164 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Januari 2023 Pendampingan Orang Tua dan Batita Stunting di Kelurahan Naioni Kota Kupang Yohanes Don Bosko1. Anita Christina Sembiring2 Prodi Gizi. Poltekkes Kemenkes Kupang E-mail: dondemu1071@gmail. Article History: Received: 01 Januari 2023 Revised: 29 Januari 2023 Accepted: 31 Januari 2023 Keywords: Pendampingan. Orang Tua dan Batita Stunting Abstract: Tujuan kegiatan: Menjadikan puskesmas Naioni sebagai puskesmas model dalam penanganan stunting. Meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu batita stunting dalam mengatasi stunting dan Memperbaiki status gizi batita stunting. Metode kegiatan: Skema kegiatan pengabdian ini adalah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan tujuan . Menerapkan IPTEKS kepada masyarakat untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan Membentuk/mengembangkan kelompok masyarakat yang mandiri di bidang kesehatan Mengaplikasikan hasil riset untuk meningkatan kesehatan masyarakat agar terwujud kesejahteraan Kegiatan pengabmas ini merupakan lanjutan dari penelitian tahun 2021. Hasil penelitian tahun 2021 menunjukan bahwa terdapat 40% bayi yang lahir pada masa pande covid 19 mengalami stunting . anjang badan kurang dari 48 CM). Jenis kegiatan yang dilakukan berupa Pelatihan. Penyuluhan dan pendampingan, kesehatan secara Kegiatan ini dilaksanakan pada Bulan Maret-Oktober 2022. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Naioni Wilayah kerja Puskesmas Naioni Kota Kupang. Dasar pemilihan lokasi ini adalah Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Pengabmas Mitra dalam kegiatan ini adalah kader posyandu dan ibu batita. Penyelesaian masalah dalam kegiatan ini akan melalui beberapa tahap seperti :Tahap persiapan. Tahap pelaksanaan dan tahap monitoring evaluasi. Hasil : kejadian stunting bukan hanya karena ketidaktauan masyarakat tetapi karena ibu balita kurangnya memperhatikan pola makanan ketika hamil sampai dengan bayinya lahir. Sehingga mengakibatkan resiko berat badan lahir anak serta tinggi anak mengalami permasalahan. PENDAHULUAN Jumlah balita stunting di wilayah Puskesmas Naioni Kupang dari tahun ke tahun a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Januari 2023 cenderung meningkat. Berdasarkan laporan Puskesmas Naioni Kota Kupang diketahui pada tahun 2018 (Bulan Agustu. terdapat 102 . 4%) balita stunting dari 1209 balita, bulan Juli 2019 terdapat 109 . 6%) balita stunting dari 1267 balita dan pada tahun 2020 . ata Februar. terdapat 157 . %) balita stunting dari 1275 balita. Data ini menunjukan gambaran peningkatan jumlah balita stunting di Puskesmas Naioni Kota Kupang. Selama ini kader bekerja sama dengan TPG puskesmas naioni kupang melalui beberapa kegiatan di posyandu. Sejauh ini dari semua kegiatan tersebut belum menunjukan hasil yang memuaskan. hasil penelitian Demu, tahun 2021 tentang status gizi balita yang lahir pada masa pandemic Covid 19 menunjukan 40% balita yang lahir pada masa pandemic Covid 19 mengalami stunting. PERMASALAHAN MITRA Permasalahan yang dihadapi Mitra adalah anak stunting. Permasalahan dari tahun ke tahun angka kejadian stunting mengalami penigkatan. Kelurahan Naioni merupakan daerah yang cukup subur jika dibandingan dengan kelurahan yang ada. Dalam hal ini masyarakat belum memanfaatkan makananan local untuk untuk meningkatkan status gizi ibu hamil maupun anak balita. MANFAAT KEGIATAN Peningkatan pengettahuan , sikap dan perilaku ibu balita dalam mencegah stunting serta menurunnya angka stunting pada balita di Kelurahan Naioni Kota Kupang. KHALAYAK SASARAN Sasaran kegiatan ini adalah keluarga Batita stunting di Kelurahan Naioni Kota Kupang. Ibu batita stunting akan diberi intervensi gizi selama 3 bulan SOLUSI PERMASALHAN HASIL PENELITIAN YANG TERKAIT Hasil penelitian Setia,A. ,Dkk. , 2017 menunjukan bahwa status gizi tinggi badan menurut umur (TB/U) di pengaruhi oleh Status anemia saat hamil. Kekurangan energy Kronis saat hamil. Asi eksklusif. MP ASI Dini dan pemberian colostrums. Factor lain yang ikut berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita menurut penelitian Setia,A. ,2015 adalah jumlah anggota keluarga, pengetahuan gizi ibu dan asupan energy. Hasil penelitian Demu, tahun 2021 tentang status gizi balita yang lahir pada masa pandemic menunjukan 40% balita yang lahir pada masa pandemic mengalami stunting. SOLUSI PERMASALAHAN Solusi permasalahan sasaran pengabdian masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan serta memberikan pendampingan terhadap ibu batita untuk meningkatkankan pengetahuan serta dapat memperbaiki status gizi batita dalam bentuk intervensi gizi berupa pemberian edukasi gizi berupa penyuluhan dan konseling gizi, dan demo masak PMT Batita berbasis pangan local METODE Skema kegiatan pengabdian ini adalah Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Artinya Skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) adalah program PkM yang bermitra dengan masyarakat di bidang kesehatan. Dengan tujuan . Menerapkan IPTEKS kepada masyarakat untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidang kesehatan . Membentuk/mengembangkan kelompok masyarakat yang mandiri di bidang kesehatan . Mengaplikasikan hasil riset untuk meningkatan kesehatan masyarakat agar terwujud kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pengabmas ini merupakan lanjutan dari penelitian tahun Hasil penelitian tahun 2021 menunjukan bahwa terdapat 40% bayi yang lahir pada masa pande covid 19 mengalami stunting . anjang badan kurang dari 48 CM). Jenis kegiatan yang dilakukan berupa Pelatihan, yaitu keterlibatan sivitas akademika dalam mengaplikasikan a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Januari 2023 keilmuannya sebagai penyelenggara kegiatan dan/atau narasumber/ fasilitator pelatihan di bidang gizi kesehatan dan Penyuluhan dan pendampingan, yaitu pendidikan kesehatan kepada masyarakat, . bu batit. berupa penyuluhan kesehatan secara langsung. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN Waktu pelaksanaan kegiatan pada bulan Juli-September 2022. Tempat kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Kelurahan Naioni Kota Kupang MITRA KEGIATAN Mitra Pengabdian kepada Masyarakat dengan skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) adalah sekelompok masyarakat yang akan menerima dan berkerjasama dengan tim pengusul. Mitra dalam kegiatan ini adalah kader posyandu dan ibu batita TAHAP-TAHAP KEGIATAN TAHAPAN PERSIAPAN Minggu kedua Bulan Maret melakukan persuratan/perijinan . Minggu ketiga Bulan Maret pemantapan tempat kegiatan, persiapan sarana dan prasarana, serta alat dan media yang akan digunakan dalam proses kegiatan. TAHAPAN PELAKSANAAN Pada tahap awal dilakukan Sosialisasi pada kelompok ibu balita stunting yang dibantu oleh tenaga gizi puskesmas Naioni tentang upaya pencegahan stunting melalui pendampingan Pada sosialisasi ini akan diberikan beberapa materi sebagai berikut: Apa itu stunting, penyebab serta akibat dari stunting, faktor- faktor yang menyebabkan stunting, upaya penanggulangan stunting. Pendampingan dilakukan setelah warga sasaran mengikuti program sosialisi. Pendampingan berlangsung selama 2 bulan. Pada tahap ini akan pendampingan terhadap semua sasaran dalam Konseling atau penyuluhan. Pemberian PMT bagi batita. Demo masak PMT Batita berbasis pangan local. Monitoring dilakukan diawal kegiatan dan diakhir masa kegiatan apabila terdapat kelompok sasaran yang tidak mengalami perubahan akan direkomendasikan ke puskesmas untuk ditangani Selain itu, dilakukan juga evaluasi setiap kali pertemuan PARTISIPASI MITRA Adapun mitra dalam kegiatan ini adalah Ibu Batita. Tugas mitra dalam kegiatan ini adalah: Terlibat aktif dalam kegiatan mulai dari awal sampai akhir kegiatan. Mengikuti semua pelatihan dan kegiatan yang diselenggaraankan oleh tim pengabmas. Meneruskan atau mengembangkan kegiatan yang sudah dimulai oleh Tim pengabmas sebagai bagian dari keberlanjutan dari kegiatan ini. Tugas tim pengabmas dalam kegiatan ini adalah: Tugas Ketua Tim meliputi mempersiapkan proposal kegiatan, menyusun rencana anggaran dan jadwal pelaksanaan kegiatan dan melakukan advokasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan mengkoordinir pelaksanaan kegiatan dari awal sampa. Tugas anggota tim meliputi : membantu ketua tim dalam mempersiapkan pelaksanaan kegiatan. Membantu ketua tim penjajakan lokasi kegiatan, membantu ketua tim dalam menyusun materi a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Januari 2023 kegiatan, membantu ketua tim dalam persiapan alat dan bahan kegiatan, membantu membantu ketua tim dalam mendampingi sasaran, membantu ketua tim dalam menyusun laporan evaluasi Serta Ketua Mahasiswa : Bersama dosen melakukan survey lokasi, pembuatan PMT batita, melakukan intervensi pemberian PMT balita, melakukan pendampingan sasaran, melakukan monitoring dan evaluasi sasaran dan pembuatan laporan. IURAN DAN TARGET Iuran wajib dalam kegiatan ini berupa artikel ilmiah berupa jurnal nasional tidak terakreditasi maupun teakreditasi atau internationalyang berISSBN dan e-ISSN sert Iuran wajib berupa HAKI. HASIL Berdasarkan hasil pre dan post test dari 20 peserta ibu batita yang hadir dalam kegiatan pendampingan dimana sangat antusias terhadap kegiatan yang diadakan tim pengabdian Ini terlihat dari hasil pre-test awal kegiatan mendapatkan skor sebesar 65 point. Tetapi setelah kegiatan menjadi 80 point. Ini dapat dilihat dari dari penyuluhan yang diberikan dimana ibu batita sangat aktif dengan memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan Ibu balita merasa tidak terima apabila anaknya dikatakan stunting. Karena mereka merasabahwa mereka sudah memberikan makanan yang cukup baik tetapi tinggi badan anak mereka masih tetap kurang. Pada pertemuan kedua ibu batita stunting diberikan demo cara menggunakan bahan makanan local untuk dijadikan jajan sehingga dapat memberikan nilai gizi yang cukup tinggi buat anaknya maupun bagi keluarganya. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Serepine Marbun,dkk tahun 2021. Faktor resiko yang berhubungan dengan stunting pada balita, dimana hasilnya menunjukkan bahwa asupan makanan merupakan factor yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita dengan nilai OR sebesar 3,586 kali. Asupan makanan yang baik sangat menentukan tumbuh kembang anak. Dimana anak yang mempunyai asupan makanan yang baik akan terhindar dari kejadian stunting. Penelitian yang sama dilakukan oleh Pricilya dkk, tahun 2022, menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan ibu . =0,004. OR =3,. , sikap ibu . =0,008. OR=2,. , dan tindakan ibu . =0,017. OR=2,. terhadap kejadian stunting pada balita. Disarankan agar inu yang memiliki balita agar sealu meningkatkan pengetahuan mengenai stunting dan memberikan pola asuh yang baik pada anaknya. KESIMPULAN Simpulan Anak stunting perlu perhatian khusus dari orang tua agar tetap selalu sehat. Hasil Post test dan pre test adanya peningkatan dari 65 menjadi 80 poin. Saran