JOISIE (Journal Of Information Systems And Informatics Engineerin. Vol. No. Juni 2025. Hlm 150-166 Received: 18 Maret 2025 Revised: 20 Mei 2025. Accepted: 10 Juni 2025 p- ISSN: 2503-5304 e- ISSN: 2527-3116 IMPLEMENTASI CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT MENGGUNAKAN ODOO PADA STARTUP MARKETING COMMUNICATION AGENCY Adinda Diana Azzahra. Apriade Voutama. Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Singaperbangsa Karawang. Jl. HS. Ronggo Waluyo. Puseurjaya. Telukjambe Timur. Karawang. Jawa Barat. Indonesia email: dianaadinda70@gmail. com1, apriade. voutama@staff. Abstract The development of information technology has changed the way companies manage customer relationships. Customer Relationship Management (CRM) has become a strategic solution for companies, including Startup Marketing Communication Agency, to improve operational efficiency and strengthen interaction with clients. This research aims to implement an Odoo-based CRM system to optimize client database management, marketing automation, and customer interaction analysis. The method used is Rapid Application Development (RAD), which enables rapid and flexible system development based on user feedback. Testing was conducted by having users try out the developed modules, followed by the completion of a Likert scale-based questionnaire to evaluate the effectiveness of the system. The results show that Odoo-based CRM is able to improve client management efficiency, speed up work, and simplify marketing and customer service strategies, with an average improvement of 74. 23% compared to pre-implementation conditions. The application interface is considered modern and easy to use, although some features can still be optimized. Overall, the implementation of Odoo as a CRM system proved to be an effective solution for startups in managing customer relationships in a more systematic and structured manner. Keywords: CRM. Odoo. Startup. Marketing Communication. RAD. Abstrak Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara perusahaan dalam mengelola hubungan dengan Customer Relationship Management (CRM) menjadi solusi strategis bagi perusahaan, termasuk Startup Marketing Communication Agency, untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat interaksi dengan klien. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem CRM berbasis Odoo guna mengoptimalkan pengelolaan database klien, otomatisasi pemasaran, dan analisis interaksi pelanggan. Metode yang digunakan adalah Rapid Application Development (RAD), yang memungkinkan pengembangan sistem secara cepat dan fleksibel berdasarkan umpan balik pengguna. Pengujian dilakukan dengan meminta pengguna mencoba modul yang telah dikembangkan, diikuti dengan pengisian kuesioner berbasis skala Likert untuk mengevaluasi efektivitas sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CRM berbasis Odoo mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan klien, mempercepat pekerjaan, serta mempermudah strategi pemasaran dan layanan pelanggan, dengan rata-rata peningkatan sebesar 74,23% dibandingkan kondisi sebelum Antarmuka aplikasi dinilai modern dan mudah digunakan, meskipun beberapa fitur masih dapat Secara keseluruhan, implementasi Odoo sebagai sistem CRM terbukti menjadi solusi yang efektif bagi startup dalam mengelola hubungan pelanggan secara lebih sistematis dan terstruktur. Kata Kunci: CRM. Odoo. Startup. Marketing Communication. RAD. PENDAHULUAN Teknologi informasi terus berkembang dengan cepat setiap tahunnya, termasuk bagaimana perusahaan berinteraksi dengan pelanggan (Nadillah dkk. , 2. Salah satunya adalah CRM. CRM merupakan istilah dalam industri TI yang merujuk pada metodologi, strategi, serta perangkat lunak atau aplikasi berbasis web yang dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengelola hubungan dengan pelanggan. (Voutama, 2. Salah satu contoh software CRM adalah Odoo. Odoo merupakan sistem manajemen open-source yang gratis, https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. 151 | Jurnal JOISIE. Volume 9. Nomor 1. Juni 2025 mudah digunakan, dan dapat diintegrasikan dengan berbagai kebutuhan. Sistem ini tersedia dalam berbagai versi, termasuk versi web, desktop, dan aplikasi seluler (Rosana dkk. , 2. Software ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan bisnis dari berbagai skala, mulai dari kecil hingga besar (Jamal & Kusnadi, 2. Salah satu keunggulan lain dari Odoo terletak pada dukungan komunitas yang luas, integrasi modul yang lengkap, serta biaya implementasi yang relatif ekonomis. Di antara modul yang tersedia dalam Odoo adalah Point of Sales (PoS) dan Customer Relationship Management (CRM), yang keduanya termasuk dalam cakupan fitur perangkat lunak ini (Setyo Nugroho dkk. , 2. Implementasi Customer Relationship Management (CRM) pada agensi komunikasi CRM tidak hanya digunakan untuk mengelola prospek penjualan, tetapi juga untuk memantau alur kerja proyek, aktivitas kampanye, dan interaksi dengan klien secara menyeluruh. Hal ini menjadi semakin penting bagi startup yang berada pada tahap awal operasional, karena keterbatasan sumber daya menuntut efisiensi dalam pengelolaan proses bisnis (Ermawati & Lestari, 2. Odoo menjadi salah satu platform CRM yang sesuai untuk kebutuhan ini, karena menawarkan sistem modular dengan fitur yang terintegrasi. Fitur-fitur seperti CRM pipeline untuk mengelola leads, project management untuk pengawasan kampanye, email marketing dan automation untuk aktivitas promosi, contact management untuk mengelola data klien, serta quotation dan invoicing untuk mendukung proses administratif, menjadikan Odoo solusi yang efektif bagi startup marketing agency dalam meningkatkan produktivitas dan mempercepat pertumbuhan bisnis. Penelitian ini berfokus pada implementasi CRM berbasis Odoo pada startup marketing communication agency untuk mengoptimalkan pengelolaan database klien, otomatisasi pemasaran, dan analisis interaksi Selain itu, penelitian ini juga bertujuan meningkatkan kolaborasi antar tim internal seperti penjualan, pemasaran, dan layanan pelanggan dengan memperhatikan indikator kinerja tim seperti efektivitas komunikasi, responsivitas, dan koordinasi. Dengan pendekatan ini, strategi pemasaran dan relasi pelanggan dapat dijalankan lebih efisien. Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi praktis bagi startup dan memperkaya literatur terkait implementasi CRM di industri startup. Sejumlah penelitian telah membahas peran Customer Relationship Management (CRM) dalam meningkatkan kinerja bisnis, khususnya di sektor pemasaran. Penelitian oleh (Purwanto dkk. , 2. menyoroti implementasi CRM menggunakan Odoo dalam bisnis penyewaan lapangan futsal di Futsal Rooftop BTM. Bandung. Penelitian ini bertujuan mengatasi kendala pengelolaan pelanggan, seperti kesulitan mengakses jadwal, harga sewa, serta penyampaian kritik dan saran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem CRM berbasis Odoo meningkatkan efisiensi operasional dengan mempermudah reservasi, akses jadwal, dan respons layanan pelanggan. Pengujian black box membuktikan bahwa sistem berjalan optimal, mendukung autentikasi pengguna, pemesanan lapangan, serta pengelolaan data pelanggan, sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan dan efektivitas bisnis. Penelitian serupa juga terlihat pada sektor yang berbeda, namun tetap menyoroti efektivitas implementasi CRM berbasis Odoo dalam meningkatkan efisiensi bisnis dan kepuasan pelanggan. Penelitian oleh (Hawari , 2. menyoroti implementasi CRM menggunakan Odoo pada UMKM peternakan burung puyuh di Kabupaten Pemalang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam manajemen pelanggan, yang sebelumnya masih dilakukan secara manual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CRM berbasis Odoo memperkuat interaksi pelanggan, meningkatkan kepuasan dan loyalitas mereka, serta mempermudah proses bisnis. Berdasarkan hasil kuesioner, 75,50% calon pengguna menyatakan bahwa sistem ini membantu memperkuat interaksi pelanggan, sementara 80% menilai aplikasi ini memudahkan pengelolaan penawaran dan prospek pelanggan, serta 82,5% menyatakan sistem ini efektif dalam mengelola pesanan dan Dengan demikian, penerapan Odoo sebagai sistem CRM memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing UMKM. METODE PENELITIAN Metode dibutuhkan sebagai pedoman pelaksanaan penelitian agar prosesnya tetap terarah dan konsepsinya terstruktur dengan baik (Rohmanto & Setiawan, 2. Penelitian ini menggunakan metode Rapid Application Development (RAD), yaitu pendekatan pengembangan sistem yang bersifat iteratif dan cepat, dengan penekanan pada pembuatan prototipe, partisipasi aktif dari pengguna, serta pembagian sistem menjadi komponen-komponen modular untuk mendukung strategi pengembangan dan pemanfaatan perangkat lunak secara efektif (Anggara dkk. , 2. Dengan menerapkan model RAD, pendekatan pengembangan berbasis komponen memungkinkan proses konstruksi yang lebih cepat serta memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. Azzahra. Implementasi Customer Relationship Management Menggunakan Odoo Pada Startup Marketing Communication Agency,150-. 152 dalam menyesuaikan perubahan desain sistem (Andharsaputri dkk. , 2. Adapun tahapan-tahapan dalam penelitian ini disajikan pada Gambar 1 di bawah . Gambar 1. Tahapan Metode RAD 1 IDENTIFIKASI MASALAH Identifikasi masalah adalah salah satu aspek paling krusial dalam setiap tahapan penelitian di berbagai Melalui identifikasi masalah, peneliti merumuskan permasalahan yang memungkinkan dilakukannya investigasi secara empiris (Risqi & Nasution, 2. Pada tahap ini, penelitian mengidentifikasi permasalahan utama, yaitu ketiadaan aplikasi Customer Relationship Management (CRM) berbasis online yang dapat meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan hubungan pelanggan. Akibatnya, proses pencatatan data pelanggan, manajemen interaksi, serta pemantauan aktivitas bisnis masih dilakukan secara manual, yang berpotensi menimbulkan ketidakefisienan dan keterlambatan dalam pengambilan keputusan. 2 PENENTUAN SOLUSI Setelah mengidentifikasi permasalahan yang menjadi fokus penelitian, langkah selanjutnya adalah menentukan solusi tersebut agar lebih jelas dan mudah dipahami, sehingga dapat ditemukan solusi yang tepat. Solusi yang dihasilkan dari proses identifikasi ini adalah penerapan sistem Customer Relationship Management (CRM) berbasis online dengan menggunakan software Odoo. Odoo dipilih karena merupakan platform open-source yang fleksibel dan memiliki berbagai modul yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. 153 | Jurnal JOISIE. Volume 9. Nomor 1. Juni 2025 3 PENGUMPULAN DATA Pengumpulan data merupakan tahap krusial dalam pelaksanaan penelitian karena berperan dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan (Saefuddin dkk. , 2. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi langsung terhadap aktivitas di salah satu startup marketing communication agency. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur dengan salah satu staf yang terlibat langsung dalam proses pemasaran dan pengelolaan klien, untuk menggali pemahaman mengenai kebutuhan bisnis, alur kerja, serta tantangan yang dihadapi dalam manajemen relasi pelanggan. Wawancara ini mencakup topik-topik seperti metode pencatatan data klien, proses follow-up leads, koordinasi antar tim, dan kendala dalam komunikasi Selain itu, observasi langsung dilakukan dengan mengamati proses kerja harian di lingkungan kantor, termasuk interaksi antar tim serta penggunaan sistem atau alat bantu yang sedang diterapkan. 4 ANALISA KEBUTUHAN Tahapan ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan sistem berdasarkan hasil temuan permasalahan pada tahap sebelumnya. Analisis ini mencakup identifikasi fitur-fitur CRM yang diperlukan dan penyesuaian fitur Odoo yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Analisis kebutuhan bersifat investigatif, dengan penekanan pada proses penggalian kebutuhan melalui instrumen yang tepat, bukan sekadar berdasarkan opini yang muncul secara spontan (Rafiul Muiz dkk. , 2. 5 DESAIN SISTEM Desain Sistem merupakan tahap dalam pengembangan yang bertujuan untuk merancang sistem yang akan dibuat, termasuk menentukan struktur, fungsi, dan komponen yang diperlukan menggunakan UML. UML dapat digunakan untuk memvisualisasikan, menspesifikasikan, membangun, dan mendokumentasikan berbagai komponen sistem dalam perangkat lunak (Sumiati dkk. , 2. 6 IMPLEMENTASI Pada tahap ini, dilakukan implementasi fitur Odoo CRM sesuai dengan kebutuhan pengelolaan hubungan pelanggan di agensi komunikasi pemasaran. Modul yang digunakan antara lain CRM. Contacts. Sales. Marketing Automation, dan Calendar & Activities. Sistem kemudian diuji coba oleh karyawan marketing communication agency. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert untuk menilai persepsi pengguna terhadap kemudahan penggunaan, efektivitas fitur, dan dukungan sistem terhadap produktivitas kerja. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini mengimplementasikan Customer Relationship Management (CRM) dengan memanfaatkan perangkat lunak Odoo sebagai alat utama. Penggunaan Odoo diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat interaksi dengan client, serta mengoptimalkan strategi bisnis melalui fitur-fitur yang Dengan sistem CRM berbasis Odoo. Perusahaan dapat mengelola data pelanggan secara lebih terstruktur, mengotomatisasi proses pemasaran, serta meningkatkan layanan client guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. 1 ANALISA KEBUTUHAN Temuan pertama yang muncul dari wawancara adalah bahwa agency masih mengandalkan sistem manual untuk mengelola client. Responden menyebutkan penggunaan tools seperti Spreadsheet. Trello, dan Google Calendar untuk mencatat interaksi serta mengingatkan follow-up. Sistem ini, meskipun cukup umum, mengindikasikan kurangnya integrasi yang dapat menyebabkan risiko kelupaan atau ketidakakuratan dalam melacak perkembangan hubungan dengan client. Tabel 1 berikut menampilkan rangkuman tools yang digunakan secara manual beserta fungsi dan kelemahan utama yang ditemukan dari hasil observasi dan Tabel 1. Penggunaan Sistem Manual dalam Pengelolaan Client Tools yang digunakan Fungsi Kelemahan Utama Spreadsheet Menyimpan data client dan interaksi Tidak kesalahan data https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. Azzahra. Implementasi Customer Relationship Management Menggunakan Odoo Pada Startup Marketing Communication Agency,150-. 154 Trello Melacak tugas follow up Google Calendar Pengingat jadwal follow up Tidak terintegrasi dengan data Tidak Riwayat interaksi secara detail Masalah kedua yang terdapat di Tabel 2 adalah kendala dalam menemukan software CRM yang sesuai. Responden menyebutkan bahwa meskipun beberapa software CRM sudah dicoba, tidak satu pun yang dapat terintegrasi dengan baik sesuai kebutuhan agency. Fitur-fitur yang tersedia tidak selalu relevan dengan cara kerja mereka, yang menciptakan hambatan dalam adopsi software CRM. Tabel 2. Kendala Implementasi CRM Masalah terhadap CRM Fungsi Tidak terintegrasi Tidak bisa menyatukan semua data yang dibutuhkan Fitur tidak sesuai Fitur yang tersedia tidak mendukung proses yang ada Responden juga mengungkapkan kebutuhan fitur-fitur yang lebih efisien dalam sebuah software CRM. Fitur yang diinginkan antara lain adalah pelacakan interaksi klien, pengingat otomatis untuk follow-up, dan laporan analitik untuk mengukur kepuasan client serta efektivitas kampanye. Fitur-fitur yang terdapat di Tabel 3 akan sangat membantu untuk mempermudah pekerjaan dan meningkatkan efisiensi dalam mengelola client. Tabel 3. Kebutuhan Fitur CRM yang Dibutuhkan Fitur yang Dibutuhkan Deskripsi Pelacakan Interaksi Client Mencatat dan mengorganisir interaksi dengan client Pengingat Otomatis Follow Pengingat otomatis untuk setiap tugas follow up Laporan Analitik Analisis data terkait kepuasan client dan efektivitas kampanye Temuan terakhir yang terdapat di Tabel 4 menunjukkan bahwa Odoo dipandang sebagai solusi potensial. Responden tertarik pada modul CRM Odoo, karena dapat mengintegrasikan berbagai data, otomatisasi followup, serta memberikan laporan analitik yang dibutuhkan. Namun, tantangan utama adalah memastikan bahwa implementasi tidak rumit dan dapat disesuaikan dengan cara kerja agency. Fitur Odoo yang diminati Integrasi Data Otomatisasi Follow up Laporan Analitik Tabel 4. Potensi Odoo sebagai Solusi CRM Alasan Diminati Menyatukan data client dan interaksi dalam satu platform Mengurangi pekerjaan manual dan mengingatkan follow up secara Memberikan gambaran yang jelas tentang kepuasan client dan efektivitas kampanye 2 DESAIN SISTEM Untuk menghasilkan sistem yang optimal, dalam perancangan ini akan dilakukan pemodelan menggunakan UML. Model pertama yang dibuat yaitu use case diagram. Use case diagram adalah skenario deskriptif yang menggambarkan urutan langkah yang dijalankan oleh aktor maupun sistem (Sari & Wijayanto. Secara umum, use case diagram digunakan untuk mengidentifikasi berbagai fungsi terdapat dalam sistem informasi serta menentukan pihak-pihak yang memiliki akses terhadap fungsi-fungsi tersebut (Aditya , 2. Use case diagram berperan sebagai elemen kunci yang mendasar dalam pemodelan perangkat lunak (Taufan dkk. , 2. https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. 155 | Jurnal JOISIE. Volume 9. Nomor 1. Juni 2025 Gambar 2. Use Case Diagram Use case diagram ini menggambarkan berbagai fungsi utama dalam sistem yang berhubungan dengan Dapat dilihat pada gambar 2 ini mencakup beberapa aktivitas seperti login, manajemen leads, aktivitas, penjadwalan pertemuan, dan pembuatan quotation. Setiap aktivitas memiliki beberapa fitur tambahan yang ditandai dengan hubungan include, yang menunjukkan bahwa fitur tersebut merupakan bagian integral dari proses utama. Contohnya, dalam leads terdapat fitur add, edit, dan delete, sementara dalam penjadwalan pertemuan terdapat fitur add dan invite. Diagram ini membantu memahami bagaimana user berinteraksi dengan sistem dan bagaimana setiap fungsi saling berkaitan. Activity diagram merupakan representasi grafis yang menggambarkan aliran aktivitas dalam sistem yang sedang dikembangkan, menunjukkan bagaimana suatu proses dimulai, keputusan-keputusan yang mungkin muncul selama proses berlangsung, serta bagaimana sistem tersebut pada akhirnya mencapai titik penyelesaian (Syabania & Rosmawarni, 2. Gambar 3. Activity Diagram Login Gambar 3 di atas mengilustrasikan proses login yang diawali dengan User mengakses Sistem, dilanjutkan dengan tampilan halaman login oleh Sistem. User memasukkan username dan password lalu menekan tombol https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. Azzahra. Implementasi Customer Relationship Management Menggunakan Odoo Pada Startup Marketing Communication Agency,150-. 156 Sistem kemudian memverifikasi data tersebut, dengan dua kemungkinan hasil: jika verifikasi berhasil. Sistem menampilkan pesan sukses dan proses berakhir. jika gagal. Sistem menampilkan notifikasi error dan mengarahkan User kembali ke tahap input data untuk mencoba ulang. Diagram ini menunjukkan bahwa proses login dirancang untuk memastikan keamanan akses sekaligus memberikan pengalaman pengguna yang jelas dan efisien. Gambar 4. Activity Diagram Leads Activity diagram ini menggambarkan proses penambahan leads, dimulai dari User mengakses halaman Pipeline, mengisi data leads, dan mengklik Add. Sistem kemudian menyimpan data, dengan dua kemungkinan hasil: jika berhasil, tampilan Pipeline diperbarui dan proses selesai. jika gagal. User menerima notifikasi error dan diarahkan kembali untuk mengisi ulang data. Dapat dilihat pada gambar 4, diagram ini menunjukkan bagaimana alur kerja dalam sistem berjalan serta bagaimana interaksi antara User dan Sistem terjadi selama proses penambahan leads. Gambar 5. Activity Diagram New Activity Activity diagram yang terdapat pada gambar 5 menunjukkan alur interaksi user dan sistem dalam mengelola pipeline proyek klien. User mengakses halaman pipeline, menambahkan project client, dan sistem https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. 157 | Jurnal JOISIE. Volume 9. Nomor 1. Juni 2025 menyimpannya serta menampilkan update pipeline. User kemudian dapat menambahkan aktivitas baru dan memilih apakah akan menghapusnya. Jika dihapus, sistem memperbarui pipeline, jika tidak, proses berakhir. Diagram ini mencerminkan bahwa sistem dirancang untuk memberikan fleksibilitas dan kemudahan dalam memantau serta mengatur progres proyek secara real-time dan dinamis. Gambar 6. Activity Diagram Meeting Activity diagram pada gambar 6 tersebut menggambarkan proses pengelolaan meeting dalam project User mengakses kalender di project client, lalu sistem menampilkan kalender. Selanjutnya, user menambahkan data meeting client, yang kemudian disimpan oleh sistem. Setelah itu, user dapat mengundang peserta meeting, dan sistem akan menampilkan update terbaru pada project client. Diagram ini menunjukkan bahwa sistem mendukung kolaborasi yang terstruktur dan efisien, memungkinkan pengaturan meeting dilakukan dengan cepat dan terintegrasi dalam proyek yang sedang berjalan. Gambar 7. Activity Diagram Quotations https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. Azzahra. Implementasi Customer Relationship Management Menggunakan Odoo Pada Startup Marketing Communication Agency,150-. 158 Activity diagram pada gambar 7 menggambarkan proses pembuatan dan persetujuan quotation dalam pipeline proyek. User mengakses halaman pipeline, memilih project client, lalu melihat detail proyek. Setelah itu, user mengklik menu quotations dan mengisi form yang ditampilkan oleh sistem. Sistem kemudian menyimpan data quotation dan menampilkannya. Jika quotation diterima, sistem menampilkan data invoice, sedangkan jika tidak, proses berakhir tanpa perubahan lebih lanjut. Diagram ini menunjukkan bahwa sistem mendukung alur kerja yang jelas dan terkontrol, mempermudah proses penawaran hingga ke tahap invoicing jika quotation disetujui. Gambar 8. Sequence Diagram CRM Odoo Sequence diagram merupakan jenis diagram interaksi yang menyoroti urutan kronologis pengiriman pesan antar objek dalam sistem (Syarif & Pratama, 2. Sequence diagram pada gambar 8 menggambarkan alur interaksi antara aktor . dengan sistem dalam menjalankan fungsi-fungsi utama seperti login, pengelolaan leads, pencatatan aktivitas, penjadwalan meeting, dan pembuatan quotation. Setelah berhasil login, user dapat mengakses berbagai modul lainnya secara berurutan sesuai kebutuhan proses bisnis. Interaksi dimulai dari pengelolaan data calon pelanggan . , dilanjutkan dengan pencatatan aktivitas yang berkaitan dengan prospek tersebut, kemudian user dapat menjadwalkan pertemuan untuk tindak lanjut, dan diakhiri dengan pembuatan quotation sebagai bentuk penawaran resmi kepada calon klien. Diagram ini merepresentasikan urutan logis dan sistematis dalam alur kerja sistem Customer Relationship Management (CRM) guna mendukung proses bisnis yang efisien dan terintegrasi. Gambar 9. Class Diagram CRM Odoo Class Diagram adalah representasi visual yang menggambarkan struktur serta rincian kelas, paket, dan objek yang saling terhubung misalnya melalui pewarisan, asosiasi, dan relasi lainnya (Ramdany dkk. , 2. Class diagram yang terdapat pada gambar 9 menentukan informasi yang terdapat dalam suatu objek serta menggambarkan perilaku yang dimilikinya (Restu Ningsih dkk. , 2. Terdapat 5 class, antara lain: . Login, dengan properti terdiri dari: email dan password. Lead, dengan properti terdiri dari: leadId, name project, https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. 159 | Jurnal JOISIE. Volume 9. Nomor 1. Juni 2025 name company, email, notes. Activity, dengan properti terdiri dari: activityId, name, action. Meeting, dengan properti terdiri dari: meetingId, meeting subject, date, attendess, videocall url, description. Quotation, dengan properti terdiri dari: quotationId, name, name product, quantity, unit price, taxes. Hal ini memberikan gambaran yang jelas mengenai relasi antar entitas dalam sistem dan mendukung perancangan aplikasi yang terstruktur dan mudah dipelihara. 3 IMPLEMENTASI Gambar 10. Tampilan Login Odoo Gambar 10 tersebut menunjukkan tampilan halaman login Odoo, di mana pengguna harus memasukkan email dan password untuk mengakses akun. Gambar 11. Tampilan Dashboard Tampilan dashboard Odoo pada gambar menunjukkan antarmuka utama setelah pengguna berhasil login. Dashboard ini menampilkan berbagai modul yang tersedia dalam sistem Odoo, seperti CRM. Sales. Invoicing. Project. Planning, dan Employees, yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan bisnis. Gambar 12. Tampilan Tambah Leads Pada gambar 12 di atas, ditampilkan cara untuk menginput leads baru ke dalam pipeline sesuai dengan kebutuhan proyek, yang dimulai dengan mengisi nama perusahaan klien, nama proyek, perkiraan pendapatan . xpected revenu. , hingga pengaturan prioritas proyek, yang dapat disesuaikan dengan tingkat urgensi, seperti Medium. High, atau Very High. https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. Azzahra. Implementasi Customer Relationship Management Menggunakan Odoo Pada Startup Marketing Communication Agency,150-. 160 Gambar 13. Tampilan Pipeline Pada tampilan ini diperlihatkan kondisi setelah seluruh data klien berhasil diinput dan terdaftar dalam pipeline, yang kemudian masuk ke dalam tahap New. Gambar 14. Tampilan Tambah Activity Tampilan pada gambar 14 digunakan pengguna untuk menambahkan berbagai kegiatan bersama klien, seperti rapat, negosiasi, dan aktivitas lainnya yang diperlukan dalam proses pengelolaan hubungan dengan Gambar 15. Tampilan Activity Tampilan yang terdapat pada gambar 15 adalah tampilan setelah kegiatan bersama klien berhasil dibuat dan tercatat dalam sistem. Gambar 16. Tampilan Pipeline Leads Gambar 16 di atas adalah tampilan langkah-langkah untuk mengatur jadwal rapat yang langsung terintegrasi dengan email para peserta rapat tersebut. https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. 161 | Jurnal JOISIE. Volume 9. Nomor 1. Juni 2025 Gambar 17. Tampilan Tambah Peserta Tampilan di atas adalah menunjukkan cara menambahkan peserta ke dalam undangan rapat tersebut. Gambar 18. Tampilan Tambah Meeting Gambar 18 merupakan tampilan setelah data peserta rapat berhasil dimasukkan ke dalam undangan rapat dan tersimpan di dalam sistem. Di dalam sistem ini, terdapat fitur otomatisasi pembuatan tautan rapat yang difasilitasi oleh Odoo, sehingga memudahkan pengguna untuk tidak perlu membuat tautan rapat menggunakan software lain. Fitur ini meningkatkan efisiensi dan meminimalkan kemungkinan kesalahan dalam pembuatan undangan rapat. Gambar 19. Tampilan Invitation Meeting Setelah itu, peserta rapat akan menerima email undangan rapat seperti tampilan pada gambar 19 yang berisi informasi mengenai tanggal, waktu, serta tautan untuk pertemuan rapat tersebut. Dengan demikian, peserta dapat dengan mudah mengakses rapat tanpa perlu memasukkan informasi secara manual. Gambar 20. Tampilan Tambah Quotation https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. Azzahra. Implementasi Customer Relationship Management Menggunakan Odoo Pada Startup Marketing Communication Agency,150-. 162 Di Odoo, pengguna juga dapat membuat quotation . enawaran harg. yang dapat dikirimkan kepada Quotation ini telah terintegrasi dengan perhitungan matematika otomatis, termasuk format pajak, sehingga memudahkan proses pembuatan penawaran yang akurat dan sesuai dengan ketentuan pajak yang Gambar 21. Tampilan Quotation Tampilan quotation pada gambar 21 di Odoo ini mencakup informasi penjualan seperti tanggal pembuatan, tanggal kedaluwarsa, produk yang ditawarkan, pajak hingga total keseluruhan. Tampilan ini menyediakan beberapa opsi, seperti menyetujui dan menandatangani penawaran, memberikan umpan balik, atau menolak quotation. Dengan fitur ini, pelanggan dapat meninjau dan memproses penawaran dengan mudah langsung melalui sistem Odoo. Gambar 22. Tampilan Quotation Disetujui Quotation dalam sistem Odoo pada gambar 22 ini menunjukkan proses penawaran telah melalui beberapa tahap, mulai dari New. Qualified. Proposition, hingga Negotiation, dan akhirnya ditandai sebagai "Won", yang berarti transaksi berhasil. Terdapat juga opsi untuk menambahkan catatan internal atau informasi tambahan terkait penawaran ini. Gambar 23. Tampilan Invoice Tampilan invoice yang tertera pada gambar 23 menunjukkan dokumen penawaran dari sebuah perusahaan dengan nomor quotation S00001. Penawaran mencakup layanan pajak, sehingga total keseluruhan yang harus Pengujian dilakukan dengan meminta pengguna untuk mencoba modul yang telah dikembangkan Setelah itu, dilanjutkan dengan pengisian kuesioner berbasis Skala Likert untuk mengevaluasi efektivitas implementasi CRM menggunakan Odoo dalam mendukung operasional Startup Marketing Communication Agency. Kuesioner adalah instrumen yang berisi sekumpulan pertanyaan, digunakan untuk mengukur suatu peristiwa atau kejadian serta mengumpulkan informasi yang relevan dengan penelitian (Nur https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. 163 | Jurnal JOISIE. Volume 9. Nomor 1. Juni 2025 Amalia dkk. , 2. Skala Likert adalah alat ukur yang digunakan untuk mengetahui sikap, pandangan, dan persepsi individu maupun kelompok terhadap suatu fenomena sosial. Skala ini memungkinkan responden untuk menyatakan tingkat persetujuan atau ketidaksetujuan mereka terhadap suatu subjek, objek, atau peristiwa tertentu (Wahyuddin dkk. , 2. Berikut adalah daftar pertanyaan pada kuesioner yang diajukan: Tabel 5. Daftar Pertanyaan Pertanyaan Saat ini saya dapat menyelesaikan tugas lebih cepat. Saat ini alur kerja tim menjadi lebih jelas. Saat ini saya merasa produktivitas tim meningkat. Saat ini saya dapat memprioritaskan pekerjaan dengan lebih baik. Saat ini saya merasa mudah koordinasi antar tim. Saat ini tugas atau aktivitas antar anggota tim lebih mudah dilacak. Saat ini komunikasi internal menjadi lebih efisien. Saya merasa pembagian tugas menjadi lebih Saat ini saya merasa data klien lebih mudah diakses dan dikelola. Saya dapat menindaklanjuti prospek/klien dengan lebih efektif. Saat ini saya merasa kualitas layanan kepada klien Saat ini saya merasa mudah dalam memonitor kampanye pemasaran dan hasilnya. Kuesioner dibagikan dalam dua tahap kepada lima orang karyawan. Tahap pertama dilakukan sebelum implementasi sistem CRM, dengan tujuan untuk mengevaluasi kondisi dan persepsi pengguna terhadap sistem yang digunakan sebelumnya. Hasil dari kuesioner tahap awal tersebut disajikan pada Tabel 6. Tabel 6. Hasil Kuesioner Sebelum Implementasi CRM Pertanyaan Q10 Q11 Q12 Rata-rata: 2,716666667 Selanjutnya, kuesioner kedua dibagikan setelah implementasi sistem CRM untuk menilai efektivitas dan pengalaman pengguna terhadap sistem yang telah diterapkan. Hasil dari penilaian tersebut disajikan pada Tabel 7 berikut. https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. Azzahra. Implementasi Customer Relationship Management Menggunakan Odoo Pada Startup Marketing Communication Agency,150-. 164 Tabel 7. Hasil Kuesioner Sesudah Implementasi CRM Pertanyaan Q10 Q11 Q12 4,733333333 Rata-rata: Berdasarkan konsep yang dikemukakan oleh Nurhasanah & Mutmainah, . , nilai rata-rata dari kedua kuesioner kemudian digunakan untuk menghitung persentase perubahan persepsi pengguna terhadap sistem. Perhitungan ini dilakukan dengan menggunakan rumus berikut. ycEycyceycyceycuycycaycyce = Nilai Sesudah Oe Nilai Sebelum y 100 Nilai Sebelum Berdasarkan hasil kuesioner menggunakan skala Likert, skor rata-rata persepsi kinerja tim meningkat dari 2,71 menjadi 4,73 setelah implementasi sistem, yang setara dengan peningkatan sebesar 74,23% terhadap skala Hal ini menunjukkan bahwa sistem CRM berbasis Odoo memberikan dampak positif terhadap persepsi efisiensi kerja tim. Selain itu, aplikasi ini sangat memudahkan dan mempercepat pekerjaan dibandingkan dengan sistem sebelumnya yang masih dilakukan secara manual. Secara keseluruhan, implementasi Odoo dinilai efektif dalam meningkatkan efisiensi operasional dan membantu pengelolaan hubungan dengan pelanggan. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, implementasi CRM menggunakan Odoo pada Startup Marketing Communication Agency terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional dan pengelolaan hubungan Sistem ini mempermudah pengelolaan database klien, otomatisasi pemasaran, serta analisis interaksi pelanggan yang sebelumnya dilakukan secara manual. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi ini memiliki antarmuka yang modern, navigasi yang intuitif, dan performa yang responsif. Berdasarkan kuesioner berbasis skala Likert, terjadi peningkatan rata-rata skor dari 2,71 menjadi 4,73 pada aspek kemudahan penggunaan dan efisiensi kerja, yang mencerminkan peningkatan produktivitas sebesar 74,23%. Selain itu, responden menyatakan bahwa sistem membantu mempercepat penyelesaian tugas harian. Meskipun demikian, implementasi saat ini masih memiliki keterbatasan, seperti belum optimalnya pemanfaatan seluruh fitur CRM akibat kurangnya pelatihan mendalam bagi pengguna. Oleh karena itu, rencana pengembangan lanjutan mencakup peningkatan pelatihan internal, pendampingan teknis, serta penyesuaian fitur sistem secara bertahap agar dapat diintegrasikan lebih menyeluruh dengan kebutuhan kerja tim. DAFTAR PUSTAKA