PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1. Website: https://journals. id/index. php/profesi/ Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecemasan Pre-Operasi pada Anak Usia Sekolah Yuli Utami1*. Aliana Dewi2. Erna Sari3. Indra Gilang Pamungkas4 Program Studi Profesi Ners. Fakultas Keperawatan dan Kebidanan. Universitas Binawan 2,3,4 Program Studi Keperawatan. Fakultas Keperawatan dan Kebidanan. Universitas Binawan *Email: yuli@binawan. Kata Kunci: Abstrak Anak Usia Sekolah. Kecemasan. PreOperasi Kecemasan menjadi amsalah umum yang sering terjadi sebelum prosedur operasi dan anestesi. Hal ini menimbulkan damppak seperti anak akan mengalami mimpi buruk, gangguan makan, dan gangguan secara kognitif, sosial, ataupun afektif, sehingga faktor yang mempengaruhi kecemasan preoperasi pada anak usia sekolah perlu Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi kecemasan pre-operasi pada anak usia sekolah. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional terhadap 52 orang anak yang akan menjalani tindakan operasi. Uji chi-square dilakukan untuk menilai hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengalaman operasi dan kehadiran keluarga memiliki hubungan yang signifikan dengan kecemasan preoperasi dengan nilai p-value masing-masing sebesar 0,001 dan 0,022. Pengalaman operasi yang dimiliki oleh anak perlu dikelola dengan baik sehingga menurunkan kecemasan pada anak tersebut. Keluarga juga perlu untuk mendampi anak yang akan menjalani tindakan operasi. Factors Influencing Pre-Operative Anxiety in School-Age Children Keyword: Child. Anxiety. Preoperative period Abstract Anxiety is a common problem that often occured before surgery and anesthesia procedures. This causes impacts such as children experiencing nightmares, eating disorders, and cognitive, social, or affective disorders, so that factors that influence preoperative anxiety in school-age children need to be identified. This study aims to analyze factors that influence preoperative anxiety in school-age children. This study used a cross-sectional design on 52 children who were going to undergo surgery. The chi-square test was conducted to assess the relationship between independent and dependent variables. The results of the study showed that surgical experience and family presence had a significant relationship with preoperative anxiety with p-values of 0. 022, respectively. The surgical experience possessed by children needs to be managed properly to reduce anxiety in the child. The family also needs to accompany the child who is going to undergo surgery. PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1. Website: https://journals. id/index. php/profesi/ Pendahuluan komplikasi yang mana akan berpengaruh terhadap lamanya operasi dan prosedur Persiapan pada pasien anak harus dilakukan secara memadai sebelum prosedur pembedahan sehingga dapat mencegah dan mengurangi dampak perilaku dan fisiologis dari kecemasan. Penelitian tentang operasi pada anak lebih banyak mengenai kecemasan yang dialami orang tuanya dan intervensi yang dilakukan juga masih berfokus pada orang tua anak yang menjalani operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan pre-operasi pada anak usia sekolah. Operasi bedah anak merupakan tindakan pengobatan yang banyak menimbulkan Kecemasan menjadi masalah umum yang sering terjadi sebelum prosedur operasi dan anestesi(Perry et al. , 2. Kecemasan sebagai perasaan tegang, gugup, khawatir, ataupun gelisah. Beberapa anak mengutarakan rasa takutnya, sementara yang lain menunjukkan kecemasan melalui perubahan perilaku, seperti menjadi gelisah, gemetar, bernapas dalam-dalam, berhenti berbicara, menangis, dan dalam beberapa kasus sulit dikendalikan(Aytekin et al. , 2016. Meletti et , 2. Angka kejadian kecemasan sebelum operasi pada anak usia sekolah telah Penelitian yang dilakukan oleh (Liang et al. , 2. didapatkan bahwa terdapat 67,6% anak yang mengalami kecemasan sebelum operasi. Hal ini menunjukkan bahwa lebih dari sebagian anak yang menjalani operasi mengalami kecemasan. Beberapa penelitian lain juga telah melaporkan bahwa 50%-80% anak mengalami kecemasan sebelum operasi(Chow et al. , 2016. Kassai et , 2016. Liang et al. , 2021. Liu et al. , 2. Kecemasan menjadi masalah karena menimbulkan dampak pada anak itu sendiri. Dampak dari kecemasan sebelum operasi pada anak usia sekolah antara lain gangguan perilaku regresif paska operasi, seperti anak akan mengalami mimpi buruk, gangguan makan, dan gangguan secara kognitif, sosial ataupun afektif(Nisha & Jayaraman, 2. Kecemasan juga menimbulkan dampak seperti takikardi, arithmia, peningkatan rasa nyeri, kesulitan dalam pemberian manajemen nyeri, peningkatan penggunaan obat anastesi, peningkatan insiden mual dan muntah setelah operasi dan lama rawat inap pasien yang bertambah(Jaruzel et al. , 2. Hal ini diukung oleh (Perry et al. , 2. yang menyatakan bahwa level kecemasan yang tinggi sebelum periode operasi dapat meningkatkan kebutuhan untuk penggunaan obat bius, penambahan perawatan karena Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan desain crosectional terhadap 52 anak di Ruang Operasi RSUPN dr. Cipto mangunkusumo yang dilakukan pada bulan April - Agustus tahun Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah anak usia sekolah antara 7 - 12 tahun, anak usia sekolah yang akan menjalani operasi terjadwal . , dan kondisi pasien stabil dibuktikan dengan pemeriksaan tanda-tanda Anak yang memiliki riwayat dimasukkan ke dalam penelitian ini. Instrumen pada penelitian ini terdiri menjadi beberapa bagian. Usia, jenis kelamin, dan pengalaman operasi dilihat melalui rekam medis dan dituliskan pada lembar kuesioner. Kehadiran keluarga dinilai berdasarkan hasil observasi peneliti selama pasien berada di ruang tunggu kamar operasi. Waktu tunggu pasien dinilai sejak kehadiran pasien di ruang tunggu sampai dengan pasien dibawa ke dalam kamar operasi. Kecemasan pasien dinilai menggunakan kuesioner m-YPAS yang terdiri dari 22 perilaku spesifik. m-YPAS telah dilakukan uji reliabilitas Cronbach's Alpha dengan nilai sebesar 0,886. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode Chi-Square pada keseluruhan Penelitian ini juga menggunakan PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1. Website: https://journals. id/index. php/profesi/ SPSS Versi 25. 0 sebagai alat bantu dalam melakukan analisis statistik. Sedang Berat Sumber: Data primer, 2024 Hasil uji bivariat didapatkan bahwa pengalaman operasi dan kehadiran keluarga memiliki hubungan yang bermakna dengan kecemasan pre-operasi dengan nilai p-value berturut-turut sebesar 0,001 dan 0,02. Hal tersebut dapat terlihat dalam tabel 2. Hasil Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah lebih banyak responden yang memiliki usia 8 tahun dengan jumlah sebanyak 32,7%. Lebih dari setengah responden pada penelitian ini berjenis kelamin perempuan dengan jumlah sebanyak 57,7%. Mayoritas pasien sebelumnya, angka ini mencapai 84,6%. Mayoritas responden juga didampingi oleh keluarga selama di ruang tunggu kamar operasi dengan jumlah sebanyak 76,9%. Responden lebih banyak memiliki waktu tunggu lebih dari sama dengan 30 menit sejak kedatangannya ke ruang tunggu kamar Lebih dari setengah responden dibandingkan lainnya dengan jumlah sebanyak 63,5 meter. Hal tersebut tergambarkan dalam tabel 1. Tabel 1. Karakteristik Responden . = . Variabel Frekuensi Persentase Usia . 7 tahun 8 tahun 9 tahun 10 tahun 11 tahun 12 tahun Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Pengalaman Operasi Ada Tidak ada Kehadiran Keluarga Ada Tidak ada Waktu Tunggu <30 menit Ou 30 menit Kecemasan Ringan Pembahasan Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan jenis kelamin dengan tingkat kecemasan pre-operasi anak usia sekolah. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Nurlita et al. menemukan bahwa tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin terhadap kecemasan sebelum operasi pada anak usia Uji statistik menunjukkan tidak adanya hubungan secara signifikan terhadap jenis kelamin dan kecemasan. Namun, hasil data pada penelitian ini juga menunjukkan bahwa anak perempuan lebih banyak yang mengalami kecemasan berat dibandingkan dengan laki-laki. Hal tersebut dapat disebabkan karena anak perempuan lebih cenderung emosional dalam mengekspresikan kecemasan dibandingkan dengan anak lakilaki. Hal ini dapat disebabkan perbedaan hormonal baik pada anak perempuan maupun anak laki-laki. Penelitian ini juga didapatkan bahwa pengalaman operasi memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian kecemasan preoperasi pada anak. adanya pengalaman operasi sebelumnya membuat anak merasakan kecemasan lebih ringan dibandingkan dengan anak yang tidak pernah ada riwayat operasi Penelitian ini juga menunjukkan bahwa mayoritas kecemasan sedang dialami oleh anak yang tidak memiliki riwayat operasi sebelumnya sehingga anak merasakan ketakutan terhadap prosedur yang dilakukan (Nurlita et al. , 2015. Padhi et al. , 2. Kehadiran keluarga juga memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1. Website: https://journals. id/index. php/profesi/ kecemasan pada anak sebelum menjalani operasi (DeMaso & Snell, 2. menyatakan bahwa kehadiran orang tua dengan emosi yang stabil bisa membantu anak-anak dalam menggunakan manajemen koping yang efektif selama prosedur medis. Kesulitan emosional orang tua bisa mempengaruhi kemampuan mereka untuk merespon dan memenuhi kebutuhan emosional anaknya dalam menggunakan strategi koping yang efektif dan berdampak pada jangka panjang. Waktu tunggu operasi tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian Periode pre-operasi dimulai ketika tim operasi dan pasien bertemu dan membuat persetujuan untuk melakukan operasi. Waktu tunggu pasien untuk operasi dapat menjadi pencetus kecemasan sebelum operasi. Selama proses waktu menunggu banyak hal yang dapat terjadi pada pasien seperti adanya informasi yang diterima oleh pasien sehingga menambahkan pengetahuan yang didapatkan Ou30 menit Simpulan Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa pengalaman operasi dan kehadiran keluarga memiliki hubungan yang signifikan dengan kecemasan pre-operasi anak usia sekolah. Usia dan waktu tunggu tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kecemasan pre-operasi anak usia sekolah. Pendanaan Penelitian ini tidak didanai oleh pihak Tidak ada konflik kepentingan yang relevan terkait dengan pendanaan dan terbitnya artikel ini Tabel 2. Karakteristik Responden Kecemasan Ringan Sedang Berat Variabel Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Pengalaman Operasi Ada Tidak Ada Kehadiran Keluarga Ada Tidak Ada Waktu Tunggu <30 menit ataupun pasien melihat kondisi pasien lainnya yang telah selesai dioperasi. Hal tersebut turut mempengaruhi persepsi yang diterima oleh pasien sehingga kondisi kecemasan menjadi tidak menentu. p-Value 0,814 0,001* 0,022* 0,459 Referensi