Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Implementasi Delapan Prinsip The-C Wheel Pada Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Modul Bahasa Arab di Madrasah Diniyah Takmiliyah Al-Khoeriyyah Tri Agustini Solihati1. Sundari Purwaningsih2. Eko3. Neneng Rifa Wahdatul Khoir4. Idham Fadhilah Sanukri5. 1,2,3,4,5 Pendidikan Bahasa Inggris. Universitas Perjuangan. Tasikmalaya. Indonesia *Korespondensi : triagustini@unper. , ekokuciki@gmail. rifawahdatulkhoir@gmail. , idhamfs23@gmail. ABSTRAK Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan Madrasah Diniyah Takmiliyah Al-Khoeriyyah yang terletak di Desa Linggaraja, sebuah daerah 3T . ertinggal, terdepan, dan terlua. yang memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan Bahasa Inggris yang berkualitas. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah tidak adanya pembelajaran Bahasa Inggris akibat keterbatasan kurikulum dan kurangnya tenaga pengajar yang kompeten. Para orang tua mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap kesulitan anak-anak dalam mengikuti pelajaran Bahasa Inggris di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Untuk mengatasi hal tersebut, program ini bertujuan mengembangkan modul pembelajaran Bahasa Inggris yang terintegrasi dengan kurikulum Bahasa Arab yang sudah ada, dengan menerapkan delapan prinsip The-C Wheel: konteks, keterkaitan, koherensi, tantangan, rasa ingin tahu, kepedulian, komunitas, dan kreativitas. Metode pelaksanaan mencakup analisis lembaga, pengembangan modul berbasis materi Bahasa Arab sehari-hari, pelatihan guru menggunakan Google Translate, pengajaran di kelas oleh tim pengabdi, serta simulasi pengajaran oleh guru. Hasil menunjukkan peningkatan keterlibatan guru, antusiasme siswa yang lebih tinggi, dan terciptanya modul Bahasa Inggris yang telah memiliki hak cipta. Kesimpulannya, program ini berhasil meningkatkan pembelajaran Bahasa Inggris dalam lingkungan pendidikan berbasis agama dan berpotensi menjadi model yang dapat diterapkan di lembaga serupa di daerah pedesaan. Kata kunci: The-C Wheel. bahasa Inggris. bahasa Arab. ABSTRACT This community service program was initiated to respond to the needs of Madrasah Diniyah Takmiliyah Al-Khoeriyyah in Desa Linggaraja, a 3T . nderdeveloped, frontier, and outermos. area where access to quality English education is limited. The main issue faced by the partner was the absence of English instruction due to curriculum constraints and a lack of qualified teachers. Parents expressed concern over their children's struggles with English at the secondary level. To address this, the program aimed to develop an English learning module integrated with the existing Arabic curriculum by implementing the eight principles of The-C Wheel: context, connection, coherence, challenge, curiosity, care, community, and creativity. The methods included institutional analysis, module development based on daily-used Arabic materials, teacher assistance using Google Translate, classroom teaching by the service team, and guided teaching simulations. Results indicated improved teacher engagement, increased student enthusiasm, and the successful creation of a copyrighted English module. In conclusion, the program effectively enhanced English instruction in a religious-based educational setting and is expected to serve as a replicable model for similar institutions in rural areas. Keywords: The-C Wheel. English. Arabic. Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Vol. 9 No. Mei 2025 agar mudah diterima dan dipahami. Penggabungan materi bahasa Inggris dengan bahasa Arab yang telah menjadi bagian dari keseharian siswa di madrasah diniyah dapat menciptakan koherensi dan meningkatkan efektivitas Pendidikan bahasa Inggris sejak usia dini semakin menjadi kebutuhan mendesak di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan Madrasah Diniyah Takmiliyah. Salah satu mitra Madrasah Diniyah Takmiliyah Alkhoeriyyah yang berlokasi di Kp. Cibogo Hilir. Desa Linggaraja. Kecamatan Sukaraja. Kabupaten Tasikmalaya, menghadapi tantangan Madrasah ini merupakan satu dari 25 madrasah diniyah takmiliyah yang tersebar di Desa Linggaraja, dengan enam rombongan belajar dan total 115 peserta didik. Dalam beberapa waktu terakhir, muncul desakan dari orang tua murid agar bahasa Inggris dijadikan program unggulan. Hal ini dilatarbelakangi oleh kesulitan anakanak mereka dalam beradaptasi dengan mata pelajaran bahasa Inggris di tingkat SMP, serta keterbatasan akses ke lembaga kursus di kota akibat jarak dan birokrasi yang rumit di sekolah negeri. Kondisi ini mendorong orang tua untuk mencari solusi melalui lembaga swasta, meskipun madrasah diniyah lebih berfokus pada pendidikan agama. Kebaruan ilmiah yang ditawarkan dalam kajian ini adalah pengembangan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis modul yang terintegrasi dengan materi bahasa Arab yang digunakan sehari-hari di Madrasah Diniyah Takmiliyah. Pendekatan ini belum khususnya di daerah pedesaan, sehingga diharapkan dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan keterampilan bahasa Inggris siswa tanpa mengabaikan kekhasan pendidikan agama yang menjadi ciri khas madrasah. Permasalahan diangkat dalam pengabdian ini adalah rendahnya kemampuan adaptasi siswa Madrasah Diniyah Takmiliyah terhadap pelajaran bahasa Inggris di tingkat SMP akibat kurangnya pembelajaran bahasa Inggris di tingkat madrasah diniyah. Berdasarkan hal tersebut, hipotesis yang diajukan adalah bahwa implementasi pembelajaran bahasa Inggris berbasis modul yang terintegrasi dengan materi bahasa Arab dan prinsip The-C Wheel . ontext, challenge, curiosity, care, community, creativit. akan meningkatkan motivasi, keterampilan, dan hasil belajar bahasa Inggris siswa. Urgensi peningkatan kemampuan bahasa Inggris di madrasah diniyah didukung oleh berbagai penelitian (Spada. Ranta. Lightbown 2. menyatakan bahwa usia dan motivasi merupakan faktor penting dalam pembelajaran bahasa, di mana usia sekolah dasar adalah masa yang sangat produktif untuk memulai pembelajaran bahasa Inggris. Selain itu, motivasi eksternal dari orang tua dan lembaga pendidikan sangat berpengaruh (Read 2. menekankan pentingnya konteks dalam pembelajaran anak-anak, di mana materi ajar harus relevan dengan kehidupan sehari-hari Tujuan dari kajian artikel ini adalah untuk mengembangkan dan pembelajaran bahasa Inggris berbasis modul yang terintegrasi dengan materi bahasa Arab di Madrasah Diniyah Takmiliyah Alkhoeriyyah, menganalisis efektivitas model tersebut Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) dalam meningkatkan keterampilan bahasa Inggris siswa dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan pendidikan berkualitas di lingkungan madrasah METODE PELAKSANAAN Tahapan atau Langkah-langkah Vol. 9 No. Mei 2025 pelaksanaan program ini adalah sebagai DTA Kelas 1 DTA Kelas 2 DTA Kelas 3 DTA Kelas 4 DTA Kelas 5 9 orang 3 orang 16 orang 12 orang 13 orang Melakukan analisis lebih mendalam terhadap kondisi lembaga. SDM, dan Madrasah Diniyah Takmiliyah. Yayasan Al-Khoeriyyah berlokasi di Kp. Cibogo Hilir RT. 004/RW. Yayasan ini menyelenggarakan kegiatan pendidikan agama yang meliputi Taman Kanak-Kanak AlQurAoan (TKA) dan Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (DTA) Alkhoeriyyah sejak tahun 2005. Yayasan ini menampung siswa 3 kampung sekitar (Kp. Cibogo Hilir. Kp. Cibarengkok, dan Kp. Sawah Mund. Kepala TKA adalah Ibu Oke Kurniawati Saputra. Kepala DTA adalah Bapak Encep Hasan Sadikin. Pd. TKA dibagi menjadi kelas A dan B, dengan jumlah peserta didik sebanyak 34 Sementara DTA terdiri dari kelas 1 sampai dengan kelas 6, dengan jumlah peserta didik sebanyak 74 orang. Adapun distribusi jumlah siswa disajikan pada table berikut: No Jenjang Jumlah Guru Siswa 1 TKA-A 15 orang Ibu 2 TKA-B 19 orang Nurmala (Lulusan SLTA) DTA Kelas 6 11 orang Ibu Mumun Munawaroh (Lulusan SLTA) Ibu Mina Mardiyah (Lulusan SLTA) Bapak Oo Abdul Rojak (Lulusan SLTA) Bapak Apip Hidayat (Lulusan SLTA) Jumlah ruang belajar sebanyak 2 lokal yang digunakan secara bergantian dengan kondisi rusak ringan. Kelas A digunakan oleh kelas TK A dan TK B pada jam 13. Kelas B digunakan oleh kelas 1 dan kelas 2 dari Sementara kelas 3 sampai dengan kelas 6 memanfaatkan seluruh bagian masjid sebagai ruang belajar pada jam 13. Kegiatan belajar dilaksanakan setiap hari, kecuali hari JumAoat. Melakukan analisis kesiapan untuk penentuan jenjang siswa yang terlibat pada kegiatan ini. Setelah dilakukan analisis melalui wawancara dengan semua guru, maka kelas IV disepakati untuk direkomendasikan sebagai peserta pertimbangannya adalah sebagai - Siswa memiliki kesiapan belajar yang mumpuni untuk dibekali pengenalan Bahasa Inggris. - Siswa memiliki penguasaan Bahasa Indonesia yang baik. - Jumlah siswa yang cukup ideal untuk diberikan pengenalan awal Bahasa Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Inggris, sebanyak 12 orang dengan jumlah siswa 7 orang dan siswi 5 Sehingga diharapkan tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan aktifitas belajar yang efektif dan Memiliki ketertarikan terhadap Bahasa Inggris yang baik. Guru memiliki motivasi yang tinggi untuk bersama-sama membelajarkan Bahasa Inggris. Vol. 9 No. Mei 2025 C Wheel dengan harapan pengajar dapat lebih mudah melakukan kegiatan belajar. Pada penerapan prinsip tersebut sudah mencakup kebutuhan dasar belajar bahasa asing yang berpusat pada siswa dengan aktifitas yang menyenangkan. Rancangan pembelajaran telah disesuaikan dengan prinsip C-Wheel yang disajikan oleh Read Carol. N Topik Rencana Pembelajaran (Durasi 1 English Media Alphabet Flashcard Show me, bring me, put it here - Memberikan kepada saya - Memberikan atau berikan kepada saya dan respon youAore - Memberikan instruksi put it here atau letaknya di Gambar 1. Observasi awal Melakukan peninjauan modul mata Pelajaran bahasa Arab yang digunakan sehari-hari, sebagai dasar penyusunan modul pembelajaran bahasa Inggris. Modul Bahasa Arab yang digunakan terdiri dari 8 . Dengan sebaran topik meliputi mengenalkan menanyakan sesuatu, di dalam kelas, taman rumah, ruang santai, di dalam kelas . , dan mengulang. Dengan durasi kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan maka tim pengabdi beserta guru melakukan diskusi untuk penentuan topik pengenalan program Bahasa Inggris dengan tetap mengintegrasikan materi yang terdapat pada modul Bahasa Arab. Maka topik yang ditetapkan untuk disajikan adalah English alphabet and numbers, selfintroduction and introducing others, dan school and classroom. Modul bahasa Inggris dilengkapi dengan petunjuk pembelajaran yang mengimplementasikan prinsip The424 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Numbers kiri, atau di dalam tas. Penggunaan on, under, dan in. Media Flashcard Take a photo, jump to the elephant, true or false - Memberikan siswa take a photo atau Saat AuclickAy dan si aksi yang n AufantasticAy - Memberikan siswa jump to or hop to - Siswa respon true Vol. 9 No. Mei 2025 SelfIntroducti or false atau benar atau Contoh this is number Jika benar maka Yes, that is number one atau No, that is number Media Personal Card Find a partner - Siswa kartu yang berisi nama. Siswa what is your name? How old are you? Where are you from?. Siswa harus identitas diri yang sama dengan yang Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) tertera pada Introduci Media Poster ng Others Huruf . amily Secret Code member. - Siswa kode rahasia kata tertentu dengan topik - Kode cerita yang School Media Kartu Huruf Classroo Alphabet card - Siswa kartu huruf untuk dibuat tepat dalam Bahasa Inggris dengan topik dan waktu - Siswa tersebut dan Vol. 9 No. Mei 2025 Tim kegiatan pembelajaran yang Pada tahapan ini guru pembelajaran yang sesuai untuk mata Pelajaran bahasa Inggris. Kegiatan pertemuan dan 1 pertemuan ulasan menyeluruh. Masingmasing pertemuan mengacu pada kegiatan belajar pada poin 4. Melakukan diskusi bersama dengan guru, merefleksikan kegiatan belajar mengajar yang telah dilaksanakan. Pada setiap kesempatan untuk simulasi praktik mengajar bahasa Inggris sebagaimana hasil pengamatan. Jika semua mata ajar telah disampaikan, guru juga sudah melakukan pengamatan dan simulasi pengajaran, maka akan evaluasi keseluruhan. Hal ini dilakukan guna mengidentifikasi kesiapan SDM untuk mendorong Inggris di Madrasah Diniyah Takmiliyah Al-Khoeriyyah. Melakukan survey kepuasaan mitra, baik dari lembaga maupun siswa. Jika ada umpan balik yang konstuktif dan dapat segera ditindak lanjuti, missal pada buku ajar bahasa Inggris, maka Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) HASIL DAN PEMBAHASAN Pengabdian ini mempunyai tujuan untuk memberikan siswa yang berada di sekolah dasar mendapatkan materi tentang Bahasa inggris, terlebih tempat lokasi pengabdian ini menjadi target yang strategis karena berada di daerah 3T . ertinggal, terdepan, dan Bahasa inggris yang sekarang menjadi pelajaran muatan local sehingga Bahasa inggris menjadi opsi yang kesekian dan kesan ekslusif di sekolah Hal ini akan menjadi sebuah beban bagi siswa kedepannya Ketika beranjak di sekolah menengah dan asing terhadap Bahasa Inggris itu sendiri. Maka dengan ini diharapkan dengan kondisi yang ada siswa dapat mendapatkan materi dasar mempelajari Bahasa Inggris. Vol. 9 No. Mei 2025 kesulitan dalam pelafalan dari kata Bahasa Inggris yang mana sangat asing mereka dengar. Namun walaupun seperti itu anak-anak antusias dalam mengikuti kelas Bahasa Inggris ini, dari Hasil dari pengabdian ini memberikan respon yang positif dari murid yang sudah mendapatkan materi dari tiap pertemuan. Dari pertemuan pertama sampai pertemuan terakhir siswa disampaikan dengan baik. Pertanyaan itu berupa quiz dari flashcard atau tebak kata yang menjadi assesmen untuk mengetahui sejauh mana siswa dapat menangkap dan memahami materi KESIMPULAN Program pengabdian ini berhasil menjawab kebutuhan Madrasah Diniyah Takmiliyah Al-Khoeriyyah dalam menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang terintegrasi dengan materi Bahasa Arab. Dengan menerapkan delapan prinsip The-C Wheel, siswa dapat belajar Bahasa Inggris secara relevan dengan kehidupan sehari-hari. Hasil peningkatan motivasi belajar siswa, keterlibatan aktif guru, serta terciptanya modul ajar yang memiliki hak cipta. Program ini juga menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris dapat dilakukan secara efektif meskipun dalam keterbatasan sarana dan sumber Pendekatan yang diterapkan mampu meningkatkan keterampilan dasar Bahasa Inggris pada anak-anak usia sekolah dasar. Kesuksesan program ini dapat menjadi model pembelajaran replikatif bagi madrasah lain, terutama yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar . T). Gambar 2. Pengenalan B. Inggris Pada dilakukan diagnose tentang pemahaman awal siswa untuk pemetaan sejauh mana mereka mengetahui Bahasa Inggris secara dasar. Ternyata keseluruhan siswa tidak tahu akan pembendaharaan kata Bahasa Inggris yang umum seperti subject (I. You. We. They. He. She & I. Oleh karena itu untuk memudahkan pemahaman mereka digunakan beberapa Langkah dalam penyampaian materi seperti menggunakan media ajar lagu, permainan dan juga Flashcard. Media yang digunakan cukup efektif untuk merangsang siswa dalam menangkap kosa-kata baru dalam Bahasa Inggris. Hal yang sangat Nampak adalah REFERENSI