Volume . Issue . September / 2025 JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS https://journal. id/index. php/jpeb Pengaruh Status Sosial Ekonomi Keluarga Terhadap Minat Siswa Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi (Studi Siswa Kelas XII IPS SMAN 4 Gorontal. Siti Nur AfAoni Laparako1*. Radia Hafid2. Sudirman3. Frahma Bumulo4. Abdulrahim Maruwae5 Universitas Negeri Gorontalo afnilaparako2201@gmail. ABSTRACT This Study aims to determine whether family socioeconomic status influences studentsAo interest in pursuing higher education, focusing on 12th-grade Social Science students at SMAN 4 Gorontalo. The research employed a desctiptive quantitative approach with a sample size of 38 The data collection instrument used was a questionnaire, and the data were analyzed using simple linear regression analysis. The result of the data analysis indicate a significant influence of family socioeconomic status on studentsAo interest in pursuing to higher education. The study found that 13. 7% of studentsAo interest in pursuing highter education in influenced by their familyAos socioeconomic status while the remaining 86. 7% is influenced by other variables not examined in this study. Keywords: Family Socioeconomic Status. Student Interest in Pursuing Higher Education ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh status sosial ekonomi keluarga terhadap minat siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi . tudi siswa kelas xii ips sman 4 gorontal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 38 siswa. Instumen yang digunakan yaitu angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pengaruh status sosial ekonomi keluarga terhadap minat siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi . tudi siswa kelas xii ips sman 4 gorontal. Besar pengaruh status sosial ekonomi keluarga terhadap minat siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi . tudi siswa kelas xii ips sman 4 gorontalo yakni sebesar 13,7% dan sisanya sebesar 86,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak di teliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Status Sosial Ekonomi Keluarga. Minat Siswa Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 65 - 84 PENDAHULUAN Pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan individu dalam sikap dan perilaku bermasyarakat. Proses sosial, di mana seseorang dipengaruhi oleh suatu lingkungan yang terorganisir, seperti rumah atau sekolah, sehingga mencapai perkembangan diri dan kecakapan sosial. (Carter. Good : 2. Pendidikan tinggi memberikan kontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas yang nantinya mampu bersaing di era globalisasi. Enoch Markum . 7: . mengemukakan bahwa AuPendidikan tinggi diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, dan atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenianAy. Arif Rohman . mengemukakan bahwa AuPendidikan tinggi mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh Perguruan TinggiAy. Dari beberapa penjelasan tersebut, apabila siswa melanjutkan studi di Perguruan Tinggi maka akan memiliki bekal pengetahuan dan kecakapan sesuai dengan program studi yang akan di tempuh yang akan menjadi modal dasar untuk dapat lebih kompeten di dunia kerja. Apalagi mengingat persaingan di dunia usaha yang semakin sulit dan ketat. Banyak lapangan pekerjaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan gelar diploma maupun sarjana. Dengan demikian menempuh sampai pendidikan menengah saja belum cukup untuk dapat bersaing di era modern saat ini. Sebelum menempuh pendidikan tinggi, terdapat tahap pendidikan menengah. Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dapat berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) dan pendidikan menengah yang berbentuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) atau bentuk lain yang sederajat. Perbedaan dari kedua bentuk pendidikan menengah ini salah satunya dalam tujuannya. Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan lembaga pendidikan yang bertujuan untuk mendidik siswa untuk melanjutkan studi pendidikan yang lebih tinggi, sehingga lebih menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan yang bersifat teoritis. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik siap bekerja dalam bidang tertentu sehingga lebih menekankan pada praktek. (Vini Yanti: 2. Berdasarkan tujuan tersebut maka penting untuk peserta didik Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Untuk menumbuhkan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maka perlu untuk ditumbuhkan dan dikembangkan pada siswa sejak awal. Minat siswa dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dapat dilihat dari sikap siswa yang mulai menaruh dan memusatkan perhatian pada satu hal yang menjadi keinginan untuk diwujudkan dengan usaha untuk menggali informasi tentang perguruan tinggi yang diinginkannya. (Vini Yanti: 2. Slameto . 5: . AuMinat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati siswa diperhatikan terus-menerus yang disertai rasa senang dan diperoleh rasa kepuasanAy. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 65 - 84 dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat yang muncul. Minat siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi yang di maksud adalah rasa tertarik dan kecenderungan siswa untuk memilih melanjutkan ke perguruan tinggi sebagai kelanjutan setelah lulus dari sekolah menengah. Dimana rasa tertarik kecenderungan tersebut menimbulkan perasaan senang, dan dilandasi dengan perasaan membutuhkan sehingga siswa menganggap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi merupakan suatu hal yang penting bagi dirinya. SMA Negeri 4 Gorontalo, merupakan SMA sebagai pusat pendidikan dengan kemajuan IPTEK yang didasari dengan IMTAQ dengan dihiasai dengan akhlakul karimah serta sanggup menghadapi era globalisasi. Adapun, data kelulusan siswa, data siswa yang bekerja dan jumlah siswa yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi untuk tiga tahun sebelumnya yang peneliti peroleh dari SMA Negeri 4 Gorntalo sebagai berikut: Berdasarkan indikator dari status sosial ekonomi keluarga yaitu: kekayaan, kekuasaan, kehormatan, dan ilmu penegtahuan. Peneliti memperoleh informasi mengenai status sosial ekonomi keluarga, keluarga dengan status sosial ekonomi yang lebih tinggi cenderung memiliki akses yang lebih baik terhadap pendidikan berkualitas, dukungan finansial untuk biaya kuliah, serta lingkungan yang mendukung minat belajar anak. Sebaliknya, siswa dari keluarga dengan status ekonomi rendah sering menghadapi keterbatasan finansial, kurangnya motivasi karena minimnya role model dalam pendidikan tinggi, serta hambatan psikologis seperti rasa tidak percaya diri dalam menghadapi dunia akademik. Djali . 2: . mengemukakan bahwa dalam rangka menumbuhkan minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sekolah merupakan faktor eksternal yang bisa menumbuhkan minat siswa. Faktor eksternal sekolah, tentu mempunyai pengaruh yang besar terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi, mengingat hal tersebut juga merupakan tujuan SMA. Peran sekolah tersebut kemudian bisa diwujudkan dalam bentuk program pendidikan di sekolah. Faktor eksternal lainnya yang cukup berpengaruh pada minat individu untuk melanjutkan ke perguruan tinggi adalah status sosial ekonomi keluarga. Individu hidup di dalam sebuah keluarga, yang tentunya akan dipengaruhi oleh kondisi keluarganya. Persoalan pendidikan yang selalu muncul pada awal tahun ajaran baru adalah persoalan yang sangat kompleks, di mana siswa dihadapkan pada permasalahan yang menyangkut dengan kondisi keluarga/orang tua yang akan digunakan untuk menopang kelangsungan pendidikan anak. Kelangsungan pendidikan anak terkait dengan masalah harapan keluarga terhadap masa depan anak. Melalui proses pendidikan yang bermutu dan tepat potensi anak dapat berkembang secara maksimal dan dapat dihasilkan sumberdaya manusia masa depan yang berkualitas dan mampu memecahkan persoalanAepersoalan hidupnya dimasa mendatang. Masalah kondisi sosial ekonomi dan harapan masa depan anak dari keluarga pada akhirnya akan menimbulkan masalah bagi keluarga untuk menentukan alternative pilihan terhadap kelanjutan sekolah anakAeanaknya. Kedua masalah tersebut diatas merupakan faktor eksternal yang mempengaruhi motivasi anak untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 65 - 84 Gerungan . 3: . AuStatus sosial ekonomi adalah gambaran tentang keadaan seorang atau suatu masyarakat yang ditinjau dari segi sosial dan ekonomi, indikator ini seperti tingkat pendidikan dan tingkat pendapatanAy. Dalam teori ekonomi dijelaskan semakin tinggi pendapatan seseorang maka kebutuhan yang diperlukan juga akan meningkat. Hal ini ditandai dengan pilihan kebutuhan yang berbeda dengan individu berpenghasilan rendah. Kualitas dan kuantitas menjadi perbedaan yang dapat dilihat jelas dalam pilihan-pilihan tersebut. Konflik yang sering muncul adalah anggapan bahwa seseorang yang memiliki kekayaan dan penghasilan yang tinggi selalu hidup boros dengan membeli sesuatu yang mahal walaupun ada hal yang sama dengan harga yang lebih murah. Gerungan . 4: . mengemukakan bahwa status sosial ekonomi keluarga tentulah berpengaruh terhadap perkembangan anak-anak, apabila diperhatikan bahwa dengan adanya perekonomian yang cukup, lingkungan material yang dihadapi anak di keluarganya itu lebih luas, ia akan mendapat kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan bermacam-macam kecakapan yang tidak dapat ia kembangkan apabila tidak ada perasaan senang. Soemanto . 3: . mengemukakan bahwa agar dapat melanjutkan sekolah pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi dibutuhkan adanya sarana dan kelengkapan yang memadai. Untuk memenuhi sarana dan kelengkapan tersebut diperlukan dana. Masalah ketersediaan dana untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi berkaitan erat dengan kondisi sosial ekonomi keluarga. Maka dapat disimpulkan dari pendapat di atas bahwa status sosial ekonomi keluarga berpengaruh terhadap minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Arsyad . 5: . menyatakan bahwa terdapat pengaruh antara Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Minat Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi. Sehingga kondisi Sosial Ekonomi dijadikan salah satu variabel dalam penelitian ini, dengan asumsi peneliti bahwa kondisi Status Sosial Ekonomi Keluarga mempengaruhi Minat Siswa Melanjutkan Studi Ke PerguruanTinggi. KAJIAN TEORI Minat Siswa Melanjutkan Ke Perguruan Tinggi Sardiman, . 2: . menyatakanAuMinat diartikan sebagai kecendurungan jiwa seseorang kepada sesuatu . iasanya disertai dengan perasaan senan. , karena itu merasa ada kepentingan dengan sesuatu ituAy. Adanya keinginan dan kepentingan yang dimilikinya, maka seseorang akan melakukan hal atau aktivitas dengan sebaikbaiknya sebab merasa bahwa memiliki kebutuhan dengan hal tersebut. Minat siswa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah perhatian dan keinginan yang besar terhadap sesuatu dalam hal ini adalah melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi. Soedomo . 1: . AuPendidikan tinggi merupakan kelanjutan pendidikan menengah dan diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memliki kemampuan akademik maupun kemampuan professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan dan tekonologi. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 65 - 84 Fuad . 6: . menyatakan bahwa pendidikan tinggi diartikan sebagai pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki tingkat kemampuan tinggi yang bersifat akademik dan atau profesional sehingga dapat menerapkan, mengembangkan, dan atau menciptakan ilmu pengetahuan, tekonologi dan seni dalam rangka pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan manusia. Dengan demikian, minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi adalah dorongan atau keinginan yang besar seorang siswa untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu ke perguruan tinggi yang disenanginya. Siswa yang memiliki minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi akan berusaha menggali informasi mengenai perguruan tinggi yang disenanginya tersebut dan melakukan usaha yang efektif dan tekun agar tujuannya tercapai. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan utama bagi kehidupan manusia, bahkan dalam jangka panjang. Layaknya makan sebagai sumber energi utama tubuh untuk beraktifitas, begitu pula dengan pendidikan, seseorang dapat mencapai segala maksud dan tujuan, serta apa yang dicita-citakannya dengan cara yang lebih baik yaitu lewat pendidikan yang ditempuh. Tidak hanya cukup sampai Sekolah Dasar (SD). Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) saja, melainkan sebaiknya kita melanjutkan tingkat pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi setelahnya yaitu perguruan tinggi Indonesia. (Carter. Good : 2. Bukti dari dunia dapat berada dalam genggaman orang berpendidikan tinggi adalah dengan banyaknya orang asal Indonesia yang mendapatkan beasiswa dari berbagai universitas di dalam negeri atau pun di luar negeri. Sehingga mereka dapat mengembangkan lebih dalam lagi mengenai ilmu yang telah dipelajarinya di Indonesia, dengan memantapkan pembelajaran, serta pengalaman di luar negeri. Tidak hanya itu saja, banyak orang berpendidikan yang cerdas asal Indonesia, yang memiliki kemampuan lebih dan diakui oleh dunia baik dalam kemampuan bidang teknologi, informasi, politik dan juga yang lainnya. Sehingga kedua bukti tersebut dapat memberikan gambaran, jika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sangatlah penting untuk kita semua demi mewujudkan cita-cita masingmasing dan juga cita-cita bangsa yang tertuang dalam UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. (Vini Yanti: 2. Jika bangsa Indonesia berhasil dalam membangun pendidikan yang dapat mencerdaskan kehidupan bangsa tersebut, maka tidak hanya bangsa Indonesia saja yang akan mengalami perkembangan serta kemajuan dalam berbagai bidang. Melainkan juga dapat merubah dunia ke arah yang lebih baik, untuk itu sebagai orang tua dan juga pendidik, mari kita dorong anak didik kita untuk melanjutkan pendidikan ke berbagai sekolah sampai ke universitas demi kemajuan bersama. (Vini Yanti: 2. Faktor Ae Faktor yang Mempengaruhi Minat Siswa Melanjutkan Ke Perguruan Tinggi Faktor yang mempengaruhi minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dapat diklasifikasikan kedalam kelompok yaitu sebagai berikut: Faktor Intrinsik Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 65 - 84 Faktor intrinsik adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar. Faktor intrinsik antara lain perhatian, perasaan senang, harapan, kebutuhan dan motivasi atau dorongan. (Gita Puspitasari, 2. Perhatian Suryabrata . 7: . Auperhatian adalah banyak sedikitnya kesadaran yang menyertai suatu aktivitas yang dilakukanAy. Walgito . 7: . AuPerhatian adalah pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada sesuatu atau sekumpulan objekAy. Bila individu mempunyai perhatian terhadap suatu objek, maka timbul minat spontan dan secara otomatis terhadap objek tersebut. Bila ditinjau dari segi timbulnya perhatian, perhatian dapat dibedakan atas perhatian spontan dan perhatian tidak spontan. Perhatian spontan yaitu perhatian yang timbul dengan sendirinya, timbul secara Sedangkan perhatian tidak spontan yaitu perhatian yang ditimbulkan dengan sengaja, karena itu harus ada kemauan untuk Slameto . 0: . AuPerhatian merupakan keaktifan jiwa yang dipertinggi, jiwa itu pun sematamata tertuju kepada suatu objek . enda atau ha. atau sekumpulan objek Perhatian adalah keinginan yang dilakukan seseorang dalam hubungannya dengan pemilihan rangsangan yang datang dari lingkungannyaAy. Dapat disimpulkan bahwa perhatian adalah pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada sesuatu atau sekumpulan objek. Perasaan senang Perasaan senang terhadap sesuatu objek baik orang atau benda akan menimbulkan minat pada diri seseorang, seseorang merasa tertarik kemudian pada saatnya timbul keinginan yang dikehendaki agar objek tersebut menjadi miliknya. Dengan demikian maka individu yang bersangkutan berusaha untuk mempertahankan objek tersebut. (Slameto, 2. Harapan Snyder . 4: . menyatakan,AuHarapan adalah kemampuan untuk merencanakan jalan keluar dalam upaya mencapai tujuan walaupun adanya rintangan dan menjadikan motivasi sebagai suatu cara dalam mecapai tujuanAy. Maka demikian harapan ialah keadaan mental positif pada seseorang dengan kemampuan yang dimilikinya dalam upaya mencapai tujuan pada masa depan. Kebutuhan Maslow . 5: . menyatakan bahwa manusia memiliki kebutuhan. Manusia adalah makhluk yang memiliki keinginan. Setiap keinginan yang telah dipenuhi, maka keinginan hatinya akan timbul. Atas dasar kebutuhan manusia Maslow membagi kebutuhan kedalam 5 jenis yaitu kebutuhan fisik, kebutuhan memiliki rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan akan penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi Kelima kebutuhan tersebut bersifat hierarki. Artinya kebutuhan yang lebih tinggi akan terpenuhi apabila kebutuhan yang lebih rendah telah terpenuhi. Minat seseorang juga dipengaruhi oleh kebutuhan. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa kebutuhan adalah segala yang harus terpenuhi bagi seorang individu. Jika kebutuhan tidak terpenuhi maka kehidupan tidak akan berjalan sesuai dengan fungsinya Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 65 - 84 Motivasi atau dorongan Sugihartono . 7: . AuMotivasi diartikan sebagai suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu dan yang memberi arah dan ketahanan pada tingkah laku tersebut. Motivasi sangat erat kaitannya dengan minat, sebab motivasi bersumber dari dalam diri seseorang dan merupakan tenaga untuk membangkitkan dan mengarahkan kelakuan atau tindakan dalam menentukan suatu pilihan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Slameto . 1: . AuMotivasi merupakan suatu proses yang menentukan tingkatan kegiatan, intensitas, konsistensi, serta arah umum dari tingkah laku manusia, merupakan konsep rumit dan berkaitan dengan konsepkonsep lain seperti minat, konsep diri, sikap dan sebagainya. Djaali . 8: . AuMotivasi berasal dari kata latin AumovereAy yang berarti dorongan atau menggerakkan. Menurut Greenbreg. Aumotivasi adalah proses membangkitkan, mengarahkan, dan memantapkan perilaku arah suatu tujuan. Motivasi merupakan salah satu hal yang melatarbelakangi individu melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentuAy Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah dorongan atau penggerak yang melatar belakangi individu melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu. Faktor Ekstrinsik Faktor ekstrinsik adalah faktor yang berasal dari luar dirinya atau karena pengaruh dari orang lain atau lingkungannya. Faktor ekstrinsik yaitu dukungan lingkungan, orang tua atau keluarga, teman, guru, dan fasilitas. (Gita Puspitasari, . Lingkungan Sugono . 8: . AuLingkungan adalah daerah atau kawasanyang termasuk didalamnyaAy. Lingkungan yang mendukung menyebabkan seseorang berkeinginan untuk lebih memanfaatkan keadaan tersebut untuk mendukung Sedangkan Suwarno . 6: . Menyatakan lingkungan pendidikan adalah lingkungan yang melingkupiterjadinya proses pendidikan, dimana lingkungan pendidikan meliputi Lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakatAy. Dapat disimpulkan bahwa lingkungan adalah suatu kondisi dalam dunia ini yang dengan cara-cara tertentu mempengaruhi perilaku, pertumbuhan, dan perkembangan . Orang tua atau Keluarga Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama dari individu merupakan peletak dasar pendidikan, dalam arti bahwa nilai-nilai pendidikan dan pembentukan pribadi selanjutnya berfungsi pada apa yang telah ditanamkan oleh keluarga sejak usia kanak-kanak . sia 3-5 tahu. Dalam kaitanya dengan proses pendidikan anak, keluarga dapat menjadi faktor pendukung dan penghambat keberhasilan seorang anak. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Abdullah . 3: . Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dukungan keluarga sangatlah penting bagi individu dalam melakukan aktivitasnya, sebab keluarga sebagai lingkungan akan mengarahkan tingkah laku individu. (Gita Puspitasari, 2. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 65 - 84 Teman Pengaruh teman bergaul lebih cepat masuk dalam jiwa seseorang. Sesuai dengan perkembangannya, seseorang senang membuat kelompok bergaul dengan kelompok yang disenangi. Pada umumnya kelompok bergaul memiliki kesamaan keinginan ataupun kesenangan. Hal ini berkaitan pula dengan minat studinya, bila teman pergaulanya memiliki minat melanjutkan studi maka minat temannya tersebut akan mempengaruhi dirinya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan (Gita Puspitasari, 2. Guru Menurut Suparlan . 6: . AuGuru dapat diartikan sebagai orang yang tugasnya terkait dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dalam semua aspeknya, baik spiritual, emosional, intelektual, fisikal, maupun aspek lainnyaAy. Ahmadi . 4: 104-. mengemukakan secara lebih rinci mengenai tugas guru berpusat pada: A Mendidik anak dengan titik berat memberikan arah dan motivasi pencapaian tujuan baik jangka pendek maupun jangka panjang. A Memberikan fasilitas pencapaian tujuan melalui pengalaman belajaryang A Membantu perkembangan aspek-aspek pribadi seperti sikap, nilai-nilai, dan penyesuaian diri. Dalam hal ini guru seharusnya berusaha membangkitkan minat siswa untuk menguasai materi pembelajaran yang diberikan sehingga terciptanya suatu pembelajaran yang kondusif dan siswa dapat memperoleh sebuah prestasi belajar yang baik. Indikator Minat Siswa Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan Tinggi Indikator minat siswa melanjutkan ke perguruan tinggi dalam penelitian ini merujuk pada teori Menurut Muhibbiin Syah . alam Sudirman, 2. Ia menjelaskan bahwa indikator bagi seseorang untuk minat melanjutkan studi . Adanya keinginan . Dorongan dan kekuatan . Perhatian . Harapan Status Sosial Ekonomi Keluarga Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia bahwa Status adalah keadaan, kedudukan . rang, benda. Negara dan sebagainy. " Secara istilah Status berarti posisi atau keadaan dalam suatu jenjang atau hirarki dalam suatu wadah sebagai simbol dari hak dan kewajiban dan jumlah peranan yang ideal dari sesorang. Sementara pengertian Sosial berasal dari bahasa Inggris yaitu society yang berasal dari kata socius yang berarti kawan. Yang dimaksud dengan sosial adalah segala sesuatu mengenai masyarakat dan kemasyarakatan Sedangkan pengertian Ekonomi menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, yaitu pengetahuan mengenai asas atas penghasilan . , pembagian . dan pemakaian barangbarang serta kekayaan . eperti halnya keuangan, perindustrian, perdagangan barang Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 65 - 84 barang serta kekayaa. Di lingkungan tempat ia tinggal. Hal demikian merupakan tuntutan dasar untuk memenuhi segala kebutuhan. (Vini Yanti: 2. Menurut Syani . alam Radia Hafid, 2. , status sosial ekonomi adalah keadaan seseorang dalam kelompok manusia yang ditentukan oleh jenis aktivitas ekonomi seperti pendapatan, tingkat pendidikan, jenis rumah tinggal dan jabatan dalam organisasi. Banyakm studi yang mengungkap keterkaitan yang sangat kuat antara kondisi sosial ekonomi dengan tingkat pendidikan. Semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat berbanding lurus dengan tingkat masyarakat di suatu daerah. Menurut Basrowi dan Juariyah . alam Abdulrahim Maruwae, 2. dalam penelitiannya mengungkap kanbahwa semakin tinggi tingkat pendidikan yang dicapai masyarakat maka semakin tinggi pula kondisi sosial ekonomi masyarakat tersebut, demikian sebaliknya semakin rendah tingkat pendidikan masyarakat maka semakin rendah pula kondisi sosial ekonomi masyarakat tersebut. Senada dengan pengertian di atas (Soerjono Soekanto, 2. bahwa "status sosial ekonomi adalah suat posisi seseorang dalam masyarakat yang berkaitan dengan orang lain dalam arti lingkungan pergaulan, prestasinya, dan hak- hak serta kewajibannya dalam hubungan dengan sumber dayaAy. Sedangkan Sugihartono mengemukakan, "Status sosial ekonomi orang tua meliputi tingkat pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, penghasilan orang tuaAy. Dari pengertian di atas maka penulis menyimpulkan bahwa status sosial ekonomi orang tua adalah kedudukan atau status orang tua dalam masyarakat berdasarkan kriteria ekonomi, pendidikan, pekerjaan, serta kekuasaan atau jabatan sosial yang dimiliki orang tua di dalam masyarakat. Faktor Ae Faktor Yang Mempengaruhi Status Sosial Ekonomi Menurut Abdullah . 3: . dalam tingkat status sosial ekonomi, dapat di tentukan sebagai berikut: Tingkat Pendidikan Orangtua. Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaika diri sebaik mungkin terhadap lingkunganaya dan dengan demikian akan menimbulkan perubahan delam dirinya yang memungkinkan berfyigsi secara akurat dalam kehidupan masyarakat Sikap pribadi anak sangat dipengaruhi oleh orangtua akan menjadi cerminan bagi anaknya. Enoch Markum . 7: . Status sosial ekonomi keluarga memberikan pengaruh dan dorongan baik positif maupun negatif yang akan mempengaruhi perilaku belajar anak. Oleh karena itu, orangtua yang berpendidikan relatif rendah biasanya kurang memperhatikan dalam memberikan motivasi kepada anaknya untuk belajar sehingga anak didik akan mengalami hambatan dalam belajar. (Arsyad, 2. Jenis Pekerjaan Orangtua Pekerjaan orangtua dan dorongan keluarga mempunyai pengaruh terhadap anak untuk bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Pada umumnya, orangtua yang memiliki pekerjaan yang layak akan memberikan kesempatan dan dorongan pada anaknya untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu, informasiinformasi mengenai profesi orangtua yang diperoleh akan menarik minat dan keinginan anak untuk belajar dalam bidang yang ditempuh orangtuanya. Dalam hal Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 65 - 84 tersebut anak akan termotivasi dalam belajar untuk mencapai tujuan yang (Hegel, 2. Tingkat Pendapatan Orangtua Pendapatan merupakan sejumlah uang tertentu yang diterima oleh seseorang sebagai balas jasa atas pengorbanan yang dilakukannya. Tinggi rendahnya pendapatan orangtua ditentukan oleh usaha yang dilakukan orangtua. Ikatan Akuntan Indonesia . 9: . Menurut (Wahyu Adji, 2. pendapatan keluarga adalah segala bentuk balas jasa yang diperoleh sebagai imbalan atau sumbangan seseorang terhadap proses Pendapatan adalah jumlah semua pendapatan keluarga ataupun anggota keluarga lainnya yang diwujudkan dalam bentuk uang dan barang. (Mulyanto Sumardi, 2. Pendapatan berupa uang adalah segala penghasilan yang sifatnya reguler dan Berasal dari gaji atau upah yang diterima dari gaji pokok, kerja sampingan, usaha sendiri dan hasil investasi. Pendapatan berupa barang adalah pendapatan upah dan gaji yang ditentukan dalam barang. Besarnya pendapatan orang tua adalah jumlah keseluruhan penghasilan yang diterima dalam bentuk uang atau hentak lain yang nilainya dapat diukur dengan uang dalam jangka waktu tertentu sebagai hasil pekerjaan yang dilakukannya. (Sudarwins Rinti, 2. Jumlah Tanggungan Orang tua Menurut (Agung, 2. Sebuah keluarga yang memiliki tanggungan keluarga lebih banyak mempengaruhi minat anak. Jika kondisi ekonomi keluarga kurang dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak, maka akan mempengaruhi minat belajar anak, begitu juga sebaliknya. Menurut (Vini Juliyanti, 2. proses pendidikan dapat dipengaruhi oleh keadaan keluarga sebagai berikut: Ekonomi orangtua yang banyak membantu perkembangan pendidikan anak. Kebutuhan keluarga yang dimaksud adalah keutuhan dalam struktur keluarga yaitu adanya ayah, ibu, dan anak. Status anak tunggal, anak kedua, anak bungsu, anak tiri, atau anak angkat. Kedudukan anak ini sangat berpengaruh pada minat anak, terutama berkaitan dengan rasa kebebasan, emosi, serta daya kreativitas dalam belajar. Status sosial ekonomi keluarga antara lain meliputi tingkat pendidikan orang tua, pekerjaan, dan penghasilan orang tua, fasilitas khusus dan barang-barang berharga yang ada di rumah seperti radio, televisi, mesin cuci, almari es, mebeler, dan sebagainya. Indikator Status Sosial Ekonomi Keluarga Suryani . 8: . mengemukakan bahwa variabel yang sering digunakan sebagai indikator dalam mengukur status sosial ekonomi yaitu tingkat pekerjaan, tingkat pendapatan, tingkat pendidikan. Dimyanti . 3: . AuStatus sosial ekonomi keluarga meliputi tingkat pendidikan, tingkat penghasilan, jenis pekerjaan dan tingkat pengeluaranAy. Menurut Soejono . alam Sudirman, 2. mengemukakan bahwa ada hal-hal yang mempengaruhi status sosial ekonomi keluarga antara lain: Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 65 - 84 Ukuruan kekayaan, semakin kaya seseorang, maka akan tinggi tingkat status sosial seseorang di dalam masyarakat. Ukuran kekuasaan, semakin tinggi dan banyak wewenang seseorang dalam masyarakat, maka semakin tinggi status sosial ekonomi seseorang tersebut. Ukuruan kehormatan, orang yang disegani di masyarakat akan ditempatkan lebih tinggi dari orang lain dalam masyarakat. Ukuran ilmu pengetahuaan, ukuran ini di pakai oleh masyarakat yang menghargain ilmu pengetahuan. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpukan bahwa indikator status sosial ekonomi keluarga antara lain meliputi tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, jenis pekerjaan, kepemilikan aset keluarga dan tingkat pengeluaran dan pemenuhan kebutuhan keluarga. METODE PENELITIAN Adapun pendekatan penelitian ini meggunakan metode kuantitatif. Dengan tujuan utik mengetahui gambaran mengenai pengaruh penggunaan dana desa terhadap kesejahteraan masyarakat. Alasan meneliti meggunakan metode kuantitaf adalah karena data yang diteliti dalam penelitian ini berbentuk angka yang sifatnya dapat diukur, rasional dan sistematis. Menurut Sugiyono . , metode kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada sifat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu pengumpulan data menggunakan instrumen hipotesis yang telah HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Analisis Regresi Analisis regresi digunakan untuk melihat pengaruh variabel bebas . terhadap variabel tergantung . serta memprediksi variabel tergantung . dengan menggunakan variabel bebas . Setelah dilakukan uji asumsi klasik yaitu normalitas data dan heteroskedastisitas data telah terpenuhi, tahap selanjutnya dilakukan permodelan data dengan menggunakan analisis regresi Hasil analisis dengan menggunakan bantuan program IBM Statistics SPSS versi 21. ditampikan sebagai berikut: Tabel 4. 8 Hasil Analisis Regresi Coefficientsa Model 1 (Constan. Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error 40,586 14,490 Sig. Beta 2,801 ,008 Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 65 - 84 Status_Sosial_Ekonomi_Keluarga ,507 ,212 ,371 2,394 ,022 Dependent Variable: Minat_Siswa_Melanjutkan_Studi_Ke_Perguruan_Tinggi Berdasarkan hasil analisis di atas, model regresi linier sederhana yang dibangun adalah: = 40. Dari model tersebut diinterpretasikan hal Ae hal sebagai berikut: Nilai variabel Y (Minat Siswa Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tingg. akan sebesar 40,586 apabila variabel X (Status Sosial Ekonomi Keluarg. bernilai 0 atau tidak ada. Setiap peningkatan satu persen variabel X (Status Sosial Ekonomi Keluarg. , maka jumlah variabel Y (Minat Siswa Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tingg. akan meningkat sebesar 0,507. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif dan signifikan antara variabel Y (Minat Siswa Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tingg. dan Variabel X (Status Sosial Ekonomi Keluarg. , semakin naik nilai Variabel X (Status Sosial Ekonomi Keluarg. maka akan semakin meningkat nilai Variabel Y (Minat Siswa Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tingg. Pengujian Hipotesis . Setelah diperoleh model persamaan regresi taksiran maka langkah selanjutnya melakukan pengujian hipotesis. Pengujian dilakukan dengan menggunakan uji t. Hipotesis statistik yang akan diuji sebagai berikut: ya0 : = 0 artinya tidak terdapat pengaruh variabel X (Status Sosial Ekonomi Keluarg. terhadap variabel Y (Minat Siswa Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tingg. ya1 : O 0 artinya terdapat pengaruh variabel X (Status Sosial Ekonomi Keluarg. terhadap variabel Y (Minat Siswa Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tingg. Kriteria pengujian yaitu jika nilai ycEaycnycycycuyci Ou ycycycaycayceyco , maka ya0 ditolak ya1 diterima artinya signifkan. Jika nilai ycEaycnycycycuyci O ycycycaycayceyco , maka ya0 diterima dan ya1 ditolak artinya tidak signifikan. Dengan menggunakan bantuan program IBM Statistics SPSS versi 21. diperoleh hasil sebagai berikut: Coefficientsa Model Sig. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 65 - 84 (Constan. 2,801 ,008 Status_Sosial_Ekonomi_Keluarga 2,394 ,022 Dependent Variable: Minat_Melanjutkan_Siswa_Studi_Ke_Perguruan_Tinggi Dari hasil di atas diperoleh nilai ycEaycnycycycuyci sebesar 2,394 dan tingkat signifikan sebesar 0,022. Dengan demikian diperoleh hasil uji signifikan sebagai berikut: Tabel 4. 9 Perbandingan Uji Signifikan Taraf Signifikansi Nilai yeiyeOyeOyeiyenyeayeO Nilai yeiyeiyeCyeEyeIyes 2,394 2,024 Nilai Kesimpulan Signifikansi 0,022 Signifikan Berdasarkan hasil uji signifikan diperoleh nilai ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco yakni 2,394 > 2,024 pada taraf signifikansi sebesar 5%, maka ya0 ditolak ya1 diterima, dengan kesimpulan signifikan. Hal ini memberikan indikasi bahwa Status Sosial Ekonomi Keluarga berpengaruh terhadap Minat Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi Siswa di SMA Negeri 4 Gorontalo. 3 Analisis Korelasi Untuk mengetahui besarnya keeratan hubungan antara Status Sosial Ekonomi Keluarga (X) dengan variabel Minat Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi (Y) digunakan koefisien korelasi Pearson dengan kaidah keputusan sebagai berikut: r O 1, menunjukan hubungan linier positif sempurna antara X dan Y, dalam arti makin besar harga X makin besar pula harga Y, atau semakin kecil harga X makin kecil pula harga Y. r Ou -1, menunjukan hubungan linier negatif sempurna antara X dan Y, dalam arti makin besar harga X makin kecil harga Y, atau makin kecil harga X maka makin harga Y. r = 0, menunjukan tidak ada hubungan linier antara X dan Y. Pedoman untuk tingkat keeratan hubungan antara kedua variabel didasarkan pada aturan sebagai berikut: Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 65 - 84 Tabel 4. 10 Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan 80 Ae 1,000 Sangat Kuat 60 Ae 0. Kuat 40 Ae 0. Cukup Kuat 20 Ae 0. Rendah 00 Ae 0. Sangat Rendah Sumber: Ridwan, 2011 Dengan menggunakan bantuan program IBM Statistics SPSS versi 21. diperoleh nilai koefisien korelasi sebagai berikut: Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,371a ,137 ,113 14,93808 Predictors: (Constan. Status_Sosial_Ekonomi_Keluarga Dependent Variable: Minat_Melanjutkan_Studi_Ke_Perguruan_Tinggi Berdasarkan hasil analisis di atas diperoleh nilai koefisien korelasi pearson sebesar 0,371. Ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang Rendah antara Status Sosial Ekonomi Keluarga (X) terhadap Minat Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi (Y) Siswa di SMA Negeri 4 Gorontalo. 4 Koefisien Determinasi Koefisien determinasi mencerminkan besarnya pengaruh perubahan variabel independen dalam menjalankan perubahan pada variabel dependen secara bersama Ae Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 65 - 84 sama, dengan tujuan untuk mengukur kebenaran dan kebaikan hubungan antar variabel dalam model yang digunakan. Besarnya nilai yc 2 berkisar antara 0 dari Rtabel. Kemudian nilai reliabilitas untuk kedua variabel dinyatakan sangat tinggi dan reliabel . untuk digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini. Selanjutnya dilakukan analisis deskriptif untuk menganalisis data denagn cara menggambarkan atau mendeskripsikan data yang telah terkumpul terkait variabel Status Sosial Ekonomi Keluarga, dan Minat Siswa Melanjutkan Studi ke Perguruan Tinggi. Dimana dari hasil analisis untuk variabel Status Sosial Ekonomi Keluarga berada pada kategori cukup baik. Indikator yang di angkat dalm penelitian ini yaitu: yang pertama kekayaan yang di mana kekayaan ini sangat berpengaruh besar terhadap minat siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Semakin tinggi kekayaan keluarga semakin besar kemampuan mendukung biaya pendidikan, yang kedua kekuasaan ke perguruan tinggi melalui dorongan internal dari keluarga berkuasa, yang ke tiga kehormatan memiliki pengaruh signifikan terhadap minat siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, siswa dari keluarga yang dikenal terhormat atau berpendidikan akan merasa terdorong untuk melanjutkan pendidikan agar tidak "mengecewakan" atau merusak citra keluarga, yang ke empat Ilmu pengetahuan berpengaruh besar terhadap minat siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi, karena Membuka wawasan dan kesadaran akan pentingnya pendidikan tinggi. Hasil analisis deskriptif untuk Minat Siswa Melanjutkan Studi ke Perguruan Tinggi berada dalam keetogori sangat baik dengan inikator yang pertama, yaitu adanya keinginan, keinginan yang kuat berpengaruh langsung terhadap minat siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi karena Meningkatkan konsistensi dalam usaha mencapai tujuan pendidikan, yang ke dua dorongan dan kekuatan, dorongan yang kuat, baik dari dalam diri maupun lingkungan sekitar, berpengaruh signifikan terhadap peningkatan minat siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan Dorongan tersebut seperti Meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan tinggi, yang ke tiga perhatian, perhatian memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi karena Membantu siswa merasa didukung dan dimotivasi, yang ke empat harapan, harapan Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 65 - 84 berperan penting dalam meningkatkan minat siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, karena membentuk pandangan positif terhadap masa depan. Selanjutnya diadakan pengujian asumsi klasik sebagai uji prasyarat analisis yaitu pengujian normalitas data dan heterokedastisitas. Pengujian normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah model regresi, variabel pengganggu atau residual mempunyai distribusi normal. Berdasarkan hasil uji normalitas dengan menggunakan metode kolmogrov-Smirnov test memiliki nilai signifikansi sebesar 0,661 dimana nilai ini lebih besar dari alpha 5% . maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal. Sedangkan pengujian heteroskedatisitas menunjukkan bahwa varians variabel tidak sama untuk semua pengamatan atau Model regresi yang baik adalah terjadi homoskedatisitas dalam model, atau dengan perkataan lain tidak terjadi heteroskedatisitas. Dasar pengambilan keputusan adalah apabila tampak random residual terstandar tidak membentuk pola tertentu, namun tampak random. Dari scatterplot pada gambar terlihat bahwa titik Ae titik menyebar secara acak, baik bagian atas angka nol atau bagian bahwa angka nol dari sumbu vartikal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedasitas dalam model ini. Selanjutnya pengujian regresi linier sederhana yang dimaksudkan untuk mengukur hubungan fungsional antara variabel Ae variabel dalam penelitian. Dari hasil perhitungan diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: = 40. Nilai variabel Y (Minat Siswa Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tingg. akan sebesar 586 apabila variabel X (Status Sosial Ekonomi Keluarg. bernilai 0 atau tidak ada. Setiap peningkatan satu persen variabel X (Status Sosial Ekonomi Keluarg. , maka jumlah variabel Y (Minat Siswa Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tingg. akan meningkat sebesar 0,507. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif dan signifikan antara variabel Y (Minat Siswa Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tingg. ) dan Variabel X (Status Sosial Ekonomi Keluarg. , semakin naik nilai Variabel X (Status Sosial Ekonomi Keluarag. maka akan semakin meningkat nilai Variabel Y (Minat Siswa Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tingg. Pada hasil uji koefesien korelasi diperoleh nilai koefisien korelasi pearson sebesar 0,371. Ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang Rendah antara Status Sosial Ekonomi Keluarga (X) terhadap Minat Siswa Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi (Y). Hasil uji koefisien determinasi diperoleh nilai R-Square sebesar 0. Nilai ini berarti bahwa sebesar 13,7 % variabilitas mengenai PeMinat Siswa Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi Pada siswa Kelas XII IPS SMA Negeri 4 Gorontalo. dapat diterangkan oleh Status Sosial Ekonomi Keluarga, sedangkan sisanya sebesar 86,3 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Pada hasil Uji-t digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Diketahui bahwa nilai t hitung 2,394 > t tabel 2,024 dan tingkat signifikan 0,000 < 0,00, ini berarti H1 diterima dan H0 ditolak yang berarti bahwa Status Sosial Ekonomi Keluarga Terhadap Minat Siswa Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi (Studi Siswa Kelas XII IPS SMA Negeri 4 Gorontal. Dengan demikian, hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh antara Status Sosial Ekonomi Keluarga terhadap Minat Siswa Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 65 - 84 Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi (Stusi Kelas XII IPS SMA Negeri 4 Gorontal. , diterima dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa Status Sosial Ekonomi Keluarga Terhadap Minat Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi (Studi Kelas XII IPS SMA Negeri 4 Gorontal. Hasil penelitian ini sesuai dengan kajian teori didukung oleh pendapat Slameto . bahwa kondisi sosial orang tua berhubungan erat dengan minat anak. Anak yang sedang belajar selain harus terpenuhi kebutuhan hidupnya juga membutuhkan sarana dan prasarana, serta fasilitas belajar. dapat terpenuhi apabila orang tua memiliki pendapatan yang baik. Kondisi sosial ekonomi orang tua berperan penting dalam kelanjutan pendidikan siswa. Kesempatan semakin luas bagi mereka yang memiliki keadaan ekonominya cukup untuk mengembangkan potensi-potensi anaknya, dan sebaliknya (Afina & Soesatyo, 2. Minat Siswa Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi selain dipengaruhi oleh Status Sosial Ekonomi Keluarga faktor lain sebesar 86,3%. Faktor-faktor tersebut dapat berasal dari dalam diri siswa maupun dari luar siswa seperti motivasi belajar, prestasi belajar, efikasi diri, lingkungan sekolah, teman sebaya, dan lingkungan Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh (Djalli, 2. faktor yang mempengaruhi minat siswa melanjutkan ke perguruan tinggi dikategorikan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yakni kesehatan, intelegensi, motivasi. Sedangkan faktor eksternal yakni keluarga, sekolah, masyarakat, lingkungan sekitar. Hasil penelitian ini didukung dengan hasil penelitian terdahulu yang relevan yaitu beberapa penelitian yang dilakukan oleh Gita Puspita Sari. Nadira Sulaiman. Mochtar Ismail . Vini Juli Yanti . Widia Wati Lakoro . dengan hasil penelitian yang menyimpulkan dan menunjukkan bahwa variabel Status Sosial Ekonomi Orang Keluaraga memiliki pengaruh terhadap Minat Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi. Kesimpulan Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan oleh peneliti pada bagian sebelumnya, maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut: Pengujian hipotesis penelitian yang berbunyi AuAda Pengaruh Positif Status Sosial Ekonomi Keluarga Terhadap Minat Siswa Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi Siswa di SMA Negeri 4 Gorontalo. Ay dapat diterima. Saran Pihak sekolah hendaknya menjalin hubungan yang baik dengan perguruanperguruan tinggi agar dapat memfasilitasi setiap siswanya untuk mencari berbagai informasi tentang perguruan tinggi, dan bekerja sama dengan perguruan tinggi tersebut agar menyediakan program beasiswa bagi lulusan siswa yang kurang mampu tapi memiliki semangat belajar untuk dapat terus melanjutkan studinya hingga ke perguruan tinggi. Siswa seharusnya tidak melihat latar belakang status sosial ekonomi keluarganya yang tinggi ataupun rendah, karena masih banyak cara untuk melanjutkan studinya ke perguruan tinggi seperti program beasiswa. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 65 - 84 Orang tua/Keluarga diharapkan tetap memberikan dorongan dan semangat kepada anak-anak mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terlepas dari kondisi ekonomi. Guru diharapkan dapat berperan sebagai pembimbing dan motivator, khususnya dalam memperkenalkan berbagai pilihan pendidikan tinggi dan strategi Peneliti selanjutnya disarankan menambahkan faktor lain seperti motivasi intrinsik, peran teman sebaya, atau prestasi akademik untuk melihat pengaruh secara lebih DAFTAR PUSTAKA