Reiki Nauli Harahap: Analisis Dampak Sosial Dan Ekonomi Pada Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Sumber Daya JAKA Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 289-299 http://publikasi. id/index. php/jaka ANALISIS DAMPAK SOSIAL DAN EKONOMI PADA PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS SUMBER DAYA Reiki Nauli Harahap* Prodi Pembangunan Sosial. FISIP. Universitas Tanjungpura Pontianak. Indonesia *Corresponding Author: reiki. nauli@fisip. Diterima: Maret 2023. Direvisi: Maret 2023. Dipublikasikan: Juni 2023 ABSTRACT This study aims to analyze the social and economic impact of resource-based community empowerment programs. The program, which was initiated by a company in Kalimantan, utilizes and develops the potential of weaving as local wisdom through corporate social responsibility activities. The social and economic impact is manifested in the form of community satisfaction as beneficiaries of the program. Community satisfaction is assumed to be the success of the program and providing social and economic impact to the beneficiaries. This research uses quantitative methods. Data was collected by interviewing the overall beneficiaries of the program, a total of 23 people. Data collection using purposive sampling techniques. The data analysis technique uses a simple average value by comparing the weighted value and the weighted value so that a percentage of the satisfaction value is obtained. The next analysis technique is servqual analysis, which is to compare the value of expectations and the value of reality of criteria. The results showed that beneficiaries felt the social and economic impact of the resource-based community empowerment program with a value of 4. 90 or 97. This research is only able to analyze simple social and economic impacts, it is necessary to measure the impact with other methods as a comparison, namely by using social return on investment (SROI). Keywords: Social economic impact, community empowerment. CSR ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sosial ekonomi program pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya. Program yang diinisiasi oleh sebuah perusahaan di Kalimantan ini memanfaatkan dan mengembangkan potensi tenun sebagai kearifan lokal melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan. Dampak sosial ekonomi diwujudkan dalam bentuk kepuasan masyarakat sebagai penerima manfaat program. Kepuasan masyarakat diasumsikan sebagai keberhasilan program dan memberikan dampak sosial ekonomi kepada penerima manfaat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data dikumpulkan dengan mewawancarai keseluruhan penerima manfaat program, sejumlah 23 orang. Pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan nilai rata-rata sederhana dengan melakukan perbandingan nilai tertimbang dan nilai terbobotnya sehingga diperoleh persentase nilai kepuasan. Teknik analisis berikutnya adalah analysis servqual yaitu membandingkan nilai harapan dan nilai kenyataan kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerima manfaat merasakan dampak sosial dan ekonomi dari program pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya tersebut dengan nilai 4. 90 atau 97. Penelitian ini hanya mampu menganalisis dampak sosial ekonomi sederhana, perlu dilakukan pengukuran dampak dengan metode lain sebagai pembanding yaitu dengan menggunakan social return on investment (SROI). Kata Kunci: Dampak Sosial Ekonomi. Pemberdayaan Masyarakat. CSR ISSN 2723-2522 (Online Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 289-299 PENDAHULUAN Kajian tentang analisis dampak sosial dan ekonomi terus mengalami perkembangan, salah satunya dimotori oleh perhatian para pihak terhadap kualitas kehidupan manusia atau komunitas sekitar (Zakaria et al. , 2. , analisis dampak sosial dan ekonomi juga kerap dibenturkan dengan isu-isu keberlanjutan (Zimek et al. , 2. baik keberlajutan lingkungan, keberlanjutan manusia atau komunitas, termasuk keberlanjutan perusahaan. Terdapat banyak metode yang bisa digunakan untuk melakukan pengukuran keberjalanjutan diantaranya life cyle sustainability assessment (LCSA) dan life cycle costs (LCSS) (Zira et al. , 2. Program tanggung jawab sosial perusahaan merupakan salah satu alat bagi perusahaan untuk memastikan bahwa aktivitas industri yang dijalankan dapat berjalan dalam jangka waktu yang Tujuan utama pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan dan pengukuran keberlanjutan adalah untuk melindungi hak-hak manusia serta mempromosikan kehidupan yang lebih baik (Tsalidis et al. , 2. Konsep tanggung jawab sosial perusahaan juga dikenal sebagai corporate sosial responsibility (CSR). Konsep CSR terus mengalami perkembangan (Ibrahim et al. , 2. yang berdampak pada perubahan dengan sifat evolusi dalam implementasi program-program CSR. Kegiatan CSR awalnya didominasi oleh aktivitas-aktivitas charity, philanthropy dan karitas berubah menjadi program pengembangan masyarakat yang terstruktur dan terencana. Sebagai sebuah program maka kegiatan-kegiatan CSR yang dilakukan oleh perusahaan harus dapat diukur sehingga diketahui kontribusi perusahaan terhadap dampak sosial, ekonomi dan Terdapat berbegai metode yang bisa digunakan untuk mengukur dampak program CSR diantaranya Social Return on Investment (SROI) dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). SROI adalah pengukuran dampak sosial, lingkungan dan ekonomi yang dilakukan dengan cara mengkuantifikasikan berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat. SROI dapat dilakukan sebelum dan sesudah program CSR dijalankan. IKM adalah proses pengukuran dampak yang lebih spesifik dibandingkan SROI. IKM dilakukan dengan mengukur persepsi dan kepuasan penerima manfaat program, sehingga IKM bersifat evaluasi. Program CSR adalah sebuah strategi bisnis (Lulewicz-Sas & Godlewska, 2. , sehingga keberhasilan strategi dapat diukur dengan mengkaji besaran dampak sosial dan ekonomi yang diterima oleh masyarakat khususnya penerima manfaat program. IKM sebagai sebuah metode dapat menjadi indikator untuk menentukan keberlanjutan program. Perusahaan dapat melanjutkan program apabila program memberikan dampak sosial ekonomi yang dicirikan dengan kepuasan masyarakat, atau menghentikan program apabila tidak memberikan dampak yang signifikan kepada penerima manfaat. TINJAUAN PUSTAKA Penelitian ini menggunakan Indeks Kepuasan Masyarakat sebagai alat untuk mengukur dampak sosial dan ekonomi dari program CSR tenun. Indeks Kepuasan Masyarakat tersebut mengacu kepada Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur (MenPAN) Nomor 63/Kep/M. PAN/7/2003 Tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik sebagai penyempurnaan atas Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 81 Tahun 1995 Tentang Pedoman Tata Laksana Pelayanan Umum, menyatakan bahwa dalam pelaksanaan pelayanan yang berkualitas hendaknya disesuaikan dengan sendi-sendi pelayanan prima yaitu . kesederhanaan, dalam arti bahwa prosedur atau tata laksana pelayanan diselenggarakan dengan. Prosedur mudah. Pelayanan lancar. Pelayanan cepat. Pelayanan tidak berbelit Ae belit. Kejelasan dan kepastian, dalam. Prosedur atau tata cara. Persyaratan pelayanan. Pengetahuan petugas. Tanggung Jawab petugas. Keamanan, dalam hal. Keamanan pelayanan. Kenyamanan pelayanan. Kemampuan petugas. Kepastian hukum. Keterbukaan, meliputi. Waktu penyelesaian. Kepastian Biaya. Akurasi sistem. Fasilitas dan . Efisien dan Ekonomis. Persyaratan ringan. Kedisiplinan petugas. Kewajaran Reiki Nauli Harahap: Analisis Dampak Sosial Dan Ekonomi Pada Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Sumber Daya biaya . Sesuai kemampuan ekonomis masyarakat. Keadilan yang merata. Keadilan dalam mendapatkan pelayanan. Perhatian terhadap kepentingan masyarakat. Kesediaan dan ketanggapan petugas membantu. Pendistribusian yang merata. Ketepatan Waktu. Informasi waktu. Kecepatan pelayanan. Realisasi waktu. Kepastian jadwal pelayanan. Ketujuh sendi-sendi pelayanan prima tersebut selanjutnya dapat diukur tingkat pencapaian kinerjanya melalui kepuasan masyarakat. Hal ini ditujukan agar didapatkan pendapat yang obyektif dan transparan guna dilakukan monitoring dan evaluasi kinerja baik institusi maupun pekerjanya. Untuk ini pemerintah mengeluarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor KEP/25/M. PAN/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah. Hal ini ditujukan agar didapatkan indikator penilaian kinerja pelayanan secara berkala dan berkelanjutan sebagai bahan untuk menetapkan kebijakan dalam rangka peningkatan kualitas Ada 14 unsur yang menjadi dasar pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat yaitu. Prosedur pelayanan, yaitu kemudahan tahapan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dilihat dari sisi kesederhanaan alur pelayanan. Persyaratan pelayanan, yaitu persyaratan teknis dan administratif yang diperlukan untuk mendapatkan pelayanan sesuai dengan jenis pelayanannya. Kejelasan petugas pelayanan, yaitu keberadaan dan kepastian petugas yang memberikan pelayanan sesuai dengan tanggung jawab pekerjaannya. Kedisiplinan petugas pelayanan, kesungguhan petugas dalam memberikan pelayanan terutama terhadap konsistensi waktu kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tanggung Jawab petugas pelayanan, yaitu kejelasan wewenang dan tanggung jawab petugas dalam penyelenggaraan dan penyelesaian pelayanan. Kemampuan memberikan pelayanan, yaitu tingkat keahlian dan ketrampilan yang dimiliki petugas dalam memberikan atau menyelesaikan pelayanan pada masyarakat. Kecepatan pelayanan, yaitu target pelayanan dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan. Keadilan mendapatkan pelayanan, yaitu pelaksanaan pelayanan dengan tidak membedakan golongan atau status masyarakat yang . Kesopanan dan keramahan petugas, yaitu sikap dan perilaku petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara sopan dan ramah serta saling menghargai dan menghormati. Kewajaran biaya pelayanan, yaitu keterjangkauan masyarakat terhadap besarnya biaya yang ditetapkan. Kepastian biaya pelayanan, yaitu kesesuaian antara biaya yang dibayarkan dengan biaya yang telah ditetapkan. Kepastian jadwal pelayanan, yaitu pelaksanaan waktu pelayanan, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Kenyamanan pelayanan, yaitu kondisi sarana dan prasarana pelayanan yang bersih, rapi, dan teratur sehingga dapat memberikan rasa nyaman kepada penerima pelayanan. Keamanan pelayanan, yaitu terjaminnya tingkat keamanan lingkungan unit penyelenggara pelayanan ataupun sarana yang digunakan, sehingga masyarakat merasa tenang untuk mendapatkan pelayanan terhadap risiko-risiko yang diakibatkan dari pelaksanaan pelayanan METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di salah satu program CSR perusahaan yang beroperasi di Kalimantan. Paradigma analisis dampak sosial dan ekonomi dalam penelitian ini menggunakan kerangka berpikir indeks kepuasan masyarakat. Peningkatan kepuasan penerima manfaat program dikorelasikan dengan kebermanfaatan program. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan tipe nonprobability sampling yaitu purposive sampling. Teknik tersebut memungkinkan seluruh penerima manfaat mendapatkan kesempatan yang sama untuk menjadi responden. Terdapat 23 penerima manfaat yang diwawancarai terkait dampak sosial ekonomi dari program tenun. Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Kinerja perusahaan melalui program CSR merupakan variabel bebas dan kepuasan penerima manfaat Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 289-299 merupakan variabel terikat dalam penelitian ini, sehingga dapat dibangun hipotesis sederhana yaitu kepuasan masyarakat tinggi apabila kinerja perusahaan baik. Pengumpulan data dilakukan menggunakan alat bantu kuesioner. Jawaban responden adalah persepsi responden terhadap pelaksanaan program mulai dari perencanaan, implementasi sampai dengan evaluasi yang ditunjukkan dalam bentuk skala likert . Tidak Baik, . Kurang Baik, . Cukup Baik, . Baik, 5 (Sangat Bai. Analisis data menggunakan teknik perbandingan nilai tertimbang dan terbobotnya sebagai nilai utama. Setelah nilai tersebut diperoleh maka dilakukan perhitungan persentase nilai kepuasan masyarakat. Langkah analisis berikutnya menggunakan teknik analisis Servqual, yaitu membandingkan nilai harapan dan nilai kenyataannya. Untuk menentukan nilai rata-rata pada masing-masing atribut maka dilakukan perhitungan sebagai berikut: Ocyceycu 1,2,3. A ycu ycIycaycyca Oe ycIycaycyca = yce1,2,3. ycu Keterangan: : nilai rata-rata atribut x1,2,3,. : nilai atribut yang terisi f1,2,3,An : frekuensi yang muncul Sehingga diperoleh urutan nilai pada masing-masing atribut sebagai berikut: 4,2. 4,0. 4,2. 4,5. 4,2. 4,1. 4,1. Jumlah dari rata-rata tersebut adalah 37,2. Berdasarkan skor tersebut Langkah berikutnya adalah menentukan nilai rata-rata pada tiap-tiap aspek yang telah dirumuskan sebelumnya. Penentuan rata-rata setiap aspek memiliki kesamaan dengan penentuan rata-rata atribut, sehingga dapat dihitung menggunakan rumus berikut ini: OcycIycn yceycn 1,2,3 ycIA = yceycn Keterangan: RAo :nilai rata-rata aspek Ri1,2,3 : nilai tengah kelompok atribut yang terisi fi1,2,3 : frekuensi atribut yang muncul Tahapan berikutnya adalah menentukan nilai rata-rata tertimbang pada setiap aspek. Nilai rata-rata tertimbang diperoleh cara memersentasekan rata-rata nilai aspek terhadap jumlah total rata-rata nilai aspek, dengan rumus sebagai berikut: ycAycIycIycyceycycycnycoycaycaycuyci = Keterangan: NRR tertimbang RAoi RAo ycIA ycn ycU100% yuycIA : nilai rata-rata tertimbang : nilai rata-rata aspek ke-i : total nilai rata-rata aspek Untuk mendapatkan nilai kepuasan masyarakat, maka diperlukan total nilai terbobot. Perhitungan total nilai terbobot dilakukan dengan cara menjumlah seluruh nilai rata-rata terbobot pada masing-masing aspek. Nilai rata-rata terbobot ditentukan melalui perhitungan nilai rata-rata aspek dikalikan dengan nilai rata-rata tertimbang aspek sebagaimana tergambarkan pada rumus berikut Reiki Nauli Harahap: Analisis Dampak Sosial Dan Ekonomi Pada Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Sumber Daya ycOyc = ycIA ycn ycu ycAycIycIycyceycycycnycoycaycaycuyci ycn Keterangan: RAoi NRR tertimbang I : Nilai terbobot . eighted scor. : nilai rata-rata aspek ke-i : nilai rata-rata tertimbang ke-i Langkah berikutnya adalah menentukan nilai persentase terbobot, sehingga dapat diketahui nilai kepuasan masyarakat. Nilai kepuasan tersebut diperoleh melalui perhitungan ycAycnycoycaycn yayceycyycycaycycaycu = yuycOyc yuycI ycU100% Keterangan: Ws : total nilai terbobot RAo : total nilai rata-rata aspek Untuk menentukan kategori kualitatif dari dampak sosial dan ekonomi pada masingmasing aspek maka dilakukan pengelompokan sebagai berikut: Tabel 1. Kategori Kepuasan Masyarakat Berdasarkan Persensi Subjek Nilai Kategori Nilai Berdasarkan OcR 37%-53% Kurang Baik/Kurang Memuaskan 54%-70% Sedang/Netral 71%-87% Baik/Memuaskan >46 88%-100% Sangat Baik/Sangat Memuaskan Nilai Terbobot % Nilai Terbobot Jenis Kategori <=20%-36% Tidak Baik/Tidak Memuaskan Sumber: Olah Data Penelitian . ANALISA DAN PEMBAHASAN Program CSR merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat adalah alat pembangunan untuk merealisasikan perubahan sosial. Pemberdayaan masyarakat adalah . proses pemanfaatan sumber daya, . proses pengembangan kapasitas masyarakat, . proses yang bersifat multi-aspek. Sebagai sebuah proses maka pemberdayaan masyarakat adalah aktivitas lintas waktu dan lintas ruang. Penelitian ini mengkaji program CSR yang dilaksanakan oleh salah satu perusahaan di Kalimantan. Program tersebut berfokus pada pengembangan masyarakat berbasis potensi Tenun menjadi salah satu potensi lokal yang dikembangkan dalam program CSR perusahaan tersebut. ANALISIS DAMPAK SOSIAL DAN EKONOMI Dampak Sosial dan Ekonomi pada penelitian ini dilakukan dengan mengukur beberapa aspek diantaranya . Komitmen Perusahaan, . Pelibatan Masyarakat, . Kesesuaian Program dengan Kebutuhan Masyarakat, . Keberlanjutan Program, . Kesesuaian Rencana dengan Implementasi Program dan Kegiatan, . Kualitas Pendampingan Program, . Kualitas Pembiayaan Program, . Pengembangan Program, . Keamanan Pelaksanaan Program CSR. Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 289-299 Komitmen Perusahaan Hasil olah data menunjukkan bahwa perusahaan memiliki keseriusan dalam menjalankan program. Kondisi tersebut ditunjukkan dengan kepuasan masyarakat . terhadap kinerja perusahaan. Penerima manfaat merasa bahwa perusahaan tidak hanya memberikan bantuan dalam bentuk dana dan barang, akan tetapi perusahaan melakukan pelatihan untuk peningkatan kapasitas penerima manfaat dan melakukan pendampingan. Aspek komitmen perusahaan juga diukur melalui kesesuaian antara tujuan program CSR dengan kebutuhan masyarakat. 60% masyarakat merasa sangat puas dengan tujuan program CSR. Menurut masyarakat program dapat memberikan kontribusi ekonomi dalam bentuk peningkatan pendapatan dari hasil penjualan produk tenun sedangkan dampak sosial ditunjukkan dengan peningkatan solidaritas kelompok Aspek Komitmen Perusahaan mendapatkan nilai indeks kepuasan 4. 87 atau 87. 39% dan termasuk dalam grade A. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perusahaan secara serius menjalankan program CSR dan program tersebut sesuai dengan kebutuhan serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Pelibatan Masyarakat Partisipasi masyarakat merupakan aspek yang penting dalam program pemberdayaan. Partisipasi masyarakat dianggap sebagai bahan bakar yang dapat digunakan untuk menjamin keberlanjutan program. Salah satu teknik mengukur partisipasi masyarakat adalah dengan mengukur keterlibatan masyarakat dalam program. Keterlibatan dapat dilakukan mulai dari awal proses perencanaan, implementasi sampai dengan evaluasi program. 30% responden merasa sangat puas dan 21. 70% responden merasa puas terhadap mekanisme keterlibatan masyarakat yang disediakan oleh perusahaan. Perusahaan melibatkan masyarakat mulai dari proses perencanaan dibuktikan dengan forum musyawarah yang melibatkan penerima manfaat program, tokoh masyarakat dan pemerintah setempat. Masyarakat juga turut dilibatkan oleh perusahaan pada fase implementasi program. Perusahaan mengajak masyarakat untuk melakukan pembagian kerja. Penerima manfaat menindaklanjuti dalam bentuk divisi bahan baku, divisi produksi dan divisi pemasaran. 19 responden atau 82. 6% penerima manfaat program merasa sangat puas dengan mekanisme pelibatan masyarakat yang dilakukan oleh perusahaan pada tahap monitoring dan evaluasi program. Perusahaan dan masyarakat melakukan pertemuan rutin satu kali dalam sebulan untuk memastikan bahwa program berjalan sesuai dengan rencana. Dalam prosesnya tidak seluruh masyarakat dapat terlibat dalam forum-forum monitoring tersebut. Selian itu, 100% masyarakat merasa sangat puas dengan pola kegiatan yang dilakukan oleh program Masyarakat merasa bahwa perusahaan cukup inklusif untuk mendorong masyarakat dan berkontribusi terhadap pengembangan program. Program diikuti oleh kelompok remaja dan juga ibu-ibu. Aspek pelibatan masyarakat dalam program kanun mendapatkan grade A dengan konversi nilai 4. 85 atau 96. Nilai tersebut mencerminkan bahwa perusahaan telah menerapkan nilai-nilai pembangunan khususnya pelibatan peran dan partisipasi masyarakat mulai dari tahap perencanaan, implementasi sampai dengan evaluasi program. Desain program tenun juga mampu menjadi wadah pengembangan diri berbagai kelompok masyarakat sehingga termasuk program yang inklusif karena mengakomodir kepentingan berbagai Kesesuaian Program dengan Kebutuhan Masyarakat Aspek ini diawali dengan penilaian terhadap kesesuaian antara program yang dijalankan dengan kebutuhan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian lapangan diperoleh informasi bahwa 100% responden menyatakan program CSR tenun memiliki kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat. Masyarakat berpendapat bahwa program telah mampu Reiki Nauli Harahap: Analisis Dampak Sosial Dan Ekonomi Pada Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Sumber Daya melestarikan budaya dan memberikan peningkatan ekonomi bagi pelaku/pengrajin tenun. Program CSR yang dijalankan juga telah memanfaatkan potensi lokal yang ada. responden menjawab sangat puas pada indikator tersebut. Masyarakat berpendapat bahwa program CSR mampu memberikan manfaat untuk pengembangan potensi tenun. Program tersebut memberikan peningkatan wawasan kepada masyarakat sehingga para pelaku/pengrajin tenun dapat membuat motif-motif yang unik. Selain motif diversifikasi produk juga telah mampu dilakukan oleh masyarakat seperti membuat gantung kunci dari batok kelapa, tas, dompet dan kerajinan lainnya dari bahan rajut. Berdasarkan hasil analisis data, 87% masyarakat sangat puas, 8. 70% merasa puas dan 30% merasa netral dengan pernyataan terkait Program CSR yang dijalankan membantu mengentaskan masalah sosial/lingkungan yang ada. Peningkatan ekonomi yang didapatkan oleh masyarakat dari aktivitas tenun telah mampu memberikan masyarakat aset dan akses untuk pemenuhan kesejahteraan di level rumah tangga. Hasil dari program telah mampu membantu masyarakat untuk menyekolahkan anak, dan program CSR tenun berdampak positif terhadap upaya-upaya pengenalan budaya tenun ke dunia internasional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai Kesesuaian Program dengan kebutuhan Masyarakat mendapat grade A dengan skor 4. 84 atau setara 98. Program CSR tenun dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat memanfaatkan potensi lokal serta menyelesaikan masalah sosial/lingkungan yang ada. Keberlanjutan Program Pernyataan terkait Auprogram CSR yang dijalankan dapat berkembang untuk masa mendatangAy disambut baik oleh masyarakat. 18 responden atau 78. 3% merasa sangat puas dan 5 orang atau 21. 7% merasa puas dengan aktivitas program yang dilakukan. Kegiatan produksi kain tenun pada dasarnya telah dilakukan jauh sebelum program CSR dijalankan, kehadiran program CSR hari ini telah mampu memberikan kontribusi yang cukup baik kepada masyarakat sehingga dapat dipastikan program akan tetap berjalan. Keberlanjutan program tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya kepastian dari pihak perusahaan serta kerja kolektif oleh masyarakat dalam bentuk institusionalisasi program. Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan lanjutan, apakah program tetap dapat berjalan meskipun tanpa dukungan dari perusahaan?. Berdasarkan hasil analisis data lapangan, 13 responden sangat setuju dengan pernyataan tersebut, 4 responden setuju dan 5 responden Masyarakat merasa yakin bahwa program tenun akan tetap berjalan meskipun tidak lagi mendapatkan pendampingan dari perusahaan. Hal tersebut terjadi dikarenakan program tenun sudah berjalan cukup lama sebelum mendapatkan pendampingan dari perusahaan, kondisi demikian membuktikan bahwa peran masyarakat dalam pengembangan tenun cukup Institusionalisasi atau internalisasi adalah salah satu aspek penting dalam program pemberdayaan masyarakat. Aspek tersebut menjadi tolak ukur kemandirian individu dan kelompok sehingga ketika tidak ada intervensi dari pihak luar, masyarakat tetap dapat menjalankan proses pembangunannya. Indikator lainnya yang diukur adalah apakah program dapat memberikan manfaat secara terus menerus ke depannya. Manfaat tersebut dapat menyinggung berbagai dimensi seperti peningkatan ekonomi, peningkatan kualitas SDM, peningkatan kualitas Kesehatan dan peningkatan kualitas lingkungan. 87% responden menyatakan sangat setuju dengan pernyataan tersebut, dan 13% atau 3 responden menyatakan setuju dengan pernyataan tersebut. Program diharapkan dapat terus memberikan dampak positif melalui aktivitas produksi tenun serta kunjungan dari para pihak lainnya yang diaktualisasikan dalam bentuk pelatihan dan pengembangan keterampilan atau pengetahuan untuk mewujudkan kelestarian lingkungan. Aspek keberlanjutan program mendapatkan nilai yang memuaskan yaitu 92. 75% atau 4. 64 dan grade kategori A. Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 289-299 Kesesuaian Rencana dengan Implementasi Program dan Kegiatan Kesesuaian antara rencana dan implementasi merupakan salah satu ukuran keberhasilan Terdapat empat indikator yang digunakan untuk mengukur aspek tersebut. Pertama adalah apakah perusahaan menjalankan/mengimplementasikan program sesuai dengan perencanaan awal. 22 responden atau 95. 7% menyatakan sangat sepakat dengan pernyataan Masyarakat merasakan bahwa perusahaan cukup konsisten dalam menjalankan program-program yang direncanakan salah satunya program CSR tenun tersebut. Pada konteks implementasi kegiatan dan aktivitas di dalam program pun masyarakat merasakan kepuasan karena perusahaan bersama-sama masyarakat mampu mengimplementasikan kegiatan sesuai dengan perencanaan awal. Pernyataan terkait kesesuaian antara perencanaan dengan implementasi kegiatan mendapatkan nilai sangat puas 95. 7% atau ekuivalen dengan 22 Indikator lainnya yang digunakan untuk mengukur kesesuaian rencana dengan implementasi program dalam konteks jadwal atau yang waktu. 21 responden atau 91. menyatakan sangat puas dengan kesesuaian antara rencana jadwal dan waktu implementasi Selain itu masyarakat juga merasa sangat puas dengan janji-janji bantuan yang diberikan oleh perusahaan seperti alat produksi/fasilitasi penunjang. Masyarakat berpendapat bahwa bantuan-bantuan dan fasilitasi yang direncanakan di awal program telah direalisasikan pada tahap implementasi program. Masyarakat mendapatkan alat jahit, alat tenun, lemari kaca dan bantuan-bantuan lainnya yang telah direncanakan di awal. Dapat disimpulkan bahwa aspek kesesuaian antara rencana dengan implementasi program dan kegiatan mendapatkan grade kategori A dengan nilai 4. 91 dan persentase 98. Kualitas Pendampingan Program Kualitas pendampingan program adalah salah satu aspek yang memiliki banyak Penilaian pertama dilakukan untuk mengukur apakah perusahaan membuka ruang untuk pengembangan program dan menerima masukan/komplain dari masyarakat. responden menyatakan sangat puas dengan mekanisme penerimaan komplain dan masukan dari masyarakat. Komplain dan masukan tersebut direspon baik oleh perusahaan. Indikator lainnya adalah terkait kesigapan perusahaan dalam menangani atau merespon permasalahan yang muncul dari program CSR. 3% responden atau sejumlah 21 responden menyatakan sangat setuju dengan pernyataan tersebut. Perusahaan secara maksimal menangani permasalahan yang ada sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman menjalani program. Indikator inklusivitas juga diukur melalui pernyataan perusahaan adil dalam memberikan kesempatan dan mendapat perlakuan yang sama antara penerima manfaat satu dengan yang lainnya. 21 responden atau 91. 3% menyatakan sangat setuju karena perusahaan memberikan pelatihan, peningkatan kapasitas kepada masyarakat/penerima manfaat program tanpa membeda-bedakan identitas sosial . uku, agama, jenis kelamin, umu. Inklusivitas tersebut diwujudkan dalam bentuk penugasan pelaksana program/pendamping program yang bertanggung jawab. 70% responden atau 22 responden merasa sangat puas dengan kinerja pendamping program/pelaksana program. Perusahaan juga menugaskan pelaksana program/pendamping program yang dapat memfasilitasi penerima manfaat/masyarakat selama program berjalan, sehingga apabila terjadi kendala terkait produksi/pemasaran atau bahan baku tenun mengalami kendala masyarakat memiliki akses pihak yang dapat membantu. Program pemberdayaan masyarakat adalah aktivitas yang bersifat komunikasi dua arah. Hal tersebut memaksa para pelaku pemberdayaan masyarakat harus mampu berkomunikasi dengan masyarakat untuk menjamin bahwa nilai atau semangat program yang diusung diterima baik oleh masyarakat. Indikator yang diukur adalah pernyataan terkait perusahaan menugaskan pelaksana program/pendamping program yang komunikatif. Sejumlah 95. 70% responden Reiki Nauli Harahap: Analisis Dampak Sosial Dan Ekonomi Pada Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Sumber Daya menjawab sangat setuju dengan pernyataan tersebut. Pendamping program melakukan koordinasi secara berkala dengan masyarakat untuk memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan. Aspek kualitas pendampingan program juga diukur menggunakan indikator dengan pernyataan perusahaan menugaskan pelaksana program/pendamping program yang mampu menjalin hubungan baik dengan penerima manfaat dan masyarakat sekitar. 7% responden atau sejumlah 22 responden merasa sangat setuju dengan pernyataan tersebut. Masyarakat berpendapat bahwa pendamping program yang ditugaskan sangat kredibel dan mampu menjalin relasi sosial yang baik dengan pihak-pihak lainnya. Masyarakat juga berpendapat . 7%) bahwa pendamping program/pelaksana program mampu memberikan hal baru dan merangsang inovasi dalam pelaksanaan program. Masyarakat menjadi terpicu untuk menciptakan produk-produk baru berdasarkan arahan dari pelaksana/pendamping program. Indikator terakhir mengukur tentang sikap sopan santun pelaksana/pendamping program sehingga dapat diterima baik oleh masyarakat. 100% responden menyatakan bahwa sangat setuju dengan pernyataan tersebut. Simpulan dari aspek kualitas pendampingan program termasuk dalam kategori A dengan nilai 98. 94% atau setara 4. Masyarakat berpendapat bahwa perusahaan secara totalitas memberikan akses, fasilitasi dan bantuan serta pelaksana/pendamping program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kualitas Pembiayaan Program Aspek kualitas pembiayaan program mencakup indikator bahwa perusahaan dalam menjalankan program CSR memberikan pembiayaan yang sesuai dengan program yang dijalankan atau sesuai dengan kebutuhan. Indikator kedua adalah pengelolaan anggaran program dijalankan secara transparan dan terbuka. Indikator pertama mendapatkan respon sangat setuju dari 22 responden . 7%). Masyarakat menyatakan bahwa perusahaan sangat terbuka dengan sistem penganggaran program. Selain itu masyarakat juga berpendapat bahwa anggaran yang dikeluarkan oleh perusahaan telah sesuai dengan hasil perencanaan di awal. Indikator pertama mendapatkan nilai indeks 99. 13% dengan nilai rata-rata 4. Indikator kedua mendapatkan nilai indeks 100% dengan nilai rata-rata 5. 100% responden atau 23 responden menyatakan sangat setuju dengan pernyataan bahwa pengelolaan anggaran program dijalankan secara transparan dan terbuka. Pengembangan Program Indikator pertama pada aspek pengembangan program diukur dengan pernyataan Auperusahaan membantu/memfasilitasi penerima manfaat dalam mengembangkan relasi/hubungan dengan pihak lain yang dapat mendukung pengembangan program. 100% atau 23 responden menyatakan sangat setuju dengan pernyataan tersebut. Masyarakat berpendapat bahwa perusahaan membuka pintu relasi untuk pengembangan program. Hilirisasi produk menjadi salah satu buktinya komitmen perusahaan untuk mengembangkan program, sehingga hasil kerajinan tenun dapat dipamerkan hingga ke luar negeri. Indikator kedua diukur dengan pernyataan Auperusahaan mendorong adanya pengelolaan lembaga/kelompok yang baik. Indikator tersebut mendapatkan nilai indeks 100% dengan nilai rata-rata 5. Perusahaan mendorong dan mendukung pelembagaan program menjadi kelompok. Realisasi tersebut diwujudkan dengan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS). Dapat disimpulkan bahwa aspek pengembangan program mendapatkan nilai indeks kategori A dengan nilai rata-rata 99. 42% atau setara dengan 4. Berdasarkan nilai tersebut, masyarakat memiliki persepsi bahwa perusahaan cukup fasilitatif dan mengembangkan program dengan baik yang diwujudkan dalam bentuk pengembangan relasi, mendorong penciptaan inovasi dan mendorong pendirian atau pengelolaan lembaga kelompok yang lebih profesional. Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 289-299 Keamanan Pelaksanaan Program CSR Perusahaan dalam menjalankan program turut serta memperhatikan aspek keamanan lingkungan program. Pernyataan tersebut mendapatkan nilai rata-rata 5 dengan nilai indeks Masyarakat berpendapat bahwa tidak ada tekanan atau gangguan dari pihak lainnya . olongan/kelompok tertent. dalam proses implementasi program. Masyarakat berpendapat bahwa perusahaan secara adil melaksanakan program-program CSR sehingga tidak ada gejolak sosial ataupun konflik horizontal diantara masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan pada indikator ketiga tentang Auprogram CSR tidak menimbulkan konflik antar masyarakatAy. Pernyataan sangat disetujui oleh seluruh responden . %) ANALISIS KEPUASAN MASYARAKAT Hasil analisis dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan dari program CSR tenun tersebut dapat disimpulkan bahwa program memiliki kebermanfaatan yang signifikan kepada Masyarakat puas dengan aktivitas pengembangan yang dilakukan oleh perusahaan karena memunculkan dampak perubahan sosial dan ekonomi. Informasi nilai kepuasan masyarakat di masing-masing aspek dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 2. Kepuasan Masyarakat terhadap Program CSR Indikator Penilaian Komitmen Perusahaan Nilai RataRata Pelibatan Masyarakat Kesesuaian Program dengan Kebutuhan Masyarakat Keberlanjutan Program Kesesuaian Rencana dengan Implementasi Program dan Kegiatan Kualitas Pendampingan Program Kualitas Pembiayaan Program Pengembangan Program Keamanan Pelaksanaan Program CSR NILAI KEPUASAN MASYARAKAT SANGAT BAIK KATEGORI Sumber: Olah Data Penelitian . Nilai Indeks Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa program CSR tenun tersebut telah memberikan dampak ekonomi, sosial dan politik yang Sangat Baik kepada masyarakat sehingga responden memberikan penilaian kepuasan yang tinggi dengan persentase 97. dan nilai rata-rata 4. Berbagai indikator yang digunakan untuk mengukur masing-masing aspek tersebut dilakukan penilaian dari skor tertinggi hingga terendah. KESIMPULAN Program CSR tenun mendapatkan nilai kepuasan masyarakat yang tinggi, termasuk dalam kategori A dan memperoleh predikat Sangat Baik. Berdasarkan hasil analisis pada bab pembahasan maka dapat disimpulkan tiga indikator pertama dengan nilai yan tinggi diantaranya . perusahaan secara inklusif mendorong seluruh masyarakat untuk dapat bergabung atau berperan dalam program CSR, . program CSR yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, . Program CSR yang dijalankan memanfaatkan potensi lokal yang Masyarakat berpendapat bahwa program CSR tenun mampu mengakomodir berbagai kalangan dan latar belakang yang terdapat di masyarakat, program yang dilakukan sesuai Reiki Nauli Harahap: Analisis Dampak Sosial Dan Ekonomi Pada Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Sumber Daya dengan kebutuhan masyarakat karena dapat memberikan peningkatan ekonomi dalam bentuk tambahan pendapatan. Program CSR tenun juga dilakukan merujuk kepada potensi yang berkembang di masyarakat, potensi tersebut diantaranya kain tenun yang proses produksinya telah lama dilakukan oleh masyarakat serta potensi sosial dalam bentuk partisipasi masyarakat untuk terlibat dalam program CSR perusahaan sebagai salah satu alat pembangunan. Tiga indikator berikutnya yang tergolong mendapatkan nilai rendah yaitu . perusahaan melibatkan seluruh anggota kelompok/penerima manfaat program dalam pelaksanaan atau implementasi program, . program CSR yang dijalankan dapat berkembang untuk masa mendatang dan terakhir . program yang telah berjalan dapat dilanjutkan tanpa ada pendampingan dari Meskipun demikian pada dasarnya tiga nilai tersebut termasuk dalam kategori tinggi dan tidak membutuhkan perhatian khusus. Peningkatan kinerja program CSR tenun dapat dilakukan dengan beberapa hal, pertama melakukan monitoring dan evaluasi dalam pelaksanaan program untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Proses monitoring dan evaluasi dapat dilakukan dengan cara mengadakan musyawarah atau pertemuan khusus untuk membahas solusi dan rekomendasi perbaikan. Langkah kedua yaitu peningkatan keterampilan masyarakat yang terlibat dalam program CSR tenun. Peningkatan keterampilan bertujuan agar masyarakat memiliki kemampuan dan kapasitas dalam menciptakan produk-produk baru . iversifikasi Peningkatan keterampilan juga dilakukan agar masyarakat dapat beradaptasi dengan teknologi-teknologi baru. Langkah terakhir yaitu peningkatan kesadaran masyarakat terkait keberlanjutan, baik keberlanjutan program, keberlanjutan kelompok dan keberlanjutan Masyarakat diberikan wawasan terkait pelestarian lingkungan sehingga limbah dari kain tenun tidak mencemari lingkungan. Masyarakat diberikan wawasan terkait tata kelola organisasi sehingga kelompok dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang dan menjadi kelompok yang mandiri. KETERBATASAN DAN SARAN Hasil penelitian hanya dapat memberikan gambaran kepuasan dalam sudut pandang Perlu dilakukan kajian lanjutan untuk mengukur kualitas kepuasan masyarakat menggunakan pendekatan kualitatif. DAFTAR PUSTAKA