Journal of Science Education and Management Business (JOSEAMB) Vol. No. 1, tahun 2026, hlm. ISSN: 2828-3031 KEPUTUSAN BERINVESTASI MELALUI PERILAKU KEUANGAN: LITERASI KEUANGAN. PENDAPATAN DAN LOKUS PENGENDALIAN DI KOTA SOLOK Raichelia Suci Ramadhani . Anatia Agusti. Berta Agus Petra. Program Studi Akuntansi Universitas Putra Indonesia YPTK Padang Info Artikel ABSTRAK Sejarah artikel: Penelitian ini bertujuan untuk menguji keputusan berinvestasi melalui perilaku keuangan : literasi keuangan, pendapatan dan lokus pengendalian pada Pegawai Negri Sipil yang berdomisili di Kota Solok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pemilihan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan didapatkan sebanyak 95 Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda dan analisis jalur menggunakan SPSS versi 30. Berdasarkan hasil uji hipotesis penelitian ini menemukan bahwa literasi keuangan dan pendapatan berpengaruh terhadap perilaku keuangan. Semnetara Lokus pengendalian tidak berpengaruh terhadap perilaku keuangan. Literasi keuangan, pendapatan dan lokus pengendalian tidak berpengaruh terhadap keputusan berinvestasi. Perilaku keuangan tidak berpengaruh terhadap keputusan berinvestasi. Perilaku keuangan tidak dapat memediasi literasi keuangan terhadap keputusan berinvestasi. Perilaku keuangan tidak dapat memediasi pendapatan terhadap keputusan berinvestasi. Perilaku keuangan tidak dapat memediasi lokus pengendalian terhadap keputusan berinvestasi Received: 22 nov 2025 Revised: 29 Nov 2025 Accepted: 7 Jan 2026 Published: 12 Jan 2026 Kata kunci: Keputusan Berinvestasi Literasi Keuangan Pendapatan Lokus Pengendalian Perilaku Keuangan Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-SA. Penulis yang sesuai: Anatia Agusti Departemen ekonomi. Fakulty ekonomi dan bisnis Universitas Putra Indonesia YPTK. Padang. Indonesia Email: anatiaagusti@upiyptk. PENDAHULUAN Investasi merupakan pengorbanan yang dilakukan pada saat sekarang dengan tujuan untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar dimasa yang akan datang. Salah satu faktor yang dibutuhkan untuk melakukan sebuah investasi adalah modal atau dana. Sumber dana dapat berasal dari pinjaman atau dana pribadi. Dalam investasi ada banyak sektor yang dapat digunakan, diantaranya sektor riil, sektor perbankan hingga pasar modal. Kita dapat menggunakan sektor mana saja sesuai dengan keputusan yang kita inginkan. Setiap manusia pada dasarnya memerlukan investasi untuk mempertahankan dan memperluas kekayaannya agar dapat memberikan jaminan sosial dimasa yang akan datang, namun masih banyak masyarakat yang kurang tahu bagaimana perencanaan investasi padahal investasi sangat baik bagi kesejahteraan keuangan diri sendiri. Keputusan investasi keuangan pribadi merupakan hal penting, karena dengan berinvestasi kita dapat belajar mandiri untuk mengatur keuangan dimasa sekarang dan masa yang akan datang untuk meningkatkan kesejahteraan (Maulida et al. , 2. Peningkatan minat investasi yang terjadi juga diiringi dengan terjadinya investasi bodong di indonesia, hal ini tidak terlepas dari pengaruh literasi keuangan masyarakat. Rendahnya literasi Homepage jurnal: https://rcf-indonesia. org/jurnal/index. php/JOSEAMB/index JOSEAMB ISSN: 2828-3031 keuangan dapat membuat jurang untuk menjatuhkan masyarakat ke berbagai kecurangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan merupakan pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai Literasi keuangan dimanfaatkan untuk mengetahui suatu Lembaga, layanannya serta produk jasa keuangan yang didalamnya juga terdapat upaya meningkatkan kesejahteraan seseorang (Maulida et al. , 2. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) pada tahun 2022 menunjukkan indeks literasi keuangan di indonesia mencapai 49,68 persen, naik dibanding tahun 2019 yang hanya 38,03 persen. Sementara indeks inklusi keuangan tahun ini mencapai 85,10 persen meningkat di banding periode SNLIK sebelumnya di tahun 2019 yaitu 76,19 persen. Hal tersebut menunjukkan gap antara tingkat literasi dan tingkat inklusi semakin menurun, dari 38,16 persen di tahun 2019 menjadi 35,42 persen di tahun 2022. Sedangkan tingkat literasi keuangan Sumatra Barat, berdasarkan survei OJK pada tahun 2022 menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat sumbar sebesar 40,78 persen dan angka lebih rendah dari Sumatra Utara mencapai 51,69 persen . id,2. Tingkat literasi keuangan masyrakat masih timpang. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan akselerasi literasi keuangan agar lebih merata dan menjangkau seluruh masyarakat. Literasi keuangan yang baik dapat menentukan kesejahteraan keuangan seseorang. Ini sebenarnya tidak terlepas dari perilaku keuangan yang dimiliki individu tersebut. Hal ini sejalan dengan penelitian (Arianti, 2. dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku keuangan berpengaruh positif dan signifikan dengan literasi keuangan. Perilaku keuangan merupakan pola kebiasaan seseorang dan tingkah lakunya dalam mengelola keuangan pribadi (Upadana & Herawati, 2. Umumnya individu akan dihadapkan masalah seberapa uang yang akan diterima dan Dalam beberapa kasus terdapat masalah mengenai pengeluaran lebihi besar dari pada pemasukan, hal ini dikarenakan bagaimana perilaku keuangan individu tersebut. Disamping itu, selain literasi keuangan, keputusan berinvestasi juga dipengaruhi oleh pendapatan seseorang. Semakin baik keadaan sosiodemografi seseorang maka akan berpengaruh terhadap jenis proses pengambilan keputusan investasi yang digunakan kearah yang lebih baik. Hal ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan, dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan berpengaruh terhadap keputusan investasi seseorang. Artinya, dengan semakin tingginya pendapatan seseorang maka semakin baik perilaku keputusan investasinya. Jika seseorang memiliki pendapatan yang tinggi maka akan menyebabkan bertambahnya keinginan dan pemahaman mengenai manfaat menabung dan berinvestasi untuk masa yang akan datang. Pernyataan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Landang et al. , 2. dan (Safryani et al. , 2. dimana variabel pendapatan berpengaruh terhadap keputusan berinvestasi. Disisi lain, keputusan berinvestasi juga dipengaruhi oleh lokus pengendalian. Dalam bidang ekonomi, lokus pengendalian merupakan salah satu keterampilan non-kognitif, dimana sifat ini menilai sejauh mana individu dapat menganggap keberhasilan atau kegagalan dalam hidupnya ditentukan oleh diri sendiri. Lokus pengendalian adalah keyakinan yang dimiliki oleh individu mengenai sejauh mana individu dapat merasakan ada atau tidak adanya hubungan antara usaha yang dilakukannya dengan hasil yang diterimanya, sehingga individu tersebut mampu mengontrol peristiwa yang dapat mempengaruhi hidupnya (Nuryasman MN, 2. Dengan artian, semakin tinggi individu dalam mengendalikan peristiwa maka individu juga dapat mengatasi permasalahan Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Nuryasman MN, 2. dan (Mahwan & Herawati, 2. dimana lokus pengendalian mempunyai pengaruh terhadap keputusan berinvestasi. Penelitian yang dilakukan (Landang et al. , 2. tentang pengaruh literasi keuangan, perilaku keuangan dan pendapatan terhadap keputusaan berinvestasi menyatakan bahwa perilaku Keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Berinvestasi. Hasil ini menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat Perilaku Keuangan yang dimiliki oleh Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Mahasaraswati Denpasar maka diikuti dengan peningkatan Keputusan Berinvestasi. Pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Berinvestasi. Lain hal nya dengan penelitian (Artati,2. tentang analisis pengaruh literasi keuangan, perilaku keuangan dan pendapatan terhadap keputusan investasi studi pada karyawan swasta di Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen meyatakan bahwa Literasi keuangan tidak memiliki pengaruh yang A ISSN: 2828-3031 signifikan terhadap keputusan investasi pada karyawan swasta di Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen dan Perilaku keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi pada karyawan swasta di Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen. TINJAUAN LITERATUR Berinvestasi merupakan hal yang sangat penting dalam mengelola pendapatan, dengan berinvestasi seseorang akan mendapatkan keuntungan yang tinggi dengan risiko yang tinggi pula, begitupun sebaliknya. Investasi merupakan aktivitas menempatkan modal kepada usaha tujuan memperoleh keuntungan dan tambahan penghasilan (Ariyani, 2. Sedangkan menurut (Perayunda, 2. investasi pada hakekatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan dimasa datang. Literasi keuangan adalah pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko, keterampilan agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks finansial untuk meningkatkan kesejahteraan finansial, baik individu maupun sosial, dan dapat berpatisipasi dalam lingkungan masyarakat (Pratami, 2. Literasi keuangan menyiratkan bahwa individu harus mempunyai kapasitas, kepercayaan diri untuk pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan merupakan hal penting dalam literasi keuangan. Keakuratan keputusan keuangan penting bagi kesejahteraan masyarakat. Oleh kerena itu, masyarakat perlu mendapatkan pendidikan literasi keuangan yang baik (Hamirul, 2. Pendapatan adalah jumlah barang dan jasa yang memenuhi tingkat hidup masyarakat, dimana dengan adanya pendapatan yang dimiliki masyarakat bisa memenuhi kebutuhan hidupnya (Rindawati, 2. Pendapatan merupakan sumber utama masyarakat dalam berbagai kegiatan ekonomi yang dilakukannya. Semua barang dan jasa akan terpenuhi dengan adanya pendapatan. Pendapatan dalam rumah tangga merupakan faktor yang dominan dalam pemenuhan dan pemuasan kebutuhan sehari Ae hari. Dilain sisi, pendapatan juga diartikan sebagai semua penghasilan yang berasal dari gaji perusahaan, hasil penjualan ataupun yang lainnya yang berbentuk uanga, barang maupun kepuasan psikologis (Guslina & Mardiana, 2. Pendapatan adalah penghasilan sebelum pajak yang diukur berdasarkan pendapatan dari semua sumber yang memiliki komponen terbesar dari upah dan gaji. Pendapatan adalah salah satu yang dapat mengukur kesejahteraan individu atau masyarakat, sehingga pendapatan dapat mengukur kesejahteraan individu atau masyarakat, sehingga pendapatan dapat mencerminkan kemajuan ekonomi masyarakat (Landang et al. , 2. Lokus kendali (Locus of contro. dalam pengertiannya memiliki arti bahwa adanya pemahaman individu tentang bagaimana menyikapi dan bertindak dalam setiap masalah yang sedang Lokus kendali (Locus of contro. menjadi suatu asumsi di mana seseorang mempunyai keyakinan bisa menjadi dan mengendalikan segala sesuatu yang terjadi dalam permasalahan hidupnya khususnnya ketika dihadapi persoalan dalam bekerja (Guslina & Mardiana, 2. Menurut Levenson locus of control adalah keyakinan individu mengenai sumber penyebab dari peristiwaperistiwa yang dialami dalam hidupnya. Seseorang dapat meyakini dirinya mampu mengatur hidupnya dan bisa juga seseorang memiliki keyakinan terhadap faktor nasib, keberuntungan, atau kesempatan yang dapat mempengaruhi hidupnya (Moh. Soleh et al. , 2. Perilaku keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam mengatur, merencanakan, menganggarkan, mengelola, memeriksa mengendalikan keuangan sehariAehari (Ariyani, 2. Individu cenderung berpikir jangka pendek dan berbelanja secara impulif sehingga mereka yang pendapatannya cukup masih mengalami permasalahan keuangan karena kurangnya tanggung jawab dalam perilaku keuangannya. Perilaku keuangan juga diartikan sebagai proses pengambilan keputusan keuangan, harmonisasi motif individu dan tujuan perusahaan. Adapun indikator dalam variabel ini (Vansiska & Tobing, 2. , yaitu jenis-jenis perencanaan dan anggaran keuangan yang dimiliki, teknik dalam menyusun perencanaan keuangan, kegiatan menabung, kegiatan asuransi, pensiun dan pengeluaran tidak terduga, kegiatan investasi, kredit/hutang, dan tagihan, monitoring pengelolaan keuangan, dan evaluasi pengelolaan keuangan. Berdasarkan tinjaun literatur maka kerangka pikir penelitian adalah sebagai berikut: JOSEAMB Vol. No. Tahun 2026 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 Gambar 1. Kerangka Pikir Berdasarkan pada kerangka pemikiran teoritis diatas, maka hipotesis-hipotesis penelitian yang diajukan guna memberikan arah dan pedoman dalam melakukan penelitian. Hipotesis yang dikemukakan dalam penelitian sebagai berikut: : Diduga Adanya Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Keuangan Secara Signifikan. : Diduga Adanya Pengaruh Pendapatan Terhadap Perilaku Keuangan Secara Signifikan. : Diduga Adanya Pengaruh Lokus Pengendalian Terhadap Perilaku Keuangan Secara Signifikan. : Diduga Adanya Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Keputusan Berinvestasi Secara Signifikan. : Diduga Adanya Pengaruh Pendapatan Terhadap Keputusan Berinvestasi Secara Signifikan. : Diduga Adanya Pengaruh Lokus Pengendalian Terhadap Keputusan Berinvestasi Secara Signifikan. : Diduga adanya Pengaruh Perilaku Keuangan terhadap Keputusan Berinvestasi Secara Signifikan. : Diduga Adanya Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Keputusan Berinvestasi Melalui Perilaku Keuangan Secara Signifikan. : Diduga Adanya Pengaruh Pendapatan Terhadap Terhadap Keputusan Berinvestasi Melalui Perilaku Keuangan Secara Signifikan. H10 : Diduga Adanya Pengaruh Lokus Pengendalian Terhadap Keputusan Berinvestasi Melalui Perilaku Keuangan Secara Signifikan. METODE Penelitian ini merupakan salah satu desain kuantitatif dengan desain kausal merupakan hubungan yang bersifat sebab akibat. Dalam penelitian ini terdapat variabel independen . ariabel yang mempengaruh. dan variabel dependen . ariabel yang dipengaruh. Dimana, variabel bebas adalah literasi keuangan, pendapatan, dan lokus pengendalian yang berpengaruh terhadap variabel terikat yaitu keputusan berinvestasi yang melalui perilaku keuangan sebagai variabel intervening. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan SPSS 30. ISSN: 2828-3031 Populasi adalah daerah generalisasi yang terdiri atas objek / subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti dan ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pegawai Negri Sipil (PNS) pada Pemerintah Kota Solok dengan jumlah populasi sebanyak 1. 842 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling. Teknik ini dikatakan simple . , karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memerhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Renaldy Santi. Bernhard Tewal, 2. untuk menentukan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin. Berdasarkan perhitungan tersebut, maka jumlah sampel yang di ambil dalam penelitian ini sebanyak 95 sampel Pegawai Negri Sipil (PNS) di pemerintah Kota Solok. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah variabel yang dianalisis memenuhi kriteria distribusi normal. Pada dasarnya, uji normalitas adalah membandingkan antara data yang dimiliki dan data berdistribusi normal yang memiliki mean dan standar deviasi yang sama. Uji normalitas ini menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan membandingkan antara asymp. Sign. -taile. dengan tingkat signifikan . %). Tabel 1 Hasil Pengujian Normalitas Sebelum Intervening One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. c Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Lilliefors' method based on 10000 Monte Carlo samples with starting seed Sumber: Data Primer . SPSS, 2025 Berdasarkan Tabel 1 hasil pengujian normalitas dengan KolmogorovSmirnov . sample KS) menyatakan bahwa data berdistribusi normal. Hal ini dibuktikan dengan nilai Asymp. Sig. -taile. yaitu 0,112 lebih besar dari 0,05 untuk variabel Keputusan Berinvestasi. Literasi Keuangan. Pendapatan dan Lokus Pengendalian. Dengan demikian, dapat dinyatakan keempat variabel penelitian berdistribusi normal sehingga layak dipakai untuk analisis regresi linier berganda. Tabel 2 Hasil Pengujian Normalitas Setelah Intervening One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parameters Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic JOSEAMB Vol. No. Tahun 2026 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 Asymp. Sig. -taile. c Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Lilliefors' method based on 10000 Monte Carlo samples with starting seed Sumber : Data Primer . SPSS 30 Berdasarkan Tabel 2 hasil pengujian normalitas dengan KolmogorovSmirnov . sample KS) menyatakan bahwa data berdistribusi normal. Hal ini dibuktikan dengan nilai Asymp. Sig. -taile. yaitu 0,200 lebih besar dari 0,05 untuk variabel Keputusan Berinvestasi. Literasi Keuangan. Pendapatan. Lokus Pengendalian dan Perilaku Keuangan Dengan demikian, dapat dinyatakan kelima variabel penelitian berdistribusi normal sehingga layak dipakai untuk analisis regresi linier berganda. Tabel 3 Hasil Uji t Model I Variabel Independen Signifikan Literasi Keuangan (X. 2,959 1,98638 0,004 Pendapatan (X. 2,105 1,98638 0,038 Lokus Pengendalian (X. 1,556 1,98638 0,123 Variabel Dependen : Perilaku Keuangan (Z) Sumber : Data Primer . SPSS, 2025 Berdasarkan hasil yang didapat, maka dapat dijelaskan sebagai berikut : H1: Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Perilaku Keuangan Dari tabel 4. 16 di atas terlihat t-hitung lebih besar dari t-tabel . ,959 > 1,98. dengan tingkat signifikan . ,004 < 0,. maka dapat diperoleh H0 ditolak Ha diterima. Artinya terdapat pengaruh signifikan diantara variabel literasi keuangan terhadap perilaku H2: Pengaruh Pendapatan terhadap Perilaku Keuangan Dari tabel 4. 16 di atas terlihat t-hitung lebih besar dari t-tabel . ,105 > 1,98. dengan tingkat signifikan . ,038 < 0,. maka H0 ditolak Ha diterima. Artinya terdapat pengaruh signifikan diantara variabel Pendapatan terhadap Perilaku Keuangan. H3: Pengaruh Lokus Pengendalian terhadap Perilaku Keuangan Dari tabel 4. 16 di atas terlihat t-hitung lebih besar dari t-tabel . ,556 > 1,98. dengan tingkat signifikan . ,123 > 0,. maka H0 diterima Ha ditolak. Artinya tidak terdapat pengaruh signifikan diantara variabel Lokus Pengendalian terhadap Perilaku Keuangan. Tabel 4 Hasil Uji t Model II Variabel Independen Literasi Keuangan (X. 1,982 Pendapatan (X. 1,363 Lokus Pengendalian (X. 1,404 Perilaku Keuangan (Z) 1,800 Variabel Dependen : Keputusan Beinvestasi Sumber : Data Primer . SPSS, 2025 1,98667 1,98667 1,98667 1,98667 Berdasarkan hasil yang didapat, maka dapat dijelaskan sebagai berikut : H4: Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Keputusan Berinvestasi Signifikan 0,051 0,176 0,164 0,075 A ISSN: 2828-3031 Dari tabel 4. 17 di atas terlihat t-hitung < t-tabel atau . ,982 < 1,98. dengan tingkat signifikan . ,051 > 0,. maka H0 diterima Ha ditolak. Artinya tidak terdapat pengaruh signifikan diantara variabel literasi keuangan terhadap Keputusan Berinvestasi. H5: Pengaruh Pendapatan terhadap Keputusan Berinvestasi Dari tabel 4. 17 di atas terlihat t t-hitung < t-tabel atau . ,363 < 1,98. dengan Tingkat signifikan . ,176 > 0,. maka H0 diterima Ha ditolak. Artinya tidak terdapat pengaruh signifikan diantara variabel Pendapatan terhadap Keputusan Berinvestasi. H7: Pengaruh Lokus Pengendalian terhadap Keputusan Berinvestasi Dari tabel 4. 17 di atas terlihat t t-hitung < t-tabel atau . ,404 < 1,98. dengan tingkat signifikan . ,164 > 0,. maka H0 diterima Ha ditolak. Artinya tidak terdapat pengaruh signifikan diantara variabel Lokus Pengendalian terhadap Keputusan Berinvestasi H8: Pengaruh Perilaku Keuangan terhadap Keputusan Berinvestasi Dari tabel 4. 17 di atas terlihat t t-hitung < t-tabel atau . ,800 < 1,98. dengan tingkat signifikan . ,075 > 0,. maka H0 diterima Ha ditolak. Artinya tidak terdapat pengaruh signifikan diantara variabel Perilaku Keuangan terhadap Keputusan Berinvestasi Uji F dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara simultan atau bersama Ae sama terhadap variabel terikat. Dengan tingkat signifikan 5%, kriteria pengambilan keputusan yaitu, jika F-hitung > F-tabel dan F sig < maka variabel bebas secara simultan mempengaruhi variabel terikat. Sebaliknya jika Fhitung < F-tabel dan F sig > maka variabel bebas secara simultan tidak mempengaruhi variabel terikat. Berikut ini tabel hasil pengujian adalah sebagai Tabel 5 Hasil Uji F Model I ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. 1 Regression <,001b Residual Total Dependent Variable: Perilaku Keuangan Predictors: (Constan. Lokus Pengendalian. Literasi Keuangan. Pendapatan Sumber : Data Primer . SPSS, 2025 Dari Tabel 5 dapat dilihat f-hitung sebesar 12,726 dan signifikan sebesar 0,001 sedangkan ftabel dapat dilihat pada tabel titik persentase distribusi f pada signifikan 0,05 derajat dan df = n-k-1 , n adalah jumlah responden, k adalah jumlah variabel, sehingga n-k-1 = 95 - 3 - 1 = 91 dan df untuk pembilang = 3 maka nilai t-tabel yang didapat adalah sebesar 2,70. Sehingga nilai f hitung 12,726 > f tabel 2,70 dan signifikansi < 0,05 . ,001 < 0,. maka terdapat pengaruh antara literasi keuangan, pendapatan dan lokus pengendalian terhadap perilaku keuangan secara simultan. Tabel 6 Hasil Uji F Model II ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. 1 Regression <,001b Residual Total Dependent Variable: Keputusan Berinvestasi Predictors: (Constan. Perilaku Keuangan. Lokus Pengendalian. Literasi Keuangan. Pendapatan Sumber : Data Primer . SPSS, 2025 JOSEAMB Vol. No. Tahun 2026 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 Dari Tabel 6 dapat dilihat f-hitung sebesar 9,022 dan signifikan sebesar 0,001 sedangkan ftabel dapat dilihat pada tabel titik persentase distribusi f pada signifikan 0,05 derajat dan df = n-k-1 , n adalah jumlah responden, k adalah jumlah variabel, sehingga n-k-1 = 95 - 4 - 1 = 90 dan df untuk pembilang = 4 maka nilai t-tabel yang didapat adalah sebesar 2,47. Sehingga nilai f hitung 9,022 > f tabel 2,47 dan signifikansi < 0,05 . ,001 < 0,. maka terdapat pengaruh antara literasi keuangan, pendapatan, lokus pengendalian, dan perilaku keuangan terhadap keputusan berinvestasi secara DISKUSI Berdasarkan hasil hipotesis penelitian yang dikemukakan, maka dapat diinterprestasikan sebagai berikut: Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Keuangan Berdasarkan hasil penelitian Literasi Keuangan memiliki nilai sig 0,004 < A 0. Artinya terdapat pengaruh signifikan antara Literasi Keuangan terhadap Perilaku Keuangan secara parsial. Hal ini sejalan juga dengan penelitian yang dilakukan oleh (Ritakumalasari & Susanti, 2. bahwa adanya pengaruh antara literasi keuangan dengan perilaku keuangan secara signifikan. Dengan artian, semakin tinggi tingkat literasi keuangan seseorang maka akan semakin tinggi juga perilaku keuangannya, sehingga semakin berhati Ae hati seseorang dalam mengelola keuangannya. Pengaruh Pendapatan Terhadap Perilaku Keuangan Berdasarkan hasil penelitian Pendapatan memiliki nilai sig 0,038 < A 0. Artinya terdapat pengaruh signifikan antara Pendapatan terhadap Perilaku Keuangan secara parsial. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh oleh (Yusnia & Jubaedah, 2. menunjukkan bahwa pendapatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan. Didukung oleh penelitian (Pinem & Mardiatmi, 2. bahwa pendapatan berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku keuangan dan (Brilianti & Lutfi, 2. , dalam penelitiannya menunjukkan bahwa pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan. Pengaruh Lokus Pengendalian Terhadap Perilaku Keuangan Berdasarkan hasil penelitian Lokus Pengendalian memiliki nilai sig 0,123 > A 0. Artinya tidak terdapat pengaruh signifikan antara Lokus Pengendalian terhadap Perilaku Keuangan secara Hal ini bertentangan dengan hasil penelitian (Ritakumalasari & Susanti, 2. yang menyatakan bahwa Lokus Pengendalian berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Keuangan. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Keputusan Berinvestasi Berdasarkan hasil penelitian Literasi Keuangan memiliki nilai sig 0,051 > A 0. Artinya tidak terdapat pengaruh signifikan antara Literasi Keuangan Terhadap Keputusan Berinvestasi secara Hal ini bertentangan dengan hasil penelitian (Upadana & Herawati, 2. menemukan bahwa literasi keuangan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan berinvestasi. Pengaruh Pendapatan Terhadap Keputusan Berinvestasi Berdasarkan hasil penelitian Pendapatan memiliki nilai sig 0,176 > A 0. Artinya tidak terdapat pengaruh signifikan antara Pendapatan Terhadap Keputusan Berinvestasi secara parsial. Hal ini bertentangan dengan hasil oleh (Ulfy et al. , 2. yang menemukan bahwa pendapatan berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi. Dimana, besar atau kecilnya pendapatan seseorang berpengaruh terhadap keputusan yang diambilnya. Dengan kata lain, semakin besar pendapatannya maka semakin baik keputusan investasi seseorang. Pengaruh Lokus Pengendalian Terhadap Keputusan Berinvestasi Berdasarkan hasil penelitian Lokus Pengendalian memiliki nilai sig 0,164 > A 0. Artinya tidak terdapat pengaruh signifikan antara Lokus Pengendalian Terhadap Keputusan Berinvestasi secara parsial. Hal ini bertentangan dengan hasil (Suprasta & MN, 2. dan (Mahwan & Herawati. A ISSN: 2828-3031 2. , dimana Locus of Control memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan Yang artinya, semakin tinggi seseorang dalam mengendalikan suatu peristiwa yang dialaminya maka akan dapat mengatasi permasalahan investasi. Pengaruh Perilaku Keuangan terhadap Keputusan Berinvestasi Berdasarkan hasil penelitian Perilaku Keuangan memiliki nilai sig 0,075 > A 0. Artinya tidak terdapat pengaruh signifikan antara Perilaku Keuangan terhadap Keputusan Berinvestasi secara Hal ini bertentangan dengan hasil (Landang et al. , 2. bahwa perilaku keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berinvestasi. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Keputusan Berinvestasi Melalui Perilaku Keuangan Hasil Path Analysis Literasi Keuangan Terhadap Keputusan Berinvestasi Melalui Perilaku Keuangan sebagai variabel intervening adalah 0,056 < 0,211. Artinya hungan tidak langsung lebih kecil dari hubugan langsung , yang artinya Perilaku Keuangan tidak mampu memediasi hubungan Literasi Keuangan Terhadap Keputusan Berinvestasi. Hal ini manunjukan bahwa Literasi Keuangan tidak memiliki pengaruh terhadap Keputusan Berinvestasi, hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Perwito et al. , 2. , bahwa hasil analisis yang dilakukan pada penelitian menunjukkan perilaku keuangan dapat memediasi secara penuh terhadap hubungan antara Literasi Keuangan dan Keputusan Berinvestasi. Pengaruh Pendapatan Terhadap Terhadap Keputusan Berinvestasi Melalui Perilaku Keuangan Hasil Path Analysis Pendapatan Terhadap Terhadap Keputusan Berinvestasi Melalui Perilaku Keuangan sebagai variabel intervening adalah 0,036 < 0,129. Artinya hungan tidak langsung lebih kecil dari hubugan langsung , yang artinya Perilaku Keuangan tidak mampu memediasi hubungan Pendapatan Terhadap Terhadap Keputusan Berinvestasi. Hal ini manunjukan bahwa Pendapatan tidak memiliki pengaruh terhadap Keputusan Berinvestasi, hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan penelitian (Landang et al. , 2. , dimana hasil penelitian ini menemukan bahwa perilaku keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berinvestasi. Pengaruh Lokus Pengendalian Terhadap Keputusan Berinvestasi Melalui Perilaku Keuangan Hasil Path Analysis Lokus Pengendalian Terhadap Keputusan Berinvestasi Melalui Perilaku Keuangan sebagai variabel intervening adalah 0,019 < 0,095. Artinya hubungan tidak langsung lebih kecil dari hubungan langsung , yang artinya Perilaku Keuangan tidak mampu memediasi hubungan Lokus Pengendalian Terhadap Keputusan Berinvestasi. Hal ini manunjukan bahwa Pendapatan tidak memiliki pengaruh terhadap Keputusan Berinvestasi, hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan penelitian (Yusnia & Jubaedah, 2. , dimana hasil penelitiannya menyebutkan bahwa lokus pengendalian berpengaruh signifikan positif terhadap perilaku keuangan. Dengan meningkatnya perilaku keuangan dari pengendalian diri yang baik dapat membuat individu mudah dalam mengatasi masalah investasinya yang mendorong individu tersebut untuk melakukan KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dengan pembahasan pengujian hipotesis maka dapat diambil Kesimpulan bahwa Literasi keuangan dan Pendapatan berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan pada Pegawai Negri Sipil (PNS) yang berdomisili di Kota Solok. Namun Lokus pengendalian tidak signifikan terhadap perilaku keuangan pada Pegawai Negri Sipil (PNS) yang berdomisili di Kota Solok. Literasi keuangan dan pendapatan tidak signifikan terhadap keputusan berinvestasi pada Pegawai Negri Sipil (PNS) yang berdomisili di Kota Solok. Lokus pengendalian dan perilaku keuangan tidak signifikan terhadap keputusan berinvestasi pada Pegawai Negri Sipil (PNS) yang berdomisili di Kota Solok. Perilaku keuangan tidak dapat memediasi hubungan antara JOSEAMB Vol. No. Tahun 2026 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 pendapatan terhadap keputusan berinvestasi pada Pegawai Negri Sipil (PNS) yang berdomisili di Kota Solok. Perilaku keuangan tidak dapat memediasi hubungan antara lokus pengendalian terhadap keputusan berinvestasi pada Pegawai Negri Sipil (PNS) yang berdomisili di Kota Solok BATASAN Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Pertama, variabel lokus pengendalian tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan maupun keputusan berinvestasi, yang kemungkinan disebabkan oleh instrumen pengukuran yang kurang mampu menangkap karakter psikologis responden secara mendalam. Selain itu, variabel literasi keuangan dan pendapatan juga tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan berinvestasi, yang mengindikasikan bahwa terdapat faktor-faktor lain di luar model penelitian yang lebih dominan memengaruhi keputusan berinvestasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Solok, seperti risiko investasi, pengalaman pribadi, atau preferensi individu. Penelitian ini juga terbatas pada populasi PNS yang berdomisili di Kota Solok, sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasikan secara luas ke kelompok profesi lain atau daerah berbeda. Selain itu, penelitian ini belum mampu membuktikan peran mediasi perilaku keuangan dalam hubungan pendapatan dan lokus pengendalian terhadap keputusan berinvestasi, yang dapat dipengaruhi oleh keterbatasan jumlah sampel, variasi jawaban yang rendah, atau konteks lingkungan keuangan responden. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan instrumen yang lebih komprehensif, memperluas variabel, serta melibatkan populasi yang lebih beragam. REFERENSI