P- ISSN: 2527-5798. E-ISSN: 2580-7633 Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Vol. No. Januari-Juni 2022 HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN KEPATUHAN PELAKSANAAN PEMBERIAN OBAT ORAL DI RUANG RAWAT INAP RSUD TAMIANG LAYANG Septi Machelia Champaca Nursery1. Theresia Jamini2 STIKES Suaka Insan Banjarmasin Email: septi01nursery@gmail. Abstract Nurses have a collaborative function in administering medicines to patients. Nurses are involved in the drug administration phase and play a key role in preventing errors in drug delivery collaboration by implementing patient safety goals at the drug administration phase according to the seven right principles in drug administration. 4 out of 5 nurses admitted that they did not have time to explain the benefits of the drug, and nurses also did not wait for the patient to take the medication. Some medicines are still in the hands of the patient and not well prepared by the nurse. The lack of motivation of nurses causes a lack of discipline in administering oral drugs based on Standard Operating Procedures (SPO). The purpose of this study was to identify the relationship between nurses' motivation and adherence to oral medication administration in the inpatient room at Tamiang Layang Hospital. The method of this research was a Cross Sectional approach. The validity of the questionnaire was tested using Pearson Product Moment and reliability test was done using Alpha Cronbach. Frequency distribution and percentage of each independent variable and dependent variable was used to presented univariate analysis. Bivariate analysis was done by Spearman Rank. The results of the univariate analysis showed that the motivation and compliance of nurses in giving oral drugs were in good categories. Bivariate analysis p value = 0. 582 > 0. 05 indicates Ha is rejected so that the hypothesis in this study is not fulfilled. This means that there was no significant relationship between the motivation of nurses and adherence to the administration of oral drugs in the inpatient room at Tamiang Layang Hospital. Nurses can maintain compliance in the administration of oral drugs and hospitals by providing positive reinforcement on the performance of nurses by evaluating the performance of nurses. The implication of this study is to assess the motivation of nurses in implementing medication adherence so that it is expected to reduce the number of unexpected events . edication error. in hospitals. Keywords: Compliance. Implementation of Oral Drug Administration. Nurse. Motivation. Abstrak Perawat memiliki fungsi kolaboratif dalam pemberian obat-obatan bagi pasien. Perawat terlibat dalam tahap administrasi obat dan memainkan peran kunci dalam mencegah kesalahan dalam kolaborasi pemberian obat dengan menerapkan sasaran keselamatan pasien pada tahap administrasi obat sesuai dengan prinsip tujuh benar dalam pemberian obat. 4 dari 5 perawat mengakui bahwa mereka tidak sempat menjelaskan manfaat dari obat, dan perawat juga tidak menunggui pasien untuk meminum obatnya. Beberapa obat ada yang masih dipegang oleh pasien dan tidak disiapkan oleh perawat. Motivasi perawat yang kurang menyebabkan kurangnya disiplin perawat dalam pelaksanaan pemberian obat oral yang berdasarkan Standar Prosedur Operasional (SPO). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan motivasi perawat dengan kepatuhan pelaksanaan pemberian obat oral di ruang rawat inap RSUD Tamiang Layang. Metode dari penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Uji validitas kuesioner menggunakan Pearson Product Moment dan Uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase dari tiap variabel bebas dan variabel terikat. Analisis bivariat dengan Spearman Rank. Hasil dari analisis univariat menunjukkan motivasi maupun kepatuhan perawat dalam pemberian obat oral dengan kategori baik. Analisis bivariat p value = 0,582 > 0,05 menunjukkan Ha ditolak sehingga hipotesis dalam penelitian ini tidak terpenuhi. Artinya, tidak ada hubungan signifikan antara motivasi perawat dengan kepatuhan pelaksanan pemberian obat oral di ruang rawat inap RSUD Tamiang Layang. Perawat dapat mempertahankan kepatuhan dalam pelaksanaan pemberian obat oral dan rumah sakit dengan memberikan reinforcement positive terhadap kinerja perawat dengan melakukan evaluasi performance perawat. Adapun implikasi penelitian ini adalah untuk menilai motivasi perawat dalam pelaksanaan kepatuhan permberian obat sehingga diharapkan menurunkan angka kejadian yang tidak diharapkan . edication erro. di rumah sakit. Kata Kunci: Kepatuhan. Motivasi. Pelaksanaan Pemberian Obat Oral. Perawat. LATAR BELAKANG Perawat adalah salah satu tenaga kesehatan yang keperawatan yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia, telah teregister dan diberi kewenangan untuk melaksanakan praktik keperawatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Perawat memiliki berbagai peran dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan hak dan kewenangannya (Asmadi, 2. Peran tersebut diantaranya sebagai pemberi asuhan keperawatan, pembuat keputusan klinis, pelindung dan advocate klien, manajer kasus. P- ISSN: 2527-5798. E-ISSN: 2580-7633 Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Vol. No. Januari-Juni 2022 rehabilitator, pemberi kenyamanan, komunikator, penyuluh dan pendidik, kolaborator (Potter, 2. Perawat memiliki beberapa fungsi dalam menjalankan perannya. Fungsi tersebut antara lain fungsi keperawatan mandiri . , fungsi ketergantungan . , fungsi kolaboratif . Perawat tidak dapat memberikan pelayanan secara mandiri, tetapi bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain untuk mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi klien. Salah satu pelayanan kesehatan yang berupa fungsi kolaboratif adalah pelayanan dalam pemberian obat-obatan bagi Selain itu diperlukan juga fungsi independent karena dalam memberikan obat, perawat memiliki tanggung jawab dan tanggung gugat, sehingga perawat harus mematuhi standar prosedur operasional (SPO) tetap dalam pemberian obat, dan mematuhi prinsip benar yang menjadi pedoman dalam pemberian obat dengan tujuan agar aman bagi pasien. Perawat dalam memberikan obat juga harus memperhatikan resep yang harus tepat, hitungan yang tepat pada dosis yang diberikan sesuai resep dan salah satunya menggunakan prinsip 12 benar (Utami et al. , 2. Saat ini RSUD Tamiang Layang menggunakan prinsip 7 benar dalam pemberian obat berdasarkan SPO RSUD Tamiang Layang yang terbentuk pada tanggal 1 Juni 2017 dengan Nomor Dokumen 441/32/VI/SKP/2017 pada halaman 1. Prinsip 7 benar obat tersebut terdiri dari prinsip tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, tepat Pelaksanaan pemberian obat di rumah sakit ini dilakukan dengan cara setelah dilakukan pengecekan obat, obat tersebut akan diberikan kepada pasien, namun 4 dari 5 perawat mengakui bahwa mereka tidak sempat menjelaskan manfaat dari obat dan perawat juga tidak menunggui pasien untuk meminum obatnya, beberapa obat ada yang masih dipegang oleh pasien dan tidak disiapkan oleh Secara tidak langsung hal ini menjelaskan bahwa prinsip benar obat tidak dapat terealisasi dengan baik dan tidak dapat dijamin ketepatannya. Studi pendahuluan yang dilakukan kepada 10 orang perawat di ruang rawat inap menunjukkan 7 orang perawat diantaranya tidak memperhatikan prinsip 7 benar dalam pemberian obat dengan alasan keinginan untuk melaksanakan 7 benar obat yang Hasil wawancara yang dilakukan menunjukan bahwa 28,57% perawat melaporkan kurangnya kepedulian . perawat terhadap pasien, 14,28% karena kurangnya penghargaan atas pekerjaan yang dilakukan, 14,28% karena sudah merasa tidak nyaman dengan lingkungannya bekerja, 28,57% karena tidak pernah mendapatkan pelatihan serta 14,28% karena pembayaran gaji sering tidak tepat waktu sehingga menurunkan kinerja perawat itu sendiri dalam melakukan tindakan perawatan sehari-hari. Tidak hanya itu saja, kurangnya pemantauan . dari kepala ruangan menyebabkan kurang disiplinnya perawat dalam menerapkan 7 benar dalam pemberian obat. Motivasi perawat yang kurang inilah menyebabkan kurangnya disiplin perawat dalam pelaksanaan pemberian obat oral yang berdasarkan SPO. Studi menunjukkan bahwa ada pengaruh positif antara motivasi dengan kinerja perawat. Motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat. Adapun nilai Standardized Coefficients Beta bertanda positif . , maka dapat disimpulkan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat. Artinya, semakin tinggi motivasi perawat, maka kinerja perawat akan Demikian sebaliknya semakin rendah motivasi perawat, maka kinerja perawat akan semakin menurun (Manajemen et al. , 2. Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik untuk mengambil masalah penelitian dengan judul AuHubungan motivasi perawat dengan kepatuhan pelaksanaan pemberian obat oral di ruang rawat inap RSUD Tamiang Layang. METODOLOGI Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. yang menggunakan rancangan penelitian crosectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei Ae Agustus 2019 di Rumah Sakit Umum Daerah Tamiang Layang, bertempat di instalasi rawat inap yaitu ruang Aster, ruang Mawar, ruang ICU Edelweis, ruang Bougenvile, ruang Anggrek, ruang Melati dan ruang Asoka. Populasi penelitian adalah semua perawat pelaksana yang melakukan pemberian obat oral yang bekerja di tujuh instalasi rawat inap di RSUD Tamiang Layang sebanyak 75 orang perawat. Sampel sebanyak 43 orang yang diambil menggunakan metode simple random Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen yaitu motivasi perawat dan pemberian obat oral. Instrumen atau alat pengumpul data yang digunakan berupa kuesioner yang berisi 28 item pernyataan yang diperlukan dan lembar observasi kepatuhan pelaksanaan pemberian obat oral yang berisi 14 tindakan untuk dinilai. Setiap langkah dari tindakan tersebut di adopsi dari SOP pemberian obat dengan 7 prinsip benar obat dari RSUD Tamiang Layang. Uji validitas kuesioner menggunakan Pearson Product Moment dan Uji reliabelitas menggunakan Alpha Cronbach. Dari 28 pernyataan terdapat 21 pernyataan yang valid dengan r hitung Ou 0,359. P- ISSN: 2527-5798. E-ISSN: 2580-7633 Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Vol. No. Januari-Juni 2022 Adapun nilai uji reliabelitas kuesioner adalah 0,706 dimana kuesioner ini menunjukkan tingkat kehandalan yang baik. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Umur Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Tamiang Layang Penelitian ini dibantu dengan 2 orang asisten peneliti yang sebelumnya telah dilakukan uji kesepakatan (Uji Kapp. Hasil uji koefisien kappa didapatkan nilai koefisien Kappa asisten peneliti 1 = 1,000 sedangkan nilai koefisien Kappa asisten peneliti 2 = 1,000. Nilai-nilai tersebut > 0,06, sehingga terdapat kesamaan persepsi antara peneliti dengan asisten Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa perawat di ruang rawat inap RSUD Tamiang Layang sebagian memiliki umur dengan kategori dewasa awal . -60 tahu. yaitu sebanyak 22 orang . ,2%). HASIL PENELITIAN Tabel 4. Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Tamiang Layang Karakteristik responden dalam penelitian ini terdiri dari distribusi frekuensi tingkat pendidikan, masa kerja, umur responden, jenis kelamin dan pelatihan yang diikuti selama 2 tahun terakhir. Karakteristik responden dapat dilihat dari tabel di bawah ini: Tabel 1. Distribusi Frekuensi Tingkat Pendidikan Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Tamiang Layang Tahun Berdasarkan tabel 4 menunjukkan bahwa perawat di ruang rawat inap RSUD Tamiang Layang sebagian besar adalah perempuan yaitu sebanyak 28 orang . ,1%). Tabel 5. Distribusi Frekuensi Pelatihan Perawat 2 Tahun Terakhir diRuang Rawat Inap RSUD Tamiang Layang Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa tingkat pendidikan perawat di ruang rawat inap RSUD Tamiang Layang sebagian besar adalah D3 Keperawatan yaitu sebanyak 29 orang . ,4%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Masa Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Tamiang Layang Berdasarkan tabel 5 menunjukkan bahwa perawat di ruang rawat inap RSUD Tamiang Layang sebagian besar tidak ada mengikuti pelatihan apapun selama 2 tahun terakhir yaitu sebanyak 43 orang . %). Analisa Univariat Tabel 6. Distribusi Frekuensi Total Nilai Motivasi Tingkat Motivasi Perawat RSUD Tamiang Layang Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa perawat di ruang rawat inap RSUD Tamiang Layang sebagian besar memiliki masa kerja dengan kategori lama (>3 tahu. yaitu sebanyak 41 orang . ,3%). Dalam tabel 6 terlihat bahwa seluruh responden . %) memiliki motivasi yang Baik. Dalam tabel 6 terlihat bahwa seluruh responden . %) memiliki motivasi yang baik. P- ISSN: 2527-5798. E-ISSN: 2580-7633 Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Vol. No. Januari-Juni 2022 Tabel 7. Distribusi Frekuensi Tingkat Kepatuhan Perawat RSUD Tamiang Layang Analisis bivariat digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara dua variabel dan untuk mengetahui arah hubungan yang terjadi. Koefisien korelasi sederhana menunjukkan seberapa besar hubungan yang terjadi antara dua variabel. Dalam melakukan analisis bivariat, penelitian ini menggunakan metode Spearman Correlation yang cocok untuk data berskala ordinal. Berikut adalah hasil analisis terhadap tiap variabel Motivasi Perawat Kepatuhan Pelaksanaan Pemberian Obat Oral di Ruang Rawat Inap RSUD Tamiang Layang. Tabel 8. Hasil Analisis Bivariat Berdasarkan output di atas diketahui bahwa N atau jumlah data penelitian adalah 43. Angka signifikansi hasil riset adalah 0,582> 0,05 maka hubungan kedua variabel tidak signifikan. PEMBAHASAN Pada analisis univariat, penelitian ini membahas mengenai gambaran umum dari variabel motivasi melaksanakan 7 prinsip benar pemberian obat oral. Pada motivasi perawat persentase tertinggi dalam variabel ini ditemukan pada aspek prestasi dan kualitas supervisi, yaitu sebesar 100%. Tidak satupun aspek tergolong ke dalam kategori kurang. Semua aspek dari variabel motivasi perawat masuk dalam kategori baik. Meski demikian, ada tiga aspek yang memiliki persentase kurang. Aspek tersebut adalah pengembangan potensi individu, gaji dan tunjangan, serta kebijaksanaan dan administrasi. Hal ini sejalan dengan penelitian (Putriana et al. , 2. yang menunjukkan bahwa dari 46 responden perawat di ruang IRNA Utama RSUD Arifin Achmad Pekanbaru mayoritas responden memiliki motivasi kerja yang tinggi dalam melaksanakan prinsip benar obat yaitu sebanyak 25 responden . ,4%). Tentunya, motivasi yang baik ini diharapkan dapat membuat perawat semakin baik dalam melakukan kinerja . Motivasi yang baik didominasi oleh perawat dengan masa kerja lama . ebih 3 tahu. Perawat dengan masa kerja lama memiliki motivasi yang tinggi dalam melakukan pekerjaan. Peneliti berasumsi bahwa perawat dengan masa kerja yang cukup lama akan membuat perawat lebih matang, dewasa dan terampil dalam bekerja, sehingga memiliki motivasi yang baik dalam melakukan pekerjaannya. Hal ini sejalan dengan penelitian (Susanti, 2. yang menyatakan bahwa ada hubungan signifikan antara lama kerja dengan motivasi bekerja perawat dalam pemenuhan kebersihan diri pasien. Hasil analisis data karakteristik perawat . ama bekerj. dengan motivasi perawat menunjukkan ada hubungan yang signifikan dengan p value . < =0,05. Tabel 7 menunjukkan bahwa seluruh responden . %) memiliki tingkat kepatuhan yang baik terkait kepatuhan pelaksanan pemberian obat oral di ruang rawat inap RSUD Tamiang Layang. Adapun pernyataan yang paling sering dipilih AutidakAy adalah pernyataan nomor 9, yaitu AuPerawat melakukan pengecekan ulang obat di hadapan pasien / keluarga dengan prinsip 7 benarAy. Jawaban tidak ditemukan sebanyak 19 . ,19%). Pengecekan ulang seringkali tidak dilakukan di hadapan pasien / keluarga karena perawat merasa telah melakukan pengecekan obat Pernyataan yang paling sering dipilih AuyaAy adalah pernyataan nomor 1 dan 2. Pernyataan nomor 1 berbunyi. AuPerawat menyiapkan troli atau bakiAy, dijawab 43 kali . %). Artinya, seluruh responden memang melakukan pernyataan ini. Aktivitas sesuai SOP ini nampaknya telah menjadi kebiasaan para perawat yang bertugas di ruang rawat inap RSUD Tamiang Layang, sehingga patut diapresiasi. Pernyataan selanjutnya adalah nomor 2 yang berbunyi AuPerawat menyiapkan obat yang diperlukan pada tempatnyaAy, dijawab 43 kali . %). Artinya, seluruh responden memang melakukan pernyataan ini. Sangat penting untuk menyiapkan obat pada tempatnya, selain terlihat rapi, juga meminimalisir kesalahan pemberian obat karena tertukar. Hasil distribusi frekuensi dari analisis univariat kepatuhan menunjukkan bahwa mayoritas pelaksanaan pemberian obat oral di ruang rawat inap RSUD Tamiang Layang telah sesuai SOP Prinsip 7 benar. Peneliti berpendapat kepatuhan perawat yang baik dikarenakan adanya dukungan serta sosialisasi yang masif oleh pihak manajerial dan perawat telah menyadari serta memahami konsekuesi yang akan didapatkan bila memberikan obat tidak sesuai SOP yaitu dapat terjadi adverse event atau kejadian tidak diharapkan seperti medication error. Hal ini sejalan dengan penelitian (Ritonga & Halawa, 2. bahwa ada hubungan P- ISSN: 2527-5798. E-ISSN: 2580-7633 Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Vol. No. Januari-Juni 2022 antara dukungan kepala ruangan dengan kepatuhan perawat dalam meningkatkan keamanan obat. Uji chi square yang dilakukan diperoleh nilai p = 0,002 (< 0,. artinya ada hubungan dukungan dengan kepatuhan perawat pelaksana dalam meningkatkan keamanan obat. Data karekteristik perawat menunjukkan bahwa mayoritas perawat yang patuh dalam prinsip benar obat sesuai SPO adalah perawat dengan pendidikan Di Keperawatan dengan masa kerja lebih dari 3 Hal ini menepis anggapan bahwa hanya perawat dengan lulusan Sarjana/Ners yang patuh terhadap SPO, perawat dengan lulusan Di Keperawatan juga sangat patuh terhadap SPO. Hal ini sejalan dengan penelitian (Ayu et al. , 2. menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara pendidikan perawat dengan kepatuhan dalam melaksanakan SPO pemasangan infus. Sedangkan mayoritas perawat yang patuh terhadap SPO pemberian obat oral adalah perawat dengan lama bekerja lebih 3 tahun. Peneliti beranggapan bahwa masa kerja yang cukup lama membuat perawat semakin cekatan, terampil dan kritis dalam melakukan pekerjaannya. Hal ini sejalan dengan penelitian (Aripianthy, 2. menyatakan bahwa ada hubungan signifikan antara lama kerja dengan kepatuha perawat dalam melakukan SPO hand Penelitian ini menunjukkan sebagian besar perawat dengan lama kerja > 3 tahun . ,2%) melaksanakan SPO hand hygiene sebesar . ,1%). Hasil uji chi-square menunjukan ada hubungan antara lama kerja dengan kepatuhan perawat dalam melaksanakan SPO Hand Hygiene dengan nilai p value 0,024 dengan keeratan kedua variabel cukup kuat dengan nilai r = 0,600. Adapun hasil analisa bivariat menunjukkan bahwa koefisien relasi sebesar -0,086. Nilai ini menunjukkan hubungan yang rendah antara motivasi dengan kepatuhan. Angka koefisien korelasi pada hasil di analisis bivariat bernilai negatif, yaitu -0,086. Ini berarti bahwa korelasi antara kedua variabel bersifat berlawanan. Peningkatan nilai motivasi akan dibarengi oleh penurunan nilai kepatuhan. Kesimpulan tersebut juga menjadi pembuktian bahwa hipotesa (H. : Ada hubungan motivasi perawat dengan kepatuhan pelaksanaan pemberian obat oral di ruang rawat inap RSUD Tamiang Layang tidak terpenuhi. Atau, dengan kata lain Ha ditolak. Jadi, kepatuhan perawat di ruang rawat inap RSUD Tamiang Layang tidak berkorelasi dengan motivasi mereka. Tingkat kepatuhan perawat ini sangat mungkin berhubungan dengan karakteristik perawat, yaitu umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan lama bekerja. KESIMPULAN Penelitian dengan jumlah responden 43 perawat sebagai responden di Ruang Rawat Inap RSUD Tamiang Layang. Barito Timur menyimpulkan bahwa AuTidak ada hubungan antara motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan pelaksanaan pemberian obat oral di ruang rawat inap RSUD Tamiang Layang. Angka signifikansi hasil riset adalah 0,582 > 0,05 dan koefisien relasi sebesar 0,086 . Ay Adapun implikasi penelitian ini adalah untuk menilai motivasi perawat dalam pelaksanaan kepatuhan permberian obat sehingga diharapkan perawat mampu berperan dalam menurunkan angka kejadian yang tidak diharapkan . edication erro. di rumah sakit. ACKNOWLEDGMENT Ucapan terimakasih kepada pihak STIKES Suaka Insan Banjarmasin, responden yaitu perawat ruang inap RSUD Tamiang Layang. Ibu Lucia Andi sahabat kami, rekan kami Maria Frani serta mahasiswa Christa yang ikut dalam pengambilan data penelitian. DAFTAR PUSTAKA Aripianthy. Hubungan Lama Kerja Dengan Kepatuhan Perawat Dalam Melaksanakan Sop Hand Hygiene Di Ruang Dahlia Dan Anggrek Rsud Panembahan Senopati Bantul. https://almaata. Asmadi. Tehnik Prosedural Keperawatan (Asmadi . )). Salemba Medika. Ayu. Gupita. Administrasi. Kesehatan, , & Korespondensi. Hubungan Karakteristik Individu. Manajemen Pengendalian Infeksi Dan Peer Support Dengan Kepatuhan Perawat Melaksanakan Sop Pemasangan Infus. Jurnal Keperawatan, 9. , 124Ae131. http://journal. id/index. php/KEP/article/view/391 Manajemen. STIE Amkop. Pp. Abdullah Manajemen. Manajemen. , & STIE Nobel Indonesia. Pp. Analisis Pengaruh Supervisi Kepala Ruangan. Beban Kerja. Dan Motivasi Terhadap Kinerja Perawat Dalam Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Jurnal Mirai Management, 2. , 369Ae385. https://doi. org/10. 37531/MIRAI. V2I2. Potter. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep. Proses, dan Praktik (Fundamentals of Nursing : Concepts. Process and Practic. (R. Komalasari . 4th ed. Vol. EGC. P- ISSN: 2527-5798. E-ISSN: 2580-7633 Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Vol. No. Januari-Juni 2022 Putriana. Nurchayati. Utami. Program. Keperawatan. Riau. Keperawatan, . Program. Bedah. Studi. , & Keperawatan. Hubungan Motivasi Perawat Dengan Kepatuhan Pelaksanaan Pemberian Obat Oral. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan, 2. , 802Ae811. https://jom. id/index. php/JOMPSIK/art icle/view/5186 Ritonga. , & Halawa. Hubungan Dukungan Kepala Ruangan Dengan Kepatuhan Perawat Pelaksana Dalam Meningkatkan Keamanan Obat Di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan. JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imeld. , 2. , 26Ae32. https://jurnal. id/index. php/JURN ALFARMASI/article/view/194 Susanti. Hubungan Karakteristik Perawat Dengan Motivasi Perawat Dalam Pemenuhan Kebutuhan Kebersihan Diri Pasien Di Ruang Rawat Inap Rsu Dr. Koesnadi Bondowoso. http://repository. id/xmlui/handle/123 456789/3203 Utami. Wijaya. , & Rahmawati. Hubungan Motivasi Perawat dengan Pelaksanaan Prinsip 12 Benar dalam Pemberian Obat di Ruang Rawat Inap RSU Koesnadi Bondowoso (The Correlation between NursesAo Motivation with the Implementation of 12 Principles of Right in Medicine Giving in Inpat. Pustaka