Jurnal Peduli Masyarakat Volume 7 Nomor 4. Juli 2025 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM PENGUATAN KEMANDIRIAN KESEHATAN MASYARAKAT PEDESAAN MELALUI METODE KIE BERBASIS PRIORITAS KEBUTUHAN Sudirman1 *. Desak Eka Susianawati1. Parmi1 . Niluh Desy Purnamasari1. Sitti Nurul Hikma Saleh 2 Program Studi Kesehatan Masyarakat. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya. Jl. Towua No. Palu, 94000. Indonesia Program Studi Kebidanan. Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika. Jl. Raya AKD Kel. Mongkonai, 95716. Indonesia *sudirmandirman549@gmail. ABSTRAK Minimnya pemahaman masyarakat pedesaan terhadap isu kesehatan dan rendahnya akses terhadap layanan dasar menjadi tantangan utama dalam peningkatan kualitas hidup. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di pedesaan melalui pemenuhan dasar-dasar kesehatan berdasarkan hasil kajian prioritas masalah di Desa Bunga dan Desa Ue Rani. Kecamatan Palolo. Kabupaten Sigi. Metode yang digunakan adalah pendekatan Komunikasi. Informasi, dan Edukasi (KIE) melalui survei, observasi. FGD, dan penyuluhan dengan sasaran lima fokus utama: pemanfaatan tempat sampah, pengenalan stunting, partisipasi posyandu, pemanfaatan TOGA, serta edukasi penyakit hipertensi dan asam urat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tiga program mencapai target 100%, yaitu edukasi sampah, stunting, dan penyakit degeneratif, sementara dua lainnya, posyandu dan TOGA, mencapai 75% dan 80%. Kegiatan ini menunjukkan efektivitas pendekatan partisipatif dalam membangun kesadaran kesehatan komunitas. Kesimpulannya, kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif dalam peningkatan pengetahuan dan perilaku masyarakat, serta menjadi fondasi awal bagi upaya intervensi kesehatan berbasis masyarakat yang lebih berkelanjutan. Kata kunci: edukasi kesehatan. KIE. STRENGTHENING THE HEALTH INDEPENDENCE OF RURAL COMMUNITIES THROUGH THE KIE METHOD BASED ON PRIORITY NEEDS ABSTRACT The lack of understanding among rural communities about health issues and limited access to basic services are major challenges in improving the quality of life. This community service activity aims to improve the quality of life of rural communities through the fulfillment of basic health needs based on the results of a priority issue assessment in Bunga Village and Ue Rani Village. Palolo Sub-district. Sigi District. The method used is the Communication. Information, and Education (KIE) approach through surveys, observations, focus group discussions (FGD), and counseling with five main focuses: waste management, stunting awareness. Posyandu participation. TOGA utilization, and education on hypertension and gout. The results of the activities showed that three programs achieved 100% of their targets, namely waste education, stunting, and degenerative diseases, while the other two. Posyandu and TOGA, achieved 75% and 80%, respectively. This initiative demonstrates the effectiveness of a participatory approach in raising community health awareness. In conclusion, this community service activity has had a positive impact on improving knowledge and behavior among the community, and serves as a solid foundation for more sustainable community-based health intervention efforts. Keywords: health education. KIE. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group PENDAHULUAN Minimnya fasilitas kesehatan di pedesaan menjadi tantangan lain yang memengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Akses terhadap layanan kesehatan yang memadai sering kali terbatas, membuat masyarakat mengalami kesulitan dalam mendapatkan perawatan yang diperlukan, terutama dalam situasi kritis. Penelitian menunjukkan bahwa keberadaan tenaga kesehatan yang dapat diandalkan dan akses ke fasilitas kesehatan yang terjangkau sangat krusial dalam meningkatkan kesehatan komunitas (Afader et al. , 2. Oleh karena itu, inisiatif untuk memperkuat kapasitas Posyandu dan peningkatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat merupakan langkah penting yang menyokong upaya penanggulangan masalah stunting dan peningkatan kesehatan secara umum (Rochmawati et al. , 2. Penelitian menunjukkan bahwa kesadaran serta tindakan akan kepedulian terhadap kesehatan dibutuhkan guna menurunkan angka penyakit infeksi (Putri & Robani, 2. Kegiatan penyuluhan dengan metode demonstrasi telah menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan (Halim et al. , 2023. Sari & Susilawati, 2. Lebih jauh, skrining kesehatan di masyarakat, seperti yang dilakukan dalam program posyandu, juga berkontribusi terhadap deteksi dini dan pencegahan penyakit melalui pemeliharaan kesehatan yang periodik (Handayani et al. , 2023. Surtiningsih et al. , 2. Selanjutnya, pengenalan penyakit yang umum terjadi di masyarakat melalui edukasi yang tepat sangat penting. Dan perlu disebarluaskan agar masyarakat lebih sadar dan waspada terhadap ancaman kesehatan yang mereka hadapi (Yorita et al. , 2. Ini mendukung pembuatan program-program kesehatan berbasis masyarakat yang lebih responsif terhadap kebutuhan lokal dan membantu dalam pengembangan prosedur pencegahan jangka panjang. Pemanfaatan TOGA perlu diadakan secara rutin dalam komunitas untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keanekaragaman hayati dalam pengobatan (Fadhila et al. , 2. Berdasarkan hasil survei dan penyusunan skala prioritas masalah di Desa Bunga dan Desa Ue Rani Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi, pada bulan Juli Tahun 2023, diketahui bahwa. pertama kurangnya akses dan saran untuk membuang sampah atau limbah rumah tangga, selanjutnya mayoritas masyarakat tidak paham dengan kejadian Stunting, rendahnya pengetahuan dalam memanfaatkan tanaman obat sebagai sumber herbal, rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu. Penyakit Hipertensi dan Asam urat yang masih dianggap biasa akibat tidak dikenali oleh Tingginya tingkat ketidakpahaman ini berpengaruh pada pengabaian masalah kesehatan yang seharusnya ditangani secara serius. Oleh karena itu, edukasi mengenai penyakit ini adalah sangat penting, termasuk pengenalan tentang gejala, risiko, dan cara pencegahannya, agar masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mereka dan mengenali tanda-tanda penyakit tersebut (Ismail, 2024. Riani & Putri, 2. Berdasarkan keseluruhan uraian pada latar belakang, sehingga kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di pedesaan melalui pemenuhan dasar-dasar kesehatan berdasarkan kajian prioritas masalah untuk layanan kesehatan yang memadai. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta perubahan nyata dalam perilaku masyarakat, serta memperkuat peningkatan derajat kesehatan warga. METODE Desain kegiatan ini menggunakan pendekatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang persepsi dan praktik masyarakat terkait pemanfaatan tempat sampah, pengenalan stunting, kepesertaan kegiatan posyandu, pemanfaatan TOGA dan pengenalan penyakit Hipretensi dan Asam urat, melalui pendekatan kuantitatif meliputi survei serta observasi dan Komponen kualitatif meliputi diskusi kelompok terarah (FGD) dan pemberian penyuluhan. Sasaran kegiatan adalah masyarakat Desa Bunga dan Desa Ue Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group Rani Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi yang berpartisipasi secara sukarela tanpa penentuan jumlah yang diharuskan. Kegiatan berlangsung selama 25 hari. Tahapan pelaksanaan meliputi: . Observasi awal dan wawancara, . Identifikasi masalah kesehatan, . Perencanaan program kerja berdasarkan prioritas masalah menggunakan metode USG (Urgency. Seriousness. Growt. , . Implementasi program seperti FGD dan penyuluhan kesehatan. Teknik analisis menggunakan observasi perubahan minat dan pemahaman masyarakat. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Bunga dan Desa Ue Rani. Kecamatan Palolo. Kabupaten Sigi, menghasilkan capaian yang beragam berdasarkan masing-masing program intervensi yang dirancang. Secara umum, kegiatan ini mencakup lima program utama yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui edukasi dan pemberdayaan di bidang kesehatan. Berdasarkan tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini sehingga didapatkan hasil sebagai berikut. Gambar 1. Target dan Hasil pelaksanaan kegiatan Berdasarkan diagram batang gambar 1. dapat disimpulkan bahwa dari lima program yang dilaksanakan, tiga program berhasil mencapai target 100% yaitu Pemanfaatan Tempat Sampah. Pengenalan Stunting, dan Pengenalan Penyakit Hipertensi dan Asam Urat. Dua program lainnya yaitu Dukungan Posyandu dan Penguatan Ketersediaan TOGA belum mencapai target yang ditetapkan, dengan realisasi masing-masing sebesar 75% dan 80% dari target 85%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar program telah berjalan optimal, namun terdapat kebutuhan evaluasi dan penguatan pelaksanaan khususnya pada aspek dukungan kegiatan Posyandu dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) agar hasilnya lebih maksimal di masa mendatang. Adapun proses kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group Pendampingan pengadaan tempat pembuangan sampah Gambar 2. Pembuatan tempat pembuangan sampah Gambar 2. Menunjukkan proses pembuatan tempat pembuangan sampah sehingga program ini 100% berhasil mencapai target. Masyarakat sangat antusias terhadap pengadaan tempat sampah Selain itu, kegiatan pendampingan bersama edukasi tentang bahaya sampah rumah tangga terhadap kesehatan lingkungan sangat membantu mempercepat perubahan perilaku PHBS. Masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap penyediaan tempat sampah permanen, yang sejalan dengan upaya pendidikan mengenai bahaya sampah rumah tangga terhadap kesehatan lingkungan (Harahap, 2. Kegiatan pendampingan dan edukasi tentang PHBS memfasilitasi perubahan perilaku, di mana ibu sebagai penggerak utama dalam keluarga berperan penting dalam menjaga kesehatan anggota keluarganya (Harahap, 2023. Nastasya & Wanda. Pengetahuan yang diterima oleh masyarakat melalui program-program ini memperkuat kesadaran akan pentingnya lingkungan bersih, yang terbukti positif dalam mengurangi penyakit yang berhubungan dengan kebersihan (Nafia et al. , 2021. Zuchaliya et al. , 2. Dengan demikian, penyediaan tempat sampah permanen, dikombinasikan dengan edukasi, menjadi strategi yang efektif dalam mencapai target kesehatan masyarakat. Pendampingan Penyediaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Gambar 3. Proses pembuatan TOGA Kegiatan pada gambar 3. Menunjukkan progres pengadaan TOGA hingga Program ini 80% berhasil mencapai target. Beberapa RT mulai menanam dan memanfaatkan tanaman obat tradisional, diantaranya jahe, kunir, dan sirih. Namun, perawatan tanaman kurang berkelanjutan dan pengetahuan tentang tanaman obat serta tanaman berbahaya kurang tepat guna. Kurangnya pemahaman tentang identifikasi tanaman berbahaya menjadi perhatian, di mana peningkatan pendidikan dan pelatihan di komunitas dapat membantu meningkatkan keberlangsungan program ini (Oktoviani et al. , 2. Penggunaan tanaman ini terkendala oleh kurangnya perawatan berkelanjutan dan pemahaman yang tepat mengenai potensi serta risiko tanaman obat, termasuk yang berbahaya (Aguilera-Rodryguez et al. , 2. Oleh karena itu, penting untuk melibatkan masyarakat dalam program pelatihan guna meningkatkan perawatan tanaman dan pemahaman terhadap keamanannya. Keberlanjutan perawatan terhadap tanaman ini masih menjadi tantangan karena kurangnya pengetahuan yang memadai tentang cara merawat serta mengenali tanaman obat dan tanaman berbahaya (Susilawati et al. , 2. Tingkat kesadaran masyarakat mengenai Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group manfaat Toga sangat dipengaruhi oleh pemahaman mereka terhadap kesehatan dan nutrisi (Winarsih et al. , 2. Oleh karena itu, upaya pendidikan yang lebih terfokus serta program penyuluhan tentang Toga dapat membantu memperbaiki perawatan tanaman dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengobatan tradisional yang aman dan efektif (Putri Ana & Lutfiyati, 2. Penyuluhan dan sosialisasi tentang Stunting. Hipertensi dan Asam Urat Gambar 4. Sosialisasi tentang Stunting. Hipertensi dan Asam Urat Gambar 4. Menunjukkan Kelompok sasaran utama, yang terdiri dari ibu rumah tangga dan kelompok usia lanjut, merupakan target penyuluhan yang sistematis. Melalui indikator peningkatan kesadaran masyarakat akan gejala, faktor risiko, dan tindakan pencegahan penyakitpenyakit (Stunting. Hipertensi dan Asam Ura. , program ini berjalan dan mencapai target 100%. Menurut responden, materi penyuluhan mudah dipahami dan relevan dengan kondisi mereka. Hal ini sejalan dengan temuan yang menunjukkan bahwa pendidikan ibu berperan penting dalam memahami informasi kesehatan, yang dapat berdampak positif terhadap nutrisi anak dan pengurangan risiko stunting (Susilawati et al. , 2. Selain itu, dukungan keluarga juga terbukti berpengaruh signifikan dalam kepatuhan terhadap pengobatan hipertensi pada lansia, yang mencerminkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam program kesehatan (Wanta et al. Kelompok sasaran utama penyuluhan kesehatan terdiri dari ibu rumah tangga dan orang lanjut usia, yang menunjukkan vitalitas dalam mencapai target kesadaran masyarakat mengenai gejala, faktor risiko, dan tindakan pencegahan penyakit seperti stunting, hipertensi, dan asam Peningkatan kesadaran dapat menciptakan pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi kesehatan di usia lanjut, di mana kelompok ini memiliki kebutuhan kesehatan yang meningkat, terutama terkait dengan penyakit degeneratif dan kronis (Wanta et al. , 2024. Wijayanti & Nurseskasatmata, 2023. Wulandari et al. , 2. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group Dukungan Penyelenggaraan Posyandu Gambar 5. Penyelenggaraan Posyandu Kegiatan pada gambar 5. Menunjukkan masyarakat yang ikut serta dalam kegiatan posyandu sehingga program ini menunjukkan tingkat keberhasilan 75% dari target yang ditetapkan. Meskipun telah terjadi peningkatan partisipasi, dukungan masyarakat terhadap program posyandu masih cukup rendah. Sebagian masyarakat menganggap bahwa kegiatan posyandu hanya relevan bagi kelompok yang bersangkutan, seperti orang tua dan anak-anak, sehingga partisipasi masyarakat dewasa dan lanjut usia relatif rendah. Hal ini menyoroti perlunya strategi komunikasi yang lebih inklusif yang dapat membantu masyarakat untuk mengembangkan kesadaran mereka akan layanan kesehatan yang berbasis pada masyarakat umum. Meskipun terdapat variasi dalam data partisipasi, satu studi menunjukkan bahwa tingkat partisipasi publik dalam kegiatan posyandu hanya mencapai 60% (Sinaga et al. , 2. , yang menunjukkan perlunya strategi komunikasi yang inklusif. Edukasi yang efektif serta pelibatan aktif dari semua kelompok umur sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan. Salah satu strategi yang diusulkan adalah melalui kampanye pemasaran sosial, yang dapat membentuk kesadaran tentang pentingnya layanan kesehatan (Puspitaloka Mahadewi et al. , 2. Program pelatihan kader posyandu juga dapat berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat, sehingga mendorong partisipasi lebih luas dalam kegiatan posyandu (Ekayanthi et al. , 2. Dengan demikian, pendekatan holistik yang mencakup edukasi, penguatan kader, dan promosi secara intensif akan sangat menentukan keberhasilan program ini ke depan (Tyarini et al. , 2. SIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Bunga dan Desa Ue Rani melalui pendekatan Komunikasi. Informasi, dan Edukasi (KIE) telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu kesehatan, sebagai langkah menuju kemandirian dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan mereka. DAFTAR PUSTAKA