Jurnal Informatika & Teknologi Cerdas (JITC) Vol. No. Desember 2025 ISSN 3109-7677 Internet of Things (IoT) sebagai Solusi Ketahanan Pangan di Tengah Bencana Sosial Syaqilla Maulidia1*) . Naina Camila2 Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Ilmu Rekayasa. Universitas Paramadina Email: 1syaqilla. maulidia@students. id, 2naina. camila@students. Abstrak - Ketahanan pangan di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, termasuk perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan potensi bencana sosial seperti konflik atau distribusi pangan yang tidak merata. Pemanfaatan Internet of Things (IoT) menjadi alternatif solusi untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Penulisan ini bertujuan mengkaji peran IoT dalam meningkatkan efisiensi pertanian guna mencegah krisis dan bencana sosial akibat kelangkaan pangan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari berbagai sumber relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa IoT dapat membantu dalam pemantauan lahan, irigasi otomatis, prediksi cuaca, serta deteksi hama dan penyakit. Teknologi ini meningkatkan produktivitas dan distribusi pangan secara lebih Kesimpulannya, implementasi IoT dalam sektor pertanian berpotensi mencegah dampak bencana sosial dengan memperkuat ketahanan pangan melalui sistem yang lebih karena imbalan finansial di sektor pertanian lebih rendah jika dibandingkan dengan pekerjaan kantoran, tuntutan fisik yang berat sebagai petani, serta perubahan nilai dan pandangan budaya mengenai profesi ini . Kata kunci: IoT, ketahanan pangan, bencana sosial, pertanian Seiring berkembangnya teknologi, inovasi seperti Internet of Things (IoT) dalam konsep smart farming mulai diimplementasikan sebagai solusi modern untuk mengatasi permasalahan sektor pertanian. IoT memungkinkan integrasi perangkat dan sensor digital untuk mengumpulkan data secara real-time terkait kelembapan tanah, suhu udara, kondisi tanaman, dan cuaca . Data ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, mengurangi kerugian, dan menjaga kontinuitas produksi pertanian bahkan di tengah kondisi krisis . Abstract - Food security in Indonesia faces various challenges, including climate change, population growth, and potential social disasters such as conflict or unequal food distribution. The utilization of the Internet of Things (IoT) is an alternative solution to support national food security. This paper aims to examine the role of IoT in improving agricultural efficiency to prevent crises and social disasters due to food scarcity. The method used is a literature study from various relevant sources. The results show that IoT can assist in land monitoring, automatic irrigation, weather prediction, and pest and disease detection. This technology increases productivity and makes food distribution more equitable. In conclusion, the implementation of IoT in the agricultural sector has the potential to prevent the impact of social disasters by strengthening food security through a smarter system. KeywordsAi IoT, food security, social disaster, smart agriculture. PENDAHULUAN Ketahanan pangan telah menjadi isu global yang semakin mendesak, terutama dalam situasi bencana sosial seperti konflik antar daerah, wabah penyakit, krisis keuangan, dan gangguan sosial lainnya yang mengakibatkan pemutusan rantai distribusi serta produksi pangan. Sektor pertanian, yang merupakan fondasi utama untuk ketahanan pangan nasional, kini berhadapan dengan tantangan besar, baik dalam hal produktivitas, efisiensi, serta keberlanjutan. Salah satu tantangan yang signifikan adalah minat kaum muda dalam industri pertanian semakin menurun. Hal ini terjadi Disisi lain, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di tahun 2015 dalam The 2015 Revision of World Population Prospects mengindikasikan bahwa populasi global diprediksi akan menyentuh angka 8,5 miliar pada 2030, selanjutnya akan naik menjadi 9,7 miliar pada 2050 dan akan melebihi 11 miliar pada tahun 2100 . Kondisi geografis Indonesia yang berada di wilayah Cincin Api (Ring of Fir. dan merupakan negara kepulauan juga menambah kompleksitas tantangan, karena rentan terhadap bencana alam seperti banjir, kekeringan, dan perubahan iklim ekstrem yang berpotensi menyebabkan gagal panen dan kelangkaan pangan . Dengan demikian, tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisis tantangan utama dalam menjaga ketahanan pangan pada saat bencana sosial, mengevaluasi potensi pemanfaatan IoT dalam meningkatkan efisiensi dan stabilitas produksi pangan, serta mengidentifikasi peluang dan hambatan implementasi IoT di sektor pertanian Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah terhadap pengembangan model pertanian berbasis teknologi yang adaptif dan tangguh terhadap risiko bencana. II. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Jenis Penelitian: Dengan menggunakan metode tinjauan literatur, penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran teknologi Internet of Things (IoT) dalam meningkatkan ketahanan pangan. https://journal. id/index. php/jitc Artikel ini adalah artikel dengan akses terbuka, dilisensikan di bawah CC BY 4. Jurnal Informatika & Teknologi Cerdas (JITC) Vol. No. Desember 2025 Pendekatan Penelitian: Metodologi yang digunakan bersifat kualitatif. Informasi yang dikumpulkan melalui analisis dokumen atau artikel terdahulu dari berbagai sumber, termasuk Google Scholar dan Scopus. Penelitian ini tidak menggunakan eksperimen langsung, namun lebih cenderung menganalisis kesimpulan dan argumen yang diajukan oleh penelitian sebelumnya. Populasi: Seluruh literatur ilmiah yang membahas IoT, pertanian cerdas, dan ketahanan pangan termasuk dalam populasi penelitian ini. Sampel: Pemilihan sampel didasarkan pada rentang waktu 10 tahun terakhir dan relevansi tema. Jurnal nasional dan internasional yang memenuhi persyaratan tersebut juga menjadi sampel penelitian ini. Instrumen: Evaluasi literatur dalam bentuk daftar periksa digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi kontribusi ilmiah, keakuratan, dan relevansi setiap sumber. Membandingkan hasil di antara literatur meningkatkan validitas alat tersebut, dan penggunaan kriteria seleksi yang konsisten serta pelaksanaan tinjauan sistematis menjaga keandalan alat Prosedur Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur dengan mengikuti langkah-langkah untuk mengidentifikasi, menyeleksi, mengevaluasi, dan menganalisis hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan. Adapun prosedur kajian terdiri atas lima tahapan utama yang ditunjukkan pada Gambar 1: ISSN 3109-7677 Rentang tahun penerbitan ditetapkan 10 tahun terakhir. Seleksi Literatur: literatur diseleksi harus tersedia full-text dan relevan dengan topik. Evaluasi Literatur: artikel yang dipilih dinilai berdasarkan lima kriteria utama, sebagaimana ditunjukkan dalam Tabel 1: TABEL 1. Evaluasi Literatur Kriteria Evaluasi Catatan Judul dan Abstrak Relevan Sesuai dengan fokus IoT dan smart Tujuan Penelitian Jelas Metodologi Dijelaskan Tujuan dituliskan secara rinci Eksperimen dengan simulasi alat berbasis sensor IoT ataupun studi literatur yang jelas Fokus IoT/Smart Farming Fokus utama artikel sesuai dengan topik penelitian Relevan jika artikel sesuai dengan bencana atau ketahanan pangan Konteks Bencana atau Ketahanan Pangan Analisis Literatur Artikel-artikel yang telah melalui proses evaluasi dianalisis secara tematik untuk mengungkap pola, celah, serta tren penelitian mengenai implementasi Internet of Things (IoT) dan inovasi dalam sektor pertanian dan ketahanan pangan, seperti pada Tabel Judul Penelitian Teknologi masa depan Bonus Demografi Peluang dan Tantangan Pengelolaan Sumber Daya Alam di Era Otonomi Daerah Gambar 1. Alur Tahapan Studi Literatur Identifikasi Topik Penelitian: peneliti menetapkan fokus penelitian pada penggunaan Internet of Things (IoT) di bidang smart farming guna meningkatkan ketahanan pangan. Pengumpulan Literatur: referensi dikumpulkan dari database seperti Google Scholar dan Scopus menggunakan kata kunci: IoT dalam pertanian, pertanian cerdas, ketahanan pangan, dan bencana TABEL 2. Analisis Literatur Metode Fokus Hasil Penelitian Studi AI dan Mampu Literatur pekerjaan manusia, presisi, efisiensi waktu, dan Studi . nalisis The Impact of Disasters on Food Security in Serang Regency. Banten Province Kualitatif . awancara FGD. Integrasi IoT dalam Rantai Nilai Agribisnis: Integrative Literature Review Analisis 2020Ae2030 daya alam Dampak . anjir dan Identifikasi inovasi IoT. Bonus demografi memberikan peluang besar untuk ekonomi jika dibarengi strategi pengembangan SDM dan penciptaan lapangan kerja Bencana banjir . dan kekeringan . kerusakan lahan pertanian dan mengubah status ketahanan pangan sejumlah desa di Kabupaten Serang IoT mendorong agribisnis melalui pemantauan real- https://journal. id/index. php/jitc Artikel ini adalah artikel dengan akses terbuka, dilisensikan di bawah CC BY 4. Jurnal Informatika & Teknologi Cerdas (JITC) Vol. No. Desember 2025 Judul Penelitian Telaah Literatur Inovasi dan Efisiensi Sistem Pangan Metode Penelitian . 7Ae seleksi dari Scopus dan Google Scholar Pemanfaatan Internet of Things (IoT) pada Bidang Pertanian Menggunakan Arduino UnoR3 Tinjauan Pustaka/Stu di Literatur Implementasi Smart Farming Mendukung Pertanian Berkelanjutan Kualitatif . tudi kasus Tantangan Petani Dalam Mempertahan kan Ketahanan Pangan Literatur Review an kata AupertanianAy Auketahanan panganAy. Regional Vulnerability to Food Insecurity: The Case of Indonesia Composite Index . engukura n eksposur. ISSN 3109-7677 Fokus Hasil pangan, dan IoT time, otomatisasi, dan efisiensi sumber daya, meskipun dihadapkan pada tantangan seperti literasi teknologi rendah, keamanan data, dan kebutuhan investasi tinggi Hasil pengujian telah bahwa semua sistem berfungsi dengan akurasi yang baik dan dapat mengirim data secara real-time ke platform berbasis web, selain itu juga notifikasi otomatis, termasuk melalui Telegram. IoT dinilai memiliki potensi besar untuk efisiensi tenaga kerja, dan mitigasi risiko dalam pertanian modern. Smart Farming efisiensi sumber daya, kualitas hasil, dan kesejahteraan Namun, tantangan seperti akses teknologi dan keterampilan masih perlu diatasi. Petani Indonesia tantangan besar seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, keterbatasan akses teknologi, serta dampak pandemi COVID-19. Tantangan-tantangan ini menurunkan produktivitas dan pendapatan petani, terutama petani kecil. Diperlukan penerapan teknologi modern, kebijakan berpihak pada petani, dan kolaborasi antar pihak untuk ketahanan pangan 7% provinsi (Banten. Papua. Kalimantan Timu. rentan terhadap kerawanan pangan, 7% privinsi (Bali. Sulawesi Selatan, dan Bengkul. tergolong rendah Pemanfaata n Internet of Things (IoT) dalam Implementa si Smart Farming Pertanian Tantangan utama yang Indonesia Judul Penelitian Metode Penelitian Fokus Livelihood vulnerability of farmers to climate change: A comparative analysis based on irrigation access in South Sulawesi. Indonesia Livelihood Vulnerabilit y Index (LVI) dan LVI-IPCC. Evaluasi petani padi di daerah Sungai Bettu . ona hulu vs The Impact of Climate Change on IndonesiaAos Food Security Strategy Undertaken by Bulog in 2023 Studi ata dari artikel, e-book. Dampak oleh Bulog pada tahun Symatic Literature Review Menganalis is tantangan dalam hal Menilai 34 provinsi Analisis Tantangan dan Indonesia Strategi Ketahanan Pangan di Indonesia https://journal. id/index. php/jitc Artikel ini adalah artikel dengan akses terbuka, dilisensikan di bawah CC BY 4. Hasil Faktor-faktor utama penyebab kerentanan termasuk perubahan iklim, minimnya pertanian, tingginya ketergantungan pada satu jenis pangan, dan keterbatasan akses pasar serta Rekomendasi: diversifikasi pangan, penguatan SDM peningkatan akses pasar, dan investasi Petani di daerah hilir lebih rentan terhadap perubahan iklim, terutama terkait strategi penghidupan, air, pangan, lahan, dan bencana Rekomendasi: infrastruktur irigasi, embung & sumur bor, serta pelatihan diversifikasi usaha . eperti industri pangan rumah tangg. bagi petani Bulog merespons penurunan produksi pangan akibat perubahan iklim dengan strategi: 1. mendorong BUMN produksi beras, 2. membangun 10 rice milling centers & 7 rice processing centers, 3. menyalurkan bansos 10 kg beras/bulan untuk kelompok rendah, 4. harga pangan dengan suplai 1 juta ton beras murah. Implikasinya adalah penguatan produksi distribusi, dan bantuan pangan bagi masyarakat rentan. Indonesia ebberapa tantagan dalam hal Jurnal Informatika & Teknologi Cerdas (JITC) Vol. No. Desember 2025 Judul Penelitian Metode Penelitian ISSN 3109-7677 Fokus Hasil an pangan Indonesia penyesuaian terhadap perubahan iklim, dan penurunan tingkat Upaya yang perlu dilakukan peningkatan dalam peningkatan produksi pangan lokal, perlindungan sumber daya alam, serta komitmen politik yang kuat dan penguatan posisi petani untuk menciptakan suatu sistem pangan yang Smart farming 4. mendorong efisiensi pertanian melalui teknologi seperti drone, sensor cuaca, dan sistem informasi. Tantangan utama meliputi latar belakang pendidikan petani, usia lanjut, dan biaya tinggi. Pemerintah perlu membuat roadmap dan melibatkan petani milenial serta proyek strategis Perbedaan akses pangan antara kota dan desa, masalah birokrasi dan korupsi, serta dampak krisis terhadap kelompok rentan seperti anakanak, perempuan, dan lansia telah diidentifikasi sebagai tantangan utama. Diperlukan adanya reformasi kebijakan, infrastruktur di desa, serta perlindungan khusus bagi kelompok rentan IoT memainkan peranan signifikan dalam memperbaiki efisiensi operasional, distribusi, dan keputusan yang didorong oleh data. Akan tetapi, tantangan utamanya mencakup masalah keamanan data, biaya yang tinggi, infrastruktur yang Smart Farming 0 untuk Mewujudkan Pertanian Indonesia Maju. Mandiri, dan Modern Studi Deskriptif Analisis Menganalis is peluang besar smart berbasis AI serta peran Krisis Pangan Perspektif Hukum dan Sosiologi di Indonesia: Tantangan dan Prospek Kualitatif dan studi (UU, FAO, UNICEF) Menganalis is krisis pangan di Indonesia hukum dan Transformasi Manajemen Rantai Pasokan Berbasis Internet of Things (IoT): Tinjauan Literatur Studi an dan i data. Menganalis is peran IoT Judul Penelitian Metode Penelitian hasil, dan i untuk Fokus Supply Chain Management Berbasis IoT Meningkatkan Keamanan Pangan: Literature Review Tinjauan Pencarian di Google Scholar. ScienceDir ect, dan Ie Xplore, an kata terkait IoT dan rantai Menjelaska n peran IoT pangan di setiap tahap . roduksi, dan potensi IoT dengan lain seperti Inovasi Teknologi IoT Mendukung Pertanian Berkelanjutan Mixed . ualitatif Penerapan Internet of Things (IoT) dalam an di Kabupaten Lahat Efektivitas Internet of Things (IoT) Pendekatan Pemanfaata n IoT Hasil masih terbatas, serta regulasi yang kurang Dibutuhkan strategi kebijakan yang tepat, infrastruktur, serta peningkatan literasi teknologi agar bisa IoT pelacakan produk secara real-time, efisiensi logistik, dan transparansi rantai Integrasi dengan menciptakan jejak digital yang aman dan terpercaya. Tantangan utama mencakup investasi awal, infrastruktur, keamanan data, dan kesiapan organisasi. IoT terbukti efektif dalam mendeteksi dan mencegah risiko keamanan pangan serta mengurangi Studi manfaat praktis seperti kontrol suhu produk, efisiensi produksi, dan distribusi pangan 65% petani masih pemahaman rendah tentang IoT, dengan kendala utama berupa akses internet yang tidak stabil dan mahalnya biaya Namun, 50% petani yang telah mengadopsi IoT merasakan peningkatan efisiensi dalam penggunaan air dan pupuk. Penelitian pelatihan terstruktur, dukungan teknis berkelanjutan, dan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam infrastruktur yang IoT memiliki potensi besar untuk mengubah sektor https://journal. id/index. php/jitc Artikel ini adalah artikel dengan akses terbuka, dilisensikan di bawah CC BY 4. Jurnal Informatika & Teknologi Cerdas (JITC) Vol. No. Desember 2025 Judul Penelitian pada Sektor Pertanian Efektifitas Penerapan Internet of Things Pada Pertanian Padi: Tinjauan Literatur Kajian Pengembangan Internet of Things (IoT)pada Sektor Pertanian di Kabupaten Ngada. Nusa Tenggara Timur Metode Penelitian ikasi dan n berbagai Internet of Things (IoT) dalam Tinjauan . arrative al yang IoT pada Studi pustaka dan Internet of Things (IoT) di pertanian di Kabupaten Ngada. ISSN 3109-7677 Fokus Hasil Indonesia, ini dapat an, dan IoT dalam ya dalam an efisiensi , dan Machine Learning. Meneliti ngkan dan n aplikasi IoT dalam pertanian di Kabupaten Ngada pertanian menjadi lebih produktif dan Dengan memanfaatkan IoT, petani dapat meningkatkan hasil dan kualitas produk pertanian mereka tantangan masa depan dengan lebih IoT bisa efisiensi irigasi hingga 96%, mendeteksi penyakit tanaman dengan tingkat akurasi antara 87,2% hingga 89,4%, penggunaan pupuk dengan efektivitas mencapai 95,5%. Pemanfaatan sumber energi seperti panel surya juga dapat menekan biaya operasional secara Lebih dari itu, integrasi dengan Machine Learning membawa potensi untuk menciptakan sistem yang lebih tepat dan efisien dalam sektor pertanian padi. Internet of Things (IoT) yang telah diimplementasikan di daerah lain memiliki peluang yang signifikan untuk dieksplorasi dan dikembangkan di Ngada. Adanya berbagai faktor pendukung, seperti telekomunikasi yang tersedia, kemudahan akses terhadap perangkat IoT, dukungan dari pihak pemerintah, serta sumber daya manusia yang penerapan IoT di Ngada sangat mungkin untuk i. HASIL DAN PEMBAHASAN Sektor pertanian di Indonesia dihadapkan pada sejumlah tantangan dalam upaya menjaga ketahanan pangan, terutama dalam menghadapi bencana sosial. Salah satu tantangan terbesar adalah perubahan iklim dan bencana alam yang mengakibatkan ketidakstabilan suhu serta cuaca ekstrem, seperti kekeringan, banjir, dan badai, yang secara langsung merusak lahan serta menurunkan hasil panen. Kondisi ini membuat petani, terutama yang berskala kecil, semakin rentan terhadap gagal panen dan kerugian ekonomi. , . , . , . Selain itu, proses alih fungsi lahan akibat urbanisasi dan pembangunan infrastruktur telah mengakibatkan penyusutan luas lahan pertanian yang produktif . , yang pada akhirnya berdampak pada menurunnya kapasitas produksi pangan nasional . Tantangan lain yang tidak kalah penting adalah keterbatasan akses terhadap teknologi pertanian modern. Banyak petani, khususnya di daerah terpencil, belum dapat mengakses teknologi seperti varietas unggul, sistem irigasi cerdas, maupun fasilitas penyimpanan yang layak. Hal ini berimplikasi pada rendahnya efisiensi produksi dan tingginya tingkat kerusakan hasil panen . Dampak pandemi Covid-19 juga memperburuk kondisi sektor pertanian. Pembatasan mobilitas dan terganggunya rantai distribusi menyebabkan penurunan produksi dan pendapatan petani secara signifikan . Di sisi lain, kebijakan pemerintah yang belum optimal, seperti subsidi yang tidak merata, birokrasi yang kompleks, dan lemahnya koordinasi lintas sektor, turut memperberat upaya mempertahankan ketahanan pangan secara nasional . Sebagai respons terhadap berbagai tantangan tersebut, teknologi Internet of Things (IoT) mulai diadopsi sebagai solusi strategis dalam pertanian modern. IoT memungkinkan pengumpulan data secara real-time mengenai kondisi tanah, suhu udara, kelembapan, serta status tanaman . Data ini kemudian digunakan untuk mengelola irigasi, pemupukan, dan pengendalian hama secara presisi dan otomatis. Misalnya, penggunaan sistem irigasi otomatis berbasis IoT terbukti mampu menghemat air dan meningkatkan hasil panen hingga dua kali lipat . Selain itu, teknologi ini juga memungkinkan pemantauan kondisi tanaman dan ternak dari jarak jauh, sehingga mengurangi kebutuhan tenaga kerja dan meningkatkan efisiensi produksi. Penelitian lapangan di Kabupaten Ngada menunjukkan bahwa IoT berhasil mengubah praktik pertanian tradisional menjadi sistem yang lebih efisien dan berkelanjutan, dengan kemampuan memantau kondisi lahan dan tanaman secara Di Kabupaten Lahat, teknologi IoT bahkan mampu menghemat penggunaan air dan pupuk hingga 50%, meskipun tantangan seperti konektivitas internet dan biaya awal perangkat masih menjadi hambatan . Peluang penerapan IoT di Indonesia cukup besar. Teknologi ini mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian melalui pengelolaan data yang akurat dan responsif, terutama di daerah yang rentan terhadap bencana sosial dan perubahan iklim . Selain itu, pengembangan pertanian cerdas atau smart farming melalui integrasi IoT dengan sistem otomasi dan big data turut memperkuat https://journal. id/index. php/jitc Artikel ini adalah artikel dengan akses terbuka, dilisensikan di bawah CC BY 4. Jurnal Informatika & Teknologi Cerdas (JITC) Vol. No. Desember 2025 kemampuan adaptasi petani terhadap perubahan lingkungan yang dinamis . Dukungan dari pemerintah dan sektor swasta juga membuka jalan bagi percepatan adopsi IoT, melalui pelatihan, bantuan infrastruktur, dan penyediaan perangkat teknologi . , . IV. KESIMPULAN Penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dalam pertanian melalui konsep Smart Farming memiliki potensi signifikan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya, produktivitas hasil panen, serta memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya dalam menghadapi tantangan dan perubahan Namun, implementasinya masih menghadapi kendala seperti keterbatasan infrastruktur digital dan rendahnya literasi teknologi di kalangan petani yang perlu diatasi melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan. ISSN 3109-7677 REFERENSI