Vol. 11 No. 2 DESEMBER 2025 DOI: doi. org/10. 38204/atrabis. https://jurnal. id/index. php/atrabis/index ISSN 2443-3756 . JURNAL ADMINISTRASI BISNIS Eksplorasi Peran Lingkungan Kerja dan Gaya Kepemimpinan Situasional dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Exploring the Role of Work Environment and Situational Leadership Style in Enhancing Employee Performance Muhammad Furqon1. Abdul Wafa2 Prodi Administrasi Bisnis1. Prodi Manajemen2 Politeknik LP3I1. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi STAN-IM2 e-mail: muhammadfurqon@plb. id1, abdulwafa995@gmail. Abstract: This study examines the influence of the work environment and situational leadership style on employee performance. Using a quantitative approach with an explanatory research design, the study aims to explain the relationship between these independent variables and Data were collected through structured questionnaires from 60 respondents and analyzed using multiple linear regression. The findings show that both the work environment and situational leadership have a positive and significant effect on employee performance . < 0. A conducive work environment enhances motivation and productivity, while situational leadership allows supervisors to adjust their approach based on task demands and employee readiness. Regression results also indicate that the work environment has a slightly stronger influence. Theoretically, this study contributes to a deeper understanding of the role of adaptive leadership and workplace conditions in improving performance within the automotive industry. Practically, the results highlight the importance of creating a supportive work environment and developing leaders capable of applying situational leadership Future research is recommended to involve larger samples to increase the generalizability of the findings. Keywords: Work environment, situational leadership, employee performance Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan gaya kepemimpinan situasional terhadap kinerja karyawan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory, penelitian ini berupaya menjelaskan hubungan kedua variabel bebas tersebut terhadap kinerja. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dari 60 responden dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan kepemimpinan situasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan . < 0,. Lingkungan kerja yang kondusif terbukti meningkatkan motivasi dan produktivitas, sementara kepemimpinan situasional memungkinkan penyesuaian gaya memimpin sesuai tuntutan tugas dan kesiapan karyawan. Analisis regresi juga mengindikasikan bahwa lingkungan kerja memiliki pengaruh yang sedikit lebih dominan. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya pemahaman mengenai peran kepemimpinan adaptif dan kondisi kerja dalam meningkatkan kinerja pada industri otomotif. Secara praktis, hasil penelitian menegaskan perlunya organisasi menciptakan lingkungan kerja yang mendukung serta mengembangkan pemimpin yang mampu menerapkan gaya kepemimpinan Studi selanjutnya disarankan melibatkan sampel yang lebih besar untuk meningkatkan generalisasi temuan. Kata kunci: Lingkungan kerja, kepemimpinan situasional, kinerja karyawan PENDAHULUAN Penelitian mengenai pengaruh lingkungan kerja dan kepemimpinan situasional terhadap kinerja karyawan telah banyak dilakukan, namun temuan empiris menunjukkan adanya variasi hasil dan keterbatasan konteks studi. Beberapa penelitian menemukan bahwa lingkungan kerja memiliki pengaruh signifikan kenyamanan, keamanan, dan motivasi kerja (Dwi Pristanti. Suradi, & Malikun, 2. dan (Sedarmayanti, 2. Temuan ini sejalan dengan teori perilaku organisasi yang menyatakan bahwa lingkungan kerja yang positif dapat meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja (Robbins & Judge, 2. Namun, sebagian studi lain melaporkan bahwa pengaruh lingkungan kerja hanya bersifat moderat dan dipengaruhi oleh faktor tambahan seperti budaya organisasi, beban kerja, atau kepuasan kerja (Surya Abbas, et al. , 2. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan lingkungan kerja dan kinerja belum sepenuhnya konsisten di berbagai sektor industri. Sementara kepemimpinan situasional menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang adaptif dapat meningkatkan motivasi, kejelasan tugas, dan pencapaian target (Northouse, 2. dan (Hasibuan, 2. Beberapa penelitian juga menegaskan bahwa efektivitas kepemimpinan situasional bergantung pada tingkat kesiapan karyawan dalam menerima arahan dan tanggung jawab (Soetrisno, 2. Meski demikian, sebagian penelitian mengkritik mempertimbangkan dinamika kerja modern yang lebih kompleks serta adanya variasi karakteristik tugas antar divisi dalam perusahaan (Furqon & Suharti, 2. Selain itu, penelitian di sektor otomotif masih terbatas kepemimpinan transformasional atau gaya Penelitian yang mengintegrasikan kedua variable lingkungan kerja dan kepemimpinan situasional dalam satu model empiris relatif masih sedikit, terutama di konteks industri otomotif Indonesia. Banyak studi terdahulu hanya meneliti salah satu variabel, sehingga belum memberikan gambaran menyeluruh mengenai bagaimana interaksi keduanya membentuk kinerja karyawan (Mangkunegara. Selain itu, sebagian studi menggunakan desain penelitian deskriptif atau sampel terbatas tanpa mempertimbangkan variasi unit kerja dalam organisasi. Keterbatasan ini bagaimana lingkungan kerja dan gaya kepemimpinan situasional secara simultan memengaruhi kinerja dalam lingkungan kerja yang dinamis. Berdasarkan kajian tersebut, penelitian ini menempati posisi penting dalam literatur karena menguji kedua variabel secara bersamaan dalam konteks industri otomotif, khususnya di PT. Teja Berlian Mitsubishi Cirebon yang memiliki struktur kerja heterogen antar divisi. Pendekatan ini diharapkan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kinerja karyawan dan memperkaya teori mengenai integrasi antara situasional dalam sektor industri yang ATRABIS: Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 11 No. 2 DESEMBER 2025 Tabel 1. Jumlah Pegawai di Operasional Head Office PT. Teja Berlian Mitsubishi Cirebon sampel yang terbatas tetap menjadi pertimbangan dalam pembahasan generalisasi hasil penelitian. Nama Department Akunting EDF BBN dan Beresan Marketing Support Sales Operasional Promosi Finance HRD dan GA Sales Promotion Jumlah Variabel Penelitian Penelitian ini melibatkan tiga variabel, yaitu: Lingkungan kerja . ariabel independen . Gaya kepemimpinan situasional . ariabel independen . Kinerja karyawan . ariabel depende. Jumlah Karyawan 6 Orang 6 Orang 4 Orang 5 Orang 6 Orang 6 Orang 6 Orang 6 Orang 15 Orang 60 Orang Instrumen Penelitian Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert 1Ae5. Pengembangan item didasarkan pada teori dan instrumen terdahulu: Sumber : PT. Teja Berlian Mitsubishi Cirebon Dengan mempertimbangkan latar belakang yang telah dipaparkan, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana lingkungan kerja dan gaya kepemimpinan situasional berperan dalam meningkatkan kinerja karyawan pada industri otomotif. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research, karena tujuan utama penelitian adalah lingkungan kerja dan gaya kepemimpinan situasional terhadap kinerja karyawan. Desain ini dinilai lebih tepat daripada kausalkomparatif, mengingat penelitian tidak membandingkan kelompok, tetapi menguji pengaruh langsung antarvariabel dalam satu model analitik. Populasi dan Sampel Populasi penelitian mencakup seluruh karyawan PT. Teja Berlian Mitsubishi Cirebon yang terdiri dari berbagai divisi seperti Akunting. Marketing Support. Sales Operasional. Finance. HRD, dan Sales Promotion. Mengingat ukuran populasi hanya 60 orang. Teknik sampling jenuh digunakan, yaitu seluruh anggota populasi dijadikan Penggunaan sampel jenuh dipilih karena jumlah populasi kecil dan homogen memungkinkan peneliti memperoleh data yang Namun demikian, ukuran Lingkungan kerja merujuk pada Robbins dan Judge . serta Sedarmayanti . dengan total 11 item mencakup aspek fisik, sosial, dan psikologis. Kepemimpinan situasional merujuk pada model Hersey & Blanchard yang disajikan dalam Northouse . dengan 10 item terkait gaya telling, selling, participating, dan delegating. Kinerja Mangkunegara . dengan 8 item terkait kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, dan tanggung jawab. Instrumen diuji melalui uji validitas (Pearso. dan uji reliabilitas (CronbachAos Alph. untuk memastikan kelayakan pengukuran sebelum analisis regresi dilakukan. Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS sebagai alat pengolah data. Tahapan analisis meliputi: Uji asumsi klasik . ormalitas, heteroskedastisita. Uji F untuk menguji pengaruh simultan. Uji t untuk menguji pengaruh parsial dan Koefisien determinasi (RA) untuk mengetahui kontribusi masingmasing variabel dalam menjelaskan kinerja HCA: Lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. ATRABIS: Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 11 No. 2 DESEMBER 2025 HCC: Gaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. HCE: Lingkungan kerja dan gaya kepemimpinan situasional secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. oleh diploma . %). SLTA/sederajat . %), dan S2 . %). Tabel 4. Profil Responden Berdasarkan Usia Usia 20 - 30 tahun 31 - 40 tahun 41 - 55 tahun Jumlah PEMBAHASAN Peneliti menganalisis data menggunakan pendekatan deskriptif dan statistik, dengan menitikberatkan pada karakteristik biografis responden seperti jenis kelamin dan jabatan. Sampel penelitian terdiri atas 60 karyawan yang bekerja di PT. Teja Berlian Mitsubishi Cirebon. Responden yang telah mengisi kategori jenis kelamin, pendidikan, dan usia. Adapun klasifikasi responden dapat dijabarkan sebagai berikut: Tabel 2. Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Presentase Laki Ae laki 28 Orang Perempuan 32 Orang Total 60 Orang Sumber : Data primer yang diolah 2023 Hasil pada Tabel 2 menunjukkan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini adalah perempuan, dengan jumlah 32 orang . %), sementara responden laki-laki berjumlah 28 orang . %). Presentase Sumber : data primer yang diolah 2023 Tabel 4 menunjukkan bahwa responden didominasi oleh kelompok usia 20Ae30 tahun . %), diikuti oleh usia 31Ae40 tahun . %), dan 41Ae55 tahun . %). Deskripsi responden menunjukkan distribusi karakteristik dasar seperti jenis kelamin, pendidikan, dan usia. Sebagian besar responden adalah perempuan . %) dan mayoritas memiliki pendidikan S1 . %). Komposisi usia didominasi oleh kelompok produktif 20Ae30 tahun . %). Profil ini penting karena dapat memengaruhi cara responden memersepsikan lingkungan kerja dan gaya kepemimpinan. Dalam menggunakan perangkat lunak SPSS versi 23, hubungannilai tiap-tiap pernyataan dengan dipergunakan sebagai pengukuran validitas Validitas dianggap terpenuhi jika korelasi melebihi kriteria yang ditetapkan. Tabel 5. Uji Validitas Lingkungan Kerja Pernyataan Korelasi 0,496 0,615 0,470 0,377 0,679 0,653 0,620 0,454 0,773 0,495 0,320 Tabel 3. Profil Responden Berdasarkan Tingkatan Pendidikan Pendidikan Jumlah Presentase SLTA Sederajat 5 Orang D1. D2. D3 19 Orang 32 Orang 4 Orang Jumlah 60 Orang Sumber : Data primer yang diolah 2023 Tabel 3 menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpendidikan S1 . %), diikuti Jumlah 42 Orang 14 Orang 4 Orang 60 Orang Kriteria Keterangan Valid Dari tabel tersebut, pengujian validitas untuk instrumen lingkungan kerja mengungkapkan ATRABIS: Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 11 No. 2 DESEMBER 2025 bahwa ke-11 pernyataan memiliki korelasi yang melebihi kriteria yang ditetapkan, sehingga secara keseluruhan dianggap valid. Rentang nilai koefisien korelasi berkisar antara 0,320 hingga 0,773. Tabel 8. Uji Reliabilitas Variabel Variabel Kriteria Keterangan Valid Dari tabel tersebut, pengujian validitas untuk mengungkapkan bahwa ke-10 pernyataan memiliki korelasi yang melebihi kriteria yang ditetapkan, sehingga secara keseluruhan dianggap valid. Rentang nilai koefisien korelasi berkisar antara 0,545 hingga 0,730. Kriteria Seluruh item pada variabel lingkungan kerja, gaya kepemimpinan situasional, dan kinerja karyawan secara konsisten menunjukkan nilai korelasi di atas batas minimal 0,30. 0,60 Reliabel 0,761 0,60 Reliabel 0,772 0,60 Reliabel Unstandardized Coefficients Model Keterangan Tabel menunjukkan bahwa seluruh delapan item kinerja karyawan memiliki nilai korelasi antara 0,542Ae0,757 dan melebihi kriteria yang ditetapkan, sehingga seluruhnya dinyatakan 0,741 Tabel 9. Uji Regresi Linier Berganda Kinerja Lingkungan Gaya Valid Keteranga Tabel menunjukkan bahwa seluruh variabel memiliki nilai CronbachAos Alpha antara 0,741Ae 0,772 (>0,. , sehingga seluruh item dinyatakan reliabel. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh situasional terhadap kinerja karyawan. Nilai CronbachAos Alpha antara 0,741Ae0,772 menunjukkan reliabilitas yang baik. Dengan kata lain, reliabilitas di sini mendukung bahwa item mampu mengukur konstruk secara stabil. Tabel 7. Uji Validitas Kinerja Karyawan Pernyataan Korelasi 0,677 0,762 0,741 0,757 0,680 0,542 0,618 0,569 Kriteri Lingkungan Gaya n situasional Kinerja Tabel 6. Uji Validitas Gaya Kepemimpinan Situasional Pernyataan Korelasi 0,645 0,624 0,630 0,730 0,580 0,703 0,545 0,601 0,576 0,622 CronbachAo s Alpha Standard Coeffici ents Beta Sig. Std. Error Tabel 9 menunjukkan bahwa variabel lingkungan kerja . hitung = 2,401 > t tabel = 2,002. = 0,02 < 0,. , dimana = 0,233. = 2,401. p < 0,05. Artinya, setiap peningkatan satu unit persepsi lingkungan kerja akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0,233 unit . etika variabel lain konsta. Ini adalah efek positif yang secara praktis menunjukkan bahwa perbaikan kondisi fisik maupun sosial di kantor berdampak langsung pada dan kepemimpinan situasional . hitung = 3,620 > t tabel = 2,002. = 0,001 < dimana = 0,320. t = 3,620. p < 0,05. Koefisien ini lebih besar dibanding lingkungan ATRABIS: Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 11 No. 2 DESEMBER 2025 kerja, menunjukkan bahwa penyesuaian gaya kepemimpinan berdasarkan kemampuan dan kesiapan bawahan memberikan efek yang lebih kuat terhadap kinerja. Tabel 10. Hasil Uji F Model Regression Residual Total Sum of Squares Mean Square Sig. Tabel 10 menunjukkan bahwa F hitung . > F tabel . dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga variabel situasional secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Tabel 11. Uji Determinasi Model Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Koefisien determinasi (RA) = 0,531. Artinya, 53,1% variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Sisanya . ,9%) dipengaruhi faktor lain seperti kompensasi, motivasi, budaya organisasi, atau kepuasan kerja. Nilai RA sebesar >50% termasuk moderat-kuat dalam penelitian sosial, mendukung bahwa model ini PEMBAHASAN Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Lingkungan kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Temuan ini konsisten dengan teori Robbins dan Judge yang menyatakan bahwa kondisi kerja, baik fisik . encahayaan, suhu, tata ruan. maupun psikososial . ubungan antar pegawai, dukungan rekan kerj. , meningkatkan kenyamanan dan motivasi. Penelitian terdahulu (Setiawan. Siamto, & Ratnawati, 2. dan (Edison & Masman, 2. juga mendukung hubungan positif tersebut. Namun, penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam konteks perusahaan otomotif berskala menengah di Cirebon yang memiliki struktur kerja kombinasi antara administrasi dan Temuan ini menunjukkan bahwa bahkan pada industri dengan tekanan operasional tinggi, faktor lingkungan tetap menjadi pendorong kinerja yang signifikan. Koefisien = 0,233 menunjukkan pengaruh praktis yang tidak besar namun stabil. Ini mengindikasikan bahwa lingkungan kerja berfungsi sebagai supporting factor yang bersifat dasar. Perbaikan kecil pada komunikasi dapat meningkatkan performa tanpa perlu intervensi besar. Pengaruh Kepemimpinan Situasional terhadap Kinerja Karyawan Kepemimpinan situasional memiliki pengaruh paling kuat dalam model penelitian ini ( = 0,. Hal ini bermakna bahwa pemimpin yang mampu menyesuaikan arah dan dukungan dengan tingkat kemampuan dan kemauan bawahan memberikan dampak nyata pada output kerja. Temuan ini memperluas hasil penelitian (Hamzah. Yantu. Bokingo, & Tantawi, 2. dan (Pristanti. Suradi, & Malikun, 2. , tetapi penelitian ini menawarkan novelty dalam konteks struktur kerja perusahaan otomotif dengan keragaman Di PT. Teja Berlian, gaya kepemimpinan yang adaptif terbukti penting karena karyawan berasal dari latar pendidikan dan usia berbeda. Pemimpin yang mampu participating, atau delegating menjadi lebih efektif menghadapi variasi tersebut. Efek praktisnya menunjukkan bahwa pelatihan kepemimpinan berbasis situasional dapat meningkatkan produktivitas tim secara Pengaruh Simultan dan Interaksi Kedua Variabel Pengaruh simultan lingkungan kerja dan kepemimpinan situasional menunjukkan bahwa kinerja karyawan tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi kerja, tetapi juga ATRABIS: Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 11 No. 2 DESEMBER 2025 membimbing, dan mendukung karyawan. Temuan ini memperkuat teori personAe environment fit, bahwa kesesuaian antara kondisi kerja dan gaya kepemimpinan meningkatkan efektivitas individu. Penelitian (Nuhiya. Podungge, & Pakaya, 2. mengonfirmasi bahwa kedua faktor ini saling Dalam konteks PT. Teja Berlian, kepemimpinan adaptif tidak menghasilkan kinerja maksimal, begitu pula sebaliknya. Implikasi Teoretis dan Praktis Implikasi Teoretis: . Penelitian memperkuat konsep bahwa kinerja dipengaruhi oleh kombinasi faktor individu, lingkungan, dan kepemimpinan, . Menambah bukti empiris mengenai fit theory dalam konteks industri otomotif di Indonesia dan . Memberikan perspektif baru bahwa kepemimpinan situasional lebih berpengaruh dibanding faktor lingkungan pada populasi karyawan muda. Implikasi Praktis: . Perusahaan perlu memprioritaskan pelatihan kepemimpinan adaptif, . Perbaikan fasilitas kerja fisik harus tetap dilakukan karena memberi kontribusi kepemimpinan dan . HR dapat menyusun berdasarkan tingkat kesiapan . eadiness leve. sesuai model Hersey & Blanchard. Keterbatasan Arah Penelitian Selanjutnya Keterbatasan terbesar adalah ukuran sampel kecil . yang membatasi generalisasi. Selain itu, model hanya menggunakan dua variabel sehingga RA tidak sepenuhnya tinggi. Studi mendatang dapat: . Menggunakan sampel lebih besar dan lintas industri, . Menambahkan variabel mediasi seperti motivasi atau kepuasan kerja dan . Menggunakan pendekatan structural equation modeling untuk menguji hubungan yang lebih KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, baik secara parsial maupun Hasil ini memperkuat pandangan bahwa kinerja dipengaruhi oleh kondisi kerja Dengan kontribusi sebesar 53,1%, penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi lingkungan kerja yang kondusif dan kepemimpinan adaptif meningkatkan kinerja pada industri otomotif yang memiliki dinamika kerja tinggi. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian perilaku organisasi dengan menunjukkan bagaimana kedua faktor tersebut bekerja secara saling melengkapi dalam konteks perusahaan otomotif di Indonesia. Perusahaan memperbaiki lingkungan kerja, baik dari aspek fisik maupun sosial, serta meningkatkan kemampuan pemimpin dalam menerapkan gaya kepemimpinan situasional melalui pelatihan dan pengembangan manajerial. Penelitian menggunakan sampel yang lebih besar dan konteks organisasi yang beragam agar hasilnya lebih dapat digeneralisasi. Selain itu, menambahkan variabel seperti motivasi kerja atau kepuasan kerja dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai mekanisme hubungan antara kepemimpinan, lingkungan kerja, dan kinerja karyawan DAFTAR PUSTAKA