IMPLEMENTASI TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL 1996 PADA SISTEM INFORMASI AKADEMIK SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI TUAH NEGERI Rully Setiawan Rz Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning Jln. Yos Sudarso Km 08 Rumbai Telp. 52581 Fax. E-mail : rullysetiawanreza@gmail. Abstract: This study aims to analyze the factors that influence the acceptance of the Academic Information System (SIAKAD) at STIE Tuah Negeri Dumai using the Technology Acceptance Model (TAM) approach. This study involved 40 respondents who were active users of SIAKAD and was analyzed using Structural Equation Modeling Ae Partial Least Square (SEM-PLS). The test results showed that the Perceived Ease of Use (PEOU) variable had no significant effect on Behavioral Intention to Use (BITU) with a t-statistic of 1. <1. 96 and a p-value of 0. On the other hand. Perceived Usefulness (PU) had a positive and significant effect on BITU . -statistic 3. 353 > 1. p-value 0. The BITU variable also had a significant effect on Actual System Use (ASU) . -statistic 9. In addition, the indirect effect of PU on ASU through BITU is significant . -statistic 3. p-value 0. , while the indirect effect of PEOU on ASU is not significant . -statistic 1. p-value 0. This finding indicates that perceived usefulness has a dominant role in shaping the intention and actual behavior of using SIAKAD compared to the ease of use of the system. Keywords: Academic Information System. Technology Acceptance Model (TAM). Perceived Usefulness. Perceived Ease of Use. Behavioral Intention to Use. Actual System Use Perkembangan teknologi informasi telah menjadi elemen penting dalam peningkatan efisiensi dan kualitas kinerja organisasi, termasuk lembaga pendidikan tinggi (Hartono, 2008 dalam Farisi, 2. Pemanfaatan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) menjadi langkah strategis dalam mengelola data akademik secara cepat, akurat, dan transparan. Melalui SIAKAD, dosen dapat menginput nilai, mengakses perkembangan akademik secara real-time (Utomo, 2. Sistem ini mendukung proses administrasi akademik agar berjalan efisien dan sesuai dengan prinsip good governance pendidikan tinggi. Namun demikian, implementasi teknologi informasi tidak selalu berjalan tanpa kendala. Di STIE Tuah Negeri, penggunaan SIAKAD oleh dosen masih menghadapi hambatan seperti akses yang lambat, antarmuka yang kurang ramah pengguna, dan minimnya pelatihan teknis (Qomariah, 2. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya efisiensi kerja serta rendahnya minat dan kepuasan dosen dalam menggunakan sistem secara berkelanjutan (Ernawati & Noersanti. Untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan teknologi tersebut, penelitian ini menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) yang dikembangkan oleh Fred Davis . Model ini menekankan dua Perceived Usefulness (PU) dan Perceived Ease of Use (PEOU), yang berperan penting dalam membentuk sikap serta niat individu untuk menggunakan teknologi (Davis, 1989. Venkatesh & Davis, 2. Melalui pendekatan ini, perguruan tinggi dapat mengidentifikasi faktor psikologis dan teknologis yang memengaruhi penerimaan pengguna terhadap sistem informasi (Azjen & Fishbein, 1. Jika dosen merasakan manfaat menggunakan sistem, maka tingkat penerimaan dan intensitas penggunaannya Implementasi Technology Acceptance Model 1996 Pada Sistem Informasi Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tuah Negeri (Rully Setiawan R. akan meningkat (Aditya & Wardhana, 2016 dalam Rosyad & Harsono, 2. Sebaliknya, apabila sistem dianggap rumit atau tidak mendukung produktivitas, resistensi terhadap teknologi tersebut akan muncul (Sarkar et al. , 2. Oleh karena itu, pemahaman mendalam terhadap faktor penerimaan teknologi menjadi kunci keberhasilan transformasi digital di lingkungan akademik (Wicaksono, t. Model penerimaan teknologi atau Technology Acceptance Model (TAM) pertama kali diperkenalkan oleh Fred Davis . sebagai pengembangan dari Theory of Reasoned Action oleh Ajzen dan Fishbein . TAM menjelaskan faktorfaktor yang memengaruhi individu dalam menerima dan menggunakan teknologi, khususnya dalam konteks sistem informasi manajemen (Kurniawan, 2017 dalam Reza. Sunardi, & Herman, 2. Dua konstruk utama dalam TAM, yaitu Perceived Usefulness (PU) dan Perceived Ease of Use (PEOU), diyakini memengaruhi Behavioral Intention to Use (BITU), yang selanjutnya berdampak pada Actual System Use (ASU) (Venkatesh & Davis, 1996 dalam Qomariah, 2. Perceived Usefulness (PU) Perceived Usefulness (PU) atau persepsi kegunaan didefinisikan sebagai sejauh mana seseorang percaya bahwa meningkatkan kinerja dan efektivitas pekerjaannya (Davis, 1. Dalam konteks sistem informasi akademik (SIAKAD). PU menggambarkan keyakinan dosen bahwa sistem dapat membantu mereka dalam mempercepat input nilai, mempermudah akses data mahasiswa, serta meningkatkan efisiensi proses akademik (Mulyani et al. Menurut Venkatesh dan Davis . , persepsi kegunaan merupakan determinan utama dalam membentuk sikap positif terhadap penggunaan teknologi. Jika pengguna merasa sistem memberikan manfaat nyata terhadap kinerjanya, maka tingkat penerimaan terhadap sistem Jurnal Daya Saing ((Vol. XI. No. i Oktober 2. tersebut akan meningkat. Indikator PU keseluruhan dari sistem (Wibowo et al. Hasil penelitian Sarkar et al. menemukan bahwa persepsi manfaat berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan dan niat pengguna dalam khususnya pada konteks e-learning dan layanan digital. Temuan serupa oleh Budiyanto . menunjukkan bahwa informasi akademik di Institut Bisnis Nusantara. Dengan demikian, semakin besar manfaat yang dirasakan, semakin tinggi pula kecenderungan pengguna untuk menerima dan menggunakan sistem secar berkelanjutan Perceived Ease of Use (PEOU) Perceived Ease of Use (PEOU) atau persepsi kemudahan didefinisikan sebagai tingkat keyakinan seseorang bahwa penggunaan suatu sistem tidak memerlukan banyak usaha dan mudah untuk dioperasikan (Davis, 1. Dalam SIAKAD, meliputi aspek antarmuka yang intuitif, kecepatan akses data, serta kemudahan memahami fitur sistem (Mensah et al. Menurut Indarsin dan Ali . , kemudahan penggunaan teknologi dapat mengurangi hambatan psikologis dan teknis dalam adopsi sistem. Sementara itu. Venkatesh dan Bala . PEOU berperan dalam membentuk persepsi kegunaan (PU), karena sistem yang mudah digunakan akan lebih cepat dirasakan manfaatnya oleh pengguna. Beberapa penelitian terdahulu memperkuat pentingnya PEOU dalam adopsi sistem informasi. Kumarahadi dan Sandradewi . membuktikan bahwa signifikan terhadap penerimaan sistem ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Implementasi Technology Acceptance Model 1996 Pada Sistem Informasi Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tuah Negeri (Rully Setiawan R. akademik berbasis web di STMIK Sinar Nusantara Surakarta. Penelitian Kardianto dan Slamet . juga menunjukkan bahwa semakin mudah sistem digunakan, semakin tinggi pula minat dosen dalam Behavioral Intention to Use (BITU) Behavioral Intention to Use (BITU) atau niat perilaku untuk menggunakan kesediaan seseorang untuk menggunakan sistem teknologi secara berkelanjutan (Venkatesh, 2. Niat ini terbentuk melalui kombinasi persepsi terhadap manfaat (PU) dan kemudahan (PEOU) yang dirasakan oleh pengguna (Davis. Menurut Agarwal dan Karahanna . , niat penggunaan berfungsi sebagai variabel mediasi antara sikap terhadap teknologi dan perilaku penggunaan aktual. Jika pengguna memiliki niat yang kuat menggunakannya secara nyata dalam Indikator BITU meliputi keinginan untuk terus menggunakan sistem, kesesuaian dengan kebutuhan pengguna, serta kepercayaan terhadap keandalan sistem (Hanggono, 2015 dalam Qomariah. Hasil penelitian Susanti dan Syamsuar . menunjukkan bahwa niat penggunaan berperan penting dalam menjembatani hubungan antara persepsi kegunaan dan penggunaan aktual sistem. Sementara Budiyanto . menegaskan bahwa BITU memiliki pengaruh signifikan terhadap Actual System Use pada konteks sistem akademik. Artinya, niat yang kuat informasi di lembaga pendidikan tinggi. Actual System Use (ASU) Actual System Use (ASU) atau penggunaan aktual sistem merupakan memanfaatkan teknologi, baik dari segi Jurnal Daya Saing ((Vol. XI. No. i Oktober 2. frekuensi, durasi, maupun intensitas penggunaan (Rigopoulos & Askounis. Dalam konteks sistem informasi akademik. ASU mencerminkan seberapa sering dan sejauh mana dosen benar-benar menggunakan sistem untuk mendukung aktivitas akademik dan administratifnya (Hermanto & Patmawati, 2. ASU menjadi indikator akhir dari keberhasilan penerapan suatu teknologi (Eriksson, 2. Sistem yang efisien, fleksibel, dan dapat diandalkan akan (Tangke. Menurut Venkatesh . Actual System Use sangat dipengaruhi oleh Behavioral Intention to Use, yang pada gilirannya dipengaruhi oleh PU dan PEOU. Penelitian Kardianto dan Slamet . menemukan bahwa niat perilaku dan persepsi manfaat berpengaruh signifikan terhadap penggunaan aktual SIAKAD di Universitas Negeri Padang. Sementara Susanti dan Syamsuar . menegaskan bahwa faktor kualitas layanan juga dapat memperkuat hubungan antara niat penggunaan dan penggunaan aktual sistem. Oleh karena itu, tingkat penggunaan aktual dapat dijadikan sistem informasi akademik di perguruan METODE Penelitian pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang merupakan dosen dan mahasiswa pengguna aktif Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) di STIE Tuah Negeri Dumai. Pendekatan ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan teknologi menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Analisis Structural Equation Modelling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Uji validitas dilakukan ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Implementasi Technology Acceptance Model 1996 Pada Sistem Informasi Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tuah Negeri (Rully Setiawan R. melalui convergent dan discriminant validity, sedangkan reliabilitas diuji menggunakan CronbachAos Alpha dan Composite Reliability. Evaluasi model struktural dilakukan dengan menilai RA, path coefficients, dan p-value untuk menguji hubungan antarvariabel serta signifikansi model. HASIL Analisis data dilakukan menggunakan SmartPLS dengan pengujian outer model dan inner model. Metode Partial Least Square (PLS) dapat digunakan baik untuk tujuan konfirmasi . engujian hipotesi. maupun eksplorasi, meskipun lebih sering diarahkan pada analisis eksploratif (Yamin & Kurniawan, 2011 dalam Qomariah, 2. Sementara itu. Structural Equation Modeling (SEM) mengintegrasikan factor analysis, path analysis, dan structural model, sehingga mampu menguji validitas, reliabilitas instrumen, serta hubungan antar variabel secara simultan (Sugiyono, 2012 dalam Qomariah, 2. Pada pengujian outer model, validitas konvergen dinilai melalui outer loading Indikator dinyatakan reliabel apabila memiliki nilai loading factor > 0,70 (Ghozali & Latan, 2015 dalam Dewi dkk. , 2. Uji Validitas Konvergen (Convergent Validit. X1. PEoU X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. BITU ASU Sumber: Data Olahan, 2025 Nilai outer loading digunakan untuk menilai validitas dan reliabilitas indikator setiap variabel. Berdasarkan Gambar 4. dan Tabel diatas seluruh item memiliki loading factor > 0,70, sehingga dinyatakan Selain itu, validitas konvergen juga diuji melalui Average Variance Extracted (AVE) dengan kriteria AVE > 0,50, sedangkan discriminant validity dievaluasi melalui cross loading (Ghozali & Latan, 2015 dalam Dewi. Michel, & Puspitarini. Convergent Validity X1 Ae PeoU X2 Ae PU Y Ae BITU Z - ASU Gambar 1 Diagram Jalur Outer Model Average Variance Extracted (AVE) 0,802 0,719 0,707 0,731 Sumber: Data Olahan, 2025 Berdasarkan Tabel diatas seluruh variabel memiliki nilai Average Variance Extracted (AVE) > 0,50, sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel telah memenuhi kriteria validitas konvergen dan dinyatakan valid. Sumber: Data Olahan, 2025 Berdasarkan diagram jalur Gambar diatas, seluruh indikator menunjukkan nilai factor loading > 0,70, yang menandakan terpenuhinya convergent validity dan reliabilitas yang baik. Dengan demikian, seluruh indikator dinyatakan valid dan Jurnal Daya Saing ((Vol. XI. No. i Oktober 2. Uji Validitas Diskriminan (Discriminant Validit. Nilai Cross Loading X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X1. ISSN: 2407-800X X2. ISSN: 2541-4356 Implementasi Technology Acceptance Model 1996 Pada Sistem Informasi Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tuah Negeri (Rully Setiawan R. Sumber: Data olahan, 2025 Berdasarkan Tabel diatas nilai cross konstruknya lebih tinggi dibandingkan dengan konstruk lain, sehingga seluruh item dinyatakan memiliki validitas diskriminan yang baik. Uji Reliabilitas (Reliability CronbachAos Alpha dan Composite Reliability Keandalan Cronbach's . PEoU Variabel X2 PU Variab BITU Variab ASU Keandalan . Sumber: Data olahan, 2025 Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa semua variabel laten memiliki nilai CronbachAos Alpha dan Composite Reliability > 0,7. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa instrumen atau alat ukur konsisten dan akurat. Gambar Inner Model Sumber: Data Olahan, 2025 Berdasarkan olah data yang telah dilakukan, hasilnya dapat digunakan untuk menjawab hipotesis pada penelitian ini. Uji hipotesis pada penelitian ini dilakukan dengan melihat nilai T-statistics dan nilai Pvalues. Hipotesis penelitian dapat dinyatakan diterima apabila nilai P-values < 0,05. Hasil Jurnal Daya Saing ((Vol. XI. No. i Oktober 2. Path coefficients dan uji signifikansi adalah sebagai berikut: Berdasarkan hasil pengujian pada tabel diatas, hubungan antar konstruk menunjukkan bahwa: H1: Perceived Ease of Use berpengaruh signifikan terhadap Behavior Intention to Use Pengaruh Perceived Ease of Use terhadap Behavioral Intention to Use dengan nilai t-statistic sebesar 1,665 < 1,96 . dengan p value sebesar 0,096 > 0,05. Nilai koefisien pengaruh = 0,300 yang menunjukkan arah pengaruh positif sehingga dapat disimpulkan Hipotesis pertama (H. ditolak, yang artinya Perceived Ease of Use tidak berpengaruh Behavioral Intention to Use Sistem Informasi Akademik. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Putri 2. H2: Perceived Usefulness berpengaruh signifikan terhadap behavioral intention to use Pengaruh Perceived Usefulness terhadap Behavioral Intention to Use dengan nilai t-statistic sebesar 3,353 > 1,96 . dengan p-value sebesar 0,001 < 0,05 dengan nilai koefisien pengaruh = 0,547 yang menunjukkan arah pengaruh positif sehingga dapat disimpulkan Hipotesis kedua (H. diterima yang artinya Perceived Usefulness X2 berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap Behavioral Intention to Use Sistem Informasi Akademik. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya dari (Budiyanto Perceived Usefulness secara signifikan mempengaruhi Behavioral Intention to Use untuk Menggunakan, menunjukkan bahwa siswa cenderung menggunakan aplikasi SIAK ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Implementasi Technology Acceptance Model 1996 Pada Sistem Informasi Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tuah Negeri (Rully Setiawan R. pengalaman keseluruhan mereka. Selanjutnya penelitian ini juga sejalan dengan penelitian (Agus Rahayu dkk. , 2. Perceived Usefulness secara signifikan berdampak pada Behavioral Intention to Use dengan hubungan positif yang kuat. Selanjutnya Perceived Ease of Use yang dirasakan memiliki pengaruh yang lebih kuat pada Perceived Usefulness dibandingkan dengan kesiapan teknologi, dan Perceived Usefulness memiliki dampak yang lebih besar pada Behavioral Intention to Use dibandingkan dengan Perceived Ease of Use yang H3: Behavior Intention to Use berpengaruh signifikan terhadap Actual System Use Pengaruh Behavior Intention to Use dengan nilai t-statistic sebesar 9,591 > 1,96 dengan p value sebesar 0,000 < 0,05. Nilai koefisien pengaruh 0,770 yang menunjukkan arah pengaruh positif sehingga dapat disimpulkan Hipotesis ketiga (H. diterima yang artinya Behavior Intention to Use (Y) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Actual System Use (Z). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Prabandari and Faizatul Ansoriyah 2. yang menyatakan bahwa behavioral intention to use berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap actual system use masyarakat untuk menggunakan aplikasi SiPolgan dalam mendukung smart village. Hal ini berarti masyarakat memperhatikan mengenai aspek niat perilaku sehingga memunculkan kenyataan penggunaan atau kenyataan di lapangan untuk menggunakan aplikasi Sipolgan. Berdasarkan tabel diatas, didapatkan Jurnal Daya Saing ((Vol. XI. No. i Oktober 2. hasil pengujian tidak langsung konstruk sebagai berikut: H4: Perceived Ease of Use memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap Actual System Use melalui Behavioral Intention to Use. Pengaruh Perceived of Use secara tidak langsung terhadap Actual System Use melalui Behavioral Intention to Use memiliki nilai t-statistic 1,599 < 1,96 dengan p-value 0,110 dengan koefisien 0,231 yang menunjukkan arah pengaruh positif sehingga dapat disimpulkan Hipotesis keempat (H. ditolak yang artinya Perceived Ease of Use memiliki pengaruh tidak langsung yang tidak signifikan terhadap Actual System Use penggunaan sistem informasi akademik STIE Tuah Negeri melalui Behavioral Intention to Use. H5: Perceived Usefulness memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap Actual System Use melalui Behavioral Intention to Use. Pengaruh Perceived Usefulness secara tidak langsung terhadap Actual System Use melalui Behavioral Intention to Use memiliki nilai t-statistic 3,061 < 1,96 dengan p-values sebesar 0,002 dan koefisien 0,422 yang menunjukkan arah Sehingga dapat disimpulkan Hipotesis kelima (H. diterima yang artinya Perceived Usefulness memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap Actual System Use penggunaan sistem informasi akademik STIE Tuah Negeri melalui Behavioral Intention to Use. PEMBAHASAN Pengaruh Perceived Ease of Use terhadap Behavioral Intention to Use Berdasarkan hasil penelitian ini Perceived Ease of Use tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Behavioral Intention to Use Sistem Informasi Akademik. Beberapa faktor yang dapat menjelaskan mengapa perceived ease of use tidak berpengaruh signifikan terhadap ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Implementasi Technology Acceptance Model 1996 Pada Sistem Informasi Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tuah Negeri (Rully Setiawan R. behavioral intention to use antara lain: . Pengalaman Pengguna: Jika pengguna sudah memiliki pengalaman yang cukup dengan teknologi atau sistem yang serupa, kemudahan penggunaan mungkin tidak lagi menjadi faktor penentu dalam niat mereka untuk menggunakan teknologi tersebut. Manfaat yang Dirasakan: Jika pengguna merasakan manfaat yang besar dari penggunaan suatu teknologi, mereka menggunakannya meskipun tidak terlalu mudah digunakan Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Putri 2. yang menyatakan persepsi kemudahan persepsi kemudahan . erceived ease of us. tidak berpengaruh signifikan terhadap minat menggunakan . ehavioral intention to us. Penelitian ini membantah hasil penelitian sebelumnya (Budiyanto 2. yang menyatakan bahwa Perceived Ease of Use secara signifikan mempengaruhi Behavioral Intention to Use untuk Menggunakan aplikasi SIAK di Institut Bisnis Nusantara, menunjukkan bahwa siswa lebih cenderung menggunakan aplikasi jika mereka merasa mudah digunakan. (Agus Rahayu dkk. , 2. juga menyatakan bahwa variabel Perceived Ease of Use memiliki pengaruh yang lebih tinggi pada Perceived Usefulness dibandingkan dengan Kesiapan Teknologi. Hal ini juga sejalan dengan penelitian (WARDHANA 2. dimana perceived ease of use tidak berpengaruh signifikan terhadap behavioral intention to bermanfaatnya suatu teknologi bagi Behavioral Intention to Use adalah niat atau keinginan seseorang untuk menggunakan teknologi atau sistem di masa Ini adalah faktor penting yang memprediksi apakah seseorang akan benarbenar menggunakan teknologi tersebut atau Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Irda, 2. dan juga (Aditya & Wardhana, 2. bahwa perceived usefulness berpengaruh secara signifikan terhadap behavioral intention to Pengaruh Perceived Usefulness terhadap Behavioral Intention to Use Berdasarkan hasil penelitian ini maka diperoleh kesimpulan bahwa perceived usefulness sangat berpengaruh terhadap behavioral intention to use. Perceived Usefulness adalah keyakinan seseorang bahwa menggunakan teknologi atau sistem tertentu akan meningkatkan kinerja atau efektivitas mereka dalam melakukan suatu pekerjaan atau tugas. Sederhananya, ini Pengaruh Perceived Ease of Use secara tidak langsung terhadap Actual System Use melalui behavioral intention to use Berdasarkan didapatkan jika perceived ease of use secara tidak langsung tidak berpengaruh signifikan terhadap actual system use melalui behavioral intention to use. Dalam (Davis (Ramadhan et al. menjelaskan bahwa perceived ease of use merujuk pada persepsi dimana seseorang percaya bahwa Jurnal Daya Saing ((Vol. XI. No. i Oktober 2. Pengaruh Behavioral Intention to Use terhadap Actual System Use Berdasarkan hasil penelitian ini maka diperoleh kesimpulan jka behavioral intention to use berpengaruh terhadap actual system use. Behavioral Intention to Use adalah niat atau keinginan seseorang untuk menggunakan teknologi atau sistem di masa depan. Ini adalah faktor penting yang memprediksi apakah seseorang akan benar-benar tersebut atau tidak. Actual System Use adalah tindakan nyata seseorang dalam menggunakan teknologi atau sistem. Ini adalah hasil akhir dari proses adopsi Behavioral intention to use adalah faktor penting yang memengaruhi actual system use. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Karyoto , 2. dan (Prabandari & Faizatul Ansoriyah, 2. bahwasanya behavioral intention to use mempengaruhi actual system use. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Implementasi Technology Acceptance Model 1996 Pada Sistem Informasi Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tuah Negeri (Rully Setiawan R. penggunaan sebuah sistem akan terbebas dari (Venkatesh & Davis 2. dalam (Ramadhan et al. juga mengartikan perceived ease of use sebagai pesepsi pengguna dimana pengguna merasa bahwa aplikasi mudah digunakan. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian (Ramadhan et al. yang menyatakan bahwa perceived ease of use berpengaruh terhadap actual system use aplikasi mobile banking BNI. Pengaruh Perceived Usefulness secara tidak langsung terhadap Actual System Use melalui behavioral intention to use Berdasarkan penelitian ini didapatkan hasil jika perceived usefulness secara tidak langsung berpengaruh signfikan terhadap actual system use melalui behavioral intention to use. Perceived usefulness dijelaskan oleh (Venkatesh & Davis 2. dalam (Ramadhan et al. sebagai sejauh mana seseorang bisa percaya bahwa dengan menggunakan sebuah sistem akan dapat (Davis 1. dalam (Ramadhan et al. juga menjelaskan bahwa perceived usefulness bisa diartikan sebagai kepercayaan dimana penggunaan ssitem tertentu akan berguna baginya dalam melaksanakan pekerjaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Ramadhan et al. dimana korelasi antara perceived usefulness terhadap actual system use adalah cukup kuat. Sehingga apabila usefulness atau kemanfaatan yang dirasakan oleh pengguna adalah baik, maka hal ini akan bisa meningkatkan frekuensi pengguna untuk menggunakan aplikasi mobile banking BNI. Hasil ini juga sejalan dengan penelitian (Damayanti et al. dimana perceived usefulness berpengaruh positif dan signifikan terhadap actual system use. Temuan ini juga sejalan dengan hasil (Nurrohmat 2. dalam (Damayanti et al. yang menyatakan jika penerimaan teknologi informasi dipengaruhi oleh Jurnal Daya Saing ((Vol. XI. No. i Oktober 2. persepsi mengenai manfaatnya. Dan tentunya penelitian ini sejalan dari hasil studi TAM oleh (Davis 1. dalam (Damayanti et al. dimana perceived usefulness secara signifikan memengaruhi actual system use. SIMPULAN Penelitian SEM-PLS terhadap 40 pengguna SIAKAD di STIE Tuah Negeri Dumai menunjukkan bahwa Perceived Ease of Use (PEOU) tidak berpengaruh signifikan terhadap Behavioral Intention to Use (BITU). Artinya, kemudahan penggunaan tidak secara langsung meningkatkan niat menggunakan Sebaliknya. Perceived Usefulness (PU) terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap BITU, sehingga manfaat yang dirasakan menjadi faktor utama pendorong niat penggunaan. BITU juga memiliki pengaruh signifikan terhadap Actual System Use (ASU), menunjukkan bahwa niat yang kuat mendorong penggunaan aktual SIAKAD. PEOU tidak berpengaruh tidak langsung terhadap ASU melalui BITU, sementara PU memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap ASU melalui BITU. Secara manfaat menjadi kunci peningkatan pemanfaatan SIAKAD. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu memperkuat nilai guna sistem agar implementasi teknologi informasi berjalan efektif, berkelanjutan, dan mendukung transformasi digital di pendidikan tinggi DAFTAR RUJUKAN Aditya. , & Wardhana. Pengaruh penggunaan sistem informasi. Dalam Rosyad & Harsono . Agarwal. , & Karahanna. Time flies when youAore having fun: Cognitive absorption and beliefs about information technology MIS Quarterly, 24. , 665Ae ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Implementasi Technology Acceptance Model 1996 Pada Sistem Informasi Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tuah Negeri (Rully Setiawan R. Ajzen, , & Fishbein. Understanding Englewood Cliffs. NJ: Prentice Hall. Asep Kurnia Permadi. , et al. Pengaruh kemudahan terhadap penerimaan sistem informasi akademik. Jurnal Teknologi dan Informasi, 15. , 102Ae112. Azkiya. , & Labibah. Analisis TAM. Jurnal Sistem Informasi, 9. , 45Ae Budiyanto. Penerapan metode Technology Acceptance Model (TAM) aplikasi Sistem Informasi Akademik Institut Bisnis Nusantara. Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi, 12. , 55Ae66. Davis. A technology acceptance model for empirically testing new end-user Theory and results. Doctoral dissertation. MIT Sloan School of Management. Davis. Perceived usefulness, perceived ease of use, and user MIS Quarterly, 13. , 319Ae340. Davis. Bagozzi. , & Warshaw. User acceptance of computer technology: A comparison Management Science, 35. , 982Ae Eriksson. Actual system use and satisfaction in internet banking. Journal of Financial Services Marketing, 10. , 158Ae169. Ernawati. , & Noersanti. Analisis kemudahan penggunaan sistem informasi akademik terhadap kepuasan pengguna. Jurnal Ilmu Komputer dan Informasi, 8. , 76Ae Jurnal Daya Saing ((Vol. XI. No. i Oktober 2. Farisi. Penerimaan pengguna akademik menggunakan model TAM. Jurnal Informatika dan Teknologi, 4. , 87Ae95. Hanggono. Analisis niat perilaku penggunaan sistem informasi akademik dengan pendekatan TAM. Jurnal Administrasi dan Teknologi, 2. , 14Ae21. Hansen. Saridakis. , & Benson. Risk, trust, and the interaction of perceived ease of use predicting consumersAo use of social media for transactions. Computers in Human Behavior, 80, 197Ae206. Hartono. Sistem informasi keperilakuan: Teori dan praktik. Yogyakarta: Andi. Hermanto. , & Patmawati. Analisis mempengaruhi penggunaan sistem Jurnal Teknologi Informasi, 9. , 44Ae52. Indarsin. , & Ali. Attitude toward using m-commerce: The analysis of perceived usefulness, perceived ease of use, and perceived trust: Case study in Ikens wholesale trade. Jakarta Ae Indonesia. Saudi Journal of Business and Management Studies, 2. , 77Ae83. Kardianto. , & Slamet. Analisis Sistem Informasi Akademik Kemahasiswaan (SIAKAMA) Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang menggunakan TAM. Jurnal Teknologi Pendidikan, 10. , 35Ae46. Kenyta. Analisis pengaruh perceived ease of use terhadap perceived usefulness pada aplikasi OVO Indonesia. Jurnal Manajemen dan Teknologi, 6. , 221Ae230. Kumarahadi. , & Sandradewi. Technology Acceptance Model ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Implementasi Technology Acceptance Model 1996 Pada Sistem Informasi Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tuah Negeri (Rully Setiawan R. pada sistem informasi akademik berbasis web. Jurnal Sistem Informasi, 17. , 101Ae112. Kurniawan. Pengaruh variabel TAM terhadap niat penggunaan sistem informasi baru. Dalam Reza. Sunardi, & Herman . Lestari. Rahman. , & Firmansyah. Analisis pengaruh perceived ease of use terhadap perceived usefulness pada aplikasi MySIPKA. Jurnal Informasi dan Komunikasi Publik, 9. , 23Ae33. Mensah. , et al. Understanding the determinants of e-government adoption in developing countries: An extension of TAM. Government Information Quarterly, 39. , 101Ae Mulyani. , et al. Perceived usefulness dan kepuasan pengguna e-learning perguruan tinggi. Jurnal Teknologi Pendidikan, 14. , 120Ae131. Qomariah. Evaluasi penerimaan berdasarkan model TAM di Perguruan Tinggi Swasta. Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi, 8. , 55Ae68. Rigopoulos. , & Askounis. TAM framework to evaluate usersAo intention to adopt e-learning Journal of Information Systems Education, 18. , 463Ae474. Rosyad. , & Harsono. Analisis faktor kepercayaan dan manfaat terhadap niat penggunaan sistem informasi berbasis daring. Jurnal Manajemen dan Teknologi, 13. , 78Ae87. Sarkar. Kavianpour. Honarbakhsh. & Hooi. Cross-cultural study on perceived usefulness and trust in e-commerce adoption. International Journal of Information Management, 54, 102Ae108. Susanti. , & Syamsuar. Integrasi TAM dan Servqual untuk melihat penerimaan teknologi SIAKAD pada Jurnal Daya Saing ((Vol. XI. No. i Oktober 2. Sekolah Tinggi Teknologi Pagar Alam. Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi, 11. , 88Ae98. Tangke. Pengaruh penggunaan kepuasan pengguna di lembaga pendidikan tinggi. Jurnal Sistem Informasi, 2. , 33Ae41. Utomo. Analisis penerimaan Technology Acceptance Model (TAM). Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika, 5. , 45Ae53. Venkatesh. User acceptance of information technology: Toward a unified view. MIS Quarterly, 27. , 425Ae478. Venkatesh. , & Bala. Technology acceptance model 3 and a research agenda on Decision Sciences, 39. , 273Ae315. Venkatesh. , & Davis. theoretical extension of the Technology Acceptance Model: Four longitudinal field studies. Management Science, 46. , 186Ae Venkatesh. , & Davis. model of the antecedents of Development and test. Decision Sciences, 27. , 451Ae481. Wibowo. , et al. Analisis manfaat Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer, 5. , 12Ae20. Wicaksono. Peran faktor individu dalam Technology Acceptance Model (TAM). Buku ajar Sistem Informasi Manajemen. Universitas Negeri Yogyakarta. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356