ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 PENGARUH RETURN ON ASSETS. PERTUMBUHAN PENJUALAN. DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PERUSAHAAN SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAPAT DI BURSA EFEK INDONESIA Magdalena Yupita Email: magdalenayupita@gmail. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh return on assets, pertumbuhan penjualan dan ukuran perusahaan terhadap pertumbuhan laba perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman yang terdapat di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengunduh dari Web Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini berjumlah tiga puluh perusahaan dan sampel berjumlah tujuh belas perusahaan. Teknik penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria perusahaan yang IPO (Initial Public Offerin. sebelum tahun 2014 dan tidak mengalami suspensi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji koefisien determinasi serta uji hipotesis berupa uji F dan uji t. Hasil dari penelitian ini, yaitu nilai Adjusted R Square sebesar 0,240 atau 24 persen. Nilai signifikansi dari return on assets sebesar 0,735. Nilai signifikansi dari pertumbuhan penjualan sebesar 0,001. Nilai signifikansi dari ukuran perusahaan sebesar 0,701. KATA KUNCI: Return On Assets. Pertumbuhan Penjualan. Ukuran Perusahaan. Pertumbuhan Laba PENDAHULUAN Pertumbuhan laba menggambarkan suatu perusahaan mempunyai kinerja yang sehat, besarnya persentase laba bergantung pada seberapa optimalnya perusahaan yang Perusahaan yang sehat merupakan perusahaan yang bisa bertahan pada kondisi ekonomi yang sulit, yang bisa dilihat dari kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban keuangannya dan melakukan kegiatan operasional dengan stabil serta dapat menjaga kelangsungan perkembangan usahanya. Perusahaan yang mengalami pertumbuhan laba secara positif setiap tahunnya dapat menarik investor untuk melakukan investasi pada perusahaan tersebut dan perusahaan dapat memprediksi prospek perusahaan tersebut di masa depan menggenai kinerja perusahaan. Laba yang dihasilkan suatu perusahaan diharapkan meningkat dari tahun sebelumnya, dan selanjutnya untuk dapat memperoleh perputaran investasi yang tinggi, untuk peningkatan pangsa pasar, untuk perluasan perusahaan, dan untuk pengembangan perusahaan tersebut. Pertumbuhan laba pada ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 perusahaan yang tiap tahun mengalami perubahan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu return on assets (ROA), pertumbuhan penjualan dan ukuran perusahaan. Return on assets (ROA) adalah salah satu rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Semakin besar return on assets yang diperoleh sebuah perusahaan maka semakin efisien penggunaan aset sehingga akan memperbesar laba. Selanjutnya. Pertumbuhan penjualan merupakan perubahan peningkatan ataupun penurunan penjualan dari tahun ke tahun yang dapat dilihat dari laporan laba rugi perusahaan. Perusahaan yang baik dapat dilihat dari aspek penjualannya dari tahun ke tahun yang terus mengalami peningkatan. Kemudian terakhir. Ukuran perusahaan dapat dilihat dari aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan, karena aset menggambarkan tersedianya sumber daya dalam mengelola kegiatan perusahaan dalam memperoleh laba. Tujuan dilakukan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui pengaruh return on assets terhadap pertumbuhan laba perusahaan sub sektor makanan dan minuman. Kemudian, untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan penjualan terhadap pertumbuhan laba perusahaan sub sektor makanan dan minuman. Terakhir, untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan terhadap pertumbuhan laba perusahaan sub sektor makanan dan KAJIAN PUSTAKA Pertumbuhan Laba Laba merupakan salah satu pengukuran aktivitas operasional perusahaan. Tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan laba. Menurut Bionda dan Mahdar, . 7: . Laba yang didapatkan perusahaan diharapkan meningkat dari satu periode ke periode selanjutnya untuk dapat memperoleh perputaran investasi yang tinggi, untuk peningkatan pangsa pasar, untuk perluasan usaha, dan untuk pengembangan usaha. Menurut Subramanyam dan Wild, . 2: . : laba atau laba bersih mengindikasikan profitabilitas Laba mencerminkan pengembalian kepada pemegang ekuitas untuk periode bersangkutan, sementara pos-pos dalam laporan merinci bagaimana laba didapat. Pengertian laba secara operasional merupakan perbedaan antara pendapatan yang direalisasi yang timbul dari transaksi selama satu periode dengan biaya yang berkaitan dengan pendapatan tersebut. Angka laba biasanya dilaporkan dalam laporan laba rugi ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 selama satu periode bersamaan dengan komponen lainnya seperti pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian. Perusahaan yang memiliki laba yang relatif stabil memungkinkan untuk memprediksi besarnya estimasi laba di masa yang akan datang dan perusahaan ini biasanya akan membayar persentase yang lebih tinggi dari labanya sebagai dividen di bandingkan perusahaan dengan laba berfluktuasi. Kinerja perusahaan merupakan hasil dari serangkaian proses dengan mengorbankan berbagai sumber daya. Adapun salah satu parameter penilaian kinerja perusahaan tersebut adalah pertumbuhan Pertumbuhan laba digunakan untuk menilai kinerja suatu perusahaan yang sehat dan menambah nilai perusahaan tersebut. Rasio pertumbuhan . rowth rati. merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan posisi ekonominya di tengah pertumbuhan perekonomian dan sektor usahanya. Dalam rasio pertumbuhan yang dianalisis adalah pertumbuhan penjualan, laba bersih, pendapatan per saham dan dividen per saham (Kasmir, 2018: 114-. Menurut Harahap, . 1: . : rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan meningkatkan laba bersih dibandingkan tahun lalu. Perusahaan yang memiliki pertumbuhan laba yang baik tidak mengalami perubahan laba yang cukup jauh atau mengalami kerugian jauh dari tahun sebelumnya. Return on Assets (ROA) Return On Asset merupakan rasio keuangan perusahaan yang berhubungan dengan rofitabilitas, mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan atau laba pada tingkat pendapatan, asset dan modal saham tertentu. Menurut Kasmir . 8: . : rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Menurut Fahmi . 5: . : rasio ini melihat sejauh mana investasi yang telah di tanamkan mampu memberikan pengembalian keuntungan sesuai dengan yang diharapkan. Semakin besar return on assets perusahaan, semakin besar pula posisi perusahaan tersebut dan semakin baik pula posisi perusahaan tersebut dari segi penggunaan aset. Menurut Hanafi dan Halim . 6: . : rasio ini mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat aset yang tertentu. Rasio yang tinggi menunjukkan efisiensi manajemen aset, yang berarti efisiensi manajemen. Menurut Hanafi dan Halim . 6: . : return on assets bisa diinterpretasikan sebagai hasil dari serangkaian kebijakan perusahaan . dan pengaruh dari faktor lingkungan . nvironmental factor. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Menurut Kasmir . 8: . : return on assets merupakan rasio yang menunjukkan hasil atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. Semakin kecil . rasio ini, semakin kurang baik, demikian pula sebaliknya. Artinya rasio ini digunakan untuk mengukur efisiensi dari keseluruhan operasi perusahaan. Menurut Hery . 5: . return on assets merupakan rasio yang menunjukkan seberapa besar kontribusi aset dalam menciptakan laba bersih. Rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa jumlah laba bersih yang akan dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total aset. Rasio ini dihitung dengan membagi laba bersih terhadap total aset. Profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan kesuksesan perusahaan dan kemampuan menggunakan aktiva secara produktif, dengan demikian profitabilitas suatu perusahaan dapat diketahui dengan membandingkan antara laba yang diperoleh dalam suatu periode dengan jumlah aktiva atau jumlah modal perusahaan tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti menduga bahwa ROA berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba, hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yaitu. Bionda dan Mahdar . 7: . : yang menyatakan return on asset (ROA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba. Penelitian ini juga searah dengan penelitian yang dilakukan oleh Heikal. Khaddafi, dan Ummah . 4: . : yang menyatakan bahwa return on assets berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba perusahaan. Peneliti lain yang dilakukan oleh. Syamni dan Martunis . 3: . : return on assets berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan laba. Berdasarkan penelitian terdahulu, dapat disimpulkan hipotesis sebagai berikut: H1: Return on assets berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba. Pertumbuhan Penjualan Pertumbuhan penjualan mencerminkan keberhasilan investasi periode masa lalu dan dapat dijadikan sebagai prediksi pertumbuhan masa yang akan datang. Menurut Harahap . 1: . : rasio ini menunjukkan persentasi kenaikan penjualan tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu. Menurut Silviana dan Asyik . 6: . : Penjualan merupakan ujung tombak dari sebuah perusahaan. Ramalan penjualan yang tepat sangat diperlukan, agar perusahaan dapat mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk proses produksi. Dengan menggunakan rasio pertumbuhan penjualan, perusahaan dapat mengetahui tren penjualan dari produknya dari tahun ke tahun. Penjualan harus dapat menutupi biaya sehingga dapat meningkatkan keuntungan. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Pertumbuhan penjualan tinggi, maka akan mencerminkan pendapatan perusahaan yang juga meningkat. Laju pertumbuhan perusahaan akan mempengaruhi kemampuan mempertahankan keuntungan dalam menandai kesempatan-kesempatan yang akan Pertumbuhan penjualan tinggi maka mencerminkan pendapatan meningkat sehingga beban pajak meningkat. Pertumbuhan penjualan dapat dilihat dari perubahan penjualan tahun sebelum dan tahun periode selanjutnya. Suatu perusahaan dapat dikatakan mengalami pertumbuhan ke arah yang lebih baik jika terdapat peningkatan yang konsisten dalam aktivitas utama operasinya. Perhitungan tingkat penjualan perusahaan dibandingkan pada akhir periode dengan penjualan yang dijadikan periode Apabila nilai perbandingannya semakin besar, maka dapat dikatakan bahwa tingkat pertumbuhan penjualan semakin baik. Penjualan dapat berupa penjualan barang dagangan maupun penjualan jasa. Jumlah transaksi penjualan yang terjadi di suatu perusahaan biasanya cukup besar dibandingkan dengan jenis transaksi yang lainnya. Menurut Kasmir . 8: 114-. : rasio pertumbuhan . rowth rati. merupakan menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan posisi ekonominya di tengah pertumbuhan perekonomian dan sektor usahanya. Pendapatan diharapkan tetap terjadi selamanya berdasarkan kelangsungan usaha. Penggunaan metode pengakuan pendapatan dapat mempengaruhi laba yang dilaporkan secara signifikan. Dalam penelitian ini, peneliti menduga bahwa pertumbuhan penjualan berpengaruh positif pada pertumbuhan laba, hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yaitu. Ulfa, dan Retnani . 8: . : pertumbuhan penjualan berpengaruh positif terhadap perubahan laba. Penelitian ini juga searah dengan penelitian yang dilakukan oleh. Silviana dan Asyik . 6: . : pertumbuhan penjualan berpengaruh positif terhadap perubahan laba. Penelitian ini juga searah dengan penelitian yang dilakukan oleh. Rice . 6: . : tingkat penjualan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba. Berdasarkan penelitian terdahulu, dapat disimpulkan hipotesis sebagai berikut: H2 : Pertumbuhan penjualan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba. Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan dapat ditentukan dari jumlah aset yang dimiliki, laba yang diperoleh perusahaan, dan kapasitas pasar. Semakin besar total aktiva perusahaan, laba yang diperoleh dan kapasitas pasar perusahaan maka menunjukkan semakin besar ukuran perusahaan tersebut. Menurut Ulfa dan Retnani . 8: . : menyatakan bahwa ukuran ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 merupakan standar atau parameter yang menunjukkan besar kecilnya perusahaan. Menurut Puspasari. Suseno, dan Sriwidodo . 7: . : ukuran perusahaan dapat menentukan baik tidaknya kinerja perusahaan dalam mengelola kekayaannya untuk menghasilkan laba. Pertumbuhan laba juga dipengaruhi dari faktor besarnya perusahaan. Ukuran perusahaan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan laba. Ukuran perusahaan dapat menentukan baik tidaknya kinerja sebuah perusahaan dalam mengelola kekayaannya untuk menghasilkan laba. Perusahaan yang memiliki total aset besar menunjukan bahwa perusahaan tersebut telah mencapai tahap kedewasaan dan dianggap memiliki prospek yang baik dalam jangka waktu yang cukup lama, selain itu juga mencerminkan bahwa perusahaan relatif stabil dan dianggap lebih mampu menghasilkan laba dibandingkan perusahaan dengan total aset yang kecil. Perusahaan dengan ukuran yang lebih besar memiliki akses yang lebih banyak untuk memperoleh sumber pendanaan. Pada perusahaan skala kecil akan lebih berpengaruh terhadap perubahan yang mendadak dalam ekonomi maupun faktor Dalam penelitian ini, peneliti menduga bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba, hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yaitu. Puspasari. Suseno, dan Sriwidodo . 7: . : Ukuran perusahaan berpengaruh positf dan signifikan terhadap partumbuhan laba. Penelitian ini juga searah dengan penelitian yang dilakukan oleh. Lestari. Andini, dan Raharjo . 5: . : terdapat pengaruh positif antara ukuran perusahaan terhadap pertumbuhan laba. Berdasarkan penelitian terdahulu, dapat disimpulkan hipotesis sebagai berikut: H3: Ukuran perusahan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian penelitian asosiatif. Menurut Sugiyono . : Penelitian asosiatif merupakan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh beberapa variabel independen terhadap variabel dependen. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah pertumbuhan laba. Pertumbuhan laba dalam penelitian ini diukur dengan rasio pertumbuhan laba. Variabel independen yaitu, return on assets, pertumbuhan penjualan dan ukuran perusahaan. Return on assets dalam penelitian ini menggunakan perhitungan rasio ROA. Pertumbuhan penjualan dalam penelitian ini menggunakan perhitungan Growth. Ukuran perusahaan dalam penelitian ini ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 menggunakan perhitungan logaritma natural. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersifat kuantitatif. Teknik pengumpulan data adalah kajian Studi dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara mengumpulkan informasi berdasarkan sumber data yang berwujud sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman yang terdapat di Bursa Efek Indonesian (BEI) dengan jumlah perusahaan sebanyak 30 perusahaan dengan teknik penarikan sampel nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria sampel, yaitu perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang listing sebelum tahun 2014 tidak mengalami suspensi sehingga sampel perusahaan yang di teliti menjadi 17 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik . ji normalitas, uji autokorelasi, uji heteroskedastisitas, dan uji multikolinearita. Kemudian, uji analisis regresi linier berganda, uji koefisien determinasi dan korelasi, uji f, dan uji t. PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif pada umumnya bertujuan untuk memberikan gambaran umum data yang diteliti, tanpa bermaksud untuk membuat kesimpulan yang berlaku umum atau generalisasi. Variabel yang di teliti dalam penelitian ini adalah Return On Assets, pertumbuhan penjualan, ukuran perusahaan dan pertumbuhan laba. Berdasarkan hasil pengujian statistik deskriptif Tabel 1. ROA dalam penelitian ini jumlah data adalah 85 dengan nilai terendah negatif 0,1206 dan tertinggi 0,5267 Kemudian rata-rata ROA adalah 0,082699 dengan standar deviasi sebesar 0,1075859. Jumlah data pertumbuhan penjualan adalah 85 dengan nilai terendah negatif 0,4652 dan tertinggi 0,5040. Kemudian rata-rata pertumbuhan penjualan 0,060474 dengan standar deviasi adalah 0,1614622. Jumlah data ukuran perusahaan adalah 85 dengan nilai terendah 27,0658 dan tertinggi 32,7256. Kemudian rata-rata ukuran perusahaan 28,931655 dengan standar deviasi adalah 1,4256373. Jumlah data pertumbuhan laba adalah 85 dengan nilai terendah negatif 18,5821 dan nilai tertinggi 5,0769. Kemudian rata-rata pertumbuhan laba adalah negatif 0,056527 dengan standar deviasi adalah 2,2790829. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 TABEL 1 Hasil Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Return on assets Pertumbuhan penjualan Ukuran perusahaan Pertumbuhan laba Valid N . Sumber:Output SPSS 22, 2022 Uji Asumsi Klasik Pada penelitian ini uji asumsi klasik yang dilakukan pengujian yaitu uji normalitas residual, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa uji asumsi klasik bebas dari gejala, yang berarti sudah terpenuhinya asumsi klasik. Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda bertujuan untuk mengetahui kekuatan menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dan variabel independen. Berdasarkan Tabel 2 diperoleh model regresi sebagai berikut: Tabel 2 Hasil Uji Regresi Linear Berganda Model Coefficientsa Unstandardized Coefficients (Constan. ROA (X. penjualan (X. Ukuran P (X. Dependent Variable: Y Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber:Output SPSS 22, 2022 Berdasarkan Tabel 2 dapat disimpulkan model regresi, maka dapat dianalisis pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai B dari unstandardized coefficients sebesar negatif 13,323 merupakan nilai rata-rata perusahaan apabila X1 Return On Assets. X2 pertumbuhan penjualan dan X3 ukuran perusahaan memiliki nilai sama dengan 0. Nilai B dari unstandardized coefficients variabel Return On Assets bernilai positif 0,017 yang artinya setiap penambahan 1 satuan Return On Assets dapat meningkatkan pertumbuhan laba sebesar 0,017. Koefisien berarah positif ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 artinya Return On Assets dan pertumbuhan laba memiliki hubungan yang searah. Nilai B dari unstandardized coefficients variabel pertumbuhan penjualan bernilai positif 1,271, yang artinya setiap penambahan 1 satuan pertumbuhan penjualan dapat menurunkan pertumbuhan laba sebesar 1,271. Koefisien berarah positif artinya pertumbuhan penjualan dan laba peusahaan memiliki hubungan yang searah. Nilai B dari unstandardized coefficients variabel ukuran perusahaan bernilai positif 0,541 yang artinya setiap penambahan 1 satuan ukuran perusahaan dapat meningkatkan pertumbuhan laba sebesar 0,541. Koefisien berarah positif artinya ukuran perusahaan dan pertubuhan laba memiliki hubungan yang searah. Diperoleh model regresi yaitu: Y = -13,323 0,017X1 1,271X2 0,541X3 e Uji Koefisien Determinasi dan Korelasi Uji koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi dependen. Uji koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui tingkat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dengan melihat nilai Adjusted R Square. Uji korelasi berguna untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih dilihat dari nilai R, hubungan dikatakan korelasi sempurna jika positif satu atau negatif satu. Hubungan searah jika nilai R positif, sebaliknya jika negatif maka hubungan antara dua variabel tidak searah. Berdasarkan Tabel 3, dapat dilihat nilai korelasi (R) sebesar 0,523 yang artinya terdapat hubungan searah antara variabel Return On Assets, perumbuhan penjualan dan ukuran perusahaan. Sedangkan nilai koefisien determnasi Adjusted R Square adalah 0,240 atau 24 persen yang artinya pengaruh Return On Assets, perumbuhan penjualan dan ukuran perusahaan terhadap pertumbuhan laba adalah sebesar 24 persen dan sisanya sebesar 76 persen dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian TABEL 3 Hasil Uji Koefisien Determinasi dan Korelasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Std. Error of the DurbinSquare Estimate Watson Predictors: (Constan. X3. X1. Dependent Variable: Y Sumber:Output SPSS 22, 2022 ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Uji F Uji statistik F adalah uji kelayakan model regresi yang digunakan. Model penelitian dinyatakan layak, apabila memiliki signifikansi kurang dari 0,05 . ol koma nol lim. Hasil dari uji F dapat dilihat pada Tabel 4 berikut ini: TABEL 4 Hasil Uji F Model Sum of Squares Regression 1 Residual Total Dependent Variable: Y Predictors: (Constan. X1. X2. X3 ANOVAa Mean Square Sig. Sumber:Output SPSS 22, 2022 Berdasarkan Tabel 4, nilai signifikkansi Return On Assets, perumbuhan penjualan dan ukuran perusahaan terhadap pertumbuhan laba adalah sebesar 0,000 dan lebih kecil dari 0,05 dan f hitung lebih besar dari f tabel yaitu, 8,14 >2,75yang berarti model regresi sudah layak untuk digunakan dalam penelitian. Uji t Uji statistik t adalah uji statistik yang digunakan untuk melihat seberapa jauh pengaruh variabel dependen dengan anggapan variabel independen lainnya bersifat tetap. Pengujian dilakukan dengan menggunakan tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05. Model TABEL 5 Hasil Uji t Coefficientsa Unstandardized Coefficients (Constan. ROA (X. penjualan (X. Ukuran P (X. Dependent Variable: Y Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber:Output SPSS 22, 2022 ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Berdasarkan Tabel 5, dapat diketahui hasil uji t masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dalam penelitian yang menggunakan tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 sebagai berikut: Hipotesis 1: Berdasarkan Tabel 5, nilai signifikansi return on assets adalah 0,735 dan lebih besar dari 0,05 yang berarti H1 ditolak. Berdasarkan hasil penelitian ini return on assets tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi atau rendahnya return on assets tidak memengaruhi pertumbuhan laba. Hipotesis 2: Berdasarkan Tabel 5, nilai signifikansi pertumbuhan penjualan adalah 0,001 dan lebih kecil dari 0,05 yang berarti H2 diterima. Berdasarkan hasil penelitian ini pertumbuhan penjualan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba. Positif pada koefisien regresi, menunjukkan bahwa tingginya tingkat pertumbuhan penjualan, yang artinya pertumbuhan laba juga mengalami peningkatan. Hal ini, menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan merupakan aspek yang dipertimbangkan investor dalam menilai suatu perusahaan. Hipotesis 3: Berdasarkan Tabel 5, nilai signifikansi ukuran perusahaan adalah 0,701 dan lebih besar dari 0,05 yang berarti H3 ditolak. Berdasarkan hasil penelitian ini ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Hal ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan belum mampu mengelola aset. Sehingga, tinggi atau rendahnya ukuran perusahaan tidak memengaruhi pertumbuhan laba. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, penulis dapat menarik kesimpulan, yaitu return on assets tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba sub sektor makanan dan minuman. Oleh sebab itu, hipotesis 1 (H. Kemudian pertumbuhan penjualan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba sub sektor makanan dan minuman. Oleh sebab itu, hipotesis 2 (H. Selanjutnya, ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba sub sektor makanan dan Oleh sebab itu, hipotesis 3 (H. Saran penulis bagi penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan rasio berbeda dalam perhitungan variabel independen. Selain itu, peneliti selanjutnya diharapkan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 menambah variabel independen dalam penelitian dengan variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini. Hal ini dikarenakan nilai Adjusted R Square dalam penelitian ini hanya sebessar 0,240 atau 24 persen, dan sisanya sebesar 76 persen dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA