JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 6 NOMOR 3 TAHUN 2022 (Halaman 291-. Diterima: Agustus 2022 Disetujui: Oktober 2022 Dipublikasikan: Desember 2022 PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) SEBAGAI ALTERNATIF PENCEGAHAN COVID 19 DI KELOMPOK WANITA TANI AuANGGREKAy KOTA TARAKAN Utilization Of Family Medicine Plants As An Alternative To Prevent Covid 19 Disease In The Women Farming Group AuAnggrekAy . Tarakan City Sekar Inten Mulyani 1* Nia Kurniasih2. Ahmad Mubarak3. Galih Yogi Rahajeng4. Nurlela5 Muhammad Arbain6. Zulhafandi7. Wanda Intan Kristanti8. Danang9 Jurusan Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Borneo Tarakan, * Penulis Korespodensi 1,2,3,4,5,6,7,8 Universitas Borneo Tarakan. Jalan Pantai Amal No. Kota Tarakan. TelpA *e-mail korespondensi: sekar@borneo. ABSTRAK Sektor Pertanian memiliki beragam kekayaan hayati berupa tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga imun dan pencegahan covid-19. Beberapa tanaman yang mudah didapat dan tersedia di beberapa pekarangan rumah memiliki khasiat yang sangat baik untuk diramu menjadi minuman maupun produk antiseptik untuk melindungi tubuh dari virus maupun kuman. Tujuan dari pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) adalah memberikan pengetahuan serta keterampilan dalam pembuatan handsanitaser berbahan alam yaitu dari tanaman lidah buaya dan pembuatan acar bawang putih sebagai suplemen peningkat imun tubuh. Program dilaksanakan di Kelurahan Juata Kerikil dengan sasaran anggota Kelompok Wanita Tani AuAnggrekAy. Metode yang digunakan adalah melalui penyuluhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan penyuluhan tentang pemanfaatan obat keluarga (TOGA) sebagai alternative pencegahan covid 19 di kelompok tani AuAnggrek yakni : tahap pertama, melalui sosialisasi/edukasi peserta dapat mengenali pemanfaatan berbagai macam TOGA untuk imunitas dan Tahap kedua adalah pelatihan pembuatan Handsanitizer dari bahan dasar lidah buaya dan suplemen penambah imunitas dari bawang putih. Tahapan terakhir ialah melakukan evaluasi dengan menggunakan kuisioner dengan hasil 50% peserta puas terhadap kegiatan pelatihan dan 41,67% merasa sangat puas, sisanya menyatakan cukup puas, itu artinya mayoritas masyarakat puas dengan kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan. Kata Kunci: Covid-19. Tanaman Obat. Wanita Tani ABSTRACT The agricultural sector has a variety of biological wealth in the form of plants that can be used to maintain immunity and prevent COVID-19 disease. Some plants that are easily available and available in several yards have very good properties to be mixed into drinks or antiseptic products to protect the body from viruses and germs. The purpose of implementing the community partnership program is to provide knowledge and skills in making hand sanitizers made from natural ingredients from aloe vera plant and making pickled garlic as an immune-boosting supplement. The program has been implemented in Juata Kerikil Village with the target of members of the Women Farmer Group AuAnggrekAy. The method used is through counseling, training, mentoring, and evaluation. The counseling activity regarding the use of family medicine (TOGA) as an alternative to preventing covid-19 is carried out through the first socialization/education of participants to recognize the use of various kinds of TOGA for immunity and hand sanitizer. The second stage is training on making Handsanitizer from aloe vera as a base and immunity enhancing supplements from garlic. The last stage is to evaluate using a questionnaire with the results that 50% of participants are satisfied with the training activities and 41. 67% feel very satisfied, the rest are quite satisfied. This means that the majority of people are satisfied with the extension and training activities carried out. Keywords: Covid-19 disease. Farm Woman. Medicinal plants Sekar et al. Pemanfaatan Tanaman TOGA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 6 NOMOR 3 TAHUN 2022 (Halaman 291-. Diterima: Agustus 2022 Disetujui: Oktober 2022 Dipublikasikan: Desember 2022 ANALISIS SITUASI PERMASALAHAN MITRA DAN Pandemi COVID 19 yang melanda seluruh dunia telah berlangsung hampir satu tahun di Indonesia. Dampak yang diakibatkan sungguh luar biasa, baik dalam skala makro maupun mikro. Protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah yaitu 5 M menjaga jarak , mencuci tangan, memakai masker, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas masih kadang diabaikan oleh Menurut Untari . Upaya kesehatan untuk menanggulangi berbagai macam penyakit yang harus didahulukan adalah upaya promotif . eningkatkan kesehata. , preventif . encegah datangnya penyaki. baru kemudian disusul dengan tindakan kuratif . maupun rehabilitataif . Sektor Pertanian memiliki beragam kekayaan hayati berupa tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga imun dan pencegahan covid. Beberapa tanaman yang mudah didapat dan tersedia di beberapa pekarangan rumah memiliki khasiat yang sangat baik untuk diramu menjadi minuman maupun produk antiseptik untuk melindungi tubuh dari virus maupun kuman. Misalnya berbagai rimpang empon-empon . ahe,kunyit,kencu. , sereh,daun jeruk,bawang putih, sirih dan lidah buaya, tanaman -tanaman ini sudah dikenal baik oleh masyarakat terutama ibuibu rumah tangga. Kasus COVID 19 di Kota Tarakan semakin hari makin menunjukkan pertambahan jumlah penderita. Selain melakukan protokol 5M, masyarakat juga dihimbau untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan virus ini. Menghadapi situasi pandemi ini masyarakat Kota Tarakan harus tetap waspada dalam menjaga kebersihan terutama tangan sebagai pintu masuknya kuman serta menjaga daya tubuh. Berbagai macam kuman,virus dan bakteri mudah menempel pada kulit tangan yang diakibatkan kontak fisik dengan lingkungan. Mikroorganisme tersebut dapat dicegah penyebarannya dengan mencuci tangan memakai sabun maupun menggunakan handsanitazer. Handsanitazer merupakan cairan antiseptik yang dapat menghindarkan tangan dari Berbagai produk handsanitazer di jual bebas dipasar dengan beragam harga. Alternatif yang bisa dilakukan adalah menjadikan peluang bisnis memproduksi handsanitazer dan suplemen yang ramah lingkungan karena terbuat dari bahan bahan produk pertanian. Selain bisa menghemat pengeluaran keluarga dengan memproduksi hansanitazer dan suplemen alami juga menambah pendapatan keluarga. Masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol Covid19 dengan anjuran 5M . encuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilita. mempersulit pemutusan rantai penyebaran Upaya-upaya pencegahan penularan bisa melalui unsur terkecil dalam masyarakat yaitu keluarga. Terutama seorang ibu bisa memberikan edukasi kepada anggota keluarga yang lain. Kelompok Wanita Tani sebagai wadah silaturahmi dan komunikasi ibu-ibu rumah tangga,perlu secara intensif digerakan dalam mendukung upaya penurunan Covid-19 pemanfaatan tanaman obat keluarga yang ditanam di pekarangan rumah sebagai bahan pembuatan handsanitazer maupun sebagai ramuan peningkat imun tubuh. Tujuan yang diharapkan dari PKM TOGA (Tanaman Obat Keluarg. sebagai upaya pencegahan COVID 19 di Kelompok Wanita Tani Sekar et al. Pemanfaatan Tanaman TOGA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 6 NOMOR 3 TAHUN 2022 (Halaman 291-. Diterima: Agustus 2022 Disetujui: Oktober 2022 Dipublikasikan: Desember 2022 Anggrek Kelurahan Juata Kerikil ini adalah peningkatkan pengetahuan, memberikan keterampilan dalam pembuatan handsanitazer dan suplemen berbahan alam kepada para anggota Kelompok Wanita Tani Anggrek dalam pemanfaatan TOGA sebagai upaya pencegahan COVID 19. METODE Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh anggota Kelompok Wanita Tani AuAnggrekAy Kelurahan Juata Kerikil maka metode dalam menjawab solusi yang ditawarkan yaitu : Sosialisasi dan Edukasi: Sebagai merupakan upaya-upaya yang dilakukan untuk mendorong terjadinya perubahan prilaku pada individual, kelompok, komunitas, ataupun masyarakat agar mereka mau,dan mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi (Amanah. Tujuan ini dapat dicapaidalam masyarakat melakukan langkah-langkah sebagai berikut : Mitra bersama-sama menginventaris permasalahan yang dihadapi mitra. Fasilitator memberikan pengetahuan dan bimbingan kepada mitra dengan tujuan menambah wawasan serta permasalahan yang dihadapi. Mitra bersama-sama merumuskan solusi-solusi terhadap permasalahan yang dihadapi. Pemberian Pelatihan : Kegiatan ini dilakukan dengan pemberian pelatihan bagi para anggota kelompok wanita tani mengenai cara pembuatan handanitiser dan ramuan peningkat imun tubuh dari pemanfaatan tanaman Toga. Pendampingan: Pendampingan dilakukan agar masyarakat sasaran dapat mengimplementasikan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam upaya pencegahan COVID 19 di Kota Tarakan melalui pemanfaatan hasil-hasil pertanian sebagai handsanitazer dan peningkat imun tubuh. Evaluasi : dilakukan dengan menyebarkan kuesioner umpan balik kepada para peserta. Evaluasi merupakan salah satu kegiatan dan partisipasi oleh mitra berupa pemberian evaluasi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan dan memberi masukan kegiatan di masa yang akan dating. HASIL DAN DICAPAI LUARAN YANG Tahapan berkoordinasi dan diskusi dengan mitra yaitu kelompok wanita tani Anggrek. Koordinasi dan diskusi yang dilakukan terkait dengan maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan serta kesepakatan waktu pelaksanaan program. Hasil diskusi di sepakati bahwa pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2021. Tahapan selanjutnya yaitu diskusi antar tim mengenai teknis pelaksanaan kegiatan. Adapun yang dipersiapkan dalam kegiatan diantaranya, pencarian materi program, pembuatan dan desain spanduk, dan pembuatan dan desain leaflet, serta persiapan praktek pembuatan handsanitiser dan pembuatan suplemen penambah imun dari bahan alam. Proses Pelaksanaan Sosialisasi Program Sosialisasi pemberian edukasi kepada para peserta yakni para anggota kelompok wanita tani AuAnggrekAy diantaranya mengenai manfaat Sekar et al. Pemanfaatan Tanaman TOGA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 6 NOMOR 3 TAHUN 2022 (Halaman 291-. Diterima: Agustus 2022 Disetujui: Oktober 2022 Dipublikasikan: Desember 2022 dan pemanfaatan berbagai jenis tanaman toga untuk meningkatkan imunitas tubuh. Kegiatan sosialisasi ini di ikuti oleh 12 peserta atau sebanyak 50 persen dari seluruh jumlah anggota kelompok wanita Jumlah ini kami anggap sudah mewakili mengingat jumlah peserta dalam kegiatan ini harus kami batasi berhubung karena saat pelaksanaan kegiatan, kondisi masih dalam suasana pendemi Covid-19 dan telah mulai di berlakukan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau disingkat PPKM oleh pemerintah pusat. Tentunya dalam kegiatan tersebut kami juga tetap menerapkan protocol kesehatan diantaranya para peserta wajib mencuci tangan dan menggunakan masker saat pelaksanaan kegiatan serta dihimbau untuk selalu menjaga jarak satu sama lain. Gambar 1. Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi (Sumber: Dokumentasi Kegiatan, 2. Hasil dari kegiatan edukasi diperoleh capaian berupa meningkatnya pengetahuan pemanfaatan berbagai jenis tanaman toga untuk meningkatkan imunitas tubuh dan dapat di jadikan sebagai bahan dasar hand sanitizer sebagai langkah preventive pencegahan Covid-19. Dalam pemberian edukasi tersebut di perkenalkan apa itu tanaman obat keluarga atau disingkat (Tog. , bagaimana gambaran persiapan penanaman tanaman. Selain itu juga dipaparkan mengenai jenis tanaman yang dapat dijadikan toga diantaranya yaitu diantaranya serai, bawang putih, jahe, sidaguri, sirih, dan lidah buaya. Dan penjelasan mengenai manfaat dan khasiat berbagai jenis tanaman tersebut, bagi Selain dilakukan melalui pembagian leaflet yang berisi informasi pemanfaatan berbagai jenis tanaman Toga. Pelatihan Pembuatan Handsanitazer Berbahan Lidah Buaya dan Suplemen Penambah Imun Dari Bawang Putih Setelah pengenalan dan manfaat berbagai jenis tanaman Toga, langkah selanjutnya adalah pemberian pelatihan cara pembuatan handanitiser dan ramuan peningkat imun tubuh dari pemanfaatan tanaman Toga. Contoh jenis tanaman Toga yang dipraktekkan dalam kegiatan ini adalah Lidah buaya sebagai bahan dasar pembuatan hand sanitizer dan juga bawang putih sebagai ramuan penambah imunitas tubuh. Proses pelatihan dilakukan di tempat yang sama saat kegiatan sosialisasi dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan selama kegiatan berlangsung. Melalui praktikum secara langsung masyarakat bisa mencontoh Sekar et al. Pemanfaatan Tanaman TOGA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 6 NOMOR 3 TAHUN 2022 (Halaman 291-. Diterima: Agustus 2022 Disetujui: Oktober 2022 Dipublikasikan: Desember 2022 dan membuat sendiri ramuan untuk mencegah penularan virus Covid-19 tanpa harus membelinya di toko-toko dengan harga yang sudah mahal dibandingkan saat sebelum pendemi Covid-19. Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan hand sanitizer secara mandiri diantaranya adalah alcohol, jeruk nipis, dan lidah buaya. Tahapan dalam pembuatannya dengan cara mencampurkan alcohol dengan aloevera dengan perbandingan 80 persen alcohol dan 20 persen aloevera. Setelah itu memasukkan perasan jeruk nipis untuk mengurangi aroma alcohol. Terakhir kemudian menempatkan campuran bahan tersebut ke dalam botol sprayer. Dalam proses praktek tersebut selalu diselingi dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari ibu-ibu peserta pelatihan . Gambar 2. Pelatihan Pembuatan Handsanitazer Berbahan Lidah Buaya dan Suplemen Penambah Imun Dari Bawang Putih (Sumber: Dokumentasi Kegiatan, 2. Untuk praktek selanjutnya dilanjutkan dengan pembuatan acar bawang putih sebagai suplemen penambah imun tubuh. Adapun bahannya terdiri dari bawang putih, larutan cuka, garam dan gula pasir. Langkah- langkah pembuatannya yaitu yang pertama mengupas bawang putih, kemudian bawang putih yang telah dikupas disusun di botol kaca atau wadah kedap udara. Setelah itu di tempat terpisah mencampur larutan cuka, garam, dan gula untuk selanjutnya dimasak hingga mendidih. Campuran cuka yang telah dingin kemudian dituang ke dalam botol sampai bawang putih terendam. Langkah terakhir yaitu menutup rapat botol/wadah dan di diamkan sampai beberapa saat sampai bawang dan larutan cuka meresap. Acar bawang putih siap untuk dikonsumsi sebagai bahan peningkat imun tubuh. Peserta pelatihan sangat praktikum berlangsung. Diantara kedua produk praktikum tersebut menurut peserta, mereka lebih mudah dan lebih tertarik untuk menerapkan handsanitiser dari bahan lidah buaya dibandingkan dengan membuat acar bawang putih. Disamping karena bahan baku berupa bawang putih sulit di dapatkan dan ditaman di pekarangan mereka melainkan di beli dipasar, rasa dari acar bawang putih pun mereka kurang suka. Pendampingan dan Evaluasi Kegiatan pendampingan dilakukan setelah seminggu pelaksanaan kegiatan. Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk melihat apakah para anggota melakukan atau mempraktekkan apa yang telah di praktekkan saat pelaksanaan pelatihan yaitu membuat hand sanitizer dari tanaman toga yang dimiliki. Apabila mereka mengalami kendala dalam aplikasi pemanfaatan toga untuk pencehagan covid, maka petugas lapang akan mendampingi. Selanjutnya untuk kegiatan evaluasi dilakukan dengan menggunakan instrument berupa kuesioner. Setelah pelaksanaan kegiatan pelatihan, para peserta di beri Pemberian kuesioner umpan balik dilakukan dengan tujuan untuk penyempurnaan dan perbaikan penyelenggaraan pelatihan dikemudian hari. Terdapat 20 pertanyaan yang dipertanyakan dalam kuesioner. Nilai maksimal dari Sekar et al. Pemanfaatan Tanaman TOGA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 6 NOMOR 3 TAHUN 2022 (Halaman 291-. Diterima: Agustus 2022 Disetujui: Oktober 2022 Dipublikasikan: Desember 2022 pertanyaan kuesioner yaitu 100 dan nilai Adapun hasil evaluasi dari kuesioner yang diisi olah para peserta dapat diuraikan dalam tabel 1 berikut. Tabel 1. Evaluasi Persentase Kepuasan Peserta Terhadap kegiatan Pelatihan Interval Keterangan Frekuensi Persentase Sangat Tidak Puas Tidak Puas Cukup Puas Puas Sangat Puas TOTAL Sumber : Data Primer . Berdasarkan tabel 1, diperoleh informasi bahwa dari 12 peserta yang hadir, sebanyak 50 persen peserta merasa puas terhadap kegiatan pelatihan yang di laksanakan. Sebanyak 41. 67 persen peserta merasa sangat puas dengan kegiatan pelatihan, sisanya sebanyak 8. 33 persen merasa cukup puas. Dari 12 peserta terdapat satu peserta penyuluhan yang merasa cukup puas terhadap hasil kegiatan, menurutnya terdapat bahan-bahan dalam pelatihan yang jarang bahkan tidak mereka temui di pekarangan toga mereka, seperti misalnya bawang putih yang harus didapatkan dengan membeli dipasar atau warung. Hal ini menjadi pertimbangan dan masukan bagi para tim pelaksana untuk selanjutnya mengadakan pelatihan dengan bahan dasar yang benar-benar ada di lingkungan masyarakat atau memberikan solusi alternative pengganti bahan baku bawang putih dengan tanaman lain yang ada di . PENUTUP Kegiatan penyuluhan tentang pemanfaatan obat keluarga (TOGA) sebagai alternative pencegahan covid 19 di kelompok wanita tani AuAnggrekAy dilakukan melalui tahapan awal yaitu sosialisasi dimana peserta dapat mengenali pemanfaatan toga untuk imunitas dan handsanitizer, dalam kegiatan tersebut dikenalkan beberapa tanaman toga diantaranya serai, bawang putih, jahe, sidaguri, sirih, lidah buaya. Tahap kedua adalah pelatihan pembuatan Handsanitizer dari lidah buaya dan suplemen penambah imunitas dari bawang putih. Tahapan terakhir ialah melakukan pendampingan dengan menggunakan kuisioner dengan hasil 50% peserta puas terhadap kegiatan pelatihan dan 41,67% merasa sangat puas, sisanya menyatakan cukup puas, itu artinya mayoritas penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan. Berdasarkan hasil penyuluhan yang dilakukan dilokasi mitra,disarankan bagi kegiatan penyuluhan yang serupa agar fasilitasi pelatihan dengan bahan dasar yang benar-benar ada di lingkungan masyarakat atau memberikan solusi alternative pengganti bahan baku misalnya bawang putih dengan tanaman lain yang ada di Pendampingan kepada masyarkat pada skala yang lebih luas lagi perlu untuk dilakukan. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih kami ucapkan kepada lembaga LPPM yang telah memberikan pendanaan dari DIPA, ijin dan rekomendasi dalam pelaksana program ini. Terimakasih