi Karyawan Non Medis di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang Berdasarkan Hubungan Karyawan JMM 2024 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Dari karyawan bagi karyawan non-medis di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang dikategorikan "kurang baik". Hal ini didasarkan pada temuan bahwa dari 40 responden, 25 orang . ,5%) dengan kategori "kurang baik", sedangkan 15 orang . ,5%) dengan kategori "baik". Dengan mayoritas kurang baik, hal ini menunjukkan bahwa hubungan karyawan di rumah sakit belum memadai. Pernyataan yang mendukung kategori ini adalah pernyataan nomor 1 yang berbunyi AuManajemen memperlakukan saya dan rekan kerja lainnya secara adil dan tidak memihakAy yang bernilai 123 dengan rata-rata 3,08. Menurut Mathis dan Jackson dalam Rafsanzhani . Hubungan karyawan mencakup perlakuan yang adil atau tidak adil, adanya diskriminasi terhadap karyawan, dukungan dari atasan atau manajemen, serta interaksi antara karyawan dengan rekan kerja. Dengan indikator: kesempatan yang sama untuk semua pekerja dan hubungan kerja kepada atasan maupun rekan kerja. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Amna . yang menunjukan bahwa hubungan karyawan mempengaruhi keputusan mereka untuk tetap bekerja di rumah sakit. Berdasarkan penjelasan di atas, hubungan antar karyawan di rumah sakit dapat mempengaruhi keinginan karyawan untuk bertahan di tempat Hubungan yang tidak optimal, termasuk perlakuan yang tidak adil dan kurangnya dukungan dari manajemen serta interaksi antar rekan kerja. Jurnal Menara Medika Vol 7 No 1 September 2024 | 196 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index karyawan untuk bertahan. Oleh karena itu, perbaikan dalam aspek hubungan karyawan dapat menjadi kunci untuk meningkatkan retensi di rumah sakit. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tentang pengukuran kinerja Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang dengan pendekatan balanced scorecard, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Kinerja keuangan Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang dinilai kurang baik karena terjadinya penurunan pada indikator ROA dan ROE dari tahun 2022 hingga 2023. Pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, indikator retensi karyawan menunjukkan hasil yang Komponen organisasi, peluang karir, dan penghargaan dinilai baik, sementara rancangan tugas dan pekerjaan serta hubungan karyawan dinilai kurang baik. SARAN Berdasarkan hasil penelitian di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang, terdapat beberapa saran yang perlu Rumah sakit disarankan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi pengelolaan aset dan ekuitas guna meningkatkan kinerja keuangan. Selanjutnya, penting untuk melakukan perbaikan terhadap rancangan tugas karyawan non-medis dengan memberikan fleksibilitas dalam pengaturan jadwal kerja Peningkatan hubungan antar karyawan melalui perlakuan adil dan dukungan manajemen juga sangat penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih Selain itu, aspek-aspek yang telah dinilai baik, seperti komponen organisasi, peluang karir, dan penghargaan, harus dipertahankan dan ditingkatkan lebih lanjut untuk mendukung retensi karyawan dan meningkatkan kinerja rumah sakit secara JMM 2024 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 DAFTAR PUSTAKA