JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. TINJAUAN FONDASI BORE PILE PADA STRUKTUR DINDING PENAHAN TANAH JALAN WAIPIA-SALEMAN I KABUPATEN MALUKU TENGAH Siti Hajar Renngur. Henriette Dorothy Titale. Maslan Abdin. 1,2,. Jurusan Teknik Sipil. Politeknik Negeri Ambon sitirenngur03@gmail. , titaleyhd@gmail. , maslanabdin15@gmail. ARTICLE HISTORY Received: September 11, 2025 Revised October 18, 2025 Accepted: October 27, 2025 Online available: October 29, 2025 Keyword: Bore pile foundation, bearing capacity, settlement. *Correspondence: Name: Siti Hajar Renngur E-mail: sitirenngur03@gmail. Kantor Editorial Politeknik Negeri Ambon Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jalan Ir. Putuhena. WailelaRumahtiga. Ambon Maluku. Indonesia Kode Pos: 97234 ABSTRACT The foundation is a lower structure that transfers the load from the upper structure to the ground below. On the Waipia - Saleman I road section on Central Maluku Regency at STA 35 000, 200 m long cantilever retaining wall was built and combined with 60 cm diameter bore pile foundation with a depth of 14 m which functions to secure slope areas that are prone to landslides This study aims to calculate the load received by the bore pile foundation, the bearing capacity and the settlement that occurs in the bore pile foundation. The bearing capacity of a single pile is calculated from N-SPT data using conventional methods, namely the Maverhoff method and the Reese & O'Neil methods. The bearing capacity of the pile group is calculated using the efficiency value from the Converse-Labarre Formula. The calculation of the settlement of a single pile and the settlement of the pile group are calculated based on the Vesic method. Based on the calculation results, the smallest load on the bore pile foundation was 1502. 88 kN, with a distributed load at the base of the retaining wall of 41. 75 kN/m2. The calculation resulted of the single pile bearing capacity using the Mayerhoff method yielded an average allowable bearing capacity (Qal. of 153 7. 34 kN, and using the Reese & OAoNeil method, the lowest permissible bearing capacity (Qal. at Bore Hole 02 was 1118. 67 kN. The smallest group pile allowable bearing capacity (Qgal. at Bore Hole 02 was 2505. 82 kN. The settlement calculation of the bore pile foundation using the Vesic method for single piles (S) was 0. 0420 m, and for group piles (S. 0939 m, which was considered safe and technically acceptable because it was smaller than the allowable settlement (S. , which was 0. 151 m. Keywords: Bore Pile Foundation. Bearing Capacity. Settlement PENDAHULUAN Fondasi merupakan struktur bawah yang berfungsi meneruskan beban struktur atas ke tanah dibawahnya. Secara umum, fondasi terdiri dari dua jenis yaitu fondasi dangkal dan fondasi dalam (Bowles, 2. Fondasi bore pile merupakan salah satu jenis fondasi dalam yang dibangun dengan cara mengebor tanah terlebih dahulu, kemudian diisi dengan tulangan dan dicor (Jusi, 2. Kapasitas dukung merupakan kemampuan struktur untuk memikul beban yang diterima dari struktur itu sendiri maupun beban dari struktur atas. Kapasitas dukung fondasi bore pile didapat dari kuat dukung ujung . nd bearing capacit. yang diperoleh dari tekanan ujung tiang dan kuat dukung geser atau selimut . riction bearing capacit. yang diperoleh dari kuat dukung gesek antara fondasi bore pile dan tanah disekelilingnya. Penurunan disebabkan karena pemberian beban diatas tanah yang mengakibatkan tegangan pada lapisan tanah dibawah beban tersebut. Adanya pembebanan tersebut berkurangnya volume tanah (Islam. , et al. , 2. Pada ruas Jalan Waipia Saleman I STA 35 000 rawan akan terjadinya longsor akibat dari kondisi tanah dan lereng yang curam, ketinggian lereng mencapai 15,468 m. Adapun faktor lain seperti curah hujan tinggi Siti Hajar Renngur et. Tinjauan Fondasi Bore Pile Pada Struktur DindingA DOI: https://doi. org/10. 31959/js. JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. yang mengakibatkan tanah menyerap air dan masuk ke dasar lereng sehingga menimbulkan longsor. Salah satu cara penanganan yang dilakukan yaitu dengan membangun Dinding Penahan Tanah (DPT) tipe kantilever sepanjang 200 m dan digabungkan dengan fondasi bore pile. Fondasi ini sering digunakan untuk mengamankan dan menjaga kestabilan di daerah Fondasi bore pile yang digunakan berdiameter 60 cm. Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini dilakukan untuk meninjau kembali kinerja fondasi bore Perhitungan kapasitas dukung tiang tunggal berdasarkan data N-SPT menggunakan metode konvensional yaitu metode Mayerhoff dan metode Reese & OAoNeil. Kapasitas dukung kelompok tiang dihitung berdasarkan nilai efesiensi yang disarankan Converse-Labarre Formula. Perhitungan penurunan tiang tunggal dan penurunan kelompok tiang dihitung berdasarkan metode Vesic. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung beban yang diterima fondasi bore pile, kapasitas dukung dan penurunan yang terjadi pada fondasi bore pile. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pihak konsultan, kontraktor maupun instansi terkait dalam perencanaan fondasi bore pile yang lebih efisien dan aman, khususnya pada struktur dinding penahan tanah. TINJAUAN PUSTAKA 1 Penelitian Terdahulu (Hidayati. et al. , 2. meneliti perencanaan bore pile pada proyek pengelolaan irigasi di Binjai Utara. Penelitian ini menggunakan data sondir untuk menganalisis daya dukung dan penurunan Hasilnya menunjukan bahwa variasi diameter tiang memengaruhi kapasitas dukung dan deformasi (Tanjung. , et al. melakukan penelitian pada proyek Underpass Beurawe di Banda Aceh dengan fokus pada analisis stabilitas dinding bore pile terhadap tekanan tanah aktif dan pasif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan muka air tanah dapat menurunkan faktor keamanan hingga 20%. (Pratama,2. meneliti pengaruh konfigurasi kelompok pondasi bore pile terhadap daya dukung dan penurunan pada pekerjaan Jembatan Tanah Tinggi di Kota Tangerang. Penelitian ini menunjukkan bahwa variasi jarak antar tiang berpengaruh besar terhadap daya dukung kelompok pondasi. (Tahir, 2. meninjau kinerja fondasi bore pile pada proyek perbaikan jalan pantai di Ambon. Hasilnya menunjukkan bahwa curah hujan tinggi dan beban kendaraan berat meningkatkan tekanan lateral secara signifikan. Penelitian ini lebih menekankan aspek hidrologi dibanding analisis daya dukung bore pile secara struktural. Siti Hajar Renngur et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Penelitian ini memiliki beberapa kebaruan dibandingkan dengan penelitian-penelitian terdahulu . Pertama, penelitian ini dilakukan di wilayah Maluku Tengah, tapatnya di Jalan Waipia-Saleman I, yang memiliki kondisi tanah berlempung, curah hujan tinggi serta risiko erosi dan pergeseran lereng yang berbeda wilayah penelitian sebelumnya. Kedua, penelitian ini mengkombinasikan data lapangan yaitu N-SPT (Standard Penetretion Tes. dengan beberapa metode analitis yaitu Mayerhoff. Reese&OAoNeil dan Vesic untuk memberikan gambaran yang lebih komprhensif terhadap kinerja bore pile dalam menahan beban serta menghitung daya dukung ujung . nd bering capacit. dan daya dukung gesek . kin frictio. , data ini juga digunakan untuk memperkirakan besarnya penurunan yang terjadi akibat beban dari struktur dinding penahan Ketiga, penelitian ini difokuskan pada struktur dinding penahan tanah di tepi jalan yang menahan beban dari lalu lintas kendaraan serta tekanan tanah akibat lereng, berbeda dengan penelitian terdahulu yang berfokus pada irigasi, jembatan atau underpass. 2 Fondasi Fondasi adalah bagian terendah dari bangunan yang meneruskan beban bangunan ke tanah atau batuan yang berada dibawahnya (Hardiyatmo, 2. Terdapat dua klasifikasi fondasi yaitu fondasi dangkal dan fondasi dalam. Fondasi dangkal didefinisikan sebagai fondasi yang mendukung bebannya secara langsung, seperti : fondasi telapak, fondasi memanjang dan fondasi rakit. Fondasi dalam didefinisikan sebagai fondasi yang meneruskan beban bangunan ke tanah keras yang terletak relatif jauh dari permukaan, contohnya fondasi sumuran dan fondasi tiang. 3 Fondasi Bore Pile Fondasi bore pile adalah fondasi tiang yang pemasangannya dilakukan dengan mengebor tanah lebih dahulu. Fondasi bore pile dipergunakan untuk mendukung bangunan bila lapisan tanah kuat terletak sangat dalam. Fondasi bore pile digunakan pada tanah yang kaku dan stabil, sehingga saat proses pengeboran tanah akan tetap stabil. Setelah proses pengeboran kemudian diisi dengan tulangan dan dicor dengan 4 Beban Yang Dipikul Fondasi Bore Pile Untuk menganalisis beban yang diterima fondasi bore pile, perlu dihitung terlebih dahulu berat sendiri dinding penahan tanah yang bekerja secara vertikal (Suripin, 2. Perhitungan beban vertikal dihitung dengan cara membagi dinding penahan tanah menjadi beberapa Tinjauan Fondasi Bore Pile Pada Struktur DindingA JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. segmen disertai dengan beban merata . yaitu bahu Berat (W) = Volume Penampang . co3 ) x Berat Jenis Bahan . N/yco3 )a. Berdasarkan teori kapasitas dukung (Bearing Capacit. , perlu diperhitungkan beban yang terdistribusi pada dasar dinding penahan tanah yaitu beban per satuan luas dimana tanah masih dapat Beban yang terdistribusi pada dasar dinding penahan tanah dihitung menggunakan ycE q = . ya Keterangan : q : Distribusi beban pada dasar DPT( kN/mA) P : Beban terpusat . N) A : Luasan fondasi . A) 5 Kapasitas Dukung Fondasi Bore Pile Kapasitas Dukung Berdasarkan Metode Mayerhoff Perhitungan untuk kapasitas dukung fondasi bore pile setiap lapisan tanah menggunakan data NSPT dengan metode (Mayerhof, 1. tanah non kohesif sebagai berikut : ycEycE = 40 x N-SPT x yaycy a. Untuk tahanan gesek fondasi bore pile dirumuskan sebagai berikut : ycEyc = 2 x N-SPT x P xyaycn . Sehingga daya dukung ultimate fondasi bore pile dirumuskan sebagai berikut : ycEycycoyc = ycEycy ycEyc a. Untuk daya dukung izin dirumuskan sebagai berikkut : ycEycaycoyco = ycEycycoyc /SFa. Keterangan : N-SPT:Nilai N-SPT pada kedalaman yang Qp : Kapasitas ujung tiang . N) Qs : Kapasitas gesek tiang . N) Ap : Luas penampang tiang. L : Kedalaman tanah. d : Lebar fondasi . P : Keliling fondasi. 40 : Koefisien perlawanan ujung tiang yang dianjurkan Mayerhoff. Kapasitas Dukung Berdasarkan Metode OAoNeil & Reese. (OAoNeil. , dan Reese, 1. dari menyatakan untuk tahanan ujung tiang bore pile sebagai berikut : ycEycy = Ap . ep = 0,60 Er N60 O 4500 kPa a. Keterangan : Siti Hajar Renngur et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. ep: tahanan ujung neto per satuan luas . db : diameter ujung bawah tiang bore pile . E : tegangan referensi = 100 kPa N60:N-SPT yang dikoreksi terhadap Untuk tahanan gesek fondasi bore pile dirumuskan sebagai berikut : ycEyc = yayc x yuycu ycyycuA ycycaycycaOeycycaycyca . Sehingga daya dukung ultimate fondasi bore pile dirumuskan sebagai berikut : ycEycycoyc = ycEycy ycEyc Ae ycOycy A. Untuk daya dukung izin sebagai berikkut : ycEycaycoyco =ycEycycoyc / SFa. Kapasitas Dukung Kelompok Tiang Kapasitas dukung kelompok tiang dengan memperhatikan faktor efesiensi tiang dinyatakan oleh persamaan : ycEyci = yayci x n x ycEycaycoyco a. Keterangan : Q g :Beban maksimum kelompok tiang yang menyebabkan keruntuhan : Jumlah tiang kelompok Eg : Efisiensi kelompok tiang Q all : Kapasitas dukung tiang tunggal 6 Penurunan Fondasi Bore Pile Perhitungan Penurunan Segera Tiang Tunggal Menggunakan Metode Vesic ya ycEycuya yaycy ycu yaycy a. Keterangan : S : Penurunan tiang tunggal . D : Diameter tiang . Q : Beban yang bekerja . N) L : Panjang tiang . Ap : Luas penampang tiang . Ep : Modulus elastis tiang = 4700OoyceAyca Penurunan Kelompok Tiang Menggunakan Metode Vesic Menurut (Vesic, 1. , penurunan tiang kelompok dapat dihitung dengan persamaan ycIyci = SOo yaAyci ya a. Keterangan : Sg : penurunan kelompok tiang . S : penurunan total akibat fondasi tiang tunggal . Bg : lebar kelompok tiang . D : diameter tiang tunggal . Tinjauan Fondasi Bore Pile Pada Struktur DindingA JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. METODOLOGI 1 Lokasi Penelitian Penelitian ini berada pada Ruas Jalan Waipia Saleman I. Kabupaten Maluku Tengah. Provinsi Maluku Penetration Test (SPT) dan SNI 8460 :2017 Tentang Persyaratan Perancangan Geoteknik(Badan Standardisasi Nasional. Menganalisis beban yang dipikul fondasi bore pile. Menganalisis kapasitas dukung tiang tunggal fondasi bore pile berdasarkan data N-SPT menggunakan metode Mayerhof dan OAoNeil & Reese. Menganalisis kapasitas dukung kelompok fondasi bore pile. Menghitung penurunan tiang tunggal pada fondasi bore pile menggunakan metode Vesic Menghitung penurunan kelompok tiang menggunakan metode Vesic dan kontrol terhadap penurunan yang diizinkan. Adapun diagram alir penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 1. Lokasi Penelitian Sumber : Penulis, 2024 2 Jenis Data Adapun jenis data yang dipakai dalam penelitian ini adaalah data sekunder. Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung atau melalui pihak lain dikumpulkan oleh penulis untuk melengkapi kebutuhan data Data sekunder ini, meliputi : Gambar Kerja,Data Tanah Standard Penetration Test (SPT). 3 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan cara yang dilakukan untuk memperoleh data. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsultasi langsung dengan pihak konsultan yang menangani Proyek Penanganan Longsoran Ruas Jalan WaipiaSaleman I Kabupaten Maluku Tengah STA 35 000 dan memperoleh data sekunder berupa : Data tanah Standard Penetration Test (SPT) Gambar struktur. Tahapan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Mempelajari referensi sesuai dengan metode analisis yang digunakan. Pengumpulan data untuk membantu Beberapa data yang dikumpulkan adalah gambar kerja. Data Tanah Standart Siti Hajar Renngur et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Gambar 2. Diagram Alir Penelitian Sumber : Penulis, 2024 Tinjauan Fondasi Bore Pile Pada Struktur DindingA JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Analisis Beban Yang diterima Fondasi Bore Pile Tabel 1. Hasil Perhitungan Berat Dinding Penahan Tanah Titik Bor Berat (W) Bore Hole 01 28 kN Bore Hole 02 68 kN Bore Hole 03 88 kN Sumber : Penulis, 2024 Berdasarkan Tabel 1, diperoleh berat sendiri dinding penahan tanah pada Bore Hole-01 sebesar 1522. 08 kN. Bore Hole-02 sebesar 1507. 68 kN dan Bore Hole-03 88 kN. Untuk selanjutnya, perlu dihitung distribusi beban pada dasar dinding penahan tanah. Menghitung Beban Yang Terdistribusi Pada Dasar Dinding Penahan Tanah . Tabel 2. Hasil Perhitungan Distribusi Beban Pada Dasar DPT Titik Bor q . N/mA) Bore Hole 01 Bore Hole 02 Bore Hole 03 Sumber : Penulis, 2024 Berdasarkan Tabel 2, diperoleh distribusi beban pada dasar dinding penahan tanah pada Bore Hole-01 28 kN/m2. Bore Hole-02 sebesar 41. kN/m2 dan Bore Hole-03 sebesar 41. 75 kN/m2. 2 Analisis Kapasitas Dukung Fondasi Bore Pile Berdasarkan Data N-SPT Kapasitas Dukung Fondasi Bore Pile Tiang Tunggal Berdasarkan Metode Mayerhoff Bore Hole -01 Menghitung kapasitas dukung ujung tiang (Q. sebagai berikut : Qp = 40 x N-SPT x Ap = 40 x 60 x 0. 2826 mA = 678. 24 kN Menghitung kapasitas dukung selimut fondasi bore pile (Q. Qs = 2 x N-SPT x P x Li Siti Hajar Renngur et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. = 2 x 60 x 1. 884 m x 14 m = 3165. 12 kN Menghitung kapasitas dukung ultimit fondasi bore pile (Qul. sebagai berikut : Qult = Qp Qs = 678. 24 kN 3165. 12 kN = 3843. 36 kN Menghitung kapasitas dukung izin fondasi bore pile (Qal. sebagai berikut : Q all = Q ult/SF = 3843. 36 kN / 2. = 1537. 34 kN Tabel 3. Hasil Perhitungan Kapasitas Dukung Fondasi Bore Pile Berdasarkan Metode Mayerhoff Qult Qall Titik Bor . N) . N) . N) . N) Bore Hole 01 Bore Hole 02 Bore Hole 03 Sumber : Penulis, 2024 Tabel 3, menunjukan kapasitas dukung ultimit (Qul. berdasarkan metode Mayerhoff yang di peroleh pada Bore Hole-01 sampai Bore Hole-03 sebesar 3843. Dan diperoleh kapasitas dukung izin (Qal. pada Bore Hole-01 sampai Bore Hole-03 sebesar 1537. Berdasarkan hasil analisa, perhitungan dari Bore Hole-01 sampai Bore Hole-03 memiliki hasil yang sama dikarenakan fondasi bore pile pada setiap Bore Hole memiliki kedalaman yang sama yaitu 14 m. Kapasitas Dukung Fondasi Bore Pile TiangTunggal Berdasarkan Metode OAoNeil Reese Bore Hole -01 Menghitung Kapasitas Dukung Ujung Tiang (Q. sebagai berikut : Qp = Ap x fp = 0. 2826 mA x 3600 kN/mA = 1017. 36 kN Menghitung Kapasitas Dukung Ujung Tiang (Q. sebagai berikut : Qs = As. poA rata Oe rata = 2562. 20 Kn Menghitung kapasitas dukung ultimit fondasi bore pile (Qul. Qult = Qp Qs Ae Wp = 1017. 36 kN 2562. 20 kN Ae 94. 95 kN = 3484. 61 kN Menghitung kapasitas dukung izin fondasi bore pile (Qal. Tinjauan Fondasi Bore Pile Pada Struktur DindingA JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Qall = Q ult/ SF = 4356. 77 kN / 2. = 1393. 84 kN Hole 03 sebesar 10330. 92 kN dan kapasitas dukung izin kelompok tiang (Qg all ) pada Bore Hole 01 sampai Bore Hole 03 sebesar 3443. 64 kN Tabel 4. Hasil Perhitungan Kapasitas Dukung Fondasi Bore Pile Berdasarkan Metode Reese & OAoNeil Qult Qall Titik Bor . N) . N) . N) . N) Bore Hole 01 Bore Hole 02 Bore Hole 03 Sumber : Penulis, 2024 Berdasarkan Tabel 4, menunjukan kapasitas dukung ultimit (Qul. berdasarkan metode Reese & OAoNeil yang di peroleh pada Bore Hole-01 sebesar 3484. Bore Hole-02 sebesar 2797. 67 kN dan Bore Hole03 sebesar 4356. 77 kN. Dan diperoleh kapasitas dukung izin (Qal. pada Bore Hole-01 sebesar 1297. kN Bore Hole-02 sebesar 1118. 67 kN dan Bore Hole03 sebesar 1393. 84 kN. Kapasitas Dukung Kelompok Tiang (Q. dan kapasitas dukung izin kelompok tiang (Qg all ) Berdasarkan Metode Mayerhoff Bore Hole 01 Qg = Eg x n x Q all = 0. 84 x 8 x 1537. = 10330. 92 kN Bore Hole 01 Qg all = Qg / SF = 10330. 92 kN /3 = 3443. 64 kN Tabel 5. Hasil Perhitungan Kapasitas Dukung Kelompok Tiang (Q. dan Kapasitas Dukung Kelompok Tiang. aaya yaoyauyau ) Berdasarkan Metode Mayerhoff Titik Bor Qg . N) Qgall . N) Bore Hole 01 Bore Hole 02 Bore Hole 03 Sumber : Penulis, 2024 Berdasarkan Tabel 5, diperoleh kapasitas dukung kelompok tiang (Q. pada Bore Hole 01 sampai Bore Siti Hajar Renngur et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Kapasitas Dukung Kelompok Tiang (Q. dan kapasitas dukung izin kelompok tiang (Qg all ) Berdasarkan Metode Reese & OAoNeil Bore Hole 01 Qg = Eg x n x Q all = 0. 84 x 8 x 1393. 84 kN = 9366. 60 kN Bore Hole 01 Qg all = Qg / SF = 9366. 60 kN /3 = 3122. 2 kN Tabel 6. Hasil Perhitungan Kapasitas Dukung Kelompok Tiang (Q. dan Kapasitas Dukung Izin Kelompok Tiang . aaya yaoyauyau ) Berdasarkan Metode Reese & OAoNeil. Titik Bor Qg . N) Qgall. N) Bore Hole 01 Bore Hole 02 Bore Hole 03 Sumber : Penulis, 2024 Berdasarkan Tabel 6, diperoleh kapasitas dukung kelompok tiang (Q. terbesar pada Bore Hole 03 yaitu 01 kN dan terkecil pada Bore Hole 02 yaitu 46 kN. Diperoleh kapasitas dukung izin kelompok tiang (Qg all ) terbesar pada Bore Hole 03 67 kN dan yang terkecil pada Bore Hole 02 82 kN 3 Analisis Penurunan Yang Terjadi Pada Fondasi Bore Pile Menghitung penurunan segera tiang tunggal berdasarkan metode Vesic. QxL 100 Ap x Ep 03 kN x 14 m 2826 m2 x 2524521. 98 kN/m2 S = 0. Hasil perhitungan penurunan segera tiang tunggal berdasarkan metode Vesic pada fondasi bore pile 0409 m atau 4. 09 cm . Nilai ini mencerminkan besarnya deformasi vertikal yang terjadi akibat beban kerja yang diterima. Dengan 09 cm, fondasi bore pile menunjukan respon deformasi yang masih dalam batas Dalam praktik rekayasa geoteknik, penurunan izin untuk struktur dinding penahan Tinjauan Fondasi Bore Pile Pada Struktur DindingA JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. tanah umumnya berada antara kisaran 2. 5 cm hingga 5 cm. Menghitung berdasarkan metode Vesic Sg = SOo Sg = 0. 0409 mOo Sg = 0. Hasil perhitungan penurunan tiang kelompok pada fondasi bore pile berdasarkan metode Vesic 0914 m. Menunjukan bahwa penurunan tiang kelompok lebih besar dibandingkan penurunan tiang tunggal, akibat dari interaksi antar tiang. Menghitung penurunan yang diizinkan (S. Berdasarkan SNI 8460 : 2017 Tentang Persyaratan Perancangan Geoteknik yaitu penurunan izin < 15 cm . adalah diameter tiang dalam satuan c. S izin < 15 cm 60 cm S izin < 15 cm S izin < 15. 10 cm S izin < 0. Dari hasil perhitungan, diperoleh penurunan yang diizinkan untuk fondasi bore pile adalah sebesar 0. Sementara itu, hasil penurunan aktual tiang kelompok berdasarkan metode Vesic adalah sebesar 0914 m. Karena penurunan aktual masih lebih kecil dari penurunan izin, maka dapat disimpulkan bahwa fondasi bore pile yang digunakan pada struktur dinding penahan tanah Jalan Waipia-Saleman I Kabupaten Maluku Tengah STA 35 000 masih dalam batas aman dan dapat diterima secara teknis. Hal ini menunjukan bahwa fondasi bore pile mampu mendistrubusikan beban ke tanah pendukung secara efektif tanpa menyebabkan deformasi berlebih pada struktur dinding penahan tanah. Meskipun penurunan tiang kelompok yang diperoleh lebih besar dari tiang tunggal akibat interaksi antar tiang, namum nilainya masih memenuhi kriteria kelayakan struktur yang telah ditentukan berdasarkan standar perancangan PENUTUP. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis perhitungan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut : Beban yang diterima oleh fondasi bore pile diperoleh Berat DPT dan Distribusi Beban Dasar DPT yang terbesar pada Bore Hole 01 Siti Hajar Renngur et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. 08 kN dan 42,28 kN/m2 . Berat DPT dan Distribusi Beban Dasar DPT yang terkecil pada Bore Hole 03 senilai 1502,88 kN dan 41,75 kN/m2. Kapasitas dukung fondasi bore pile tiang N-SPT menggunakan metode Mayerhoff dan Reese & OAoNeil. Diperoleh kapasitas dukung izin (Q all ) rata-rata berdasarkan metode Mayerhof yaitu senilai 1537. 34 kN. Berdasarkan metode Reese & OAoNeil diperoleh kapasitas dukung izin (Q all ) terbesar pada Bore Hole-03 yaitu 71 kN dan Q all terkecil pada Bore Hole02 yaitu 1118. 67 kN. Kapasitas dukung kelompok tiang, diperoleh kapasitas dukung izin kelompok (Qg all ) rata-rata berdasarkan metode Mayerhoff yaitu senilai 3443. 64 kN. Berdasarkan metode Reese & OAoNeil pada Qg all terbesar terletak pada Bore Hole 03 yaitu 67 kN dan Qg all terkecil terletak pada Bore Hole 02 yaitu 2505. 82 kN. Penurunan yang diizinkan untuk fondasi bore pile adalah sebesar 0. 151 m. Sementara itu, hasil penurunan aktual tiang kelompok berdasarkan metode Vesic adalah sebesar 0914 m. Karena penurunan aktual masih lebih kecil dari penurunan izin, maka dapat disimpulkan bahwa fondasi bore pile yang digunakan pada struktur dinding penahan tanah Jalan Waipia-Saleman I Kabupaten Maluku Tengah STA 35 000 masih dalam batas aman dan dapat diterima secara teknis, karena masih memenuhi kelayakan struktur yang telah ditentukan berdasarkan standar perancangan geoteknik. Saran Berdasarkan hasil perhitungan, perlu dianalisa lebih lanjut dengan saran sebagai berikut : Untuk mendapatkan analisis yang akurat, data yang dimiliki harus benar- benar valid dan lengkap sehingga dalam perhitungan tidak terjadi kesalahan. Perhitungan kapasitas dukung fondasi bore pile pada penelitian ini hanya menggunakan metode konvensional yaitu Metode Mayerhoff dan Metode OAoNeil & Reese, untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat menghitung menggunakan metode lainnya. Perhitungan penurunan fondasi bore pile hanya menggunakan metode Vesic, untuk peneliti selanjutnya bisa menggunakan metode yang DAFTAR PUSTAKA