Excellent Midwifery Journal Volume 6 No. Oktober 2024 P-ISSN: 2620-8237 E-ISSN: 26209829 PENGALAMAN PASIEN HIPERTENSI SELAMA MENJALANI PENGOBATAN PADA MASYARAKAT DI DESA LAUT DENDANG Novipriani Mendrofa1. Lenny Lusia SimatupangA,* Program Studi S1 Ilmu Keperawatan. Universitas Murni Teguh Email: noviprianimendrofa@gmail. com, lennylusia30@gmail. ABSTRACT Background: Hypertension is a health disorder that causes significant harm to patients. The experience of hypertensive patients reflects their perception while undergoing treatment to manage Objective: To explore the experiences of hypertensive patients while undergoing treatment in the community of Laut Dendang Village. Methods: This research used a descriptive qualitative method with a phenomenological approach through in-depth interviews in Laut Dendang Village. Percut Sei Tuan Sub-district. Deli Serdang Regency in April 2024. The participants in this study were 8 . individuals selected using purposive sampling. The interview results were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing according to Moleong. Results: The study identified five themes related to the experiences of hypertensive patients during treatment in Laut Dendang Village: . Low knowledge about hypertension treatment, . Complaints of hypertensive patients, . Use of herbal plants as one method to manage hypertension, . Reasons for choosing treatment methods, and . Causes of hypertension recurrence. Conclusion: Hypertensive patients still have limited knowledge regarding the proper and regular application of They reported various physical symptoms and emotional changes during hypertension, utilized herbal plants from fruits and leaves in addition to medical treatment, perceived treatment effectiveness, trusted the treatment system, feared the side effects of medications, and considered the low cost and proximity to healthcare centers as reasons for choosing treatment. Recurrence of hypertension in patients was caused by dietary factors and psychological aspects. Recommendation: Future researchers are encouraged to conduct both quantitative and qualitative studies to identify the challenges hypertensive patients face in treatment. Keywords: experience, hypertensive patients, undergoing treatment Menurut Hendra, . Jumlah pederita hipertensi berada di angka 1,13 milliar orang Didunia. Indonesia masuk dalam deretan 10 negara dengan prevalensi kasus hipertensi tertinggi dan menduduki posisi ke 4 masalah hipertensi se-Asia (Kemenkes, 2. Dalam Riskesdas, . prevalensi hipertensi di Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 260 juta jiwa adalah 34,1% kurang lebih 63. 620 orang dengan angka kematian sebesar 427. 218 yang diakibatkan oleh hipertensi. di sumatera utara berada di 6,07% kurang lebih 41. 382 orang dimana Kabupaten Deli Serdang berada diposisi kedua tertinggi kasus hipertensi LATAR BELAKANG Hipertensi adalah Salah satu gangguan kesehatan yang mengakibatkan kerugian besar bagi penderita. Hipertensi kini masih menjadi masalah kesehatan yang banyak di alami masyarakat baik di negara berkembang maupun dinegara maju. Dikatakan hipertensi apabila frekuensi tekanan darah seseorang berada diatas batas normal dengan frekuensi > 120 Mmhg( tekanan sistoli. dan > 80 Mmhg ( tekanan diastoli. Penyakit ini merupakan jenis penyakit yang mematikan dimana penyakit ini didefinisikan sebagai silent killer yang banyak menyerang kesehatan individu manusia. setelah kota Medan dengan prevalensi 7,52% dengan jumlah 6. 349 jiwa. Penanggulangan masalah hipertensi sangat dipengaruhi dari bentuk dan proses Pengobatan yang dijalani oleh pasien hipertensi tentu saja berbeda beda sesuai dengan keputusan penderita hipertensi itu sendiri. Dlam penelitian Oktarina. Haqiqi, & Afriati . Pasien hipertensi hanya akan melakukan pengobatan dengan medis apabila mereka merasakan gejala tanpa keteraturan Selain itu, pengobatan tradisional dengan cara memanfaatkan tanaman diyakini mampu menangani masalah hipertensi ( Selayal & Salmi, 2. didukung melalui penelitian Adikusuma & Yuliana, . dimana pengobatan tradisional masih tetap hidup dan menjadi model pengobatan alternatif dalam masyarakat serta Terapi komplementer mampu meningkatkan kualitas hidup lansia . imatupang, 2. Berdasarkan survei awal yang dilakukan oleh peneliti didapatkan data kasus hipertensi di Desa Laut Dendang dengan prevalensi 3,2% kurang lebih 367 orang. Oleh karena itu, berbagai bentuk dan proses pengobatan yang diterapkan selama mengalami hipertensi membentuk satu pengalaman yang sangat pengalaman secara langsung dari penderita Oleh karena latar belakang di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan hipertensi selama menjalani pengobatan pada masyarakat di desa laut dendang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam . n-depth intervie. bersifat semi terstruktur yang terdiri dari 8 pertanyaan dan telah diuji expert Alat bantu pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara, voice recorder, alat tulis dan catatan lapangan . ield not. Selanjutnya analisis data yang digunakan dimulai dari reduksi data, display data, hingga kesimpulan atau verifikasi Siyoto. Dan Sodik. HASIL Informan dalam penelitian ini terdiri dari 8 orang. Adapun karakteristik informan yang ditemukan bahwasanya rata rata pendidikan informan adalah SMA sebanyak 37,5%, rata rata pekerjaan sebagai ibu rumah tangga sebanyak 50%, dengan jenis kelamin rata rata perempuan sebanyak 75%, yang mempunyai rentang usia rata rata dari 40-59 tahun sebanyak 75%. Dari hasil analisa data yang dilakukan hasil penelitian di muat dalam 5 tema yang terdiri dari Tema 1: Rendahnya pengetahuan pengobatan hipertensi Berdasarkan analisa data, pasien hipertensi memiliki pengetahuan yang rendah dalam pengetahuan tentang obat yang digunakan dan kurangnya pemahaman tentang pengobatan yang teratur. Pernyataan tersebut diungkapakan oleh informan sebagai berikut : AuUntuk nama obatnya Saya tidak tahu tapi itu untuk menurunkan hipertensiAy (I. AuYa pas lagi naik darah tingginya aja, kalau nggak naik ya nggak ada masalah nggak ada berobatAy (I. Tema 2: Keluhan pasien hipertensi Berdasarkan analisa data, pasien hipertensi mengeluhkan gannguan pada fisik dan perubahan emosional pada saat terjadinya seperti merasa mual muntah, pusing, sakit kepala, penglihatan kabur, jantung berdebar debar, tengkuk sakit, badan sakit, emosio, gelisah dan cemas. Pernyataan tersebut diungkapakan oleh informan sebagai METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif melalui pendekatan fenomenologi. Informan penelitian ditemukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penentuan jumlah informan ditentukan berdasarkan kejenuhan informasi yang diperoleh selama penelitian. Informan yang diteliti berjumlah 8 orang yang merupakan pasien hipertensi di desa Laut Dendang dan telah memberikan informasi yang dibutuhkan seputar pengalaman mereka selama menjalani pengobatan. Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 8-9 April 2024 di desa Laut Dendang. Au Suka sakit kepala gitu kan. Udah gitu kalau saya berdiri suka gelap sama jantung saya ranya berdebar debarAy . AuHipertensi itu penyakit yang mengandung ataupun yang bersifat tekanan darah tinggi jadi itulah sifatnya hipertensi. Saya kalau lagi kena gejala darah tinggi semua badan saya sakit kepala pusing kemudian tengkuk saya sakit jadi pening bawaannya Au . Auyang nenek alami tensinya kadang-kadang naik kadang-kadang baik, rasanya nenek itu gelisah seperti cemas gitu nak. Au(I. kendala jarak rumah denga lokasi pusat layanan kesehatan. Pernyataan tersebut diungkapakan oleh informan sebagai berikut : Terus terang ya medis kalau saya. ya karena kita kan mengakui kalau seorang dokter atau pakar kesehatan itu tentu melakukan apa ya namanya itu eksperimen, jadi ya nomor satu ya saya sampai detik ini mengutamakan pengobatan yang dari medisAy (I. yaa tentu pengobatan yang alami saja kenapa? yaa saya punya alasan tersendiri tentunya karena tidak mengandung kimiaAy (I. jadi kalau saya ke pergi pengobatan apoteker ataupun saya ke dokter itu akan memakan waktu dari rumah ke Apotek atau pelayanan ke kesehatanAy (I. Tema 3: Tanaman Herbal Sebagai Salah Satu Upaya Mengatasi Masalah hipertensi Berdasarkan analisa data, pasien hipertensi memanfaatkan tanaman herbal yang berasal dari buah dan daun sebagai salah satu cara dalam menangani masalah hipertensi tanaman yang dimaksud seperti mentimun, sirsak,belimbing, nanas, dan bawang putih, aun sirsak dan daun seledri. Pernyataan tersebut diungkapakan oleh informan sebagai berikut : Tema 5: penyebab kambuhnya hipertensi Berdasarkan analisa data, penyebab kambuhnya hipertensi dipengaruhi karena faktor makanan dan aspek psikologis seperti kebiasaan makan daging ( daging merah, daging kambin. , daun ubi, dan makanan makanan yang mengandung lemak lainya, serta kabar buruk dan banyak pikiran . yang di alami oleh pasien hipertensi. Pernyataan tersebut diungkapakan oleh informan sebagai berikut : AuPertama Pertama saya pergi ke klinik Selain itu sering juga saya mengkonsumsi bawang putih Saya makan satu dikunyah. Selain itu jus sirsak atau daun sirsakAy (I2 Kalau saya kalau sudah merasakan hipertensi itu harus minum jus belimbing, banyak minum air putih dan wajib rileksAy . Auada ada. Ya itulah dia memantangkan makanan Ya seperti daging kambing tadi jangan sering-sering kita makan intinya berusaha menjaga diri karena udah tahu bahwasanya kita itu hipertensi Au(I. Tema 4: alasan memilih pengobatan hipertensi Berdasarkan analisa data, pasien hipertensi memilih pengobatan medis ataupun pengobata secara herbal dipengaruhi karena berbagai alasan tertentu seperti keyakinan Pengobatan medis yang lebih efektif dan teruji klinis, kendala biaya, tidak mengandung kimia, menghindari efek samping pengobatan, dan AuYa seperti macam mana ya nak. dapat kabar yang tidak baik yang membuat tensi saya naik. Ay(I. PEMBAHASAN Dari hasil penelitian ditemukan 5 Tema tersebut akan dibahas pada uraian Tema 1: rendahnya pengetahuan tentang pengobatan hipertensi Kurangnya pengetahuan tentang obat yang digunakan Penelitian Bailey et al. menemukan bahwa lebih dari 50% pasien tidak dapat menyebutkan nama obat yang mereka konsumsi dengan benar. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan kepada pasien hipertensi di desa Laut Dendang ditemukan bahwa sebagian informan tidak dapat menyebutkan nama obat yang digunakan. Oleh Hasil pendidikan pasien tentang obat mereka. Program edukasi pasien yang lebih komprehensif, termasuk informasi tentang nama obat, fungsi, dosis, dan potensi efek Kurangnya pengobatan yang teratur Kurangnya pemahaman tentang pengobatan yang teratur Menurut Prasmetutie, . salah satu Pengetahuan yang harus dimiliki oleh pasien hipertensi yaitu pentingnya melakukan pengobatan yang teratur secara terus-menerus dalam jangka panjang serta mengetahui bahaya yang ditimbulkan jika tidak minum obat. Akan tetapipasien hipertensi yang diteliti memiliki pemahaman yang salah tentang pengobatan yang teratur dimana informan hanya akan kekambuhan hipertensi. (Yulianto, 2. Sesuai dengan hasil penelitian bahwa pasien hipertensi di Desa Laut Dendang memanfaatkan daun seledri dan daun sirsak sebagai salah satu bentuk pengobatan hipertensi yang sudah di teliti Tema 4: alasan memilih pengobatan hipertensi Memilih pengobatan medis Hasil dari Riskesdas 2018 menunjukkan anggota rumah tangga mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan 31,4% dengan mencari pengobatan mengunjungi fasilitas kesehatan Dari hasil penelitian yang ditemukan bahwa sebagian kecil pasien hipertensi yang melakukan pengobatan secara medis memiliki alasan tertentu yaitu karena presepsi pengobatan yang efektif serta terpercaya. Tema 2: keluhan yang dirasakan pasien gangguan pada fisik World Health Organization (WHO) yang menyebutkan keluhan-keluhan pada penderita hipertensi antara lain sakitkepala, gelisah, jantung berdebar-debar, pusing, penglihatan kabur, rasa sakit di dada, dan mudah lelah. Keluhan keluhan yang di uraikan menjawab hasil penelitian yang telah dilakukan dimana sebagaian besar keluhan yang dirasakan oleh pasien hipertensi di desa Laut Dendang sama dengan temuan dan teori dari WHO. Memilih pengobatan herbal Riskesdas 2018 menunjukkan 31. 8% anggota rumah tangga di Indonesia memanfaatkan ramuan buatan sendiri yang berasal dari (KementerianKesehatan RI. Pengalaman pasien hipertensi di desa laut dendang dengan menjauhi efek samping dari kandunga obat, serta biaya yang murah, dan jarak rumah ke lokasi pusat pelayanan kesehatan menjadi alasan yang paling banyak memilihpengobatan secara herbal. Perubahan pada emosional Di kutip dari Hernanda , . 0 ) Menurut James A McCubbin membuktikan bahwa penderita hipertensi cenderung mengalami penurunan kemampuan dalam mengenali emosi negatif seperti rasa marah, takut, sedih, dan ekspresi wajah. Sesuai dengan hasil penelitian bahwasanya sebagian informan mengalami masalah tersebut seperti rasa marah, takut atau cemas dan gelisah. Tema 3: tanaman herbal sebagai salah satu upaya mengatasi masalah hipertensi Obat yang berasal dari buah Alfaqih dan Kurniati . terapi alternatif herbal yang sering di konsumsi oleh pasien yang mengalami Hipertensi antara lain: buah belimbing dan mentimun. Sejalan dengan penelitian ini bahwasanya buah mentimun dan belimbing menjadi tanaman buah mayoritas yang digunakan oleh pasien hipertensi di desa Laut Dendang. Tema 5: penyebab kambuhnya hipertensi Aspek psikologis Kondisi psikologis yang sedang tidak normal atau berlebihan dapat memicu munculnya penyakit hipertensi (Ambarasan, 2. Sejalan dengan hasil penelitian yang ditemukan pengaruh psikologis dari pasien hipertensi desa Laut Dendang menjadi salah satu faktor terjadinya kekambuhan pada penyakit hipertensi. Faktor makanan Pola makan yang tinggi akan daging merah dan olahan, makanan cepat saji, makanan berlemak dan makanan penutup yang manis(Firdaus dan Suryaningrat, 2. Hal ini sesuai dengan pengalaman pasien hipertensi masyarakat desa Laut Dendang dimana jenis makanan yang memicu kekambuhan penyakit yaitu memakan daging seperti daging merah, daging kambing, dan berbagai jenis makanan berlemak lainnya. Obat yang berasal dari daun Jenis Tanaman daun seperti seledri dapat untuk mencegah kejadian hipertensi(Ulya & Jannah, 2. kemudian Kandungan daun sirsak yang diperkirarakan dapat menurunkan darah tinggi with a reference to 1977. Croatian Medical Journal, 46. , 74-80 Ambarasan. Santiya Sri. Gambaran Kualitas Hidup Lansia dengan Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Rendang. Ism. Vol. Nomor 1, 2015. Amir. Rantesigi. , & Agusrianto. Seduhan Bawang Putih Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi: A Literature Review. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan. Andri. Padila. Sugiharno. , & Anjelina. Penggunaan Rebusan Daun Sirsak terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi. Jurnal Keperawatan Silampari, 6. , 7988. Bailey. Oramasionwu. , & Wolf, . The role of patientcentered understanding and adherence to medication regimens. Current Medical Research and Opinion, 31. , 2069-2076. Budi et al. , . Hipertensi manajamen Surabaya Airlangga University Press Creswell. John W. Pendekatan Metode Kualitatif. Kuantittatif Campuran. Yogya: Pustaka Pelajar Firdaus. and Suryaningrat. AoHubungan Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Kapuas HuluAo. Majalah Kesehatan Grant. , & Johnson. Advancing the Practice of Patientand Family-Centered Care: The Central Role Nursing Leadership. Nurse Leader, 17. , 325Ae330. https://doi. org/10. 1016/j. Hamdan. , & Musniati. Ekstrak Daun Sirsak terhadap Tekanan Darah pada Hipertensi. Journal of Holistic and Traditional Medicine, 05. , 439Ae447. https://w. id/index. jhtm/article/view/86 KESIMPULAN Setelah pembahasan pengalaman pasien hipertensi selama menjalani pengobatan pada masyarakat di desa Laut Dendang dengan 8 informan, maka dapat disimpulkan bahwa pasien hipertensi masih memiliki keterbatasan pengetahuan terkait penerapan pengobatan yang baik dan teratur, mengeluhkan berbagai gejala spesifik pada fisik maupun perubahan pada emosional saat hipertensi, memanfaatkan tanaman herbal yang berasal dari buah, daun dan melalui pengobatan medis, presepsi pengobatan yang efektif , terpercaya, rasa takut efek samping dari kandunga obat, biaya yang murah, dan jarak rumah ke lokasi pusat pelayanan menjadi alasan dalam memilih sistem pengobatan serta Kekambuhan penyakit pada pasien hipertensi disebabkan karena faktor makanan dan aspek psikologis. SARAN Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian secara kuantitatif dan kualitatif untuk menemukan permasalahan pasien hipertensi dalam pengobatan dengan memperbanyak sampel atau informan, dan penelitian ini dapat dijadikan bahan perbandingan bagi peneliti selanjutnya. DAFTAR PUSTAKA Adikusuma. & Yuliana. Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi di Puskesmas Pagesangan Mataram. Jurnal Pharmascience Vol 2 no 2. Afiyanti & Rachmawati. Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Riset Keperawatan . st ed. Jakarta: Rajawali Pers. Ahyar. H, et a. ,l . Metode penelitian Yogyakarta : CV. Pustaka ilmu.