E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 DOI: https://doi. org/10. 31933/eej. Received: 02/12/2021. Revised: 26/12/2021. Publish: 02/02/2022 UPAYA PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI PENERAPAN STRATEGI DRTA (DIRECTED READING-THINKING ACTIVITY) PADA KELAS IX 8 MTSN 5 KOTA PADANG HARNEWI B MTsN 5 Kota Padang Email: harnewi90@gmail. Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya minat dan hasil belajar siswa. mengatasi permasalahan tersebut guru menerapkan Strategi DRTA (Directed Reading-Thinking Activit. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX 8 MTsN 5 Kota Padang yang berjumlah 32 orang. Data penelitian diperoleh melaui observasi dan tes hasil belajar. Analisis data dilakukan dengan deskriftif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa : . Strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) dapat meningkatkan minat belajar siswa. pada siklus I siswa yang memiliki minat belajar berjumlah 9% dengan kategori Kurang Berminat, meningkat menjadi 86. 7% dengan kategori Berminat pada siklus II. Penerapan strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus jumlah siswa yang mencapai KKM Setelah dilakukannya perbaikan tindakan pada siklus II terjadi peningkatan hasil belajar siswa. ketuntasan belajar pada siklus II adalah 84. Kata Kunci: minat belajar, hasil belajar. Directed Reading-Thinking Activity PENDAHULUAN Pendidikan merupakan bagian dari integral dalam pembangunan, proses pendidikan tak dapat dipisahkan dalam proses pembangunan itu sendiri. Pembangunan diarahkan dan bertujuan untuk mengembangkan sumber daya yang berkualitas. Manusia yang berkualitas dapat dilihat dari segi pendidikan. Hal ini terkandung dalam tujuan pendidikan Nasional, yang dikemukakan oleh Mustan (Rahim, 2005:. bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan pengembangan manusia seutuhnya. Selain beriman, bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa serta sehat jasmani dan rohani, juga memiliki kemampuan dan keterampilan. Bahasa merupakan alat komunikasi yang paling efektif untuk menyampaikan gagasan, pikiran, maksud dan tujuan kepada orang lain. Selain itu bahasa merupakan salah satu aspek dari kebudayaan. Sebagai salah satu manifestasi kebudayaan, bahasa memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Dalam setiap kebudayaan bahasa merupakan suatu unsur pokok yang terdapat dalam masyarakat. Keanekaragaman bahasa dalam masyarakat, baik dalam cakupan yang luas . , maupun bahasa nasional. Page 71 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Pembelajaran Bahasa Indonesia bertujuan membina dan pengetahuan, keterampilan, dan sikap berkomunikasi yang diperlukan peserta didik dalam menempuh pendidikan, hidup di lingkungan sosial, dan berkecakapan di dunia kerja. Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia secara umum bertujuan agar peserta didik mampu mendengarkan, membaca, memirsa . , berbicara, dan menulis. Pembelajaran bahasa untuk jenjang pendidikan menengah disusun dengan berbasis teks, baik lisan maupun tulis, dengan menempatkan Bahasa Indonesia sebagai wahana untuk mengekspresikan perasaan dan pemikiran. Di dalamnya dijelaskan berbagai cara penyajian perasaan dan pemikiran dalam berbagai macam jenis teks. Pemahaman terhadap jenis, kaidah dan konteks suatu teks ditekankan sehingga memudahkan peserta didik menangkap makna yang terkandung dalam suatu teks maupun menyajikan perasaan dan pemikiran dalam bentuk teks yang sesuai sehingga tujuan penyampaiannya tercapai, apakah untuk menggugah perasaan ataukah untuk memberikan pemahaman. Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks dilaksanakan dengan menerapkan prinsip bahwa . bahasa hendaknya dipandang sebagai teks, bukan semata-mata kumpulan kata atau kaidah kebahasaan, . penggunaan bahasa merupakan proses pemilihan bentuk-bentuk kebahasaan untuk mengungkapkan makna, . bahasa bersifat fungsional, yaitu penggunaan bahasa yang tidak pernah dapat dilepaskan dari konteks karena bentuk bahasa yang digunakan itu mencerminkan ide, sikap, nilai, dan ideologi penggunanya, dan . bahasa merupakan sarana pembentukan kemampuan berpikir manusia. Hasil belajar yang optimal merupakan tujuan utama yang ingin dicapai dalam proses Untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa diperlukan model pembelajaran yang sesuai dengan materi ajar (Syaiful Bahri Djamarah, 2. Ilmu bahasa sebagai bagian dari sastra berkaitan dengan cara mencari tahu dan memahami secara sistematis. Seseorang yang mempelajari ilmu bahasa tidak hanya membutuhkan keterampilan saja, tetapi juga diperlukan proses berfikir untuk memahami, menemukan, dan mengembangkan konsep dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan yang terjadi di kelas IX khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia hasil belajar siswa masih dikatogorikan rendah, karena pada setiap ulangan harian selalu ada siswa yang tidak mencapai KKM. Jika hal ini dibiarkan maka akan berdampak kurang baik. Karena kelas IX harus siap dalam menghadapi Ujian Nasioal, dan Mata pelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang masuk dalam ujian Selain rendahnya hasil belajar siswa, permasalahan lain yang dihadapi adalah rendahnya minat belajar siswa terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Beradasarkan wawancara yang dilakukan guru terhadap beberapa orang siswa diketahui bahwa rendahnya minat belajar siswa terhadap pembelajaran bahasa Indonesia disebabkan oleh salah satu diantaranya adalah pemilihan metoda mengajar yang selama ini dilakukan menimbulkan Guru hanya mengajar dengan metode ceramah dan mengerjakan latihan-latihan Untuk itu guru terus berusaha menemukan solusi yang terbaik dalam mengatasi permasalahan tersebut. Solusi yang diterapkan guru adalah dengan menerapakan strategi DRTA (Directed Reading-Thinking Activit. Strategi DRTA (Directed Reading Thinking Activit. merupakan strategi yang memfokuskan siswa terhadap teks, sehingga siswa dapat memprediksi isi dari cerita dengan membuktikannya ketika membaca. Directed Reading Thinking Activity. Strategi Directed Reading Thinking Activity memfokuskan keterlibatan siswa dengan teks, karena siswa memprediksi dan membuktikannya ketika mereka membaca, dalam strategi ini guru berperan sebagai pemandu atau pembimbing siswa. Menurut Stauffer strategi Directed Reading Thinking Activity merupakan strategi pembelajaran dimana guru melatih konsentrasi siswa dengan melibatkan siswa secara intelektual seperti mendorong Page 72 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 siswa merumuskan pertanyaan dan hipotesis dan memproses informasi. Tujuan penggunaan strategi ini adalah untuk melatih siswa berkonsentrasi guna memahami isi bacaan secara Penerapan teknik pembelajaran yang tepat diharapkan dapat mengatasi rendahnya hasil belajar siswa dengan menciptakan suasana yang menyebabkan siswa termotivasi dan aktif dan berminat dalam belajar. Jika siswa aktif, maka diharapkan hasil belajar siswa dapat meningkat dan juga agar pembelajaran Bahasa Indonesia lebih diminati oleh siswa . RUMUSAN MASALAH Berdasarkan paparan latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini Bagaimana upaya peningkatan minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui penerapan Strategi DRTA (Directed Reading-Thinking Activit. pada kelas IX 8 MTsN 5 Kota Padang Bagaimana upaya peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui penerapan Strategi DRTA (Directed Reading-Thinking Activit. pada kelas IX 8 MTsN 5 Kota Padang METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian Tindakan Kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh Tempat Dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di MTsN 5 Kota Padang yang berlokasi di Jalan Raya Kuranji No. Kuranji. Kec. Kuranji. Kota Padang. Sumatera Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2019. Desain Penelitian Tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan model penelitian yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc teggart . , dengan prosedur penelitian sebagai Page 73 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Perencanaan Menyusun rencana pelaksanaan Menyiapkan media pembelajaran Menyusun pedoman observasi. Menyusun alat evaluasi siswa. Tindakan Tahap yang dilakukan antara lain melaksanakan tindakan sesuai scenario dan RPP yang telah dirancang. Langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA). Observasi Observasi dilakukan oleh guru untuk melihat aktivitas belajar siswa selama pembelajaran Alat yang digunakan untuk observasi adalah lembar cek lis yang digunakan untuk mengamati aktivitas belajar siswa. Aspek yang dipantau dalam kegiatan observasi adalah : Perasaan Senang Keterlibatan Siswa Ketertarikan Perhatian Siswa Refleksi Refleksi dilakukan pada setiap akhir siklus untuk menentukan langkah-langkah Pada akhir siklus dilakukan evaluasi terhadap minat belajar siswa, evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat keberhasilan tindakan yang Teknik Analisa Data Teknik analisa data dilakukan dengan cara deskriftif kualitatif dengan teknik Penyajian data dilakukan dengan tahap sebagai berikut . Penyajian data, . Persentase, . Penyimpulan. Indikator keberhasilan apa bila Ou75% siswa mencapai KKM. KKM Bahasa Indonesia adalah 80 Ou75 % siswa memiliki minat pada pembelajaran Bahasa Indonesia dengan kategori AuberminatAy Tabel 3. Rentang Kategori Kategori Rentang skor Sangat berminat Kurang berminat O70 HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada materi Teks tanggapan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Masing-masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Pengamatan terhadap minat belajar siswa dilakukan dari kedua siklus dengan menggunakan daftar cek list. Sedangkan hasil belajar diukur dengan memberikan soal esay pada setiap akhir siklusnya. pelaksanaan penelitian dijanarkan pada siklus-siklus dibawah ini : Page 74 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Siklus I Tahap yang dilakukan antara lain melaksanakan tindakan sesuai scenario dan RPP yang telah dirancang. Pembelajaran bahasa Indonesia dilaksanakan dengan langkah-langkah: Guru membuka kelas dengan salam dan doa . Guru menyebutkan KD dan indicator pencapaian . Guru menjelaskan materi secara singkat . Guru menugaskan siswa membaca teks yang sudah ditugaskan sebelumnya oleh Kegiatan inti dari strategi DRTA dilakukan dengan langkah : Guru mempersiapkan teks yang akan dibaca . Siswa belajar untuk memprediksi apa yang akan mereka baca berdasarkan pada petunjuk yang tersedia di dalam teks, dengan membaca sekilas. Siswa belajar untuk membuat pertanyaan tentang apa yang akan mereka baca dan untuk mengatur prediksi sebelum kegiatan membaca dimulai. Langkah berikutnya adalah membaca. Siswa diminta untuk membaca teks dalam hati untuk memverifikasi keakuratan prediksi mereka. Beberapa prediksi mereka akan ditolak dan beberapa akan diterima setelah membaca lebih lanjut. Tidak ada prediksi yang benar atau salah, hanya beberapa prediksi dinilai kurang akurat dibandingkan yang lain. Membuktikan Selama langkah ini, siswa membaca kembali teks agar mereka dapat memverifikasi prediksi mereka. Siswa memverifikasi keakuratan prediksi mereka dengan menemukan pernyataan dalam teks dan membacanya secara lisan dalam setelah itu siswa Menyusun teks tanggapan. Guru berfungsi sebagai pembimbing, penyaring, dan memperdalam bacaan atau proses berfikir. Langkah ini telah dibangun pada tahap-tahap sebelumnya, dimana siswa membuat prediksi dan membaca untuk menemukan bukti. Pada langkah ini, siswa akan mengkonfirmasi atau merevisi prediksi mereka. Pelaporan Langkah terakhir adalah siswa menyusun teks tanggapan terhadap karya orang lain yang sudah disediakan guru tentang. Refleksi siklus I Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada siklus I, pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan strategi DRTA pada teks tanggapan berlangsung dengan baik, siswa terlihat serius dan tekun dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. pada saat pembelajaran berlangsung terdapat beberapa orang siswa yang yang mengalami kesulitan dalam teks tanggapan. Selain itu juga siswa masih mengalami kesulitan dalam menganalisis sistematika dan kebahasaan pada teks yang dibacanya. Kelemahan lain yang ditemui pada siklus I adalah siswa menghabiskan waktu terlalu lala untuk membaca teks yang telah disediakan. Sehingga tugas yang diberikan diakhir tidak dapat selesai tepat waktu. Berdasarkan hasil refleksi inilah yang nantinya dijadikan dasar perbaikan pada siklus berikutnya. Siklus II Kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada siklus II apada dasarnya adalah sama dengan siklu sebelumnya. Pada siklus II guru melakukan beberapa perbaikan tindakan pembelajaran diantaranya : Page 75 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Guru memberikan bimbingan baik secara individual maupun secara klasikal bagaimana menyusun teks tanggapan yang baik Guru memberikan lembar kerja agar memudahkan siswa Menyusun teks Refleksi siklus II Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada siklus II, secara klasikal berjalan dengan baik. Melalui kegiatan membaca terjadi peningkatan pada kemampuan siswa dalam meyusun teks tanggapan Pada siklus II siswa mampu menyusun teks dengan baik begitu juga dengan indicator-indikator lain yang menjadi indicator penilaian dalam penelitian ini. Pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan strategi DRTA dapat membantu siswa untuk memperoleh gambaran keseluruhan dari suatu materi yang sudah dibacanya, sehingga hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Penerapan strategi DRTA pada pembelajaran bahasa Indonesia dapat meningkatkan minat belajar siswa. Hasil penelitian pada aspek minat belajar siswa Data minat belajar siswa diperoleh melalui pengamatan yang dilakukan pada saat pembelajaran dilaksanakan. Pengamatan dilakukan menggunakan daftar ceklist. Hasil pengamatan terhadap minat belajar siswa dapat dilihat pada tabel-tabel dibawah ini : Tabel 4. Minat belajar siswa siklus I SAMPEL Sample 1 Sample 2 Sample 3 Sample 4 Sample 5 Sample 6 Sample 7 Sample 8 Sample 9 Sample 10 Sample 11 Sample 12 Sample 13 Sample 14 Sample 15 Sample 16 Sample 17 Sample 18 Sample 19 Sample 20 Sample 21 Sample 22 Sample 23 Sample 24 Indikator Oo Page 76 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Sample 25 Sample 26 Sample 27 Sample 28 Sample 29 Sample 30 Sample 31 Sample 32 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Tabel 4. Minat belajar siswa siklus II SAMPEL Sample 1 Sample 2 Sample 3 Sample 4 Sample 5 Sample 6 Sample 7 Sample 8 Sample 9 Sample 10 Sample 11 Sample 12 Sample 13 Sample 14 Sample 15 Sample 16 Sample 17 Sample 18 Sample 19 Sample 20 Sample 21 Sample 22 Sample 23 Sample 24 Sample 25 Sample 26 Sample 27 Sample 28 Sample 29 Sample 30 Sample 31 Sample 32 Indikator Oo Page 77 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Tabel 4. Perbandingan minat belajar siswa siklus I dan II Siklus I Siklus II No Indikator 1 Perasaan senang 2 Keterlibatan 3 Ketertarikan 4 Perhatian Rerata 67,96 86,71 Data diatas menunjukan bahwa pada siklus I siswa yang memiliki minat pada pembelajaran bahasa Indonesia yaitu 67. atau dikategorikan kurang berminat. Siswa yang merasa senang denga pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan strategi DRTA adalah 68. keterlibatan siswa dalam pembelajaran adalah 65. Siswa yang tertarik dengan penerapan model ini berjumlah 78. 1% dan perhatian siswa terhadap pembelajaran adalah 59. Indikator keberhasilan yaitu Ou75% memiliki minat belajar belum Setelah dilakukan perbaikan tindakan pada siklus II terjadi peningkatah minat belajar Pada sisklus II siswa yang terlihat memiliki minat belajar berjumlah 86. 71% atau dikategorikan berminat. Siswa yang merasa senang denga pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan strategi DRTA adalah 90. keterlibatan siswa dalam pembelajaran Siswa yang tertarik dengan penerapan model ini berjumlah 87. perhatian siswa terhadap pembelajaran adalah 87. Indikaor keberhasilan yaitu Ou75% memiliki minat belajar telah tercapai apad siklus II. Peningkatan minat belajar siswa digambarkan pada diagram dibawah ini : Peningkatan Minat Belajar Perhatian Ketertarikan Keterlibatan Perasaan Senang Siklus I Siklus II Perasaan Senang Keterlibatan Ketertarikan Perhatian Secara empiris, kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran DRTA terasa lebih nyaman, rileks dan berkosentrasi dalam memahami bacaan, siswa merasa tidak cepat jenuh, mampu meningkatkan fungsi otak kerja dalam merespon informasi. Selain itu dengan menerapkan suatu strategi pembelajaran yang tepat, mampu mengkondisikan siswa siap untuk belajar, membuat kondisi tubuh lebih segar akibat aktivitas belajar yang menyenangkan. Dengan adanya senang pada diri siswa dan rasa siap untuk Page 78 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 belajar, merupakan dasar untuk mengoptimalkan kemampuan siswa untuk meraih prestasi Hasil penelitian apad aspek hasil belajar siswa. Data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes yang dilakukan Pada setiap akhir Tes menggunakan soal esai sebanyak lima soal. Hasil belajar kedua siklus dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 4. Hasil belajar siklus I SAMPEL Sample 1 Sample 2 Sample 3 Sample 4 Sample 5 Sample 6 Sample 7 Sample 8 Sample 9 Sample 10 Sample 11 Sample 12 Sample 13 Sample 14 Sample 15 Sample 16 Sample 17 Sample 18 Sample 19 Sample 20 Sample 21 Sample 22 Sample 23 Sample 24 Sample 25 Sample 26 Sample 27 Sample 28 Sample 29 Sample 30 Sample 31 Sample 32 Soal No Nilai Page 79 Ket Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Tidak mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Tidak mencapai KKM Mencapai KKM Tidak mencapai KKM Mencapai KKM Tidak mencapai KKM Mencapai KKM Tidak mencapai KKM Mencapai KKM Tidak mencapai KKM Tidak mencapai KKM Mencapai KKM Tidak mencapai KKM Mencapai KKM Tidak mencapai KKM Mencapai KKM Tidak mencapai KKM Mencapai KKM Tidak mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Tidak mencapai KKM Tidak mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Tabel 4. Hasil belajar siklus II SAMPEL Sample 1 Sample 2 Sample 3 Sample 4 Sample 5 Sample 6 Sample 7 Sample 8 Sample 9 Sample 10 Sample 11 Sample 12 Sample 13 Sample 14 Sample 15 Sample 16 Sample 17 Sample 18 Sample 19 Sample 20 Sample 21 Sample 22 Sample 23 Sample 24 Sample 25 Sample 26 Sample 27 Sample 28 Sample 29 Sample 30 Sample 31 Sample 32 Soal no Nilai Ket Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Tidak mencapai KKM Mencapai KKM Tidak mencapai KKM Mencapai KKM Tidak mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Tidak mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Tidak mencapai KKM Mencapai KKM Tabel 4. Distribusi Frekuensi hasil belajar siklus I dan II Kategori Jumlah siswa mencapai KKM Persentase Rerata Nilai Terendah Page 80 Siklus I Siklus II 59,4% 84,4% 83,09 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Nilai Tertinggi Berdasarkan tabel diatas, pada siklus I siswa yang mencapai KKM berjumlah 19 orang atau 59. indicator pencapaian Ou 75% siswa mencapai KKM belum tercapai pada. Pada siklus I rata-rata kelas adalah 77. 4 dengan nilai tertinggi adalah 84 dan nilai terendah Secara klasikal keberhasilan belum tercapai pada siklus I. Pada siklus II terjadi peningkatan hasil belajar siswa. pada siklus II siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 27 orang arau 84. 4% dari keseluruhan jumlah siswa. tertinggi adalah 98dan nilai terendah adalah 69. Rata-rata kelas meningkat menjadi 83. Keberhasilan penelitian ini menguatkan bahwa penerapan Strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas IX MTsN 5 Kota Padang. Peningkatan hasil belajar siswa digambarkan pada siagram dibawah ini : Pembahasan Peningkatan minat dan hasil belajar yang telah diuraikan diatas sangat dipengaruhi oleh pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran melalui penerapan strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA). Proses pembelajaran yang mendorong siswa berpikir dalam berbagai perspektif. Selain itu, strategi ini merupakan suatu cara untuk merangsang siswa mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang berbagai isu kompleks. Melalui prediksi tentunya siswa akan lebih tertarik dan aktif dalam menemukan informasi dari bahan bacaan tersebut. Guru perlu memilih strategi pembelajaran yang tepat untuk diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Hal tersebut akan memudahkan siswa untuk memahami materi yang disampaikan oleh guru. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaranyang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada daya tarik baginya. Ia segan-segan untuk belajar, ia tidak memperoleh kepuasan dari pelajaran itu. Bahan pelajaran yang menarik minat siswa lebih mudah untuk dipelajari (Slameto, 2010: . Selanjutnya menurut Syah . 3: . minat dapat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa dalam bidang studi tertentu. Misalnya seorang siswa menaruh minat besar terhadap matematika akan memusatkan perhatiannya lebih banyak dari pada siswa lain sehingga memungkinkan siswa tersebut belajar lebih giat dan akhirnya mencapai prestasi yang diinginkan. Minat ada hubungannya dengan belajar. Dalam pengajaran, minat siswa harus diberikan perhatian penuh. Karena minat menyebabkan mata pelajaran bermakna bagi siswa (Mursell, 2006: . Menurut Djamarah . 1: . minat besar pengaruhnya terhadap aktivitas belajar. Siswa yang berminat terhadap suatu mata pelajaran akan Page 81 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, karena ada daya tarik baginya. Siswa mudah menghapal pelajaran yang menarik minatnya. Proses belajar akan berjalan lancar bila disertai Minat merupakan aspek psikis yang juga besar pengaruhnya terhadap pencapaian prestasi belajar. Minat dapat timbul karena daya tarik dari luar dan juga datang dari hati sanubari. Minat yang besar terhadap sesuatu merupakan modal yang besar untuk mencapai tujuan. Timbulnya minat belajar disebabkan berbagai hal, antara lain karena keinginan yang kuat untuk menaikan martabat atau memperoleh pekerjaan yang baik serta ingin hidup senang dan bahagia. Minat belajar yang besar cenderung menghasilkan prestasi yang tinggi, sebaliknya minat belajar kurang akan menghasilkan prestasi yang rendah (Dalyono, 2012: 56- . Susanto . 3: . minat merupakan faktor yang sangat penting dalam kegiatan belajar siswa. Suatu kegiatan belajar yang dilakukan tidak sesuai dengan minat siswa akan memungkinkan berpengaruh negatif terhadap hasil belajar siswa yang bersangkutan. Didukung oleh penelitian Ekawati . berdasarkan hasil penelitian bahwa minat belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Belajar dengan minat akan mendorong siswa belajar lebih baik. Minat ini timbul apabila siswa tertarik akan sesuatu karena sesuai dengan kebutuhannya atau merasa bahwa sesuatu yang akan dipelajari dirasakan bermakna bagi dirinya (Hamalik, 2015: . Djamarah . 1: . minat mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa. Tidak banyak yang dapat diharapkan untuk menghasilkan prestasi belajar yang baik dari seorang anak yang tidak berminat untuk mempelajari sesuatu. Fungsi minat dalam belajar lebih besar sebagai motivating force, yaitu sebagai kekuatan yang mendorong siswa untuk belajar. Siswa yang berminat pada pelajaran akan tampak terdorong terus untuk tekun belajar, berbeda dengan siswa yang sikapnya hanya menerima pelajaran, berbeda dengan siswa yang sikapnya hanya menerima pelajaran. Mereka hanya tergerak untuk mau belajar, tetapi sulit untuk terus tekun karena tidak ada pendorongnya. Oleh sebab itu, untuk memperoleh hasil belajar yang baik, seorang siswa harus mempunyai minat terhadap pelajaran sehingga akan mendorong ia untuk terus belajar (Kompri, 2015: 269. Minat merupakan suatu sifat yang relatif tetap dalam diri seseorang. Minat besar sekali pengaruhnya terhadap belajar sebab dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya, tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan Misalnya seorang anak menaruh minat terhadap bidang kesenian, maka ia akan berusaha untuk mengetahui lebih banyak tentang kesenian. James . minat siswa merupakan faktor utama yang menentukan derajat keaktifan belajar siswa. Jadi, efektif merupakan faktor yang menentukan keterlibatan siswa secara aktif dalam belajar (Usman, 2010: . Minat besar pengaruhnya terhadap aktivitas belajar. Siswa yang berminat terhadap suatu mata pelajaran akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, karena ada daya tarik baginya. Siswa mudah menghapal pelajaran yang menarik minatnya. Proses belajar akan berjalan lancar bila disertai minat (Djamarah, 2011:. Kegiatan belajar yang didasari dengan penuh minat akan lebih mendorong siswa belajar lebih baik sehingga akan meningkatkan hasil belajar. Minat belajar ini akan muncul jika siswa merasa tertarik terhadap berbagai hal yang aka dipelajari, atau jika siswa tersebut menyadari kaitan hal-hal yang akan dipelajarinya tersebut terhadap pertumbuhan dan perkembangan pribadinya Hamalik, 2009: 110- . Tidak adanya minat seseorang siswa terhadap suatu pelajaran akan timbul kesulitan belajar. Belajar yang tidak ada minatnya mungkin tidak sesuai dengan bakatnya, tidak sesuai dengan kebutuhan, tidak sesuai dengan kecakapan, tidak Page 82 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 sesuai dengan tipe-tipe khusus siswa. Karena itu, pelajaran pun tidak pernah terjadi proses dalam otak, akibatnya timbul kesulitan. Ada tidaknya minat terhadap sesuatu pelajaran dapat dilihat dari cara anak mengikuti pelajaran dan lengkap tidaknya catatan dalam pelajaran itu (Dalyono, 2012: . Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan keberhasilan dalam belajar tidak lepas dari adanya minat belajar Minat belajar memiliki hubungan dengan hasil belajar. Siswa yang berminat terhadap suatu mata pelajaran akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, karena ada daya tarik baginya, sehingga memungkinkan siswa untuk belajar lebih giat dan dapat mempengaruhi pencapaian hasil belajar yang maksimal. KESIMPULAN Kesimpulan Strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) dapat meningkatkan minat belajar siswa. pada siklus I siswa yang memiliki minat belajar berjumlah 67. dengan kategori Kurang Berminat, meningkat menjadi 86. 7% dengan kategori Berminat pada siklus II Penerapan strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus jumlah siswa yang mencapai KKM Setelah dilakukannya perbaikan tindakan pada siklus II terjadi peningkatan hasil belajar siswa. ketuntasan belajar pada siklus II adalah 84. Saran Dalam proses pembelajaran guru sebaiknya menggunakan strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA). Sehingga siswa berpikir kritis dan mampu meningkatkan kemampuan membacanya Bagi siswa hendaknya aktif, kritis dan memperhatikan dalam mengikuti pembelajaran di sekolah dan sering membaca untuk memahami dan menemukan informasi dan gagasan utama dalam teks bacaan. DAFTAR PUSTAKA