NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5 Nomor 3. Agustus 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 45-56 DOI: https://doi. org/10. 55606/nusantara. Available online at: https://prin. id/index. php/nusantara Penerapan Teknik Naratif dalam Penulisan Naskah Video Feature AuKopi Nikmat Tantangan Hidup SehatAy The Application of Narrative Technique in The Scripwriting of The Future Video AuKopi Nikmat Tantangan Hidup SehatAy Zetira Nadia Rahmah1*. Encang Saefudin2. Jimi Nurotama Mahameruaji3 1,2,3 Program Studi Manajemen Produksi Media. Universitas Padjadjaran. Indonesia Korespondensi penulis: zetira21001@mail. Article History: Abstract: Scriptwriters play an important role in effectively conveying Received: Mei 05, 2025. messages and goals to the audience. A good script is able to build a Revised: Mei 21, 2025. logical storyline, convey a message implicitly and explicitly, and leave Accepted: Juni 03, 2025. a deep impression on the audience. The goal to be achieved in writing Online Available: Juni 16, 2025. this final project report is to explain the process of writing a script using narrative techniques in a feature video. In this final project, the script writing uses narrative techniques with a descriptive approach. Keywords: Scriptwriting. Narrative In script writing, narrative techniques are applied in scripts as the Techniques. Descriptive Approach, main approach in building a structured storyline based on the attachment of cause-and-effect relationships between events. The narrative structure is divided into three stages, namely the preliminary stage . , the intermediate stage, and the closing stage . The preliminary stage serves to introduce the phenomenon, the middle stage discusses the phenomenon more deeply, and the closing stage provides solutions to the problems The application of this narrative technique proves that a good structure in scriptwriting is able to convey the message in a video feature effectively. The screenwriter has completed the tasks and roles in making an animated video entitled Kopi Nikmat Tantangan Hidup Sehat. Abstrak: Penulis naskah merupakan peran penting yang bertanggung jawab dalam menyampaikan pesan dan tujuan secara efektif kepada audiens. Naskah yang baik mampu membangun alur cerita yang logis, menyampaikan pesan secara implisit maupun eksplisit, serta meninggalkan kesan yang mendalam bagi penonton. Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan laporan tugas akhir ini adalah menjelaskan proses penulisan naskah menggunakan teknik naratif dalam video feature. Dalam tugas akhir ini, penulisan naskah menggunakan teknik naratif dengan pendekatan Pada penulisan naskah, teknik naratif diterapkan dalam naskah sebagai pendekatan utama dalam membangun alur cerita yang terstruktur berdasarkan keterikatan hubungan sebab-akibat antar peristiwa. Struktur naratif dibagi ke dalam tiga tahapan, yaitu tahapan pendahuluan . , tahapan pertengahan, dan tahapan penutup . Tahapan pendahuluan berfungsi memperkenalkan fenomena, tahapan pertengahan membahas fenomena secara lebih dalam, dan tahapan penutup memberikan solusi terhadap permasalahan yang diangkat. Penerapan teknik naratif ini membuktikan bahwa struktur yang baik dalam penulisan naskah mampu menyampaikan pesan dalam video feature secara efektif. Penulis naskah sudah menyelesaikan tugas dan peran dlaam pembuatan video animasi yang berjudul Kopi Nikmat Tantangan Hidup Sehat. Kata kunci: penulisan naskah. teknik naratif. video feature. konsumsi kopi. gaya hidup Penerapan Teknik Naratif dalam Penulisan Naskah Video Feature AuKopi Nikmat Tantangan Hidup SehatAy PENDAHULUAN Dalam beberapa tahun terakhir, minum kopi telah menjadi kebiasaan yang melekat di kalangan generasi muda, khususnya Generasi Z yang berada pada rentang usia remaja akhir hingga dewasa muda. Kebiasaan ini berkembang menjadi sebuah budaya yang turut membentuk gaya hidup mereka. Perubahan ini berdampak langsung pada meningkatnya konsumsi kopi di Indonesia. Menurut data dari International Coffee Organization (ICO), konsumsi kopi di Indonesia mengalami pertumbuhan setiap tahunnya sejak 2010 hingga 2021. Peningkatan konsumsi tertinggi terjadi pada tahun 2020/2021, yaitu sebanyak 5 juta kantong berukuran 60 kg, naik dari 4,8 juta kantong berukuran 60 kg pada tahun 2019/2020 (Munandar & Erdkhadifa, 2. Data ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia, semakin tertarik pada produk olahan kopi. Fenomena ini juga divalidasi melalui banyaknya unggahan di media sosial yang menampilkan aktivitas minum kopi, yang seolah menjadi bagian dari rutinitas harian dan identitas gaya hidup generasi muda saat ini. Selain sebagai bagian dari gaya hidup, mengonsumsi kopi juga dipandang sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal, mengingat kopi merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia (Sari. Rahmi. Hardianti, & Setyaningrum, 2. Maka tidak heran, jika budaya minum kopi terus berkembang dan semakin mengakar di masyarakat. Kopi mengandung berbagai senyawa kompleks seperti karbohidrat, lipid, senyawa nitrogen, vitamin, mineral, alkaloid dan senyawa fenolik. Dua kandungan utama yang paling dikenal dan dicari adalah kafein dan antioksidan, yang memberikan efek positif bagi tubuh, seperti meningkatkan konsentrasi, ketenangan, daya tahan fisik, serta mempertajam kemampuan berpikir logis (Saraswati. Garianto, & Mulyarjo, 2. Namun, di balik popularitas kopi yang tidak hanya berfungsi sebagai pelepas dahaga, tetapi juga telah menjadi bagian dari gaya hidup, muncul perhatian terhadap dampaknya bagi kesehatan, khususnya di kalangan generasi muda. Konsumsi kopi juga memiliki potensi efek negatif bagi tubuh, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan dan dalam jangka panjang. Dikutip dari situs Halodoc . , beberapa efek negatif dari konsumsi minuman berkafein seperti kopi antara lain hipertensi, gangguan tidur, hingga masalah pencernaan. Selain itu, jenis kopi yang umum dikonsumsi generasi muda saat ini umumnya merupakan kopi olahan yang dicampur dengan bahan tambahan, seperti gula dan susu. Kandungan gula dalam kopi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama risiko penyakit diabetes tipe 2 dan NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 45-56 Kekhawatiran ini semakin kuat jika melihat data dari International Diabetes Federation (IDF), yang mencatat bahwa Indonesia peringkat kelima dunia dengan jumlah penderita diabetes terbanyak, yaitu sebanyak 19,5 juta orang pada tahun 2021. Kurangnya kesadaran risiko konsumsi kopi memperkuat urgensi untuk memberikan edukasi, khususnya generasi muda, dalam memahami batasan mengonsumsi kopi agar lebih bijak dalam memilih varian kopi yang mereka nikmati. Menanggapi fenomena ini, penulis tertarik mengangkatnya ke dalam video feature berjudul AuKopi Nikmat Tantangan Hidup SehatAy, yang bertujuan menyampaikan pesan edukatif dengan pendekatan naratif. Video feature dipilih karena memungkinkan pendekatan penyampaian informasi secara naratif dan mendalam dibanding format straight news. Menurut Fachruddin . Feature merupakan Ausebuah reportase yang dikemas lebih mendalam dan luas disertai sedikit sentuhan aspek human interest agar memiliki dramatika. Ay Dalam penyusunan karya video feature ini, penulis berperan sebagai penulis naskah . Peran penulis naskah sangat penting karena harus mampu menyampaikan pesan dan tujuan dari tayangan audiovisual secara jelas. Alur cerita yang dibangun oleh penulis naskah disusun dengan baik dan logis. Naskah berisikan ide gagasan yang didasari oleh fakta. Naskah yang dibuat penulis naskah memiliki peran krusial dalam pembuatan video feature, karena naskah berisikan ide gagasan yang didasari oleh fakta. Naskah menjadi wadah komunikasi yang membawa pesan baik secara implisit maupun eksplisit secara dramatik (Alfathoni. Syahputra, & Roy, 2. Fungsi naskah sendiri adalah sebagai konsep dasar, arah, dan acuan dari sebuah proses produksi. Sehingga naskah dijadikan sebagai acuan sutradara dan kru lain dalam pelaksanaan proses produksi (Sinurat. Fiandra, & Al Noor, 2. Pada proyek video feature ini, teknik naratif diterapkan dalam menyusun naskah. Penulisan naskah menggunakan teknik naratif mengembangkan narasi menjadi tiga tahapan, yakni pendahuluan, pertengahan, dan penutupan. Teknik naratif dipilih karena memungkinkan penyampaian informasi secara bertahap dan mendalam melalui tiga tahapan sehingga mudah dipahami penonton (Lestari, 2. Pada naskah, tahapan pembuka dimulai dengan memperkenalkan isu atau permasalahan yang akan diangkat. Kemudian pada tahapan pertengahan, pembahasan berfokus pada permasalahan yang nantinya akan dibahas melalui sudut pandang Pada tahapan akhir, memberikan pesan solutif serta kesimpulan kepada audiens sebagai penutup cerita. Penerapan Teknik Naratif dalam Penulisan Naskah Video Feature AuKopi Nikmat Tantangan Hidup SehatAy Cerita akan menggabungkan wawancara dari dua narasumber berbeda, yaitu generasi muda penikmat kopi dan seorang ahli gizi. Pemilihan narasumber ini bertujuan untuk memberikan sudut pandang yang lebih luas dan mendalam terhadap fenomena yang diangkat. Penciptaan karya ini tidak hanya bertujuan untuk menguraikan penerapan teknik naratif dalam penulisan naskah video feature, tetapi juga untuk memberikan informasi dan wawasan mengenai dampak konsumsi kopi terhadap kesehatan, serta mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih bijak dalam menjalani gaya hidup sehari-hari. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penciptaan karya . ractice-based researc. , dengan fokus pada penyusunan naskah video feature menggunakan teknik naratif. Menurut Husen Hendriyana . , metode practice-based merupakan bagian dari penelitian dasar . rt and design for discrete problem. yang hasilnya adalah deskripsi terkait nilai, teori, fungsi atau makna, serta pola perilaku . indakan kreati. , seperti model proses kreatf, model pengelolaan, hingga manajemen produksi . Metode ini dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian yang berdasarkan pada praktik produksi konten audiovisual, bukan pada pengumpulan dan analisis data secara kuantitatif. Proses penciptaan melibatkan tiga tahapan penting, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca produksi. Metode practice-based research juga mencakup pada ranah ekstraestetik, yaitu penelitian yang berkaitan dengan teori pengembangan kreativitas visualisasi, nilai, fungsi, dan makna dari karya yang diwujudkan . Pada proses pra-produksi pembuatan karya video feature, diawali dengan melakukan pendalaman ide atau topik konsep dan pengambilan data terkait isu kebiasaan konsumsi kopi di kalangan generasi muda dalam sisi kesehatan. Data dan informasi yang dikumpulkan dari riset dan wawancara kemudian disusun dalam naskah dan storyline. Dalam tahapan ini, struktur naskah disusun menggunakan teknik naratif, kemudian dikembangkan dalam tiga tahapan, yaitu tahap pembuka, tahap pertengahan, dan tahap penutupan, yang menjadi struktur dalam penulisan naskah pada video feature ini. Penulisan naskah juga disertai dengan pembuatan storyboard untuk merancang visual tiap adegan. Proses pra-produksi penting untuk memastikan alur cerita yang dibuat dalam naskah dapat divisualisasikan dengan jelas dan konsisten ketika tahapan selanjutnya NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 45-56 Proses produksi melibatkan pengambilan footage berdasarkan storyboard yang telah Penulis naskah berperan aktif dalam proses produksi untuk memastikan pengambilan asset visual terekam sesuai dengan storyboard yang dirancang agar selaras dengan narasi dengan tujuan pesan yang akan disampaikan. Sedangkan pada pasca produksi dilakukan penyempurnaan hasil pengambilan gambar atau aset visual menjadi utuh. Dalam tahapan ini, penulis melakukan penyusunan transkrip video sebagai bahan untuk subtitle dan berkoordinasi dengan editor untuk memastikan pesan dan visual yang dihasilkan sudah sesuai rancangan. HASIL Hasil dari proses pencipataan ini berupa sebuah video feature berdurasi 6 menit 56 detik yang mengangkat fenomena konsumsi kopi pada generasi muda dari sudut pandang kesehatan. Prosesnya dilakukan secara runtut dimulai dari pra-produksi, produksi, hingga pasca produksi. Karya ini dirancang untuk menyampaikan pesan edukatif melalui pendekatan teknik naratif, dengan dua perspektif, yaitu dari generasi muda penikmat kopi dan ahli gizi, untuk menyeimbangkan antara kebiasaan dan kesehatan. Pengemasan hasil wawancara kedua narasumber digabungkan dalam satu rangkaian dialog agar jawaban menghasilkan alur yang saling melengkapi, mengalir, dan interaktif, agar pesan yang dibahas lebih utuh. Kemudian didukung dengan narasi voice over dan visualisasi yang disesuaikan dengan isi naskah. Struktur penulisan naskah menerapkan teknik naratif dengan tiga tahapan, yaitu tahapan pembuka, tahapan pertengahan, dan tahapan penutup. Tahapan pembuka yang memperkenalkan fenomena sosial dalam video kepada audiens. Kemudian tahapan pertengahan membahas fenomena sosial lebih dalam dengan kedua narasumber, penikmat kopi dan ahli gizi. Dan pada tahapan penutup memberikan solusi dari fenomena sosial. Setiap tahapan punya fungsi yang berbeda dan dirancang untuk membangun alur cerita yang logis. Tahap Pembuka Tahapan pertama dalam video feature berperan sebagai pembuka cerita yang memperkenalkan fenomena sosial, yaitu kebiasaan konsumsi kopi di kalangan generasi muda. Tahapan ini berfungsi untuk membangun konteks naratif, menciptakan keterikatan emosional, serta menarik perhatian penonton sejak awal. Pengenalan dibuat melalui rangkaian visual yang menggambarkan aktivitas keseharian anak muda saat menikmati kopi, disertai dengan narasi voice Penerapan Teknik Naratif dalam Penulisan Naskah Video Feature AuKopi Nikmat Tantangan Hidup SehatAy over berupa data konsumsi kopi di Indonesia serta potongan video konten media sosial yang memperlihatkan bagaimana budaya kopi melekat dalam keseharian mereka sebagai gaya hidup. Tabel 1. Potongan Naskah Tahap Pembuka No. Time 00:15 Ae 00:35 00:35 Ae 00:50 00:50 Ae 01:00 01:00 Ae 01. Duration Narasi Voice over pembuka mengenai keterkaitan generasi muda dengan minum kopi. "Bagi anak muda yang gemar minum kopi, ngopi bukan hanya sekadar pelepas dahaga, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup mereka. Di media sosial, bahkan muncul ungkapan Augue makan ya biar bisa ngopiAy, menegaskan betapa eratnya kopi dengan keseharian mereka. Voice over mengenai survei data "Menurut data, 66% generasi muda . mengaku minum kopi setiap hari dan mengeluarkan uang antara 6-20 ribu untuk membeli segelas kopi. Jawaban dari narasumber generasi muda penikmat kopi dengan pertanyaan "Berapa banyak kopi yang kamu konsumsi dalam sehari?" "Setiap hari 2 gelas. Jawaban dari narasumber ahli gizi dengan pertanyaan "berapa batasan orang untuk minum kopi per hari?" "Batasan mengkonsumsi kopi dari Kemenkes RI adalah 4 cangkir per hari, yang setara dengan 400 mg Namun terkadang kandungan kafein setiap 1 cangkir gelas juga berbeda, tergantung jenis kopi apa yang kita konsumsi. Jadi efeknya juga berbeda. Untuk memperkuat gambaran pola konsumsi antara data dan perilaku nyata, tahapan ini ditutup dengan pernyataan narasumber generasi muda penikmat kopi terkait frekuensi konsumsi dan cara mereka memperoleh segelas kopi setiap hari. Pernyataan ini untuk memberi gambaran yang memperkuat fakta dari data sebelumnya. NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 45-56 Tahap Pertengahan Tahap pertengahan sebagai tahapan kedua terdiri dari tiga bagian utama yang membahas secara mendalam dan terstruktur isu yang diangkat. Pembahasan yang disampaikan pada tahapan ini banyak berdasarkan pada data faktual yang diperoleh dari artikel, jurnal, serta wawancara dengan kedua narasumber. Tabel 2. Potongan Naskah Tahap Pertengahan No. Time 02:15 Ae 02:35 02:55 Ae 03:55 Duration Narasi Jawaban dari narasumber generasi muda penikmat kopi dengan pertanyaan "Apakah tahu apa saja komposisi dari segelas kopi yang kamu minum?" "Kalo menurutku, paling kopinya 75 gram, susu 150 gram, gula cair 30 gram, terus es batu" Jawaban dari narasumber ahli gizi dengan satu sajian kopi dan menganalisis kandungan gula, kafein, dan zat lain di dalamnya. "Tentu ada kandungan kafein dan gula dalam satu biasanya sajian 200ml ada 200-400 mg kafein. Kalo kopi yang memiliki rasa seperti latte atau capucino kopi susu, ada tambahan gula rata-rata 12-20 mg atau1-2 sdm. dan kandungan krimer juga yang dipakai rata-rata 15% bahkan 40% tergantung Belum dari bahan-bahan lain yang gak kita ketahui resepnya" Tahapan ini dimulai dengan penjelasan ahli gizi mengenai batas aman konsumsi kafein per Kemudian bagian kedua menampilkan tanggapan narasumber penikmat kopi mengenai pemahamannya terhadap kandungan kopi yang biasa dikonsumsinya, yang kemudian dilengkapi dengan penjelasan ahli gizi mengenai takaran dan komposisi segelas kopi secara umum. Bagian ketiga dari tahapan ini membahas waktu mengonsumsi kopi yang disesuaikan dengan kondisi tubuh, disampaikan secara infromatif melalui penggabungan antara data dan pernyataan ahli. bagian akhir tahapan ini, narasumber penikmat kopi membagikan pengalaman akan efek yang dirasakan setelah mengonsumsi kopi. Pernyataan ini sekaligus sebagai transisi yang menghubungkan dengan tahapan akhir berupa solusi. Penerapan Teknik Naratif dalam Penulisan Naskah Video Feature AuKopi Nikmat Tantangan Hidup SehatAy Tahap Penutup Tahapan akhir menyajikan solusi, penegasan pesan yang terkandung, serta ajakan kepada audiens untuk bertindak menerapkan gaya hidup sehat, khususnya dalam kebiasaan mengonsumsi Transisi menuju bagian ini dengan menyisipkan data potongan artikel yang membahas efek konsumsi jangka panjang konsumsi kopi. Setelah itu, hadir pernyataan dari ahli gizi mengenai alternatif bahan dan sajian kopi yang lebih sesuai dengan kondisi tubuh. Tabel 3. Potongan Naskah Tahap Penutup No. Time 1 05:40 Ae 06:55 06:55 Ae 07:20 Duration Narasi Jawaban dari narasumber ahli gizi memberikan panduan konsumsi kopi yang ideal tanpa menghilangkan kenikmatannya dan tetap memperhatikan kesehatan. "Kalau mau konsumsi kopi, sebaiknya cukup 1-2 cangkir Biar tetap menikmati tanpa berlebihan. Nah, kalau soal pemanis, bisa pilih yang lebih sehat. Misalnya, pakai less atau light sugar, atau bahkan tanpa gula sama sekali. Kalau bikin kopi sendiri, bisa pakai gula rendah kalori seperti stevia atau gula jagung. Lalu, kalau suka kopi yang creamy, coba pakai susu low fat atau non-fat biar lebih Oh ya, kopi decaffein juga bisa jadi pilihan, terutama buat yang punya tekanan darah tinggi atau riwayat maag. Jadi, masih bisa menikmati kopi tanpa harus khawatir Voice over penutup "Ngopi bukan cuma soal nikmat, tapi juga soal sadar apa yang masuk ke tubuh kita. Gak peduli berapa harga kopi yang dibeliAimau murah atau mahalAikalau dikonsumsi berlebihan, tetap akan jadi masalah. Konsumsi dengan cerdas, agar tetap sehat tanpa kehilangan kenikmatannya. Kemudian bagian akhir ditutup dengan narasi voice over yang menegaskan pentingnya kesadaran terhadap apa yang dikonsumsi, disertai dengan visualisasi narasumber generasi muda yang memilih meminum air putih setelah minum kopi sebagai simbol gaya hidup yang seimbang. NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 45-56 DISKUSI Penulisan naskah menggunakan teknik naratif dengan tiga tahapan yang efektif untuk menyampaikan informasi secara bertahap dan logis, dimulai dari pengenalan fenomena hingga solusi yang diberikan. Hal ini membantu penyampaian informasi terasa tidak kaku dan langsung ke inti. Narasi yang disusun menjembatani antara data dengan pengalaman langsung narasumber penikmat kopi. Selain itu, voice over yang informatif dan visual yang relevan, membantu meningkatkan keterlibatan penonton dalam alur cerita. Salah satu kekuatan dari penciptaan karya ini adalah keterkaitan antara dua narasumber dengan latar belakang yang berbeda, yaitu ahli gizi dan generasi muda penikmat kopi. Susunan dialog yang saling melengkapi dan terhubung antara kedua narasumber menciptakan percakapan yang menggambarkan perilaku realistis dari konsumen dan wawasan medis dari sudut pandang ahli Hal ini memastikan bahwa informasi yang disampaikan dari kedua sisi memiliki kredibilitas tanpa kesan menggurui. Penambahan voice over berfungsi sebagai pengikat, untuk menjembatani antara visual dengan isi naskah dan wawancara. Fleksibilitas teknik naratif memungkinkan pesan disampaikan secara tidak linear namun tetap mudah untuk diikuti. Untuk mengetahui validasi hasil karya, dilakukan evaluasi terhadap lima orang audiens yang merupakan generasi muda. Pemilihan tersebut berdasarkan karakteristik dari target audiens video feature ini, yakni generasi muda. Evaluasi dilakukan secara daring menggunakan Google Form secara tertutup dengan mengajukan pertanyaan berupa pemahaman terhadap pesan dalam video, kedekatan topik dengan kehidupan mereka, dan juga penilaian terhadap durasi video. Tabel 4. Data Uji Validasi No. Nama/Inisial Pesan/Isi Jelas Sangat jelas Uji Validasi Relevansi dengan Keseharian Sangat relevan Cukup relevan Sangat jelas Jelas Sangat relevan Relevan Pas Pas Jelas Cukup relevan Pas Durasi Saran