JURNAL KEPERAWATAN STIKES HANG TUAH TANJUNGPINANG https://jurnal. stikesht-tpi. P-ISSN 2086 Ae 9703 | E Ae ISSN 2621 Ae 7694 https://DOI. org/10. 59870/1y6w2f62 Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Terpenuhinya Imunisasi Dasar Lengkap Bagi Anak Usia 12-23 Bulan The Relationship between Mother's Knowledge and Attitudes towards the Fulfillment of Complete Basic Immunization for Children Aged 12-23 Months Dayang Subarsih 1. Syamilatul Khariroh 2. Cian Ibnu Sina 3. Yusnaini Siagian 4 1,2,3,4 Stikes Hang Tuah Tanjungpinang e-mail Korespondensi: dayangsubarsih12@gmail. Abstrak Imunisasi adalah salah satu jenis usaha memberikan kekebalan kepada anak dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh guna membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu. Sedangkan yang dimaksud dengan vaksin adalah bahan yang digunakan untuk merangsang pembentukan zat anti, yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui suntikan . isalnya, vaksin Bacille Calmette-Guerin (BCG). Difteri. Pertusis dan Tetanus (DPT) dan Campa. dan melalui mulut . ontohnya vaksin poli. Dampak dari tidak memberikan imunisasi pada anak adalah anak tidak mempunyai kekebalan spesifik, jika anak tidak mempunyai kekebalan spesifik anak akan mudah terserang penyakit berbahaya sistem imun anak akan menjadi lemah, anak akan mudah sakit bahkan kematian atau Pengetahuan dan sikap ibu merupakan faktor penentu keberhasilan imunisasi pada Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Auhubungan pengetahuan dan sikap ibu terhadap terpenuhinya imunisasi dasar lengkap bagi anak usia 12-23 bulan di Desa Tarempa Selatan Kecamatan Siantan 2023. Desain penelitian ini adalah Kuantitatif Deskriptif Korelasi dengan pendekatan cross Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 37 anak usia 12-23 bulan. Teknik sampling menggunakan teknik Sampling Purposive. Hasil penelitian menunjukkan ada Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Terpenuhinya Imunisasi Dasar Lengkap Bagi Anak Usia 12-23 Bulan di Desa Tarempa Selatan Kecamatan Siantan Tahun 2023 dengan nilai p value . ,001< 0,. Kata kunci: Pengetahuan. Sikap, imunisasi. Abstract Immunization is a type of effort to provide immunity to children by inserting vaccines into the body to create anti-substances to prevent certain diseases. Meanwhile, what is meant by vaccine is a material used to stimulate the formation of anti-substances, which is inserted into the body through injection . or example. Bacille Calmette-Guerin (BCG). Diphtheria. Pertussis and Tetanus (DPT) and Measles vaccine. and by mouth . or example polio vaccin. The impact of not giving immunizations to children is that children do not have specific immunity. If children do not have specific immunity, children will be easily attacked by dangerous diseases. The child's immune system will become weak, children will easily get sick and even die or become disabled. Mother's knowledge and attitude are determining factors for the success of immunization in children. The aim of this research is to determine "the relationship between mother's knowledge and attitude towards the fulfillment of complete basic immunization for children aged 12-23 months in South Tarempa Village. Siantan District 2023. The design of this research is Quantitative Descriptive Correlation with a cross sectional approach. The sample in this study was 37 children aged 12-23 months. The sampling technique used purposive sampling technique. The results of the research show that there is a relationship between mother's Jurnal Keperawatan STIkes Hang Tuah Tanjungpinang Volume 15 No. knowledge and attitudes towards the fulfillment of complete basic immunization for children aged 1223 months in South Tarempa Village. Siantan District in 2023 with a p value . 001 < 0. Keywords: Knowledge. Attitude. Immunization. PENDAHULUAN Imunisasi merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah penularan penyakit dan upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian pada bayi dan balita (Mardianti et al. , 2. Imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat paling efektif dan efisien dalam mencegah beberapa penyakit berbahaya (Kemenkes RI, 2. sikap diartikan sebagai suatu reaksi atau respon yang muncul dari seorang individu terhadap objek yang kemudian memunculkan perilaku individu terhadap objek tersebut dengan cara-cara tertentu. Pengetahuan merupakan kumpulan informasi yang dapat dipahami dan diperoleh dari proses belajar selama hidup dan dapat dipergunakan sewaktu waktu sebagai alat untuk penyesuaian diri. Pengetahuan merupakan pengenalan terhadap kenyataan, kebenaran, prinsip dan kaidah suatu objek dan merupakan hasil stimulasi untuk terjadinya perubahan perilaku untuk mengetahui tingkat kecerdasan seseorang. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengetahuan 24 diartikan sebagai segala sesuatu yang diketahui yang berkenaan dengan pembelajaran . mas et al, 2. Program imunisasi dasar merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian pada bayi dan balita, bayi yang baru lahir sudah memiliki antibodi alami, akan tetapi kekebalan ini hanya dapat bertahan beberapa minggu atau bulan saja. Selain itu, bayi akan menjadi rentan terhadap berbagai jenis penyakit. Imunisasi adalah salah satu jenis usaha memberikan kekebalan kepada anak dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh guna membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu. Sedangkan yang dimaksud dengan vaksin adalah bahan yang digunakan untuk merangsang pembentukan zat anti, yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui suntikan . isalnya, vaksin Bacille Calmette-Guerin (BCG). Difteri. Pertusis dan Tetanus (DPT) dan Campa. dan melalui mulut . ontohnya vaksin poli. (Faisal et al. , 2. Meskipun program pemberian imunisasi sudah dijalankan dengan baik, namun masih terdapat beberapa cakupan imunisasi yang tidak tercapai. Orang tua merupakan faktor yang paling utama seorang anak mendapatkan imunisasi lengkap. Peran serta orang tua terhadap suatu program kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor dan salah satunya adalah faktor pengetahuan dan sikap pada program kesehatan itu sendiri. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang . vert behavio. Dari penelitian membuktikan bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih bertahan dari perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan (Fitriani, 2. Berdasarkan penelitian (Maidartati et al. , 2. terdapat hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku ibu dalam pemberian imunisasi dasar di Puskesmas Kabupaten Bandung. Dari 42 responden dalam penelitian ini didapatkan cakupan pengetahuan dengan pengetahuan baik dengan perilaku positif 0%, dan pengetahuan baik dengan perilaku negatif sebanyak 11. 8%, pengetahuan sedang dengan perilaku positif 40% dan pengetahuan sedang dengan perilaku negatif 17,6% sedangkan pengetahuan buruk dengan perilaku positif sebanyak 0%, dan pengetahuan buruk dengan perilaku negatif sebanyak 70. Dampak dari tidak memberikan imunisasi pada anak adalah anak tidak mempunyai kekebalan spesifik, jika anak tidak mempunyai kekebalan spesifik anak akan mudah terserang penyakit berbahaya sistem Jurnal Keperawatan STIkes Hang Tuah Tanjungpinang Volume 15 No. imun anak akan menjadi lemah, anak akan mudah sakit bahkan kematian atau kecacatan. Pada pemberian imunisasi HB0 dapat menghindari dari penyakit hepatitis, pemberian imunisasi BCG dapat menghindari dari penyakit TBC, pemberian imunisasi pentabio (Soedjatmiko, 2. Jumlah penyakit tuberkulosis pada anak usia 0-14 tahun sebesar 9,04%, pneumonia sebesar 23,55% tetanus neonatorum 33,0% , campak 5,0%, difteri 5,9% dan polio 5%. (Kemenkes, 2. Ada beberapa alasan bayi tidak mendapatkan imunisasi lengkap adalah karena tidak adanya dukungan keluarga untuk memberikan anak imunisasi lengkap, sikap ibu tentang manfaat imunisasi, adanya rumor yang buruk tentang imunisasi dan alasan situasi berupa tempat pelayanan imunisasi yang terlalu jauh, jadwal pemberian imunisasi yang tidak tepat, ketidakhadiran petugas imunisasi (Kementrian Kesehatan RI. Pemahaman mengenai imunisasi sangat diperlukan orang tua sebagai dasar dalam memenuhi kebutuhan kesehatan anak. Pemberian imunisasi dasar pada anak harus dilandasi dengan adanya pemahaman yang baik dari orang tua mengenai imunisasi sebagai suatu upaya pemeliharaan kesehatan anak melalui upaya pencegahan penyakit. Sehingga orang tua diharapkan dapat menyadari dan memiliki pemahaman yang positif terhadap imunisasi (Supartini, 2. ibu dalam program imunisasi sangat penting, sehingga pemahaman yang tepat tentang imunisasi sangat diperlukan (Handayani, 2016. Kurangnya sosialisasi dari petugas kesehatan menyebabkan masalah rendahnya pemahaman dan kepatuhan ibu dalam menjalankan program imunisasi. Dikarenakan hal tersebut, diperlukan suatu intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, tingkat pendidikan dan sikap ibu terhadap pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi. Salah satu peran orang tua sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi optimal. Oleh karena itu kebutuhan dasar anak harus dipenuhi oleh orang tua baik asah, asih dan asuh. Peran orang tua salah satunya adalah asuh. Orang tua tentunya mengasuh anak dengan pola pengasuhan yang berkualitas yang mencakup perawatan kesehatan, pemenuhan gizi kasih sayang dan memberikan stimulasi kepada anak (Soetjiningsih, 2. Peran orang tua khususnya ibu mempunyai andil yang sangat penting dalam keluarga yaitu sebagai orang yang bertanggung jawab dalam perawatan anggota keluarga, selain sebagai pengasuh anak, manajer keluarga, dan pemberi rasa aman dan nyaman pada keluarga. Peran sebagai perawatan anggota keluarga artinya ibu berperan dalam perawatan anggota keluarga yaitu merawat anak baik dalam kondisi sehat seperti mengantarkan anaknya untuk mendapatkan pelayanan imunisasi di fasilitas kesehatan, mengantar anak setiap bulan ke posyandu untuk menimbang anak, maupun dalam kondisi sakit, orang tua berperan untuk merawat anak dan mengantar anak untuk mendapatkan perawatan di RS. Peran ibu jika dilakukan secara baik maka anak mempunyai status imunisasi Sebaliknya peran ibu kurang baik maka akan berdampak pada status imunisasi anak menjadi tidak lengkap (Prihatin, 2. Berdasarkan data imunisasi di Kepulauan Anambas di Desa Tarempa Selatan Kecamatan Siantan pada tahun 2019-2020 capain pada usia 12 bulan mencapai 72%, namun pada tahun 2021 mengalami perubahan yaitu 70,83% dan pada tahun 2022 angka turun ke 19,60%. (Dinkes Kepulauan Anambas Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk mengambil judul hubungan pengetahuan dan sikap ibu terhadap terpenuhinya imunisasi dasar lengkap bagi anak usia 12-13 bulan di Desa Tarempa Selatan Kecamatan Siantan 2023. METODE Jurnal Keperawatan STIkes Hang Tuah Tanjungpinang Volume 15 No. Penelitian ini menggunakan Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan crosectional yaitu suatu metode untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor resiko dengan efek. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita umur 12-23 bulan. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 37 anak usia 12-23 bulan. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah teknik Sampling Purposive yaitu teknik penentuan sampel yang akan diambil berdasarkan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. Alat pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Teknik analisis menggunakan Analisa data menggunakan uji statistik yaitu uji statistik Pearson Chi Square. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Tabel 1 Distribusi Frekuensi Karakteristik usia, pendidikan pekerjaan dan kelengkapan imunisasi . Karakteristik Total Usia: < 20 Tahun 20-35 Tahun >35 Tahun Total Pendidikan: SMP SMA Total Pekerjaan : IRT Swasta PNS Total Status Imunisasi Tidak Lengkap Lengkap Total Tabel 2 Jurnal Keperawatan STIkes Hang Tuah Tanjungpinang Volume 15 No. Mengetahui Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Terhadap Imunisasi . Pengetahuan: Kurang Cukup Total Tabel 3 Mengetahui Distribusi Frekuensi Sikap ibu Terhadap Imunisasi . Pengetahuan: Sikap Negatif Sikap Positif Total Tabel 4 Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Terpenuhinya Imunisasi Dasar Lengkap Bagi Anak Usia 12-23 Bulan di Desa Tarempa Selatan Kecamatan Siantan Tahun 2023 Pengetahuan Status Imunisasi Dasar Tidak Lengkap Lengkap Total P value Kurang 5,7% 5,7% Cukup 14,2% 34,2% 0,001 Baik 28,5% 31,4% Total 54,2% 45,6% Tabel 5 Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Terpenuhinya Imunisasi Dasar Lengkap Bagi Anak Usia 12-23 Bulan di Desa Tarempa Selatan Kecamatan Siantan Tahun 2023 Pengetahuan Status Imunisasi Dasar Tidak Lengkap Lengkap Total P value Sikap Negatif 5,7% 2,3% 5,7% Sikap Positif 14,2% 34,2% 0,001 Total 28,5% 31,4% Berdasarkan Hasil penelitian didapatkan sikap ibu terhadap status imunisasi dasar didapatkan sikap positif terhadap imunisasi lengkap 34,2%. Berdasarkan Tabel Diatas didapatkan hasil signifikan ada Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Terpenuhinya Imunisasi Dasar Lengkap Bagi Anak Usia 12-23 Bulan di Desa Tarempa Selatan Kecamatan Siantan Tahun 2023 dengan nilai p value . ,001< 0,. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 14 orang ibu yang berpengetahuan baik semuanya memberikan imunisasi dasar yang lengkap kepada bayinya. Sedangkan dari orang yang berpengetahuan kurang semuanya tidak memberikan imunisasi dasar yang lengkap kepada bayinya. Hasil uji statistik dengan menggunakan analisis Chi-square diketahui bahwa nilai p = 0,001< 0,05, hal ini mempunyai arti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dengan kelengkapan imunisasi dasar baik tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar maka ada kecenderungan ibu untuk memberikan imunisasi secara lengkap kepada bayinya. Pengetahuan yang baik ini dapat menyebabkan perubahan perilaku ibu yang terbiasa dengan tradisi yang telah ada di keluarga, khususnya tradisi yang terbiasa tidak memberikan imunisasi pada bayi atau Jurnal Keperawatan STIkes Hang Tuah Tanjungpinang Volume 15 No. Dengan pengetahuan yang baik pula maka tradisi yang tadinya tidak mengarah kepada perilaku hidup yang sehat akan dapat berubah menjadi perilaku hidup yang sehat. Pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah faktor pendidikan. Hal ini didukung oleh Wawan dan Dewi . yang menyatakan bahwa, faktor yang dapat mempengaruhi pengetahuan salah satunya adalah tingkat pendidikan. Pendidikan responden akan berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan tentang kesehatan khususnya tentang pemberian imunisasi dasar pada Selama menempuh pendidikan formal akan terjadi hubungan baik secara sosial atau interpersonal yang akan berpengaruh terhadap wawasan seseorang. Sedangkan pada tingkat pendidikan yang rendah interaksi tersebut berkurang, informasi yang didapat juga berkurang. Sehingga semakin tinggi pendidikan seseorang semakin mudah menerima informasi dan semakin banyak pula pengetahuan yang dimilikinya. Sikap terdiri dari menerima, merespon, menghargai dan bertanggung jawab, sehingga sikap juga mengambil peran serta dalam perkembangan suatu kesehatan. Bagaimana masyarakat melihat serta menyikapi berbagai masalah kesehatan yang terjadi di lingkungan. Sikap secara nyata menunjuka konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulasi tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari adalah merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulasi sosial. Menurut (Notoatmodjo 2. yang menyatakan bahwa suatu sikap belum otomatis terwujud dalam tindakan atau overt behavior. komponen sikap merupakan salah satu hal yang penting untuk mencegah ataupun menanggulangi penyakit yang dapat dicegah dalam imunisasi. Sebab sikap sangat mempengaruhi derajat kesehatan individu/masyarakat. Kebutuhan akan kesehatan merupakan pencetus terbentuknya perilaku sehat masyarakat yang didorong oleh adanya penyakit, risiko yang muncul akibat penyakit dan konsekuensi negatif . iaya atau kehilangan peluan. akibat suatu penyakit. Sikap kelengkapan imunisasi dasar lengkap pada balita, responden memiliki sikap yang baik terhadap kelengkapan imunisasi dasar lengkap, dilihat dari jawaban responden yang ditemukan lebih banyak yang bersikap positif dibandingkan dengan sifat negatif. Berlandaskan dari pengamatan yang dilakukan peneliti maka dapat disimpulkan maka sikap ibu ibu yang memiliki balita di wilayah kerja puskesmas malinau kecamatan loksado ini sebagian besarnya memiliki sikap yang positif. Sebab semakin positif sikap yang dimiliki ibu ibu di sana maka akan semakin baik untuk pertumbuhan balitanya sebab balita tersebut tidak mudah terserang penyakit yang menular. Sehubungan dengan penelitian yang telah dilakukan agar kelengkapan imunisasi di wilayah kerja puskesmas malinau lebih meningkat dalam pengetahuan sikap serta pemahaman akan pentingnya imunisasi memenuhi kelengkapan imunisasi dasar lengkap pada anak nya untuk menghindari dari segala penyakit menular lainya. Hasil penelitian didapatkan sikap ibu terhadap status imunisasi dasar didapatkan sikap positif terhadap imunisasi lengkap 34,2%. Berdasarkan Tabel Diatas didapatkan hasil signifikan ada Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Terpenuhinya Imunisasi Dasar Lengkap Bagi Anak Usia 12-23 Bulan di Desa Tarempa Selatan Kecamatan Siantan Tahun 2023 dengan nilai p value . ,001< 0,. Hasil penelitian Yuliana . , tentang faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar lengkap di Wilayah. Semakin berkembangnya pola pikir serta bertambahnya pengalaman menjadikan ibu memilah mana yang baik dan yang mana tidak baik untuk bayinya sehingga terbentuk suatu sikap dalam diri ibu tersebut. Hasil penelitian yang didapatkan pengetahuan kurang diketahui dari hasil rekap kuesioner menunjukkan bahwa responden memiliki pengetahuan kurang tentang tujuan imunisasi, jenis imunisasi dasar yang diberikan pada bayi, jumlah sebaiknya sebaiknya Imunisasi BCG diberikan pada bayi dan jumlah sebaiknya Imunisasi Polio diberikan pada bayi. Hasil penelitian Hastuty . , tentang hubungan pengetahuan dan pekerjaan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar balita di posyandu desa kasang wilayah kerja UPTD Kesehatan Lubuk Jurnal Keperawatan STIkes Hang Tuah Tanjungpinang Volume 15 No. Jambi Kecamatan Kuantan Mudik, menunjukkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan kurang lebih banyak dibandingkan dengan responden yang memiliki pengetahuan cukup dan pengetahuan Hasil analisis ada hubungan hubungan pengetahuan dengan kelengkapan imunisasi dasar balita di posyandu desa kasang wilayah kerja UPTD Kesehatan Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 35 responden sikap negatif yaitu diketahui dari hasil rekap kuesioner responden memiliki sikap negatif terhadap anak tidak perlu di imunisasi karena tidak 100% anak terlindung dari batuk pilek, imunisasi tidak penting karena anak akan panas, imunisasi bisa dilakukan kapan saja kalau mau, dengan imunisasi anak akan terlindung dari penyakit dan anak dibawah usia 1 tahun tidak perlu mendapat imunisasi dasar lengkap. Hasil penelitian Wibowo . , tentang pengetahuan dan sikap ibu tentang imunisasi dasar pada balita, menunjukkan bahwa responden yang memiliki sikap negatif terhadap imunisasi lebih banyak dibandingkan dengan responden yang memiliki sikap positif. Mayoritas responden dengan imunisasi dasar tidak lengkap memiliki sikap negatif. Berdasarkan hasil penelitian dari 17 responden sikap negatif terdapat 14 responden imunisasi dasar tidak lengkap karena sikap negatif yang dimiliki oleh responden berdampak pada tanggapan responden bahwa imunisasi dasar tidak perlu dilakukan secara lengkap sehingga responden memberikan imunisasi dasar pada bayinya secara tidak lengkap. Sedangkan 3 responden imunisasi dasar lengkap yaitu 2 responden mengatakan supaya anaknya sehat dan 1 responden mengatakan supaya menambah kekuatan imun anak sehingga seluruh responden melakukan imunisasi dasar secara Hasil uji Chi-square (Continuity Correctio. diperoleh hubungan yang signifikan antara sikap dengan pemberian imunisasi dasar pada bayi di Puskesmas Kedungwuni II. Artinya sikap yang dimiliki oleh responden berdampak pada pemberian imunisasi dasar pada bayi di Puskesmas Kedungwuni II. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Zulfikar . , tentang hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Bies Kabupaten Aceh Tengah, menunjukkan bahwa hubungan sikap ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Bies Kabupaten Aceh Tengah. Hasil uji Contingency Coefficient didapat kategori hubungan pemberian imunisasi dasar pada bayi selain dari sikap ibu diantaranya pendidikan, pekerjaan dan jarak rumah dan dukungan suami. Hasil penelitian ini sejalan dengan Rahmi . , faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada balita diantaranya adalah pengetahuan, jumlah anak, sikap petugas kesehatan, dukungan keluarga, jarak rumah, pendidikan, sikap ibu, motivasi dan sosial budaya atau kepercayaan dalam KESIMPULAN Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa Karakteristik responden pada penelitian ini yang terbanyak adalah IRT 15 . ,9%) dan dilihat dari status imunisasi bayi dengan imunisasi lengkap sebanyak 22 . ,9%). Hasil penelitian yang didapatkan pengetahuan ibu terhadap imunisasi dengan pengetahuan baik 14 . ,0%) Hasil penelitian yang didapatkan hasil sikap ibu terhadap imunisasi dengan sikap positif 21 . %). Hasil penelitian didapatkan pengetahuan ibu terhadap status imunisasi dasar didapatkan kurang pengetahuan terhadap imunisasi tidak lengkap 5,7%. Dan sikap ibu terhadap status imunisasi dasar didapatkan sikap positif terhadap imunisasi lengkap 34,2%. Berdasarkan Tabel Diatas didapatkan hasil signifikan ada Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Terpenuhinya Imunisasi Dasar Lengkap Bagi Anak Usia 12-23 Bulan di Desa Tarempa Selatan Kecamatan Siantan Tahun 2023 dengan nilai p value . ,001< 0,. DAFTAR PUSTAKA