HUBUNGAN KEBERSYUKURAN DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA GURU HONORER DI KOTA SAMARINDA Lisda Mariana1 Yoga Achmad Ramadhan2. Silvia Eka Mariskha2. Evi Kurniasari Purwaningrum2 Psikologi. Fakultas Psikologi. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Indonesia. Dosen Fakultas Psikologi. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Indonesia. E-Mail : lisdamariana06@gmail. ABSTRAK Bekerja merupakan salah satu hal yang dilakukan hampir sebagian orang yang bertujuan untuk memperoleh penghasilan, namun guru honorer di Indonesia masih belum bisa dikatakan sejahtera secara finansial, karena gaji yang mereka terima sering kali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kebersyukuran dengan komitmen organisasi pada guru honorer di kota Samarinda. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru honorer yang mengajar di SMA/SMK/MA Sederajat di kota Samarinda sebanyak 160 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini korelasi Spearman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kebersyukuran dengan komitmen organisasi pada guru honorer di kota Samarinda. Diketahui nilai rho menunjukkan angka 0. 040, maka dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan antara kebersyukuran dan komitmen organisasi pada guru honorer. Kata Kunci : Kebersyukuran dan Komitmen Organisasi. ABSTRACT Working is one of the things done by most people who aim to earn income, but honorary teachers in Indonesia are still not financially prosperous, because the salary they receive is often not enough to meet their daily needs. This study aims to determine whether there is a relationship between gratitude and organizational commitment to honorary teachers in the city of Samarinda. Subjects used in this study are honorary teachers who teach in equivalent high schools / vocational schools / MA in Samarinda as many as 160 people. Sampling using purposive sampling technique. This study uses quantitative research methods, data analysis techniques used in this study Spearman correlation. The results of this study indicate that there is no relationship between gratitude and organizational commitment to honorary teachers in the city of Samarinda. It is known that the value of rho shows the number 0. 040, so it can be concluded that there is no relationship between gratitude and organizational commitment to honorary teachers. Keyword Gratitude Organizational Commitment. PENDAHULUAN Latar Belakang Bekerja merupakan salah satu hal yang dilakukan hampir sebagian memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bekerja dilakukan oleh laki-laki dan perempuan mulai dari profesi sebagai tenaga pendidik, pekerja kantoran, menjual jasa asuransi atau pun memberikan jasa pelayanan hingga tenaga honorer. Orang yang sudah bekerja cukup lama cendrung memiliki keterikatan dan loyalitas yang tinggi terhadap organisasi atau berkontribusi dan melakukan hal terbaik demi kemajuan organisasi. Begitu pula dengan guru honorer, mereka memiliki loyalitas tinggi terhadap organisasi tempat mereka bekerja, hingga dapat bertahan cukup lama pada organisasi tersebut. Menurut Porter & Streers . Seseorang yang mempunyai tingkat komitmen yang tinggi terhadap organisasi cenderung akan bertahan sebagai anggota dalam waktu yang relatif panjang. Jumlah guru honorer setiap tahunnya selalu meningkat, padahal kesejahteraan dari segi finansial dapat dikatakan masih kurang, karena gaji yang diterima oleh guru honorer hanya berkisar antara Rp. 000 sampai dengan Rp. Berdasarkan data yang dipegang oleh Forum Honorer Indonesia pada tahun 2012, jumlah tenaga honorer sekitar 800 orang, pada tahun 2018 jumlah tersebut bertambah 2x lipat yaitu sekitar 700 orang . Faktanya di Indonesia setiap tahunnya selalu saja ada demo yang menuntut hak guru honorer. Diketahui sebelumnya, guru honorer di sekolah Rp. 000/bulan, besaran ini merata baik untuk honorer lulusan D1. D2. D3 dan S1. Namun pada tahun ajaran 2018, berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani Kadisdik Kaltim, gaji guru honorer mengalami pengurangan, khususnya untuk lulusan D1 hingga D3 menjadi Rp. 000 hingga Rp. Guru honorer mengeluh bahwa gaji yang diterima tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya, serta merasa gaji yang diperoleh tidak sesuai dengan kinerja tugas yang diberikan serta melanggar prinsip keadilan karena melakukan tugas yang tidak sesuai dengan hasil Tidak dikarenakan beberapa sekolah di Kota Samarinda telah menerapkan sistem fullday sehingga kegiatan belajar dan mengajar dilakukan hingga sore hari, baik untuk guru dengan status PNS ataupun untuk guru dengan status tenaga honorer. Guru memerlukan tambahan penghasilan untuk memenuhi kehidupan seharihari karena gaji yang diterima tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan Meskipun gaji yang diterima tidak sesuai dengan kinerja yang diberikan kepada sekolah namun guru honorer tetap melakukan tugas dan tanggung jawabnya dalam mendidik siswa siswi nya dengan sangat baik, serta sering mengikuti pelatihan-pelatihan yang berguna untuk kemajuan prosese belajar dan mengajar ini membuktikan guru honorer memiliki komitmen terhadap organisasi tempatnya bekerja, karena bersedia aktif dalam memajukan organisasi tersebut. Menurut Porter dan Smith . salah satu faktor yang mempengaruhi komitmen organisasi Kebersyukuran merupakan aspek dalam kekuatan karakter yang termasuk dalam karakteristik pribadi, mengetahui apakah kebersyukuran komitmen organisasi pada guru honorer yang sebagian besar dapat dikatakan tidak sejahtera secara finansial namun tetap memilih untuk bertahan di sebuah organisasi hingga memiliki komitmen tinggi terhadap organisasi tersebut, yang ditunjukkan dengan ikut terlibat aktif dan berusaha sungguh-sungguh dalam memajukan organisasi tempatnya Tujuan penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris hubungan kebersyukuran dengan komitmen organisasi pada guru honorer di Kota Samarinda. TINJAUAN TEORI pasif, komitmen organisasi sebagai kekuatan relatif dari individu dan keterlibatannya dalam organisasi Meliputi hubungan yang aktif dengan organisasi sehingga sesuatu dengan tujuan untuk ikut Sedangkan Mathis dan Jackson . alam Koesmono, 2. kepercayaan dan penerimaan tenaga kerja terhadap tujuan organisasi dan mempunyai keinginan untuk tetap ada dalam organisasi tersebut. Steers dan Porter . menyebutkan terdapat tiga aspek dari komitmen terhadap organisasi yaitu: Adanya penerimaan yang kuat terhadap tujuan dan nilai-nilai organisasi . Adanya kemauan untuk berusaha sungguh-sungguh tujuan organisasi . Adanya keinginan yang kuat untuk tetap menjadi anggota organisasi. Selain itu Mowday dkk . menyatakan bahwa paling sedikit terdapat 25 variabel yang berhubungan dengan Variabel tersebut dapat digolongkan ke dalam empat faktor yang berpengaruh terhadap komitmen organisasi yaitu: Karakteristik Pribadi . Karakteristik Pekerjaan . Karakteristik Struktural . Pengalaman Kerja . Kesempatan . Perasaan akan Kewajiban. Komitmen Organisasi Porter dan Smith . alam Mowday dkk, 1. Mendefinisikan komitmen organisasi memiliki arti lebih dari sekedar loyalitas yang Kebersyukuran Menurut McCullough Emmons . alam Sulistyarini, 2. kebersyukuran merupakan sebuah bentuk emosi atau perasaan yang kemudian berkembang menjadi suatu sikap, sifat moral yaang baik, kebiasaan, sifat kepribadian, dan seseorang menanggapi atau berekasi terhadap sesuatu atau situasi. Emmons juga menambahkan bahwa membuat perasaan nyaman, dan dapat memacu motivasi. Beberapa tokoh psikologi dalam Seligman dan Peterson . penerimaan hadiah, dimana hadiah itu memberikan manfaat dari seseorang atau suatu kejadian yang memberikan kedamaian. Adapun terdapat 4 aspek dalam keberyukuran menurut McCollough yaitu : . Intensity, seseorang yang bersyukur ketika mengalami peristiwa positif diharapkan untuk merasa lebih intens bersyukur . Frequency, seseorang bersyukur akan merasakan banyak perasaan bersyukur setiap harinya dan syukur bisa menimbulkan dan mendukung tindakan dan kebaikan sederhana atau kesopanan . Span, maksudnya dari peristiwa-peristiwa kehidupan bisa membuat seseorang merasa bersyukur, misalnya merasa bersyukur atas pekerjaan, keluarga, kesehatan dan lain-lain . Density, maksudnya adalah orang yang menuliskan lebih banyak nama-nama orang yang dianggapnya telah membuatnya bersyukur, seperti orang tua, keluarga, teman dan lain HIPOTESIS : Ada Hubungan antara Kebersyukuran dengan Komitmen Organisasi pada Guru Honorer di Kota Samarinda H0 : Tidak ada Hubungan antara Kebersyukuran dengan Komitmen Organisasi pada Guru Honorer di Kota Samarinda METODE PENELITIAN Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode Sugiyono . Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang meneliti pada populasi atau sampel Penelitian ini akan menguji variabel Kebersyukuran dengan Komitmen organisasi pada guru honorer di kota Samarinda. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 160 orang guru honorer berjenis kelamin laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 24 tahun sampai 60 tahun, dengan masa kerja minimal 2 tahun. Alat ukur yang digunakan untuk variabel komitmen organisasi adalah Organizational Commitment Questionnaire (OCQ) dikembangkan oleh Porter dkk . yang kemudian diadaptasi dan Ingarianti . Organizational Commitment Questionnaire (OCQ) berisi 39 item Sedangkan variabel keberyukuran alat ukur yang digunakan adalah The Gratitude Questionnaires Six Item Form (GQ. , yang disusun oleh McCullough yang terdiri dari 6 item HASIL DAN PEMBAHASAN Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk menguji hubungan kebersyukuran dengan komitmen organisasi pada guru honorer di kota Samarinda. Berdasarkan hasil uji korelasi spearman yang dilakukan sebelumnya diketahui bahwa nilai 040, lebih kecil dari 0. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara variabel komitmen organisasi, artinya bahwa tingkat kebersyukuran yang dimiliki oleh guru honorer tidak memiliki hubungan dengan tingkat komitmen organisasi guru honorer kepada Hubungan variabel kebersyukuran dan komitmen organisasi berada dalam korelasi rendah atau yang berarti hipotesis yang diajukan peneliti, dimana terdapat hubungan antara kebersyukuran dan komitmen organisasi pada guru honorer. Hasil penelitian ini dipengaruhi oleh usia subjek yang berada pada fase dewasa awal dan masa kerja subjek yang tergolong belum terlalu lama, terdapat 55 orang responden berusia dibawah 30 tahun dengan masa kerja 2 tahun hingga 6 tahun, hal ini mengindikasikan bahwa dengan minimnya masa kerja subjek dan usia tergolong dewasa komitmen organisasi, sehingga ada indikasi subjek tidak memiliki dalam suatu organisasi walaupun Kurniasari . bahwa usia dan masa kerja berkorelasi positif dengan komitmen Hal ini sesuai dengan Mohammed dan Eleswed . , dalam penelitiannya yang dilakukan kepada karyawan bank swasta di Bahrain, ditemukan bahwa usia komitmen organisasi. Mathieu dan Zajac . alam Mohammed dan Eleswed, 2. percaya bahwa Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dikatakan bahwa dikarenakan usia subjek yang tergolong dewasa awal sehingga tingkat komitmennya terhadap organisasi pun rendah. Penelitian dipengaruhi oleh alat ukur yang nilai validitasnya tidak terlalu tinggi, dari 26 item pernyataan alat ukur komitmen organisasi 15 item pernyataan memiliki nilai validitas < 30, 11 item pernyataan dengan nilai validitas 0. 30 sampai dengan Hal ini sesuai dengan pernyataan Cronbach . alam Azwar, 2. bahwa koefisien validitas yang besarnya berkisar antara 0. 30 sampai 50 telah dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap Pada uji validitas skala uji coba komitmen organisasi yang berjumlah total 39 item pernyataan gugur, yang nilai validitasnya dibawah 0. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori Porter & Streers . yang mengatakan seseorang yang mempunyai tingkat komitmen yang tinggi terhadap organisasi akan bertahan sebagai anggota dalam waktu yang relatif lama. Namun pada penelitian ini paling banyak subjek berada pada kategori komitmen organisasi sedang yaitu berjumlah 57 Hasil penelitian ini sesuai Sartika Mardiawan . , dalam penelitian tersebut Sartika dan Mardiawan ingin melihat kontribusi kekuatan karakter terhadap komitmen organisasi pada karyawan hotel bintang 4 dan 5. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa kekuatan karakter tidak memiliki kontribusi yang signifikan komitmen organisasi pada seluruh karyawan hotel, namun terdapat 4 kekuatan karakter yang berkontribusi terhadap komitmen organisasi pada karyawan hotel non manajerial yaitu forgiveness, spirituality, creativity, dan openmind, dan terdapat 1 kekuatan karakter yang berkorelasi organisasi yaitu leadership. KESIMPULAN Berdasarkan pada hasil analisa uji korelasi spearman yang dilakukan diketahui bahwa nilai rho . 040, lebih kecil dari < 0. 05 hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan satu sama lain antara variabel kebersyukuran dan variabel komitmen organisasi pada guru honorer dikota Samarinda, semakin tinggi kebersyukuran yang dimiliki guru honorer tidak berpengaruh terhadap komitmen organisasi di tempatnya mengajar. Hubungan komitmen organisasi berada dalam korelasi rendah dengan nilai sig. berada direntang angka 0. 658, yang berarti Ha yang diajukan peneliti dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara kebersyukuran dan komitmen organisasi pada guru honorer ditolak, dan H0 yang diajukan dalam penelitian ini DAFTAR PUSTAKA Apriliani. Analisa Perbedaan Mental Wirausaha Mahasiswa Dengan Non Parametrik, 6. , 71-79 . Azwar. Signifikan atau sangat Buletin Psikologi, 13. Azwar. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka