Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 152-164 Pengaruh Kesejahteraan Psikologis Dan Kontrak Psikologis Terhadap Keterikatan Kerja Karyawan Fera Maya Sari1*. Yuningsih2 1,2Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Manajemen. Universitas Lampung. Bandar Lampung. Indonesia Email: 1*feramayasari51@gmail. com, 2yuningsih432@gmail. (* : coressponding autho. Abstrak Oe Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesejahteraan psikologis dan kontrak psikologis terhadap keterikatan kerja karyawan Perum DAMRI cabang Lampung. Sampel penelitian ini sebanyak 151 Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan pengambilan sampelnya menggunakan metode probability sampling dengan teknik simple random sampling. Analisis masing-masing variabel menggunakan alat uji instrument diantaranya adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, analisis regresi linier berganda, dan uji t parsial yang diolah dengan SPSS 25. Penelitian ini mendukung hipotesis yang diajukan. Maka, hasil penelitian ini menunjukkan variabel kesejahteraan psikologis dan variabel kontrak psikologis berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keterikatan kerja. Kesimpulannya adalah semakin tinggi kesejahteraan psikologis dan kontrak psikologis yang dijalin antara karyawan dan perusahaan, maka semakin meningkat keterikatan kerja karyawan. Berdasarkan temuan penelitian ini diharapkan pemimpin perusahaan dapat memberikan dan mengembangkan program penghargaan, pengembangan karir, fleksibilitas jadwal kerja, serta untuk karyawan diharapkan mengelola stress dan semangat kerja dengan mekaukan kegiatan yang positif. Kata Kunci: Kesejahteraan Psikologis. Kontrak Psikologis, dan Keterikatan Kerja Abstract Oe This study aims to determine the effect of psychological well-being and psychological contracts on work engagement of employees of Perum DAMRI Lampung branch. The sample of this study was 151 This study is a quantitative study and the sampling method used probability sampling with simple random sampling technique. Analysis of each variable using instrument test tools including validity test, reliability test, normality test, multiple linear regression analysis, and partial t-test processed with SPSS 25. This study supports the proposed hypothesis. So, the results of this study indicate that the psychological wellbeing variable and the psychological contract variable have a positive and significant effect on work The conclusion is that the higher the psychological well-being and psychological contract established between employees and the company, the higher the employee's work engagement. Based on the findings of this study, it is expected that company leaders can provide and develop award programs, career development, work schedule flexibility, and employees are expected to manage stress and work enthusiasm by carrying out positive activities. Keywords: Psychological Well-Being. Psychological Contract, and Work Engagement PENDAHULUAN Perusahaan mengoperasikan berbagai faktor produksi untuk mencapai tujuan, dengan sumber daya manusia sebagai faktor utama. Guest . mendefinisikan sumber daya manusia sebagai sistem yang membantu karyawan lebih terikat dan berkomitmen. Schaufeli . menggambarkan kerja sebagai kondisi mental positif yang ditandai dengan semangat, dedikasi, dan penghayatan. Keterikatan kerja mencerminkan minat karyawan terhadap pekerjaan mereka, yang berdampak pada motivasi dan komitmen mereka terhadap tujuan perusahaan (Bakker & Leiter, 2. Oleh karena itu, kesejahteraan psikologis menjadi faktor penting dalam meningkatkan kelangsungan kerja karyawan (Fleuren et al. , 2. Ryff dan Singer . mendefinisikan kesejahteraan psikologis sebagai kemampuan karyawan untuk mencapai kepuasan dan kebahagiaan, serta menjalankan fungsi mereka dengan Kesejahteraan psikologis juga mencerminkan pertumbuhan pribadi dan kepuasan hidup (Guest, 2. , yang berdampak pada masa kerja (Robertson & Cooper, 2. Selain itu, kontrak psikologis juga berperan penting. Rousseau . menjelaskan bahwa kontrak psikologis membantu memahami hubungan kerja antara perusahaan dan karyawan, serta mempengaruhi keputusan mereka untuk tetap bekerja (Turnely & Feldman, 1. Guest dan Conway . menyatakan bahwa kontrak psikologis yang positif dapat meningkatkan komitmen dan kepuasan Fera Maya Sari | https://journal. id/index. php/manekin | Page 152 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 152-164 Penelitian terdahulu oleh Sofyanty . Nugraha dan Sudiro . , serta Hasan dan Zulfikar . menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis dan kontrak psikologis berpengaruh signifikan terhadap hak kerja. Studi ini mengambil objek di Perum DAMRI Cabang Lampung, sebuah BUMN sektor transportasi darat yang memiliki jaringan pelayanan luas, termasuk di Provinsi Lampung. Perum DAMRI Cabang Lampung memiliki 243 karyawan yang beroperasi di berbagai Perusahaan bertujuan menciptakan pekerjaan dengan memberikan keuntungan yang menarik bagi karyawan. Gambaran kesejahteraan dan kontrak psikologis karyawan terhadap pekerjaan yang tidak diketahui diperoleh melalui wawancara dengan pimpinan SDM serta survei awal kepada 34 karyawan. Keterikatan kerja terdiri dari tiga aspek: semangat . , dedikasi . , dan penghayatan . (Schaufeli & W. Bakker, 2. Beberapa karyawan masih kurang optimal dalam menyelesaikan pekerjaan dan menghadapi tugas sulit, serta memiliki masalah dalam disiplin kerja. Namun, aspek penghayatan menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan bekerja dengan konsentrasi penuh. Karyawan yang terikat dengan pekerjaannya cenderung menunjukkan sikap positif dan berkontribusi terhadap perkembangan perusahaan (Schaufeli & Salanova, 2007. Robertson & Cooper, 2. Kesejahteraan psikologis berperan penting dalam meningkatkan masa kerja. Menurut Ryff . , kesejahteraan psikologis mencakup aspek-aspek seperti otonomi, penguasaan lingkungan, pertumbuhan pribadi, serta penerimaan diri. Studi Oktavia dkk. menunjukkan adanya hubungan positif antara kesejahteraan psikologis dan situasi kerja pada karyawan milenial. Kesejahteraan psikologis juga terkait dengan kesehatan fisik dan psikologis, kebahagiaan, serta kemakmuran (Huppert, 2. Selain itu, kontrak psikologis juga berpengaruh terhadap ketidakpastian kerja. Rousseau dkk. membagi kontrak psikologis ke dalam tiga dimensi: relasional, keseimbangan, dan Studi Ayyaz dkk. menunjukkan bahwa kontrak psikologis dapat memprediksi 94% variasi positif pada kesejahteraan psikologis karyawan industri gula di Dera Ismail Khan. Pemenuhan kontrak psikologis yang lebih tinggi berkontribusi pada peningkatan ketidakpastian kerja serta kinerja perusahaan. Penelitian ini fokus pada kerja karyawan Perum DAMRI Cabang Lampung dengan mempertimbangkan kesejahteraan dan kontrak psikologis sebagai variabel yang Berdasarkan uraian permasalahan di atas dan penelitian terdahulu telah menunjukan bahwa terdapat hasil yang positif dan negatif terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi keterikatan kerja karyawan, oleh karena itu peneliti tertarik untuk mendalami lebih lanjut dan mengetahui apakah studi dalam ruang lingkup yang berbeda dapat menghasilkan hasil yang berbeda secara signifikan atau tidak, maka dilakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Kesejahteraan Psikologis dan Kontrak Psikologis terhadap Keterikatan Kerja KaryawanAy. METODE 1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif atau penelitian kausalitas. Tujuan menggunakan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara kesejahteraan psikologis dan kontrak psikologis terhadap keterikatan kerja karyawan pada pegawai Perum DAMRI cabang Lampung. 2 Objek Penelitian Objek penelitian adalah suatu atribut, sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari lalu ditarik (Sugiyono, 2. Penelitian ini dilakukan di Perum DAMRI cabang Lampung dan objek dalam penelitian ini ada tiga variabel . variabel X dan 1 variabel Y), yaitu kesejahteraan psikologis (X. , kontrak psikologis (X. , dan keterikatan kerja karyawan (Y). Fera Maya Sari | https://journal. id/index. php/manekin | Page 153 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 152-164 3 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang bekerja pada Perum DAMRI cabang Lampung yaitu sebanyak 243 karyawan. Penentuan jumlah sampel dilakukan dengan cara perhitungan statistik yaitu dengan menggunakan Rumus Slovin. Rumus tersebut digunakan untuk menentukan ukuran sampel dari populasi yang telah diketahui jumlahnya yaitu sebanyak 243 Untuk tingkat presisi yang ditetapkan dalam penentuan sampel adalah 5 %. Rumus Slovin: ycu = ycA / . cA x yceA)) Dimana: = ukuran sampel = ukuran populasi = Kelonggaran ketidak telitian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditolerir. Berdasarkan Rumus Slovin, maka besarnya penarikan jumlah sampel penelitian adalah : = ycA / . cA x yceA)) ycu = 243 / . x 0,05A)) ycu = 243 / . x 0,0. ) ycu = 243 / . ,6. = 243 / . ,6. ycu = 151,1664 dibulatkan menjadi 151 Maka besar sampel pada penelitian ini adalah 151 karyawan Perum DAMRI cabang Lampung. 4 Definisi Operasional dan Skala Pengukuran Variabel Tabel 1. Definisi Operasional Variabel Variabel Definisi Variabel Indikator Skala Kesejahteraan Psikologis (X. Kesejahteraan taraf tercapainya kebahagiaan psikologis yang ditandai dengan kemampuan karyawan Penguasaan Lingkungan Hubungan Positif dengan Lainnya (Ryff, 2. Tujuan dalam Kehidupan Skala likert adalah respon tertentu untuk seberapa kuat subyek setuju atau tidak setuju dengan pada lima skala titik Otonomi Pertumbuhan Pribadi Penerimaan Diri Kontrak Psikologis (X. Kontrak merupakan perjanjian tidak tertulis mengenai kepercayaan yang diyakini oleh karyawan terkait dengan perjanjian hubungan tenaga kerja antara Relasi . Keseimbangan . Transaksional . Transisional . (Rousseau et al. , 2. Fera Maya Sari | https://journal. id/index. php/manekin | Page 154 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 152-164 Variabel Definisi Variabel Keterikatan Kerja Karyawan (Y) Keterikatan kerja merupakan mengacu pada hubungan yang terhadap pekerjaan. Indikator Penghayatan . Skala (SS. TS, STS). Dedikasi . Semangat . (W. Schaufeli et al. , 2. Sugiyono . berpendapat bahwa skala Likert dapat digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Sehingga untuk mengetahui pengukuran jawaban responden pada penelitian ini yang mana menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner, penulis menggunakan metode skala Likert (LikertAos Summated Rating. Jawaban yang diberikan dalam penelitian ini terhadap pegawai kemudian diberi skor dengan mengacu pada skala Likert. Dengan skala Likert, variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator jawaban seperti item instrumen yang menggunakan skala Likert. Dalam pengolahan data, skala Likert memiliki dua bentuk pernyataan, yaitu: Pernyataan positif dan pernyataan negatif. Pernyataan positif diberi skor 5,4,3,2, dan 1. 5 Metode Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data (Sugiyono, 2. Terdapat beberapa metode dalam pengumpulan data untuk penelitian, yaitu kuesioner, studi kepustakaan dan dokumen. 6 Uji Instrumen Penelitian Validitas Uji Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan sesuatu instrumen (Arikunto, 2. Teknik uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis faktor dengan bantuan software SPSS versi 25. Analisis faktor di sini menggunakan KaiserMayer-Oklin Measure of Sampling Adequacy (KMO-MSA) dengan catatan bahwa nilai KMO, anti-image, dan loading factor harus lebih besar dari sama dengan Ou 0,5 sehingga proses analisis data dapat dilanjutkan ke uji reliabilitas. Uji Reliabilitas Menurut Ghozali . , reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Reliabilitas adalah untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukuran yang sama pula (Siregar, 2. Perhitungan reliabilitas dilakukan dengan menggunakan teknik pengukuran chronbach alpha (). Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai chronbach alpha > 0,6. 7 Uji Normalitas Uji normalitas adalah uji instrumen yang bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel residual memiliki distribusi normal. Sugiyono . mengemukan bahwa uji normalitas merupkan statistik parametris mensyaratkan bahwa setiap variabel yang akan dianalisis harus berdistribusi normal, sehingga sebelum pengujian hipotesis dilakukan maka kenormalan data harus diuji terlebih dahulu. Pada penelitian ini, uji normalitas terhadap sampel menggunakan metode Kolmogrov-Smirnov test (KS), yaitu dengan menentukan derajat keyakinan . sebesar 5%. 8 Analisis Data Deskripsi Hasil Survei Deskripsi hasil survei dilakukan untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan sesuatu, misalnya kondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, proses yang sedang Fera Maya Sari | https://journal. id/index. php/manekin | Page 155 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 152-164 berlangsung, akibat atau dampak yang terjadi, atau tentang kecenderungan yang tengah Analisis data kuantitatif Analisis kuantitatif pada penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Analisis regresi linear berganda adalah hubungan secara linear antara dua atau lebih variabel independen (X1. X2, dan X. dengan variabel dependen (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Untuk melakukan pengujian regresi linear berganda, penulis menggunakan bantuan program software SPSS. Persamaan regresi linear berganda untuk hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Y = a b1X1 b2X2 e Keterangan: Y = variabel keterikatan kerja karyawan X1 = variabel kesejahteraan psikologis X2 = variabel kontrak psikologis = konstanta = koefisien = tingkat eror . ror ter. 9 Pengujian Hipotesis Uji hipotesis sama artinya dengan menguji signifikan koefisien regresi linier berganda secara parsial yang sekait dengan pernyataan hipotesis penelitian (Sanusi, 2. Uji T (Parsia. merupakan metode pengujian hipotesis yang diajukan dilakukan dengan pengujian secara parsial untuk mengetahui variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, dikatakan berpengaruh signifikan apabila sig < . ANALISA DAN PEMBAHASAN 1 Karakteristik Responden Jenis Kelamin Tabel 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Responden Persentase (%) Laki-laki Perempuan Total Sumber : Lampiran data diolah, 2024 Tabel 2 di atas menunjukan jumlah responden jenis kelamin laki-laki sebanyak 135 orang dengan persentase sebesar 89,4% dan responden jenis kelamin perempuan sebanyak 16 orang dengan persentase sebesar 10,6%, sehingga disimpulkan bahwa mayoritas responden karyawan Perum DAMRI cabang Lampung adalah laki-laki. Fera Maya Sari | https://journal. id/index. php/manekin | Page 156 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 152-164 Usia Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Usia Jumlah Responden Persentase (%) 25-35 tahun 36-45 tahun >45 tahun Total Sumber : Lampiran data diolah,2024 Tabel 3 menunjukkan bahwa responden berusia 25-35 tahun sebanyak 22 orang dengan persentase sebesar 14,6%, responden berusia 36-45 tahun sebanyak 56 orang dengan persentase 1%, dan responden yang berusia lebih dari 45 tahun sebanyak 73 orang dengan persentase sebesar 48,3%, sehingga disimpulkan bahwa responden terbanyak didominasi oleh responden berusia lebih dari 45 tahun. Tingkat Pendidikan Tabel 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan Jumlah Responden Persentase (%) SMP SMA Total Sumber : Lampiran data diolah, 2024 Tabel 4 mendeskripsikan bahwa dari 151 responden, terdapat 13 responden . ,6%) merupakan lulusan SD, 9 responden . %) merupakan lulusan SMP, 115 responden . ,1%) merupakan lulusan SMA, 3 responden . %) lulusan D3, dan 11 responden . ,3%) lulusan S1. Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa karyawan DAMRI cabang Lampung di dominasi oleh karyawan lulusan SMA. Masa Kerja Tabel 5. Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja Masa Kerja Jumlah Responden Persentase (%) 1-10 tahun 11-19 tahun 20-28 tahun >28 tahun Total Sumber : Lampiran data diolah, 2024 Fera Maya Sari | https://journal. id/index. php/manekin | Page 157 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 152-164 Tabel 5 mendeskripsikan bahwa terdapat 22 responden . ,6%) karyawan yang bekerja selama 1-10 tahun, 67 responden . ,4%) merupakan karyawan yang bekerja selama 11-19 tahun, 44 responden . ,1%) merupakan karyawan yang bekerja selama 20-28 tahun, dan 18 responden . ,9%) merupakan karyawan yang bekerja selama >28 tahun. Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa karyawan DAMRI cabang Lampung didominasi oleh karyawan yang bekerja selama 11-19 tahun sebanyak 67 orang dari 151 responden. 2 Hasil Uji Instrumen Penelitian Hasil Uji Validitas Tabel 6. Hasil Uji Validitas Kesejahteraan Psikologis (X. Item Pernyataan KMO-MSA Anti-image Loading Factor Keterangan X1. 0,630 0,612 0,50 Valid X1. 0,608 Valid 0,556 Valid X1. 0,574 Valid X1. 0,630 Valid X1. 0,587 X1. 0,594 Valid X1. 0,613 Valid X1. 0,690 Valid X1. 0,748 Valid X1. 0,622 Valid X1. 0,680 Valid X1. 0,563 Valid X1. 0,630 X1. 0,630 0,661 0,50 0,50 Valid Valid X1. 0,649 Valid X1. 0,607 Valid X1. 0,676 Valid Sumber : Lampiran data diolah, 2024 Tabel 7. Hasil Uji Validitas Kontrak Psikologis (X. Item Pernyataan KMO-MSA Anti-image Loading Factor Keterangan X2. 0,616 0,640 0,50 Valid X2. 0,622 Valid X2. 0,678 Valid X2. 0,644 Valid X2. 0,606 Valid X2. 0,595 Valid Fera Maya Sari | https://journal. id/index. php/manekin | Page 158 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 152-164 Item Pernyataan KMO-MSA X2. Anti-image Loading Factor 0,546 X2. 0,616 0,539 Keterangan Valid 0,50 Valid X2. 0,690 Valid X2. 0,643 Valid X2. 0,550 Valid X2. 0,526 Valid X2. 0,706 Valid X2. 0,616 0,624 0,50 Valid X2. 0,552 Valid X2. 0,616 Valid X2. 0,627 Valid X2. 0,644 Valid X2. 0,556 Valid Sumber : Lampiran data diolah, 2024 Tabel 8. Hasil Uji Validitas Keterikatan Kerja (Y) Item Pernyataan KMO-MSA Anti-image Loading Factor Keterangan 0,619 0,611 0,50 Valid 0,595 Valid 0,557 Valid 0,513 Valid 0,518 Valid 0,619 0,553 0,50 Valid 0,600 Valid 0,615 Valid 0,683 Valid 0,707 Valid 0,626 Valid 0,619 0,673 0,50 Valid 0,571 Valid 0,663 Valid 0,628 Valid 0,571 Valid 0,651 Valid Sumber : Lampiran data diolah, 2024 Fera Maya Sari | https://journal. id/index. php/manekin | Page 159 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 152-164 Berdasarkan uji validitas, mendeskripsikan hasil uji valiaditas variabel yang diteliti pada penelitian ini. Tabel 6 menunjukan bahwa hasil uji validitas kesejahteraan psikologis dengan 17 item pernyataan dinyatakan valid karena hasil KMO-MSA sebesar 0,630 Ou 0,5 . oading facto. dengan nilai anti-image terbesar yaitu 0,748 terdapat pada item pernyataan X1. Pada Tabel 7 menunjukan bahwa hasil uji validitas kontrak psikologis dengan 19 item pernyataan dinyatakan valid karena hasil KMO-MSA sebesar 0,616 Ou 0,5 . oading facto. dengan nilai anti-image terbesar terdapat pada pernyataan X2. 13 sebesar 0,706. Lalu Tabel 4. 7 menunjukan bahwa hasil uji validitas keterikatan kerja dengan 17 item pernyataan dinyatakan valid karena nilai KMO-MSA sebesar 0,619 Ou 0,5 . oading facto. dengan nilai anti-image terbesar senilai 0,707 terdapat pada item pernyataan Y. Pengujian kepada 151 responden dapat dilihat bahwa seluruh item pernyataan Kesejahteraan Psikologis (X. , item pernyataan Kontrak Psikologis (X. , dan item pernyataan Keterikatan Kerja (Y) semua KMO-MSA Ou 0,5 maka seluruh item pernyataan dinyatakan sudah valid artinya mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Sehingga instrumen penelitian atau alat ukur yang digunakan pada penelitian ini sudah akurat, relevan, serta proses analisis data dapat dilanjutkan ke uji reliabilitas. Hasil Uji Reliabilitas Tabel 9. Hasil Uji Reliabilitas CronbachAos Alpha Variabel Keterangan (>0,60 reliabe. Kesejahteraan Psikologis (X. 0,643 Reliabel Kontrak Psikologis (X. 0,738 Reliabel Keterikatan Kerja (Y) 0,626 Reliabel Sumber : Lampiran data diolah, 2024 Berdasarkan hasil uji reliabilitas pada Tabel 9 menunjukan bahwa kesejahteraan psikologis (X. dengan CrombachAos Alpha sebesar 0,643 > 0,60 maka variabel dinyatakan sudah reliabel dan tergolong reliabilitas tinggi. Kemudian untuk variabel kontrak psikologis (X. dengan CrombachAos Alpha sebesar 0,738 > 0,60 maka variabel dinyatakan sudah reliabel dan tergolong reliabilitas tinggi. Lalu keterikatan kerja (Y) dengan CrombachAos Alpha sebesar 0,626 > 0,60 dinyatakan reliabel dan tergolong reliabilitas tinggi. Disimpulkan bahwa ketiga variabel penelitian ini sudah reliabel atau sudah diukur dengan konsisten dan akurat sehingga instrumen yang digunakan pada penelitian ini memiliki tingkat kesalahan yang rendah serta hasil yang dapat dipercaya. Hasil Uji Normalitas Tabel 10. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Test Statistic Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Fera Maya Sari | https://journal. id/index. php/manekin | Page 160 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 152-164 Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Sumber : Lampiran data diolah, 2024 Tabel 10 menunjukan kolmogrov-smirnov sebesar 0,060 dengan signifikansi 0,200, sehingga nilai tersebut berada di atas cut off value yang telah ditetapkan yaitu 0,05, maka disimpulkan bahwa data penelitian ini berdistribusi normal. Asumsi normalitas telah dipenuhi secara keseluruhan menggunakan metode statistik. 3 Hasil Analisis Data Tabel 11. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda dan Uji T Coefficientsa Model (Constan. Kesejahteraan (X. Psikologis Kontrak Psikologis (X. Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta Sig. Dependent Variable: Keterikatan Kerja (Y) Sumber: Lampiran data diolah, 2024 Tabel 11 menunjukan hasil pengujian dengan metode regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel independen (Kesejahteraan Psikologis dan Kontrak Psikologi. terhadap variabel dependen (Keterikatan Kerj. , maka diperoleh persamaan sebagai berikut : Y = a b1X1 b2X2 e Y = 51,936 0,941X1 0,365X2 e Berdasarkan hasil persamaan regresi tersebut diatas dijelaskan bahwa: Nilai konstanta yang diperoleh sebesar 51,936 maka bisa diartikan jika variabel independen bernilai 0 . maka variabel dependen bernilai 51,936. Nilai koefisien regresi variabel X1 kesejahteraan psikologis bernilai positif ( ) sebesar 0,941 yang berarti semakin tinggi kesejahteraan psikologis maka akan meningkatkan keterikattan Nilai koefisien regresi variabel X2 kontrak psikologis bernilai positif ( ) sebesar 0,365 yang berarti semakin tinggi kontrak psikologis maka meningkatkan keterikatan kerja. 4 Hasil Uji Hipotesis Uji hipotesis digunakan untuk menguji apakah terdapat hubungan yang signifikan antara variabel Independent yaitu kesejahteraan psikologis dan kontrak psikologis secara parsial terhadap variabel Dependen yaitu keterikatan kerja. Hasil uji t pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh secara signifikan masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat dengan bantuan software SPSS 25 menggunakan tingkat signifikansi sebesar sig < 0,05 dan Fera Maya Sari | https://journal. id/index. php/manekin | Page 161 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 152-164 dilakukan dengan tingkat keyakinan 95%. Menentukan T tabel menggunakan degree freedom . untuk jumlah sampel sebanyak 151 responden dengan dua variabel dependen, df = jumlah sampel . Ae jumlah variabel . , df = 151-2, df = 149, diperoleh t tabel . ,05. = 1,97601. Berdasarkan hasil uji t pada Tabel 11 disimpulkan sebagai berikut : Interpretasi hasil uji t pada pengaruh Kesejahteraan Psikologis (X. terhadap Keterikatan Kerja (Y) Dilihat dari beta standar koefisiensi sebesar 0,941, berarti memiliki pengaruh positif. Dilihat dari signifikansi, nilai sig. sebesar 0,000 lebih kecil (<) 0,05, berarti memiliki pengaruh Dilihat dari perbandingan t hitung dan t tabel, t hitung kesejahteraan psikologis (X. ialah 10,457 > 1,976 . , berarti memiliki pengaruh signifikan. Nilai t hitung 10,457 > 0,05, berarti hipotesis diterima. Hasil interpretasi diatas menunjukan bahwa Kesejahteraan Psikologis berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keterikatan Kerja. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan H1 atau Hipotesis 1 pada penelitian ini diterima. Hal ini menjelaskan bahwa semakin tinggi kesejahteraan psikologis maka mengakibatkan keterikatan kerja meningkat. Interpretasi hasil uji t pada pengaruh Kontrak Psikologis (X. terhadap Keterikatan Kerja (Y) Dilihat dari beta standar koefisiensi sebesar 0,365, berarti memiliki pengaruh positif. Dilihat dari signifikansi, nilai sig. sebesar 0,000 lebih kecil (<) 0,05, berarti memiliki pengaruh Dilihat dari perbandingan t hitung dan t tabel, t hitung kontrak psikologis (X. ialah 4,057 > 1,976 . , berarti memiliki pengaruh signifikan. Nilai t hitung 4,057 > 0,05, berarti hipotesis diterima. Hasil interpretasi tersebut menunjukan bahwa variabel Kontrak Psikologis berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keterikatan Kerja. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan H2 atau Hipotesis 2 pada penelitian ini diterima. Hal ini menjelaskan bahwa penerapan kontrak psikologis yang semakin baik maka mengakibatkan keterikatan kerja meningkat. 5 Pembahasan Pengaruh Kesejahteraan Psikologis terhadap Keterikatan Kerja Karyawan Perum DAMRI cabang Lampung Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kesejahteraan psikologis berpengaruh secara positif dan siginifikan terhadap keterikatan kerja dilihat dari hasil nilai uji t parsial. Maksud dari pengaruh secara positif dan signifikan adalah terdapat hubungan yang kuat antara kesejahteraan psikologis dan keterikatan kerja, pengaruh positif menunjukan bahwa semakin tinggi kesejahteraan psikologis, maka semakin tinggi pula keterikatan kerja karyawan, sedangkan pengaruh secara signifikan memiliki arti bahwa hasil yang ditemukan dapat dipercaya dan diandalkan. Hasil item pernyataan kuesioner pada respon penilaian variabel kesejahteraan psikologis yang dialami karyawan Perum DAMRI cabang Lampung tergolong tinggi, dengan nilai rata-rata tertinggi pada item pernyataan AuSaya suka sebagian besar pekerjaan sayaAy yang artinya bahwa karyawan memiliki tingkat kepusan yang tinggi pada pekerjaannya, sehingga sulit untuk melepaskan diri dari pekerjaannya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hipotesis satu dapat diterima dan memiliki kesamaan sehingga dapat mendukung penelitian terdahulu oleh Oktavia. Eva. , & Achmad. dengan hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kesejahteraan psikologis dengan work engagement pada pekerja milenial di Kota Malang. Serta penelitian terdahulu oleh Sofyanty . menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara kontrak psikologis, dan kesejahteraan psikologis terhadap keterikatan kerja pada Fera Maya Sari | https://journal. id/index. php/manekin | Page 162 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 152-164 karyawan di PT Tulip Promo Sekawan Jakarta. Temuan ini dapat diartikan tingkat keterikatan kerja akan meningkat seiring dengan peningkatan kontrak psikologis dan tingkat kesejahteraan psikologis Pengaruh Kontrak Psikologis terhadap Keterikatan Kerja Karyawan Perum DAMRI cabang Lampung Kontrak psikologis telah dibuktikan berpengaruh secara positif dan siginifikan terhadap keterikatan kerja berdasarkan hasil nilai uji t parsial. Pengaruh secara positif dan signifikan berarti terdapat hubungan yang kuat antara kontrak psikologis dan keterikatan kerja, pengaruh positif menunjukan bahwa semakin tinggi kontrak psikologis, maka semakin tinggi pula keterikatan kerja karyawan, sedangkan pengaruh secara signifikan memiliki arti bahwa hasil yang ditemukan dapat dipercaya dan diandalkan. Hasil uji kontrak psikologis menunjukan bahwa kontrak psikologis yang dialami karyawan di Perum DAMRI cabang Lampung tergolong tinggi dan penilaian mengenai variabel kontrak psikologis diperoleh nilai rata-rata tertinggi pada item pernyataan AuPerusahaan memberikan gaji dan tunjangan yang stabil kepada sayaAy berarti karyawan merasa bahwa perusahaan telah memenuhi kewajibannya dalam memberikan gaji dan tunjangan yang stabil, sehingga karyawan memiliki komitmen yang kuat untuk tetap bekerja atau terikat diperusahaan. Berdasarkan hasil penelitian ini maka hipotesis dua diterima, dan memiliki konsistensi untuk mendukung penilitan terdahulu yang dikalukan oleh Nugraha. , & Sudiro. menyatakan bahwa variabel kontrak psikologis memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel keterikatan kerja . ork engagemen. karyawan PT Selecta di Batu. Kesimpulannya adalah semakin baik kontrak psikologis yang dijalin antara perusahaan dan karyawan, maka keterikatan kerja . ork engagemen. semakin meningkat. Lalu penelitan terdahulu oleh Ayyaz et al. menggambarkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kontrak psikologis dengan keterikatan kerja karyawan industri gula Dera Ismail Khan, dan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa dukungan perusahaan dapat membantu untuk meningkatkan keterikatan kerja karyawan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan mengenai pengaruh kesejahteraan psikologis dan kontrak psikologis terhadap keterikatan kerja karyawan Perum DAMRI cabang Lampung, maka penarikan kesimpulan yang oleh peneliti adalah sebagai berikut: Hasil penelitian menunjukkan telah mendukung hipotesis yang diajukan dan mendukung penelitian terdahulu, maka dinyatakan bahwa kesejahteraan psikologis berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keterikatan kerja, sehingga makin tinggi kesejahteraan psikologis yang terjadi pada karyawan Perum DAMRI cabang Lampung maka keterikatan kerja akan menjadi semakin tinggi. Hasil penelitian menunjukan telah mendukung hipotesis yang telah diajukan dan mendukung penelitian terdahulu, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kontrak psikologis berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keterikatan kerja, dengan demikian semakin tinggi kontrak psikologis yang terjadi pada karyawan Perum DAMRI cabang Lampung maka keterikatan kerja akan semakin tinggi. REFERENCES