Jurnal Bina Akuntansi Volume 12. Number 01. Januari 2025 pp. ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Open Access: https://wiyatamandala. e-journal. id/JBA Does Sustainability Report has an effect on Financial Reporting Delays? Study evidence from Indonesia Ariina Qonita1*. Khomsiyah2 1,2 Universitas Trisakti ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laporan berkelanjutan atau sustainability report yang efeknya berpengaruh terhadap Financial Reporting Delay yang dimoderasi dengan Earning Quality pada perusahaan energi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sampel pada penelitian yaitu perusahaan energi yang menerbitkan Sustainability Report tahun 2019 Ae 2022 secara resmi berturut-turut melalui website perusahaan. Dengan Kata Kunci: menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian Sustainability Report, ini ialah menggunakan metode analisis konten kuantitatif dan statistik deskriptif. Sampel Financial Reporting Delay yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 18 perusahaan. Hasil penelitian and Earning Quality menunjukan terdapat hubungan negatif antara sustainability report dan financial reporting Sementara earning quality tidak mampu memoderasi sutainanbility report dan Keywords: financial reporting delay. Sustainability Report. ABSTRACT Financial Reporting Delay This study aims to analyze the sustainability report which has an effect on Financial and Earning Quality Reporting Delay which is moderated by Earning Quality in energy companies on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The sample in the study was energy companies that DOI: published Sustainability Report 2019 - 2022 officially consecutively through the 52859/jba. company's website. By using purposive sampling technique. The analysis technique used in this study is to use quantitative content analysis methods and descriptive statistics. The samples used in this study amounted to 18 companies. The results showed that there is a negative relationship between sustainability report and financial reporting delay. While earning quality is not able to moderate the sustainability report and financial reporting delay. INFO ARTIKEL Riwayat Artikel: Pengajuan : 11-06-24 Revisi : 08-08-24 Penerimaan : 13-08-24 PENDAHULUAN Tujuan perusahaan saat ini dalam meningkatkan nilai reputasi untuk menarik investor bukan hanya berfokus dalam memaksimalkan peningkatan kinerja perusahaan tetapi mempertimbangkan lingkungan, sosial dan tata kelola perusahaan. Untuk saat ini perusahaan bukan saja berkewajiban menerbitkan laporan keuangannya, tetapi juga diharuskan menerbitkan sustainability Report atau Laporan Berkelanjutan. Menurut ESG Indonesia. Laporan keberlanjutan atau sustainability Report adalah laporan kinerja perusahaan yang berisi hasil dari aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Kegunaan dari sustainability report, yaitu dapat menjadi bahan evaluasi untuk perusahaan dan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam mengatasi masalah keberlanjutan. Sustainability report juga dapat menyajikan nilai-nilai manajemen perusahaan yang berhubungan antara strategi dan komitmen perusahaan terhadap ekonomi, lingkungan dan sosial global yang berkelanjutan. Dikarenakan Laporan Berkelanjutan bukan hanya melaporkan keberlajutan perusahaan dari sisi operasional tetapi menjadi platform komunikasi tentang kelemahan dan kelebihan perusahaan dalam meningkatkan keberlanjutan dimasa depan yang menjadi tolak ukur para pemangku kepentingan. Di Indonesia, melalui Peraturan Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 51/2017 mewajibkan perusahaan yang bergerak dibidang Jasa Keuangan. Emiten dan Perusahaan Publik untuk menyampaikan Sustainability Report. Melalui peraturan tersebut menjadikan Perusahaan wajib menerbitkan Laporan Keberlanjutannya mengikuti konsep perkembangan bisnis masa kini yang sudah berfokus terhadap kepedulian dalam meningkatkan isu lingkungan, sosial dan tata kelola perusahaan. Untuk itu, di Indonesia terdapat 9% perusahaan yang telah menerbitkan sustainability report secara sukarela, dan diketahui bahwa jumlah tersebut terus bertambah setiap tahunnya. Dikarenakan erusahaan mendapatkan tuntutan * Penulis Korespondensi: Ariina Qonita | ariina. qonita@gmail. Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 yang semakin kuat dari stakeholder terhadap sustainanbility report. (Daromes et al. , 2023. Ekasari et al. Dalam menyusun sustainability report perusahaan di Indonesia. OJK sebagai Lembaga independen mengeluarkan peraturan yang mengharuskan perusahaan wajib dalam menyampaikan sustainability report dan harus mengacu pada pedoman dari Global Reporting Initiative (GRI). (Ananda, et. GRI merupakan organisasi internasional independen yang menyediakan kerangka kerja sebagai pedoman perusahaan dalam membuat sustainability report yang mencakup dalam bidang ekonomi, lingkungan, dan Menurut data yang telah dipublikasikan, terdapat perkembangan yang positif dalam sustainability report di Indonesia. Berdasarkan penelitan terdahulu perusahaan yang menerbitkan sustainability report dapat dikategorikan memiliki kinerja yang lebih sehat dibandingkan dengan perusahaan yang tidak menerbitkan sustainability Spesifiknya, untuk perusahaan yang memiliki sumber daya dan kemampuan keuangan dan perusahaan dengan struktur tata kelola yang mapan, semakin aktif melakukan pelaporan dalam bidang berkelanjutan, maka semakin tinggi nilai perusahaannya. Selain itu, perusahaan yang melakukan sustainability report mempunyai manajemen laba yang lebih rendah serta persistensi laba yang lebih tinggi. Ketika Perusahaan menerbitkan sustainability report, publik akan mengharapkan manajemen memberikan informasi yang transparan sehingga laporan tersebut dapat diandalkan untuk pengambilan keputusan. Perusahaan yang melakukan penerbitan sustainability report akan mengeluarkan biaya yang lebih tinggi dikarenakan perusahaan akan mengungkapkan informasi yang lebih luas kepada stakeholder. Penyebabnya adalah perusahaan berupaya menjaga legitimasi, meningkatkan kepercayaan publik serta berusaha untuk dapat menarik investor melakukan investasi di perusahaanya. (Hikmah et. Kuswanto,c2. Perusahaan yang mempunyai sumber daya yang lebih besar berupaya akan mengungkapkan dan mengimplementasikan sustainability report dengan suka rela dan tentu terlihat lebih baik dibandingkan dengan perusahaan menengah dan kecil. (Natalia & Soenarno, 2021. Ananda, et. Al. Stakeholder menggunakan sustainability report untuk menilai perusahaan dalam menjalankan bisnisnya dalam mempertimbangkan dampak ekonomi, sosial dan lingkungan serta peluang dalam berbisnis untuk mempertahankan kepercayaan publik dan pemerintah. Untuk itu, perusahaan dalam menerbitkan sustainability report memerlukan auditor untuk memverifikasi supaya dapat disajikan secara relevan. Auditor juga perlu memastikan informasi yang disajikan dan melakukan evaluasi pada kegiatan berkelanjutan yang dilakukan perusahaan terbukti sejalan dengan GRI Standar. Di Indonesia, untuk perusahaan yang terdaftar di BEI diharuskan melaporkan laporan keuangan yang sudah selesai di audit untuk memberikan informasi kepada investor dan calon kreditor atas kinerja Tujuan dari pengungkapan ini untuk menarik atau mempertahankan investor atau kreditor yang telah menanamkan modalnya atau berencana untuk memberikan modal kepada perusahaan. Dalam tahun 2023, terdapat 129 perusahaan yang belum menyampaikan Laporan keuangan yang telah di audit kepada BEI. Sebagai lembaga yang memfasilitasi penjualan di bursa. BEI akan memberikan sanksi terhadap perusahaan yang telat dalam penyampaian laporan keuangannya, yaitu mendapatkan surat teguran, denda serta mecabut izin perusahaan. Perusahaan yang telat dalam menerbitkan laporan keuangan mengindikasikan bahwa terdapat isu negatif yang muncul didalam laporan audit tersebut. Terdapat hubungan antara kualitas dari laporan keuangan terhadap laporan audit yang akan dipublikasikan. Laporan keuangan yang telat diterbitkan dapat menjadi isu utama untuk investor dan publik dalam melakukan aktivitas pengambilan keputusan. Terdapat beberapa faktor yang telah diidentifikasi oleh penelitian sebelumnya dalam mempengaruhi keterlambatan pelaporan keuangan, seperti ukuran perusahaan, ukuran aset, tata kelola perusahaan, opini audit, rasio hutang, kualitas laba, reputasi kantor akuntan publik (KAP) yang mengaudit laporan tersebut. (Atiase et al. Merdekawati and Arsjah, 2011. and Rahmawati, 2. Terdapat hubungan antara sustainability report dan penerbitan laporan keuangan yang telah diaudit yaitu dari kualitas pelaporan. Menurut Oh dan Jeon . , perusahaan yang aktif dalam melakukan sustainability report maka akan semakin sedikit faktor yang mempengaruhi keterlambatan laporan ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 Salah satunya faktor kualita laba, ketika kualitas laba baik perusahaan akan menerbitkan laporan keuangan tepat waktu serta pemaparan sustainability report. Dapat disimpulkan bahwa ketika kualitas laba baik dapat ditingkatkan melalui sustainability report. Sustainability report dapat meningkatkan transparansi pelaporan keuangan, sehingga mengurangin informasi dan menurunkan risiko audit. Dengan alasan auditor eksternal dapat mengurangi sedikit waktu dalam proses audit dan akan menurunkan risiko keterlambatan dalam pelaporan audit. Sustainability report dapat dijadikan acuan oleh auditor dalam pemberian opini sebuah perusahaan mengenai going concern perusahaan tersebut. Berdasarkan teori keagenan, terdapat hubungan kualitas laba dengan sustainability report. Semakin baik kualitas laba akan mengakibatkan perusahaan menyediakan informasi yang transparan dari sisi keuangan maupun dari sisi non keuangan seperti sustainability report (Sonia et. Al, 2. Penulis berharap dalam penelitian ini, dapat meningkatkan kualitas laba yang dapat membuat laporan audit semakin cepat dan berpengaruh terhadap aktivitas pelaporan sustainability report. Tujuan dari penelitian ini adalah penulis ingin melihat hubungan antara sustainability report terhadap keterlambatan pelaporan keuangan yang dimoderasi dengan kualitas laba. Meskipun banyak penelitian yang membahas keterlambatan pelaporan keuangan dari sisi profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan, serta ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP) dimana hal tersebut tidak ada unsur kebaruan. Untuk itu, penelitian ini memiliki kontribusi tambahan yaitu menambahkan variabel terbaru jika dibandingkan dengan penelitian sebelumnya. Pertama, penulis menguji hubungan antara laporan berkelanjutan dan keterlambatan laporan keuangan. Menurut penelitian Oh dan Jeon . , terdapat hubungan antara pengungkapan sustainability report dengan keterlambatan pelaporan keuangan. Ketika perusahaan menerbitkan sustainability report dapat menjadi penentuan untuk menurunkan keterlambatan pelaporan Penilitian ini diharapkan dapat mengungkapkan bahwa perusahaan yang menerbitkan sustainability report akan menimbulkan efek positif bagi perusahaan dalam ketepatan waktu melaporkan laporan keuangan kepada publik. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan implikasi kepada stakeholder dan lembaga pemerintah bahwa dalam menerbitkan sustainability report akan menunjukkan upaya keterlambatan laporan keuangan yang telat diaudit. TELAAH LITERATUR Landasan Teori Teori Keagenan (Agency Theor. Teori Keagenan atau yang dikenal sebagai agency theory merupakan teori yang diperkenalkan oleh Jensen dan Meckling . Teori agensi didefinisikan sebagai suatu ikatan dalam sebuah kontraktual antara pihak agen dan pihak prinsipal. Hoesada . Menurut Susan & Faizal . , teori keagenan dapat menganalisis kepentingan dan perilaku suatu pihak. Dimana terdapat pihak yang mengambil Keputusan kepada pihak lainnya yang bertindak sebagai pemberi wewenang . kepada pihak pertama . Konflik kepentingan yang terus meningkat akhirnya dapat memunculkan biaya baru yaitu disebut dengan biaya keagenan. Biaya keagenan juga dapat di minimalisir salah satunya dengan melakukan praktik tata kelola perusahaan dan kinerja perusahaan yang dapat tercemin dari laba. Teori agensi menunjukkan bahwa kinerja keberlanjutan akan mampu mengurangi konflik keagenan yang mengakibatkan adanya informasi yang negatif antara agen dengan prinsipal serta mampu menciptakan nilai bagi pemegang saham (Khaled et al. , 2. Teori Sinyal (Signalling Theor. Menurut Brigham dan Houston . isyarat atau signal adalah petunjuk yang dapat digunakan oleh perusahaan dalam pengambilan keputusan yang berpengaruh terhadap sudut pandang investor dan stakeholder tentang bagaimana manajemen perusahaan memandang prospek bisnis tersebut. Munculnya ketimpangan informasi antara perusahaan dan stakeholder menimbulkan adanya tindakan dari perusahaan yang harus memberikan suatu isyarat atau sinyal dalam memberi petunjuk kepada stakeholder dalam memandang prospek perusahaan di kemudian hari. Does Sustainability Report has an effect on Financial Reporting Delays? Study evidence from Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 Jika informasi tersebut dinilai positif berarti stakeholder akan merespon secara positif dan juga sebaliknya. Diharapkan stakeholder mampu membedakan perusahaan yang mempunyai kualitas manajemen yang baik dengan yang tidak. Teori sinyal menyatakan bahwa teori ini dapat mengurangi ketimpangan informasi antara manajemen perusahaan dengan stakeholder. Pengembangan Hipotesis Financial Reporting Delay. Sustainability Report and Earning Quality Keterlambatan laporan audit keuangan, didefinisikan sebagai durasi tanggal wajib yang telah ditentukan dalam mempublikasikan laporan keuangan yang telah diaudit dan penerbitan laporan audit tahunan yang (Khaksar et. ,2. Keterlambatan ini akan merusak nilai perusahaan dan kualitas perusahaan dimata publik. Ketepatan waktu pelaporan keuangan yang telah diaudit sangat penting untuk diakui oleh pihak yang berkepentingan. Perusahaan yang menyajikan laporan keuangan yang terlambat, berpengaruh pada nilai dan kualitas laporan keuangan tersebut namun juga akan membuat reaksi yang negatif dari pasar (Lianto and Kusuma 2. Stakeholder yang ingin berinvestasi di perusahaan akan mengurungkan niatnya sampai perusahaan mengumumkan labanya melalui laporan keuangan yang telah Terdapat faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keterlambatan pelaporan keuangan. Solvabilitas menjadi salah satu faktor internal yang mempengaruhi perusahaan dalam melaporkan laporan keuangannya (Bahri, et. Machmmudah, et. Solvabilitas merupakan alat analisis rasio keuangan yang digunakan perusahaan unutk melihat kemampuan perusahaan dalam melunasi hutanghutangnya. Semakin tinggi rasio solvabilitas suatu perusahaan akan menyebakan auditor berhati-hati dalam menentukan proses audit perusahaan. Hal ini yang menyebabkan tingginya tingkat solvabilitas akan mempengaruhi keterlambatan pelaporan keuangan. Perusahaan yang sedang mengalami kesulitan keuangan dapat mempengaruhi keterlambatan pelaporan keuangan (Nurquran & Ardianto, 2023. Khamisah, et. Kondisi kesulitan keuangan ini menjadi faktor langsung, manajemen perusahaan akan berusaha menyusun laporan keuangan internal sedemikian rupa sehingga seolah-olah kondisi keuangan perusahaan masih baik dan walaupun menghasilkan kualitas laporan keuangan yang kurang baik. Seorang auditor dengan reputasi yang baik dalam proses audit laporan keuangan internal perusahaan yang tidak berkualitas baik tanpa keraguan berpotensi memperpanjang penyelesaian laporan audit dan akan menunda publikasi laporan keuangan. ((Nurquran & Ardianto, 2. Profitabiltas juga mempengaruhi keterlambatan laporan keuangan (Fujianti, et. Al 2020. Rusly, et. Yuliusman, et. Setyawan, et. Yusnia, et. Al 2. Perusahaan yang memiliki rasio profitablitas tinggi akan mempengaruhi menurunnya tingkat keterlambatan dalam pelaporan keuangan. Dikarenakan, rasio profitabilitas membahas tentang pengelolaan asset yang baik yang dilakukan perusahaan sehingga dapat menghasilkan laba yang tinggi. Ketika rasio profitabilitas sebuah perusaahaan tinggi akan berpengaruh pada publikasi laporan keuangannya. Hal ini akan menarik investor dan publik dalam menilai kualitas perusahaan. Perusahaan dalam mengelola profitabilitasnya tidak luput dari praktik manajemen laba. Fakhfakh dan Jarboui . meneliti bahwa perusahaan yang melakukan praktik manajemen laba akan mempercepat proses untuk merilis laporan keuangannya. Keterlambatan laporan keuangan juga disebabkan oleh perusahaan yang mempunyai akrual diskresioner yang sangat tinggi. Akrual diskresioner yang tinggi akan menjadi temuan oleh auditor yang mempengaruhi keterlambatan pelaporan keuangan. Ketika perusahaan memiliki tata kelola manajemen yang baik, tentunya dengan pengawasan yang baik dan handal terhadap Perusahaan menyebabkan pengurangan dalam keterlambatan laporan keuangan. Penelitian menunjukkan ketika kepemilikan institusional meningkat, akan meningkatkan keterlambatan laporan keuangan. (Sulimany, 2023. Yusnia, et. Al 2021. Bhuiyan, et. al, 2. Kontrol internal yang lemah dapat mengurangi keandalan auditor dalam menerbitkan laporan keuangan, dikarenakan auditor eksternal harus memberikan pengawasan lebih terhadap perusahaan. Menurut penelitian terdahulu, kepemilikan institusional dapat menjadi mekanisme yang kuat terhadap kontrol internal perusahan dalam mengawasi operasional, yang dapat menurunkan faktor dalam keterlambatan laporan keuangan. ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 Audit Komite memiliki fungsi dalam melakukan pengawasan internal kontrol Perusahaan. Audit komite memastikan kualitas laporan keuangan dan mengimprovisasi efektivitas dari fungsi audit (Wulandari. Semakin tinggi proporsi Audit komite sebuah perusahaan tentunya akan mempengaruhi keterlambatan laporan keuangan secara signifikan. (Yusnia, et. Al 2021. Juwita et. Bhuiyan, et. Dapat dipahami bahwa. Audit komite yang berperan efektif akan meningkatkan pengawasan terhadap kinerja keuangan dan kualitas penyajian laporan keuangan, hal itu membuat auditor menyelesaikan tugasnya dengan cepat dan akan mempengaruhi penurunan keterlambatan laporan Semakin baik tata kelola perusahaan, akan memberikan peningkatan aktivitas kinerja pengawasan terhadap kualitas pengungkapan perusahaan dan dapat mengurangi usaha dalam menutupi informasi Melalui sustainability report diharapkan perusahaan dapat mengungkapkan konsep triple bottom line, yaitu konsisten terhadap pengungkapan faktor ekonomi, sosial dan lingkungan. (Elkington and Rowlands,1. Sustainability report merupakan cara yang dapat digunakan dalam memperkuat strategi jangka panjang perusahaan, yaitu dengan memberikan gambaran umum tentang dampak faktor ekonomi, lingkungan, dan sosial perusahaan. Dengan cara ini, diharapkan organisasi dapat menetapkan tujuan baru dan mengelola perubahan yang diperlukan sesuai dengan publik saat ini, agar dapat diintegrasikan dalam ekonomi sosial dan lingkungan global baru yang berkelanjutan, sehingga dapat waktu keterlambatan laporan keuangan. (Rosanita, et. Perusahaan yangc menerbitkanc sustainabilityc xreport membuktikanc bahwax mereka mempunyaix nilai asetx yang xbesar dan kualitasx xlaba yang bagusx. Oleh karena itux, perusahaanx yang mempunyaix total aset yang besarc akan semakinc membuatx xperusahaan untukc xmengungkapkanx informasi yangx lebih luasx melalui csustainability reportx xguna mendapat xlegitimasi dari publik. (Hikmah, et. xPengungkapan xinformasi dalamc xsustainability xreport dapat xmengurangi risikoc audit dengan mengurangic asimetri informasic xantara stakeholderx dan perusahaanc. Ketika risikoc audit berkurangc, makac waktu audit dapatc dipersingkatc dan jedac waktuc pelaporan auditc dapatc berkurangc. (Oh, et. Perusahaan yangx melakukanx aktivitasx sustainabilityx reportx akan mempunyaix kualitasx labax yangx baikx, sehinggax dapatx memberikanx informasix yangx transaparanx terhadap stakeholder. Auditor juga dapat berperan dalam menetapkan risiko audit serendah mungkinx yangx akanx xmempengaruhi xketerlambatan xdalam xpelaporan xkeuangan. Denganx demikianx, perusahaanx yangx xmempublikasikan xlaporan xberkelanjutan xdan kualitasx laba saling berkaitan dalam menurunkan laporan berkelanjutan. Oleh karena itu, hipotesis dibuat sebagai berikut: H1 : Terdapat hubungan negatif antara sustainability report terhadap financial reporting delay. H2 : Terdapat hubungan negatif antara sustainability report yang dimoderasi dengan earning quality terhadap financial reporting delay. Kerangka Konseptual SUSTAINABILITY REPORT FINANCIAL REPORTING DELAY EARNING QUALITY Gambar 1. Kerangka Konseptual Does Sustainability Report has an effect on Financial Reporting Delays? Study evidence from Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan perusahaan . nnual repor. dan sustainability report. Data tersebut diperoleh dari situs BEI yaitu w. id dan situs resmi perusahaan. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar dalam sektor energi di BEI periode 2019 Ae 2022. Sampel pada penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Berikut tabel yang menunjukkan kriteria yang digunakan dalam penelitian ini: Tabel 1 Prosedur Pemilihan Sampel Kriteria Jumlah Sampel Perusahaan yang terdaftar dalam sektor energy di Bursa Efek Indonesia periode 2019 Ae 2022. Perusahaan yang tidak menerbitkan laporan keuangan pada periode 2019-2022 Perusahaan yang tidak menerbitkan laporan keberlanjutan pada periode 20192022 Sumber: data diolah Penelitian ini menggunakan Financial Reporting Delay (FRD) sebagai variable dependen. Sustainability Report (SR) sebagai variable independent dan Earning Quality (EQ) sebagai variabel moderasi. Kontrol variabel juga digunakan dalam penelitian itu, yaitu Ukuran Perusahaan (Siz. Leverage (LEV). Profitabilitas (ROA). Ukuran KAP (Big . Kepemilikan Institusional (KI). Komite Audit (KA). Penjelasan mengenai variabel akan dijelaskan di Tabel 2. Tabel 2 Definisi Operasional Variabel Variabel Financial Reporting Delay (FRD) Sustainability Report (SR) Earning Quality (EQ) Ukuran Perusahaan (SIZE) Leverage (LEV) Definisi Pengukuran Periode waktu antara tanggal FRD = Tanggal Laporan Auditor Ae Tanggal Tutup Buku hingga Perusahaan laporan audit independen. (Rustanto, et. Pengukuran yang didasarkan GRI G4 yaycycoycoycaEa ycnycyceyco ycycaycuyci yccycnycycuyciycoycaycyycaycoycaycu ycyyceycycycycaEaycaycaycu pada GRI G4 sebanyak 91 (Tjahjadi, et. yaycycoycoycaEa ycycuycycayco ycyyceycuyciycycuyciycoycaycyycaycu ycayceycyccycaycycaycycoycaycu yaycIya ya4 Rasio kualitas laba yang dengan EQ = ycCycyyceycycaycycnycuycuycayco yaycaycEa yaycoycuyc yayaAyaycN hubungan antara arus kas dan laba bersih. (Sorialam, perusahaan yang ditentukan SIZE = Log (Total Asse. menggunakan total aset atau total aktiva Perusahaan. (Oktaviani, et. Beban utang diukur dengan rasio leverage. (Nurquran & LEV= ycNycuycycayco yayceycayc ycNycuycycayco yaycycycnycyc Ardianto, 2. ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 Profitabilitas (ROA) Ukuran (Big . KAP Komite (KA) Audit Kepemilikan Institusional (KI) Kemampuan menghasilkan laba selama periode tertentu pada tingkat penjualan, aset, dan modal saham tertentu. (Oktaviani. Ukuran KAP dapat disebut besar ketika suatu KAP berafiliasi dengan Big four, sedangkan untuk KAP kecil dapat diartikan tidak berafiliasi dengan Big (Rante dan Simbolon. Mengenai ukuran komite audit, menyatakan bahwa ukuran komite yang lebih kecil lebih cocok untuk laporan keuangan yang tepat (Sulimany, 2. Proporsi saham yang beredar entitas/institusi (Solikha, et. al, 2. yaycaycayca yaAyceycycycnEa ROA = ycNycuycycayco yaycyceyc ycU 100% diukur menggunakan variabel dummy dengan skala 0 untuk KAP non big four dan 1 untuk KAP big four. Jumlah anggota komite audit. yaycycoycoycaEa ycIycaEaycayco ycycaycuyci yccycnycoycnycoycnycoycn yaycuycycycnycycycycnycuycuyca yaycycoycoycaEa ycIycaEaycayco ycycaycuyci ycayceycyceyccycayc Sumber: data diolah HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan data dalam penelitian ini. Deskripsi data dapat dilihat dari nilai rata-rata, standar deviasi, maksimum, minimum, dan jumlah sampel (N) untuk setiap variabel yang diteliti. Hasil statistik deskriptif dari penelitian ini disajikan dalam table 3 dibawah ini: Tabel 3 Analisis Deskriptif Variable Minimum Maximum Mean Std. Deviation FRD SIZE LEV ROA Big 4 Valid N . Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 26 Does Sustainability Report has an effect on Financial Reporting Delays? Study evidence from Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 Tabel 3 menunjukkan hasil dari pengolahan data menggunakan analisis statistik deskriptif untuk variabel Financial Reporting Delay (FRD). Sustainability Report (SR). Earning Quality (EQ). Ukuran Perusahaan (Siz. Leverage (LEV). Profitabilitas (ROA). Ukuran KAP (Big. Komite Audit (KA) dan Kepemilikan Institusional (KI). FRD memiliki nilai minimum 21, maksimum 212, dengan rata-rata 90. 4722 dan standar deviasi 37. SR memiliki rentang nilai antara 0 hingga 0. 87, dengan rata-rata 0. 3292 dan standar deviasi 0. menunjukkan nilai minimum -16. 06, maksimum 45. 81, dengan rata-rata 2. 4778 dan standar deviasi Size memiliki nilai minimum 17. 9, maksimum 25. 61, rata-rata 20. 8794, dan standar deviasi LEV menunjukkan nilai minimum 0, maksimum 24. 85, dengan rata-rata 2. 2108 dan standar ROA memiliki nilai minimum -0. 41, maksimum 0. 64, dengan rata-rata 0. 064 dan standar Big 4 memiliki nilai minimum 0, maksimum 1, dengan nilai rata-rata 0. 6667 dan standar deviasi sebesar 0. KA memiliki nilai minimum 3, maksimum 7, dengan rata-rata 4. 0556 dan standar KI memiliki nilai minimum 0. 24, maksimum 0. 8, dengan rata-rata 0. 6167 dan standar Analisis deskriptif ini membantu dalam memahami distribusi data dan karakteristik masing-masing variabel yang relevan dalam konteks penelitian ini. Pembahasan Hubungan negatif antara sustainability report terhadap financial reporting delay. Tabel 4 memperlihatkan hasil pengujian untuk analisis hipotesis pertama. Dapat dilihat hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara SR dan FRD, yang ditunjukkan oleh koefisien regresi SR yang berjumlah -9. 976 dengan tingkat signifikansi p-value 0. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin sering perusahaan menerbitkan laporan berkelanjutan, maka semakin sedikit kemungkinan mereka mengalami keterlambatan dalam pelaporan keuangan mereka. Hal ini sesuai dengan penelitian Oh dan Jeon pada tahun 2022 yang menyatakan bahwa terdapat hubungan negatih antara sustainability report dan financial reporting delay. Perusahaan yang menerbitkan sustainability report memiliki kualitas laporan keuangan yang baik dan hal tersebut dapat membantu dalam mengurangi financial reporting delay. Tabel 4 Uji Hipotesis Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Variabel Sig. Std. Error Beta (Constan. SR1 KAP SIZE LEV ROA a Dependent Variable: FRD Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 26 Sustainability report tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menginformasikan stakeholder tentang komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan, tetapi juga menciptakan tekanan internal untuk meningkatkan transparansi dalam semua aspek operasional, termasuk dalam pelaporan keuangan. Dengan memiliki praktik transparan yang terintegrasi, manajemen cenderung lebih berkomitmen untuk mematuhi jadwal pelaporan keuangan yang telah ditetapkan, mengurangi kemungkinan terjadinya keterlambatan (Furqan. ,et. Perusahaan yang menerbitkan sutainability report secara teratur sering kali memiliki sistem pengelolaan risiko yang lebih matang (De Villiers. , & Sharma. Mereka cenderung memiliki proses kontrol ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 internal yang kuat yang memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi dan mengatasi potensi keterlambatan pelaporan keuangan lebih efektif. Ini dapat mencakup penggunaan teknologi informasi yang canggih, standar audit yang ketat, dan komunikasi yang efektif antara berbagai departemen. Pengadopsian sustainability report juga sering kali merupakan respons terhadap tekanan yang semakin meningkat dari berbagai pihak, termasuk investor, pemerintah, dan masyarakat umum, untuk meningkatkan tingkat transparansi dan akuntabilitas perusahaan. (Wang. Zhou. , & Wang. Perusahaan yang dapat menunjukkan komitmen mereka melalui publikasi sustainability report yang teratur juga dapat membangun reputasi yang lebih baik di mata stakeholder, yang pada gilirannya dapat mengurangi tekanan eksternal untuk melakukan pengawasan tambahan yang dapat memperlambat proses pelaporan keuangan. (Buallay. , & Al-Ajmi. Perusahaan dapat memanfaatkan temuan dari hasil penelitian ini untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan dalam proses pelaporan keuangan mereka dengan lebih menekankan pada praktik transparansi dan akuntabilitas yang diperkuat melalui pengadopsian sustainability report. (Fridson. , & Alvarez. Hal ini akan membantu auditor dalam melakukan audit sehingga akan mempengaruhi opini yang dikeluarkan serta kecepatan auditor dalam merilis laporan keuangannya. Menerbitkan sustainability report secara teratur tidak hanya membantu perusahaan untuk mematuhi regulasi yang ada, tetapi juga membangun kepercayaan dengan stakeholder, yang dapat meningkatkan reputasi perusahaan, mendukung pertumbuhan jangka panjang serta membantu perusahaan untuk menurunkan risiko yang akan terjadi dimasa depan. Hubungan negatif antara sustainability report yang dimoderasi dengan earning quality terhadap financial reporting delay. Tabel 5 memperlihatkan hasil penelitian yang dimana peneliti juga mengeksplorasi hubungan antara sustainability report yang dimoderasi oleh earning quality terhadap financial reporting delay. Hasil pengujian menunjukkan bahwa koefisien regresi untuk interaksi antara SR dan EQ (SR_EQ) adalah -0. dengan tingkat signifikansi p-value sebesar 0. Dari hasil ini, hipotesis yang diajukan tidak dapat Model Variabel Tabel 5 Hasil Uji Moderasi Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Sig. Std. Error Beta (Constan. SR_EQ1 SIZE LEV ROA Big 4 a Dependent Variable: FRD Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 26 Salah satu alasan utama mengapa hipotesis tidak diterima adalah adanya indikasi bahwa EQ tidak efektif dalam memoderasi hubungan antara SR dan FRD. Koefisien SR_EQ yang tidak signifikan menunjukkan bahwa meskipun SR dan EQ berpengaruh secara independen terhadap FRD, tetapi interaksi keduanya tidak memberikan dampak yang berarti terhadap penurunan keterlambatan dalam pelaporan Does Sustainability Report has an effect on Financial Reporting Delays? Study evidence from Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 Earning quality yang merupakan variabel moderasi dalam penelitian ini, mungkin memiliki variasi dalam pengaruhnya terhadap keterlambatan pelaporan keuangan antar perusahaan. (Mardessi. Meskipun beberapa perusahaan mungkin dapat mengelola eraning quality mereka dengan baik untuk meminimalkan FRD, faktor-faktor eksternal dan internal lainnya dapat mempengaruhi efektivitas moderasi Variabilitas ini dapat mengurangi kejelasan hubungan antara SR dan FRD ketika dimoderasi oleh EQ. (Obeng. Ahmed. , & Miglani. Penggunaan variabel kontrol seperti Ukuran Perusahaan (Siz. Leverage (LEV). Profitabilitas (ROA). Ukuran KAP (Big . Komite audit (KA) dan Kepemilikan institusioanl (KI) juga dapat mempengaruhi hasil moderasi antara SR. EQ, dan FRD. Variabel kontrol ini sering kali memiliki interaksi yang kompleks dan dapat memoderasi efek dari variabel utama dalam model. (Boachie. , & Mensah. Pengelolaan interaksi antara variabel kontrol dan variabel utama merupakan tantangan tambahan dalam analisis regresi yang dapat mempengaruhi interpretasi hasil penelitian ini. KESIMPULAN Penelitian ini menguji hubungan antara sustainability report terhadap financial reporting delay yang dimoderasi dengan earning quality dan juga terdapat beberapa variabel kontrol untuk memperkuat pengujian tersebut. Dilakukan terhadap 18 perusahaan di Indonesia dalam sektor energi yang terdaftar di BEI selama lima tahun dari 2019 Ae 2022. Sustainability report diukur berdasarkan jumlah yang telah ditentukan oleh GRI sementara financial reporting delay diukur berdasarkan selisih jumlah hari yang dilaporkan dari ketentuan seharusnya. Analisis yang telah diuji menghasilkan, bahwa terdapat hubungan antara sustainability report dengan financial reporting delay ke arah negatif. Ini berarti atas uji tersebut menyatakan bahwa perusahaan yang membuat sustainability report dan melaporkannya kepada publik mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut tidak mengalami keterlambatan pelaporan keuangan. Hal tersebut berpengaruh terhadap auditor ekternal dalam melakukan auditnya, dikarenakan perusahaan tersebut mempunyai manajemen yang baik yang dapat mempersingkat proses audit. Sementara untuk hipotesis ke dua, yaitu hubungan antara sustainability report dan financial reporting delay yang dimoderasi dengan earning quality tidak dapat diterima. Dikarenakan perusahaan yang menerbitkan sustainability report mempunyai earning quality yang baik dan hal tersebut tidak dapat mempengaruhi keterlambatan pelaporan keuangan. Perusahaan dengan earning quality yang baik akan melaporkan laporan keuangannya dengan cepat disertai dengan menerbitkan sustainanbilty report kepada Ini mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut menjalankan good corporate governance dengan baik yang berimplikasi terhadap kualitas laporan keuangan perusahaan tersebut. Tentunya dalam penelitian ini juga terdapat keterbatasan, diantaranya jumlah variabel independent yang hanya satu variabel. Serta peneliti hanya menggunakan satu sektor industri. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel independen serta menguji beberapa sektor yang ada. Sehingga dapat menghasilkan penelitian yang lebih luas lagi terhadap hasilnya serta relevansinya terhadap penelitian yang diuji. DAFTAR PUSTAKA