Barometer. Volume 6 No. Juli 2021, 335-342 ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI DAN FINANSIAL PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA) DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE VISUAL BASIC FOR APPLICATIONS (VBA) Faris Fauzi, 2Agus Hermanto Program Studi Magister Teknik Mesin. Fakultas Teknik Industri. Institut Teknologi Nasional farisfauzi15@gmail. com, 2agush@itenas. INFO ARTIKEL Diterima: 05 Februari 2021 Direvisi: 06 April 2021 Disetujui: 12 April 2021 Kata Kunci: Air. Energi. Feasible. PLTA. Project. VBA ABSTRAK Kebutuhan energi semakin meningkat dengan berkembang pesatnya perkembangan teknologi, dan industri. Berbagai alternatif energi terus dikembangkan oleh pemerintah. Energi fosil terbatas jumlahnya oleh karena itu dibutuhkan sumber alternatif lain. Sumber energi yang mempunyai bahan baku dari air sebagai penggerak utama mempunyai potensi yang besar dan ketersediaannya sumber bahan baku yang mudah dan murah. Analisa dan perhitungan menggunakan software VBA sebagai add in ke sheet pada microsoft excel. Simulasi dilakukan dengan input data investment sebagai data awal yang dibutuhkan dan input beberapa parameter seperti VAT, interest, dll. Dari data input tersebut didapatkan hasil akhir untuk WACC yaitu 6. IRR Project 10. 88% . NPV Project 70. USD . BCR 1,36 . Payback Period 7 Tahun 8 Bulan. IRR Equity 12,95% . NPV Equity 30. 140 USD . Hasil nilai NPV positif dan hasil perhitungan dikatakan feasible, maka proyek layak untuk dilaksanakan. PENDAHULUAN Kebutuhan akan energi semakin hari semakin meningkat dengan berkembang pesatnya pembangunan, perkembangan teknologi, dan industri. Energi listrik sangat dibutuhkan karena menjadi faktor utama penunjang utama untuk industri, rumah tangga, dan sektor lainnya dalam melaksanakan aktifitas sehari hari. Sektor yang membutuhkan energi besar salah satunya yaitu sektor Setiap tahunnya kebutuhan energi dunia semakin meningkat dan berdasarkan data dan penelitian yang sudah dilakukan bahwa sektor yang membutuhkan energi yang besar yaitu di bidang industri . Kelayakan pembangunan pembangkit listrik berhubungan dengan analisa investasi. Karena analisa investasi dapat menjadi penentu awal sebuah pembangkit mempunyai nilai manfaat dan memberikan keuntungan bagi investor. Investasi pada proyek pada umumnya membutuhkan dana yang besar dan akan mempengaruhi perusahaan dalam jangka panjang, maka dibutuhkan studi kelayakan agar terhindar dari pembiayaan penanaman modal yang terlanjur besar . Pemenuhan memperhatikan faktor ramah lingkungan, ketersediaan bahan baku yang banyak, dan harga bahan baku yang Terbatasnya sumber bahan bakar fosil dan pengaruhnya terhadap emisi yang membawa dampak negatif terhadap lingkungan menjadi alasan utama pemerintah dalam mencari sumber energi alternatif yang dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Berbagai alternatif energi terus dicari dan diupayakan oleh pemerintah. Penggunaan bauran energi baru terbarukan (EBT) yang ditargetkan oleh pemerintah sebesar 23 persen hingga tahun 2025 . Sumber energi baru terbarukan terdapat banyak jenis salah satunya adalah penggunaan dan pemanfaatan air. Air merupakan sumber kehidupan yang digunakan untuk banyak hal, salah satunya yaitu dapat menghasilkan sumber ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. energi listrik dengan memanfaatkan perubahan jenis energi. Potensi tenaga air Indonesia cukup besar, mencapai 75 ribu megawatt (MW). Namun pemanfaatan sumber energi yang berasal dari air saat ini melalui penyediaan energi listrik nasional baru mencapai 10% dari total potensinya . Sumber energi yang mempunyai bahan baku dari air sebagai penggerak utama mempunyai potensi yang besar dan ketersediaannya sumber bahan baku yang mudah dan murah, maka dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang dilaporkan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), didalam RUPTL disebutkan bahwa potensi penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) menjadi yang terbesar seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1. 6,9% 0,6% 9,7% 5,3% 48,2% 0,9% 26,4% PLTA PLTP PLTSa PLTB PLTS PLTMH(H) PLTBio Gambar 1 Rencana pembangunan RUPTL . Dari Gambar 1 dapat terlihat RUPTL untuk PLTA 2%, hal ini menunjukkan tingginya peluang penambahan pembangkit terutama untuk PLTA berkembang di Indonesia. Banyak daerah yang mempunyai potensi yang ANALISIS PERHITUNGAN KELAYAKAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA) DENGAN BANTUAN SOFTWARE VISUAL BASIC FOR APPLICATIONS (VBA) besar untuk energi terbarukan tetapi rencana penambahan energi terbarukan tersebut masih berfokus pada PLTA dan PLTP walaupun jenis energi terbarukan sudah sangat beragam . Konsep perubahan energi di PLTA yaitu dengan memanfaatkan debit air yang mengalir. Semakin tinggi debit air maka semakin besar daya yang dapat dihasilkan oleh PLTA tersebut. Perubahan energi yang terjadi yaitu dari energi potensial menjadi energi mekanis dimana air menggerakkan sudu sudu pada turbin air, kemudian putaran diteruskan ke generator yang menghasilkan energi listrik. Prinsip kerja PLTA yaitu menjadikan air sebagai sumber energi terbarukan yang pada pemanfaatannya tidak akan habis karena bukan merupakan sumber daya yang berasal dari fosil seperti batu bara. Cara kerja PLTA dengan mengubah energi potensial menjadi energi mekanik untuk kemudian dari energi mekanik diubah menjadi energi listrik. Sistem konvensional PLTA yaitu dengan cara mengalirkan air yang berasal dari DAM ke turbin, kemudian air dibuang. Saat terjadi beban puncak air di dalam lower reservoir akan dipompa ke upper reservoir sehingga cadangan air pada waduk utama tetap terjaga dan kondisi stabil. Cara kerja utama dari PLTA yaitu mengubah energi potensial yang berasal dari DAM atau dari air terjun untuk menjadi energi mekanik yang terjadi pada turbin air. Lalu dari energi mekanik diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan bantuan generator . Didalam generator, putaran dimanfaatkan kumparan magnet sehingga terjadi pergerakan electron untuk membangkitkan arus AC. Setelah itu digunakan trafo untuk menaikkan tegangan arus AC agar tidak banyak arus yang terbuang saat dialirkan melalui Dari penjelasan prinsip di atas, analisis yang digunakan dengan analisis kuantitatif, yaitu dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber, seperti survey, pencarian data berupa debit air, dll. PLTA konvensional mempunyai empat konponen penyusun utama yaitu bendungan, mempunyai fungsi menyimpan air dan menaikkan permukaan air sungai. Selain itu digunakan dengan tujuan menyimpan energi. Air yang jatuh dari ketinggian tertentu menggerakkan sudu-sudu turbin yang menyebabkan turbin berputar. Lalu turbin mengubah energi kinetik menjadi energi mekanik. Generator dihubungan menggunakan poros dengan turbin jadi apabila poros turbin berputar, maka poros generator akan ikut berputar. Selanjutnya generator mengubah energi mekanik dari turbin menjadi energi listrik. Setelah energi diubah lalu disalurkan melalui jalur transmisi, yang mempunyai fungsi menyalurkan energi listrik dari pembangkit ke konsumen. Proses pembangunan PLTA memakan waktu dan modal yang besar. Perlunya membuka lahan, persiapan jalan, dan infrastruktur yang mendukung menjadi faktor awal dalam pembangunan PLTA. Akan tetapi Potensi energi yang dihasilkan dari pemanfaatan air di Indonesia sangat Potensi energi besar yang dihasilkan oleh PLTA harus dapat memberikan keuntungan dari modal yang dikeluarkan. Sebagai gambaran potensi tersebut ditunjukkan dengan sebaran potensi PLTA per provinsi seperti pada Tabel I. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. Pada pembangunan PLTA, perhitungan kelayakan sebuah pembangkit yang akan dibangun dari beberapa aspek yaitu aspek teknis, ekonomi dan finansial. Aspek ekonomi dan finansial mempengaruhi dalam membangun sebuah pembangkit karena berhubungan dengan nilau value sebuah Pemilihan PLTA karena potensinya yang sangat besar untuk energi terbarukan sesuai dengan yang tercantum dalam RUPTL. Perhitungan PLTA Kalibeber menunjukkan angka hasil perhitungan dengan hasil rasio BCR < 1. NPV < 0 dengan hasil negatif dan IRR kurang dari i. secara analisa perhitungan ekonomi maka proyek PLTA tersebut tidak layak untuk dibangun . Dari penelitian tersebut dapat terlihat sebelum proses pembangunan maka perlunya dilakukan analisa ekonomi untuk mengetahui kelayakan suatu proyek dengan beberapa parameter syarat yang telah Visual Basic for Application (VBA) merupakan Bahasa pemrograman yang pengembangannya dilakukan oleh Microsoft. VBA terdapat pada menu bar di Microsoft excel. Bahasa pemrograman VBA tidak hanya ada pada Microsoft excel tetapi ada juga pada Microsoft word. VBA memberikan kemudahan pada user untuk digunakan sebagai pengembangan aplikasi dan mempermudah dalam penggunaan . Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghitung kelayakan dari sebuah PLTA dengan bantuan software visual basic for application (VBA) agar perhitungan biaya investasi lebih akurat dan tidak ada kesalahan dalam Selain itu memberikan kemudahan kepada user yang belum mempunyai kemampuan dalam mengoperasikan Microsoft excel. II. METODE PENELITIAN Metode pengambilan data dengan studi lapangan, mencari sumber referensi lain yaitu dengan berdiskusi dengan tenaga ahli yang terlibat dalam proyek pembangunan PLTA. Jumlah data yang dikumpulkan yaitu sekitar 6 data utama yaitu berupa biaya investasi yang terdiri dari pekerjaan sipil, mekanikal, elektrikal, dan pembiayaan investasi lainnya. Selain biaya investasi, terdapat variabel perhitungan berupa pajak, energi tahunan yang diproduksi. Hasil dari perhitungan harus memenuhi beberapa kriteria dari masing-masing komponen. Apabila hasil perhitungan memenuhi syarat maka proyek dapat dikatakan layak untuk dilaksanakan. Tetapi apabila tidak memenuhi angka yang disyaratkan maka proyek tidak layak untuk Selanjutnya alur penelitian digambarkan pada Gambar 2 dengan tahap pertama yaitu pengumpulan data yang dibutuhkan berupa hasil rencana anggaran biaya atau bisa disebut sebagai investment yang akan dikeluarkan dalam pembangunan PLTA yang terdiri dari beberapa komponen seperti EPC Cost. EPC Cost with transmission. Development Cost. Other Cost. Keseluruhan biaya tersebut sangat berpengaruh terhadap tahap awal pembangunan sebuah pembangkit. Kriteria yang menjadi acuan proyek Barometer. Volume 6 No. Juli 2021, 335-342 layak atau tidak yaitu nilai IRR yang harus lebih dari tingkat pengembalian yang diisyaratkan dan BCR melebihi 1. Mulai Dari data awal Investment maka kelayakan sebuah pembangkit dapat dihitung payback period. Payback period suatu proyek ditemukan dengan menghitung jumlah tahun yang dibutuhkan sebelum perkiraan arus kas kumulatif sama dengan investasi awal. Beberapa persamaan untuk menghitung kelayakan pembangunan pembangkit listrik seperti WACC. PP. IRR. NPV . dapat digunakan persamaan berikut: !"#$%& !"()*# )"# ycEycaycycaycaycayco ycEyceycycnycuycc = ,%*-. &/0 !". &/0 CFt CF0 yeE Kriteria dari hasil perhitungan NPV Sebuah proyek yaitu apabila hasil perhitungan positif maka kriterianya feasible untuk dilaksanakan atau apabila hasil perhitungan yang didapat negatif maka proyek tidak feasible untuk Apabila nilai hasil perhitungan NPV sama dengan nol maka sebuah proyek akan memberikan pengembalian sama dengan tingkat pengembalian . Selanjutnya yaitu IRR atau yang dapat diartikan lain sebagai discount rate dan disamakan present value cash flow yang diharapkan dengan pengeluaran awal proyek . Internal Rate of Return dapat diartikan besarnya suku bunga yang sama dengan nilai saat ini . resent valu. dari nilai investment dengan hasil bersih yang diharapkan selama usaha beroperasi . IRR dapat dirumuskan sebagai Input VBA Investment, dll menu utama pilihan IDR/USD . USD Input VBA Investment, dll Hasil akhir Kriteria: NPV > 0 atau bernilai positif PP < Ketetapan periode maksimum IRR > i AuProyek Layak DilaksanakanAy Kriteria: NPV < 0 atau bernilai negatif PP > Ketetapan periode maksimum IRR < i AuProyek Tidak Layak DilaksanakanAy Laporan Akhir Selesai Gambar 2 Diagram proses analisis perhitungan dengan vba WACC dapat dijadikan acuan dalam penentuan diterima atau ditolaknya usulan investasi proyek Apabila yang digunakan metode NPV sebagai acuan untuk diterima atau ditolak investasi, maka WACC dapat difungsikan sebagai discount rate. WACC merupakan tingkat pembiayaan dari seluruh pendanaan yang digunakan pada pembiayaan struktur modal perusahaan yang bersumber dari pembiayaan sendiri dan pinjaman . Sedangkan apabila menggunakan IRR, maka fungsi Cost of Capital adalah sebagai cut off rate dalam evaluasi usulan proyek . Cara menghitung WACC dapat dengan rumus yc . Oe ycN, ) yc> =# < Jika NPV bernilai positif maka IRR pasti akan lebih besar dari tingkat pengembalian yang diisyaratkan. Dari rumus 3 diatas, keputusan kriteria IRR dinyatakan sebagai yc:. , = IRR Ou tingkat pengembalian yang diisyaratkan: Terima IRR < tingkat pengembalian yang diisyaratkan: Tolak yaA ycI ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. IDR arus kas (Cash Flo. tahunan setelah pajak pada periode t . asil positif/negati. Tingkat pengembalian yang diisyaratkan atau biaya Pengeluaran kas awal untuk investasi proyek Usia proyek yang diharapkan $0 = Oc"#83 . ! Oe yaya7 Data rincian biaya Setelah investment yaitu NPV yang merupakan perkiraan nilai asset saat ini dari arus kas (Cash flo. yang dihasilkan oleh asset tersebut di masa mendatang . menghitung NPV dapat menggunakan rumus: ycAycEycO = Oc"#83 . ! A yaya7 Pengumpulan data, dan Perencanaan form data Isian . Rata-rata tertimbang tingkat pengembalian Akumulasi pembiayaan didalam proyek Modal pembiayaan sendiri yang digunakan dalam proyek ANALISIS PERHITUNGAN KELAYAKAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA) DENGAN BANTUAN SOFTWARE VISUAL BASIC FOR APPLICATIONS (VBA) yc< yc> cost of debt capital . ingkat bunga hutang yang digunakan dalam pembiayaan proye. cost of equity . ingkat pengembalian biaya yang dikehendaki dalam investas. Kemudian untuk BCR yaitu merupakan perbandingan antara manfaat dan biaya . Analisis perhitungan menggunakan BCR yaitu proses analisis yang diperlukan untuk melihat perbandingan antara benefit dan cost pada kondisi nilai saat ini . BCR dapat dihitung dengan menggunakan rumus: yaAyaycI = ?=$%&' )%* %%! ?=$%&' ,'%-% . Acuan dalam penilaian suatu kelayakan proyek menggunakan metode BCR adalah apabila BCR > 1, maka proyek dapat dilaksanakan dan sebaliknya apabila nilai BCR < 1, maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan . Pada Gambar 4 merupakan userform dengan data isian investment dan parameter yang menjadi acuan dalam Userform investment tersedia untuk input dalam kurs USD dan IDR. Fitur yang disajikan terdapat textbox yang diisikan berupa kurs. EPC with transmission. EPC without transmission, development cost, dan other Setelah data investment diisi berikutnya mengisi interest. VAT, dan semua textbox tersebut harus terisi agar VBA dapat menghitung nilai yang dibutuhkan. Pada Gambar 4 menunjukkan Tampilan data isian userform investment disbursement yang menggunakan VBA sebagai add in dan output hasil perhitungan terdapat di sheet pada Microsoft excel. investment disbursement berisikan informasi mengenai pencairan dana seperti yang terlihat pada Gambar 5. Faris: Years dan Month dibuat fix jadi mengurangi kolom di Code Years EPC COST DEVELOPMENT COST OTHERS COST TOTAL Months 196,031,811. 21,595,386. 7,306,640. 224,933,838. 9,801,590. 3,599,230. 1,217,773. 14,618,594. 3,599,230. 1,217,773. 4,817,004. 3,599,230. 1,217,773. 4,817,004. 3,599,230. 1,217,773. 4,817,004. 3,599,230. 1,217,773. 4,817,004. 3,599,230. 1,217,773. 4,817,004. 9,801,590. 9,801,590. 9,801,590. 19,603,181. 9,801,590. 19,603,181. Gambar 5 Tampilan output investment disbursement Sensitivity analysis merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung suatu sistem dalam pengambilan Hal ini dikarenakan sensitivity analysis memungkinkan fleksibilitas dan adaptasi pada perubahan kondisi dan kepada kebutuhan situasi pengambilan keputusan yang berbeda . Gambar 3 Tampilan userform summary Gambar 3 menunjukkan data isian userform summary yang teradapat beberapa isian parameter untuk perhitungan. Seperti Indonesian corporate tax rate, total construction cost, dan yang lainnya yang diisi sesuai data yang dibutuhkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Langkah awal sebelum dilakukan simulasi yaitu perhitungan biaya investment yang akan dikeluarkan. Setelah itu dilakukan penyusunan form pada Microsoft excel sebagai plot atau layout perhitungan. Kemudian VBA difungsikan sebagai add in. untuk penyusunan form VBA dapat dilakukan pada software microsoft excel dengan memilih menu bar developer lalu dapat dipilih Visual Basic. pada menu Visual Basic terdapat pilihan module, userform, class module. Pilihan menu yang akan digunakan dalam hal ini yaitu menggunakan userform. Input data awal berupa nilai investasi dan parameterparameter yang dibutuhkan pada proyek untuk beberapa userform seperti investment, disbursement. WACC. Production. Summary. Setelah kebutuhan data utama diisi. VBA melakukan kalkulasi data dengan coding yang sudah di input pada userform tersebut. Gambar 4 Tampilan userform investment ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. Setelah data isian pada userform investment terisi maka dapat dilihat hasil output pada Gambar 6 berupa sheet yang sudah terisi dalam dari add in VBA. Barometer. Volume 6 No. Juli 2021, 335-342 DETAIL INVESTMENT Exchange Rate (USD - R. No. Description Rp 13,400. 0 /US$ Investment Currency US$ Total IDR US$ EPC Cost With Transmission (Exclude Ta. 178,210,738 178,210,738 EPC Cost Without Transmission 165,598,260 165,598,260 i Development Cost 17,140,118 17,140,118 Owner Development Cost (Licence. Permit. IUKU. SIPA. IMB. Legal. PPA. Other. 4,455,268 4,455,268 Others Cost 7,306,640 7,306,640 Total Construction Cost (I (Include Ta. i IV V 224,933,838 Installed Capacity . W) 73,701 Specific Construction Cost (US$/kW) 3,052 Gambar 6 Data isian investment Gambar 9 Investment vs payback period Grafik pada Gambar 9 menunjukkan hubungan antara investment dengan payback period, semakin tinggi investment pada proyek maka semakin lama payback period. Perhitungan nilai payback period didasarkan pada pembangunan PLTA selama 3 tahun setelah itu pembangkit dioperasikan dan mendapatkan net income pertama yang diperkirakan masuk pada tahun ke empat. Sesuai dengan data investment A 224 juta USD untuk payback period sekitar 7 tahun 8 bulan. Penyebab dari hubungan antara investment dengan payback period ini dikarenakan dibutuhkannya waktu untuk mengembalikan investasi yang telah dikeluarkan. Hal ini dalam pembangunan PLTA dibutuhkan waktu yang panjang dalam pengembalian Gambar 7 Tampilan userform investment disbursement SENSITIVITY ANALYSIS DESCRIPTION Base Scenario EPC Cost EPC Cost - Up to 30% - Up to 20% - Up to 10% - Down to 10% - Down to 20% - Down to 30% Base Scenario Electricity Production Electricity Production: - Up to 30% - Up to 20% - Up to 10% - Down to 10% - Down to 20% - Down to 30% VALUE WACC IRR Equity IRR Project Payback Period NPV (R. BCR 69,450,772 69,450,772 19,114,959 35,892,905 52,671,457 69,450,772 86,231,069 103,012,658 119,795,999 7 Years 7 Years 9 Years 8 Years 8 Years 7 Years 7 Years 6 Years 5 Years 69,450,772 69,450,772 155,101,148 126,551,023 98,000,897 69,450,772 40,900,647 12,350,521 -17,206,401 7 Years 9 Months Feasible 7 Years 9 Months 5 Years 12 Months Feasible 6 Years 6 Months Feasible 7 Years 1 Months Feasible 7 Years 9 Months Feasible 8 Years 6 Months Feasible 9 Years 6 Months Feasible 10 Years 11 Months Not Feasible Remark 9 Months Feasible 9 Months 6 Months Feasible 11 Months Feasible 4 Months Feasible 9 Months Feasible 1 Months Feasible 6 Months Feasible 10 Months Feasible Gambar 8 Contoh sensitivity analysis Gambar 8 memberikan contoh informasi dalam perhitungan sensitivity analysis. Data yang dihitung dan dijadikan acuan dalam perhitungan sensitivity analysis yaitu WACC. IRR Equity. IRR Project. NPV. BCR. Payback Dari hasil perhitungan dapat dinilai untuk layak atau tidak proyek dibangun dengan pengambilan keputusan apabila kondisi berada diatas atau dibawah angka yang sudah ditentukan yaitu 100%. Pada Gambar 7 dapat disimpulkan apabila kondisi berada diatas dan dibawah sejauh 30% angka yang ditentukan proyek masih layak untuk dilaksanakan. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. Gambar 10 Production vs payback period Penjelasan pada Gambar 10 menunjukkan hubungan antara production dengan payback period. Production menggambarkan daya yang diproduksi selama setahun dari Dapat terlihat semakin besar production maka semakin kecil payback period. Kemudian dari investment A 224 juta USD setelah dilakukan analisis didapat hasil perhitungan production yaitu 456. 09 GWh/year. Hal ini yang menyebabkan produksi listrik besar yaitu debit air yang tinggi dan konstan. PLTA yang menjadi penggerak turbin yaitu debit air yang jatuh dan menggerakkan sudu-sudu ANALISIS PERHITUNGAN KELAYAKAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA) DENGAN BANTUAN SOFTWARE VISUAL BASIC FOR APPLICATIONS (VBA) Gambar 11 Tariff vs payback period Gambar 13 Fixed om vs payback period Gambar 11 menunjukkan hubungan antara tariff dengan payback period. Maksud dari tariff yaitu biaya jual listrik ke konsumen maka semakin besar tariff maka semakin kecil payback period. Kemudian dari investment hasil perhitungan tariff yaitu 9. 280 Cent US$/kWh. Apabila harga jual tinggi maka pengembalian investasi akan lebih Akan tetapi apabila harga yang dijual terlalu tinggi akan menyebabkan menurunnya daya beli masyarakat. Gambar 13 menunjukkan hubungan antara tariff fixed OM dengan payback period. Fixed OM yang dimaksud berupa gaji, biaya perawatan, biaya kesejahteraan, asuransi, diklat, dll yang berupa biaya tetap yang harus dikeluarkan oleh perusahaan dan tidak terpengaruhi jumlah listrik yang Dapat terlihat semakin tinggi biaya pengeluaran tetap maka semakin lama payback period. Fixed OM menjadi tinggi dikarenakan penambahan untuk pembayaran gaji karyawan, penambahan biaya kesejahteraan, dll. Gambar 12 Fuel cost vs payback period Gambar 12 menunjukkan hubungan antara fuel cost dengan payback period. Maksud dari fuel cost adalah kebutuhan bahan bakar yang diperlukan sebagai penggerak turbin yang digunakan untuk mengubah energi agar menghasilan energi listrik. Sebagai jenis energi terbarukan, air dapat diatur debit keluarannya sehingga daya yang dihasilkan cenderung stabil tergantung dari debit air yang Dapat terlihat semakin tinggi biaya bahan baku maka semakin lama payback period. Hal ini disebabkan kenaikan harga retribusi air naik, maka harga jual harus disesuaikan agar dapat menutupi biaya overhead. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. Gambar 14 Variable om vs payback period Kemudian untuk Gambar 14 menunjukkan hubungan antara variable OM dengan payback period. Variable OM yang dimaksud adalah biaya yang keluar tergantung pada jumlah listrik yang dihasilkan. Semakin tinggi variable OM maka semakin lama payback period. Hubungan antara IRR Equity dan Project dapat tergambar dari hasil sensitivity. Hal ini menunjukkan indeks pengembalian modal berdasarkan pandangan dari modal yang dikeluarkan yang bersumber dari sendiri dibandingkan dengan modal yang bersumber dari pinjaman. Perhitungan IRR perlu diestimasi untuk analisa dalam perhitungan ekonomi teknik . Barometer. Volume 6 No. Juli 2021, 335-342 INVESTMENT ANALYSIS WACC IRR Project 88% feasible NPV Project US $ BCR Payback Period 7 Years IRR Equity NPV Equity US $ 70,798,620 8 Months 95% feasible 30,057,140 Gambar 17 Hasil investment analysis IV. Gambar 15 Interest rate vs irr equity Gambar 15 menunjukkan hubungan antara interest rate dan IRR equity yaitu semakin kecil interest rate maka semakin besar IRR Equity. Interest rate berhubungan dengan suku bunga, pengaruhnya yaitu ketika suku bunga tinggi investor akan berfikir ulang untuk investasi. Hal ini dapat menyebabkan rendahnya ketertarikan untuk investasi dalam suatu proyek. Tetapi apabila suku bunga rendah, maka ketertarikan untuk berinvestasi akan tinggi. KESIMPULAN Setelah dilakukan proses perhitungan dan input variable maka proses perhitungan dan analisa PLTA sangat dipermudah dengan bantuan VBA. Karena dengan VBA user yang belum mempunyai kemampuan menggunakan Microsoft excel tetap dapat menghitung. Lalu dari hasil perhitungan dengan VBA didapat WACC yaitu 6. IRR Project 10. 88% . NPV Project 70. 620 USD BCR 1,36 . Payback Period 7 Tahun 8 Bulan. IRR Equity 12,95% . NPV Equity 140 USD . Apabila merujuk kepada syarat IRR dan BCR yaitu IRR melebihi tingkat pengembalian yang diisyaratkan dan BCR lebih dari 1, lalu dari nilai NPV hasilnya positif sesuai dengan kriteria yang disyaratkan. Dari keseluruhan perhitungan tersebut maka proyek dapat dikatakan layak untuk dilaksanakan. DAFTAR RUJUKAN Gambar 16 Interest rate vs irr project Gambar 16 menunjukkan IRR Equity, hubungan yang sama terjadi antara interest rate dan IRR equity yaitu semakin kecil interest rate maka semakin besar IRR Equity. Dari kedua pernyataan diatas antara interest rate. IRR equity, dan IRR Project Hal ini menandakan semakin kecil persentase pembayaran maka semakin besar persentase IRR Equity dan IRR Project. Dari hasil perhitungan dan simulasi data yang telah dilakukan dengan menggunakan software VBA untuk menghitung weighted cost of capital (WACC). Internal Rate of Return (IRR). Net Present Value (NPV). Benefit Cost Ratio (BCR). Payback Period (PP). IRR Equity, dan NPV Equity didapat data sebagai berikut pada Gambar 17: ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. Permana. Diki I. Mahardika. Mohammad A. Pemanfaatan Panas Buang Flue Gas Pltu Dengan Aplikasi Siklus Rankine Organik. Barometer Jurnal Ilmu dan Aplikasi Teknik. Volume 4, 2019. Soeharto. Imam. Manajemen Proyek. Edisi Kedua. Jakarta : Erlangga. https://surabaya. com/read/2018/07/23/183532 826/ini-upaya-menteri-jonan-realisasikan-target-23ebt-pada-2025. Diakses 02 Januari 2021. https://ebtke. id/post/2014/07/02/628/kebijaka diakses tanggal 02 Januari . Tampubolon. Adiatma. Laporan Status Energi Bersih Indonesia. IESR. Jakarta, 2019. Widyastuti. Analisis Kelayakan Proyek Pembangkit Listrik Energi Panas Bumi Dengan Menggunakan Capital Budgeting Technique. Tesis. Program Magister Manajemen. Universitas Padjadjaran, 2006. Yuniarti. Prianto. Pengantar Pembangkit Tenaga Listrik. Buku Ajar. Yogyakarta. Arini. Qomariyah. Wahyudi. Agus H. Studi Kelayakan Ekonomi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kalibeber Kabupaten Wonosobo. Matriks Teknik Sipil. Volume 3. , 2015. Hasana. Siti N. Maharany. Elva R. Pengembangan Multimedia Menggunakan Visual Basic For Application (Vb. Untuk Meningkatkan ANALISIS PERHITUNGAN KELAYAKAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA) DENGAN BANTUAN SOFTWARE VISUAL BASIC FOR APPLICATIONS (VBA) Profesionalisme Guru Matematika. Jurnal Pendidikan Matematika. Volume 3. , 2017. Nashar. Analisa Kelayakan Bisnis Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTB) Di Indonesia Dengan Mengunakan Software Retscreen. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis. Volume 1. , . Antariza. Rispiningtati. Andawayanti. Simulasi dan Optimasi Harga Air Bersih pada Proyek Waduk Titab Kabupaten Buleleng Propinsi Bali. Jurnal Teknik Pengairan. Volume 2. , 2011. Kartika. Arifin. Darmawan. Pemilihan Alternatif Potensi Sumber Daya Air Di Wilayah Das Brantas Untuk Dikembangkan Menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Jurnal ITN Malang. Volume 8. , 2010. Suhaldir. Sensuse. Perancangan Digital Dashboard System Untuk Menyajikan Sensitivit Analysis Kinerja Keuangan Perusahaan Studi Kasus: Pt Xyz. Jurnal Sistem Informasi. Volume 6. , 2010. Pascual. Sison. Medina. Enhanced Newton-Raphson Algorithm in Estimating Internal Rate of Return (IRR). IJEAT. Volume 8, 2019. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w.