Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Implementasi Metode Proyek Untuk Meningkatkan Sikap Tanggung Jawab Anak Usia Dini Sondang Purba . Ruth Donda Eleonora Panggabean Yustito Alberth Laia Program Studi PG-PAUD. Fakultas Ilmu Pendidikan *penulis korespondensi : yustitoalbertlaia01@gmail. Abstrak. Sikap tanggung jawab pada anak usia dini memiliki dampak yang sangat penting dalam pembentukan karakter dan perilaku anak di masa depan. Anakanak yang belajar untuk bertanggung jawab sejak dini cenderung mengembangkan karakter yang kuat dan dapat diandalkan di kemudian hari. Tujuan kegiatan adalah untuk mengimplementasi metode proyek untuk meningkatkan sikap tanggung jawab anak anak usia dini. Objek pengabdian masyarakat adalah anak usia 5-6 tahun di TK Al-Warif. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah data hasil penerapan metode proyek yang digunakan untuk meningkatkan sikap tanggung jawab anak usia dini. Historis Artikel: Diterima : 26 Juli 2023 Direvisi : 02 Agustus 2023 Disetujui : 07 Agustus 2023 Abstract. An attitude of responsibility in early childhood has a very important impact on the formation of a child's character and behavior in the future. Children who learn to be responsible early tend to develop strong and reliable character later in life. The purpose of the activity is to implement project methods to improve the attitude of responsibility of early childhood. The object of community service is children aged 5-6 years at Al-Warif Kindergarten. The result of this community service is data from the application of project methods used to improve early childhood attitudes of responsibility. Kata Kunci: Metode Proyek. Sikap Tanggung Jawab Anak Usia Dini PENDAHULUAN Menurut Rohyati . Pendidikan Taman Kanak-kanak merupakan salah satu bentuk pendidikan anak usia dini yang memiliki peran penting untuk mengembangkan kepribadian anak dan sebagai dasar bagi pencapaian keberhasilan pendidikan yang lebih tinggi. Menyadari akan pentingnya hal tersebut, maka memberikan layanan pendidikan sejak dini sangat Hal ini dikarenakan pendidikan bagi anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada pertumbuhan dan perkembangan fisik . oordinasi motorik halus dan kasa. , kecerdasan . aya pikir, daya cipta, kecerdasan sarana dan prasarana yang tidak mendukung, emosi, kecerdasan spritua. , sosio emosional . ikap dan perilaku serta beragam. , bahasa dan komunikasi. Herlianti. mengatakan Konsep pendidikan di dalamnya terdapat upaya yang semestinya harus dilakukan secara sadar dan penuh tanggung jawab sehingga termanfaatkan untuk diri sendiri dan bahkan lingkungan sekitar. Upaya yang dimaksud tersebut adalah penanaman nilai-nilai pendidikan melalui pendidikan karakter. Pendidikan karakter merupakan satu hal penting yang harus terprogramkan pada setiap lembaga sekolah. Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Berdasarkan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan hal tersebut kita ketahui bahwa sangat pentingya pendidikan sejak anak usia dini, pada masa usia 0-6 Tahun merupakan dasar untuk perkembangan anak selanjutnya . Maka perlu kita tahu bahwa betapa sangat pentingnya pendidikan anak usia dini dalam mengembangkan seluruh aspek aspek perkembangan anak baik aspek agama dan moral, bahasa, sosial, kognitif, fisik Aemotorik, sosial emosional. Salah satu aspek yang penting untuk dikembangkan dan di stimulus sejak dini yaitu sikap tanggung jawab anak karena peningkatan sikap tanggung jawab ini sangat berpengaruh untuk persiapan anak untuk memasuki pendidikan selanjutnya. Anak usia 5-6 Tahun Di TK Al-Warif di harapkan dapat mencapai indikator sikap tanggung jawab anak yang telah di tetapkan yaitu : anak mampu menghargai waktu , anak mengerjakan tugas yang telah di berikan, menjaga barang milik nya, meletakan barang sesuai dengan tempatnya Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti dalam proses pembelajaran pada 15 anak usia 5-6 tahun di TK Al-Warif, perilaku tanggung jawab yang dimiliki anak usia 5-6 tahun di TK Al-Warif itu bervariasi. Terdapat 5 anak yang mau bertanggung jawab yaitu disaat anak selesai mengerjakan tugas menggambar, anak akan mengembalikan pensil dimeja guru disaat selesai menggambar yang dipinjamkan guru, dan anak-anak mau mengembalikan buku gambar diloker tempat anak masing-masing. Sebaliknya, 8 anak belum memiliki sikap tanggung jawab yaitu di saat proses pembelajaran berlangsung dengan kegiatan menggambar anak-anak pergi meninggalkan barang-barang seperi halnya pensil, penghapus, penggaris dan buku gambar masih berserakan diatas meja belajar anak. Begitu juga, terdapat 2 anak yang belum menyelesaikan tugas yang diberikan guru, anak langsung mengumpulkan tugasnya walaupun belum selesai ketika proses pembelajaran berlangsung. Bahkan terdapat salah satu anak yang tidak mau mengerjakan tugasnya pada saat menggambar, ketika anak ditanya mengapa ia tidak mau mengerjakan tugas, anak tersebut menjawab karena ngantuk, bosan dan malas dengan tugas yang diberikan guru. Oleh karena itu, pada pembelajaran yang tidak disukai anak, anak akan mencari kesibukan Misalnya, berlari-lari di dalam maupun di luar kelas, bermain sendiri dengan permainan yang dibawanya dari rumah maupun yang baru dibeli di lingkungan sekolahnya. Rohyati . mengatakan Auproses pembelajaran melalui metode proyek dapat meningkatkan sikap tanggung jawab anak dikarenakan pada saat pelaksanaan proyek tanggungjawab diberikan kepada anak dan guru sebagai fasilitator serta memberikan pendapat ketika anak keliru dalam mengerjakan proyek. Selain itu, metode proyek mengajarkan anak untuk bertanggung jawab akan tugasnya tanpa ia sadar bahwa ia sedang belajar bertanggung jawab. Maka dengan adanya masalah yang peneliti temukan jadi indikator pencapaian sikap tanggung Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. jawab anak di masih belum tercapai sesuia harapan. Dalam meningkatkan sikap tanggung jawab memerlukan kegiatan proyek yang kreatif, sebagai guru dan orang tua harus mampu menemukan berbagai cara untuk menunjukan sikap tanggung jawab anak supaya meningkat. Peningkatan tanggung jawab anak dapat dilakukan melalui belajar sambil bermain. Salah satu kegiatan yang dapat di lakukan untuk meningkatkan sikap taggung jawab anak adalah dengan metode proyek. Tujuan Berdasarkan dengan rumusan masalah yang dikemukan dalam penelitian ini maka tujuan dari kegiatan ini adalah: Untuk mengetahui peningkatan sikap taggung jawab anak usia 5-6 Tahun di TK Al-Warif Untuk mengetahui metode proyek dapat meningkatkan sikap tanggung jawab anak usia 5-6 tahun di TK Al-Warif METODE Prosedur pelaksanaan pengabdian masyarakat dapat bervariasi tergantung pada konteks, skala, dan tujuan dari proyek tersebut. Namun, secara umum, terdapat beberapa langkah yang dapat diikuti dalam proses pelaksanaan pengabdian masyarakat: Mengidentifikasi masalah atau kebutuhan yang ada di masyarakat target. Ini dapat dilakukan melalui survei, wawancara, diskusi kelompok, atau analisis data sekunder. Merencanakan proyek pengabdian. Langkah ini mencakup penetapan tujuan yang jelas, pengembangan strategi, penjadwalan kegiatan, alokasi sumber daya, dan pemilihan metode pelaksanaan yang sesuai. Proses ini melibatkan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana kerja yang telah Hal ini mungkin meliputi penyuluhan, pelatihan, lokakarya, demonstrasi, atau kegiatan lainnya yang relevan dengan tujuan proyek. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pemantauan terhadap peningkatan Sikap Tanggung Jawab Anak Usia 5-6 Tahun di TK Al-Warif adalah sebagai berikut: PRESENTASE JUMLAH ANAK PRESENTASE JUMLAH ANAK KETERANGAN 76%-100% Berkembang Sangat Baik (BSB) Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. 51%-75% 13,33% 26%-50% 6,67% 0%-25% Berkembang Sesuai Harapan (BSH) Mulai Berkembang (MB) Belum Berkembang ( Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa anak yang memperoleh kriteria Berkembang Sangat Baik sebanyak 12 orang . %). Berkembang Sesuai Harapan sebanyak 2 orang . ,33%). Mulai Berkembang 1 orang . ,67%). Hal ini menandakan bahwasasanya peningkatan tanggung jawab anak sudah berkembang secara optimal. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan sikap tanggung jawab anak usia 5-6 tahun di TK Al-Warif dapat di tingkatkan melalui kegiatan proyek. sikap tanggung jawab anak dapat dilihat dari hasil observasi sebelum tindakan nilai rata-rata yang diperoleh anak adalah 36,887%, sedangkan pada siklus I 49,7867%, dan pada siklus II perkembangan sebesar 93,733% dari pra siklus, siklus I dan siklus II anak mengalami kondisi Untuk melihat kondisi peningkatan peningkatan sikap tanggung jawab anak pada pra siklus , siklus I, dan siklus II dapat dilihat pada tabel berikut ini: Keterangan Prasiklus Siklus I Siklus II Rata - Rata 36,887 49,7867 93,733 Dapat disimpulkan bahwa kegiatan bermain proyek dapat meningkatkan sikap tanggung jawab anak. Hasil yang dicapai pada siklus II menjadi dasar peneliti untuk menghentikan penelitian ini hanya sampai pada siklus II karena sudah sesuai dengan kriteria indikator pencapaian 76% keberhasilan yang sudah di tentukan. Dari penelitian yang dilakukan mulai pada Pra siklus. Siklus I dan Siklus II menunjukkan bahwa rata-rata anak mengalami peningkatan. Peningkatan pada sikap tanggung jawab anak memperlihatkan bahwa dengan melakukan kegiatan proyek lebih efektif digunakan dalam meningkatkan sikap tanggung jawab anak usia 5-6 tahun di TK Al-Warif. KESIMPULAN DAN SARAN Sikap tanggung jawab anak dapat ditingkatkan melalui metode proyek. Hal ini dikarenakan Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. proses pembelajaran metode proyek menekankan pada sikap tanggung jawab yang diberikan kepada anak, memberikan kepercayaan kepada anak untuk melakukan proyek secara mandiri atau kelompok, dan proyek yang dilakukan menyesuaikan dengan kemampuan anak. Sikap tanggung jawab anak tersebut ditunjukkan berdasarkan indikator tingkat pencapaian sikap tanggung jawab anak yaitu Anak mampu menghargai waktu , anak mengerjakan tugas yang telah di berikan, menjaga barang milik nya, meletakan barang sesuai dengan tempatnya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari pra siklus ke siklus I dan siklus II memperoleh peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa sikap tanggung jawab anak di TK AlWarif meningkat setelah dilakukan kegiatan proyek. Saran Diharapkan melalui kegiatan proyek yang telah dilaksanakan dapat menjadi pedoman bagi guru, orangtua, dalam memberikan pemahaman dan pengenalan pada anak tentang permainan dalam metode proyek untuk meningkatkan rasa tanggung jawab anak supaya menjadi anak kesiapan untuk memiliki jiwa kemimpinan di kemudian hari. DAFTAR PUSTAKA