Print ISSN: 2774 - 8928 Online ISSN: 2774 Ae 8510 Kegiatan Pelatihan Pemilahan Sampah Pada Kelurahan Kenanga Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang Indri Handayani*1. Muhammad Naufal Adani2. Ahmad Charis Elyasa Hafidianto3 1,2,3 Universitas Raharja Jl. Jendral Sudirman No. 40 Modern Cikokol Tangerang 15117 e-mail: 1indri@raharja. info, 2muhammad. naufal@raharja. info, 3charis. aceh@gmail. ABSTRAK Sampah tak luput dari bagian kehidupan manusia. Sampah dapat menyebabkan bau busuk dan banjir jika tidak diolah dengan baik. untuk itu perlunya perhatian dan perawatan yang serius. Namun permasalahan kurangnya pemahaman terhadap pengolahan sampah, hal ini menjadi masalah persampahan. Sebagian besar masyarakat sudah mengetahui dampak buruk dari sampah. Zat tersebut termasuk zat penyebab banjir, penyakit, dan bau, zat tersebut dapat merusak kehidupan, namun tidak bisa dibandingkan dengan perilaku masyarakat sendiri. Dengan adanyanya kegiatan pelatihan pemilahan pada kelurahan kenanga ini diharapkan masyarakat dapat sadar akan pentingnya membuang sampah dan memilah-milah sampah yang baik dan benar. Dan juga dapat membuat sampah organik maupun non organik menjadi media pembuatan pupuk. Kata kunci: Pengelolaan sampah,Daur ulang. Pengabdian masyarakat ABSTRACT Garbage is an integral part of human life. Garbage can cause bad smells and flooding if not treated properly. For this reason, it needs serious attention and care. However, lack of understanding of waste management, this has become a waste problem. Most people already know the bad effects of waste, these substances include substances that cause flooding, disease, and odors, these substances can damage life, but cannot be compared with the behavior of the community itself. With this sorting training activity in Kenanga Village, it is hoped that the community will be aware of the importance of disposing of waste and sorting waste properly and And can also make organic and non-organic waste into a medium for making fertilizer. Keywords: Waste management. Recycling. Community service PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Pengelolaan sampah mengacu pada semua kegiatan pengolahan dari timbulan sampah hingga pengolahan akhir. Secara garis besar pengelolaan sampah yaitu pengendalian timbunan sampah, pengumpulan sampah, pemindahan dan pengangkutan, pengolahan dan pembuangan menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Pengelolaan sampah merupakan suatu kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan, meliputi pengurangan dan dalam kegiatannya Pengurangan sampah meliputi pembatasan timbunan sampah, pendaur ulangan sampah, dan pemanfaatan kembali sampah yang telah dibuang. Vol. 1 No. 2 Ae Agustus 2021 Print ISSN: 2774 - 8928 Online ISSN: 2774 - 8510 Kegiatan pengolahan sampah memiliki aspek klasifikasi sampah, melakukan pengangkutan ,pengolahan serta pengolahan akhir. Dalam Pengelolaan sampah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan, membuat lingkungan yang bersih dan asri mewujudkan sampah sebagai sumber daya alternatif dan ramah lingkungan. Berikut ini adalah pengolahan sampah berdasarkan jenisnya yaitu. Sampah Organik sampah organik ini bersifat biodegradable, yaitu dapat diuraikan menjadi senyawa yang lebih sederhana melalui aktivitas mikroorganisme tanah. Pembusukan sampah organik semacam ini akan menghasilkan zat yang kaya akan unsur-unsur yang dibutuhkan tanaman, sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai pupuk organik . Sampah Anorganik Sampah anorganik merupakan jenis sampah yang tidak dapat terurai, seperti wadah kemasan makanan plastik, kertas, mainan plastik, botol dan gelas minuman, kaleng, dll. Jenis limbah ini tidak dapat didegradasi secara alami. Meski begitu, sampah ini bisa dijadikan limbah komersial atau bisa dijual sebagai limbah produk lain, sehingga jika diolah lebih lanjut bisa menghasilkan keuntungan . Sampah B3 Sampah B3 adalah sampah yang berasal dari kegiatan rumah tangga, karena sifat atau konsentrasinya atau kandungannya dapat merusak dan atau mencemari sampah secara langsung maupun tidak langsung sehingga jenis bahan dan atau kemasan yang dikandungnya berbahaya dan atau Bahan Kimia Beracun. Lingkungan dan atau membahayakan kesehatan manusia . Pembuatan sampah untuk dijadikan pupuk/kompos dapat dilakukan dengan konvensional dan penggunaan Effective Microorganism(EM. Pengomposan merupakan proses dekomposisi terkendali terhadap sampah padat organik dalam kondisi ini aerobik . engandung oksige. atau anaerob . anpa oksige. Bahan sampah organik akan diubah hingga menyerupai Kondisi terkendali tersebut . IDENTIFIKASI MASALAH berdasarkan uraian pada latar belakang diatas, maka perlunya diadakan pelatihan ini atas beberapa identifikasi masalah yang ada, yaitu sebagai berikut : kesadaran masyarakat terhadap lingkungan masih kurang sosialisasi pengelolaan masyarakat masih belum merata masyarakat masih membuang sampah sembarangan kurangnya minat masyarakat dalam proses pemilahan sampah RUMUSAN MASALAH Vol. 1 No. 2 Ae Agustus 2021 Print ISSN: 2774 - 8928 Online ISSN: 2774 Ae 8510 Bagaimana cara meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik dan non organik sebagai bahan pembuatan pupuk untuk mencegah banjir pada Kelurahan Kenanga ? TUJUAN KEGIATAN Tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat dengan mengelola sampah rumahan agar dapat diolah menjadi pupuk organik di Kelurahan Kenanga, yaitu adalah sebagai berikut: Untuk mensosialisasikan tentang pengelolaan sampah Untuk meningkatkan minat masyarakat untuk mengelola sampah Untuk menghasilkan pupuk sebagai media tanaman Mencegah terjadinya banjir MANFAAT KEGIATAN Manfaat kegiatan ini yaitu sebagai wadah masyarakat dan mengasah keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah organik dan non organik sebagai media tanaman . METODE PKM Metode pelaksanaan dalam pengabdian kepada masyarakat ini yaitu berupa pelatihan pengelolaan sampah baik itu sampah organik dan non organik . Target dalam pelatihan ini yaitu masyarakat dapat mengetahui bagaimana cara proses mengelola sampah menjadi pupuk organik. di Kelurahan Kenanga dengan tujuan para peserta pelatihan dapat melakukannya secara mandiri agar dapat menanggulangi limbah sampah serta mencegah banjir. Penelitian ini dilakukan dengan penyampaian materi langsung dari narasumber dan melakukan teknis pelatihan : Materi yang disampaikan langsung oleh narasumber dilakukan untuk disosialisasikan kepada peserta yaitu adalah materi pelatihan. Materi pelatihan disajikan agar dapat mudah dipahami peserta dalam mengikuti kegiatan kegiatan ini dilaksanakan hingga acara Adapun yang disampaikan oleh pemateri yaitu pengenalan sampah, jenis-jenis sampah, cara mengelola menjadi pupuk organik ,dan cara mengimplementasikan di lingkungan masyarakat dalam mencegah bencana banjir. Pada kegiatan ini hal pertama yaitu penyampaian informasi yang dilakukan oleh pemateri dan kemudian pelatihan dan yang terakhir yaitu feedback antara peserta dengan narasumber. Pelatihan langsung untuk meningkatkan keterampilan kepada peserta, dari kegiatan ini peserta dapat melakukan penolahan secara langsung secara mandiri, peserta dapat mengembangan apa yang telah diberikan dalam memanfaatkan hasil dari pelatihan ini Dalam pelatihan ini, peserta difasilitasi sarung tangan dan perlengkapan dalam proses mengelola sampah menjadi pupuk, pelatihan peserta diajarkan praktek secara langsung oleh instruktur mulai dari memilah sampah terlebih dahulu kemudian sampah tersebut dicampur ke dalam satu wadah lalu di berikan cairan EM4 untuk mengurai pupuknya, peserta didampingi oleh instruktur hingga proses yang dilakukan telah selesai. Vol. 1 No. 2 Ae Agustus 2021 Print ISSN: 2774 - 8928 Online ISSN: 2774 - 8510 Berikut ini adalah alur pelaksanaan kegiatan yang dapat dilihat dibawah ini : Gambar 1. Bagan Alur Proses Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan Pemilahan Sampah Kelurahan Kenanga Berikut ini adalah proses kegiatan pelatihan ini, yaitu : Mengajukan proposal kepada Lurah Kenanga yaitu Lurah H. Saduni,SE, lalu melakukan pengamatan di wilayah lingkungan Kenanga. Ini dilakukan yaitu dengan cara pendekatan wawancara kepada instruktur dan perwakilan perwakilan untuk mengikuti kegiatan pemilahan sampah di wilayah Kelurahan Kenanga. Hasil dari pendekatan yaitu berupa informasi serta beberapa permasalahan yang masyarakat hadapi. Berdasarkan identifikasi masalah, maka melakukan pemecahan masalah . roblem solvin. seperti kegiatan pemilahan sampah pada Kelurahan Kenanga Sebelum itu, penyelenggara menjelaskan tujuan dari kegiatan ini dan manfaatnya kepada yang bersangkutan. Begitupun dengan Bapak Bambang Irwanto sebagai instruktur pada pemilahan sampah ini. disetujuinya kegiatan pelatihan ini. Selanjutnya , menyusun rangkaian acara dan melaksanakan kegiatan yang telah di susun pada proposal . pelaksanaan kegiatan dapat dilihat pada tabel 1 berikut : Vol. 1 No. 2 Ae Agustus 2021 Print ISSN: 2774 - 8928 Online ISSN: 2774 Ae 8510 Tabel 1. Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan Manfaat Panitia Terbentuk Tersusunnya panitia agar pembagian tugas merata Sesi Dokumentasi Arsip dan dokumentasi Menyusun Daftar Materi Sebagai Penyampaian Dari Inti Pelatihan Ini Sesi Tanya Jawab Sesi Tanya Jawab Agar Peserta Dapat Lebih Memahami Apabila Belum Mengerti Isi Dari Materi. Langkah terakhir yaitu hasil laporan yang telah dilaksanakan. Untuk keberhasilan kegiatan ini yaitu, peserta individu dapat menguasai materi pelatihan mulai dari memilah sampah dan teknis dalam membuat kompos organik sebagai media tanam. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari pertemuan, kegiatan ini berkegiatan pada aula Kelurahan Kenanga kemudian, hari kedua aula Kelurahan Kenanga. Untuk proses kegiatan . dilihat dibawah ini : Tabel 2. Teknis Kegiatan Pelaksanaan Tujuan Terbentuknya Panitia Kegiatan struktur panitia terbentuk yaitu : Instruktur (Bapak Bambang Irwant. dan pemandu pelatihan yaitu para kader Kelurahan Kenanga. Sesi Dokumentasi Yaitu berupa daftar hadir, foto selama kegiatan, laporan hasil kegiatan Membuat Materi Pelatihan Materi dibuat yaitu cara mengelola sampah organik dan non organik, tanya jawab peserta untuk mengajukan Vol. 1 No. 2 Ae Agustus 2021 Print ISSN: 2774 - 8928 Online ISSN: 2774 - 8510 Sesi Tanya Jawab Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat di Kelurahan Kenanga. Berdasarkan respon masyarakat dapat dilihat dari konsentrasi serta pemahaman materi yang cukup baik Materi tentang pemilahan sampah dan teknis dalam pembuatan kompos. Selanjutnya masuk pada sesi tanya jawab yang dilakukan oleh peserta terhadap narasumber beberapa pertanyaan yang diajukan peserta yaitu bagaimana cara melakukan pemilahan sampah yang baik dan benar , bagaimana cara membuat kompos organik yang ramah lingkungan, kemudian cara agar pembuatan kompos rumahan dapat menghasilkan uang. Sesi selanjutnya yaitu melakukan praktik pembuatan kompos oleh salah satu peserta yang dipantau langsung oleh pemateri yaitu Bapak Bambang Irwanto, peserta dengan antusias memperhatikan detail cara memilah sampah yang benar dan cara pembuatan kompos. akhir acara dibagian sertifikat karena telah melakukan pelatihan yang dibagian langsung oleh Lurah Kenanga. Dengan adanya pelatihan ini dapat menambah wawasan para peserta yang dapat mengurangi limbah rumahan serta dapat mencegah banjir dalam melakukan pelatihan ini diharapkan dapat menerapkan hasil pelatihan tersebut di rumah masing masing agar dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat. Pada Gambar 2 laporan kegiatan yang dihadiri oleh Lurah Kenanga yaitu H. Saduni,SE dan pemateri yaitu bapak Bambang Irwanto. Gambar 2. Sambutan Narasumber Pemilahan Sampah di Kelurahan Kenanga Dokumentasi penyampaian materi oleh narasumber yaitu Bapak Bambang Irwanto, di lihat pada Gambar berikut. Vol. 1 No. 2 Ae Agustus 2021 Print ISSN: 2774 - 8928 Online ISSN: 2774 Ae 8510 Gambar 3. Teknis Pembuatan Kompos oleh RT&RW Kenanga sesi tanya jawab dengan peserta dapat dilihat dibawah ini. Gambar 4. tanya jawab peserta dengan narasumber Dan yang terakhir yaitu dokumentasi pembagian sertifikat kepada peserta pelatihan yang diwakili oleh RT dan RW di Kelurahan Kenanga serta dokumentasi foto bersama dengan seluruh peserta pelatihan, dilihat dibawah ini. Gambar 5. Dokumentasi pembagian sertifikat kepada peserta pelatihan Vol. 1 No. 2 Ae Agustus 2021 Print ISSN: 2774 - 8928 Online ISSN: 2774 - 8510 Gambar 6. Dokumentasi foto bersama dengan seluruh peserta HASIL KESIMPULAN Kegiatan ini merupakan bentuk peduli masyarakat. Pelatihan ini diharapkan dapat mengurangi dampak banjir Kenanga untuk meningkatkan produktivitas serta meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya masyarakat Kelurahan Kenanga. Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang. Berikut ini disimpulkan: peserta mampu mengelola sampah rumahan serta mengurangi dampak banjir akibat sampah yang dibuang oleh masyarakat kedalam selokan atau sungai. Pemilahan sampah ini sangat dapat di rumah menggunakan alat alat yang terjangkau. proses pembuatan kompos tidak membutuhkan waktu yang lama sehingga dapat diproses dengan cepat dengan adanya kegiatan ini dapat mensukseskan program pemerintah kota tangerang yaitu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) SARAN Dalam untuk mensukseskan program mengelola sampah ini sebaiknya perlunya tindakan yang kontinyu dari pemerintah serta peran masyarakat mulai dari kerja bakti dan menciptakan bank sampah agar semakin banyaknya sampah yang diolah, maka semakin tercapainya lingkungan yang bersih sehat dan asri. DAFTAR PUSTAKA