Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) Vol. 2 No. 2 2025, 308-312 Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) https://journal. id/index. php/DBESTI P-ISSN: 3047-1028 E-ISSN: 3032-775X PENERAPAN MODUL POINT OF SALE ODOO UNTUK EFISIENSI TRANSAKSI PENJUALAN UMKM TOKO TIGA SAUDARA Hurul Aini Shafira1. Amalia2. Suhendi3 1,2,3 Sistem Informasi. Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri Jakarta Selatan. DKI Jakarta. Indonesia 12640 huru21085@nurulfikri. id, amalia@nurulfikri. id, suhendi@nurulfikri. Abstract This study aims to implement the Point of Sale (PoS) module system using Odoo for the micro, small, and medium enterprise (MSME) Toko Tiga Saudara, which currently relies on a manual recording system. Manual data recording often leads to various issues such as data loss, calculation errors, delays in report generation, and difficulties in accurately monitoring Therefore, an integrated and efficient system solution is required. The research method used is qualitative with an action research approach. Data were collected through in-depth interviews and direct observations of the store owner and daily operational activities. The implementation process included installing Odoo, configuring the PoS module based on the storeAos requirements, conducting user training, performing system testing using the User Acceptance Testing (UAT) method, and evaluating system effectiveness. The results show that the system is capable of integrating transaction processes and inventory management in real time, minimizing recording errors, and generating accurate and easy-to-understand sales Furthermore, the system increases operational efficiency and supports the store owner in making strategic decisions. The implemented system is deemed to meet the userAos needs. however, further development is recommended to add additional features that can support business growth in the future. Keywords: MSME. Odoo. Point of Sale. Sales Transactions. Store Tiga Saudara. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem modul Point of Sale (PoS) menggunakan Odoo pada UMKM Toko Tiga Saudara yang masih menggunakan sistem pencatatan manual. Sistem pencatatan manual sering kali menyebabkan berbagai permasalahan seperti kehilangan data, kesalahan perhitungan, keterlambatan dalam pembuatan laporan, dan kesulitan dalam memantau stok barang secara akurat. Oleh karena itu, dibutuhkan solusi sistem yang terintegrasi dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan action research. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap pemilik serta aktivitas operasional toko. Proses implementasi meliputi instalasi Odoo, konfigurasi modul Point of Sale sesuai kebutuhan toko, pelatihan penggunaan sistem, pengujian sistem menggunakan metode User Acceptance Testing (UAT), serta evaluasi terhadap efektivitas sistem. Hasil dari implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu mengintegrasikan proses transaksi dan manajemen stok secara real-time, mengurangi kesalahan pencatatan, serta menghasilkan laporan penjualan yang akurat dan mudah dipahami. Selain itu, penggunaan sistem ini meningkatkan efisiensi kerja dan membantu pemilik dalam pengambilan keputusan strategis. Sistem yang diterapkan dinilai sesuai dengan kebutuhan pengguna, namun masih diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk menambahkan fitur-fitur tambahan yang mendukung pertumbuhan usaha di masa mendatang. Kata kunci: Odoo. Point of Sale. Toko Tiga Saudara. Transaksi Penjualan. UMKM. PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang strategis dalam perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM. UMKM berkontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membantu pemerataan hasil pembangunan. Salah satu keunggulan UMKM adalah ketahanannya terhadap guncangan dan krisis ekonomi . UMKM di Indonesia sangat beragam, mulai dari skala kecil hingga Diterima 9 Juli 2025. Direvisi 17 Desember 2025. Diterima untuk publikasi 17 Desember 2025 309 | Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) Vol. 2 No. 2 November 2025 menengah, dengan karakteristik operasional yang berbeda . UMKM skala menengah umumnya memiliki proses bisnis yang lebih terstruktur, didukung oleh penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), sistem pencatatan transaksi yang jelas, dan pengelolaan stok berbasis perangkat lunak. Hal ini berbeda dengan UMKM yang masih banyak melakukan pencatatan secara manual, sehingga rentan terhadap kesalahan pencatatan dan kurang efisien dalam pengelolaan operasionalnya. Salah satu contohnya adalah Toko Tiga Saudara, sebuah usaha ritel yang berlokasi di Jl. Ciliwung I RT. 07/RW. No. Kecamatan Kramat Jati. Jakarta Timur. Toko ini menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari seperti makanan ringan, minuman, sembako, alat tulis, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Aktivitas operasional Toko Tiga Saudara meliputi pembelian barang dari pemasok, penjualan kepada pelanggan, serta pengelolaan stok barang. Seluruh transaksi masih dicatat secara manual menggunakan buku tulis. Metode pencatatan seperti ini sering menimbulkan berbagai permasalahan, seperti pencatatan transaksi yang tidak akurat, kesalahan dalam perhitungan stok, serta kesulitan dalam melakukan monitoring transaksi secara real-time. Kondisi ini menghambat efisiensi dan produktivitas operasional toko. Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, dibutuhkan penerapan sistem digital berbasis perangkat lunak yang mampu mengelola transaksi penjualan dan pengelolaan stok barang secara lebih efektif. Salah satu solusi yang relevan adalah penerapan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis Odoo, khususnya modul Point of Sale (PoS). Odoo merupakan platform ERP yang menyediakan berbagai modul pendukung proses bisnis, seperti Sales. Purchase. Inventory. Accounting, dan Point of Sale . Modul Point of Sale dirancang untuk mempermudah pengelolaan transaksi penjualan, serta terintegrasi dengan modul inventaris dan akuntansi untuk mendukung pengelolaan bisnis yang lebih sistematis . Penerapan modul PoS diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pencatatan transaksi, mengurangi risiko kesalahan pencatatan, dan memberikan laporan analisis penjualan yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis . Hasil penelitian sebelumnya oleh Lailia Cahya Putri dan Suhendi, menunjukkan bahwa implementasi modul PoS Odoo mampu meningkatkan akurasi pencatatan transaksi dan pengelolaan stok pada UMKM . Oleh mengimplementasikan modul PoS berbasis Odoo pada Toko Tiga Saudara sebagai upaya transformasi digital dalam mendukung operasional toko agar lebih efektif, sistematis, dan produktif. METODE PENELITIAN Pengumpulan data merupakan tahap dasar yang dilakukan dalam penelitian ini sehingga peneliti dapat mengetahui arah dan tujuan dari penelitian. Dari proses pengumpulan data ini nanti akan diperoleh berbagai informasi yang dapat digunakan untuk membantu proses peneliti dan menjadi rujukan dalam implementasi sistem di Toko Tiga Saudara. Dalam prosesnya, pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai metode dan dalam penelitian ini sendiri akan menggunakan metode penelitian wawancara dan Di dalam penelitian kualitatif, data diperoleh melalui berbagai sumber dengan teknik pengumpulan data yang beragam dan dilakukan secara terus-menerus hingga mencapai kejenuhan data. Teknik pengumpulan data yang baik memungkinkan analisis yang lebih mendalam dengan mempertimbangkan pola-pola dan hubungan antar variabel . 1 Metode Pengumpulan Data. Tahap Penelitian, dan Metode Pengujian . Wawancara Pada tahapan wawancara penulis mengajukan pertanyaan terbuka untuk menggali informasi lebih dalam mengenai pengalaman pemilik dalam menjalankan bisnisnya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut mencakup aspek-aspek Proses Bisnis: Apa saja yang dilakukan dalam operasional sehari-hari toko, seperti belanja stok barang, mengatur persediaan, dan melayani pelanggan? Tantangan Bisnis: Masalah apa saja yang sering dihadapi dalam operasional sehari-hari? . Observasi Selain wawancara, peneliti juga melakukan observasi secara langsung di Toko Tiga Saudara untuk memahami bagaimana pemilik toko berinteraksi dengan pelanggan dan melihat kondisi toko secara keseluruhan. Observasi ini juga dilakukan secara fleksibel tanpa format tertentu, sebagai fokus pengamatan, bisa disesuaikan dengan situasi di lapangan . Hal-hal yang diamati meliputi: Interaksi dengan Pelanggan: Cara pemilik berinteraksi dengan pelanggan. Aktivitas Harian: Rutinitas operasional sehari-hari yang dilakukan pemilik dan karyawan. Tahapan Penelitian Pada bagian ini berisi tahapan-tahapan penelitian disertai dengan hasil yang didapatkan pada setiap tahapan Studi Literatur Tahap awal ini dilakukan untuk menyusun dasar teori sebagai landasan penelitian. Meliputi kajian teori terkait 310 | Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) Vol. 2 No. 2 November 2025 manajemen penjualan. ERP, sistem informasi, serta telaah penelitian terdahulu untuk menemukan celah riset. Output tahap ini berupa dokumen pendahuluan yang memuat latar belakang, tujuan, manfaat, dan kerangka teori. Workflow pada sistem PoS di Toko Tiga Saudara pada Gambar 1 dirancang untuk mendukung efisiensi proses transaksi penjualan. Analisis Tahap analisis bertujuan menggali kebutuhan sistem melalui wawancara dan observasi langsung terhadap proses bisnis di lapangan. Hasilnya berupa dokumen System Requirement Specification (SRS), dan diagram alur proses bisnis, yang menjadi dasar untuk perancangan sistem. Desain Workflow dan Implementasi Pada tahap ini dilakukan perancangan alur kerja baru yang lebih efisien berbasis Odoo ERP, diikuti implementasi berupa instalasi dan konfigurasi modul sesuai kebutuhan . enjualan, inventaris, akuntans. Sistem diuji secara internal agar sesuai dengan workflow yang telah dirancang. Pengujian Pengujian dilakukan dengan metode User Acceptance Testing (UAT) untuk memastikan sistem sesuai kebutuhan Feedback dari pengguna digunakan untuk penyempurnaan, dengan output berupa laporan hasil uji coba dan masukan pengguna. Evaluasi Tahap evaluasi menilai efektivitas sistem terhadap efisiensi bisnis serta memberikan rekomendasi pengembangan lebih Output-nya berupa laporan akhir penelitian yang memuat kesimpulan dan saran perbaikan berkelanjutan. 2 Metode pengumpulan data Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan proses implementasi modul PoS menggunakan Odoo pada UMKM Toko Tiga Saudara. Subjek penelitian adalah UMKM Toko Tiga Saudara, yang bergerak di bidang penjualan kebutuhan sehari-hari dengan skala usaha mikro. Pemilik dan pegawai toko menjadi informan utama dalam proses pengumpulan data penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga metode, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan untuk mengetahui kebutuhan sistem, kendala dalam proses bisnis, serta harapan setelah implementasi PoS . Observasi dilakukan untuk mengamati langsung alur transaksi sebelum dan sesudah implementasi sistem. Dokumentasi berupa catatan transaksi, laporan keuangan, serta foto-foto kegiatan digunakan sebagai data pendukung . HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Workflow Gambar 1. Workflow Toko Tiga Saudara Sistem ini memastikan bahwa setiap tahapan, mulai dari pemesanan hingga penutupan sesi, berjalan secara efisien dan terstruktur. Integrasi antara kasir, pembeli, dan gudang memungkinkan operasional yang lebih terkontrol dan akurat, sehingga meminimalkan kesalahan dalam pengelolaan stok dan transaksi. 2 Implementasi dan Antarmuka Pengguna Merupakan tampilan dasar dari Odoo yang berhasil di implementasikan pada sistem Toko Tiga Saudara. Pada bagian ini, peneliti menjelaskan tampilan dan fungsi dari setiap bagian yang ada di dalam sistem Odoo, penjelasan ini akan dibagi menjadi 2 bagian yaitu tampilan sistem PoS dan tampilan manajemen produk. Konfigurasi Proses implementasi dan konfigurasi sebelum sistem PoS dapat digunakan seperti bagaimana mestinya. Proses tersebut meliputi: Instalasi, pemasangan platform Odoo ERP pada server atau perangkat yang akan digunakan. Konfigurasi, penyesuaian modul-modul terkait, seperti penjualan, inventaris, dan akuntansi, agar sesuai dengan kebutuhan bisnis. Proses ini bertujuan memastikan sistem siap digunakan oleh pengguna akhir sesuai workflow yang telah dirancang. Antarmuka Gambar 2 merupakan tampilan modul PoS ketika pengguna melakukan login pada akun yang sudah didaftarkan 311 | Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) Vol. 2 No. 2 November 2025 Gambar 5 menunjukkan bahwa transaksi yang telah dibuat sebelum sudah berhasil tercatat dan stok di gudang telah berkurang sesuai dengan jumlah yang dipesan oleh Gambar 2. Design Login User Pada halaman ini pengguna akan memasukkan alamat email dan password yang sudah terdaftar pada sistem Odoo. Gambar 6 Desain Print Out Gambar 6 merupakan tampilan dari bukti transaksi yang telah berhasil dan dapat dibawa oleh pembeli dengan format pdf. Gambar 3 Desain Sistem PoS Runing Session Gambar 3 merupakan desain utama dari sistem PoS, pada tampilan ini pengguna . dapat mulai melakukan pencatatan proses transaksi yang dilakukan oleh pembeli. Gambar 4 Desain Payment Transaksi Gambar 4 merupakan tampilan pembayaran setelah kita menekan bagian payment pada gambar sebelumnya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa implementasi sistem PoS berbasis Odoo di Toko Tiga Saudara berhasil diterapkan untuk meningkatkan efisiensi pencatatan transaksi dan pengelolaan stok barang. Sistem ini mendukung proses bisnis menjadi lebih terstruktur, cepat, serta meminimalkan potensi kesalahan pencatatan manual. Integrasi dengan modul manajemen produk turut mempermudah monitoring persediaan secara real-time dan mendukung pengelolaan stok yang lebih sistematis. Evaluasi melalui UAT menunjukkan bahwa sistem berfungsi sesuai kebutuhan operasional toko. Meskipun demikian, ditemukan beberapa keterbatasan, seperti belum adanya fitur pencatatan transaksi pembelian dan masih terdapat fitur yang kurang Oleh karena itu, diperlukan pengembangan lebih lanjut agar sistem dapat mendukung pencatatan transaksi secara lebih komprehensif. Penelitian ini hanya berfokus pada implementasi modul PoS untuk transaksi penjualan dan pengelolaan stok. Untuk pengembangan ke depan, disarankan agar modul Accounting pada Odoo dimanfaatkan secara optimal guna mendukung pencatatan keuangan yang lebih lengkap, termasuk laporan laba rugi. Gambar 5 Desain Halaman Payment Successful Selain itu, integrasi dengan perangkat keras seperti barcode scanner dapat menjadi perhatian pada penelitian selanjutnya agar proses transaksi menjadi lebih praktis dan efisien. Hal 312 | Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) Vol. 2 No. 2 November 2025 ini memerlukan konfigurasi lanjutan atau kustomisasi sistem agar dapat terintegrasi dengan baik. DAFTAR PUSTAKA