Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 4 Nomor 1 Juni 2024, Pages 40-49 ISSN: 2830-5868 (Online); ISSN: 2614-7831 (Printed); Journal Homepage: http://ejournal.stit-alkifayahriau.ac.id/index.php/arraihanah Analisis Tantangan dan Peluang Membangun Keterlibatan Orang Tua Pada Program Sekolah TK ABA Danunegaran Yogyakarta Mariana Wahyu Listyati 1, Iyan Sofyan2 Info Artikel Abstract Keywords: Challenge; Opportunity; Involvement Parents; Parental involvement in education has a crucial role in supporting children's development. However, in reality there are challenges and opportunities that need to be understood in depth. This research aims to analyze the challenges and opportunities in building parental involvement in ABA Danunegaran Kindergarten Yogyakarta. This research was conducted using qualitative methods to find out in depth the challenges and opportunities in building parental involvement at ABA Danunegaran Kindergarten. The data collection technique used was in-depth interviews. The subjects in this research were the principal, teachers, and 3 guardians of the ABA Danunegaran Yogyakarta Kindergarten students. The data analysis technique in this research is Miles and Huberman. The validity technique used is the triangulation method. Based on the research results, it is known that the challenges faced by schools in building parental involvement in school programs are communication, parents' educational and economic status, parents' awareness and understanding of children's development, as well as differences in parents' time and busyness. Meanwhile, the opportunities that schools have are activities organized by the school, technological developments, class associations, and the abilities or skills and professions of parents. It is hoped that this research can become material for reflection and evaluation of schools in building parental involvement in more optimal school programs. Kata kunci: Tantangan; Peluang; Keterlibatan Orangtua; Abstrak Keterlibatan orang tua dalam pendidikan memiliki peran yang krusial untuk mendukung perkembangan anak. Namun, kenyataannya terdapat tantangan dan peluang yang perlu dipahami secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang dalam membangun keterlibatan orang tua di TK ABA Danunegaran Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif guna mengetahui secara mendalam terkait tantangan dan peluang dalam membangun keterlibatan orang tua di TK ABA Danunegaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara yang mendalam. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan 3 wali murid TK ABA Danunegaran Yogyakarta. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah Miles dan Huberman. Teknik validitas yang digunakan adalah metode triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tantangan yang dihadapi sekolah dalam membangun keterlibatan orang tua pada program sekolah adalah komunikasi, status pendidikan dan ekonomi orang tua, kesadaran dan pemahaman orang tua mengenai perkembangan anak, serta perbedaan waktu dan kesibukan orang tua. Sedangkan peluang yang dimiliki sekolah adalah kegiatan yang diselenggarakan sekolah, perkembangan teknologi, paguyuban kelas, dan kemampuan atau skill serta profesi orang tua. Harapannya penelitian ini dapat menjadi bahan refleksi dan evaluasi sekolah dalam membangun keterlibatan orang tua pada program sekolah yang lebih optimal. 1 Universitas Ahmad Dahlan, Indonesia Email: mariana2115002032@webmail.uad.ac.id 2 Universitas Ahmad Dahlan, Indonesia Email: iyan@pgpaud.uad.ac.id 41 Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 4 Nomor 1 Juni 2024 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini memiliki posisi strategis dan berperan penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkuaitas tinggi, karena usia ini dianggap sebagai masa emas. Penyelenggaraan pada proses pendidikan di taman kanak-kanak diperlukan keterlibatan berbagai pihak guna mewujudkan tujuan pendidikan yang direncanakan. Putri et al (2022) menjelaskan bahwa kerjasama dan komunikasi secara baik dan santun harus dilakukan oleh guru dan orang tua sebagai salah satu strategi untuk membangun dan mengembangkan kualitas pendidikan serta mendukung kegiatan yang diselenggarakan sekolah. Orang tua menjadi salah satu pihak yang harus terlibat dalam penyelenggaraan program di sekolah. Orang tua memiliki tanggungjawab untuk dapat berpartisipasi secara aktif terlibat pada program sekolah untuk kemajuan pendidikan anaknya. Orang tua harus memiliki kesadaran dan pemahaman untuk senantiasa terlibat dalam proses pendidikan anaknya salah satunya melalui program yang ada di sekolah. Menurut Morrison dalam Khusniyah et al (2023) menyebutkan tiga pandangan mengenai keterlibatan orang tua. Pertama, keterlibatan berorientasi pada tugas yakni orang tua terlibat melakukan dukungan terhadap program sekolah dengan menuntaskan tugas khusus yang dimiliki. Kedua, yakni orang tua dalam keterlibatanya di sekolah didorong untuk secara aktif berpartisipasi pada kegiatan penting sebagai rangkaian proses pendidikan. Ketiga, yakni orang tua melibatkan dirinya untuk menanamkan modal sosial pada anak dalam lingkungan rumah dan sekolah sebagai wujud dukungan terhadap proses perkembangan anak. Orang tua dalam program-program seperti ini berfungsi sebagai mitra dengan personil sekolah. Sekolah sebagai tempat guna memberikan pendidikan bagi anak agar dapat mencapai tujuan yang telah direncanakan harus bekerjasama dengan orang tua. Melalui kerjasama yang diciptakan sekolah dapat membangun partisipasi orang tua untuk terlibat program yang sekolah. Partisipasi mereka dalam pendidikan anak usia dini sangat dibutuhkan guna memenuhi kebutuhan belajar anak. Pemenuhan fasilitas lingkungan belajar anak akan lebih optimal apabila orang tua berpartispasi aktif dalam program pembelajaran di sekolah (Dewi, 2018). Orang tua dapat aktif menghadiri dan mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah. Namun dalam pelaksanaannya di lapangan tingkat keterlibatan orang tua masih rendah. Sekolah seringkali mengalami tantangan dalam membangun keterlibatan orang tua pada program sekolah. Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya keterlibatan orang tua pada program sekolah baik melalui sumbangsih ide, gagasan, pemikiran, dan kehadirannya pada kegiatan sekolah. Salah satu faktor yang menjadi tantangan dalam membangun keterlibatan orang tua di sekolah adalah perbedaan kesibukan dan jumlah waktu yang dimiliki oleh orang tua orang tua. Setiap orang tua murid memiliki kesibukan yang berbeda bergantung pada aktivitas dan profesi yang dimiliki. Depe et al (2021) dalam penelitiannya menyebutkan tantangan sekolah untuk melibatkan orang tua adalah faktor waktu menyebabkan banyak orang tua tidak hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan sekolah. Ketidakhadiran dan keikutsertaan orang tua pada kegiatan tersebut dapat menyebabkan terhambatnya proses sekolah dalam membangun keterlibatan dengan orang tua. 42 Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 4 Nomor 1 Juni 2024 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Berbagai tantangan tersebut dapat diatasi oleh lembaga dengan adanya peluang yang dimiliki untuk membangun keterlibatan orang tua di sekolah. Peluang tersebut dapat berupa program atau kegiatan yang dibuat oleh sekolah, guru, maupun komite. Hasil penelitian Rusuli dan Damayanti (2023) menyebutkan bahwa kegiatan parenting, pertemuan di awal semester, komunikasi melalui chat grup WhatsApp, dan melibatkan orangtua dalam kegiatan field trip menjadi peluang untuk sekolah membangun keterlibatan orang tua pada program sekolah. Sekolah dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk membangun partisipasi orang tua dalam program sekolah. TK ABA Danunegaran sebagai lembaga pendidikan yang memberikan layanan untuk anak-anak berusia 4-6 tahun dalam mencapai tujuan pendidikan tentu harus melibatkan orang tua. Menurut analisis hasil temuan wawancara bersama guru, kepala sekolah, dan wali murid dapat diketahui bahwa komunikasi, pendidikan orang tua, tingkat perekonomian orang tua, waktu dan kesibukan orang tua yang bekerja, dan kesadaran dan pemahaman orang tua terhadap perkembangan anak menjadi beberapa tantangan yang dihadapi sekolah untuk membangun keterlibatan orang tua pada program yang ada di sekolah. Hal tersebut ditunjukkan dengan kehadiran orang tua peserta didik yang kurang dari 50% ketika diundang untuk mengikui kegiatan di sekolah. Diketahui bahwa wali murid yang mengahadiri kegiatan sekolah adalah mereka yang fleksibel dalam hal waktu dan pekerjaan. Namun, sekolah dapat mengatasi tantangan tersebut dengan memanfaatkan peluang yang dimiliki sekolah, seperti kegiatan yang diselenggarakan sekolah untuk melibatkan orang tua, seperti parenting atau pengajian wali murid, perkembangan teknologi yaitu adanya alat komunikasi melalui Whatsapp grub atau fitur chat personal, adanya paguyuban kelas orang tua wali murid, dan kemampuan atau skill serta profesi orang tua yang dapat berperan dalam proses pembelajaran. Berbabagi peluang tersebut dapat membantu sekolah dalam membangun keterlibatan orang tua pada program yang ada di TK ABA Danunegaran Yogyakarta. Berdasarkan uraian di atas, jelas bahwa setiap lembaga pendidikan, terutama di jenjang taman kanak-kanak, harus memastikan bahwa orang tua terlibat dalam program sekolah. Tujuan pendidikan yang telah direncanakan akan tercapai apabila orang tua berpartipasi pada program sekolah. Namun dalam pelaksanaannya sekolah harus menghadapi berbagai tantangan dan peluang guna membangun keterlibatan orang tua. Oleh karenanya, peneliti dalam penelitian ini ingin mencari lebih dalam mengenai tantangan dan peluang yang dimiliki oleh TK ABA Danunegaran Yogyakarta dalam membangun keterlibatan orang tua pada program yang dimiliki sekolah. Penelitian ini dapat menjadi bahan refleksi dan evaluasi sekolah dalam membangun keterlibatan orang tua pada program sekolah yang lebih optimal. Diharapkan sekolah dapat menghadapi tantangan yang ada dengan memanfaatkan peluang-peluang yang dimiliki oleh lembaga. METODE Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yang digunakan untuk mengumpulkan data asli sesuai situasi sebenarnya dan fenomena yang ada di lapangan sesuai dengan tujuan penelitian. Data primer merupakan sumber data yang 43 Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 4 Nomor 1 Juni 2024 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 digunakan pada penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, yakni melakukan wawancara Bersama kepala sekolah, 1 guru, dan 3 wali murid TK ABA Danunegaran Yogyakarta untuk untuk mengumpulkan informasi tentang keterlibatan orang tua pada program sekolah. Peneliti memilih kepala sekolah, guru, dan wali murid karena subjek tersebut mempunyai cukup informasi berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. TK ABA Danunegaran Yogyakarta terletak di Jalan Parangtritis, Desa Mantrijeron, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah model analisis data yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis data yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman terdiri dari tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Miles dan Huberman, dalam Sugiyono 2019). Triangulasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data yang menggabungkan berbagai sumber dan metode pengumpulan data untuk memastikan validitas dan keandalan temuan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan tantangan dan peluang dalam membangun keterlibatan orang tua di TK ABA Danunegaran Yogyakarta melalui pendekatan kualitatif. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. Tantangan dalam membangun keterlibatan orang tua pada program sekolah di TK ABA Danunegaran Yogyalarta Berdasarkan analisis hasil wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan tiga wali murid di TK ABA Danunegaran Yogyakarta diperoleh informasi bahwa dalam penyelenggaraan proses Pendidikan sekolah selalu membangun keterlibatan dengan orang tua. Sekolah melibatkan orang tua pada program yang ada di sekolah guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Namun, dalam pelaksanaannya sekolah mengalami beberapa tantangan dalam membangun keterlibatan orang tua pada program sekolah. Pertama, mengenai masalah komunikasi antara orang tua dan guru atau pihak sekolah. Komunikasi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi peran orang tua di sekolah. Komunikasi menjadi bagian penting dalam melibatkan orang tua di sekolah, karena tanpa komunikasi ikatan antara pihak sekolah dan orang tua tidak akan terbentuk. Adanya komunikasi informasi yang berkaitan dengan pendidikan setiap anak dan proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah dapat tersampaikan kepada wali murid (Patrikakou dalam Depe dkk, 2021). Hasil wawancara dengan guru TK ABA Danunegaran mengalami kesulitan komunikasi dengan orang tua siswa, terutama pada orang tua yang bekerja dan menyerahkan pendidkan anak kepada sekolah. Beberapa orang tua jarang hadir pada kegiatan sekolah dan memilih mewakilkan kepada orang lain, hal tersebut menyebabkan kesulitan sekolah untuk mengetahui perkembangan anak dan membicarakan pendidikan dan perkembangan anak secara langsung dengan orang tua. Komunikasi dapat dilakukan melalui grup wali kelas dan wali murid. Penggunaan grup tersebut dapat membantu dalam proses komunikasi antara sekolah dan orang tua. Namun, dalam penelitiannya Nopiyanti dan Husin (2021) menyebutkan orang tua banyak menggunakan grub untuk keperluan izin dan pengumpulan tugas jika orang tua berhalangan hadir. 44 Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 4 Nomor 1 Juni 2024 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Perbedaan status pendidikan, budaya, dan sosial-ekonomi mempengaruhi cara dan tingkat keterlibatan orang tua di sekolah. Berdasarkan analisis hasil wawancara dengan guru dan orang tua di TK ABA Danunegaran Yogyakarta mengungkapkan bahwa tingkat pendidikan orang tua dapat berpengaruh pada keterlibatannya pada program sekolah. Guru mengungkapkan bahwa orang tua yang memiliki pendidikan tinggi dan paham terkait perkembangan anak cenderung lebih mudah untuk diajak berdiskusi, walaupun terhalang waktu. Sedangkan orang tua yang berpendidikan mengengah ke bawah cenderung sulit dan hanya menurut. Hal tersebut menyebabkan guru kesulitan dalam menjalin kerjasama dengan orang tua. Hidayat (2023) dalam penelitiannya mengungkapkan orang tua dengan pendidikan yang lebih tinggi cenderung lebih terlibat dalam kegiatan pendidikan anak mereka, namun beberapa orang tua menghadapi hambatan dalam keterlibatan, termasuk keterbatasan waktu karena pekerjaan dan tanggung jawab lainnya, kurangnya pemahaman tentang perkembangan anak. Orang tua yang berada pada taraf perekonomian mengah ke bawah merasa sulit untuk terlibat dalam kegiatan yang membutuhkan biaya tinggi. Sedangkan orangtua yang berada pada taraf perekonomian menengah ke atas cenderung mampu memenuhi biaya, namum tidak selalu hadir dalam kegiatan sekolah. Perbedaan taraf perekonomian tersebut menyebabkan guru harus memiliki berbagai strategi untuk dapat secara adil melibatkan orang tua. Orang tua yang memiliki kesadaran akan tanggungjawab dan perannya di sekolah akan senang dan senantiasa aktif ikutserta dalam kegiatan sekolah, berbeda dengan orang tua yang cenderung menyerahkan proses pendidikan pada pihak sekolah mereka akan pasif dalam kegiatan sekolah. Berdasarkan analisis hasil wawancara guru dan wali murid mengungkapkan bahwa orang tua yang memiliki kesadaran mengeneai tanggungjawab dan perannya dalam pendidikan anaknya akan aktif berkomunikasi dengan guru untuk menanyakan perkembangan anakannya di sekolah. Mereka juga lebih aktif untuk hadir pada kegiatan yang diselenggarakan sekolah. Namun, berbeda dengan orang tua yang memiliki kesadaran dan pemahaman yang rendah, mereka cenderung acuh kepada anak, menyerahkan proses pendidikan secara penuh kepada sekolah, kurang aktif untuk berkomunikasi dengan sekolah untuk mengetahui perkembangan anaknya, dan jarang menghadiri kegiatan yang diselenggarakan sekolah. Pemahaman dan kesadaran mengenai pendidikan untuk anak yang rendah serta keterbatasan kesempatan untuk hadir ke sekolah dapat menyebabkan kurangnya partisipasi orang tua dalam menciptakan proses penyelenggaraan yang bermutu (Kinanti dan Trihantoyo, 2021). Menurut Dhiada (dalam Depe, 2021) menjelaskan bahwa keyakinan orang tua terhadap perkembangan anak dapat menjadi penghambat dalam keaktifan mereka di sekolah. Oleh karenanya, untuk dapat membangun keterlibatan dengan orang tua, sekolah harus menciptakan rasa aman dan nyaman untuk memunculkan rasa diterima pada diri orang tua. Orang tua yang merasa diterima dan diperlakukan baik dengan sekolah akan mudah untuk terlibat dan berpartisipasi pada program sekolah. Orang tua yang tidak memiliki kesadaran akan tangggungjawab dan rasa diterima dapat menjadi tantangan sekolah untuk bisa membangun keterlibatan dengan orang tua. Pentingnya penanaman kesadaran dan pemahaman kepada orang tua terkait 45 Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 4 Nomor 1 Juni 2024 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 proses pendidikan anaknya perlu dilakukan, seperti melalui kegiatan parenting dan konsultasi orang tua. Pemilihan waktu sekolah ketika mengundang orang tua menjadi tantangan dalam membangun keterlibatan dengan orang tua disekolah. Kepala sekolah mengungkapkan waktu menjadi faktor yang berpengaruh ketika mengundang orang tua untuk hadir di kegiatan sekolah. Sejalan dengan hasil wawancara bersama wali murid mengungkapkan bahwa sebagaian besar waktu yang dipilih sekolah untuk mengundang orang tua ketika waktu pembelajaran, sehingga banyak orang tua kesulitan menyesuaikan waktu untuk bekerja dan menghadiri undangan. Wali murid yang bekerja mereka memilih untuk tidak hadir, sedangkan orang tua yang tidak bekerja seperti ibu rumah tangga dapat menyesuaikan kondisi dan menghadiri undangan dari sekolah. Menurut Rusuli dan Damayanti (2023) dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa baik sekolah maupun orangtua mengakui kesulitan memperoleh waktu yang tepat agar orangtua bisa hadir di sekolah. Kesulitan mencari waktu tersebut membuat sebagian besar orang tua tidak hadir dalam kegiatan sekoah dan memililih untuk bisa memenuhi kebutuhannya. Sehingga dalam pelaksanaanya seharusnya sekolah mencari waktu ketika orang tua dapat hadir secara menyeluruh agar informasi atau pesan tersampaikan dengan baik. Permasalahan waktu ini juga berkaitan dengan kesibukan orang tua yang bekerja. Kesibukan orang tua yang bekerja dapat menjadi tantangan untuk dapat terlibat pada program sekolah. Orang tua yang memiliki kewajiban pekerjaan dan tidak dapat meninggalkan pekerjaannya maka mereka tidak akan ikut serta dalam kegiatan sekolah. Berdasarkan hasil analisis wawancara mengungkapkan orang tua bekerja seperti menjadi dokter, guru, dosen, dan pekerja kantoran banyak yang tidak menghadiri undangan sekolah karena tuntutan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Mayoritas orang tua yang hadir pada kegiatan sekolah adalah mereka yang fleksibel dalam pekerjaan, seperti ibu rumah tangga, pedagang, dan pekerjaan yang dilakukan di rumah lainnya. Hal tersebut di buktikan dengan kehadiran orang tua pada kegiatan sekolah yang kurang dari 50%. Ayudia (2020) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa rata-rata orang tua yang menghadiri undangan sekolah adalah mereka yang tidak bekerja, sedangkan mereka yang bekerja tidak dapat meluangkan waktunya untuk dating ke sekolah dan memilih tidak hadir atau mewakilkan kehadirannya pada pihak lain. Kesibukan orang tua tersebut dapat menjadi penghambat sekolah dalam melibatkannya pada program sekolah. Menurut Hornby dan Lafele (dalam Qomariah et al, 2022) menyebutkan hambatan para orang tua untuk berpartisipasi dalam pendidikan anak mereka diantaranya yakni: 1. Hambatan individu orang tua dan keluarga, seperti: keyakinan orang tua tentang keterlibatan orang tua, konteks kehidupan orang tua saat ini, persepsi orang tua tentang ajakan untuk terlibat dan kelas orang tua, etnis dan gender. 2. Faktor anak seperti: usia, kesulitan dan ketidakmampuan belajar, bakat, serta masalah perilaku. 3. Faktor orang tua-guru seperti: agenda yang berbeda, sikap dan bahasa yang digunakan. 4. faktor sosial seperti: sejarah, demografi, politik dan ekonomi yang dapat menjadi penghambat keterlibatan orang tua 46 Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 4 Nomor 1 Juni 2024 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 2. Peluang guna membangun keterlibatan orang tua pada program sekolah di TK ABA Danunegaran Yogyakarta Tantangan yang dihadapi sekolah untuk membangun keterlibatan orang tua pada program sekolah dapat diatasi dengan memanfaatkan peluang yang dimiliki oleh sekolah. Peluang ialah suatu kondisi atau keadaan yang dapat dimanfaatkan sebagai cara atau strategi dalam mencitakan sesuatu guna mencapai tujuan. Pada lembaga pendidikan peluang dalam menciptakan partisipasi orang tua pada program sekolah dapat melalui banyak hal. Berdasarkan analisis hasil wawancara bersama kepala sekolah, guru, dan 3 wali murid menyebutkan adanya berbagai peluang yang dapat menjadi sarana dalam membangun keterlibatan orang tua pada program sekolah. Pertama, adanya kegiatan yang diselenggarakan sekolah. Kegiatan sekolah merupakan usaha sekolah dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik dan orang tua untuk mencapai tujuan pendidikan. Kegiatan yang diselenggarakan sekolah kepada orang tua dapat menjadi sarana dalam membangun keterlibatan orangtua di sekolah. Beberapa bentuk usaha kegiatan yang dilakukan sekolah diantaranya, parenting, outing class, pertemuan wali murid, dan lainnya. TK ABA Danunegaran sebagai lembaga yang memberikan layanan pendidikan mengadakan kegiatan baik untuk peserta didik maupun orang tua. Sekolah merencanakan kegiatan tersebut dan disosialisasikan kepada wali murid di tiap semesternya. Beberapa bentuk kegiatan bagi orang tua yaitu, kegatan parenting yang dilaksanaan tiga kali setiap satu semester, rapat wali murid, outbound, kegiatan outing class, kegiatan kunjungan, kegiatan pentas seni, pengajian, kerja bakti, dan lainnya. Orangtua bisanya akan menghadiri kegiatan yang dirasa seru dan menarik, seperti outing class, pentas seni, outbound, dan kunjungan. Hal tersebut ditunjukkan tingkat kehadiran orang tua yang lebih dari 50% setiap menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurut Putri et al (2022) guna memperoleh dukungan kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah, membangun, dan mengembangkan kualitas pendidikan guru harus bekerjasama secara baik dan berkomunikasi dengan santun. Kedua, perkembangan teknologi pada zaman modern ini dapat meberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Proses komunikasi antar individu yang lebih cepat menjadi salah satu manfaat adanya perkembangan teknologi. Penggunaan aplikasi Whatsapp yang memberikan fitur Whatsapp grub dapat memberikan kemudahan dalam memberikan informasi kepada banyak orang. Kemajuan teknologi melalui Whatsapp grub ini dapat menjadi salah satu peluang yang dimanfaatkan sekoah dalam membangun keterlibatan dengan orang tua. Sekolah dapat memanfaatkan grup Whatsapp sebagai sarana untuk bertukar informasi antara sekolah dan orang tua terkait perkembangan anak, program kegiatan sekolah, dan informasi lainnya. TK ABA Danunegaran Yogyakarta memanfaat Whatspapp Grub untuk memberikan informasi berkaitan dengan Pendidikan anak. Sekolah membagi ke dalam dua grub, yaitu grub kecil yang terdiri dari wali kelas dan wali murid kelas A atau B, serta grub besar yang berisikan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan,wali murid kelas A dan B. Kepala sekolah, guru, dan wali murid mengungkapkan bahwa Whatsapp memberikan manfaat dalam mempermudah komunikasi anatar pihak sekolah dan orang tua mengenai perkembangan anak, kegiatan sekolah, dan informasi berkaitan dengan pendidikan anak. Mubarok et al (2019) mengungkapkan adanya keefektifan penggunaan grub Whatsapp 47 Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 4 Nomor 1 Juni 2024 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 terlihar dari jumlah respon yang mundul dalam bertukan informasi seperti informasi akademik, pengasuhan, rencana proses pembelajaran, serta memberikan manfaat efisiensi waktu dan jarak. Selain adanya grub Whatsapp, melalui perkembangan teknologi saat ini orang tua dapat memanfaatkan adanya fitur chat personal untuk dapat saling bertukar informasi dengan pihak yang dituju. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua di TK ABA Danunegaran Yogyakarta memanfaatkan fitur ini guna bertukar informasi, seperti menyanyakan perkembangan anak, izin kehadiran anak ketika sedang sakit atau tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran, memberikan informasi khusus yang terjadi pada anak, melakukan konsultasi dengan guru, dan hal lain yang bersifat pribadi. Orang tua dan pihak sekolah mengungkapkan adanya fitur ini membuat guru dapat secara aktif saling berkomunikasi. Ketiga, adanya paguyuban orang tua peserta didik di sekolah yaitu suatu kelompok sosial atau organisasi yang beranggotakan orang tua siswa dan didirikan dengan tujuan untuk memotivasi para pendidik dan memberikn kontribusi orang tua melalui penikiran dan refleksinya bagi keajuan pendidikan di sekolah. Hasil analisis di TK ABA Danunegaran Yogyakarta terdapat paguyuban orang tua murid yang disebut dengan paguyuban kelas. Paguyuban kelas orang tua ini merupakan paguyuban orang tua kelas A atau kelas B. Paguyuban kelas ini memiliki struktur organisasi yang terdiri dari ketua, bendahara, sekretaris, dan hubungan masyarakat. Tujuan dibentuknya paguyuban kelas yaitu untuk membantu komunikasi antara sekolah dan wali murid, serta memberikan bantuan dan dukungan kepada sekolah dalam menyiapkan dan melaksanakan kegiatan yang ada di sekolah. Depe et al (2021) menjelaskan tujuan dari paguyuban orang tua adalah sebagai wadah orang tua untuk memberikan ide, masukan, kritik, dan saran serta membanyu dalam memajukan Pendidikan di lingkungan sekolah. Orang tua yang menuangkan ide, gagasan, kritik, dan saran ke dalam paguyuban kelas nantinya dapat disampaikan kepada sekolah untuk dilakukan tindak lanjut. Sehingga akan ada kesepakatan yang sama antara pihak sekolah dan wali murid terhadap proses penyelenggaraan pendidikan. Partisipasi aktif orang tua yang kritis dan tanggap terhadap program sekolah dapat membantu dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah direncanakan, Kemampuan atau skill serta profesi orang tua menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan sekolah untuk membangun keterlibatan orang tua pada program sekolah. TK ABA Danunegaran juga melibatkan orang tua ketika proses pembelajaran. Kemampuan serta profesi orang tua, seperti berprofesi sebagai dokter, polisi, pandai menari, pandai memasak, dan lainnya seringkali berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar. Mereka dilibatkan dalam proses pendidikan kepada anak seperti masuk ke dalam kelas dan memberikan pengajaran mengenai profesi dokter yaitu tentang bagaimana dokter bekerja, alat-alat yang digunakan, dan lainnya. Selain itu orang tua juga dilibatkan untuk mengajarkan anak menari, memberikan materi ketika kegiatan demonstrasi memasak dengan anak, dan lain sebagainya. Keterlibatan orang tua dalam mendukung terciptanya pendidikan yang bermutu dapat berbentuk pemberian dukungan dan bantuan dalam pengembangan akademik maupun non akademik pada penyelenggaraan pendidikan (Kinanti dan Trinhantoyo, 2021) . 48 Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 4 Nomor 1 Juni 2024 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 KESIMPULAN Bedasarkan analisis hasil penelitian disimpulkan bahwa proses komunikasi dengan orang tua, latar belakang pendidikan dan taraf perekonomian orang tua yang berbeda, kurangnya pemahaman dan kesadaran orang tua mengenai perkembangan anak, serta pengelolaan waktu kegiatan sekolah yang disesuaikan dengan kesibukan orang tua menjadi tantangan yang di hadapi TK ABA Danunegaran Yogyakarta dalam membangun keterlibatan orang tua pada program sekolah. Namun sekolah juga memiliki peluang, seperti keberagaman kegiatan sekolah bagi orang tua, pemanfaatan aplikasi WhatsApp sebagai sarana komunikasi, terbentuknya paguyuban kelas, serta kemampuan dan profesi orang rua yang dapat dilibatkan dalam proses pembelajaran peserta didik. Kompleksitas tantangan yang dimiliki sekolah dalam melibatkan orang tua maka kedepan sekolah harus memperbaiki program yang dimiliki dan melakukan pengelolaan kegiatan yang dapat mendukung dalam upaya membangun keterlibatan orang tua di sekolah. DAFTAR KEPUSTAKAAN Ayudia, C. (2020). Upaya kepala sekolah dalam meningkatkanpartisipasi orang tua di sdn kecamatan pariaman utara kota pariaman. Jurnal Bahana Manajemen Pendidikan, 2 (1), 100-107. Depe, R., Akbar, M. R., & Asmah, A. (2021). Keterlibatan Orang Tua Peserta Didik Pada Proses Pembelajaran di Taman Kanak-Kanak Muslimat Al. Lucerna: Jurnal Riset Pendidikan dan Pembelajaran, 1 (1), 6-13. Dewi, A. R. T. (2018). Pengaruh Keterlibatan Orangtua Terhadap Perilaku Sosial Emosinal Anak. Jurnal Golden Age, 2 (02), 66-74. Dewi, T. K., & Latifa, B. (2023). Analisis CIPP: Perlibatan Keluarga dan Guru pada PAUD Taman Kanak-Kanak. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4 (2), 179-189. Hidayat, P. (2023). Analisis Tingkat Keterlibatan Orang Tua dalam Program PAUD dan Hubungannya dengan Kemajuan Belajar Anak. Thufuli: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(1), 14-19. Kinanti, D. A., & Trihantoyo, S. (2021). Urgensi Partisipasi Orang Tua Siswa Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Bermutu. Ejournal. Unesa. Ac. Id, 9 (2), 256-264. Mubarok, F., Suryatna, U., & Kusumadinata, A. A. (2019). Fungsi Media Sosial Grup WhatsApp Sebagai Media Komunikasi Guru Sekolah Alam Komunitas Fitrah Lebah. Jurnal Komunikasi Dan Media, 3 (2), 175-79. Munawar, M., Fakhruddin, F., Rifai, A., & Prihatin, T. (2019). Keterlibatan Orangtua dalam Pendidikan Literasi Digital Anak Usia Dini. In Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana (Vol. 2, No. 1, pp. 193-197). Nopiyanti, H. R., & Husin, A. (2021). Keterlibatan Orang Tua dalam Pendidikan Anak pada Kelompok Bermain. Journal of Nonformal Education and Community Empowerment , 18. Putri, V. W., Sulastri, S., Rifma, R., & Adi, N. (2022). Persepsi siswa terhadap kompetensi sosial guru di sekolah menengah kejuruan negeri kabupaten Padang Pariaman . Journal of Educational Administration and Leadership, 2 (4), 347-353. 49 Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 4 Nomor 1 Juni 2024 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Qomariah, D. N., Kuswandi, A. A., Saripatunnisa, Y., Noviana, I. P., & Enurmanah, E. (2022). Keterlibatan Orang Tua dalam Program Pendidikan Anak Usia Dini. Early Childhood: Jurnal Pendidikan, 6 (2), 31-44. Rahman, U., & Santoso, Y. (2023). Implementasi Program Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan . Journal of Practice Learning and Educational Development, 3 (1), 56-64. Rusuli, I., & Damayanti, S. (2023). Pelibatan Keluarga dalam Program Sekolah untuk Menanamkan Kedisplinan Anak Usia Dini. EL-Hadhary: Jurnal Penelitian Pendidikan Multidisiplin, 1 (01), 16-30. Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Penerbit Alfabeta. Wijayanto, S., Wardana, A. E., & Purnanto, A. W. (2021). Keterlibatan Orang Tua Dalam Pembelajaran Daring Serta Menanamkan Disiplin di Sekolah Dasar. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 6 (1), 44-53 50