JURNAL VASTUKARA: JURNAL DESAIN INTERIOR. BUDAYA, DAN LINGKUNGAN TERBANGUN e-ISSN 2798-1703 Hal 253-267 Volume 3 No 2 September 2023 DOI: https://doi. org/10. 59997/vastukara. PENERAPAN POLA ISLAMI DALAM DESAIN INTERIOR TAMAN KANAKKANAK UNTUK MENINGKATKAN ESTETIKA SPIRITUAL Nur Alifha UrbachA. Sakundria Satya Murti Wardhana2 1,2Program Studi Desain Interior. Fakultas Desain Dan Industri Kreatif. Universitas Esa Unggul E-mail : sakundria@student. ABSTRAK Pentingnya pendidikan anak usia dini merupakan proses awal untuk mengembagkan diri juga sebagai aset penting bagi kemajuan bangsa yang harus ditanamkan sejak usia dini. Setiap anak pasti memiliki potensi dan kecerdasan yang berbeda, kecerdasan setiap orang tidaklah sama berbeda dengan yang lain dan selalu berkembang . , tidak statis. Sehingga orang tua seringkali menitipkan anaknya pada tempat-tempat pendidikan usia dini, seperti Taman Kanak-Kanak. Taman Kanak-kanak yang ramah lingkungan, sehat, aman, mendidik tentang kerohanian, dan bersifat edukatif yang membantu perkembangkan dan pertumbuhan kreatifitas anak. Perancangan Interior Taman Kanak-kanak dengan Nuansa Religius Berkonsep Scandinavian ini dapat memberikan solusi untuk pendidikan anak usia dini. Desain yang dibuat merupakan ide baru yang diaplikasikan di setiap ruangan pada sekolah Taman Kanakkanak yang mudah dipelajari dan dibaca untuk anak usia dini. Oleh karena itu, mengaplikasikan bentuk religius Islami pada interior ruangan serta adanya perpaduan dengan warna-warna cerah bergaya Scandinavian, akan didapatkan ide kreatif yang dapat meningkatkan estetika spritual, psikologi, dan pola pikir anak usia dini selama proses belajar dan bermain. Kata kunci : Perancangan Interior. Taman Kanak-Kanak. Sekolah Islami. Religius. Scandinavian. ABSTRAK The importance of early childhood education is an initial process to develop oneself as an important asset for the progress of the nation which must be instilled from an early age. Every child must have different potential and intelligence, everyone's intelligence is not the same as the others and is always developing . , not static. parents often entrust their children to places of early childhood education, such as Kindergartens. Kindergartens that are environmentally friendly, healthy, safe, educate about spirituality, and educative help the development and growth of children's creativity. Kindergarten Interior Design with Religious Nuances with Scandinavian Concepts can provide solutions for early childhood education. The design created is a new idea that is applied in every room at the Kindergarten school which is easy to learn and read for early childhood. Therefore, by applying Islamic religious forms to the interior of the room and mixing them with bright Scandinavian-style colors, creative ideas can be obtained that can improve the spiritual aesthetics, psychology, and mindset of early childhood during the learning and playing Keywords : Interior Design. Kindergarten. Islamic School. Religious. Scandinavian. Diterima pada 25 Agustus 2023 Direvisi pada 15 September 2023 Disetujui pada 23 September 2023 PENDAHULUAN Pendidikan secara umum merupakan proses pengembangan diri dalam suatu kehidupan, pendidikan merupakan aset terpenting bagi kemajuan suatu bangsa. Pendidikan anak pertama kali diajarkan dalam lingkungan keluarga seperti pelajaran akhlak, moral, budi pekerti, dan sopan santun. Pendidikan usia dini sangat penting dalam perkembangan dan pertumbuhan bagi setiap anak terutama di zaman milenial sekarang ini. Para orang tua juga terkadang sering menitipkan anak-anaknya kepada tenaga ahli untuk melakukan pengawasan anak-anak dan pengarahan berupa pembelajaran dan bermain. Adapun tujuan pendidikan Islam Muhammad Fadhil al Jamaly bahwa tujuan pendidikan Islam sesuai dengan al-Quran meliputi. menjelaskan posisi peserta didik sebagai manusia diantara makhluk Allah lainnya dan tanggung jawabnya dalam kehidupan ini. menjelaskan relasi mereka sebagai makhluk sosial dan tugasnya dalam tatanan kehidupan sosial. menjelaskan A2023 Penulis. Dipublikasikan oleh UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-NC-SA. Jurnal Vastukara. Volume 3 No 2 September 2023 | 254 hubungan manusia dengan alam dan tugasnya untuk mengetahui hikmah penciptaan dengan cara memakmurkan alam semesta. menjelaskan hubungannya dengan Khaliq sebagai pencipta alam semesta (Mujib, 2. Pengertian Taman Kanak-Kanak adalah suatu pendidikan paling awal bagi anak usia 4-6 tahun sebelum memasuki pendidikan dasar, anak-anak di tingkat ini masih berada dalam perkembangan otak untuk memulai berpikir kreatif, berimajinasi, melatih spiritual, serta senang beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Metode pembelajaran yang digunakan pada Taman Kanak-Kanak adalah bercerita, bermain, bersosialisasi, berwisata, dan bereksperimen. Oleh karena itu, dengan didirikannya Taman Kanak-Kanak dihimbau pada seluruh masyarakat Indonesia untuk mulai mengenalkan pendidikan pada anak usia dini. Terpilihnya Desain Interior Taman Kanak-kanak Sekolah Islamic Village Berkonsep Scandinavian Bernuansa Religius Islami ini karena adanya perpaduan sekolah taman bermain kanak-kanak yang ceria dengan adanya penggabungan tema keislaman yang sanagat kental. Serta akan sangat membantu proses pembelajaran tentang akhlak pada anak, sehingga dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan yang akan menigkatkan pengalaman bagi segi minat anak usia dini dan merangsang psikologi anak (SILABUS, 2. Desain Interior seharusnya perlu mendukung anak dalam mengeksplorasi dan membantu perkembangan dalam berkreativitas. Sarana dan prasarana pada Taman Kanak-kanak saat ini kurang memperhatikan standar ergonomi untuk anak, melainkan hanya berfokus pada desain dan tidak ada fungsional. Terutama bagi Taman Kanak-kanak yang menyatu dengan tingkat sekolah lainnya karena terkadang desain lebih disesuaikan dengan image dan identitas sekolah secara keseluruhan. Sehingga proses belajar anak terganggu, diakibatkan interior Taman Kanak-kanak menjadi tidak nyaman dan kurang menarik. Maka dari itu, perlu memiliki sirkulasi pengguna dan elemen-elemen penunjang untuk mendukung proses kegiatan belajar dan bermain anak usia dini yang nantinya meliputi beberapa area kelas pada interior Taman KanakKanak dari segi ergonomi dan estetika. METODE Metode Pengumpulan Data dalam menyusun penulisan laporan perlu adanya data-data dan informasi yang lengkap, relevan juga jelas. Adapaun metode penelitian yang digunakan dalam pembuatan laporan ini adalah metode kualitatif yaitu. Studi literatur mengenai Taman Kanakkanak Islamic Village. Studi ini bertujuan untuk mencari literatur yang lengkap dari buku, jurnal, e-book maupun internet yang dapat mendukung proses perancangan ulang Taman Kanak-kanak Islamic Village. Proses Observasi dilakukan dengan datang secara langsung ke Observasi ini dimaksudkan untuk melihat dan merasakan suasana pada lokasi survei dengan begitu, penulis dapat mengumpulkan data mengenai tata letak furnitur, sirkulasi, pencahyaan yang baik dari setiap ruangan, dan mengaplikasikan nuansa Islami yang dapat membantu untuk pertumbuhan proses belajar anak dan bermain. Penelitian ini, dilakukan dengan kepala sekolah yang sedang beristirahat dan para pengajar yang sekaligus. Wawancara terkait data dari Taman Kanak-Kanak tersebut, sebelumnya sudah ditentukan poin-poin yang akan ditanyakan kepada narasumber. Pertanyaan yang diajukan disampaikan dengan sopan dan tetap santai agar narasumber dapat menjawab dengan santai serta diperoleh data-data yang lengkap dan jelas. Dokumentasi yang dilakukan dalam penelitian ini, yakni pencarian data pengumpulan data terkait sirkulasi antara tenaga pengajar dan siswa didik dan fasilitas penunjang lainnya berdasarka literatur. HASIL DAN PEMBAHASAN Identitas kasus Sekolah Islamic Village berlokasi di Jl. Qadr Raya No. Kec. Kelapa. Dua. Kabupaten Tangerang. Banten. Sekolah ini merupakan sekolah yang berbasis internasional Islam, yang dalam visi dan misinya tercantum menciptakan muslim Indonesia yang intelek dan berjiwa daAowah Memberikan pendidikan yang berkualitas kepada seluruh komunitas pelajar melalui Jurnal Vastukara. Volume 3 No 2 September 2023 | 255 cara pembelajaran aktif, sepanjang hayat dan menanamkan nilai-nilai trilogi Islamic Village . erorientasi islam, disiplin yang baik, akhlak muli. yang menjadikan mereka muslim Indonesia yang selalu ingin tahu, berpengetahuan dan peduli untuk mendirikan sekolah sendiri, serta menciptakan dunia yang lebih baik dan damai. Site Plan Gambar 1. Site Plan (Sumber: google. com/map, 2. Analisis Site . Akses menuju Sekolah Islamic Village ini cukup mudah untuk menggunakan transportasi pribadi, maupun umum karena berada di dalam perkotaan yang ramai penduduk dan kawasan yang cukup strategis, berdekatan dengan pusat perbelanjaan, taman bermain, cluster, restoran, dan lain-lain. Lokasi ini memeiliki kelemahan, karena kawasan masih terbilang padat penduduk, maka memimbulkan kebisingan, dan macet. Masa bangunan pada Taman Kanak-kanak Islamic Village berbentuk persegi. Terdapat pencahayaan alami langsung ke seluruh area Taman Kanak-Kanak, karena memiliki halaman yang cukup luas. Tingkat kebisingan tinggi ada pada area depan baangunan, karena berdekatan dengan jalan raya. Pada bagian belakang tingkat kebisingan rendah, sehingga tidak mengganggu aktivitas belajar dan bermain anak usia dini. Hasil Observasi Sekolah Preschool & Kindegarten Islamic Village merupakan salah satu sekolah pendiidkan taman kanak-kanak yang dikenal dengan suasana islami yang sangat kental. Berikut hasil survei yang penulis dapatkan dari analisis ruang pada Preschool & Kindegarten Sekolah Islamic Village. Jurnal Vastukara. Volume 3 No 2 September 2023 | 256 Tabel 1. Hasil Observasi pada Preschool & Kindegarten Islamic Village (Sumber : Nur Alifha Urbach, 2. Area Foto dan Penjelasan Ruang Guru Gambar 2. Tampak Rak Penyimpanan Ruang Guru (Sumber: Nur Alifha Urbach, 2. Gambar 3. Tampak Meja Ruang Guru (Sumber: Nur Alifha Urbach, 2. Pencahayaan: Pencahayaan alami dari matahari dan buatan dari lampu. Sirkulasi: Cukup sempit, pada area ini akan terasa kurang nyaman untuk berlalu Warna dan material: Mendominasi warna hijau dan putih, sedangkan material yang digunakan kayu, stainless, kaca, keramik. Tata letak: Pada meja dan kursi berada di bagian tengah ruangan. Sedangkan untuk area penyimpanan berada di samping dan belakang ruangan. Fasilitas: area untuk bekerja dan rapat. Jurnal Vastukara. Volume 3 No 2 September 2023 | 257 Area Foto dan Penjelasan Ruang Kelas TK Gambar 4. Tampak Area Bermain Ruang Kelas TK A (Sumber: Nur Alifha Urbach, 2. Gambar 5. Tampak Area Baca Ruang Kelas TK A (Sumber: Nur Alifha Urbach, 2. Gambar 6. Tampak Area Belajar Ruang Kelas TK A (Sumber: Nur Alifha Urbach, 2. Pencahyaan: Pencahayaan alami dari cahaya matahari langsung dan pencahyaan buatan dari lampu. Sirkulasi: Pada ruang ini terpisah antara area belajar, bermain, dan belajar. Warna dan material: Mendominasi warna putih dan cream pada elemen interior plafond, dinding, dan lantai, serta warna merah, biru, kuning, hijau, dan cokelat pada furnitur. Material yang digunakan plastik dan kayu Tata Letak: Area untuk belajar, bermain, dan baca, dapat dibedakan penggunaan material lantai. Fasilitas: Penataan kursi dan meja, serta rak baca berada di samping ruangan. Jurnal Vastukara. Volume 3 No 2 September 2023 | 258 Area Foto dan Penjelasan Ruang Kelas TK Gambar 7. Tampak Area Belajar 1 Ruang kelas TK B (Sumber: Nur Alifha Urbach, 2. Gambar 8. Tampak Area Belajar 2 Ruang Kelas TK B (Sumber: Nur Alifha Urbach, 2. Pencahayaan: Pencahayaan alami dan pencahyaan buatan dari lampu. Sirkulasi: Sangat luas untuk aktivitas pengguna saat belajar atau bermain Warna dan material: Mendominasi warna putih dan cream pada elemen interior plafon, dinding, dan lantai. Serta warna merah, biru, kuning, hijau, dan cokelat pada furnitur. Material yang digunakan plastik dan kayu. Tata letak: Penataan kursi dan meja, serta rak penyimpanan barang berada di samping ruangan. Fasilitas: Meja, kursi, dan rak penyimpanan. Area Bermain Gambar 9. Tampak 1 Area Bermain (Sumber: Nur Alifha Urbach, 2. Jurnal Vastukara. Volume 3 No 2 September 2023 | 259 Area Foto dan Penjelasan Gambar 10. Tampak 2 Area Bermain (Sumber: Nur Alifha Urbach, 2. Pencahyaan: Menggunakan pencahyaan alami. Sirkulasi: Cukup luas untuk pengguna saat bermain. Warna dan material: Mendominasi warna putih dan cream pada elemen interior plafon, dinding, dan lantai, serta warna merah, biru, kuning, hijau, dan cokelat pada furnitur. Material yang digunakan plastik dan matras. Tata letak: Penataan area bermain anak berada di lantai 1 dan lantai 2 posisi peletakkan berada di tengah area. Fasilitas: Fasilitas tersedia berupa permain anak seperti perosotan. Ruang Baca Gambar 11. Tampak Area Staff Ruang Baca (Sumber: Nur Alifha Urbach, 2. Gambar 12. Tampak Rak Buku Ruang Baca (Sumber: Nur Alifha Urbach, 2. Jurnal Vastukara. Volume 3 No 2 September 2023 | 260 Area Foto dan Penjelasan Gambar 13. Tampak Meja Ruang Baca (Sumber: Nur Alifha Urbach, 2. Pencahyaan: Pencahayaan alami dari matahari dan pencahyaan buatan dari lampu. Sirkulasi: Sangat luas untuk aktivitas pengguna saat belajar dan bermain. Warna dan material: Mndominasi warna putih dan cream pada elemen interior plafon, dinding, dan lantai, serta warna merah, biru, kuning, hijau, dan cokelat pada furnitur. Material yang digunakan plastik dan kayu. Tata letak: Penataan kursi dan meja, serta rak penyimpanan barang berada di samping ruangan. Fasilitas: Meja, kursi, rak penyimpanan, dan komputer. Unsur Pembentukan Konsep Kebutuhan anak di dalam ruangan kelas merupakan tempat program kegiatan pembelajaran berkelanjutan yang mendukung pengembangan perilaku, kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari murid anak usia dini untuk membentuk kebiasaan yang baik dan mengembangkan keterampilan dasar. Agar program kegiatan pembelajaran berjalan optimal: Menciptakan situasi pendidikan yang menghadirkan keamanan dan kesenangan bagi anak-anak, mengingat taman kanak-kanak adalah salah satu bentuk pendidikan sekolah paling awal yang dikenal anak-anak. Membekali murid anak usia dini dengan kegiatan individu selain kegiatan kelompok dan klasikal sesuai dengan minat dan tahap perkembangannya, agar anak belajar dalam Untuk ketiga aktivitas tersebut, harus diperhatikan bahwa setiap anak adalah unik baik dari segi kondisi fisik . erakan atau gerakan kasar dan halu. , psikologis . oral, pelaku, emosi dan kecerdasa. maupun tingkat perkembangannya. Cara belajar anak mengikuti prinsip bermain sambil belajar karena cara belajar anak yang paling efektif adalah melalui bermain. Melalui bermain, anak dapat mengembangkan otototot besar dan halus, meningkatkan penalaran dan memahami keberadaan lingkungannya, membentuk imajinasi dan dunia nyata, mengikuti aturan, peraturan dan Saat bermain, anak menggunakan kelima inderanya. Bermain secara alami memotivasi anak untuk merasakan sesuatu yang lebih dalam, dan anak secara spontan mengembangkan bahasanya. Dengan bermain, anak mendapat kesempatan untuk Jurnal Vastukara. Volume 3 No 2 September 2023 | 261 bereksperimen dan menemukan faktor-faktornya, yang sangat membantu untuk memahami konsep-konsep yang sesuai dengan perkembangan anak. Rasa aman, hangat dan nyaman adalah hal-hal yang memiliki karakteristik spasial yang mirip, dan bersama dengan rasa aman, suasana menjadi tidak terlalu takut dan tegang saat anak berada di dalam kelas. Sementara itu, rasa nyaman dapat membuat anak tetap aktif belajar dan Hal tersebut akan mempengaruhi aspek psikologis anak jika anak merasa bosan dan tidak nyaman selama berada di kamar. Stimulasi itu sendiri berarti adanya faktor eksternal di dalam ruangan yang dapat mendorong perkembangan potensi anak melalui Stimulasi ini juga memiliki arti penting, karena mampu menjadikan anak berimajinasi besar, sumber ide dan berkontribusi pada produktivitas yang bermanfaat bagi perkembangannya. Antropometri Ruang Belajar pada Anak Gambar 14. Persentil Tinggi Mata Duduk Anak Perempuan 3-4 Tahun (Sumber: Kajian Antropometri & Ergonomi Desain Mebel Pendidikan Anak Usia Dini 3-4 Tahun di Siwalankerto, 2. Berdasarkan hasil persentil tinggi mata duduk anak seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas jarak pandang mata secara horizontal. Hasil dari persentil ke-50 yaitu 46,02 cm yang dapat digunakan agar kelompok dalam persentil tersebut dapat melihat dengan nyaman tidak terlalu tinggi maupun terlalu rendah. Gambar 15. Jangkauan Horizontal Duduk/Berdiri Anak Perempuan 3-4 Tahun (Sumber: Kajian Antropometri & Ergonomi Desain Mebel Pendidikan Anak Usia Dini 3-4 Tahun di Siwalankerto, 2. Kedalaman permukaan meja ditentukan berdasarkan hasil dari persentil jangkauan horizontal berdiri/duduk di atas. Hasil dari persentil ke-2,5 yaitu 35,01 cm, jadi jangkauan anak yang paling pendek tetap dapat menggapai barang. Gambar 16. Persentil Tinggi Bahu Duduk Anak Laki-Laki 3-4 Tahun (Sumber: Kajian Antropometri & Ergonomi Desain Mebel Pendidikan Anak Usia Dini 3-4 Tahun di Siwalankerto, 2. Jurnal Vastukara. Volume 3 No 2 September 2023 | 262 Berdasarkan perhitungan dari persentil tinggi mata duduk yang ditunjukkan di atas, digunakan untuk menentukan tinggi jarak horizontal mata dalam keadaan duduk. Hasil dari persentil ke-50 yaitu 46,8 untuk kenyamanan saat melihat. Gambar 17. Jangkauan Horizontal Duduk/Berdiri Anak Laki-Laki 3-4 Tahun (Sumber: Kajian Antropometri & Ergonomi Desain Mebel Pendidikan Anak Usia Dini 3-4 Tahun di Siwalankerto, 2. Berdasarkan hasil persentil duduk/berdiri dimensi horizontal yang ditunjukkan di atas, ini digunakan untuk menentukan kedalaman alas permukaan meja. Hasil dari persentil 2,5 yaitu 36 cm digunkaan untuk memastikan bahwa seorang anak dengan jangkauan horizontal terpendek bahkan dapat menjangkau objek di ujung meja. Gambar 18. Persentil Lebar Bahu Anak Perempuan 3-4 Tahun (Sumber: Kajian Antropometri & Ergonomi Desain Mebel Pendidikan Anak Usia Dini 3-4 Tahun di Siwalankerto, 2. Berdasarkan hasil persentil jangkauan vertikal, dudukan yang ditunjukkan pada gambar di atas digunakan untuk menetukan tinggi rak maksimum. Hasil persentil 2,5 yaitu 105,62 digunakan untuk mencapai jangkauan terpendek ke rak paling atas. Gambar 19. Persentil Jangkauan Vertikal Berdiri Anak Laki-Laki 3-4 Tahun (Sumber: Kajian Antropometri & Ergonomi Desain Mebel Pendidikan Anak Usia Dini 3-4 Tahun di Siwalankerto, 2. Berdasarkan hasil persentil jangkauan vertikal berdiri yang ditunjukkan pada seperti gambar di atas digunakan menentukan tinggi rak maksimum. Hasil 2,5 persentil dari 108,14 cm digunakan agar anak dengan jangkauan terpendek tetap mencapai rak paling atas. Jurnal Vastukara. Volume 3 No 2 September 2023 | 263 Konsep Perancangan Konsep yang diterapkan setelah melakukan beberapa kegiatan analisis terhadap visi dan misi kegiatan pada Taman Kanak-kanak Islamic Village, penulis memutuskan untuk menggunakan Konsep Scandinavian Bernuansa Islami pada Taman Kanak-Kanak tersebut. Dipilihnya gaya Scandinavian ini karena menjadi faktor untuk area ruang dari Taman Kanak-kanak Islamic Village, sedangkan alasan dipilihnya nuansa Islami yang menjadi faktor visi-misi dari Taman Kanak-kanak tersebut, karena ingin memberikan suasana yang menyenangkan dan kesederhanaan namun tetap mewah, selain itu agar memberikan pembelajaran tentang agama Islam dan akhlak pada anak usia dini tentang Habluminallah dan Habluminannas. Gambar 20. Konsep Mind Mapping (Sumber: Nur Alifha Urbach, 2. Gambar 21. Hasil Analisis Tema dan gaya (Sumber: Nur Alifha Urbach, 2. Konsep Warna Warna-warna yang digunakan pada perancangan desain interior Taman Kanak-kanak Islamic Village ini menggunakan warna-warna primer dan sekunder, dikombinasikan dengan warna warna netral, tone, dan pastel. Pemilihan warna tersebut memiliki dampak psikologi yang sesuai untuk karakteristik anak pada tiap ruang. Warna yang digunakan pun akan memberi kesan bersih dan menyenangkan, seperti putih, biru, hijau, cokelat, kuning, merah, dan hitam. Jurnal Vastukara. Volume 3 No 2 September 2023 | 264 Gambar 22. Konsep Warna (Sumber: madisonhebner. com, 2. Konsep Material Material yang digunakan adalah material kayu, rumput sintetis, matras, keramik, dan yang memiliki warna alam. Serta material yang memiliki permukaan halus, tidak mudah pecah, mudah dibersihkan, dan aman untuk anak-anak usia dini. Gambar 23. Konsep Material (Sumber : pinetimbers. za, 2. Konsep Pencahayan Gedung sekolah Islamic Village memiliki banyak bukaan berupa cahaya matahari langsung yang dapat masuk ke dalam bangunan dan ruang sekolah secara maksimal. Selain itu, juga terdapat cahaya buatan untuk membantu proses belajar dan bermain. Pada pencahayan umum digunakan direct lighting, downlight, dan LED strip sebagai sumber penerangan. Gambar 24. Konsep Pencahayaan (Sumber : binus. id, 2. Jurnal Vastukara. Volume 3 No 2 September 2023 | 265 Konsep Penghawaan Pada perancangan desain interior Taman Kanak-kanak ini, sistem penghawaan yang digunakan yaitu penghawaan alami pada area bermain dan sistem penghawaan buatan seperti AC (Air Conditione. dan exhaust fan. Gambar 25. Konsep penghawaan (Sumber : binarayaberkahutama. com, 2. Konsep Furnitur Furnitur yang digunakan pada area anak-anak adalah material yang memiliki sudut, mudah dibersihkan, dan permukaan halus. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan saat anakanak beraktifitas. Gambar 26. Konsep Furnitur (Sumber : Pinterest, 2. Motif Pola Islami Motif pola Islami yang diterapkan pada perancangan ini diaplikasikan pada furnitur yaitu meja, pintu, dan wall dycor. Motif pola Islami yang diambil adalah bentuk-bentuk geometris seperti, persegi, lingkaran, belah ketupat, dan pola sudut bintang, serta terdapat motif kaligrafi. Berikut adalah gambaran singkat pengambilan motif pola Islami yang akan siaplikasikan pada meja, pintu, dan wall dycor. Gambar 27. Konsep Motif Pola Islami (Sumber: istockphoto. com, 2. Jurnal Vastukara. Volume 3 No 2 September 2023 | 266 Mood Board MOOD BOARD Islamic Scandinavian Gambar 28. Mood board (Sumber: Nur Alifha Urbach, 2. Gambar 28. Mood board (Sumber: Nur Alifha Urbach, 2. SIMPULAN Perancangan Desain Interior Taman Kanak-kanak Islamic Village merupakan perancangan interior yang di dasari oleh sesuatu yang bersifat edukatif yang memenuhi kebutuhan perkembangan anak dari segi aktifitas dan fasilitas yang diberikan untuk mendukung kegiatan yang dapat mengasah kreativitas anak, sehingga dapat bersosialisasi dengan lingkungannya. Ruangan yang dirancang dengan tepat sangat berpengaruh untuk proses jasmani dan rohani pada anak, karena anak belajar melalui apa yang mereka lihat dan rasakan. Elemen-elemen pada desain interior speerti plafon, lantai, dan dinding sangatlah membantu pertumbuhan proses belajar dan bermain anak-anak karena dapat meningkatkan daya imajinasi dan Hal itu juga didukung dengan desain ruangan yang unik, menarik, berwarna, dan Perancangan Taman kanak-kanak ini memiliki AuKonsep Gaya Scandinavian Nuansa Religius IslamiAy dengan menggunakan elemen-elemen interior yang sejuk, sederhana, dan nyaman. warna yang digunakan adalah warna primer dan sekunder merupakan warna yang paling dikenal anak-anak serta terdapat perpaduan warna tone. Bentuk-bentuk geometris juga mendukung anak dalam belajar dan mengenal bentuk yang ada disekitar anak-anak. maka dari itu, terdapat penambahan elemen motif pola Islami yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai agama dan akhlak dengan adanya bentuk geometris pola-pola ciri khas pada agama Islam dan kaligrafi. Oleh karena itu, perancangan interior pada Taman Kanak-kanak sangatlah penting untuk meningkatkan kreatifitas, kecerdasan, daya tarik, daya ingat, rasa inginin tahu, keberanian dan menumbuhkan psikologi serta akhlak, sehingga membantu anak dalam proses belajar sebelum mencapai pendidikan formal berikutnya, dengan merancang interior sekolah. DAFTAR PUSTAKA