JURNAL PENGABDIAN PERIKANAN INDONESIA Volume 3. Nomor 3. Oktober 2023 PENYULUHAN TENTANG MANAJEMEN PEMBENIHAN LELE (Clarias sp. ) YANG MANDIRI, UNGGUL. DAN BERKELANJUTAN DI ADIPATI FARM. KECAMATAN LABUHAN RATU. KOTA BANDAR LAMPUNG Huriyatul Fitriyah Noor. Ciptaning Weargo Jati Program Studi Budidaya Perairan. Universitas Lampung Kata kunci: Budidaya Ikan. Manajemen Induk. Peningkatan Kualitas Ikan Abstrak: Budidaya ikan air tawar di Bandar Lampung, terutama di Adipati Farm, mengalami tantangan dalam pembenihan ikan yang optimal. Penyuluhan diadakan untuk meningkatkan pemahaman pelaku budidaya terkait manajemen pembenihan yang Metode penyuluhan melibatkan pre-test, post-test, ceramah, diskusi, dan kunjungan lapangan. Materi meliputi manajemen pembenihan ikan, pengelolaan induk, teknik pemijahan, dan kesehatan ikan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta hingga 83%. Peserta aktif dan berpartisipasi, memberikan pertanyaan tentang masalah lapangan. Dialog interaktif memberikan wawasan tambahan terkait manajemen kesehatan ikan dan pengalaman risiko kegagalan Berdasarkan data yang diperoleh, penyuluhan ini berhasil dalam meningkatkan pemahaman pelaku budidaya ikan, memberikan manfaat yang signifikan dalam menjaga kualitas dan kuantitas produksi yang berkelanjutan. Panduan Sitasi (APPA 7th editio. Noor. Jati. Penyuluhan Tentang Manajemen Pembenihan Lele (Clarias sp. ) yang Mandiri. Unggul, dan Berkelanjutan di Adipati Farm. Kecamatan Labuhan Ratu. Kota Bandar Lampung. Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia, 3. , 297-301. PENDAHULUAN Budidaya ikan merupakan hal yang tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat. Tingginya usaha budidaya ikan semakin disukai oleh masyarakat. Kegemaran masyarakat tersebut dapat dilihat dari peningkatan jumlah permintaan masyarakat yang terus naik. Tak hanya itu, permintaan yang tinggi diikuti dengan naiknya jumlah pembudidaya ikan dari tahun ke tahun. Jenis budidaya yang paling banyak berkembang di masyarakat adalah budidaya ikan air tawar (Yanuar et al. Sebagai ibukota Provinsi Lampung. Bandar Lampung merupakan salah satu kota yang tingkat konsumsi ikan air tawar cenderung tinggi. Hal ini dibuktikan berdasarkan data dari DKP Provinsi Lampung tahun 2022, dimana angka konsumsi ikan Provinsi Lampung sebesar 34,93 kg/kapita/tahun. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2023. Noor and Jati Dilaporkan oleh Vigantari et al. 2022 bahwa, tingkat konsumsi ikan yang terus naik akan membutuhkan produksi yang lebih tinggi. Selain permintaan pasar yang relatif besar, kemunculan pembudidayapembudidaya ikan air tawar lokal baru skala rumah dan UMKM di Kota Bandar Lampung menunjukkan bahwa peluang masyarakat dalam menjalankan usaha budidaya ikan air tawar masih dianggap menjanjikan. Adipati Farm merupakan Unit Pembenihan Rakyat yang menjalankan usaha budidaya ikan air tawar. Media budidaya yang digunakan berupa kolam tanah, beton, terpal, serta akuarium. Kendala yang dihadapi adalah belum mampunya melakukan pembenihan yang berkala. Selain dikarenakan faktor wawasan, kepemilikan induk yang kurang produktif menyebabkan bibit yang dihasilkan tidak maksimal. Hal ini dapat berimbas pada kegagalan usaha karena mata rantai produksi yang tidak berkesinambungan. Kegiatan pembenihan ikan merupakan hal yang kritis dikarenakan merupakan proses awal kehidupan makhluk hidup. Tersedianya bibit ikan yang berkualitas akan mendukung proses produksi budidaya ikan secara baik. Kualitas bibit ikan yang tidak berkualitas dapat berimbas pada pertumbuhan yang lambat, mudah terserang penyakit, dan pertumbuhan yang tidak seragam. Terjadinya hal tersebut akan menyebabkan kegagalan pada kegiatan usaha budidaya ikan (Mahyuddin et al. , 2. Kegagalan usaha budidaya secara umum dihindari dengan pencegahan. Antara lain, melalui proses manajemen media budidaya, benih, kualitas air, serta pemberian pakan yang baik. Manajemen budidaya yang baik dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi budidaya yang dilakukan. Hal ini dimaksudkan agar pembudidaya melakukan kegiatan pendukung yang dapat meningkatkan hasil produksi (Azhar dan Junaidi, 2. Sementara, kurangnya pemahaman pembudidaya ikan mengenai manajemen dan Teknik budidaya yang baik menyebabkan risiko kerugian usaha. Hal ini merupakan dasar kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelaku budidaya mengenai manajemen budidaya yang baik dalam usaha meningkatkan kapasitas produksi, serta penanganan proses pembenihan demi tercapainya kegiatan pembenihan ikan yang mandiri, unggul, dan METODE PELAKSANAAN Kegiatan penyuluhan dilakukan di Adipati Farm. Kampung Baru. Kecamatan Labuhan Ratu. Kota Bandar Lampung. Rancangan evaluasi dibagi menjadi tiga tahap, yaitu: Evaluasi awal, evaluasi proses, serta evaluasi Evaluasi awal dilakukan sebelum kegiatan penyuluhan, bertujuan untuk mengetahui kondisi peserta penyuluhan sebelum kegiatan. Evaluasi proses dilakukan selama kegiatan penyuluhan, untuk mengetahui tanggapan peserta terhadap materi pennyuluhan. Evaluasi akhir dilakukan pasca kegiatan berakhit. Metode dilakukan dengan cara memberikan pre-test dan post-test, ceramah dan diskusi, serta turun lapang. Kegiatan penyuluhan dilakukan secara rinci sebagai berikut: Pre-test dan Post-test Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah penyuluhan. Soal yang diberikan adalah sama, bertujuan untuk memudahkan analisis data tingkat pemahaman peserta. Kegiatan Pre-test dilakukan sebelum ceramah dan diskusi. Sementara, post-test diberikan di akhir kegiatan. Ceramah dan diskusi Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2023. Noor and Jati Ceramah dan diskusi dilakukan untuk memberikan informasi mengenai manajemen pembenihan ikan yang mendukung proses budidaya ikan mandiri, unggul, dan berkelanjutan. Informasi mengenai metode pemijahan, indukan bersertifikat, proses monitoring dan evaluasi, serta penanganan selama kegiatan produksi dilakukan. Pengenalan mengenai aplikasi proses pemijahan alami serta penjagaan kualitas indukan dengan pemberian pakan berkualitas juga diberikan dengan harapan menjadi pendukung keberhasilan dan peningkatan produksi budidaya ikan. Diskusi dilakukan di akhir ceramah untuk mendapatkan umpan balik dan menggali informasi permasalahan teknis yang terjadi di pembudidaya. Turun lapang Turun lapang dilakukan untuk meninjau langsung kondisi lapang mengenai permasalah teknis yang terjadi. Materi yang telah diberikan mengenai manajemen pembenihan ikan yang mandiri, unggul, dan berkelanjutan sebelum turun lapang diharapkan menunnjang proses produksi benih yang dilakukan di Adipati Farm. Selain melihat langsung kondisi teknis, turun lapang dilakukan untuk mencatat kondisi yang belum tersampaikan oleh peserta penyuluhan dan dijadikan acuan untuk kegiatan yang akan datang. Seluruh materi yang diberikan, baik pada saat ceramah, diskusi, maupun turun lapang menggunakan bahasa sederhana yang mudah dimengerti. Materi dan alat peraga digunakan untuk memudahkan peserta memahami materi. HASIL DAN PEMBAHASAN Penyuluhan ini dilakukan secara mandiri oleh tim pengabdian kepada masyarakat. Peserta penyuluhan adalah pengusaha budidaya, pegawai, serta masyarakat sekitar dengan harapan pengetahuan yang disampaikan tersebar dengan lebih luas. Peserta penyuluhan mendapatkan pengetahuan mengenai manajemen budidaya pembenihan ikan secara berkelanjutan. Materi yang diberikan adalah mengenai informasi berbagai teknik pemijahan ikan, indukan sertifikat, serta metode monitoring dan evaluasi. Selain itu, diberikan pula materi mengenai proses pemijahan alami, pengelolaan induk bersertifikat, dan pemberian pakan berkualitas demi terjaganya kualitas induk telah diberikan. Selama kegiatan penyuluhan berlangsung, peserta mengikuti dengan antusian mulai dari pembukaan kegiataan hingga selesai. Pembukaan dimulai dengan penyampaian sambutan pengelola Farm serta penyampaian permasalahan lapang yang dihadapi secara lisan. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi penyuluhan mengenai metode pemijahan ikan, indukan bersertifikat, serta pengelolaan induk bersertifikat yang menunjang proses budidaya pemijahan ikan lele. Pemaparan yang disampaikan oleh narasumber terkait manajemen pembenihan ikan, pengelolaan induk, serta penggunaan metode yang tepat akan dapat menghasilkan benih ikan berkualitas yang pada akhirnya akan menguntungkan petani dan menumbuhkan kepercayaan konsumen. Pemaparan mengenai pentingnya penggunaakn induk bersertifikat dan pengelolaan induk serta pemberian pakan berkualitas akan sangat mendukung kemandirian, keunggulan, serta kesinambungan produksi dan kualitas ikan yang dihasilkan. Informasi mengenai jenis ikan serta penanganan proses budidaya juga telah diberikan di akhir pemaparan Tips mengenai penggunaan serta manajemen kolam juga diberikan mulai dari pengolahan dan pengelolaan air, menghitung perkiraan bibit yang dihasilkan, serta perkiraan jumlah bibit dan kebutuhan kolam. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu proses produksi yang dilakukan peserta penyuluhan Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2023. Noor and Jati dengan mengaplikasikan proses manajemen yang tepat. Penggunaan herba serta manajemen Kesehatan ikan diberikan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh peserta penyuluhan. Teknik karantina ikan yang sakit serta prevensi dan pengelolaan ikan sakit penting dilakukan bila ditemukan ikan sakit di tengah proses budidaya. Produksi pembenihan ikan masih sangat mungkin dilakukan selama terkuasainya ketersediaan air tawar serta lahan, teknologi budidaya, sumber daya manusia, serta permintaan pasar yang mendukung (Ghufran Kordi, 2. Selain itum pengelolaan kualitas air sebagai pengetahuan dasar manajemen Kesehatan ikan dibutuhkan oleh pembudidaya, hal ini berkaitan dengan proses budidaya. Pengetahuan tersebut bertujuan agar ikan tetap sehat yang akan tercapai dengan proses pengelolaan kualitas air yang baik (Natsir dan Khalil. Pengetahuan dan wawasan peserta penyuluhan bertambah setelah mengikuti kegiatan penyuluhan. Terutama terkait dengan penggunaan induk bersertifikat dan manajemen kolam. Hal ini berdasarkan penilaian kuisioner yang diberikan kepada pererta kegiatan penyuluhan dengan tema AuPenyuluhan Tentang Manajemen Pembenihan Lele (Clarias sp. ) yang Mandiri. Unggul, dan Berkelanjutan di Adipati Farm. Kecamatan Labuhan Ratu. Kota Bandar LampungAy. Sebagai berikut: Tabel 1. Analisis data pengetahuan peserta penyuluhan terhadap materi yang diberikan Sebelum penyuluhan Setelah penyuluhan Peningkatan . = 18 oran. = 18 oran. (%) Materi Pengetahuan budidaya pembenihan ikan yang 4 Pengetahuan Manajemen pembenihan ikan, pengelolaan induk, dan teknik monitoring dan evaluasi Pengetahuan Penggunaan induk bersertifikat dan 5 pengelolaan induk yang baik Berdasarkan hasil analisis pada Tabel 1. Terlihat peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta Peserta penyuluhan telah mengerti manfaat yang akan didapat dengan penerapan metode manajemen kolam dan penggunaan induk bersertifikat. Selain itu, peserta penyuluhan juga telah mengerti dengan baik mengenai proses monitoring dan evaluasi yang baiknya dilakukan selama kegiatan produksi dengan harapan tercapainya produksi yang berkualitas baik dengan kuantitas tinggi serta Proses penyampaian materi penyuluhan dari narasumber berlangsung tanpa kendala berarti. Berjalannya penyuluhan terjadi secara dua arah dimana peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan menyampaikan pertanyaan terkait kendala yang ditemui di lapang selama proses produksi. Dialog interaktif antara narasumber dan peserta kerap terjadi yang menyebabkan proses tukar pengalaman dan informasi mengenai pengalaman serta usaha untuk memperkecil risiko kegagalan budidaya. Selain itu, pertanyaan Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2023. Noor and Jati mengenai manajemen Kesehatan ikan menjadi topik yang menandai pertambahan pengetahuan peserta Kesimpulan Pelaksanaan kegiatan penyuluhan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat ini meningkatkan pengetahuan peserta. Hal ini berdasar pada data hasil kuisioner yang diberikan di awal dan akhir Peningkatan pemahanan peserta sebanyak 72% untuk materi cara budidaya ikan yang baik, 83% pada materi manajemen pembenihan ikan, pengelolaan induk, dan Teknik monitoring dan evaluasi, serta 72% di materi penggunaan induk bersertifikat dan pengelolaan induk yang baik. Berdasarkan data tersebut dapat diambil simpulan bahwa materi yang disampaikan pada kegiatan ini dapat dipahami dan bermanfaat bagi peserta penyuluhan. Daftar Pustaka