Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Vol. No. 3 Agustus 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 41-55 DOI: https://doi. org/10. 61132/jepi. Upaya Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Melalui Pengembangan Potensi Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat Periode 2019-2022 (Studi Kasus Di Wisata Alam Gua Rangko Labuan Baj. Ignasia Ayunanda Duhu Universitas Nusa Cendana Petrus E. De Rozari Universitas Nusa Cendana Novi Theresia Kiak Universitas Nusa Cendana Jl. Adisucpto Penfui,Kupang. Nusa Tenggara Timur Korespondensi penulis: igaduhu6@gmail. Abstract This research aims to understand the government's efforts in increasing local revenue (PAD) through the development of tourism potential in West Manggarai Regency during the 2019-2022 period, specifically focusing on the natural tourism of Rangko Cave. The process of developing tourism potential, particularly the natural tourism of Rangko Cave, requires government efforts to overcome existing challenges by using strategies to increase the PAD of West Manggarai Regency. This research employs a descriptive qualitative approach, conducting structured interviews with informants such as the Head of the Regional Revenue Agency, the Head of the Tourism Office of West Manggarai Regency, the Head of Tanjung Boleng Village, employees of the Regional Revenue Office, employees of the Tourism Office of West Manggarai Regency, and the residents of Tanjung Boleng Village. The results show that the West Manggarai government and the residents of Tanjung Boleng Village have made efforts and strategies to increase local revenue through the development of tourism potential, particularly the natural tourism of Rangko Cave, as best as possible despite several obstacles, such as a lack of supporting facilities for good and structured services, which reduce the value of the tourism site. Keywords: Local Revenue. Tourism Potential Development. Manggarai Barat Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya Pemerintah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan potensi pariwisata Kabupaten Manggarai Barat periode 2019-2022 pada Wisata Alam gua Rangko. Proses pengembangan potensi pariwisata khususnya Wisata Alam Gua Rangko membutuhkan upaya dari Pemerintah untuk mengatasi kendala-kendala yang ada dengan menggunakan strategi demi meningkatkan PAD Kabupaten Manggarai Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan melakukan wawancara terstruktur kepada informan Kepala Dinas Badan Pendapatan Asli Daerah. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat. Kepala Desa Tanjung Boleng. Pegawai Kantor Dinas Pendapatan Daerah. Pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat. Masyarakat Desa Tanjung Boleng. Skripsi menunjukkan bahwa Pemerintah Manggarai barat serta masyarakat Desa Tanjung Boleng sudah melakukan upaya serta strategi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui pengembangan potensi pariwisata khususnya Wisata Alam Gua Rangko dengan sebaik mungkin meskipun terdapat beberapa kendala yaitu kurangnya fasilitas pendukung dalam pelayanan yang baik dan terstruktur yang membuat kurangnya nilai pada wisata tersebut. Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah. Pengembangan Potensi Pariwisata. Manggarai Barat Received Mei 06, 2024. Accepted Juni 12, 2024. Published Agustus 31, 2024 *Ignasia Ayunanda Duhu, igaduhu6@gmail. Upaya Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Melalui Pengembangan Potensi Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat Periode 2019-2022 (Studi Kasus Di Wisata Alam Gua Rangko Labuan Baj. PENDAHULUAN Pariwisata merupakan salah satu hal yang penting bagi suatu negara. Dengan adanya pariwisata, maka suatu negara atau lebih khusus lagi Pemerintah daerah tempat objek wisata itu berada, akan mendapatkan pemasukan dari pendapatan setiap objek wisata. Terkait dengan diskursus desentralisasi . tonomi daera. , pariwisata semakin menjadi primadona. Daya tariknya yang luar biasa dalam menggerakkan roda perekonomian menjadikan masing-masing daerah berupaya menggali sebesar-besarnya potensi wisata daerahnya masing- masing. Berlakunya Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah telah dengan detail membagi urusan pusat dan daerah, mulai dari urusan administrasi hingga pengelolaan sumber daya alam. Undang-undang ini mengatur beberapa urusan sebagai urusan pilihan oleh daerah sebagaimana tercantum dalam lampiran undang-undang tersebut, yang menyatakan bahwa urusan pilihan Pemerintah Daerah, meliputi kelautan dan perikanan, pertanian, kehutanan, energi dan sumberdaya mineral dan pariwisata. Bentuk desentralisasi yang diberikan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah adalah kewenangan pengelolaan keuangan. Desentralisasi keuangan pada prinsipnya adalah Pemerintah Pusat mentransfer keuangan negara kepada Pemerintah Kabupaten/Kota yang disertai pelimpahan wewenang, kekuasaan serta bertanggungjawab untuk mengelolanya sesuai dengan prinsip dasar regulasi yang telah ditetapkan sesuai dengan kondisi, kekhasan, dan potensi unggulan daerah (Hutagalung, 2. Potensi tersebut nantinya dapat menjadi pendapatan daerah sehingga Pemerintah daerah dapat lebih mandiri dalam membangun dan memajukan daerahnya. Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan salah satu modal dasar Pemerintah daerah dalam mendapatkan dana pembangunan dan memenuhi belanja daerah. Pendapatan Asli Daerah merupakan usaha daerah guna memperkecil ketergantungan dalam mendapatkan dana dari Pemerintah tingkat atas . Menurut Pasal 157 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, sumber pendapatan daerah terdiri atas Pendapatan Asli Daerah yang selanjutnya disebut PAD yaitu hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dana perimbangan, dan PAD yang sah lain-lain. Pendapatan Asli Daerah tersebut merupakan sumber penerimaan yang murni bagi Artinya, pendapatan tersebut berasal dari potensi daerahnya sendiri sehingga wajar dan selayaknya apabila peran Pendapatan Asli Daerah dalam keuangan merupakan salah satu tolak ukur dalam melaksanakan otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggung jawab. Dalam konteks Manggarai Barat, sektor pariwisata menjadi primadona dalam meningkatkan PAD. Hal Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 3 AGUSTUS 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 41-55 itu pertama-tama karena ikon Varanus Komodoensis yang mendunia, yang mengundang ribuan wisatawan datang ke Labuan Bajo setiap tahunnya. Apalagi di tahun 2019. Pemerintah pusat mencanangkan Labuan Bajo sebagai wisata premium dan pembangunan pariwisata di Labuan Bajo sebagai pembangunan wisata super prioritas (Tim PMO Kawasan KPPIP, 2. Kabupaten Manggarai Barat sebagai salah satu kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki banyak potensi yang belum dimanfaatkan dan dikembangkan secara optimal, diantaranya adalah Potensi pariwisata Kabupaten Manggarai Barat perlu dikembangkan dan dibina secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan agar dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat, memperluas kesempatan kerja dan usaha dan meratakan pendapatan yang pada akhirnya mampu menunjang pembangunan daerah kabupaten Manggarai Barat. Pada periode 2019-2021 adanya penurunan pada PAD kabupaten Manggarai Barat yang sangat berdampak pada penerimaan dari sektor pariwisata, perkembangan pendapatan asli (PAD) Kabupaten Manggarai Barat selama 5 tahun terakhir yaitu dari tahun 2018-2022. Dimulai dengan Pendapatan Asli Daerah pada tahun 2018 sebesar Rp67,22 Milyar, pada tahun 2019 Pendapatan Asli Daerah mengalami kenaikan sebesar bahwa pada tahun 2018 realisasi PAD dari sektor pajak menurun, realisasi PAD dari sektor pajak daerah menurun drastis. Pada tahun 2021 dan 2022, kondisi tersebut perlahan mengalami perbaikan. PAD dari sektor pajak daerah semakin meningkat. Hal yang sama juga terjadi pada sektor retribusi daerah. Potensi pariwisata yang ada di Labuan Bajo tepatnya di Gua Rangko ini sangat popular dan bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan Gua Rangko, mereka akan dikenakan retribusi tiket sebesar Rp20. 000 untuk sekali masuk. Bisa dikembangkan secara optimal bukan tidak mungkin dalam 5 . tahun ke depan. Gua Rangko akan menjadi salah satu tempat pariwisata termaju di Nusa Tenggara Timur dan mampu mengubah paradigma masyarakat tentang wilayah timur merupakan daerah tertingga. Mengingat adanya persepsi masyarakat bahwa wilayah timur itu merupakan daerah tertinggal, di sinilahperan Pemerintah Daerah untuk mengubah paradigma tersebut. Atas dasar beberapa fakta-fakta dan permasalah-permasalahan di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuUpaya Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Pengembangan Potensi Pariwisata Pada Periode 2019-2022 Kabupaten Manggarai Barat (Studi Kasus Di Wisata Alam Gua Rangko Labuan Baj. Ay. Upaya Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Melalui Pengembangan Potensi Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat Periode 2019-2022 (Studi Kasus Di Wisata Alam Gua Rangko Labuan Baj. METODE Jenis penelitian yang digunakan ialah studi kasus pada Wisata Alam Gua Rangko Labuan Bajo dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yaitu untuk menggambarkan suatu fenomena atau gejala sosial dengan jalan menggambarkan atau melukiskan keadaan subjek atau objek penelitian. Penelitian ini berfokus pada beberapa hal yaitu: Potensi wisata yang ada di Gua Rangko Labuan Bajo. Kendala yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan Solusi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Interaktif (Miles dan Huberman, 1. , yang meliputi Pengumpulan Data. Reduksi Data. Penyajian data dan Penarikan Kesimpulan/Verifikasi. HASIL PENELITIAN Pengembangan Potensi Wisata Alam Gua Rangko Jumlah kunjungan wisata alam Gua Rangko bergerak secara tidak stabil dimana jumlah kunjungan wisata paling tinggi terjadi pada tahun 2022 yaitu sebesar 17. 361 wisatawan. Sedangkan, jumlah kunjungan wisata paling rendah terjadi pada tahun 2020 yaitu sebesar 3. Untuk kunjungan wisatawan asing paling rendah terjadi pada tahun 2021 yaitu sebesar 233 wisatawan dan paling tinggi terjadi pada tahun 2019 sebesar 5. 707 wisatawan Untuk kunjungan wisatawan nusantara paling rendah terjadi pada tahun 2020 sebesar Hal yang menyebabkan jumlah kunjungan wisatawan pada gua rangko bergerak secara fluktuatif dikarenakan adanya covid-19 yang terjadi pada tahun 2019-2021. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Manggarai Barat yang di peroleh dari wisata alam Gua Rangko bergerak secara stabil dimana paling rendah terjadi pada tahun 2020 yaitu sebesar Rp109. sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Manggarai Barat paling tinggi terjadi pada tahun 2022 yaitu sebesar Rp466. Hal tersebut yang akan memberikan dampak positif pada pendapatan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa narasumber dapat disimpulkan bahwa pengembangan potensi wisata alam Gua Rangko sangat berpotensi sebab banyak wisatawan yang sudah berkunjung kesana untuk melihat pesona yang ada pada Gua Rangko tersebut, oleh karena adanya wisatawan yang berkunjung pemerintah berinisiatif untuk memperbaiki dan memfasilitasi memberikan kelancaran bagi wisatawan yang berkunjung dan dapat dilihat dari pendapatan dari lima tahun terakhir. Banyak wisatawan yang berkunjung kesana dan pendapatan meningkat dikatakan oleh pegawai Badan Pendapatan Asli Daerah. Dengan Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 3 AGUSTUS 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 41-55 keterlibatan pemerintah sangat membantu masyarakat setempat untuk mengembangkan potensi yang ada. Program pengembangan yang sudah dilakukan atau yang sudah terealisasi antara lain, pembangunan jalan raya, pembuatan pelabuhan, pembentukan kelompok masyarakat sadar wisata (Pokdawi. , toilet umum untuk para wisatawan, pembuatan tangga menuju lokasi gua, rumah penjaga wisata. Adapun perencanaan pembangunan yang akan di bangun pada tahun 2024 sesuai dengan rancangan anggaran antara lain, pembuatan tempat usaha para masyarakat yang mau berwirausaha yang menjadikan pasar penjualan barang-barang tradisional khas Manggarai serta makanan lokal ataupun penyediaan jasa transportasi, dan Masyarakat juga mengambil peran aktif dalam mengembangkan potensi wisata yang ada, semenjak pemerintah mengambil alih wisata alam Gua Rangko proses pengembangan wisata mulai terarah dengan dibangunnya sarana penunjang, begitu pula masyarakat yang ikut serta membantu untuk bersama-sama menunjang pendapatan ekonomi mereka. pemerintah dan masyarakat telah melakukan promosi di media sosial seperti Tiktok. Youtube. Facebook dan Instagram, sehingga wisatawan banyak yang yang berkunjung kesana. Pembangunan dalam mengembangkan potensi wisata mulai memperbaikijalan raya, dan tempat pembelian tiket masuk ke dalam wisata alam gua rangko tersebut, saat itu mulailah para wisatawan nusantara maupun lokal berdatangan untuk melihat gua tersebut. Kendala-Kendala yang dihadapi Pemerintah dalam melakukan Pengembangan Wisata Alam Gua Rangko dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Pengembangan suatu pariwisata alam yang akan memberikan dampak pada kehidupan ekonomi masyarakat dan peningkatan pendapatan daerah yang dilakukan pemerintah tentu saja akan menghadapi berbagai macam tantangan dan kendala-kendala yang terjadi di lapangan. Namun, kendala-kendala tersebut akan teratasi apabila ada strategi ataupun kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dalam menangani kendala tersebut. Hal tersebut juga terjadi pada pariwisata alam Gua Rangko dimana banyak sekali kendala- kendala yang dihadapi dan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah maupun masyarakat dalam meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dan pendapatan daerah. Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa narasumber dapat disimpulkan bahwa dari proses pengembangan potensi wisata yang dilakukan pemerintah dan masyarakat memiliki kendala-kendala seperti adanya penanganan standar operasional prosedur dalam penanganan wisatawan yang dating di Gua Rangko sehingga kendala-kendala yang ditemukan dilapangan belum diatasi dengan baik oleh pihak pemerintah dalam menciptakan pariwisata yang berkelanjutan ini dikarenakan belum adanya anggaran, setelah itu apalagi kendala kurangnya Upaya Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Melalui Pengembangan Potensi Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat Periode 2019-2022 (Studi Kasus Di Wisata Alam Gua Rangko Labuan Baj. dari masyarakat setempat menyadari bahwa tempat wisata tersebut memiliki potensi yang besar untuk pendapatan daerah dan untuk menunjang ekonomi masyarakat setempat, begitupun tanggapan dari Pegawai Badan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Manggarai Barat bahwa pentingnya bagi masyarakat untuk bekerja sama dalam menunjang ekonomi masyarakat yang Menurut masyarakat pemerintah kurang memberikan solusi terbaik untuk masyarakat agar masyarakat sadar tentang potensi wisata yang mereka miliki serta kurangnya memberikan sosialisasi untuk masyarakat agar bias kreatif dalam membuka usaha dan beradaptasi dengan wisatawan asing. Strategi dalam Mengatasi Kendala-Kendala Pengembangan Potensi Pariwisata dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Strategi dalam pengembangan pariwisata yang dilakukan oleh pemerintah bertujuan untuk mengembangkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dalam peningkatan pendapatan Hal tersebut juga bertujuan untuk mengatasi berbagai macam kendala yang terjadi dalam pengembangan pariwisata pada wisata alam Gua Rangko. Strategi yang dibuat oleh pemerintah merupakan suatu perencanaan yang baik dalam menciptakan pariwisata yang berkelanjutan dan memberikan dampak besar pada pariwisata dan kehidupan masyarakat Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa narasumber dapat disimpulkan bahwa pemerintah mempunyai strategi untuk mengembangkan potensi wisata Gua Rangko dengan melihat masalah-masalah yang ada dan mencari solusi dengan bekerja sama dengan LSM (Lembaga Swadaya Masyaraka. dan WWF (World Wide For Natur. Dengan membentuk pokdarwis agar masyarakat juga bisa mengambil peran besar untuk menyukseskan potensi yang ada dengan melakukan berbagai macam program dan pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat guna meningkatkan sumber daya manusia yang terampil. Masyarakat juga membuat program mengenai perlindungan keamanan dan kebersihan wilayah desa serta masyarakat mendapat pelatihan dari pemerintah untuk membuka usaha tradisional, masyarakat juga membentuk kelompok sadar wisata agar bisa melakukan program wisata dengan terarah dan aman. Masyarakat juga mengambil bagian dalam kegiatan sosialisasi dan mendapatkan bantuan dari pemerintah ini dilakukan pemerintah untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 3 AGUSTUS 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 41-55 PEMBAHASAN Pengembangan Potensi Wisata Alam Gua Rangko Labuan Bajo oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat pada Periode 2019-2022 dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pengembangan pariwisata adalah salah satu cara untuk membuat suatu objek wisata menjadi menarik dan dapat membuat para pengunjung tertarik untuk mengunjunginya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan pariwisata adalah (Auliya & Farrah, 2. Wisatawan (Touris. Karakteristik wisatawan harus diketahui, dari mana mereka datang, usia, hobi, status sosial, mata pencaharian, dan pada musim apa mereka melakukan perjalanan. Kunjungan wisata sendiri dipengaruhi oleh beberapa motif wisata, seperti motif fisik, budaya, interpersonal dan motif prestise. Transportasi Transportasi merupakan salah satu faktor untuk kemudahan bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Unsur- unsur yang mempengaruhi pergerakan tersebut adalah konektivitas antar daerah, tidak ada penghalang, serta tersedianya sarana angkutan. Transportasi wisata harus menyediakan fasilitas-fasilitas yang dapat memberikan kenyamanan kepada wisatawan. Atraksi/Objek Wisata Atraksi wisata merupakan daya tarik yang memuat wisatawan datang berkunjung. Atraksi wisata tersebut antara lain fasilitas olahraga, tempat hiburan, museum dan peninggalan sejarah dan sebagainya. Fasilitas Pelayanan Fasilitas yang mendukung keberadaan suatu objek wisata adalah ketersediaan akomodasi . , restoran, prasarana perhubungan, fasilitas telekomunikasi, perbankan, petugas penerangan, dan jaminan keselamatan. Hal-hal diatas perlu diterapkan dalam pengembangan potensi pariwisata Gua Rangko sehingga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah dan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan pariwisata yang dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Manggarai Barat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitar tempat wisata akan memberikan pengaruh yang sangat besar bagi pariwisata dan masyarakat, hal tersebut perlu didukung dengan biaya dan sumber daya manusia yang mampu Upaya Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Melalui Pengembangan Potensi Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat Periode 2019-2022 (Studi Kasus Di Wisata Alam Gua Rangko Labuan Baj. mengolah dan mengambil peluang ekonomi yang baik serta campur tangan dari pihak pemerintah yang berwenang sehingga pariwisata tersebut bukan saja dapat memberikan dampak yang baik pada peningkatan pendapatan daerah tapi juga akan memberikan dampak pada kesejahteraan masyarakat disekitar wilayah pariwisata tersebut. Pengembangan potensi yang ada dengan membuat wisatawan semakin tertarik untuk berkunjung kesana yaitu dengan membuka peluang bagi masyarakat untuk membuka usaha tradisional agar bisa menunjang ekonomi masyarakat sekitar. Setelah diambil alih oleh pemerintah keadaan di wisata alam Gua Rangko semakin membaik dan terstruktur, masyarakat juga mengambil peran besar untuk mewujudkan pengembangan dengan mendukung kinerja pemerintah yaitu dengan mengikuti arahan pemerintah untuk mengikuti pelatihan-pelatihan dan ikut serta berpartisipasi dalam menerima wisatawan yang datang dengan baik. Masyarakat merasa peran pemerintah sangat penting untuk membantu mendukung pengembangan potensi wisata alam Gua Rangko, masyarakat mengakui bahwa semenjak adanya peran pemerintah desa pendapatan semakin membaik karena mereka merasa adanya perubahan pada pendapatan Program pengembangan yang sudah dilakukan atau yang sudah terealisasi antara lain, pembangunan jalan raya, pembuatan pelabuhan, pembentukan kelompok masyarakat sadar wisata (Pokdawi. , toilet umum untuk para wisatawan, pembuatan tangga menuju lokasi gua, rumah penjaga wisata. Adapun perencanaan pembangunan yang akan di bangun pada tahun 2024 sesuai dengan rancangan anggaran antara lain, pembuatan tempat usaha para masyarakat yang mau berwirausaha yang menjadikan pasar penjualan barang-barang tradisional khas Manggarai serta makanan lokal ataupun penyediaan jasa transportasi, foto. pemerintah dan masyarakat telah melakukan promosi di media sosial seperti Tiktok. Youtube. Facebook. Instagram sehingga wisatawan banyak yang yang berkunjung kesana. Hal ini dilakukan untuk peningkatan pendapatan daerah dan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Upaya yang telah dilakukan pemerintah belum maksimal dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan pariwisata Gua Rangko, yaitu mempromosikan Daya Tarik Wisata, melaksanakan Event dan Festival, melaksanakan gerakan kelompok sadar wisata, serta campur tangan para wisatawan untuk turut serta mempromosikan Gua Rangko dengan mengunggah video dan foto lokasi wisata ke media sosial, menjalankan program Desa Wisata, melakukan sosialisasi peningkatan sumber daya manusia maupun masyarakat dan mengupayakan adanya bentuk kerjasama dengan pihak masyarakat. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 3 AGUSTUS 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 41-55 Hasil penelitian yang dilakukan ini didukung oleh penelitian yang diteliti oleh Rengu . dengan judul Strategi Pengembangan Pariwisata oleh Pemerintah Daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah (Studi Pada Dinas Pemuda. Olahraga. Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mojokert. berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat tiga strategi yang dilakukan oleh Dinas Pemuda. Olahraga. Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mojokerto dalam pengembangan pariwisata di daerah terhadap pendapatan asli daerah (PAD) antara lain, pengembangan obyek wisata, promosi wisata, dan pembinaan usaha pariwisata. Namun di dalam penerapan strategi tersebut terdapat faktor pendukung dan penghambat yang muncul baik secara internal maupun eksternal. Kendala yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam Pengembangan Pariwisata dan Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah khususnya di Wisata Alam Gua Rangko Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dapat disimpulkan bahwa kendala-kendala yang dihadapi dalam pengembangan pariwisata Gua Rangko dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), belum ada penanganan standar operasional prosedur dalam penanganan wisatawan yang datang di Gua Rangko sehingga kendala-kendala yang ditemukan di lapangan belum diatasi dengan baik oleh pemerintah dalam menciptakan pariwisata yang berkelanjutan ini dikarenakan belum adanya anggaran, setelah itu kendala kurangnya dari masyarakat setempat menyadari bahwa tempat wisata tersebut memiliki potensi yang besar untuk pendapatan daerah dan untuk menunjang ekonomi masyarakat setempat, serta kebersihan dan juga penataan lingkungan desa yang belum tertata dengan baik, dan kurangnya kualitas pendidikan yang merata serta belum adanya program-program besar dari pemerintah dalam mengelolah Gua Rangko tersebut. Sumber daya masyarakat yang kurang berkualitas dan kurangnya campur tangan ataupun pengawasan dari pemerintah dalam melakukan sosialisasi tentang kualitas lingkungan sumber daya alam yang baik, bersih dan indah sehingga bukan hanya pengembangan kualitas wisata Gua Rangko saja namun dapat mengembangkan desa wisata yang lebih indah dan Kurang kompak dan kreatifnya masyarakat desa yang menjadi penghambat peningkatan pendapatan masyarakat, serta kesadaran masyarakat atas kualitas sumber daya alam wisata yang kurang baik. Kurangnya fasilitas pendukung dalam pelayanan yang baik dan terstruktur yang membuat kurangnya nilai pada wisata tersebut. Jumlah pengunjung Gua Rangko yang semakin meningkat setiap tahunya seiring dengan Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Manggarai Barat ini merupakan hal yang baik dalam pengembangan pariwisata, namun kenyataannya di lapangan pengembangan Upaya Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Melalui Pengembangan Potensi Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat Periode 2019-2022 (Studi Kasus Di Wisata Alam Gua Rangko Labuan Baj. pada wisata Gua Rangko tidak terlalu maksimal hal ini disebabkan masih banyak regulasi yang belum dibuat dan ditetapkan oleh pemerintah mengenai pengembangan wisata Gua Rangko, perlu adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat serta pihak swasta sehingga kendala-kendala yang dihadapi dapat diatasi dengan secara maksimal. Hasil penelitian mengenai pariwisata Gua Rangko sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Muhamad Taufik . dengan judul Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Melalui Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Mamuju dimana hasil tersebut menjelaskan adanya upaya yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mamuju belum maksimal dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan pariwisata mulai dari mempromosikan Daya Tarik Wisata, melaksanakan Event dan Festival, melaksanakan gerakan kelompok sadar wisata, menjalankan program Desa Wisata, melakukan sosialisasi peningkatan sumber daya manusia baik dilingkungan pemerintah yang terkait maupun masyarakat dan mengupayakan adanya bentuk kerja sama dengan pihak masyarakat pengelola Daya Tarik Wisata, hal-hal tersebut juga telah terjadi pada pariwisata Gua Rangko yang dimana dapat diatasi apabila ada pengawasan dan perencanaan yang baik dari pemerintah dan bekerja sama dengan masyarakat maupun swasta. Strategi dalam Mengatasi Kendala-Kendala Pengembangan Potensi Pariwisata dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Manggarai Barat Pentingnya strategi dalam pengembangan pariwisata strategi pengembangan pariwisata adalah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan potensi pariwisata yang ada disuatu kawasan, cara yang dilakukan dapat berupa melakukan perbaikan terhadap infrastruktur yang ada baik itu secara fisik maupun non fisik, sehingga semua itu bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berada di sekitar daerah tujuan wisata. Hal tersebut menjadi landasan dalam pengembangan Gua Rangko. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, peneliti dapat menyimpulkan bahwa strategi dalam pengembangan pariwisata Gua Rangko yang dilakukan pemerintah belum terlalu maksimal. Kendati demikian, pemerintah sudah melakukan segala strategi untuk memecahkan beberapa kendala yang ada dengan melakukan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat serta melakukan kerja sama dengan LSM (Lembaga Swadaya Masyaraka. dan WWF (World Wide For Natur. , tak hanya itu pemerintah mulai menyusun kelompok sadar wisata . yang anggotanya terdiri dari warga desa Gua Rangko sendiri. Salah satu upaya yang dilakukan masyarakat yaitu menjaga lingkungan agar tetap bersih, mengekspos keadaan Gua Rangko dengan membuat video dan memposting ke media sosial mereka, agar Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 3 AGUSTUS 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 41-55 wisatawan berkunjung kesana guna meningkatkan wisatawan untuk berkunjung ke Gua Rangko. Pengembangan strategi yang dilakukan oleh pemerintah belum terlalu maksimal hal ini yang menyebabkan terjadinya banyak kendala yang ditemukan dilapangan seperti sampah yang berserakan serta strategi dan program dari pemerintah yang belum dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat setempat. Strategi dalam pengembangan yang dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala yang terjadi di Gua Rangko dapat terlaksana apabila adanya pengawasan dari pemerintah serta kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam mengambil bagian pada program strategi pengembangan tersebut. Strategi pengembangan yang belum terlaksana berupa kurangnya kesadaran untuk mengambil peluang lebih dalam menunjang perekonomian rumah tangga masing-masing masyarakat, sehingga terjadinya ketimpangan antara masyarakat satu dan lainya, contohnya seperti perebutan wisatawan dalam proses antar jemput menuju Gua Rangko menggunakan perahu. Namun, hal ini dapat diatasi apabila masyarakat punya inisiatif untuk membuka lapak usaha seperti kios atau lopo peristirahatan wisatawan serta kerajinan tangan lainnya yang menunjang pendapatan ekonomi Pengembangan pariwisata Gua Rangko dalam melakukan pengembangan dan strategi harus sesuai dengan pengembangan pariwisata itu sendiri dimana pengembangan pariwisata adalah salah satu cara untuk membuat suatu objek wisata menjadi menarik dan dapat membuat para pengunjung tertarik untuk mengunjunginya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan pariwisata adalah (Auliya & Farrah, 2. Strategi pengembangan pariwisata Gua Rangko yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Siti Farida . mengenai strategi dinas pariwisata dalam meningkatkan pengembangan wisata premium dan dampaknya terhadap perubahan sosial masyarakat Labuan Bajo dimana hasil tersebut menjelaskan adanya peranan pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang mulai menggenjot pembangunan mulai dari infrastruktur pembangunan dan pelebaran jalan. Pengembangan wisata premium ini bukan hanya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, namun juga merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurut Peneliti terdapat 4 strategi dalam mengatasi kendala-kendala pengembangan potensi pariwisata dalam meningkatkan pendapatan asli daerah Kabupaten Manggarai Barat Upaya Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Melalui Pengembangan Potensi Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat Periode 2019-2022 (Studi Kasus Di Wisata Alam Gua Rangko Labuan Baj. Melakukan kerja sama dengan LSM (Lembaga Swadaya Masyaraka. dan WWF (World Wide For Natur. Menyusun kelompok sadar wisata . Menjaga lingkungan agar tetap bersih Mengekspos keadaan gua rangko dan mengupload ke sosial media guna meningkatkan wisatawan untuk berkunjung ke gua rangko Bentuk kerja sama dengan Yayasan WWF Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya di Kabupaten Manggarai Barat. Dengan dukungan pasar modal Indonesia, berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung pengelolaan penguatan pariwisata bahari berkelanjutan. KESIMPULAN Pengembangan potensi wisata Alam Gua Rangko Labuan Bajo oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat pada periode 2019-2022 dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pengembangan pariwisata yang dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Manggarai Barat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitar tempat wisata akan memberikan pengaruh yang sangat besar bagi pariwisata dan masyarakat, hal tersebut perlu didukung dengan biaya dan sumber daya manusia yang mampu mengolah dan mengambil peluang ekonomi yang baik serta campur tangan dari pihak pemerintah yang berwenang sehingga pariwisata tersebut bukan saja dapat memberikan dampak yang baik pada peningkatan pendapatan daerah tapi juga akan memberikan dampak pada kesejahteraan masyarakat disekitar wilayah pariwisata tersebut. Kendala yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam pengembangan pariwisata dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, khususnya di wisata Alam Gua Rangko Kendala-kendala yang dihadapi dalam pengembangan pariwisata Gua Rangko dalam meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daera. , pemerintah belum adanya penanganan standar operasional prosedur dalam penanganan wisatawan yang datang di Gua Rangko sehingga kendala-kendala yang ditemukan di lapangan belum diatasi dengan baik oleh pemerintah dalam menciptakan pariwisata yang berkelanjutanini dikarenakan belum adanya anggaran, setelah itu apalagi kendala kurangnya dari masyarakat setempat menyadari bahwa tempat wisata tersebut memiliki potensi yang besar untuk pendapatan daerah dan untuk menunjang ekonomi Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 3 AGUSTUS 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 41-55 masyarakat setempat, serta kebersihan dan juga penataan lingkungan desa yang belum tertata dengan baik, dan kurangnya kualitas pendidikan yang merata serta belum adanya programprogram besar dari pemerintah dalam mengelola Gua Rangko tersebut. Strategi dalam Mengatasi Kendala-Kendala Pengembangan Potensi Pariwisata dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Strategi dalam pemgembangan pariwisata pada wisata alam Gua Rangko yang dilakukan pemerintah belum terlalu maksimal. Kendati demikian, pemerintah sudah melakukan segala strategi untuk memecahkan beberapa kendala yang ada dengan melakukan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat serta melakukan kerja sama dengan LSM (Lembaga Swadaya Masyaraka. dan WWF (World Wide For Natur. , tak hanya itu pemerintah mulai menyusun kelompok sadar wisata . yang anggotanya terdiri dari warga desa Gua Rangko sendiri. Salah satu upaya yang dilakukan masyarakat yaitu menjaga lingkungan agar tetap bersih agar tingkat kenyamanan wisatawan untuk berkunjung semakin meningkat guna menarik wisatawan lain yang belum berkunjung untuk tertarik ke Gua Rangko. SARAN Berdasarkan kesimpulan diatas, maka ada beberapa saran yang dikemukakan sebagai Bagi Pengembangan Ilmu Pengetahuan Sumber referensi dalam penelitian ini masih sangat sedikit, sehingga peneliti menyarankan kepada para akademisi untuk melakukan penelitian yang serupa pada objek penelitian yang berbeda, agar menambah pengetahuan, wawasan dan literatur khususnya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bagi Objek Penelitian Gua Rangko Labuan Bajo sebagai objek penelitian dalam penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Manggarai Barat melalui pendapatan dari hasil kunjungan wisatawan yang dikelola secara baik. Bagi Peneliti Selanjutnya Diharapkan penelitian selanjutnya melakukan penelitian untuk mengetahui upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui Pengembangan Potensi Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat dengan lokasi penelitian yang berbeda, misalnya pada Wisata Alam Gua Batu Cermin Labuan Bajo. Upaya Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Melalui Pengembangan Potensi Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat Periode 2019-2022 (Studi Kasus Di Wisata Alam Gua Rangko Labuan Baj. DAFTAR PUSTAKA