SARGA : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM VOLUME 16 NO 2 JULI 2022 P-ISSN: 0853-4748 E-ISSN: 2961-7030 Journal Home Page: https://jurnal2. id/index. php/sarga KAJIAN ARSITEKTUR FENGSHUI DAN MAKNA ORNAMENTASI PADA KLENTENG TIAO KAK SIE CIREBON The Study of Fengshui Architecture and Ornamentation Meaning At Tiao Kak Sie Shrine Cirebon | Received May 16th 2022 | Accepted June 17th 2022 | Available online June 30th 2022 | | DOI 10. 56444/sarga. 15 | Page 21 - 35 | Bunga Kristihartini1. Djoko Darmawan2 kristibunga11@gmail. com1* . Program Studi Arsitektur. Universitas 17 Agustus 1945 Semarang Program Studi Arsitektur. Universitas 17 Agustus 1945 Semarang ABSTRAK Klenteng merupakan tempat ibadah bagi orang-orang Tionghoa yang memeluk agama Buddha. Taoisme, dan Konghucu, yaitu sebagai sarana bagi mereka untuk melakukan peribadatan/komunikasi dengan Tuhan. Dewa- dewi, serta roh para leluhur mereka. Bangunan kelenteng termasuk dalam bangunan Arsitektur Cina, sehingga dalam tatanan bentuk bangunannya masih mempergunakan kaidah feng shui. Konsep feng shui adalah seni hidup dalam keharmonisan dengan alam, sehingga seseorang yang menerapkan tatanan ini mendapatkan keuntungan, ketenangan, dan kemakmuran dari keseimbangan yang sempurna dengan alam. Kaitannya dengan bangunan Klenteng adalah mengenai penataan, pemilihan warna, bentuk, serta ornamentasi. Dalam penelitian ini akan mengkaji arsitektur Feng shui pada Klenteng Tiao Kak Sie serta makna ornamentasi yang ada pada klenteng ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan metodologi observasi lapangan dan literatur. Analisa hasil-hasil temuan, serta Dari hasil analis maka dapat disimpulkan bahwa Klenteng Tiao Kak Sie adalah bangunan tradisional cina, dimana dari bentuk bangunan masih mempertahankan bentuk asli. Terdapat beberapa elemen penting dalam bangunan seperti halaman depan, altar dewa, impluvium, jangkar raksasa, serta Elemen-elemen pada bangunan tersebut memiliki fungsi sebagai simbolis religious bagi umat budha tionghoa serta bukti sejarah bagi masyarakat Cirebon. Kata kunci: Klenteng. Feng Shui. Arsitektur. Cina. Ornamen ABSTRACT The temple is a place of worship for Chinese people who embrace Buddhism. Taoism, and Confucianism, namely as a means for them to worship/communicate with God. Gods, and the spirits of their ancestors. The temple building is included in the building of Chinese architecture, so that in the arrangement of the shape of the building there are still obstacles in feng shui. The concept of feng shui is the art of living in harmony with nature, so that a person applying this order gains benefits, tranquility, and prosperity from a perfect balance with nature. The relationship with the temple building is about the arrangement, color selection, shape, and ornamentation. In this study, we will examine the Feng shui architecture of the Tiao Kak Sie Temple and the meaning of the ornamentation in this pagoda. This research is a qualitative research, with the methodology of field observation and literature, analysis of the findings, and From the results of the analysis, it can be said that the Tiao Kak Sie Temple is a traditional Chinese building, where the shape of the building still maintains its original shape. There are several important elements in the building such as the front yard, god altar, impluvium, giant anchor, and cetiya. The elements in the building have a function as a religious symbol for the Chinese Buddhists as well as historical evidence for the Cirebon people. Keywords: Temple. Feng Shui. Chinese Architecture. Ornament Bunga Kristihartini. Djoko Darmawan PENDAHULUAN Kota Cirebon merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah. Letaknya yang strategis menjadikannya simpul pergerakan transportasi atara kedua provinsi tersebut. Lelak geografis Cirebon didominasi dengan wilayah dataran renah . dengan ketinggian dari permukaan laut A5 M. Kota yang dikenal sebagai kota udang ini memiliki sejarah budaya yang panjang. Hal ini dibuktikan dengan adanya bangunan-bangunan bersejarah dengan gaya-gaya Eropa. Tiongkok, dan lain sebagainya. Adanya bukti-bukti sejarah tersebut tentu tidak lepas dari pengaruh kedatangan bangsa-bangsa asing ke Indonesia. Kedatangan bangsa asing tersebut membawa pengaruh terhadap budaya, agama, teknologi, hingga bangunan arsitektur. Dalam perkembangan budaya, kedatangan Bangsa Tiongkok membawa pengaruh yang cukup besar. Masuknya bangsa Tiongkok ke Indonesia melahirkan suku yang disebut dengan Tionghoa. Dalam Bahasa Cina. Tionghoa berasal dari kata zhonghua yang dilafalkan sebagai Tionghoa. Sedangkan pada Cirebon, masuknya Bangsa Tiongkok tidak lepas dari pernikahan Sunan Gunung Jati dan Putri Kekaisaran Tiongkok. Bangsa Tiongkok yang dating membawa barang-barang berharga seperti kong-kong, piring-piring hias kuno, serta kain dengan motif awan yang menjadi cikal bakal batik mega mendung. Dalam hal arsitektur, muncul bangunan-bangunan dengan pengaruh budaya Tiongkok, seperti Klenteng merupakan sebutan atau kata lain dari Miao/Bio yaitu tempat ibadah bagi orangorang Tionghoa yang memeluk 3 ajaran Dharma yaitu Buddha. Taoisme, dan Konghucu, yaitu sebagai sarana bagi mereka untuk melakukan peribadatan/komunikasi dengan Tuhan. Dewa-dewi, serta roh para leluhur mereka. Dimana. Dewa dan Dewi yang disembah digambarkan dalam bentuk patung-patung kecil yang diletakkan di atas altar pada keempat sisi klenteng, dan di bagian tengah klenteng ditempati oleh dewa atau dewi utama (Lip. Penamaan klenteng berasal dari Indonesia, yaitu diambil dari suara genta yang terdengar dari dalam klenteng pada saat dilakukan sembahyang (Moerthiko, 1. Salah satu bangunan yang menjadi bukti sejarah budaya Tiongkok di Cirebon adalah Klenteng Tiao Kak Sie atau Vihara Dewi Welas Asih. Dalam pendirian sebuah klenteng, tidak bisa lepas dari kaidah Filsasaf Cina, dimana dalam pengelompokannya terdapat enam mahzab yaitu Yin Yang Chia. Tao Te Chia. Ming Chia. Mo Chia. Fa Chia dan Ju Chia. Dari ke enam mahzab itu yang banyak menguraikan tentang hubungan antara manusia dengan alam adalah mazhab Yin-Yang, dimana mazhab ini menguraikan tentang hubungan antara ruang/letak dan waktu. Mazhab inilah yang melahirkan ilmu tata letak Cina Kuno, atau yang dikenal sebagai ilmu Feng Shui (Darmawan dan Hetyorini, 2. Dalam ilmu fengshui, terdapat tiga konsep dasar yaitu. Yin-yang . onsep keseimbangan/keselarasa. Chi . aya/getara. , dan Wuxing . unsur/eleme. Pada bangunan, penerapan ilmu fengshui dilakukan dengan penggunaan kombinasi warna dan ornament yang mewakili setiap unsur untuk menciptakan keselarasan. Sehingga tercipta kenyamanan bagi penghuninya. Penelitian tentang Klentang Tiao Kak Sie di Cirebon dilakukan untuk menemukan jawaban dari permasalahan dalam penelitian ini. Permasalahan yang akan dibahas yaitu. Analisa SARGA - VOLUME 16. NO. JULI 2022 Kajian Arsitektur Fengshui dan Makna Ornamentasi pada Klenteng Tiao Kak Sie Cirebon lokasi, tata letak ruang, orientasi, dan bentuk bangunan terhadap kaidah Arsitektur Feng Shui. Kemudian kajian mengenai ornament, symbol, dan detail-detail pada bangunan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana penerapan Arsitektur Fengshui terhadap bangunan peribadatan Tiongkok. Mulai dari segi lokasi, orientasi, tata letak ruang, dan bagaimana adaptasi bangunan terhadap topografi lokasinya yang berada di pesisir pantai. Selain itu, penelitian ini juga membahas filosofi dan makna dari ornamentornament berupa patung, ukiran, maupun lukisan pada bangunan. REVIEW LITERATUR Penelitian berjudul AuKajian Arsitektur Feng Shui dan Makna Ornamentasi Klenteng Tiao Kak Sie di CirebonAy merupakan salah satu penelitian tentang klenteng yang berfokus pada gaya arsitekturnya serta makna simbolik ornamen yang berkaitan dengan ilmu fenghsui yang berasal dari Cina. Feng Shui ( ) Feng Shui adalah seni hidup dalam keharmonisan dengan alam, sehingga seseorang mendapatkan paling banyak keuntungan, ketenangan, dan kemakmuran dari keseimbangan yang sempurna dengan alam (Too, 2. Pemahaman fengshui berasal dari kepercayaan, pengetahuan, dan budaya Cina yang disebut Filsafat Cina. Hal ini termasuk teori keseimbangan dan keselarasan. Yin dan Yang. I Ching. Pa Kua, lima unsur, pemahaman chi, serta takhayul dan simbolisme (Too, 2. I-Ching dan Yin & Yang I-Ching merupakan naskah Cina paling kuno sumber pemikiran dan perilaku semua orang Cina. Menurut Liliat Too . dalam bukunya yang berjudul Penerapan Fengshui. I-ching terdiri dari 64 Heksagram yang masing-masing berisi kombinasi garis putus . egative/ya. dan garis . ositif/yin. yang mewakili tenaga kutub alam semesta. Ia menekankan hubungan antara nasib manusia dan alam, serta memberikan pandangan mengenai Alam Semesta sebagai satu kesatuan, dengan semua yang ada du dalamnya berada dalam aliran konstan, yaitu perubahan (Too, 2. Prinsip dualisme I-Ching disebut Yin dan Yang, dimana keduanya melambangkan keselarasan yang sempurna. Lima Unsur Kaidah Fengshui sangat dipengaruhi oleh teori kelima unsur. Dalam bagan alam Cina, ada Lima Unsur . utama, yaitu Kayu. Api. Logam. Tanah, dan Air. Semua ilmu astrologi Cina, termasuk waktu, tahun, dan tanggal kelahiran, dikelompokkan ke dalam satu unsur ini, serta disosialisasikan dengan warna, musim, arah mata angin, dan planet (Too, 2. SARGA - VOLUME 16. NO. JULI 2022 Bunga Kristihartini. Djoko Darmawan Tabel 1. Pengelompokan Lima Unsur Fengshui Setiap Unsur Fengshui mewakili arah orientasi dan memiliki symbol warnanya masingmasing. Dalam lima unsur ini memiliki siklus produktif . dan destruktif . Kedua siklus ini diperlukan dalam hal peramalan. Gambar 1. Siklus kelima unsur Fengshui Sumber: Lilian Too, 2000 Arsitektur Tradisional Tionghoa Dalam arsitektur tradisional Tionghoa, terdapat banyak aturan-aturan berupa larangan maupun anjuran dalam merancang suatu bangunan yang berasal dari pola pikir hubungan manusia dengan alam yang tersirat dalam filsafat Tiongkok. Dalam peradaban Tiongkok, ajaran yang berisi filsafat hidup diwajidkan untuk dibaca. Karena kuatnya ajaran hidup itu bangsa Tiongkok merancang bangunan tetap menurut gaya aslinya walaupun ada pengaruh Budha dan Islam (Fletcher Sir. Banister. Knt,1. Pada penerapan arsitektur tradisional Tionghoa, pemilihan warna dan material sangat Penggunaan elemen kayu mendominasi hampir seluruh desain arsitektur Tiongkok, baik itu istana, kuil/vihara hingga rumah tinggal warga biasa karena kayu sejak dahulu digunakan dalam upacara-upacara untuk berkomunikasi antara surga dan dunia (Fletcher Sir. Banister. Knt,1. Dalam prosedur pembangunan, bangsa Tiongkok memiliki ciri khasnya yang berbeda dari negara-negara lain. Jika membangun dimulai dengan pendirian kolom lalu memberikan struktur atap pada kolom tersebut, maka bangsa Tiongkok mula-mula membuat kerangka atap kemudian baru menentukan letak kolom SARGA - VOLUME 16. NO. JULI 2022 Kajian Arsitektur Fengshui dan Makna Ornamentasi pada Klenteng Tiao Kak Sie Cirebon Elemen-elemen Bangunan Elemen-elemen bangunan pada arsitektur tradisional Tionghoa diantaranya: Atap. Atap arsitektur tradisional Tiongkok sangat mudah dikenali karena mempunyai bentuk yang melengkung, hal ini selain alasan estetika juga memperlambat aliran air hujan agar tidak jatuh langsung kehalaman dan merusak tanah (Kohl,1984,. Dinding. Pada arsitektur tradisional Tionghoa ada 2 buah yaitu dinding penopang . oad bearing wal. dan dinding penghalang . on bearing wal. Dinding penopang biasanya dari bata sedangkan untuk dinding penghalang biasanya terbuat dari kayu (Knapp, 1. Konstruksi. Pada dasarnya konstruksi pada arsitektur tradisional Tionghoa adalah struktur kerangka kayu, dimana kolom kayu menopang struktur atap terbuka dan sambungan antara elemen struktur tersebut tidak menggunakan paku tetapi menggunakan balok mahkota yang disebut dougong (Kohl,1984,. Kolom kayu berdiri tegak diatas umpak yang mencegah naiknya kelembaban tanah maupun perlindungan dari rayap (Knapp,1990,. Impluvium . Pada arsitektur tradisional Tionghoa dikenal istilah impluvium atau sering disebut courtyard atau Ausumur langitAy ( tian jing . yaitu suatu ruang terbuka yang dikelilingi oleh bangunan yang berfungsi sebagai Auwind trapAy dalam arsitektur barat, tapi Ausumur langitAy tidak hanya sekedar ruang kosong agar udara bisa masuk (Darmawan dan Hetyorini, 2. Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, impluvium pada bangunan tradisional Tionghoa ini berfungsi sebagai tempat bertemu, berinteraksi maupun sirkulasi bagi penghuni bangunan tersebut. Ruang terbuka ini juga merupakan tempat berkomunikasi dengan dewa atau para leluhur. Simbolisasi Ornamen dan Ragam Hias Arsitektur Tradisional Cina Bangunan Arsitektur Cina merupakan bangunan yang proses desain hingga pembangunan menggunakan prinsip dan kaidah Fengshui. Bangunan-bangunan ini dapat berupa tempat peribadatan . , rumah tinggal, kantor, dsb. Bangunan Arsitektur Cina selalu menampilkan ornament dan simbol yang memiliki makna filosofis. Filosofi arsitektur Cina sangat dipengaruhi oleh filosofi kepercayaan dan ajaran Konfusianisme. Taoisme dan Budhisme (G. Lin, 1. Terdapat simbol dan lambang-lambang dari bentuk ideal dan keharmonisan dalam tatanan masyarakat. Bentuk ideal dan keharmonisan dalam masyarakat dapat dilihat dari filosofi Tien-Yuan Ti-Fang, konsep Keseimbangan dalam kehidupan diatur dalam dualitas Yin dan Yang, hong Shui atau Feng Shui (Azmi, 2. Pada bangunan Klenteng, jenis ornament yang biasa digunakan dibagi menjadi tiga, yaitu hewan, tumbuhan, dan dewa/manusia. Selain itu juga terdapat symbol-simbol religi. Ornamen Binatang Beberapa orenamen binatang yang sering ditemui pada bangunan klenteng adalah naga, singa, kelelawar, kilin, harimau, kuda,burung bangau. SARGA - VOLUME 16. NO. JULI 2022 Bunga Kristihartini. Djoko Darmawan Gambar 2. Ornamen binatang Sumber: Too, 2000 Naga Naga atau Lung melambangkan kekuatan dan kebaikan, keberanian dan pendirian teguh, keberanian dan daya tahan (Azmi, 2. Makhluk ini menunjukkan semangat perubahan, mengembalikan kehidupan. Naga melambangkan kekuatan produktif dari alam (Too,1. Singa Binatang ini melambangkan keadilan dan kejujuran hati. Simbol Singa biasa diletakkan pada sisi kanan-kiri pintu masuk utama sebuah bangunan dan dipercaya dapat menjaga bangunan tersebut dari marabahaya. Simbol ini banyak dijumpai dalam bentuk karya tiga dimensi, digambarkan dalam posisi duduk sambil memegang bola (Tatt,1. Kelelawar Binatang kelelawar biasanya digunakan sebagai elemen dekoratif bangunan yang menampilkan lima ekor kelelawar melambangkan usia senja, kekayaan, kesehatan, cinta kebajikan, dan kematian alami. Semua ini dianggap nasib baik yang paling diharapkan semua orang (Williams, 1. Kilin Nilai-nilai yang terkandung pada hewan Kilin adalah kebahagiaan yang sempurna, panjang umur, kemegahan, kebaikan, kelembutan, kemuliaan, kesuburan dan kebijaksanaan (Too,1. Harimau Harimau merupakan simbol alami dari keagungan, kemuliaan, keberanian dan kekuatan. Gambar harimau yang diletakkan pada dinding dan pintu dipercaya mampu mengusir roh Kuda Kuda merupakan simbol dari kecepatan, keberanian, kekuatan dan juga merepresentasikan kalangan menengah keatas (Tatt, 1. SARGA - VOLUME 16. NO. JULI 2022 Kajian Arsitektur Fengshui dan Makna Ornamentasi pada Klenteng Tiao Kak Sie Cirebon Burung Bangau Burung bangau adalah lambang umum dari panjang umur dan seringkali digambarkan dibawah pohon pinus, sebagai simbol kehidupan (Williams, 1. Ornamen Tumbuhan Lillian Too dalam bukunya AuFeng ShuiAy . menyebutkan bahwa ornamen tumbuhan juga memiliki jenis yang cukup banyak, antara lain Bunga Teratai yang biasa dipakai sebagai lambang kesucian dan kesuburan, karena sesuai dengan warnanya yaitu putih. Sedangkan Bunga Seruni. Botan, dan Plum melambangkan kekuatan dan keteguhan hati dalam menghadapi kehidupan. Bunga Peony melambangkan perhatian, kasih, kekayaan, dan kehormatan. Bunga Chrysanthemum digunakan melambangkan sukacita dan penolakan dari hal-hal tidak diinginkan. Pohon Bambu dan Cemara melambangkan umur yang panjang, kekuatan, dan keuletan dalam menjalani kehidupan. Sedangkan Pohon Pinus melambangkan kekuatan dan tekad. Gambar 3. Ornamen Tumbuhan Sumber: Too, 2000 Ornamen Dewa/Manusia Dalam ajaran agama Buddha, dikenal beberapa Buddha dengan julukan Bodhisatva, yaitu Boddhisatva Maitreya. Boddhisatva Avalokitesvara (Kwan I. Boddhisatva Sakyamuni (Shiddarta Gautam. Boddhisatva Satyakalama (Guan Y. , dan Boddhisatva Ksitigarbha. Sedangkan jenis ornamen manusia yang biasa digunakan antara lain Men Sin, yaitu sepasang perwira penjaga pintu masuk bernama Cin Siok Poo/Perwira Muka Putih di daun pintu kiri, dan Oei Tie Kiong/Perwira Muka Hitam di daun pintu kanan. Pat Sian merupakan delapan dewa dalam kisah Tang Yu . isah perjalanan ke Timu. yang dianggap sebagai dewa-dewa pelindung profesi pekerjaan (Azmi, 2. Ornamen ini biasanya berbentuk patung yang diletakkan pada meja altar atau lukisan di dinding. SARGA - VOLUME 16. NO. JULI 2022 Bunga Kristihartini. Djoko Darmawan METODE Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif untuk mendapatkan gambaran dari suatu fenomena dari sudut pandang peneliti. Penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap, yaitu pengumpulan data, analisis, serta interpretasi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode obeservasi lapangan dan studi Pustaka. Pada observasi lapangan, penulis datang langsung ke obyek penelitian untuk melakukan pengamanatan dan wawancara dengan pengurus klenteng. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan kamera digital dan video Sedangkan pada metode studi literatur, pencarian data menggunakan buku-buku mengenai Kota Cirebon, catatan sejarah Klenteng Tiao Kak Sie, jurnal-jurnal penelitian mengenai klenteng, serta peta yang terkait. Tahap pengolahan data dilakukan dengan metode analisis deskriptif. Pada tahap ini, penulis menganalisis bangunan dengan memperhatikan bentuk, warna, dan ukuran pada susunan bangunan secara mandiri atau menyeluruh. Analisis khusus dilakukan terhadap orientasi, tata letak bangunan, dan detail-detail ornament pada klenteng, dimana hal-hal tersebut mengacu pada ilmu dan kaidah feng shui. Pada tahap akhir penelitian dilakukan interpretasi dengan melihat hasil analisis sebelumnya, membandingkan dengan kaidah fengshui lalu menarik kesimpulan yang dapat menjawab masalah penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Klenteng Tiao Kak Sie Klenteng Tiao Kak Sie atau Klenteng Dewi Welas Asih merupakan klenteng yang berada di Jl. Kantor nomor 2. Panjunan. Kecamatan Lemahwungkuk. Cirebon. Jawa Barat. Klenteng yang dibangun pada tahun 1595 ini merupakan salah satu warisan sejarah Kota Cirebon. Nama Tiao Kak Sie berasal dari AuTiaoAy memiliki arti laut pasang. AuKakAy berarti bangun dari tidur atau membimbing ke pencerahan yang benar. AuSieAy memiliki arti klenteng dengan dewa utama dari agama Budha (Satibi, 2. Penamaan klenteng tersebut erat kaitannya dengan lokasi klenteng yang berada di pesisir laut Jawa. Pada awalnya, klenteng ini berada di belakang Gedung Escanmto Maatschappij dan hampir terkena gusur untuk perdagangan dan lalu lintas (Satibi, 2. Bangunan utama dari klenteng Tiao Kak Sie berbentuk persegi panjang dengan luas 1600m2 dengan orientasi bangunan menghadap ke selatan. Jika kita amati bangunan ibadah berada di atas platform, bidang datar yang ditinggikan kurang lebih 50 cm, terbuat dari tanah dipadatkan, dibatasi batu atau bata yang disebut jie ji, oa. Kelenteng ini terdiri dari serambi, altar dewa utama, sumur langitAy . ian jing . atau atrium berada di depan SARGA - VOLUME 16. NO. JULI 2022 Kajian Arsitektur Fengshui dan Makna Ornamentasi pada Klenteng Tiao Kak Sie Cirebon altar utama, pada sisi kiri dan kanan atrium terdapat selasar dalam atau lang wu OU, ruang suci, dan bangunan penunjang lainnya. Fengshui pada Elemen Ae Elemen Bangunan Klenteng Tiao Kak Sie Klenteng Tiao Kak Sie merupakan bangunan yang menerapkan arsitektur tradisional cina. Hal ini dapat dilihat mulai dari gerbang, bentuk atap dan konstruksinya yang masih menggunakan kayu, bentuk dan hiasan pada dinding, dan ornament-ornament sebagai ragam hias bangunan tersebut. Pada Pailou . erbang masuk klenten. , didominasi dengan warna merah dengan atap . uding ) pada kelenteng Tiao Kak Sie berbentuk pelana . dengan bubungan yang melengkung keatas di ujung sisi kiri dan kanannya disebut Yanbue / Yanwei Ni atau wenshou. Diatas bubungannya terdapat ornamen yaitu 4 naga berjalan atau xing long Us yang saling berhadapan dan pada bagian tengah bubungan atap terdapat huo zhu A a mutiara yang menyala, yang melambangkan matahari . Pada lantai menggunakan warna merah dengan penambahan gundukan/trap naik turun tepat dibawah pintu. Hal ini memiliki memiliki maksud agar setiap orang yang masuk menunduk untuk penghormatan sebelum memasuki area ibadah. Gambar 5. Gerbang Masuk Klenteng Sumber: Dokumentasi Pribadi,2022 Gambar 6. Tata Ruang Klenteng Tiao Kak Sie Sumber: Parmita, 2016 SARGA - VOLUME 16. NO. JULI 2022 Bunga Kristihartini. Djoko Darmawan Bagian depan bangunan utama (Altar Dewa Tie Kon. merupakan wajah utama dari klenteng ini. Sebelum memasuki bangunan tersebut, terdapat meja yang diletakkan di kanan dan kiri pintu utama yang berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan hio. Pada dinding depan ini dihiasi beberapa panel relief bentuk naga pada bagian kanan dan harimau pada bagian kiri. Selain itu juga terdapat beberapa ornamen flora, fauna, serta ornament garis- garis berwarna emas dan merah dengan pola huruf AyLAy yang bersambung-sambung membentuk suatu pola. Ditengah-tengah pola tersebut terdapat ornamen lingkaran dengan motif awan melingkar-lingkar didalamnya, dimana bentuk inilah yang dulunya menjadi cikal bakal batik mega mendung. Gambar 7. Bagian Depan Bangunan Utama Sumber: Parmita, 2016 Masuk ke ruangan utama bangunan, terdapat prasasti yang ditulis dengan aksara cina yang berisi tentang tahun pemugaran dan pemberi sumbangan. Pada bagian utama tersebut terdapat impluvium dengan elevasi -25cm dari lantai utama. Impluvium ini berukuran 4,42 x 4,48 meter. Dimana impluvium ini berada diantara Altar Dewa Hok Tek Ceng Sin (Dewa Bum. dan Dewa Seng Hong Yah (Dewa Akhirat/Huku. Sedangkan pada depan . implivium terdapat tiga altar dewa, yaitu Altar Dewa Kwan Im Po Sat. Dewa Kwan Te Kum (Dewa Peran. , dan Dewa Thian Siang Sing Bo (Dewa Lau. Dari impluvium terlihat atap bangunan altar utama berbentuk pelana dengan bubungan melengkung. Gambar 8. Altar utama Sumber: Parmita, 2016 Pada bubungan terdapat ornamen 2 naga memiliki bentuk ekor seperti ikan/duyung saling berhadapan dengan dengan mutiara menyala berada di tengahnya. Pada serambi timur klenteng, terdapat jangkar raksasa yang terbuat dari besi. Merupakan salah satu peninggalan dan bukti sejarah pelayaran bangsa Cina ke Jawa. Menurut pengelola Klenteng, adanya jangkar merupakan suatu filosofi bahwa setiap pelayaran pasti akan SARGA - VOLUME 16. NO. JULI 2022 Kajian Arsitektur Fengshui dan Makna Ornamentasi pada Klenteng Tiao Kak Sie Cirebon berlabuh, begitu juga dalam kehidupan. Pada bagian depan posisi jangkar dibuat area untuk berdoa dan meletakkan hio. Hal ini dimaksudkan untuk penghormatan. Gambar 10. Hiasan naga pada atap altar utama (A) Jangkar yang terletak tidak jauh dari tempat sembahyang (B) Sumber: Dokumentasi Pribadi Fengshui pada Elemen Ae Elemen Bangunan Klenteng Tiao Kak Sie Pada bangunan klenteng, ornamen merupakan unsur pelengkap yang dijadikan sarana komunikasi dari suatu konsep, ajaran, dan pesan yang ingin disampaikan pada masyarakat. Dari hasil observasi dan analisis yang dilakukan, terdapat tujuh motif ornamen pada Klenteng Tiao Kak Sie, yaitu motif flora, fauna, manusia, kejadian alam, motif geometris, aksara cina, dan penggambaran benda buatan manusia. Tabel 2 pada halaman selanjutnya menjelaskan bahwa ornamen yang paling dominan adalah motif manusia dengan jumlah 107, diikuti dengan motif flora dengan jumlah 79 bh, fauna sejumlah 44 buah, serta benda buatan manusia sejumlah 27 buah. Pada ornamen fauna, terdapat 14 jenis motif fauna yang merupakan hewan mitos atau kepercayaan masyarakat Tiongkok. Pada klenteng Tiao Kak Sie, motif naga lebih dominan dari jenis hewan lainnya. Motif naga ditempatkan pada bubungan pintu gerbang, atap bangunan utama, dinding serambi bangunan utama, serta pintu masuk ruang utama. SARGA - VOLUME 16. NO. JULI 2022 Bunga Kristihartini. Djoko Darmawan Tabel 2. Pengelompokan Lima Unsur Fengshui Motif Ornamen Fauna Flora Benda buata manusia Manusia Jenis C Singa C Naga C Harimau C Monyet C Ikan C Phoenix C Kodok C Burung Bangau C Kerbau C Pheasant C Gajah C Qilin C Anjing C Kambing C Bunga teratari C Pinus C Bambu C Bunga peony C Bunga krisan C Bunga plum C Delapan lambang keabadian C Vas C Bangunan C Manusia C Tokoh Jumlah Total Sumber: Parmita, 2016 Gambar 11. Ornamen Motif Naga pada Dinding. Kolom, dan Bubungan Atap Utama Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2022 Untuk ornament flora, terdapat 6 jenis flora yang digunakan sebagai ragam hias klenteng yaitu bunga teratai, pinus, bambu, bunga peony, bunga krisan, dan plum. Pada klenteng, motif bunga krisan cukup mendominasi yaitu deng jumlah 31 ornamen yang dapat ditemukan pada beberapa dinding serambi klenteng dan panil pada tungku pembakaran. Selain itu, pada meja tungku pembakaran bunga krisan segar ditempatkan dalam vas Hal ini dikarenakan bunga krisan memiliki arti sukacita dan penolakan dari hal-hal tidak diinginkan. Selain krisan. Bunga Teratai juga mendominasi ragam hias klenteng. SARGA - VOLUME 16. NO. JULI 2022 Kajian Arsitektur Fengshui dan Makna Ornamentasi pada Klenteng Tiao Kak Sie Cirebon Hiasan Bunga Teratai salah satunya ditempatkan pada dinding depan berdampingan dengan ragam hias flora lainnya. Gambar 12. Ornamentasi flora pada dinding serambi depan Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2022 Gambar 13. Ornamentasi flora penghias area ibadah klenteng dan Cetiya Dhamma Rakkhita Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2022 Ornamen selanjutnya adalah ornamen motif Manusia. Dimana yang dimaksudkan disini bukan hanya manusia melainkan penggambaran/simbolisasi Dewa-dewa dan tokoh-tokoh kerajaan maupun perang. Ragam hias ini disimbolisasikan dalam bentuk lukisan, pahatan, dan patung-patung. Pada Klenteng Tiao Kak Sie, ragam hias ini dapat ditemukan di bagian dinding halaman depan dalam bentuk lukisan panjang, pintu masuk ruang ibadah utama, serta patung-patung yang terdapat pada meja dan altar doa. SARGA - VOLUME 16. NO. JULI 2022 Bunga Kristihartini. Djoko Darmawan Gambar 14. Ornamentasi Manusia - Lukisan pada dinding halaman depan . ambar Ornamentasi Manusia pada gerbang masuk, dinding serambi depan, serta patung - patung simbolik pada area doa Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2022 KESIMPULAN Klenteng Tiao Kak Sie merupakan salah satu klenteng bersejarah dan tertua di Cirebon. Bangunan ini menerapkan bangunan tradisional cina dimana bentuk, penataan, dan ornamentasi bangunan menggunakan kaidah feng shui. Dari segi fungsi dan bangian bangunan, area Klenteng Tiao Kak Sie ini dibagi menjadi beberapa blok bangunan, seperti halaman depan, altar dewa, impluvium, serambi, area jangkar raksasa, cetiya, dan Dari segi elemen bangunan, atap klenteng Tiao Kak Sie menggunakan bentuk jurai pelana dengan bubungan melengkung serta penambahan ragam hias ornament naga. Konstruksi yang digunakan masih menggunakan kayu yang difinishing dengan warna merah dan ukiran- ukiran khas flora dan fauna. Pada dinding bangunan juga didominasi warna Beberapa dinding dihias dengan berbagai ornament seperti lukisan, pahatan timbul, dan lubang-lubang angin dengan bentuk awal yang melingkar-lingkar. Pada lantai bangunan, warna keramik merah digunakan untuk ruang-ruang utama seperti ruang altar, sedangkan pada halaman menggunakan keramik warna abu-abu. Sedangkan dalam hal ornamentasi, pada arsitektur tradisional cina dibagi menjadi beberapa jenis ornament, yaitu ornament flora, fauna, serta manusia/dewa. Ornamen-ornamen tersebut bisa berupa lukisan, pahatan, maupun patung-patung simbolik. SARGA - VOLUME 16. NO. JULI 2022 Kajian Arsitektur Fengshui dan Makna Ornamentasi pada Klenteng Tiao Kak Sie Cirebon DAFTAR PUSTAKA Lip. Evelyn. Chinese Temples and Deities. Singapore: Times Book International Evelyn. Feng Shui in Chinese Architecture. Bangkok: Marshall Cavendish Corp Kohl. David G. Chinese Architecture in The Straits Settlements and Western Malaya:Temples. Kongsis and Houses. Kuala Lumpur: Heinemann Asia Ling Yu. QingHua. Visual Dictionary of Chinese Architecture. China: Everbest Printing Company. Moedjiono. Ragam Hias dan Warna Sebagai Simbol Dalam Arsitektur Cina. Modul. Vol 11, page 19-20. Universitas Diponegoro. Semarang Parmita. Dilla Andriani. Klenteng Dewi Welas Asih Di Cirebon: Kajian Arkeolog. Jurnal Penelitian. Depok: Universitas Indonesia Pynkyawati. Theresia. Mauludin. Dayani. Rupang. , & Winarsyah. Klenteng Dewi Kwan Im Cirebon (Firs. Itenas. Satibi. Catatan Mengenai Klenteng Koan Iem AuTiao-Kak-SieAy di Cirebon. Majalengka: Ilmu Pengerahuan Populer Seri Ke II. Too. Lillian . Feng Shui. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. Too. Lilian. Penerapan Feng Shui. Pa Kwa dan Lo Shu. PT. Elex Media Kompuntindo. Jakarta. William. Chinese Symbolism And Art Motifs. Singapore: Tuttle Publishing. Darmawan. Djoko dan Hetyorini, 2013. Yin Yang,Chi dan Wu Hsing Pada Arsitektur Kelenteng Sebelum Abad 19 Studi Kasus Kelenteng Di Lasem. Rembang dan Semarang UCAPAN TERIMA KASIH