Jurnal Dunia Gizi. Vol. No. Juni 2023: 01-06 E-ISSN : 2614-6479 Open Access https://doi. org/10. 33085/jdg. Journal of The World of Nutrition ORIGINAL ARTICLE PENGARUH DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION TERHADAP INDEKS MASSA TUBUH (IMT) PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Effect of Diabetes Self Management Education on Body Mass Index (BMI) of Type 2 Diabetes Mellitus Patients Adi Antoni1*. Eva Decroli2. Afriwardi3. Irwan Prayitno4. Nur Indrawati Lipoeto5. Nursyirwan Efendi6. Mudjiran7. Hardisman8 Mahasiswa Program Studi Doktoral Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kedokteran. Universitas Andalas. Padang 2,3,5,8 Program Studi Doktoral Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kedokteran. Universitas Andalas. Padang. Indonesia. Program Studi Magister Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Jakarta. Jakarta Program Studi Antropologi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Andalas. Padang Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Padang. Padang *Penulis Korespondensi Abstrak Pendahuluan: Penyakit kronis yang jumlahnya selalu meningkat setiap tahunnya di dunia salah satunya Diabetes Mellitus. Kriteria yang penting dalam menjaga kesehatan penderita diabetes mellitus khususnya dalam menjaga kadar glukosa darah tetap ideal dilihat dari indeks massa tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh diabetes self management education terhadap indeks massa tubuh penderita diabetes di kota Padangsidimpuan. Metode: Penelitian ini Quasi Eksperimen dengan desain one group pretest-posttest only design dengan melibatkan 40 responden berdasarkan perhitungan besar sampel dengan menggunakan rumus sample size determination in health studies. Teknik sampel yang digunakan adalah proportionale random sampling. Kriteria berupa penderita DM tipe 2, pasien diabetes yang tidak mengalami gangguan kognitif, dapat berkomunikasi verbal maupun nonverbal. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan dengan intervensi sebanyak 6 kali dengan priode waktu 2 jam setiap sesi pemberian edukasi. Pengukuran IMT menggunakan timbangan dan microtoise. Analisis data yang diguanakan yaitu uji Chi-Square dan Paired T-Test. Hasil: Penelitian ini ditemukan bahwa rerata sebelum intervensi DSME didapatkan nilai IMT sebesar 25. 266 kg/m2 (SD=2. dan rerata sesudah intervensi DSME didapatkan nilai IMT sebesar 24. 281 kg/m2 (SD=2. value= <0. Kesimpulan: DSME efektif dalam menurunkan IMT pada penderita diabetes mellitus. Penderita DM dapat memanfaatkan DSME sebagai intervensi mandiri yang dapat dilakukan di rumah untuk mengontrol berat badan ideal agar kadar glukosa darah tetap stabil. Kata Kunci: Diabetes Mellitus. Indeks Massa Tubuh. Diabetes Self Management Education Abstract Background: Chronic disease whose number is always increasing every year in the world, one of which is Diabetes Mellitus. Criteria that are important in maintaining the health of people with diabetes mellitus, especially in maintaining ideal blood glucose levels in terms of body mass index. Objective: To determine the effect of diabetes self-management education on the body mass index of diabetics in the city of Padangsidimpuan. Methods: This is a Quasi-experimental study with a one group pretest-posttest only design involving 40 respondents based on sample size calculations using the sample size determination formula in health studies. The sample technique used is proportional random sampling. The criteria are type 2 DM sufferers, diabetic patients who do not experience cognitive impairment, and can communicate verbally and This study was conducted for 3 months with 6 interventions with a 2-hour time period for each educational session. BMI measurement using scales and microtoise. The data analysis used is the Chi-Square test and the Paired T-Test. Results: This study found that the average before the DSME intervention obtained a BMI value of 25. 266 kg/m2 (SD=2. and the average after the DSME intervention obtained a BMI value of Adi Antoni: Universitas Andalas. Jln. Limau Manis. Padang. Indonesia 25175. Email: adiantoni100@gmail. Jurnal Dunia Gizi. Vol. No. Juni 2023: 01-06 281 kg/m2 (SD=2. value= <0. Conclusion: DSME is effective in reducing BMI in people with diabetes mellitus. DM sufferers can take advantage of DSME as an independent intervention that can be done at home to control ideal body weight so that blood glucose levels remain stable. Keywords: Diabetes Mellitus. Body Mass Index. Diabetes Self Management Education PENDAHULUAN Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit epidemi di dunia dengan prevalensi yang selalu mengalami peningkatan. Diperkirakan 537 juta orang mengalami diabetes pada 2021 dan diprediksi pada tahun 20145 akan meningkat sebanyak 783 juta penderita . Penderita diabetes mellitus sebanyak 422 juta orang di dunia mayoritas terdapat pada negara dengan rata pendapatan menengah ke bawah . Setiap 3 dari 4 orang dewasa di Negara penghasilan rendah mengalami DM . Sebanyak 205,6 juta orang di Wilayah WP (Western Pasifi. menderita DM pada 2021 dan akan meningkat pada tahun 2045 menjadi 260,2 juta . Kasus diabetes di Indonesia akan bertambah 9,1 juta orang pada tahun 2045 dibandingkan dengan tahun 2021 . International Diabetes Federation pada tahun 2018 menyatakan penderita diabetes terbanyak pada peringkat ke-7 dunia yaitu indonesia dengan penderita sebanyak 10,2 juta orang . Pada 2021 Indonesia menempati peringkat kelima dunia dengan diabetes (IDF, 2. Riskesdas 2018 memperoleh hasil yang menyatakan peningkatan penderita diabetes melitus sebanyak 4,0% dari tahun 2013 dan rata-rata penderita berusia > 15 tahun . Salah satu provinsi dengan penderita diabetes terbanyak ke empat di Indonesia terdapat di provinsi Sumatera Utara. Jenis pengendalian diabetes melitus di Sumatera Utara berdasarkan pengaturan makan didapatkan sebesar 78,3%, olahraga sebesar 46,1%, dan alternative herbal sebesar 37,1% . IMT merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan pengelolaan diri, namun demikian banyak yang belum mampu mengontrol IMT . Orang yang kelebihan berat badan akan menimbulkan terjadinya penimbunan lemak yang mengakibatkan penyakit DM Tipe 2. IMT berkaitan erat dengan penderita DM. Penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM dapat dilakukan dengan pemantauan status gizi . Gray menyebutkan IMT berhubungan secara signifikan dengan DM Tipe Status IMT berlebihan dapat menimbulkan dampak 2 kali lebih beresiko untuk terjadinya Penyakit DM tipe 2 . Pengetahuan terapi diet juga sangat berperan dalam pemantauan IMT seseorang, yang merupakan juga dimana salah satu termasuk dalam menetukan IMT seseorang. Terdapat korelasi yang negatif antara pengetahuan IMT . Artinya semakin tinggi pengetahuan tentang diabetes maka semakin IMT normal namun sebaliknya apabila semakin rendah pengetahuan seseorang maka IMT bisa berlebihan. Selain itu terdapat korelasi positif antara pengetahuan tentang diabetes dengan manajemen perawatan diri . Diabetes self-management education (DSME) dipertimbangkan sebagai bagian terpenting dalam penanganan diabetes . DSME dapat membantu individu dalam mengelola diabetes . DSME mampu meningkatkan self efficacy, meningkatkan pengetahuan, serta meningkatkan kualitas hidup . Selain itu. DSME dapat meningkatkan kontrol glikemik dengan nilai estimasi 0. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh diabetes self management education terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT) penderita diabetes. METODE Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan desain One Group Pre-Test Post-Test Only yang dilakukan di kota Padangsidimpuan. Sampel penelitian ini sebanyak 40 penderita DM tipe 2 yang berada di Puskesmas Padangmatinggi dengan menggunakan rumus Sample Size Determination in Health Studies. Teknik sampel menggunakan Proportionale Random Sampling. Kriteria meliputi penderita diabetes mellitus tipe 2, pasien diabetes yang tidak mengalami gangguan kognitif, dapat berkomunikasi verbal maupun nonverbal. Pengukuran IMT menggunakan timbangan berat badan digital merk Camry dan microtoice merk GEA. Tahap awal dilakukan pengukuran pengukuran IMT sebelum dilakukan edukasi modul DSME, selanjutnya Edukasi diberikan selama 6 sesi dengan waktu sekali sesi 2 jam. Jarak antara 1 sesi dengan sesi berikutnya adalah 1 minggu dan terakhir dilakukan kembali pengukuran setelah 3 Analisa data yang digunakan uji Chi-Square dan uji Paired T-Test untuk melihat pengaruh DSME. Adi Antoni: Universitas Andalas. Jln. Limau Manis. Padang. Indonesia 25175. Email: adiantoni100@gmail. Jurnal Dunia Gizi. Vol. No. Juni 2023: 01-06 HASIL Karakteristik: Tingkat pendidikan terbanyak pada kelompok SD . 5%). Berdasarkan pekerjaan responden terbanyak pada kategori bekerja . 5%). Berdasarkan lama terdiagnosis DM terbanyak pada kategori lebih dari 5 tahun menderita DM . %) pada tabel 1. Variabel Jenis Kelamin Pendidikan Pekerjaan Lama terdiagnosis DM Tabel 1. Karakteristik Responden Frekuensi Kategori . Laki-laki Perempuan SMP SMA Tidak Bekerja Bekerja < 5 tahun > 5 tahun Persentase Tabe 2. Hubungan Pekerjaan dan Lama Diagnosis DM dengan IMT IMT Variabel Pekerjaan Lama Terdiagnosis Kategori Tidak Bekerja Bekerja < 5 tahun > 5 tahun Normal Kegemukan . Obesitas . Total *Chi-Square Pekerjaan dan Lama Terdiagnosis: Tabel 2 menunjukkan tidak ada hubungan pekerjaan dengan indeks massa tubuh . >0. Namun, lama terdiagnosis DM berhubungan dengan indeks massa tubuh . <0. Indeks Massa Tubuh: Hasil pengukuran pertama . didapatkan rerata nilai IMT sebesar 25. 266 kg/m2 sedangkan rerata IMT setelah intervensi sebesar 24. 281 kg/m 2. Selisih IMT sebelum dan sesudah intervensi sebesar 0. 985 kg/m 2 Berdasarkan hasil uji satistik Paierd T-Test ditemukan nilai p . bahwa terdapat pengaruh diabetes self management terhadap IMT penderita diabetes mellitus tipe 2. Tabel 3 Pengaruh edukasi DSME pada penderita Diabetes Melitus Sebelum intervensi . Indeks Massa Tubuh Mean 95%CI 609 Ae 25. Sebelum 595 Ae 24. Sesudah p value *Uji Paired T-Test PEMBAHASAN Penelitian ini menunjukkan bahwa DSME mampu menurunkan rata-rata IMT sebesar 0. kg/m2. Hal didukung oleh penelitian sebelumnya mengenai edukasi yang tepat pada pasien diabetes akan mampu membantu dalam perawatan diri termasuk pengaturan diet sehingga IMT dapat terkontrol . Chai menyatakan bahwa selain mengontrol IMT DSME juga mampu menurunkan kadar glukosa darah 2 jam setelah tes toleransi glukosa oral atau TTGO dan gula darah puasa . Selain itu. DSME Adi Antoni: Universitas Andalas. Jln. Limau Manis. Padang. Indonesia 25175. Email: adiantoni100@gmail. Jurnal Dunia Gizi. Vol. No. Juni 2023: 01-06 dapat menurunkan nilai HbA1c tanpa adanya hipoglikemia . DSME juga mempengaruhi aktifitas fisik serta kebiasaan diet penderita diabetes melitus . Edukasi pada pasien diabetes yang mengacu pada self efficacy sangat efektif dalam meningkatkan perawatan diri . Penderita diabetes yang tidak mendapatkan edukasi tentang diabetes memiliki skor pengetahuan 15,3% lebih rendah daripada yang memperoleh edukasi dan memiliki rata-rata nilai HbA1c 0,89% lebih tinggi daripada yang memperoleh edukasi . Selain itu, pengetahuan terkait penyakit yang buruk dan ketidakpatuhan terhadap pengobatan di antara pasien DM telah menjadi masalah yang berkelanjutan baik bagi pasien maupun penyedia layanan kesehatan . Selain itu, edukasi yang tepat dapat mengontrol berat badan pasien menuju berat badan yang ideal . Program pendidikan yang menekankan modifikasi gaya hidup dengan pentingnya kepatuhan pada rejimen pengobatan secara keseluruhan, terutama pada diet, olahraga, dan tindak lanjut teratur akan sangat bermanfaat dalam pengendalian glikemik dibandingkan dengan kepatuhan terhadap pengobatan saja . Penanganan diabetes melitus dilakukan secara khusus meliputi edukasi, terapi gizi dan medis, latihan fisik, dan farmakologi . Pengololaan diri dar penderita diabetes yang paling penting dari manajemen diabetes . Beberapa hal yang dilakukan dalam pengelolaan diri penderita diabetes yaitu edukasi yang baik dan tepat sasaran, mengubah gaya hidup, pemeriksaan secara berkala glukosa darah dan berobat teratur. Proses edukasi yang baik merupakan pondasi dalam mencapai keberhasilan dari manajemen diabetes . Program edukasi yang dilakukan berupa edukasi prolanis masih mengalami beberapa kendala seperti pasien tidak melakukan pemeriksaan gula darah dengan rutin, mayoritas pasien ke puskesmas ketika ada keluhan dan mebutuhkan obat . Sehingga edukasi DSME hadir dapat memberikan kontribusi tingkat keluarga bagi penderita diabetes dalam mengelola penyakitnya baik berupa diet yang mencakup pengaturan makan, berat badan ideal dan aktifitas fisik . Kelebihan berat badan berpengaruh terhadap kejadian angka penderita Diabetes Melitus tipe 2 . Kelebihan berat badan beresiko 3 kali menderita diabetes mellitus dibandingkan dengan kondisi berat badan ideal, dimana termasuk rentang usia . -80 tahu. dan jenis kelamin . Indikator untuk menghitung kebutuhan kalori penderita diabetes dapat dilihat dari IMT, yang harus dicapai dan melakukan koreksi ulang terhadap kebutuhan kalori sesuai dengan aktifitas fisik, kondisi tubuh seseorang . Pengelolaan diet diabetes berdasarkan IMT seseorang merupakan kunci utama dalam keberhasilan penatalaksanaan diabetes. Terapi diet yang diharuskan berupa makanan yang mengandung komposisi yang seimbang seperti dalam hal karbohidrat, protein serta lemak, harus sesuai dengan AKG yang baik. Dalam mencapai dan mempertahankan Indeks Massa Tubuh normal seperti menjaga berat badan ideal . KESIMPULAN Edukasi diabetes melalui DMSE dapat menjadi salah satu cara yang ideal dalam mengontrol berat badan supaya dalam kondisi ideal. Kontrol beratbadan dan kadar gula darah penderita diabetes dapat mencegah komplikasinya. DSME menjadi salah satu intervensi mandiri bagi penderita diabetes melitus yang dapat diterapkan di rumah. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat meneliti tentang efek DSME terhadap kontrol diet dan manajemen nutrisi pada penderita diabetes. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terima kasih kepada Rektor yang telah memberikan saran perbaikan naskah dan Universitas Aufa Royhan memberikan bantuan dana publikasi. KONFLIK KEPENTINGAN Peneliti menyatakan tidak ada konflik dalam publikasi artikel ini. DAFTAR PUSTAKA