Al-Liqo: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM P-ISSN: 2461-033X | E-ISSN: 2715-4556 Teori Belajar Sosial dalam Perspektif Hadits-Hadits Akidah Akhlak Zainal Arifin. Abdul Hayyie Al Kattani. Akhmad Alim. Abas Mansur Tamam. Imas Kania Rahman. 1, 2, 3, 4, . Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor. Jawa Barat. Indonesia abuhazim568@gmail. Abstract Islam is the perfect religion, the Messenger of Allah is the most noble Messenger, so all of his teachings and his entire life describe this glory, including in carrying out his duties as an Apostle, reciting the Qur'an, teaching it and guiding his people to purify their souls, so that all learning theories are true. has been portrayed and exemplified by the Prophet SAW including social learning Because in this short article several hadiths and histories are mentioned as examples of the form of social learning theory even though it is limited to hadith hadiths in the chapter on faith and morals, even though in fact there are many examples of social learning in theory in the sunnah of the Prophet SAW with his companions who always get outpourings knowledge. Social learning theory can be seen from the observations and observations, retention, reproduction and motivation. If the above is realized, then the social learning theory materializes. Hopefully, from the examples of the Prophet's hadiths, social learning theory can be additional knowledge and belief in the perfection of Islamic teachings. Keywords: Learning. Islam, social Abstrak Teori sosial belajar, atau Social Learning Theory (SLT), dikembangkan oleh Albert Bandura. Teori ini menekankan pentingnya observasi, peniruan, dan pemodelan dalam proses belajar seseorang. Bandura mengajukan bahwa orang dapat belajar melalui pengamatan terhadap perilaku orang lain, serta konsekuensi dari perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teori sosial belajar yang dicontokan Rasulullah SAW melalui hadits-hadits. Oleh karena dalam tulisan singkat ini disebutkan beberapa hadits dan riwayat sebagai contoh dari bentuk teori belajar sosial walaupun dibatasi dengan hadits-hadits pada bab akidah dan akhlak, walaupun sesungguhnya contoh belajar sosial sangatlah banyak didapatkan teorinya dalam sunnah Nabi Saw bersama para sahabatnya yang selalu mendapatkan curahan ilmunya. Teori belajar sosial dapat terlihat dari adanya observasi dan pengamatan, retensi, reproduksi dan motivasi. Apabila hal di atas terwujud maka terwujudlah sesungguhnya teori belajar sosial itu. Semoga dari contoh hadits-hadits Rasul akan teori belajar sosial bisa menjadi tambahan ilmu dan keyakinan akan sempurnanyaajaran Islam Kata Kunci: Belajar. Islam. Sosial Cara Mensitasi Artikel: (APA . Arifin. Kattani. Alim. Tamam. , & Rahman. Teori belajar sosial dalam perspektif hadits-hadits akidah akhlak. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam, 9. , 52-68. https://doi. org/10. 46963/alliqo. *Corresponding Author: abuhazim568@gmail. Histori Artikel: Diterima Direvisi Diterbitkan Editorial Address: Kampus Parit Enam. STAI Auliaurrasyidin Tembilahan. Jl. Gerilya No. Tembilahan Barat. Riau Indonesia 29213. : 24/06/2023 : 29/06/2024 : 30/06/2024 DOI: https://doi. org/10. 46963/alliqo. AAuthors . Licensed under (CC-BY-SA) Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Zainal Arifin. Abdul Hayyie Al Kattani. Akhmad Alim. Abas Mansur Tamam. Imas Kania Rahman Teori Belajar Sosial dalam Perspektif Hadits-Hadits Akidah Akhlak PENDAHULUAN Islam sebagai Din yang mulia dan lengkap memberikan tuntunan yang terbaik dan sempurna untuk kehidupan manusia dialam dunia menuju akhirat, setiap langkah gerak seorang hamba Allah diberikan tuntunan dan acuannya, ini merupakan tanda bukti dari Rahman dan Rahim Allah terhadap manusia yang telah diciptakannya. Allah menginginkan segala kebaikan untuk hamba-Nya sehingga mengutus rasul-Nya dalam bentuk manusia sebagai pemberi petunjuk yang bias langsung diikuti dan dicontoh dalam menjalani kehidupan dengan segala aspeknya sebagaimana Allah pun telah menurunkan Al-qurAoan sebagai petunjuk yang tidak dibatasi dengan waktu dan usia seperti seorang Nabi dan Rasul yang wafat diusia yang telah ditentukan. Diantara bagian yang akan dibahas dalam tulisan ini bertalian dengan teori belajar sosial, dimana kalau kita melihat wahyu yang pertama turun yaitu surah al alaq ayat 1-5 memerintahkan kita untuk membaca yang merupakan pintu utama seseorang dalam belajar sehingga konsep-konsep belajar pun sesungguhnya telah disampaikan oleh Rasulullah yang merupakan guru terbaik yang telah melahirkan generasi terbaik sepanjang zaman dan telah terbukti apa yang menjadi hasilnya sehingga Allah pun menyatakan bahwa generasi Rasulullah dengan para sahabatnya adalah generasi terbaik sebagaimana disebutkan dalam al QurAoan: a e a e a a a e a e a a e a e a a e a e a e a e a a e a ca e a e a caa a e a e a e a e eAcEEA ea AIOI aEIO aAOINOI aIEIIE aO aIIOI aA a AEIIe OI s a aEEIA a e a e a a a a e a a a e a e a e a a e e a ca U e a a a a e a e a a a e a a e eAe aIINIEI aIIOIOENIEA aCOIA eeAOEOIINEE aE aEEIOENIA AuKamu . mat Isla. adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia . kamu menyuruh . yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Seandainya Ahlul kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik. Ay (Ali Imran: . Ibnu katsir Rahimahullah menyebutkan banyak pendapat terkait ayat di atas, lalu beliau menyimpulkan bahwa sesungguhnya ayat ini bersifat umum untuk semua ummat, setiap zaman sesuai dengan kondisi dan keadaannya, dan sebaik53 Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Zainal Arifin. Abdul Hayyie Al Kattani. Akhmad Alim. Abas Mansur Tamam. Imas Kania Rahman Teori Belajar Sosial dalam Perspektif Hadits-Hadits Akidah Akhlak baik zaman dari ummat ini adalah mereka yang diutus padanya Rasulullah Saw, kemudian generasi berikutnya dan berikutnya. Konsep belajar sosial yang merupakan salah satu dari sekian banyak konsep belajar yang sesungguhnya juga sudah dicontohkan oleh Rasulullah dalam kehidupannya bersama para sahabatnya. Kita akan mencoba membahasnya lebih rinci teori belajar ini dalam perspektif hadits-hadits akidah akhlak. Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru dan keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungannya (Suyono & Hariyanto, 2012: . Belajar dilakukan melalui berbagai macam teori dan pendekatan sesuai dengan karakteristik tertentu yang ada pada diri pebelajar dan juga pada mata pelajaran itu sendiri, karena setiap disiplin ilmu memiliki metode dan cara dalam mempelajarinya sehingga akan menghasilkan buah yang optimal. Menurut Gagne, pembelajaran dapat diartikan sebagai: Seperangkat sumber belajar dan prosedur yang menunjang keberlangsungan akan berjalannya proses belajar (Pribadi, 2011: . Belajar yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan pemanfaatan lingkungan belajar yang optimal merupakan pembelajaran yang terbaik (Hariyanto & Mustafa, 2020: . Usia peserta didik tentu akan sangat berpengaruh dalam bagaimana pendidikan itu harus disampaikan sehingga perbedaan usia harus menjadi point yang tidak boleh terabaikan (Masgumelar & Dwiyogo, 2020: . , sehingga guru perlu melakukan analisis kebutuhan mengenai perkembangan peserta didik yang beragam. Setiap siswa itu unik, sehingga apabila terdapat siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar sebaiknya guru memberikan perlakuan khusus dalam pembelajaran (Mustafa & Winarno, 2020: METODE Penelitian ini berjenis penelitian pustaka . ibrary researc. dengan menggunakan analisisisi . ontent analysi. untuk menemukan tentang penjelasan teori belajar social dalam hadits-hadits akidah akhlak sehingga bias menjadi dalil dan bukti serta penguatakan kesempurnaan ajaran Islam dalam segala aspek Dan juga menunjukkanakan kehebatan Rasulullah Saw dalam mendidik Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Zainal Arifin. Abdul Hayyie Al Kattani. Akhmad Alim. Abas Mansur Tamam. Imas Kania Rahman Teori Belajar Sosial dalam Perspektif Hadits-Hadits Akidah Akhlak para sahabatnya sehingga menjadi generasi terbaik. Penulisakan memaparkan hasil analisa hadits yang bersifat maudhui dengan menggunakan ayat dan hadits yang terkait sebagai pembahasan berupa teori belajar sosial. HASIL DAN PEMBAHASAN Menurut Mc Keachie dalam Grendel . 1: . : Teori adalah seperangkat azaz yang tersusun tentang kejadian-kejadian tertentu dalam dunia nyata. Menurut Hamzah . 3: . Teori merupakan seperangkat preposisi yang di dalamnya memuat tentang ide, konsep, prosedur dan prinsip yang terdiri dari satu atau lebih variabel yang saling berhubungan satu sama lainnya dan dapat dipelajari, dianalisis dan diuji serta dibuktikan kebenarannya. Dari dua pendapat di atas maka pengertian teori dapat diintisarikan dan disimpulkan bahwa : Teori adalah seperangkat azaz tentang kejadian-kejadian yang di dalamnya memuat ide, konsep, prosedur dan prinsip yang dapat dipelajari, dianalisis dan diuji kebenarannya. Pengertian Belajar Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, secara etimologis belajar berarti Auberusaha memperoleh kepandaian atau ilmuAy. Defenisi ini mengandung makna bahwa belajar adalah merupakan aktifitas untuk mencapai kecakapan, kepandaian, kemahiran atau ilmu. Di sini, usaha untuk mencapai kepandaian atau ilmu merupakan usaha manusia dalam memperoleh yang belum dipunyai sebelumnya. Sehingga dengan proses belajar itu manusia menjadi tahu, memahami, mengerti, dapat melaksanakan dan memiliki sesuatu. Defenisi belajar secara etimologis di atas mungkin sangat singkat dan sederhana sehingga memerlukan penjelasan terminologis, mengenai defenisi belajar yang lebih mendalam. Dalam hal ini banyak ahli yang mengemukakan defenisi belajar. Cronbach . alam Ridwan Abdullah: 2. menyatakan Learning is shown by change in behavior as result of experience. Belajar yang terbaik adalah melalui pengalaman. Pelajar menggunakan seluruh panca indranya berdasarkan Pendapat Cronbach adalah perubahan perilaku yang relative tetap dan terjadi sebagai hasil latihan atau pengalaman. Jadi proses yang dapat Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Zainal Arifin. Abdul Hayyie Al Kattani. Akhmad Alim. Abas Mansur Tamam. Imas Kania Rahman Teori Belajar Sosial dalam Perspektif Hadits-Hadits Akidah Akhlak menyebabkan perubahan tingkah laku disebabkan adanya reaksi terhadap suatu situasi tertentu atau adanya proses internal yang terjadi di dalam diri seseorang. Perubahan ini terjadi bukan karena adanya warisan genetic atau respons alamiah, kedewasan, atau keadaan organisme yang bersifat temporer, seperti kelelahan, pengaruh, obat-obatan, rasa takut dan sebagainya, melainkan perubahan dalam pemahaman, perilaku, persepsi, motivasi atau gabungan semua. Gagne . alam Dahar: 2011: . mengatakan bahwa belajar dapat didefenisikan sebagai suatu proses di mana suatu organisasi berubah perilakunya akibat pengalaman. Syaiful Bahri Djamara . alam Khadijah: 2011: . menyatakan belajar merupakan suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang dipelajari. Selanjutnya, belajar dalam pengertian lain yaitu suatu upaya untuk menguasai sesuatu yang baru. Konsep ini mengandung dua hal. Usaha untuk menguasai, hal ini bermakna menguasai dalam belajar. Suatu yang baru yang diperoleh dari aktifitas belajar. Dari beberapa defenisi tentang belajar seperti yang dikemukakan, maka dapat dinyatakan bahwa belajar adalah suatu proses yang dilakukan secara sadar oleh peserta didik untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap melalui pengalaman-pengalaman yang dibuat guru agar berlangsung permanen. Belajar terjadi terkadang karena inisiatif individu dan terkadang karena lingkungan dan kondisi sehingga mengharuskan seseorang belajar. Biasanya lingkungan yang kondusif dapat mencapai perkembangan individu secara optimal (Sani: 2013: . Istilah pembelajaran merupakan terjemahan kata AuInstructionAy. Menurut Arief S Sadirman . alam Tim UPI: 2. menjelaskan, pembelajaran tidak hanya dalam konteks instruktur dalam murid di dalam kelas formal, tetapi meliputi kegiatan belajar mengajar yang tak dihadiri oleh pengajar secara fisik. Di dalam kata pembelajaran ditetapkan pada kegiatan belajar siswa melalui usahausaha yang terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses Pengertian Teori belajar Setelah mencermati dan membaca apa yang dituliskan para ahli maka teori belajar dapat diikhtisarkan dengan suatu teori yang di dalamnya terdapat tata cara Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Zainal Arifin. Abdul Hayyie Al Kattani. Akhmad Alim. Abas Mansur Tamam. Imas Kania Rahman Teori Belajar Sosial dalam Perspektif Hadits-Hadits Akidah Akhlak pengaplikasian kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa, perancangan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan di kelas maupun di luar kelas. Pengertian Teori Belajar Sosial Albert Bandura merupakan salah satu tokoh utama yang mengembangkan teori Belajar Sosial. Dalam teori ini. Bandura menekankan pentingnya mengamati, mencontoh, dan meniru perilaku, sikap, atau reaksi emosional orang lain dalam proses belajar. konsep kunci dalam teori sosial belajar: Observational Learning (Pembelajaran Observasiona. Orang belajar dengan mengamati perilaku orang lain dan konsekuensi dari perilaku tersebut. Mereka dapat meniru . perilaku yang mereka lihat, terutama jika mereka menganggapnya bermanfaat atau menarik. Modeling (Pemodela. Ini adalah proses di mana individu meniru perilaku yang mereka amati dari model. Model bisa siapa saja, seperti orang tua, guru, teman, atau bahkan karakter dalam media. Reinforcement and Punishment (Penguatan dan Hukuma. Penguatan positif atau negatif dapat mempengaruhi apakah perilaku yang diamati akan ditiru atau tidak. Jika perilaku yang ditiru mendapatkan hasil yang diinginkan . , individu lebih mungkin untuk mengulangi perilaku tersebut di masa mendatang. Sebaliknya, jika perilaku diikuti oleh konsekuensi negatif . , individu mungkin tidak akan menirunya lagi. Self-efficacy (Efikasi Dir. Konsep ini merujuk pada keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk melakukan tugas tertentu atau mencapai tujuan. Bandura menekankan bahwa efikasi diri yang tinggi dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan seseorang untuk belajar dari model. Attention (Perhatia. Untuk belajar melalui observasi, seseorang harus memperhatikan model. Faktor-faktor seperti kejelasan dan relevansi dari perilaku yang diamati, serta karakteristik model, dapat mempengaruhi perhatian individu. Retention (Retens. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Zainal Arifin. Abdul Hayyie Al Kattani. Akhmad Alim. Abas Mansur Tamam. Imas Kania Rahman Teori Belajar Sosial dalam Perspektif Hadits-Hadits Akidah Akhlak Agar perilaku yang diamati dapat ditiru, individu harus mampu menyimpan informasi tentang perilaku tersebut dalam ingatan mereka. Reproduction (Reproduks. Setelah memperhatikan dan mengingat perilaku, individu harus mampu mereproduksi atau meniru perilaku tersebut. Ini memerlukan kemampuan fisik dan mental untuk melaksanakan tindakan yang diamati. Motivation (Motivas. Motivasi memainkan peran penting dalam apakah individu akan meniru perilaku yang diamati. Motivasi dapat dipengaruhi oleh faktor internal . eperti kebutuhan dan keinginan pribad. dan eksternal . eperti penguatan sosia. Inilah pengertian teori belajar sosial yang dikutip dari Simply Psychologi. Dalam Memahami konsep teori belajar sosial terdapat tiga konsep yang menjadi dasar, yaitu: Manusia Bisa Belajar Lewat Observasi Salah satu eksperimen psikologi yang paling terkenal adalah eksperimen dengan boneka dilihat, studi Bandura mengobservasi bagaimana orang dewasa bertindak kasar terhadap Bobo. Maka tatkala mereka diminta bermain dalam sebuah ruangan bersama Bobo, anak-anak mulai meniru tindakan agresif, seperti yang dilihat sebelumnya. Dari situ. Bandura mengidentifikasi tiga konsep dasar dari pembelajaran observatif: Model langsung atau live model yang melibatkan individu melakukan sesuatu. Model simbolik yang melibatkan karakter fiksi atau non fiksi lewat buku, film, program televisi, dan media online. Model instruksi verbal dengan deskripsi dan penjelasan dari sebuah perilaku. Sesungguhnya konsep manusia belajar lewat observasi adalah merupakan konsep yang sangat banyak di tekankan dalam Al-QurAoan di dalam banyak ayat, misalnya adalah dalam firman Allah Swt dalam surah Al-Ghasyiyah ayat 17-20: e a a e a e a a aa e a a a e a a ca a a e a a aea eA eOa EOAeA eOa EOeEI aeEOAe aeAeAEeOI aOI aeEOeE a a aeOAe aECA ae a a e a a aea e a a aea e eeAeOa EOeE aeEOAe aAeAeOAeI a a AEA Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Zainal Arifin. Abdul Hayyie Al Kattani. Akhmad Alim. Abas Mansur Tamam. Imas Kania Rahman Teori Belajar Sosial dalam Perspektif Hadits-Hadits Akidah Akhlak Artinya: Tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan? Bagaimana langit ditinggikan? Bagaimana gunung-gunung ditegakkan? Bagaimana pula bumi dihamparkan?Ay. Syaikh Abdurrahman Nashir AssaAodiy dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah Swt. mendorong orang orang yang tidak membenarkan dan meyakini Rasulullah Saw dan orang yang lain secara umum untuk memikirkan dan memperhatikan makhluk ciptaan Allah yang menunjukkan akan keesaan Allah Swt. Kondisi Mental Berperan Penting Dalam Proses Pembelajaran Konsep teori pembelajaran social selanjutnya adalah pengaruh kondisi mental terhadap proses pembelajaran anak. Bandura menekankan bahwa factor lingkungan bukan satu-satunya faktor yang berpengaruh terhadap cara manusia berperilaku. Faktor lain dapat bersumber dari dalam diri . Kondisi mental dan motivasi juga turut menentukan apakah seorang anak mengadaptasi sebuah perilaku atau tidak. Faktor intrinsic ini bias berupa rasa bangga, kepuasan, hingga pencapaian atas target tertentu. Adanya pemikiran internal dan kognisi dianggap membantu menghubungkan teori belajar sosial dengan kognitifnya. Perpaduan dua hal ini disebut oleh Bandura sebagai teori kognitif sosial. Kalau merujuk kepada hal di atas maka tentulah kondisi mental seseorang sangatlah mempengaruhi proses pembelajaran tersebut, dalam satu riwayat dijelaskan bagaimana Fatimah RA, putrid Rasulullah tercinta mengajukan kepada ayahandanya untuk bias dicarikan pembantu yang bias membantunya dalam mengurusi rumah tangga beliau bersama Ali bin Abi Thalib namun Rasulullah Saw memberikan solusi yang baik dan itu pun bias diterima oleh putrinya yaitu berupa ucapan tasbih, tahmid dan takbir yang hendaknya selalu dilantunkan dalam kehidupan berumah tangga sehingga dengannya segala beban hidup akan menjadi ringan, solusi ini mudah diterima oleh putri Rasul Fatimah karena kesiapan mental beliau RA. Dengan apa saja yang menjadi arahan dan bimbingannya (Imam Bukhari 1981: . Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Zainal Arifin. Abdul Hayyie Al Kattani. Akhmad Alim. Abas Mansur Tamam. Imas Kania Rahman Teori Belajar Sosial dalam Perspektif Hadits-Hadits Akidah Akhlak Belajar Sesuatu Tidak Menjamin Perubahan Perilaku Salah satu pertanyaan yang mungkin dilontarkan seputar teori ini adalah: kapan menentukan sesuatu telah dipelajari anak? Pada banyak kasus, belajar atau tidaknya anak bias terlihat langsung ketika mereka menunjukkan perilaku baru. Contohnya, anak belajar mengayuh sepeda setelah melihat bagaimana caranya. Namun, terkadang hasil dari proses observasi ini tidak langsung terlihat. Inilah yang menambahkan prinsip bahwa apa pun yang dilihat anak baik secara langsung maupun tidak, bukanlah kunci perubahan perilaku mereka. Rasulullah Saw sebagai seorang Rasul betapa banyak memberikan pengajaran dan pembelajaran kepada umatnya dari hal yang besar dan prinsip hingga hal-hal yang kecil dan sederhana, seperti bagaimana Rasulullah memerintahkan dan mengajarkan beristinja sehingga menyebutkan akan adanya siksa di kubur bagi seseorang tidak beristinja dari buang hajatnya (Ibnu Abi Syaibah 1409: . namun apa yang diajarkan dan disampaikan Rasul tersebut masih ada orang orang yang belum tergerak untuk melaksanakannya bahkan tidak merubah sikap dan perilakunya. Ini mengisyaratkan bahwa pembelajaran dan ilmu tidak selalu dan selamanya bias merubah perilaku seseorang. Cara efektif menerapkan teori belajar sosial pada anak berdasarkan konsep yang telah dijelaskan Albert Bandura, yaitu adanya beberapa langkah yang bias dilakukan untuk memastikan aplikasi teori social learning berlangsungefektif. Setidaknya ada 4 hal yang perlu dicermati : Perhatian Untuk bias belajar, seorang anak harus memberikan atensi atau perhatiannya dalam proses belajar mengajar tersebut. Apa pun yang mengalihkan atau memalingkan perhatian mereka dapat berdampak buruk pada proses pembelajaran Hal itu bias berupa salah paham kalau itu memerlukan kepahaman atau bisa salah meniru jika pelajaran tersebut berupa contoh dan lainnya. Retensi Kemampuan untuk menyimpan informasi juga penting setelah anak melihat dan mengamati. Ada banyak faktor yang berpengaruh terhadap hal ini, terutama dalam kemampuan untuk menyerap hal baru. Semakin kuat sang anak dalam Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Zainal Arifin. Abdul Hayyie Al Kattani. Akhmad Alim. Abas Mansur Tamam. Imas Kania Rahman Teori Belajar Sosial dalam Perspektif Hadits-Hadits Akidah Akhlak merekam dan menyimpan informasi serta maklumat maka semakin mudah pula teori belajar sosial ini bias terwujudkan bagi anak tadi. Reproduksi Setelah memberikan perhatian dan menyimpannya, tiba saatnya untuk melakukan tindakan yang telah dipelajari. Inilah peran penting dari latihan sehingga perilaku barunya dapat semakin terasah. Semakin banyak berlatih maka semakin banyak pula yang bisa dihasilkan dan pastinya akan semakin baik Motivasi Tahap terakhir untuk memastikan proses belajar berlangsung lancer adalah motivasi untuk meniru perilaku yang telah dilihat. Konsep pemberian hadiah atau hukuman bias menjadi cara menggali motivasi. Contohnya, melihat teman sebaya mendapat hadiah saat tiba di kelas tepat waktu. Atau sebaliknya, melihat teman dihukum karena terlambat masuk kelas. Islam sebagai Din yang benar dan diyakini akan kesempurnaannya, yang mana Rasulullah Saw menjadi tauladannya tentu telah menyampaikan risalah Islam secara utuh dan menyeluruh sehingga Allah menegaskan akan fungsi Rasulullah Saw sebagai Rasul yang diutus sebagaimana disebutkan dalam ayat ke 2 surah Al JumuAoah: e a a a a a a e e aa a e e a a e a e a e a e Ue a a a a e a a a e ca a a eAeIINIeOEOeEO aNIeO a ncNeOO aEO aNIeOO aEINIeE aEA a AeNOeE aOe aeAOeE aI ncOIeOEA a a a a e ea a e a e e ca a a a AaOA e eesoAeIIeC e aAOeE sEeI aO sIA a AEEIeOa IeEIOA Artinya: AuDialah yang mengutus seorang Rasul (Nabi Muhamma. kepada kaum yang buta huruf dari . mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan . mereka, serta mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-QurAoa. dan Hikmah (Suna. , meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. Mencermati ayat di atas, bahwa sesungguhnya tugas seorang Rasul meliputi beberapa point besar dan penting: Membacakan ayat-ayat Allah yang diturunkan kepadanya Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Zainal Arifin. Abdul Hayyie Al Kattani. Akhmad Alim. Abas Mansur Tamam. Imas Kania Rahman Teori Belajar Sosial dalam Perspektif Hadits-Hadits Akidah Akhlak Menjadikan mereka yang ummi tersebut orang orang yang suci hatinya dengan iman sebagaimana dikatakan Ibnu Abbas Ra. Mengajarkan Al-qurAoan dan sunnahnya sebagaimana pendapat Alhasan (Muhammad ibn ahmad al-qurthubi 1. Point ketiga inilah yang menjadi point terpenting dalam proses belajar, dimana Rosulullah Saw sebagai seorang guru yang mumpuni dalam menyampaikan ilmu karena mendapatkan bimbingan langsung dari Allah Swt, sehingga seluruh teori belajar sesungguhnya telah dilakukan dan dilaksanakan oleh Rasulullah Saw, termasuk teori belajar sosial dengan segala sisinya, hal itu dapat dilihat dari beberapa riwayat yang menjelaskan akan penerapan teori tersebut. Dalam kajian dan tulisan ini akan dibatasi dengan riwayat-riwayat yang menggambarkan akan penerapan teori belajar sosial dalam hadits-hadits akidah Hadits yang pertama adalah hadits yang menjelaskan akan proses dari teori belajar sosial berupa memperhatikan dan melihat, yaitu hadits tentang seseorang yang akan menjadi penghuni syurga. AAENO NA AO NA :aAEN aI AaCaEA a acEEA a acEEA a A eI aaO N aaO aea aA a AEa eO aN aOA a AOA A a NI a aeaOUc aaO EINa NA:aA eINA a AA A OCOIAUA ( NEE OE E N OA:A CEA. aA aIEaNa aaEa E aINA a A auaAUA aI sEA a AEaOA a AaENIaOA A aO a aaO NAUaEa eE aI eEaOaA A aOENaOA:aA CaEA. ) aAIA AE NA a aA aOAUa a AAO aI a aIA a AE aEa eE aI eA aOA AAENO NA aA NNA a acEEA a aA aE a aOAUaAIa eAaO a aO aNA a A ( aI eIA:AEN aIA a AEa eO aN aOA a AOA ca A Ca aE EIN aAUA AaEa NI aOENOA. AEaO aNaA a A Aa eEOa eIAUA a auEaO a a sE aI eI a eN aE eE aIN aA a Aa eI Oa eIA )506/2 UA e auEaO aN. (ON EOA Artinya : Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu : Sesungguhnya ada seorang arab dari pedalaman datang ke Nabi Saw lalu berkata : Tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang apabila aku mengerjakannya aku akan masuk syurga, maka Nabi bersabda : Hendaklah engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekukan-Nya dengan apapun, mendirikan shalat yang wajib, menunaikan zakat yang wajib, dan shaum Ramadhan. Lalu ia berkata: Demi (Alla. Yang diriku di tangan-Nya, aku tidak akan menambah dari hal ini. Maka tatkala ia telah pergi. Nabi Saw bersabda: Barangsiapa yang suka untuk melihat seseorang dari penghuni syurga maka lihatlah dia. (HR. Al-Bukhar. Hadits di atas menjelaskan bagaimana Rosulullah Saw memerintahkan para sahabat yang hadir di majlis tersebut untuk bisa melihat contoh seseorang yang masih hidup di dunia, namun sudah akan menjadi penghuni syurga kelak karena Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Zainal Arifin. Abdul Hayyie Al Kattani. Akhmad Alim. Abas Mansur Tamam. Imas Kania Rahman Teori Belajar Sosial dalam Perspektif Hadits-Hadits Akidah Akhlak amalannya, sehingga dengannya bisa ditiru dan berbuat sepertinya sehingga apa yang menjadi balasan untuknya berupa syurga juga bisa didapatkan oleh orang yang meniru dan mencontoh amalannya, ini merupakan salah satu contoh pembelajaran Rasul Saw kepada para sahabatnya berupa teori belajar sosial. Hadits ini merupakan hadits akhlak seorang muslim yang akan menjadi penghuni syurga, yang mana Rasulullah menggunakan teori belajar sosial padanya dengan cara melihat kemudian mencontoh sehingga diharapkan dengannya banyak orang yang akan menjadi penghuni syurga. Ada beberapa orang yang disebutkan dalam hadis dan riwayat Islam sebagai mereka yang sudah dijamin masuk surga ketika masih hidup di dunia. Beberapa di antaranya adalah: Abu Bakar Ash-Shiddiq: Khalifah pertama setelah Rasulullah SAW, dikenal dengan keimanannya yang kokoh dan pengorbanannya yang besar untuk Islam. Umar bin Khattab: Khalifah kedua, dikenal dengan keadilannya dan keberaniannya dalam menegakkan kebenaran. Utsman bin Affan: Khalifah ketiga, dikenal dengan kedermawanannya dan perannya dalam memperluas wilayah Islam. Ali bin Abi Thalib: Khalifah keempat, dikenal dengan ilmu dan keberaniannya, serta sebagai sepupu dan menantu Rasulullah SAW. Zubair bin Awwam: Sahabat Rasulullah yang terkenal dengan keberanian dan Talhah bin Ubaidillah: Sahabat yang terkenal dengan pengorbanannya dalam Perang Uhud. Abdurrahman bin Auf: Sahabat yang dikenal sebagai saudagar yang kaya raya namun sangat dermawan. SaAoad bin Abi Waqqas: Salah satu dari sepuluh orang yang dijamin masuk surga, dikenal dengan keterampilan militernya. SaAoid bin Zaid: Salah satu dari sepuluh orang yang dijamin masuk surga, dikenal dengan kesetiaannya kepada Rasulullah SAW. Abu Ubaidah bin Al-Jarrah: Sahabat yang terkenal dengan amanahnya dan peran pentingnya dalam penaklukan-penaklukan Islam. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Zainal Arifin. Abdul Hayyie Al Kattani. Akhmad Alim. Abas Mansur Tamam. Imas Kania Rahman Teori Belajar Sosial dalam Perspektif Hadits-Hadits Akidah Akhlak Mereka adalah sebagian dari sahabat-sahabat Rasulullah SAW yang dikenal dengan julukan "Asharah Mubasharah", atau sepuluh orang yang dijamin masuk Selain mereka, ada juga beberapa wanita seperti Khadijah binti Khuwailid . stri pertama Rasululla. dan Fatimah Az-Zahra . utri Rasululla. yang dijamin masuk surga. Hadis-hadis yang menyebutkan mereka adalah: Dari Abdurrahman bin 'Auf. Rasulullah SAW bersabda: "Abu Bakar di surga. Umar di surga. Utsman di surga. Ali di surga. Thalhah di surga. Zubair di surga. Abdurrahman bin 'Auf di surga. Sa'ad bin Abi Waqqas di surga. Sa'id bin Zaid di surga dan Abu Ubaidah bin AlJarrah di surga. " (HR. At-Tirmidzi dan Ahma. Hadits kedua merupakan hadits yang menjelaskan akan adanya proses retensi dan proses reproduksi yang merupakan bagian dari teori belajar sosial. AEN aIA a ANI uaEaO aA a aENO NEEA a A eIA a AEa eO aN aOA a aAO aE NEEA a A a a a aeaOA:aA e a NEEa aeI a e s CaEA a A " aI eIA:aA aO Ue CaEA UaA aI aNA a A aEA a A aO aA:A AaCa aE a aaNa aIAUAaO e a aEIa aNA a AO EINA a AO aEA ca aA AUANEEA e AeaE aI Cae aE a aA UAOA a A Oa aA:A aOCa aE e aU" aA aIEaNA a AaO aA a AA a aAIA a e A au NI a aAUaAO aE NEEA AEa NA e AIaEa aA a AA )AU a a eE a NEEa "A )ON EONCOA a a a ea eIaO a a eI s aA a A " aE Oaa aE aEA:aA CaEAUAN a aNA Artinya: Dari Abdullah bin Bisyria berkata: Telah datang dua orang arab dari pedalaman kepada Rasulullah Saw dan bertanya kepadanya : yang pertama berkata : Wahai Rasulallah, orang yang bagaimana yang terbaik? Beliau menjawab : orang yang panjang umurnya dan baik Yang kedua bertanya :Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat-syariat Islam itu telah banyak untukku, maka tunjukkanlah aku dengan suatu perkata yang aku bias berpegang teguh dengannya, maka Rasulpun menjawab: Hendaknya lisanmu selalu basah dengan dzikir kepada Allah. (HR. Al-Baihaqiy 3/. Hadits ini merupakan bagian dari yang bisa dicermati akan proses retensi dan reproduksi dari apa yang telah diajarkan Rasulullah kepada para sahabatnya, yang mana sahabat tersebut menjelaskan akan sudah banyaknya syariat Islam yang menjadi kewajibannya sementara umur telah lanjut dan dia butuh amalan yang bisa dijadikan pegangan dalam kehidupannya. Ini menunjukkan bagaimana Rasulullah telah mengajarkannya ilmu yang berguna sehingga sahabat tersebut bisa mengingatnya dan berusaha untuk mereproduksikannya. Hadits ini pun juga bagian dari hadits akhlak seorang muslim terhadap Allah Swt yang telah banyak Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Zainal Arifin. Abdul Hayyie Al Kattani. Akhmad Alim. Abas Mansur Tamam. Imas Kania Rahman Teori Belajar Sosial dalam Perspektif Hadits-Hadits Akidah Akhlak menganugerahkan nikmat kepadanya, dimana Rasul Saw mengajarkannya untuk menjaga lisannya agar selalu basah dengan dzikir kepada Allah Swt. Rasulullah SAW mengajarkan agar kita selalu menjaga lisan kita dan memperbanyak dzikir kepada Allah SWT. Berikut beberapa hadis yang mengajarkan pentingnya berdzikir: Hadis dari Mu'adh bin Jabal: Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah anak Adam melakukan sesuatu yang lebih menyelamatkannya dari azab Allah daripada dzikir kepada Allah. " (HR. Ahma. Hadis dari Abu Hurairah: Rasulullah SAW bersabda, "Orang-orang yang duduk-duduk berdzikir kepada Allah akan dikelilingi oleh para malaikat, diliputi oleh rahmat, diturunkan ketenangan atas mereka, dan Allah menyebutnyebut mereka di hadapan para malaikat yang ada di sisi-Nya. " (HR. Musli. Hadis dari Abdullah bin Busr: Seorang laki-laki berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam terasa banyak bagiku, maka kabarkanlah kepadaku sesuatu yang bisa aku pegang teguh. " Beliau bersabda, "Hendaklah lisanmu senantiasa basah dengan berdzikir kepada Allah. " (HR. Tirmidzi dan Ibnu Maja. Hadis dari Abu Musa Al-Asy'ari: Rasulullah SAW bersabda, "Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dengan yang tidak berdzikir adalah seperti orang yang hidup dengan orang yang mati. " (HR. Bukhar. Dzikir adalah cara yang efektif untuk menjaga hati tetap bersih, menambah ketenangan jiwa, dan mempererat hubungan dengan Allah SWT. Rasulullah SAW mengajarkan agar kita selalu menjaga lisan kita dari ucapan yang tidak bermanfaat dan memperbanyak dzikir kepada Allah, baik dengan membaca Al-Qur'an, menyebut nama-nama Allah, atau mengingat kebesaran dan nikmat-Nya. Hadits yang ketiga adalah hadits yang menjelaskan akan motivasi dalam belajar , yang mana riwayat ini menyebutkan bagaimana seorang sahabat sangat termotivasi dengan adanya seseorang yang akan masuk ke dalam syurga sehingga ia rela untuk mengamati dan mencernaakan sebab-sebab yang bisa memasukkannya ke syurga. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Zainal Arifin. Abdul Hayyie Al Kattani. Akhmad Alim. Abas Mansur Tamam. Imas Kania Rahman Teori Belajar Sosial dalam Perspektif Hadits-Hadits Akidah Akhlak a AEa eI Oa aE eI a eOIaO aOaOeIa aaOA aENO NEEA a A aI ea aA a AA a A aOEa aE eIAUAU aO aE aN Ue a NIA a aAO aE NEEA e A " aOA:A aI a sA a AEN aI aOCaO aE EaEa aaEA " AEa eO aE aI eEIa a a UE aI eI a eN aE eE aIN aA a AEa aA a AEa eO aN aOA ANA aA AaE eIAUAaO a aNA a aE ea Ia EaEA a AO uaEOeEa aEI a aIA a A AaCaAU aA aIEEA a A Aa aea eI aOAUA aI a sA UAEN aIA a A Aa aI ENaO aEa a aEa aI Ca aE aAUA aI sEA a AO aEA a aENO NEEA a AOA a AEa eO aN aOA a ANEEA a Aa aEa a e aI aE aE aA AO aeA a U aA aI N aaO au NE aI aaOeA:aA AaCaEAUAIaOA a aA AaEa NI aOENOea A:aA CaEA. aA aI N aaO au NE aI aaOeA:aCaEA a AEaO aO se a eA cU AaIaO aE a aa AaO Ia eAaO aE a a s IaIa eE aI e aE aIOIa aA a A aO aE a eAUAA aANA a Aa a aUA e ANEE aN a aN ENaO aEaA )A( II IA. )AO ENaO aE Ia aO aCA a aA eA a A AaCa aEA. aANEEa auONNA a A aO aNAU a aEA Artinya: Tidak ada antara aku dan ayahku kemarahan dan pemutusan hubungan, akan tetapi aku mendengar Rasulullah Saw bersabda untukmu tiga kali : Akan muncul kepada kalian seseorang dari penghuni syurga, maka ternyata engkaulah yang muncul pada tiga kali itu, maka aku ingin bermalam di rumahmu karena aku ingin melihat amalanmu sehingga aku bias mencontohnya, aku tidak melihat engkau banyak melakukan amalan, maka apakah amalan yang bias menyampaikanmu seperti yang telah dikatakan Rasul Saw, maka ia pun menjawab: Tidak ada kecuali seperti yang engkau lihat. Ia berkata: Tatkala aku sudah pergi maka ia pun memanggilku lalu berkata: Tidaklah aku punya amalan kecuali seperti yang engkau lihat, melainkan sesungguhnya tidak ada dalam jiwaku terhadap seorang pun dari kaum muslimin perbuatan tipu dan curang dan aku tidak hasad kepada seorangpun atas kebaikan yang Allah berikan kepadanya. Maka Abdullah berkata: Rupanya inilah yang membuat engkau sampai pada tingkatan tersebut dan itu pula yang kami belum bisa. (HR. Ahmad 20/. Hadits ini merupakan bagian hadits akidah yang diyakini seorang muslim yaitu yakin akan adanya syurga yang menjadi harapan setiap muslim untuk bisa masuk kedalamnya. Rasulullah Saw memotivasi para sahabatnya untuk bisa mendapatkan syurga dengan menyebutkan orang yang langsung bisa dilihat dalam kehidupan dunia sementara ia akan menjadi penghuni syurga. KESIMPULAN Islam sebagai Agama yang mulia mengajarkan dan membimbing ummatnya dalam segala aspek kehidupan baik bertalian hubungannya dengan Allah Swt. Sebagai Khaliqnya ataupun sesame manusia dalam kehidupan dunia. Dalam dunia pendidikan. Islam membimbing ummatnya lewat firman-firman Allah dan juga hadits-hadits Nabinya yang mulia, dimana Islam menjelaskan maksud dari seluruh aktifitas termasuk pendidikan serta tujuannya yaitu penghambaan diri kepada Allah Swt dengan mewujudkan segala ketaatan, ketakwaan dan akhlak yang mulia, hal Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Zainal Arifin. Abdul Hayyie Al Kattani. Akhmad Alim. Abas Mansur Tamam. Imas Kania Rahman Teori Belajar Sosial dalam Perspektif Hadits-Hadits Akidah Akhlak ini sejalan dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia sebagaimana di atur pada UU SISDIKNAS No. 20 tahun 2003 Bab 1 Pasal 1 yang menegaskan bahwa akhlak mulia merupakan bagian yang dikembangkan dalam pendidikan. Pendidikan dalam Islam tidaklah dibatasi dengan lingkup jenis kelamin, status dan juga usia, sehingga setiap muslim berkewajiban untuk menuntut Ilmu, bahkan mencari ilmu bagian dari sebab yang memudahkan seseorang menuju Syurga, sebagaimana sabdanya: Barangsiapa yang menumpuh jalan dalam rangka mencari ilmu maka Allah akan mudahkan dengan ilmu tersebut jalannya ke syurga (Imam Bukhari 1. Ini merupakan kabar gembira sekaligus member isyarat bahwa kesempatan menuntut ilmu itu milik semua orang tanpa mengenal batas waktu, tempat dan usia sebagaimana syurga yang dimudahkan Allah untuk bisa di raih dengan ilmu merupakan dambaan setiap muslim. Oleh karenanya proses belajar pun dicontohkan dan diajarkan oleh Rasulullah Saw termasuk teori belajar sosial yang menjadi pembahasan tulisan ini , teori tersebut dapat terlihat dari bagaimana Rasul dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang Rasul, mengajarkan dan membimbing ummat dengan baik sehingga para shabat menjadi generasi yang Dalam tulisan ini dibatasi pada hadits-hadits akidah akhlak saja dan itupun hanya beberapa saja sebagai contoh, walaupun sesungguhya sangatlah banyak hadits-hadits yang bisa diungkap yang tidak bertalian dengan bab akidah dan akhlak, misalnya dalam bab ibadah dan muamalah. Semoga tulisan yang singkat ini bias menjadi gambaran yang jelas bahwa sesungguhnya Islam dengan syariatnya yang diajarkan Rasul merupakan ajaran yang telah sempurna sebagaimana telah disebutkan Allah Swt dalam firman-Nya di surah Al-Maidah ayat 3. Sekaligus sebagai bantahan terhadap orang orang yang selalu bangga dan membanggakan ilmuwan barat dan non muslim pada hal Islamlah sumber segala ilmu karena Islam berasal dan bersumber dari Allah Swt. yang telah menciptakan segalanya. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Zainal Arifin. Abdul Hayyie Al Kattani. Akhmad Alim. Abas Mansur Tamam. Imas Kania Rahman Teori Belajar Sosial dalam Perspektif Hadits-Hadits Akidah Akhlak REFERENSI