1319 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Program Majalah Dinding untuk Mendorong Antusiasme Siswa dalam Berkarya Diana Febri Wuri Nastiti1. Tampung N. Saman2. Akhmad Fauzan3 1,2,3 Pendidikan Bahasa Inggris. Universitas Palangka Raya. Palangka Raya. Indonesia E-mail: nastiti. df@mhs. Article History: Received: 27 Mei 2025 Revised: 26 Juli 2025 Accepted: 01 Agustus 2025 Keywords: Majalah dinding, literasi siswa. Kampus Mengajar, kreativitas Abstract: Program majalah dinding . di SD Negeri 3 Menteng dilatarbelakangi oleh kurangnya media apresiasi bagi karya siswa. Pengabdian ini bertujuan mendorong antusiasme dan kepercayaan diri siswa dalam berkarya melalui media majalah Kegiatan dilaksanakan melalui pembuatan media dari papan bekas, sosialisasi kepada siswa, pembuatan produk majalah dinding oleh siswa, penjadwalan pengumpulan karya dan penataan karya secara bergilir. Berdasarkan pengamatan langsung selama kegiatan berlangsung, siswa tampak lebih antusias dalam menulis dan menggambar, serta tercipta interaksi sosial positif di sekitar area majalah dinding. Walaupun terdapat tantangan seperti keterbatasan bahan dan pengelolaan isi, program ini menunjukkan potensi besar sebagai sarana ekspresi dan apresiasi karya Implikasinya, media majalah dinding dapat menjadi bagian penting dari budaya literasi sekolah apabila dikelola secara berkelanjutan. PENDAHULUAN Pendidikan tidak hanya berperan dalam meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga dalam membangun lingkungan yang mendukung ekspresi diri dan motivasi untuk Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran harus dirancang tidak hanya untuk mencapai prestasi akademik, tetapi juga untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, imajinasi, dan Lingkungan belajar yang mendukung ekspresi diri memungkinkan siswa mengeksplorasi ide-ide baru dan mengembangkan kepercayaan diri untuk berinovasi. Dalam hal ini, diperlukan sarana yang dapat menampilkan dan mengapresiasi hasil kreativitas siswa secara nyata, salah satunya melalui media majalah dinding yang berperan sebagai wadah ekspresi dan motivasi dalam berkarya. Majalah dinding merupakan salah satu bentuk implementasi dari program Kampus Mengajar yang diterapkan di berbagai sekolah dasar, di mana program tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan literasi, numerasi, serta kualitas pembelajaran siswa (Delfi et al. Pamungkas et al. , 2. Majalah dinding . adalah media komunikasi visual yang biasanya dipasang di dinding sekolah untuk menyajikan berbagai informasi, karya siswa, serta pesan edukatif. Mading menjadi salah satu alat pembelajaran yang tidak hanya relevan dalam mendukung budaya literasi a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 di sekolah, tetapi juga dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif dan kolaboratif. Dalam era digital saat ini, meskipun teknologi semakin berkembang, media cetak seperti mading tetap memiliki peran penting dalam membangun keterampilan literasi siswa secara langsung melalui interaksi visual dan diskusi di lingkungan Oleh karena itu, pemanfaatan mading dalam pembelajaran di SD Negeri 3 Menteng diharapkan dapat mendorong minat siswa dalam membaca, menulis, dan berkreasi. Dalam kajian literatur sebelumnya, beberapa penelitian telah menyoroti pentingnya media majalah dinding dalam mendorong kreativitas dan literasi siswa. Menurut (Lestari & Susilo, 2. , siswa yang mendapatkan kesempatan untuk mempublikasikan karyanya melalui mading menunjukkan peningkatan motivasi dalam menulis dan menggambar. Putri & Suriadi . juga menyatakan bahwa adanya ruang apresiasi yang konsisten dapat memperkuat rasa percaya diri siswa dan membangun kebiasaan positif dalam mengekspresikan diri. Oleh karena itu, mading dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung dan inspiratif. Selain itu, penelitian oleh Lambayu et al . menegaskan bahwa program Kampus Mengajar yang mengintegrasikan mading sebagai alat literasi dapat mendorong rasa percaya diri siswa dalam menampilkan karya mereka. Berdasarkan penelitian-penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan mading di sekolah dasar memiliki potensi besar tidak hanya dalam mendorong motivasi berkarya, tetapi juga keterampilan literasi, kreativitas, serta berkolaborasi. Namun, di SD Negeri 3 Menteng, masih terdapat keterbatasan dalam penyediaan media yang memungkinkan siswa untuk mengekspresikan kreativitasnya. Minimnya akses terhadap sarana literasi visual menyebabkan kurangnya partisipasi siswa dalam kegiatan menulis dan SD Negeri 3 Menteng merupakan sekolah dasar dengan jumlah siswa yang cukup banyak, namun belum memiliki program literasi visual yang aktif seperti mading. Kondisi ini menunjukkan perlunya pengembangan media pembelajaran yang tidak hanya mendukung kemampuan akademik siswa, tetapi juga mendorong mereka untuk lebih aktif dalam mengekspresikan ide dan gagasan mereka. Pembuatan mading di SD Negeri 3 Menteng tidak hanya bertujuan sebagai wadah bagi siswa untuk menyalurkan ide dan kreativitas mereka, tetapi juga sebagai sarana untuk mendorong kepercayaan diri dan keterampilan sosial. Melalui kegiatan ini, siswa dapat berlatih menyusun tulisan yang komunikatif, menyampaikan gagasan secara visual, serta bekerja sama dalam kelompok untuk mengelola dan memperbarui konten mading secara berkala. Selain itu, mading dapat menjadi media interaktif yang memperkuat keterampilan membaca dan menulis siswa dalam suasana yang lebih menyenangkan. Kajian ini akan melihat bagaimana program ini memengaruhi minat siswa dalam membuat karya tulisan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat dalam program ini. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi sekolah lain dalam mengadopsi mading sebagai media yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu membangun semangat berkarya di kalangan siswa. METODE Implementasi program majalah dinding dalam Program Kampus Mengajar Angkatan 8 dilaksanakan di SD Negeri 3 Menteng. Kota Palangka Raya. Provinsi Kalimantan Tengah. Program ini bertujuan untuk mendorong antusiasme siswa dalam membuat karya. Pelaksanaan program ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu persiapan media utama, pemilihan lokasi, a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 sosialisasi kepada siswa, serta penerapan sistem pergantian karya dalam mading. Tahap pertama adalah persiapan media utama yang dilakukan oleh tim Kampus Mengajar. Media yang digunakan berupa papan tulis bekas yang diperoleh dari gudang sekolah, kemudian dimodifikasi menjadi papan majalah dinding. Untuk meningkatkan daya tarik visual, papan dirancang dengan tambahan elemen gambar. Sebelum proses pemasangan dilakukan, tim terlebih dahulu menyusun desain gambar, kemudian mencetak hasil desain tersebut, dan selanjutnya melaminasinya guna menjaga ketahanan serta kualitas tampilannya. Gambar 1. Desain Hiasan Papan Majalah Dinding Gambar 2. Proses Pembuatan Hiasan Papan Majalah Dinding Setelah seluruh hiasan selesai dibuat, langkah berikutnya adalah menempelkan hiasan pada papan majalah dinding dengan menggunakan selotip. Proses persiapan ini memerlukan waktu selama dua hari hingga papan mading siap untuk digunakan. Setelah itu, tim menentukan lokasi penempatan yang strategis, yaitu di area dengan tingkat aktivitas tinggi, sehingga majalah a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 dinding dapat dengan mudah diakses dan dilihat oleh siswa. Tahap selanjutnya adalah pelaksanaan sosialisasi kepada siswa, yang dilakukan melalui mata pelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Sebelum pelaksanaan, tim Kampus Mengajar terlebih dahulu berkoordinasi dengan wali kelas 4 dan 5 untuk memperoleh izin menggunakan jam pelajaran tersebut. Pemilihan dua jenjang ini didasarkan pada pertimbangan bahwa siswa kelas 4 dan 5 telah memiliki keterampilan literasi yang memadai, serta adanya keterbatasan sumber daya yang tidak memungkinkan pelibatan seluruh kelas secara Sosialisasi dilakukan dalam dua tahap. Pada minggu pertama, siswa kelas 5 diperkenalkan dengan konsep majalah dinding dan diberikan kertas HVS yang telah dihias sebagai media untuk menulis atau menggambar menggunakan pensil warna, krayon, dan alat tulis lainnya. Pada minggu berikutnya, metode yang sama diterapkan kepada siswa kelas 4. Sistem pergantian karya diterapkan secara bergilir. Minggu pertama diisi oleh kelas 5, minggu kedua kelas 4, dan seterusnya secara bergantian. Setelah minggu kedua, sistem menjadi lebih fleksibel, memungkinkan siswa yang ingin memasang karyanya untuk terlebih dahulu meminta izin kepada tim Kampus Mengajar guna memastikan keteraturannya. Dengan sistem ini, majalah dinding tetap aktif dan terus diperbarui tanpa membebani siswa, sekaligus memberikan mereka kebebasan untuk mengekspresikan kreativitas sesuai dengan minatnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pelaksanaan program majalah dinding di SD Negeri 3 Menteng telah menunjukkan dampak positif terhadap antusiasme siswa dalam berkarya. Sebelum adanya mading, minat siswa dalam menulis dan menggambar cenderung rendah. Kegiatan literasi lebih sering dilakukan dalam bentuk tugas sekolah yang sifatnya wajib, sehingga kurang memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka secara bebas. Namun, setelah mading mulai aktif digunakan, suasana di sekolah mulai berubah. Siswa yang sebelumnya jarang menulis atau menggambar mulai menunjukkan ketertarikan untuk berpartisipasi. Mereka lebih sering menghabiskan waktu di sekitar area mading, membaca karya teman-teman mereka, dan bahkan berdiskusi mengenai isi mading. Beberapa siswa secara spontan meminta izin kepada guru atau tim Kampus Mengajar untuk memasang karya mereka. Seorang siswa kelas 5, misalnya, mengungkapkan kegembiraannya karena hasil gambarnya bisa dinikmati oleh teman-temannya, sementara seorang siswa kelas 4 mengatakan bahwa ia merasa lebih percaya diri setelah puisinya dipajang di mading sekolah. Guru-guru di SD Negeri 3 Menteng juga melihat adanya perubahan perilaku siswa setelah program ini diterapkan. Siswa menjadi lebih aktif dalam berkomunikasi, baik dengan teman sekelas maupun dengan guru, mengenai isi dan tampilan mading. Beberapa siswa bahkan menawarkan diri untuk membantu memperbarui mading, menunjukkan bahwa program ini tidak hanya mendorong minat dalam berkarya, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan inisiatif siswa. Selain itu, majalah dinding juga menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Sebelum adanya mading, area dinding sekolah yang kosong hanya berisi pengumumanpengumuman formal, tetapi kini menjadi lebih hidup dengan berbagai karya siswa. Suasana ini memberikan efek psikologis positif, di mana siswa merasa lebih dihargai dan termotivasi untuk terus berkreasi. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Pembahasan Adanya antusiasme siswa dalam berkarya melalui program majalah dinding menunjukkan bahwa apresiasi terhadap hasil karya dapat menjadi faktor pendorong motivasi siswa. Ketika karya mereka dipajang dan dilihat oleh teman-teman serta guru, siswa merasakan kebanggaan dan kepercayaan diri yang lebih besar dalam menampilkan ide serta kreativitas mereka. Hal ini sejalan dengan pendapat Muzaimah et al . yang menyatakan bahwa pengakuan dan penghargaan terhadap siswa dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis dan motivasi belajar Anni et al . menjelaskan bahwa motivasi belajar meningkat ketika siswa merasa dihargai dan diberi pengakuan atas hasil usahanya. Temuan ini sejalan juga dengan penelitian Putri & Suriadi . , yang menyatakan bahwa ruang apresiasi yang konsisten dapat mendorong rasa percaya diri siswa dan membangun kebiasaan positif dalam mengekspresikan diri. Selain mendorong motivasi, program ini juga berdampak pada pengembangan keterampilan sosial siswa. Dengan adanya interaksi yang lebih intens di sekitar mading, siswa terbiasa berdiskusi dan memberikan tanggapan terhadap karya teman-teman mereka. Mereka belajar untuk mengapresiasi perbedaan dalam cara berpikir dan berkarya, yang pada akhirnya mendorong rasa kebersamaan dan semangat kolaboratif. Hal ini mendukung temuan Rakhmawati et al . , yang mengungkapkan bahwa mading dapat menjadi sarana efektif dalam membangun lingkungan belajar yang lebih kreatif dan inspiratif. Namun, dalam pelaksanaannya, program ini juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan bahan dan dana, serta kurang optimalnya teknik pemasangan, sehingga beberapa produk majalah dinding terlepas hanya dalam beberapa hari setelah dipajang. Gambar 3. Kondisi Mading Setelah 2 Bulan Salah satu kendala berikutnya yang ditemukan dalam pelaksanaan program ini adalah terkait dengan daya tahan hasil dekorasi pada majalah dinding yang kurang tahan lama. Semakin lama gambar tersebut dipajang, kualitasnya cenderung menurun akibat paparan sinar matahari dan polusi yang menempel. Selain itu, sistem rotasi karya perlu dikelola dengan lebih optimal agar setiap siswa memperoleh kesempatan yang adil untuk menampilkan hasil karyanya. Secara keseluruhan, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa majalah dinding masih a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 banyak memiliki kekurangan pada kualitas bahannya, tetapi walaupun seperti itu, siswa masih tertarik dikarenakan fungsi dari mading itu sendiri sebagai media ekspresi dan apresiasi karya Dengan dukungan yang lebih optimal dari pihak sekolah dan guru, program ini memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan dan menjadi bagian dari budaya literasi sekolah yang lebih berkelanjutan. KESIMPULAN Implementasi program majalah dinding di SD Negeri 3 Menteng terbukti memiliki pengaruh positif dalam mendorong antusiasme siswa untuk berkarya. Keberadaan mading memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka, baik dalam bentuk tulisan maupun gambar, serta mendorong rasa percaya diri mereka dalam menampilkan hasil Selain itu, program ini juga mendorong interaksi sosial dan kolaborasi antar siswa, yang pada akhirnya memperkaya pengalaman belajar mereka. Meskipun program ini memberikan dampak positif, terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaannya, seperti keterbatasan bahan, kurangnya dana untuk pengelolaan mading secara berkelanjutan, serta perlunya sistem rotasi karya yang lebih terstruktur agar semua siswa mendapatkan kesempatan yang sama. Oleh karena itu, diperlukan dukungan lebih lanjut dari pihak sekolah dan guru untuk menjaga keberlanjutan program ini. Ke depan, program majalah dinding dapat dikembangkan dengan melibatkan siswa lebih aktif dalam pengelolaan dan penyusunan isinya. Kolaborasi dengan guru dalam menentukan tema serta dukungan sekolah dalam penyediaan bahan akan membantu menjaga keberlanjutan program Selain itu, variasi konten dan sistem rotasi karya yang lebih terstruktur dapat mendorong keterlibatan siswa. Dengan upaya tersebut, majalah dinding dapat terus menjadi media yang efektif dalam menumbuhkan literasi, kreativitas, dan semangat berkarya. DAFTAR REFERENSI Anni. RC. , & Purwanto. Psikologi Belajar. Universitas Negeri Semarang Press. Delfi. Hidayat. Triviana. , & Camellia. Peningkatan Literasi dan Numerasi Siswa SDN Karang Manik Melalui Program Kampus Mengajar. Satwika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3. , 90Ae100. https://doi. org/10. 21009/satwika. Lambayu. Jumri. , & Ariani. Peningkatan Literasi Siswa Sekolah Dasar Negeri 22 Kota Bengkulu Melalui Kreasi Majalah Dinding (Madin. Journal Of Human and Education (JAHE), 4. , 85Ae90. https://doi. org/10. 31004/jh. Lestari. , & Susilo. Pengaruh Penggunaan Mading Terhadap Minat Baca dan Kreativitas Peserta Didik Kelas IV SDN Kepanjen 2 Jombang. Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 12. https://doi. org/10. 20961/jkc. Muzaimah. , & Akbar. Pengakuan Dan Penghargaan Mendukung Prestasi Belajar Siswa. In Jurnal Pendidikan Dasar dan Manajemen Pendidikan, 5. , 61-68. Pamungkas. Prayitno. Purnomo. Rahmah. , & Hastuti. Peningkatan Literasi dan Numerasi pada Kurikulum Merdeka melalui Program Kampus Mengajar bagi Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar, 199Ae208. https://doi. org/10. 56972/jikm. Putri. & Suriadi. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak dengan Motivasi dan a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Apresiasi. ABDISOSHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial Dan Humaniora, 1. , 142Ae148. https://doi. org/10. 55123/abdisoshum. Rakhmawati. Kurniawan. , & Istiqomah. Peningkatan Berpikir Kritis melalui Salin Tempel pada Majalah Dinding Kreatif Siswa SDN Gebang 3 Surakarta. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera, 3. , 23Ae29. https://doi. org/10. 59059/jpmis. ISSN : 2828-5700 .