Jurnal Manajemen dan Ekonomi Syariah Vol. No. 3 Juli 2023 E-ISSN : 2988-2230. P-ISSN : 2988-2249. Hal 25-40 DOI : https://doi. org/10. 59059/maslahah. Pengaruh Budaya Organisasi. Kepuasan Kerja Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai (Studi Pada BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banja. Andi Andriyana Universitas Galuh Korespondensi penulis : andiandriyana@student. ABSTRACT . Starting from the existence of several problems faced, namely there is a decrease in the quality of work as evidenced by the overall table of the national fluid index from 2020-2022. There is a decrease in the quantity of work based on the overall table of the National Achievement Index from 2020-2022. Improper timeliness in service time for participants has become an indicator of the decline in the overall value of the National Index of achievements from 2020-2022. Work effectiveness has decreased due to the fact that there are still vacant positions in the organizational structure, forcing employees to handle other work. Lack of employee independence, so that performance does not develop if there is no supervisor. The culture of BPJS Kesehatan is dynamic so that during the transition period employees experience difficulties. There are vacant positions in the organizational structure, so some employees do double jobs to keep the program running. Leaders do not understand the potential of each employee and tend to always rely on employees who have done this side job. The method used is descriptive quantitative. the results of research on Organizational Culture have a positive and significant effect on Employee Performance. This means that if the organizational culture increases, the employee's performance also increases. Job Satisfaction has a positive and significant effect on Employee Performance. This means that if job satisfaction increases, employee performance also increases. Leadership style has a positive and significant effect on employee performance. This means that if the leadership style increases, the employee's performance also increases. Organizational culture, job satisfaction and leadership style have a positive and significant effect on employee performance. This means that if organizational culture, job satisfaction and leadership style increase, employee performance also increases. Keywords: Organizational Culture. Job Satisfaction. Leadership Style. Employee Performance ABSTRAK . Berawal dari adanya beberapa permasalahan yang dihadapi yakni Terdapat penurunan kualitas kerja dibuktikan oleh tabel overall indeks Nasional caian dari tahun 2020-2022. Terdapat penurunan kuantitas kerja berdasarkan tabel overall indeks Nasional capaian dari tahun 2020-2022. Ketepatan waktu yang kurang tepat dalam waktu layanan terhadap peserta, menjadi salah satu indikator turunnya nilai overall indeks Nasional capaian dari tahun 2020-2022. Efektivitas kerja menurun akibat masih terdapatnya posisi kosong dalam struktur organisasi, sehingga memaksa pegawai untuk menghandle pekerjaan yang lainnya. Kurangnya tingkat kemandirian pegawai, sehingga kinerja tidak berkembang apabila tidak ada pembimbing. Budaya BPJS Kesehatan yang dinamis sehingga pada masa transisi para pegawai mengalami kesulitan. Terdapat posisi kosong dalam struktur organisasi, sehingga beberapa pegawai melakukan double job agar program tetap berjalan. Pimpinan kurang memahami potensi yang dimiliki setiap pegawai dan lebih cenderung selalu mengandalkan pegawai yang pernah melakukan side job tersebut. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif. hasil penetlitian Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikan Terhadap Kinerja Pegawai. Artinya jika budaya organisasi meningkat, maka kinerja pegawai juga ikut meningkat. Kepuasan Kerja berpengaruh positif dan signifikan Terhadap Kinerja Pegawai. Artinya jika kepuasan kerja meningkat, maka kinerja pegawai juga ikut meningkat. Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan Terhadap Kinerja Pegawai. Artinya jika gaya kepemimpinan meningkat, maka kinerja pegawai juga ikut meningkat. Budaya organisasi, kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan Terhadap Kinerja Pegawai. Artinya jika Budaya organisasi, kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan meningkat, maka kinerja pegawai jugaikut meningka. Kata Kunci: Budaya Organisasi. Kepuasan Kerja. Gaya Kepemimpinan. Kinerja Pegawai Received Mei 30, 2023. Revised Juni 28, 2023. Accepted Juli 17, 2023 * Andi Andriyana, andiandriyana@student. Pengaruh Budaya Organisasi. Kepuasan Kerja Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai (Studi Pada BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banja. PENDAHULUAN Secara umum, organisasi adalah suatu perkumpulan atau wadah bagi sekelompok orang yang bekerjasama dengan terstruktur untuk mencapai tujuan tertentu. Fungsi organisasi secara umum sebagai wadah perkumpulan yang memiliki tujuan dan bekerja sama, fungsi organisasi dapat dinikmati oleh para personelnya. Serta tak jarang fungsi organisasi bisa dirasakan oleh orang lain yang menerima manfaatnya. Pertama, fungsi organisasi memberi arahan dan aturan. Serta pembagian kerja mengenai apa yang harus dan tidak boleh dilakukan oleh para anggota dalam organisasi. Fungsi organisasi selanjutnya ialah untuk meningkatkan keterampilam dan kemampuan dari anggota organisasi. Adapun tujuan dalam berorganisasi adalah mencapai, merealisasikan keinginan atau cita-cita bersama dari setiap anggota organisasi, mendapat keuntungan dan penghasilan bersama, mengatasi keterbatasan mandiri dan kemampuan pribadi untuk mencapai tujuan bersama, mendapat pengakuan dan penghargaan. baik bagi para personel dan organisasinya sendiri, mendapatkan pengalaman dan interaksi antar anggota dan dengan organisasi lain, memperoleh hasil akhir pada waktu yang ditentukan. Salah satu organisasi atau badan yang akan dibahas oleh peneliti ini yaitu BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehata. yang merupakan Badan Hukum Publik yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan memiliki tugas untuk menyelenggarakan jaminan Kesehatan Nasional bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama untuk Pegawai Negeri Sipil. Penerima Pensiun PNS dan TNI/POLRI. Veteran. Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya dan Badan Usaha lainnya ataupun rakyat biasa. BPJS Kesehatan yang diteliti oleh Peneliti khususnya adalah BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banjar yang beralamat di Jl. Dr. Husein Kartasasmita. Banjar. Kec. Banjar. Kota Banjar. Jawa Barat 46311. Peneliti mengangkat BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banjar sebagai bahan penelitian karena melihat potensi yang dimiliki setiap individu atau kelompok dari bidangnya masing-masing terlihat Setiap individu memiliki potensi yang tinggi untuk berkembang mengikuti zaman, serta ditekan dengan berbagai macam konsep dan target baru setiap tahunnya, program yang dimiliki BPJS Kesehatan adalah program JKN (Jaminan Kesehatan Nasiona. dalam program ini menargetkan seluruh masyarakat Indonesia ikut dalam program JKN (Jaminan Kesehatan Nasiona. Organisasi yang akan dibahas oleh peneliti yaitu BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehata. yang merupakan Badan Hukum Publik yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan memiliki tugas untuk menyelenggarakan Jurnal Manajemen dan Ekonomi Syariah - VOLUME 1. NO. JULI 2023 E-ISSN : 2988-2230. P-ISSN : 2988-2249. Hal 25-40 jaminan Kesehatan Nasional bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama untuk Pegawai Negeri Sipil. Penerima Pensiun PNS dan TNI/POLRI. Veteran. Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya dan Badan Usaha lainnya ataupun rakyat biasa. BPJS Kesehatan yang diteliti oleh Peneliti khususnya adalah BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banjar yang beralamat di Jl. Dr. Husein Kartasasmita. Banjar. Kec. Banjar. Kota Banjar. Jawa Barat 46311. Peneliti mengangkat BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banjar sebagai bahan penelitian karena melihat potensi yang dimiliki setiap individu atau kelompok dari bidangnya masing-masing terlihat baik. Setiap individu memiliki potensi yang tinggi untuk berkembang mengikuti zaman, serta ditekan dengan berbagai macam konsep dan target baru setiap tahunnya, program yang dimiliki BPJS Kesehatan adalah program JKN (Jaminan Kesehatan Nasiona. dalam program ini menargetkan seluruh masyarakat Indonesia ikut dalam program JKN (Jaminan Kesehatan Nasiona. Kinerja pegawai yang merupakan hasil olah pikir dan tenaga dari seorang pegawai terhadap pekerjaan yang dilakukannya, dapat berwujud, dilihat, dihitung jumlahnya, akan tetapi dalam banyak hal hasil olah pikiran dan tenaga tidak dapat dihitung dan dilihat, seperti ide-ide pemecahan suatu persoalan, inovasi baru suatu produk barang atau jasa, bisa juga merupakan penemuan atas prosedur kerja yang lebih efisien. Kinerja di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banjar cenderung menurun yang dibuktikan oleh tingkat capaian dari Tahun 2020-2022 ini. Pada Tahun 2020 penghargaan yang didapat adalah Juara 1 Monitoring Evaluasi Pelayanan Prima se- nasional dan Juara 2 untuk bidang P4 . erluasan, pengawasan dan pemeriksaan pesert. Pada Tahun 2021 tidak mendapatkan penghargaan apapun dan 2022 masih dalam tahap penilaian. Lebih jelasnya mengenai capaian target BPJS tersebut tampak sebagaimana dalam gambar berikut. Tabel 1. Sumber : Data capaian KC Banjar 2016-2021 Pengaruh Budaya Organisasi. Kepuasan Kerja Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai (Studi Pada BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banja. Budaya organisasi yang dimiliki BPJS Kesehatan tahun sebelumnya adalah learning organization bermakna bahwa BPJS Kesehatan harus waspada, luwes, adaptif dan mampu membaca trend masa depan. Untuk tahun sekarang yaitu NISIATIF yang merupakan singkatan dari (Integritas. Kolaborasi. Pelayanan Prima dan Inovati. Perubahan budaya organisasi ini berpengaruh terhadap kinerja karyawan, karena menghasilkan sebuah tuntutan baru, target baru, dan bergerak secara dinamis. Hal ini berpengaruh terhadap kinerja karyawan, karena pada masa transisi kinerja pegawai jadi kurang optimal. Hal itu disebabkan perlu proses beradaptasi dari setiap pegawai atas target dan tugas pokok yang berubah. Setiap individu pegawai tidak sama, bisa jadi ada yang merasa mudah dengan adanya perubahan, namun ada beberapa individu yang kesulitan mengenai perubahan. Budaya organisasi yang berubah ini dilakukan secara terpusat atau berasal dari Kantor Pusat BPJS Kesehatan. Jadi tiap kantor wilayah, cabang hingga Kabupaten dan Kota harus mengikuti. Permasalahan yang berkaitan dengan kepuasan kerja adalah rasionalisasi terhadap Di BPJS Kesehatan Cabang Banjar, masih terdapat beberapa posisi kosong dalam Hal ini berdampak terhadap pegawai terpaksa melakukan double job karena job description dari posisi kosong tersebut tetap harus dipenuhi. Dampak dari hal tersebut, pegawai yang melakukan double job tersebut mengalami beberapa kerugian, bisa dari waktu . , dan untuk tugas pokoknya sendiri pun menjadi tidak maksimal. Kepuasan kerja dari pegawai tersebut jadi berkurang, dan hal tersebut berpengaruh terhadap kinerja pegawainya. Di BPJS Kesehatan, kepemimpinan tersebut mengikuti alur regulasi yang ada. Hal tersebut tidak serta merta menggunakan wewenang secara penuh, karena dinamika struktural itu mengacu terhadap regulasi yang ada. Setiap pimpinan di kantor Cabang berfungsi untuk memonitoring kinerja setiap bidang yang ada di kantor Cabang tersebut. Permasalahan muncul ketika ada beberapa kegiatan, misalkan acara kunjungan Direksi ke Kantor Cabang. Dalam acara pertemuannya selalu menampilkan atau mempresentasikan suatu kegiatan. Secara otomatis dalam kegiatan tersebut membutuhkan MC . aster of ceremon. dan Videografer untuk mendokumentasikan acara kunjungan tersebut. Di sini pimpinan selalu mempercayakan MC pada satu orang tertentu dan Videografer kepada satu orang lainnya. Di setiap kegiatan yang dipercaya untuk melakukan hal tersebut adalah dua orang tersebut. Kegiatan tersebut tentunya dapat menyita waktu pegawai tersebut, karena melakukan kegiatan di luar tupoksi, sedangkan tupoksinya harus tetap dijalankan. Kepemimpinan seperti ini mengesampingkan sistem keadilan, karena seharusnya untuk kegiatan di luar pekerjaan dapat dilakukan secara rolling untuk tugas tertentunya agar kinerja tetap berjalan dengan baik Jurnal Manajemen dan Ekonomi Syariah - VOLUME 1. NO. JULI 2023 E-ISSN : 2988-2230. P-ISSN : 2988-2249. Hal 25-40 METODE PENELITIAN Tanggapan responden terhadap variabel budaya organisasi, tampak sebagaimana dalam rekapitulasi hasil penelitian sebagai berikut. Rekapitulasi Hasil Penelitian No. Pernyataan Tanggapan Responden Terkait Pegawai Saling Memberi MotivasiSatu Sama Lain Demi Tercapainya Suatu Tujuan Tanggapan Responden Terkait Pegawai Memiliki KomitmenMengenai Kewajiban Atas Tugas Pokok dan Fungsi Tanggapan Responden Terkait Pegawai Selalu MeningkatkanKualitas Kerjanya Demi Mencapai Kinerja Tinggi/Baik Tanggapan Responden Terkait Pegawai Selalu Konsisten denganPekerjaannya dalam Situasi Apapun Tanggapan Responden Terkait Pegawai Saling Memberi BimbinganSatu Sama Lain Untuk Meningkatkan Kinerja Tanggapan Responden Terkait Pegawai Selalu Memaksimalkan Hasildari Sebuah Pekerjaan dengan Sedikit Sumber Daya Berupa Dana. Tenaga, dan Waktu Tanggapan Responden Terkait Pegawai Selalu Datang Tepat Waktu Saat Bekerja Tanggapan Responden Terkait Pegawai Selalu Berperilaku BaikKepada Sesama Rekan Kerja Tanggapan Responden terkait Lingkungan Kerja di BPJS Kesehatan Sangat Baik Tanggapan Responden Terkait Pegawai Berani MengutarakanPendapat demi Kenyamanan Bersama Jumlah Perolehan nilai Untuk memberikan interprestasi terhadap nilai tersebut, sehingga dapat disimpulkan apakah budaya organisasi sangat tidak baik atau sangat baik, maka digunakan perhitungan sebagai berikut: Nilai tertinggi setiap pernyataan = 44 x 10x 5= 2. Nilai terendah setiap pernyataan = 44 x 10 x 1= 440 Pengaruh Budaya Organisasi. Kepuasan Kerja Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai (Studi Pada BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banja. NJI Nilai tertinggi-Nilai Terendah Kriteria Pernyataan = 2. = 52 Klasifikasi penilaian untuk setiap pernyataan adalah sebagai berikut: Range Interval Interval 849 Ae 2. 497 Ae 1. 145 Ae 1. 793 Ae 1. 440 Ae 792 Klasifikasi Sangat Tinggi/sangat baik Tinggi/ baik Sedang Rendah/tidak baik Sangat Rendah/sangat tidak baik Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa tanggapan responden terhadap budaya organisasi sebesar 1708. hasil tersebut menunjukkan bahwa responden memberikan tanggapan baik terhadap budaya organisasi yang ada di BPJS Kesehatan Cabang Banjar. Tanggapan tertinggi responden diberikan pada pernyataan responden terkait pegawai selalu memaksimalkan hasildari sebuah pekerjaan dengan sedikit sumber daya berupa dana, tenaga, dan waktu dengan skor yang diberikan sebesar 184. Sedangkan tanggapan terendah terdapat pada pernyataan pegawai berani mengutarakan pendapat demi kenyamanan bersama dengan skor yang diberikan sebanyak 162. Berdasarkan tabel interpretasi maka budaya organisasi pada di BPJS Kesehatan Cabang Banjar tinggi. Berdasarkan tanggapan responden terhadap variabel kepuasan kerja, tampak sebagaimana dalam rekapitulasi hasil penelitian sebagai berikut. Jurnal Manajemen dan Ekonomi Syariah - VOLUME 1. NO. JULI 2023 E-ISSN : 2988-2230. P-ISSN : 2988-2249. Hal 25-40 Rekapitulasi Hasil Penelitian No. Pernyataan Pegawai merasa besaran gaji yangDiberikan Sesuai dengan Porsi Kerja Pegawai Merasa di BPJS Kesehatan Memiliki Jenjang Karir yang Baik Pegawai Merasa Sejahtera Atas apa yang Diberikan Perusahaan/Organisasi Pegawai Merasa Puas Atas Waktu antara Bekerja dan Istirahat Pegawai Merasa Puas Atas Fasilitas Kerja yang Diberikan Pegawai Merasa BPJS Kesehatan Peduli dengan Kondisi Kesehatan yang Dialami Pegawainya Pegawai Berinteraksi Baik dengan Atasan dan Sesama Rekan Kerja Pegawai di BPJS Kesehatan \Terjalin Sangat Baik Pegawai Merasa Damai Bekerja di BPJS Kesehatan pegawai merasa tingkat stress diBPJS Kesehatan tidak terlalu tinggi Jumlah Perolehan nilai Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa tanggapan responden terhadap kpuasan kerja Hasil tersebut menunjukkan bahwa responden memberikan tanggapan baik terhadap kepuasan kerja pegawai di BPJS Kesehatan Cabang Banjar. Tanggapan tertinggi responden diberikan pada pernyataan responden terkait pegawai merasa sejahtera atas apa yang diberikan perusahaan/organisasi dengan skor yang diberikan sebesar 182. Sedangkan tanggapan terendah terdapat pada pernyataan pegawai berani mengutarakan pendapat demi kenyamanan bersama dengan skor yang diberikan sebanyak 162. Berdasarkan tabel interpretasi maka kepuasan kerja pada di BPJS Kesehatan Cabang Banjar dinyatakan tinggi . Berdasarkan deskripsi di atas, lebih jelasnya mengenai tanggapan responden terhadap variabel gaya kepemimpinan, tampak senagaimana dalam rekapitulasi hasil pnelitian sebagai Pengaruh Budaya Organisasi. Kepuasan Kerja Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai (Studi Pada BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banja. Rekapitulasi Hasil Penelitian No. Pernyataan Pegawai Merasa Pimpinan Selalu Menjelaskan Terkait Target Dengan Jelas Pegawai merasa pimpinan selalu menyusun strategi untuk target yang telah ditentukan Pegawai merasa pimpinan selalu membangun hubungan kerja yang baik antar pegawai internal Pegawai merasa pimpinan selalu membangun hubungan kerja yang baik dengan pihak eksternal Pegawai merasa pimpinan selalumemberikan arahan jelas terkait tujuan perusahaan/organisas Pegawai percaya dengan kemampuan pimpinan dalam memimpin organisasi Pegawai percaya pimpinan dapat memenuhiharapan atas tujuan organisasi Pegawai merasa pimpinan selalu mengambil keputusan tanpa musyawarah dengan pegawai Pegawai merasa pimpinan selalu mengambil keputusan dengan tepat Pegawai merasa pimpinan memiliki rasa empati dan kepedulian yang tinggi Jumlah Perolehan nilai Berdasarkan tabel du atas diketahui bahwa tanggapan responden terhadap gaya sebesar 1720 atau jika di rata-ratakan sebesar 172. Hasil menunjukkan bahwa responden memberikan tanggapan baik terhadap gaya kepeimpinan yang ada di BPJS Kesehatan Cabang Banjar. Tanggapan tertiunggi responden diberikan pada pernyataan responden terkait Pegawai merasa pimpinan selalu membangun hubungan kerja yang baik antar pegawai internal dengan skor yang diberikan sebesar 182. Sedangkan tanggapan terendah terdapat pada pernyataan pegawai merasa pimpinan selalu mengambil keputusan dengan tepat dengan skor yang diberikan sebanyak 162. Berdasarkan interpretasi, maka gaya kepemimpinan pada di BPJS Kesehatan Cabang Banjar termasuk kategori tinggi. Berdasarkan deskripsi di atas, lebih jelasnya mengenai tanggapan responden terhadap variabel kinerja pegawai, tampak sebagaimana dalam rekapitulasi hasil penelitian sebagai Jurnal Manajemen dan Ekonomi Syariah - VOLUME 1. NO. JULI 2023 E-ISSN : 2988-2230. P-ISSN : 2988-2249. Hal 25-40 Rekapitulasi Hasil Penelitian No. Pernyataan Pegawai Selalu Menyelesaikan Pekerjaan dengan Sempurn Pegawai selalu belajar lebih baik atas hasil kerja yang kurang baik Pegawai Selalu Menyelesaikan Tugas Dengan Kuantitas Kerja Yang Telah Ditentukan Pegawai Menyelesaikan Tugas Lebih Cepat Dari Waktu Yang Ditentukan Pegawai Selalu Kerja Tepat Waktu Pegawai selalu memanfaatkan sisa waktu untuk melakukan aktivitas lain Pegawai Selalu Menggunakan Sumber DayaSarana Sesuai Dengan Kebutuhan Pegawai selalu memaksimalkan sumber daya teknologi yang ada demi kinerja baik Pegawai lebih senang apabila bekerja tanpa diawasi Pegawai Mampu Mengerjakan Pekerjaan Yang Diberikan Tanpa Bimbingan Total Perolehan nilai Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa tanggapan responden terhadap Kinerja pegawai sebesar 1727. Hasil tersebut menunjukkan bahwa responden memberikan tanggapan baik terhadap kinerja pegawai yang ada di BPJS Kesehatan Cabang Banjar. Tanggapan tertiunggi responden diberikan pada pernyataan responden terkait Pegawai selalu memanfaatkan sisa waktuuntuk melakukan aktivitas lain dengan skor yang diberikan sebesar Sedangkan tanggapan terendah terdapat pada pernyataan Pegawai lebih senang apabila bekerja tanpa diawasi dengan skor yang diberikan sebanyak 162. Berdasarkan interpretasimaka kinerja pegawai pada di BPJS Kesehatan Cabang Banjar \ termasuk kategori PEMBUKTIAN HIPOTESIS Interprestasi hasil pengujian hipotesis melalui analisis regresi untuk pengaruh X1. X2 dan X3 terhadap Y dengan menggunakan program SPSS, penulis sajikan dalam tabel sebagai Pengaruh Budaya Organisasi. Kepuasan Kerja Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai (Studi Pada BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banja. Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Standardized Coefficients Std. Error (Constan. Budaya organisasi Kepuasan kerja Gaya Beta Sig. Dependent Variable: kinerjapegawa Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai, maka dilakukan beberapa langkah analisis data seperti uji korelasi, uji determinasi dan uji t. Ketiga langkah tersebut adalah sebagai berikut. Uji korelasi Berdasarkan pada tabel 4. 52 bahwa korelasi antara budaya organisasi terhadap kinerja pegawai sebesar 0,130, jika nilai tersebut di hubungkan dengan tabel 3. 2 berada di antara 200 dengan kriteria sangat rendah. Uji determinasi Berdasarkan hasil perhitungan SPSS pada tabel 4. 52 diketahui bahwa pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai, sebesar 0. 1302 X 100 = 1. Jika dikonsultasikan dengan kriteria analisis korelasi diketahui bahwa 1. 69% termasuk kategori sangat remdah. Artinya terdapat pengaruh sangat rendah dari budaya organisasi terhadap kinerja pegawai. Uji t Berdarkan tabel 4. 52 hasil perhitungan uji t diketahui bahwa t hitung lebih besar dari t table di atas bahwa thitung sebesar 1. 053 sedangkan ttabel dengan df 42 sebesar 2. 021 jika di bandingkan t hitng > ttabel 1. 053 > 2. dengan demikian terdapat pengaruh yang signifikan dari budaya organisasi terhadap kinerja pegawai. Artinya Ha yang berbunyi budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai. di tolak Jurnal Manajemen dan Ekonomi Syariah - VOLUME 1. NO. JULI 2023 E-ISSN : 2988-2230. P-ISSN : 2988-2249. Hal 25-40 Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Uji korelasi Berdasarkan pada tabel 4. 52 bahwa korelasi antara kepuasan kerja terhadap Kinerja Pegawai sebesar 0,301, jika nilai tersebut di hubungkan dengan tabel 3. 2 berada di antara 400 dengan kriteria rendah. Uji determinasi Berdasarkan hasil perhitungan SPSS pada tabel 4. 52 diketahui bahwa pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai, sebesar 0. 1302 X 100 = 9. Jika dikonsultasikan dengan kriteria analisis korelasi diketahui bahwa 9. 06 % termasuk kategori sangat remdah. Artinya terdapat pengaruh sangat rendah dari kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai. Uji t Berdarkan tabel 4. 52 hasil perhitungan uji t diketahui bahwa t hitung lebih besar dari t table di atas bahwa thitung sebesar 2. 204 sedangkan ttabel dengan df 42 sebesar 2. 021 jika di bandingkan t hitng > ttabel 2. 204 > 2. dengan demikian terdapat pengaruh yang signifikan dari kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai. Artinya Ha yang berbunyi kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai. di terima. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Uji korelasi Berdasarkan pada tabel 4. 52 bahwa korelasi antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai sebesar 0,584, jika nilai tersebut di hubungkan dengan tabel 3. 2 berada di antara nilai 0. 600 dengan kriteria cikup tinggi. Uji determinasi Berdasarkan hasil perhitungan SPSS pada tabel 4. 52 diketahui bahwa pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai, sebesar 0. 5842 X 100 =34. Jika dikonsultasikan dengan kriteria analisis korelasi diketahui bahwa 34. 1 % termasuk kategori remdah. Artinya terdapat pengaruh rendah dari gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai. Uji t Berdarkan tabel 4. 52 hasil perhitungan uji t diketahui bahwa t hitung lebih besar dari t table di atas bahwa thitung sebesar 6. 793 sedangkan ttabel dengan df 42 sebesar 2. 021 jika di Pengaruh Budaya Organisasi. Kepuasan Kerja Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai (Studi Pada BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banja. bandingkan t hitng > ttabel 6. 793 > 2. dengan demikian terdapat pengaruh yang signifikan dari gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai. Artinya Ha yang berbunyi gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai. di terima. Pengaruh Budaya Organisasi. Kepuasan Kerja dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. , gaya kepemimpinan, budaya organisasi, kepuasan kerja Berdasarkan tabel di atas, diketahu besarnya hubungan anatar variabel budaya organisasi, kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan dengan variabel kinerjapegawai sebesar 914, atau dalam kategori sangat kuat. Hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang kuat antara budaya organisasi, kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan dengan kinerja Artinya jika budaya organisasi, kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan meningkat, maka akan diikuti oleh peningkatan kinerja pegawai. Adjusted R square penelitian ini menunjukkan angka 0. 822 dan hasil tersebut menunjukan bahwa besarnya variasi variabel independen dalam mempengaruhi model persamaan regresi adalah sebesar 82. 2% dan sisanya sebesar 17. 8% dipengaruhi oleh faktorfaktor lain yang tidak masuk di dalam model regresi yang digunakan oleh penelitian ini Hasil perhitungan uji signifikansi dengan menggunakan uji f, diketahui sebagaimana dalam tabel berikut. ANOVAb Sum of Squares Model Mean Square Regression Residual Total Predictors: (Constan. , gaya kepemimpinan, budaya organisasi. Dependent Variable: kinerja pegawai Jurnal Manajemen dan Ekonomi Syariah - VOLUME 1. NO. JULI 2023 Sig. E-ISSN : 2988-2230. P-ISSN : 2988-2249. Hal 25-40 Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa nilai fhitung sebesar 67. 226 sedangkan ftabel dengan df 44 dimana df = n-2 . diferoleh hasil sebesar 4. Perolehan nilai tersebut menunjukkan bahwa f hitung > ftabel . 226 >4. dan nilai signifikansi 0,000 . ilai sig dibagi dua karena merupakan pengujian satu ara. yang berarti lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel terikat kinerja pegawai secara signifikan dipengaruhi oleh budaya organisasi, kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan. Sehingga hipotesis keempat diterima karena nilaisignifikansinya 0,000<0,05 PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh masing-masing variabel terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan hasil analisis, maka pembahasan mengenai penelitian ini adalah sebagai berikut: Analisis Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Hasil penelitian mendukung pernyataan hipotesis pertama di mana budaya organisasi ridak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Hal ini di tunjukkan berdasarkan asil perhitungan koefesien determinasi yang mnunjukkan adanya pengaruh yang cukup kuat terhadap kinerja pegawai. Hasil uji hipotesis secara parsial menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki taraf signifikansi 0,000 < 0,05 dengan nilai t hitung t tabel yang artinya kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan Tunggul Barita Parulian. Sawarni Hasibuan . yang menunjukkan bahwa Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan secara langsung di perusahaan jasa konstruksi adalah kepemimpinan dan kepuasan kerja. Budaya organisasi mempengaruhi kepuasan kerja secara langsung dan mempengaruhi kinerja karyawan secara tidak langsung melalui kepuasan kerja. Gaya kepemimpinan yangperlu diterapkan di perusahaan jasa konstruksi tersebut adalah gaya kepemimpinan partisipatif untuk meningkatkan kinerja karyawan dengan lebih baik lagi. Manajemen perusahaan jasa konstruksi dapat memperhatikan kesejahteraan karyawannya melalui gaji dan tunjangan/bonus yang relevan dengan tingkat tanggung jawab pekerjaan agar dapat meningkatkan kinerja karyawan. Budaya organisasi yang bersifat kekeluargaan serta tidak ada kesenjangan antara atasan danbawahan. akan membuat karyawan lebih berinisiatif untuk meningkatkan kinerjanya. Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Hasil penelitian mendukung pernyataan hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Hal ini ditunjukkan berdasarkan hasil perhitungan koefesien determinasi yang menunjukkan adanya pengaruh yang cukup kuat dari gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai. Hasil uji hipotesis secara parsial menunjukkan bahwa gaya kepemimpinanmemiliki taraf signifikansi 0,000 < 0,05 dengan nilai t hitung > t tabel yang artinyagaya kepemimpinan / berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan Bachtiar. dengan judul penelitian pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada PT. Bima Bangun Sentana. Hasil penelitian menunjukan bahwa gaya kepemimpinan mendapat respon sangat baik. Pengaruh Budaya Organisasi. Kepuasan Kerja dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Hasil penelitian mendukung pernyataan hipotesis keempat yang menyatakan bahwa budaya organisasi, kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Hal ini ditunjukkan berdasarkan hasil perhitungan koefesien Jurnal Manajemen dan Ekonomi Syariah - VOLUME 1. NO. JULI 2023 E-ISSN : 2988-2230. P-ISSN : 2988-2249. Hal 25-40 determinasi yang menunjukkan adanya pengaruh yang cukup kuat dari budaya organisasi, kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai. Hasil uji hipotesis secara parsial menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan memiliki taraf signifikansi 0,000 < 0,05 dengan nilai f hitung >f tabel yang artinya budaya organisasi, kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Frans Sudirjo . , dengan judul penelitian AuPengaruh Budaya Organisasi. Gaya Kepemimpinan DanKepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Komitmen Organisasional Sebagai Variabel Interverning (Studi Pada Rumah Sakit Pt Vale Soroako. Sulawesi Selata. Ay. Perolehan hasil penelitian bahwa erdasarkan hasil analisis danpembahasan di atas dapat disimpulkan: . Budaya Organisasi mempengaruhi Kinerja Pegawai . Gaya Kepemimpinan mempengaruhi Kinerja Pegawai . Kepuasan Kerja mempengaruhi Kinerja Pegawai . Budaya Organisasi. Gaya Kepemimpinan Dan Kepuasan Kerja secara simultan mempengaruhi kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil. Begitu juga dengan hasil penelitian yang di lakukan oleh Reni Larasati . , bahwa Budaya organisasi dan kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerjaorganisasi publik, sedangkan variable gaya kepemimpinan tidakberpengaruh terhadap kinerja organisasi publi. SIMPULAN Bertolak dari hasil penelitian dan pembahasan, maka terdapat beberapa kesimpulan sebagai berikut. Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikan Terhadap Kinerja Pegawai. Artinya jika budaya organisasi meningkat, maka kinerja pegawai jugaikut meningkat. Kepuasan Kerja berpengaruh positif dan signifikan Terhadap Kinerja Pegawai. Artinya jika kepuasan kerja meningkat, maka kinerja pegawai juga ikut meningkat. Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan Terhadap Kinerja Pegawai. Artinya jika gaya kepemimpinan meningkat, maka kinerja pegawai juga ikut meningkat. Budaya organisasi, kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan Terhadap Kinerja Pegawai. Artinya jika Budaya organisasi, kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan meningkat, maka kinerja pegawai jugaikut meningkat Pengaruh Budaya Organisasi. Kepuasan Kerja Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai (Studi Pada BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banja. DAFTAR PUSTAKA