JEms Emasains Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume XI Nomor 2 September Tahun 2022 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. Potensi Pengembangan Budidaya Tanaman Jasmine Di Kota Mataram Pande Komang Suparyanaa*. Ahmad Jaelania. Maiser Syaputraa. Ni Luh Putu Yesy Anggrenib Fakultas Pertanian. Universitas Mataram Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Universitas PGRI Mahadewa Indonesia *Pos-el: pandesuparyana@unram. Tanggal Terbit: 30-09-2022 Abstrak. Pengelolaan tananaman merupakan pendekatan dalam budidaya melalui Penerapan komponen teknologi yang memberikan efek sinergis dalam mempertahankan kualitas lahan dan lingkungan agar terwujud keberlanjutan usahatani. Jasmine merupakan salah satu komoditas bernilai ekonomi tinggi sebagai tanaman hias pot dan taman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan serta strategi pengembangan potensi budidaya tanaman jasmine di Kota Mataram . hususnya UD Yuka Collectio. Responden penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling sebanyak 10 orang, berdasarkan pertimbangan bahwa responden yang dipilih merupakan subyek pelaku yang melakukan kegiatan dalam usaha tanaman Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan mengkaji variabel kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada SWOT dan model pengelolaan (POAC) dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan budidaya tanaman jasmine di Kota Mataram . hususnya UD Yuka Collectio. lebih mengarah kepada pengelolaan Actuating . engarahkan anggota untuk bergerak dalam mencapai tujua. dengan skor tertinggi sebesar 100%. Strategi pengembangan potensi budidaya terletak pada kuadran I yang cocok menggunakan strategi Grow and Build (Tumbuh dan Bin. Kata-Kata Kunci: Strategi pengembangan. Potensi budidaya. Jasmine. PENDAHULUAN Jasmine adalah tanaman asli Asia, banyak dijumpai di Indonesia. Di Eropa bunga ini dianggap berasal dari Arab dan dikenal dengan nama Arabian Jasmine. Tanaman Jasmine berbentuk perdu, mempunyai tinggi 0,3-3 m. Kalau tidak dipangkas tanaman Jasmine yang sudah besar akan memanjat pada batang tanaman lain. Tanaman Jasmine banyak ditanam orang di halaman rumah sebagai tanaman hias. Jasmine juga merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun. Di Italia. Jasmine casablanca (Jasminumofficinall. , yang disebut Spanish Jasmine ditanam tahun 1692 untuk dijadikan parfum. Tahun 1665 di Inggris dibudidayakan Jasmine putih (J. yang diperkenalkan oleh Duke Casimode Medici. Dalam tahun 1919 ditemukan Jasmine J. parkeri di kawasan India Barat Laut yang kemudian dibudidayakan di Inggris pada tahun 1923. Di Indonesia, salah satu jenis Jasmine dijadikan sebagai "puspa bangsa" atau simbol nasional yaitu Jasmine putih (Jasminumsamba. , karena bunga putih kecil yang harum ini melambangkan kesucian dan kemurnian, serta dikaitkan dengan berbagai tradisi JEms Emasains Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume XI Nomor 2 September Tahun 2022 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. dari banyak suku di negara ini. Bunga ini merupakan suatu keharusan hiasan rambut pengantin dalam upacara perkawinan berbagai suku di Indonesia, terutama suku Jawa dan Sunda. Jenis lain yang juga populer adalah Jasmine gambir (J. Di Indonesia nama Jasmine dikenal oleh masyarakat di seluruh wilayah Nusantara. Nama-nama daerah untuk Jasmine adalah Menuh (Bal. Meulu cut atau Meulu China (Ace. Menyuru (Band. Melur (Gayo dan Batak Kar. Manduru (Menad. Mundu (Bima dan Sumbaw. dan Manyora (Timo. Jasmine Salam (UMI). Malete (Madur. serta Beruqberuq(Manda. Di antara 200 jenis Jasmine yang telah diidentifikasi oleh para ahli botani baru sekitar 9 jenis Jasmine yang umum dibudidayakan dan terdapat delapan jenis Jasmine yang potensial untuk dijadikan tanaman hias. Sebagian besar jenis Jasmine tumbuh liar di hutanhutan karena belum terungkap potensi ekonomi dan sosialnya. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu provinsi Yang cukup banyak mengembangkan tanaman hias, salah satu perusahaan yang mengembangkan tanaman ini adalah UD. Yuka Collection. Perusahaan ini dirintis oleh I Made Yudhi Arsana. SE. , pada tahun 1994 dengan luas lahan usaha kurang lebih 8 are yang terletak dijalan Amir hamzah tepatnya di depan pasar karang sukun mataram. UD. Yuka Collection juga bersaing untuk mendapatkan hati konsumen, dengan cara memperbanyak jaringan kerjasama, kerjasama yang dilakukan diantaranya dengan cara menjalin kerjasama dengan petani langsung yang mengembangkan tananaman sejenis juga. Dalam pengelolaan tanaman Jasmine akan tumbuh dengan baik bila kebutuhan air Oleh karena itu dalam perawatan tanaman Jasmine sangat perlu dilakukan Penyiraman tidak hanya digunakan sebagai bahan untuk berlangsungnya proses Namun juga bertujuan agar kelembaban lingkungan dapat dipertahankan. Frekuensi dan banyaknya air siraman yang diberikan pada tanaman Jasmine bergantung pada umur dan ukuran tanaman serta keadaan lingkungan pertanaman. Seperti pada tanaman lainnya, tanaman Jasmine selalu membutuhkan makanan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Untuk mengatasi hal tersebut, tanaman diberi penambahan pupuk organik maupun anorganik (Setyawati, 2. Pengembangan kegiatan budidaya adalah setiap usaha memperbaiki pelaksanaan pekerjaan yang sekarang maupun yang akan datang, dengan memberikan informasi mempengaruhi sikap-sikap atau menambah kecakapan. Untuk mengembangkan budidaya UD. Yuka Colection mendirikan 2 cabang yang berlokasi di jln. Lingkar selatan dan tanjung karang dimana di cabang perusahaan tersebut, produk tanaman Jasmine sejenis juga dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Selain itu UD. Yuka Collection juga mengembangkan tanaman dengan cara menyambung tanaman Jasmine menggunakan pohon induk jeriti, sehingga mempunyai jenis-jenis yang bervariasi dan nilai ekonomisnya lebih tinggi. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana Pengelolaan Dan Strategi Pengembangan Potensi Budidaya Tanaman Jasmine Di Kota Mataram. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Karang Sukun. Mataram. Provinsi Nusa Tenggara Barat. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni tahun 2022. JEms Emasains Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume XI Nomor 2 September Tahun 2022 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode survey dengan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan pemilik, karyawan dan pengunjung di UD Yuka Collection, didukung dengan observasi dan Data sekunder diperoleh dari Kantor Lurah Mataram Timur. Teknik Pengambilan Sampel Populasi adalah keseluruhan jumlah yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai karakteristik dan kualitas tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk diteliti dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sujarweni, 2. Berdasarkan pengertian tersebut maka populasi dari penelitian ini pemilik, karyawan dan pengunjung di UD Yuka Collection. Responden dalam penelitian ini berjumlah 10 responden yang terdiri dari 1 orang pemilik, 3 orang karyawan dan 6 orang pengunjung di UD Yuka Collection. Pemilihan responden penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling, teknik ini digunakan dengan pertimbangan bahwa responden yang dipilih merupakan subyek pelaku yang berkaitan dengan kegiatan budidaya Tanaman Jasmine di Kota Mataram dengan pertimbangan responden tersebut dapat memberikan dampak bagi pengelolaan dan pengembangan budidaya Tanaman Metode Analisis Data Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Rancangan penelitian ini digunakan karena mampu menggambarkan analisis lingkungan internal dan eksternal dalam pengembangan budidaya Tanaman jasmine di Kota Mataram. Hal ini sejalan dengan pendapat Bogdan dan Taylor (Moleong, 2. yang mengemukakan bahwa prosedur penelitian menghasilkan data deskriptif berupa kata atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat di amati. Objek dalam penelitian ini adalah lingkungan internal dan eksternal dalam pengembangan budidaya Tanaman jasmine di Kota Mataram yang akan dikaji dalam variable SWOT, yakni kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dan model pengelolaan (POAC) dengan skala likert. HASIL DAN PEMBAHASAN Model Pengelolaan Budidaya Tanaman Hias Jasmine Fungsi pengelolaan adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Pengelolaan berupa manajemen yang berlangsung dalam suatu proses berkesinambungan secara sistemik, yang meliputi fungsi-fungsi manajemen. Planning . Organizing . Actuating . Controlling . Untuk memperoleh hasil secara maksimal, para manajer harus mampu menguasai seluruh fungsi manajemen yang ada. Model pengelolaan (POAC) budidaya tanaman Jasmine di UD. Yuka Collection dapat dilihat pada Tabel 1. JEms Emasains Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume XI Nomor 2 September Tahun 2022 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. Tabel 1. Model pengelolaan (POAC) budidaya tanaman Jasmine di UD. Yuka Collection Manajemen pengelolaan Persentase (Plannin. jenis melati, pola tanam, tenaga, penjualan, pupuk, dan obat-obatan. (Organizin. pengaturan SDM, sarana produksi, biaya, prasarana, pengolahan lahan, dan kalender. (Actuatin. media tanam, penanaman, pemupukan, penyiangan, dan pemberantasan hama. (Controllin. waktu, tempat, prasarana. SDM, dan produksi. Sumber: Data diolah . 83,3 % 77,7 % 83,3 % Berdasarkan tabel 1, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan budidaya tanaman Jasmine di UD. Yuka Collection lebih mengarah kepada pengelolaan Actuating . engarahkan anggota untuk bergerak dalam mencapai tujua. dengan skor tertinggi sebesar 100%. Jumlah faktor yang dianalisa adalah planning dengan persentase 83%, organizing dengan persentase 77,7%, actuating dengan persentase 100 %, dan controlling persentase 83%. Nilai tertinggi pada actuating, dimana fungsi selanjutnya adalah menggerakkan atau mengarahkan anggota untuk bergerak dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Fungsi ini secara sederhana adalah bagaimana membuat anggota organisasi mau melakukan apa yang diingninkan Dengan demikian fungsi ini sangat melibatkan kualitas, gaya kepemimpinan, motivasi, komunikasi, dan budaya organisasi. Hal ini dapat dipengaruhi dari Jiwa kepemimpinan seseorang dalam pengelolaan perusahaan (Indrawan et al. , 2. Pengelolaan terendah pada organizing, dimana tindakan mengusahakan hubunganhubungan kelakuan yang efektif antara orang-orang, sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien, dan memperoleh kepuasan pribadi dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu, dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu. SDM yang terampil akan memberikan efisiensi dalam produksi (Suparyana et al. , 2. Strategi Pengembangan Budidaya Tanaman Hias Jasmine Fungsi dari analisis SWOT dan strsategi kompetitif adalah untuk menganalisa mengenai kekuatan, kelemahan serta keunggulan kompetitif yang dimiliki perusahaan yang dilakukan melalui analisa terhadap kondisi internal perusahaan, serta analisa mengenai peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan yang dilakukan melalui analisa terhadap kondisi eksternal perusahaan (Nirmala & Uripi, 2. Analisis yang digunakan dalam merumuskan dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan pada organisasi itu sendiri, sehingga memberikan suatu dasar dalam melakukan identifikasi dan evaluasi hubungan fungsional organisasi dengan pesaingnya merupakan suatu analisis strategi internal organisasi (Ramdani & Supriyat, 2. Analisis Faktor Internal (IFAS) Pengembangan Budidaya Tanaman Hias Jasmine dapat dilihat pada tabel 2. Berdasarkan matrik IFAS pada tabel 2, dapat diketahui bahwa pengembangan budidaya tanaman hias jasmine pada faktor kekuatan memiliki skor 2,393 sedangkan faktor kelemahan memiliki skor 1,531. Maka total factor internal yang diperoleh dari pengembangan budidaya tanaman hias jasmine pada faktor internal adalah 3,924. Jumlah faktor yang dianalisa pada kekuatan sebanyak 5 indikator dan pada kelemahan sebanyak 5 indikator JEms Emasains Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume XI Nomor 2 September Tahun 2022 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. Tabel 2. Analisis Faktor Internal (IFAS) Pengembangan Budidaya Tanaman Hias Jasmine Kekuatan Bobot Rating skor bobot (Bobot x Rating Tanaman Melati memiliki 0,132 0,528 berbagai bentuk dan jenis Bentuk Tanaman Melati 0,123 0,492 Cara merawat tanaman 0,105 0,315 lokasi usaha strategis 0,132 0,607 0,105 0,451 usaha baik Total kekuatan 0,597 2,393 Kelemahan Bobot Reting Skor bobot (Bobot x Reting Lahan parkir kurang luas 0,114 0,456 Bibit 0,070 0,210 diperoleh dari luarkota Kegiatan promosi yang 0,070 0,280 kurang optimal Tidak 0,079 0,284 tanaman melati Keterbatasan 0,070 0,301 Total kelemahan 0,403 1,531 Total Faktor Internal 3,924 Sumber: Data diolah . Analisis terhadap faktor-faktor eksternal sebagai situasi dan kondisi yang terdapat di luar organisasi secara langsung ataupun tidak langsung sehingga mempengaruhi kemampuan organisasi merupakan analisis lingkungan eksternal (Ramdani & Supriyat, 2. Analisis lingkungan eksternal memiliki tujuan dalam pengembangan atribut peluang . yang akan dimanfaatkan suatu organisasi, kemudian atribut ancaman . dalam organisasi harus dihindari. Kedua atribut tersebut harus menggambarkan faktor-faktor utama yang memberikan dmpak lingkungan eksternal dimana organisasi bergerak. Strategi yang dikembangkan dalam organisasi harus mampu memanfaatkan peluang-peluang yang ada dan ancaman-ancaman yang membahayakan organisasi harus dihindari (Suparyana et al. , 2. Analisis Faktor Eksternal (EFAS) Pengembangan Budidaya Tanaman Hias Jasmine dapat dilihat pada Tabel 3. Berdasarkan matrik EFAS pada tabel 3, maka dapat diketahui bahwa faktor peluang memiliki skor 2,362 sedangkan faktor ancaman memiliki skor 1,619. Maka total factor eksternal yang diperoleh dari pengembangan budidaya tanaman hias jasmine pada faktor JEms Emasains Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume XI Nomor 2 September Tahun 2022 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. eksternal adalah 3,924. Jumah faktor yang dianalisa pada peluang sebanyak 5 indikator dan pada ancaman sebanyak 5 indikator Tabel 3. Analisis Faktor Eksternal (EFAS) Pengembangan Budidaya Tanaman Hias Jasmine Peluang Bobot Reting Skor bobot (Bobot x Retin. Meningkatnya proyek pembangunan 0,132 0,660 meningkatkan penjualan Perkembangan dunia tanaman hias 0,132 0,568 yang populer Pangsa pasar yang masih terbuka 0,132 0,660 Harga tanaman hias melati relatif 0,079 0,237 stabil danterjangkau Melakukan pemasaran diluar kota 0,079 0,237 untuk meningkatkan peluang pasar Total peluang 0,554 2,362 Ancaman Banyak pesaing dengan menjual 0,079 0,263 tanaman sejenis Promosi yang dilakukan pesaing 0,087 3,33 0,289 dapat berpengaruh. Harga bibit yang tidak stabil dapat 0,105 0,420 mempengaruhi proses pemasaran Maraknya pemasaran tanaman 0,096 0,384 Tingkat pertumbuhan ekonomi yang 0,079 3,33 0,263 Total ancaman 1,619 Total Faktor Eksternal 1,000 3,981 Sumber: Data diolah . Matriks IE Pengembangan Budidaya Tanaman Hias Jasmine Berdasarkan tabel 4, dapat diketahui untuk skor IFAS adalah 3,924 sedangkan skor EFAS adalah 3,981 yang artinya Matriks IE terletak pada kuadran I yang cocok menggunakan strategi Grow and Build (Tumbuh dan Bin. Hal ini merupakan situasi dan kondisi yang menguntungkan bagi perusahan. Untuk lebih jelasnya letak posisi kuadran pada pemasaran tanaman hias jasmine dapat dilihat pada gambar 1. Perusahaan berada di posisi kuadra I, dengan demikian perusahaan dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk lebih memaksimalkan produksi maupun pemasaran produk agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar. JEms Emasains Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume XI Nomor 2 September Tahun 2022 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. Gambar 1. Matriks IE Pengembangan Budidaya Tanaman Hias Jasmine SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Kesimpulan dari hasil penelitian ini didapatkan informasi pengelolaan budidaya tanaman jasmine di Kota Mataram . hususnya UD Yuka Collectio. lebih mengarah kepada pengelolaan Actuating . engarahkan anggota untuk bergerak dalam mencapai tujua. dengan skor tertinggi sebesar 100%. Strategi pengembangan potensi budidaya terletak pada kuadran I yang cocok menggunakan strategi Grow and Build (Tumbuh dan Bin. Saran