Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK https://jb e-upiyp tk. org/o j s Vol. No. Hal: 251-258 ISSN: 2502-6275 Analisis Aspek Sumber Daya Manusia terhadap Kinerja Guru dengan Kepemimpinan Sebagai Pemoderasi Isnamarna IsnamarnaA. Elfiswandi Elfiswandi. Yulasmi Yulasmi Universitas Putra Indonesia YPTK Padang isnacandra2010@gmail. Abstract This study aims to determine the Analysis of Human Resources Aspects on Teacher Performance with Leadership as a Moderating Variable at the Integrated Islamic Elementary School (SDIT) Cahaya Hati Pauh Kambar. The method used is multiple linear regression analysis and path analysis, by distributing a questionnaire of 64 respondents. The results showed that there was a positive and significant effect of competence on teacher performance at SDIT (Integrated Islamic Elementary Schoo. Cahaya Hati Pauhkambar. Nan Sabaris District. Padang Pariaman Regency. West Sumatra. There is a positive and significant effect of motivation on teacher performance at SDIT (Integrated Islamic Elementary Schoo. Cahaya Hati Pauhkambar. Nan Sabaris District. Padang Pariaman Regency. West Sumatra. Leadership does not moderate the effect of competence on teacher performance at SDIT (Integrated Islamic Elementary Schoo. Cahaya Hati Pauhkambar. Nan Sabaris District. Padang Pariaman Regency. West Sumatra. Leadership does not moderate the influence of motivation on teacher performance at SDIT (Integrated Islamic Elementary Schoo. Cahaya Hati Pauhkambar. Nan Sabaris District. Padang Pariaman Regency. West Sumatra. Keywords: Competence. Motivation. Leadership and Teacher Performance Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Aspek Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Guru dengan Kepemimpinan Sebagai Variabel Moderating pada Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Hati Pauh Kambar. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan analisis jalur, dengan mengedarkan kuesioner sebanyak 64 Hasil diperoleh bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan kompetensi terhadap kinerja guru pada SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpad. Cahaya Hati Pauhkambar Kec Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman. Sumatera Barat. Terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi terhadap kinerja guru pada SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpad. Cahaya Hati Pauhkambar Kec Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman. Sumatera Barat. Kepemimpinan tidak memoderasi pengaruh kompetensi terhadap kinerja guru pada SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpad. Cahaya Hati Pauhkambar Kec Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman. Sumatera Barat. Kepemimpinan tidak memoderasi pengaruh motivasi terhadap kinerja guru pada SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpad. Cahaya Hati Pauhkambar Kec Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman. Sumatera Barat. Kata kunci: Kompetensi. Motivasi. Kepemimpinan dan Kinerja Guru Journal of Business and Economics is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. Pendahuluan Kompetensi adalah spesifikasi dari pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dimiliki seseorang serta penerapannya didalam pekerjaan sesuai dengan standar kinerja yang dibutuhkan oleh lapangan Kompetensi terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan, keterampilan maupun sikap professional dalam menjalankan tugasnya. Seorang guru harus memiliki kompetensi dan motivasi yang tinggi untuk menjalankan tugasnya sesuai tuntutan zaman yang semakin berkembang. PP No. Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan menyebutkan bahwa kompetensi yang harus dimiliki guru yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi Berdasarkan penelitian Hidayat et al. , . kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja Kompetensi juga ditemukan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru pada penelitian yang dilakukan oleh (Sari, 2. Hasil yang sama juga ditemukan pada penelitian oleh (Nurhayati, 2. Diterima: 01-09-2022 | Revisi: 15-09-2022 | Diterbitkan: 30-09-2022 | doi: 10. 35134/ jbeupiyptk. Engla Pautyara DeskaA. Hamdy Hady. Zefriyenni Zefriyenni bahwa kompetensi berpengaruh langsung secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Untuk meningkatkan kinerja guru diperlukan sikap Guru yang profesional mampu mengevaluasi diri, memotivasi diri, mendisiplinkan diri dan mengembangkan diri. Semua itu tidak terlepas dari peran seorang pimpinan organisasi yaitu Kepala Sekolah. Motivasi kerja adalah faktor yang mendorong seseorang untuk melaksanakan pekerjaannya dengan penuh semangat sehingga akan memperoleh hasil yang lebih baik. Di dalam semua bidang pekerjaan , motivasi memiliki peranan yang sangat penting, seseorang akan bekerja lebih giat dan tekun apabila memiliki motivasi yang tinggi. Seorang pekerja merupakan komponen yang berperan penting dalam suatu organisasi . Organisasi kerja memberi pengaruh yang signifikan terhadap tinggi rendahnya motivasi Secara umum motivasi dinyatakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, hal ini dibuktikan oleh penelitian (Dharma, 2. Motivasi juga dinyatakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru pada penelitian (Sari, 2. Demikian juga dengan penelitian yang dilakukan (Tirtayasa, 2. , ditemukan pengaruh positif dan signifikan motivasi terhadap kinerja guru. Didalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai pimpinan organisasi pendidikan, seorang Kepala Sekolah mengarahkan serta menilai berbagai aspek pada sekolah yang dipimpinnya. Salah satu fungsi penting kepala sekolah adalah fungsi manajerial yaitu fungsi pengawasan atau disebut juga fungsi pengendalian. Kegiatan pengawasan yang dilaksanakan oleh Kepala Sekolah merupakan kegiatan mengidentifikasi secara jelas apakah hasil yang diharapkan dalam rencana serta penyimpangan yang terjadi di dalam pelaksanaan program suatu sekolah. Ada kegiatan operasional yang terkandung dalam hakekat pengawasan tersebut yaitu terdapat upaya peningkatan dan perbaikan kinerja Penelitian tentang pengaruh kepemimpinan kepala sekolah yang dilakukan oleh (Purwoko, 2. menyatakan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Penelitian yang dilakukan oleh (Ideswal et al. juga menemukan hasil yang sama. Hal yang agak berbeda ditemukan pada penelitian (Sutomo, 2. pada penelitian ini memang ditemukan pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan terhadap kinerja, tapi kepemimpinan tidak memoderasi pengaruh kompetensi terhadap kinerja. Kinerja atau performance menurut (Sedarmayanti, 2. sering diartikan sebagai hasil atau prestasi kerja Sementara menurut (Ricardianto, 2. Kinerja atau performance merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategis suatu organisasi. Menurut Armstrong dan Baron dalam (Sinambela, 2. kinerja sering diartikan sebagai hasil atau prestasi kerja. Sedarmayanti . mengatakan bahwa kompetensi lebih dekat pada kemampuan atau kapabilitas yang diterapkan dan menghasilkan pegawai atau pemimpin atau pejabat yang menunjukkan kinerja yang tinggi disebut mempunyai kompetensi. Kompetensi sebagai kemampuan dari seorang individual yang ditunjukkan denga kinerja baik dalam jabatan atau pekerjaannya. Sedangkan Menurut Lefrancois dalam (Zubaidi et al. Kompetensi merupakan kapasitas untuk melakukan sesuatu yang dihasilkan dari proses belajar. Motivasi kerja menurut McClelland dalam (Suwanto, 2. adalah Seperangkat kekuatan baik yang berasal dari dalam diri maupun dari luar diri seseorang yang mendorong untuk memulai berperilaku kerja sesuai dengan format, arah, intensitas dan jangka waktu Menurut Robbins dalam (Fauzi, 2. , arahan . , dan usaha terus menerus . individu menuju pencapaian tujuan. McFarland mengemukakan kepemimpinan adalah suatu proses dimana pimpinan dilukiskan akan memberi perintah atau pengaruh, bimbingan atau proses mempengaruhi pekerjaan orang lain dalam memilih dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Marhawati, 2. Menurut Sudarwan Danim kepemimpinan adalah setiap tindakan yang dilakukan individu atau kelompok untuk mengkoordinasi dan memberi arah kepada individu atau kelompok lain yang tergabung dalam wadah tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Marhawati, 2. Berdasarkan landasan teori dan penelitian terdahulu, maka kerangka pikir dari penelitian ini digambarkan sebagai berikut : Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Engla Pautyara DeskaA. Hamdy Hady. Zefriyenni Zefriyenni Gambar 1. Kerangka Pikir Berdasarkan kerangka pikir, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah: H1: Kompetensi berpengaruh terhadap Kinerja Guru di SDIT Cahaya Hati Pauh Kambar H2: Motivasi berpengaruh terhadap Kinerja Guru di SDIT Cahaya Hati Pauh Kambar H3: Kepemimpinan Kepala sekolah memoderasi pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja Guru di SDIT Cahaya Hati Pauh Kambar H4: Kepemimpinan kepala sekolah memoderasi pengaruh motivasi terhadap Kinerja Guru di SDIT Cahaya Hati Pauh Kambar Metodologi Penelitian Dalam penelitian ini objek yang digunakan adalah semua guru yang mengajar di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Hati Pauh Kambar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan datanya disajikan dalam bentuk angka yang menunjukkan nilai dari variabel yang diwakilinya. Data ini merupakan data dari hasil pengamatan yang dilakukan pada periode tertentu secara rentet. Data pada penelitian ini menggunakan data dari hasil penyebaran kuesioner pada guru SD Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Hati Pauh Kambar. Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru dan kepala sekolah yang bertugas di SDIT Cahaya Hati Pauh Kambar yang terdiri atas 64 orang. Peneliti menggunakan metode sampling jenuh dimana semua populasi dijadikan sampel. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan 3 variabel yaitu variabel dependen (Y), variabel independen (X) dan variabel moderasi (Z). Variabel dependen yang dipakai dalam penelitian ini adalah Kinerja, kemudian variabel independen yang digunakan terdiri dari 2 yaitu Kompetensi dan Motivasi. Sedangkan untuk variabel moderasi yang dipakai oleh peneliti adalah Kepemimpinan Kepala Sekolah. Definisi operasional dan pengukuran variabel terdapat pada tabel 1 dibawah ini: Tabel 1. Definisi Operasional Variabel Penelitian Kinerja (Y) Kompetensi (X. Definisi Operasional Indikator Sumber Hasil kerja atau kemampuan kerja nyata secara kualitas dan kuantitas yang dapat dicapai oleh seorang guru dalam menjalankan tugasnya Kualitas Hasil kerja Ketepatan waktu Inisiatif Kemampuan Komunikasi Sedaramayanti, . Kemampuan dari seorang individual yang ditunjukkan dengan kinerja baik dalam jabatan atau pekerjaannya. Pengetahuan Pengertian Keterampilan Nilai Munthe, . Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Engla Pautyara DeskaA. Hamdy Hady. Zefriyenni Zefriyenni Minat Motivasi (X. Kepemimpinan Kepala Sekolah (Z) Satu hal yang dapat memicu semangat dan dorongan dalam bekerja yang dimiliki seorang Kemampuan kepala sekolah memotivasi, mengarahkan, dan membimbing individu dan kelompok agar bekerja sama dalam melaksanakan kegiatankegiatan yang terarah untuk mencapai tujuan organisasi Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diolah dengan SPSS dan kemudian dianalisis. Statistik deskriptif mendeskripsikan data menjadi sebuah informasi yang lebih jelas dan mudah dipahami. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data agar dapat menggambarkan suatu keadaan dan mengetahui sejauh mana pengaruh antara variabel in Berdasarkan olahan data SPSS. Untuk melakukan uji asumsi klasik atas penelitian ini, maka peneliti melakukan uji normalitas, autokorelasi, multikolinearitas, dan uji Penelitian ini, dilakukan pengujian variabel bebas . ndependent variabl. terhadap dependent variable . ariabel terika. yang terdiri dari uji t . ji secara Kekuasaan Lingkungan Kerja Kompensasi Reward Punishment (Edy, 2. Kepribadian Pengetahuan Pemahaman terhadap visi dan misi Organisasi Kemampuan Kemampuan Agustina & Kumala, . , uji f . ji secara bersama-sam. , dan pengujian koefisien determinasi (R. Persamaan regresi linear berganda dalam penelitian ini adalah: Y = 1X1 2X2 3Z 4X1Z 5X2Z e Dimana: = Kinerja = Konstanta 1. = Koefisien regresi = tingkat error = Kompetensi = Motivasi = Kepemimpinan kepala sekolah Hasil dan Pembahasan Hasil Hasil uji statistik deskriptif terdapat pada tabel 2 dibawah ini: Tabel 3. Analisis Deskriptif Minimum Maximum Mean Std. Deviation Kompetensi 27,52 50,33 41,36 10,930 Motivasi 27,52 50,33 38,73 7,574 Kepemimpinan 27,52 50,33 41,52 6,146 Kinerja guru 27,52 50,33 41,95 6,318 Valid N . Sumber: Data diolah peneliti, 2022 Pada tabel 4. 6 di atas dilihat bahwa kompetensi memiliki nilai terendah 27,52 dan nilai tertinggi 50,33 dengan nilai rata-rata 41,36 dan ukuran sebaran statistik 10,930. Motivasi memiliki nilai terandah yaitu 27,52 dan nilai tertinggi 50,33 dengan nilai rata-rata 38,73 dan ukuran sebaran statistik 7,574. Kepemimpinan memiliki nilai terandah yaitu 27,52 dan nilai tertinggi 50,33 dengan nilai rata-rata 41,52 Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Engla Pautyara DeskaA. Hamdy Hady. Zefriyenni Zefriyenni dan ukuran sebaran statistik 6,146 dan kinerja guru memiliki nilai terandah yaitu 27,52 dan nilai tertinggi 50,33 dengan nilai rata-rata 41,95 dan ukuran sebaran statistik 6,318. Dari hasil pengujian asumsi klasik, maka adata telah memenuhi syarat untuk dilakukan pengujian regresi Tabel 3 menyajikan Moderated Regression Analysis Tabel 3. Hasil Moderated Regression Analysis (MRA) Model Unstandardized Coefficients (Constan. Kompetensi (X. Motivasi (X. Kepemimpinan (Z) Moderasi 1 Dependent Variable: kinerja guru (Y) Standardized Coefficients Std. Error Beta Sig. Sumber: Data dioleh peneliti, 2022 Dari persamaan regresi berganda di atas didapatkan hasil interpretasi untuk masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen sebagai Konstanta . adalah sebesar 21,744, ini menunjukkan bahwa jika variabel independen tidak ada maka kinerja guru (Y) bernilai positif sebesar 21,744. Koefisien regresi untuk kompetensi (X. sebesar 0,753 maka ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan pada kompetensi dengan asumsi bahwa variabel lain tetap, maka kinerja guru mengalami peningkatan sebesar 0,753. Koefisien regresi untuk motivasi (X. sebesar 0,064, maka ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan pada motivasi dengan asumsi bahwa variabel lain tetap, maka kinerja guru mengalami peningkatan sebesar 0,064. Koefisien regresi untuk kepemimpinan (Z) sebesar 1,564 maka ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan pada kepemimpinan dengan asumsi bahwa variabel lain tetap, maka kinerja guru mengalami peningkatan sebesar 1,564 Koefisien regresi untuk kompetensi (X. yang dimoderasi oleh kepemimpinan (Z) sebesar 0,019, maka ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan pada kompetensi (X. yang dimoderasi oleh kepemimpinan (Z) dengan asumsi bahwa variabel lain tetap, maka kinerja guru mengalami peningkatan sebesar 0,019 Koefisien regresi untuk motivasi (X. yang dimoderasi oleh kepemimpinan (Z) adalah sebesar 0,002 maka ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan pada motivasi (X. yang dimoderasi oleh kepemimpinan (Z) dengan asumsi bahwa variabel lain tetap, maka kinerja guru mengalami peningkatan sebesar 0,002. Hasil uji koefisien determinasi sebelum moderasi dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model R Square Adjusted R Square Sumber: Data dioleh peneliti, 2022 Berdasarkan tabel di atas diperoleh angka Adjusted R2 (R squar. sebesar 0,666 atau 66,6%, hal ini menunjukkan bahwa persentase sumbangan variabel independen kompetensi dan motivasi terhadap variabel dependen kinerja guru sebesar 0,666 atau 66,6%. Std. Error of the Estimate Sedangkan sisanya sebesar 33,4% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Hasil pengujian hipotesis penelitian terdapat pada tabel dibawah ini: Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Engla Pautyara DeskaA. Hamdy Hady. Zefriyenni Zefriyenni Tabel 5. Hasil Pengujian Hipotesis Penelitian Hipotesis Hipotesis Pernyataan Kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru Pernyataan Kepemimpinan memoderasi pengaruh kompetensi terhadap kinerja guru Kepemimpinan terhadap kinerja guru Sumber: Data dioleh peneliti, 2022 Signifikan Pembanding Keputusan 0,000 0,05 Diterima 0,000 Signifikan Persamaan 1 0,05 Signifikan Persamaan 2 Diterima Keputusan 0,000 0,002 Ditolak 0,000 0,741 Ditolak Pembahasan Pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja Guru dengan Kepemimpinan sebagai Pemoderasi Pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja Guru Hasil pengujian dengan SPSS diperoleh nilai signifikan Hasil dari penelitian menemukan bahwa kompetensi persamaan 1 lebih kecil dari nilai signifikan persamaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja 2 . ,000<0,. , maka Ho diterima dan H3 ditolak. Dibuktikan dengan nilai sig . < . Dengan demikian, maka hipotesis ketiga ditolak. Jadi Berdasarkan hasil yang diperoleh maka Ho ditolak dan disimpulkan bahwa kepemimpinan tidak memoderasi H1 diterima untuk variabel kompetensi. Maka dapat atau memperlemah hubungan pengaruh kompetensi disimpulkan bahwa secara parsial variabel kompetensi terhadap kinerja guru. Didalam sebuah instansi sangat berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dibutuhkan kompetensi, dengan adanya kompetensi Didalam sebuah instansi sangat dibutuhkan yang bagus maka kinerja guru akan mengalami kompetensi, dengan adanya kompetensi yang bagus peningkatan. Untuk meningkatkan kinerja guru dengan maka kinerja guru akan mengalami peningkatan. Untuk cara meningkatkan kompetensi melalui indikatornya: meningkatkan kinerja guru dengan cara meningkatkan pengetahuan, pengertian, keterampilan, nilai, dan kompetensi melalui indikatornya: pengetahuan, minat. Penelitian ini sesuai dengan penelitian pengertian, keterampilan, nilai, dan minat. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Lubis, 2. yang ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa kepemimpinan tidak memoderasi dilakukan oleh (Lubis, 2. , (Manao, 2. dan pengaruh kompetensi terhadap kinerja guru. (Sari, 2. yang menyatakan bahwa kompetensi sacara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Guru dengan Kepemimpinan sebagai Pemoderasi Hasil pengujian dengan SPSS diperoleh nilai signifikan Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Guru persamaan 1 lebih kecil dari nilai signifikan persamaan Hasil dari penelitian menemukan bahwa motivasi 2 . ,000<0,. , maka Ho diterima dan H4 ditolak. berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Dengan demikian, maka hipotesis keempat ditolak. Jadi Dibuktikan dengan nilai sig . < . disimpulkan bahwa kepemimpinan tidak memoderasi Berdasarkan hasil yang diperoleh maka Ho ditolak dan atau memperlemah hubungan pengaruh motivasi H2 diterima untuk variabel motivasi. Maka dapat terhadap kinerja guru. Didalam sebuah instansi sangat disimpulkan bahwa secara parsial variabel motivasi dibutuhkan motivasi, dengan adanya motivasi yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja tinggi maka kinerja guru akan mengalami peningkatan. Didalam sebuah instansi sangat dibutuhkan Untuk meningkatkan kinerja guru dengan cara motivasi, dengan adanya motivasi yang tinggi maka meningkatkan motivasi melalui indikatornya: kekuatan, kinerja guru akan mengalami peningkatan. Untuk lingkungan kerja, kompensasi, reward dan punishment. meningkatkan kinerja guru dengan cara meningkatkan Penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya motivasi melalui indikatornya: kekuatan, lingkungan yang dilakukan oleh (Sutomo, 2. yang menyatakan kerja, kompensasi, reward dan punishment. Penelitian bahwa kepemimpinan tidak memoderasi pengaruh ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang motivasi terhadap kinerja guru. dilakukan oleh (T. Hidayat et al. , 2. , (Suwanto, 2. dan (Suciningrum et al. , 2. yang menyatakan 4. Kesimpulan bahwa motivasi sacara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Berdasarkan hasil analisis data dan interpretasi hasil penelitian dan pembahasan yang telah disampaikan Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Engla Pautyara DeskaA. Hamdy Hady. Zefriyenni Zefriyenni Emerald Reach Proceedings Series, 1, 7Ae12. sebelumnya, maka dapat dikemukakan beberapa https://doi. org/10. 1108/978-1-78756-793-1-00065 kesimpulan dari hasil penelitian sebagai berikut: Terdapat pengaruh positif dan signifikan Dongoran. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Iklim Sekolah, dan Motivasi Kerja Terhadap kompetensi terhadap kinerja guru pada SDIT Kinerja Guru MAN 2 Model Kota Medan. iAe103. (Sekolah Dasar Islam Terpad. Cahaya Hati Edy. Manajemen Sumber Daya Manusia. Prenada Pauhkambar Kec Nan Sabaris Kabupaten Padang Media Group. Pariaman. Sumatera Barat. Fauzi. MANAJEMEN KINERJA. Airlangga. Terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi Febriana. Evaluasi Pembelajaran. Bumi Aksara. terhadap kinerja guru pada SDIT (Sekolah Dasar Herlinawati. Pengaruh Motivasi dan Kompetensi terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Kecamatan Islam Terpad. Cahaya Hati Pauhkambar Kec Semboro Kabupaten Jember. Jurnal Manajemen, 1. Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman. Hidayat. MANAJEMEN KINERJA. Airlangga. Sumatera Barat. Kepemimpinan tidak memoderasi pengaruh Hidayat. Tanjung. , & Juliandi. Motivasi Kerja. Budaya Organisasi dan Kompetensi terhadap kompetensi terhadap kinerja guru pada SDIT Kinerja Guru Pada SMK Muhammadiyah 3 Aek (Sekolah Dasar Islam Terpad. Cahaya Hati Kanopan. Jurnal Manajemen Bisnis, 17. , 189. Pauhkambar Kec Nan Sabaris Kabupaten Padang https://doi. org/10. 38043/jmb. Pariaman. Sumatera Barat. Ideswal. Yahya. , & Alkadri. Kontribusi Kepemimpinan tidak memoderasi pengaruh Iklim Sekolah dan Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, motivasi terhadap kinerja guru pada SDIT 460Ae466. (Sekolah Dasar Islam Terpad. Cahaya Hati https://doi. org/10. 31004/basicedu. Pauhkambar Kec Nan Sabaris Kabupaten Padang Lubis. PENGARUH KOMPETENSI. MOTIVASI Pariaman. Sumatera Barat. KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMA NEGERI 15 MEDAN. Berdasarkan hasil analisis data dan interpretasi hasil Manao. Pengaruh Kompetensi. Motivasi dan penelitian dan pembahasan yang telah disampaikan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Badan sebelumnya, maka dapat dikemukakan beberapa saran Pengelolaan Keuangan. Pendapatan dan Aset Daerah sebagai berikut : Kabupaten Nias Barat. Epository UHN. Bagi SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpad. Manik. , & Syafrina. PENGARUH KOMPETENSI TERHADAP KINERJA DOSEN. Cahaya Hati Pauhkambar Kec Nan Sabaris Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis, 11. , 1Ae6. Kabupaten Padang Pariaman. Sumatera Barat Marhawati, . Kepemimpinan Pendidikan. Agar SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpad. DEEPUBLISH. Cahaya Hati Pauhkambar Kec Nan Sabaris Maslow. Motivation and Personality. Kabupaten Padang Pariaman. Sumatera Barat Diterjemahkan oleh Achmad Fawaid dan Maufur. mampu meningkatkan kinerja guru melalui Cantik Pustaka. Meningkatkan motivasi karena memiliki pengaruh Munthe. Desain Pembelajaran. Pustaka Insan