Cakrawala: Jurnal Kajian Studi Manajemen Pendidikan Islam dan Studi Sosial Vol. 8 No. ISSN: 2580-9385 (P) ISSN: 2581-0197 (E) DOI: https://doi. org/10. 33507/cakrawala. Manajemen Pembelajaran Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah dan AlHidayat Berjan Sirojul Anwar SMK An-Nawawi Purworejo sirojulanwarrojul@gmail. Abstract Learning Management at the Ash-Shiddiqiyyah and Al-Hidayat Berjan Islamic Boarding Schools. Gebang District. Purworejo Regency. This research aims to determine the uniqueness of education management in two Islamic boarding schools that have different teachers, but carry out activities together, even though in general different Islamic boarding schools will hold their own learning. In this research, the author used a qualitative method with a field research approach. The data analysis used is using interactive model analysis from Miles and Huberman with data reduction, data presentation and providing conclusions. The results of this research are that these two Islamic boarding schools are two different and independent Islamic boarding schools, it's just that in implementing learning, they still do it together, this is because these two Islamic boarding schools complement each other. Al-Hidayat does not accept male students and Ash-Shiddiqiyyah does not accept female students so it allows them to walk together. Planning, implementation and evaluation are carried out jointly, although at Al-hidayat Islamic Boarding School there are several activities that are carried out independently, apart from that. Al-Hidayat Islamic Boarding School also has a tahfidz program which is not carried out at As-Shiddiqiyyah Islamic Boarding School. Keywords: Islamic Boarding School. Learning Management Abstrak Manajemen Pembelajaran Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah Dan Al-Hidayat Berjan. Kecamatan Gebang. Kabupaten Purworejo. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunikan manajemen pendidikan di dua buah pondok pesantren yang berbeda pengasuh, namun melaksanakan kegiatan secara bersama sama, padahal pada umumnya pondok pesantren yang berbeda akan mengadakan pembelajaran secara sendiri sendiri. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan . ield researc. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan analisi model interaktif dari Miles dan Huberman dengan reduksi data, penyajian data dan memberikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah kedua Pondok Pesantren ini adalah dua Pondok pesantren yang berbeda dan berdiri sendiri, hanya saja dalam pelaksanaan pembelajaran, mereka masih melakukannya secara bersama sama, hal ini dikarenakan kedua Pondok Pesantren ini saling melengkapi. Al-Hidayat tidak menerima santri putra dan AshShiddiqiyyah tidak menerima santri putri sehingga memungkinkan mereka untuk berjalan bersama. Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dilakukan secara bersama sama, walaupun di Pondok Pesantren Al-hidayat terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan secara mandiri, selain itu. Pondok Pesantren Al-Hidayat juga mempunyai program tahfidz yang tidak dilakukan di Pondok Pesantren As-Shiddiqiyyah. Kata Kunci: Pondok Pesantren. Manajemen Pembelajaran PENDAHULUAN Pondok Pesantren sama dengan lembaga pendidikan yang lainnya. Pondok Pesantren juga tidak bisa lepas dari pimpinan pondok pesantren, yakni kyai sebagai pengasuh dan pendidik, santri sebagai objek didik, masyarakat sebagai komunitas yang akan dikembangkan sebagai wujud kontribusi lulusan dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang dijadikan pedoman pembelajaran untuk memproses para santri selama mengaji di pondok pesantren. manajemen pondok pesantren sangat dibutuhkan guna melancarkan pelaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran dan seluruh program yang telah direncanakan oleh pondok pesantren, mengorganisasikan, melaksanakan dan mengevaluasi. Kepemimpinan pesantren sebagai ujung tombak manajemen pondok pesantren tidak lagi menerapkan kepemimpinan tunggal. Organisasi pesantren dikembangkan menjadi sebuah organisasi hukum berupa yayasan, organisasi pesantren mengarah ke arah interpersonal tanpa mengurangi peran kyai atau pengasuh sebagai pemimpin tertinggi, dengan demikian pondok poesantren berkembang menjadi sebuah institusi lembaga pendidikan yang modern. 2 Biasanya pesantren dipimpin oleh seorang kyai, namun tidak jarang, beberapa pesantren memiliki beberapa orang pengasuh atau yang kemudian disebut dengan dewan pengasuh untuk mengatur kehidupan pondok pesantren, kyai menunjuk seorang Lihat George. Terry. Principles of Management, (Illinois: Richard D. Irwin. Inc. , 1. , hlm. Umar Sidiq. Organisasi Pembelajaran pada Pondok Pesantren di Era Global. Jurnal Cendekia Vol. 12 No. 1, 2014, hlm. santri senior untuk mengatur adik-adik kelasnya, mereka biasanya dalam pesantren salaf . disebut ''lurah pondok''. Berbeda dengan pondok pesantren Ash-Shdiddiqiyyah dan Al-Hidayat Berjan, kedua pondok pesantren ini merupakan dua pondok pesantren yang mengadakan kegiatan belajar secara bersama sama, namun keduanya adalah dua pondok pesantren yang berbeda dan dengan pengasuh yang berbeda. Ash-Shiddiqiyyah adalah sebuah yayasan pondok pesantren yang terletak di Dusun Berjan. Desa Gintungan. Kecamatan Gebang. Kabupaten Purworejo. Provinsi Jawa Tengah. Yayasan Ash Shiddiqiyyah yang berdiri pada hari senin wage 12 Juni 2000 M, atas inisiatif dan prakarsa dari KH. Much Atabik Baqir selaku Pimpinan atau Pengasuh Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah Berjan Gebang Purworejo. 4 Pondok pesantren yang memiliki beberapa lembaga Pendidikan seperti SDIT. SMPIT dan SMA IT Ash-Shidiqiyyah ini melaksakan program pondok pesantren atau madarasah diniyyahnya di lingkunga Gedung yang dimilikinya. Sementara itu. Al-Hidayat adalah sebuah Pondok Pesantren yang juga terletak di Dusun Berjan. Desa Gintungan. Kecamatan Gebang. Kabupaten Puroworejo yang dipimpin oleh Hj. Umi Atiqoh. Selaku Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayat Berjan Gebang Purworejo. Pondok pesantren yang saat ini hanya di huni oleh santriwati ini membuka program tahfidz al-Quran dan pelajaran kitab salaf dan ilmu alat . ahwu, shoro. , namun dalam pelaksanaan pembelajaran madrasah diniyyahnya, pondok pesantren ini melaksanakannya bersama dengan pondok As-Shidiqiyyah di lingkungan Pondok Pesantren Ash-Shidiqiyyah. Berbeda dengan pondok pesantren pada umumnya, apabila dipimpin oleh pengasuh pondok yang berbeda maka akan melaksanakan kegiatan pondok secara mandiri, namun pondok pesantren ini melaksanakan kegiatan madrasah diniyyah . secara bersama, baik itu diniyyah yang dilaksanakan pada malam hari maupun yang dilaksanakan pada sore hari. hampir seluruh kegiatan madrasah diniyyah ditempat yang sama layaknya satu pondok pesantren. Oleh karena itu. Agus RifAoan Haqiqi, 13 Maret 2023 menjelaskan AuPondok itu (Al-Hidaya. beda pengasuh dengan sini (Ash-Shiddiqiyya. , tapi masih dalam yayasan yang samaAy. https://asdqberjan. com/# diakses pada 06-02-2023 Wawancara dengan Rani Maulidina. Ketua Pondok Pesantren Al-Hidayat Berjan Pada 13 Maret peneliti tertarik untuk mendalami Manajemen Pendidikan di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah dan Al-Hidayat Berjan. METODOLOGI PENELITIAN Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan . ield researc. yakni jenis penelitian yang mempelajari fenomena dalam lingkungannya yang alamiah. 6 Metode ini mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat beserta tatacara yang berlaku di Situasi-situasi tertentu termasuk tentang hubungan kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan serta proses yang berlangsung dan pengaruh dari suatu fenomena. 7 berdasarkan pandangan tersebut, maka penelitian kualitatif pada penelitian ini menyajikan kondisi lapangan dalam manajemen pendidikan pondok pesantren, lalu memberika keterangan terhadap fenomena atau kejadiankejadian yang ditemukan di lapangan. oleh karena itu, peneliti langsung mengamati terkait peristiwa yang terjadi dilapangan terkait manajemen pembelajaran pada Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah dan Al-Hidayat Berjan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Pesantren AshShiddiqiyyah dan Al-Hidayat Berjan. Purworejo. tepatnya pada bagian pembelajaran di Pondok Pesantren. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah dengan cara observsi, wawancara, dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan analisi model interaktif dari Miles dan Huberman. 8 Adapun model inetraktif yang dimaksuda adalah dengan reduksi data, penyajian data dan memberikan kesimpulan. sedangkan untuk menguji kebasahan data menggunakan triangulasi waktu dan triangulasi sumber. Dedy Mulyana. Metodologi Penelitian Kualitatif (Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainny. , (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , hlm. Lihat juga Abdurahman Fathoni. Metodologi Penelitian Dan Teknik Penyusun Skripsi, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2. , hlm. Husaini Usman dkk. Metodologi Penelitian Sosial, ( Jakarta. PT. Bumi Aksara, 2. , hlm. Moh. Nazir. Metode Penelitian, (Jakarta: Ghilmia Indonesia, 1. , hlm. Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman, 2005. Qualitative Data Analysis . , (Jakarta: UI Press, 2. , hlm. HASIL DAN PEMBAHASAN Perencanaan Pembelajaran di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah dan Al-Hidayat Berjan Ash-Shiddiqiyyah merupakan salah satu jenis yayasan berbentuk lembaga pendidikan islam yang menyelenggarakan dengan pendidikan formal dan non-formal. Pendidikan formal yang terdapat dalam yayasan ini adalah TKIT Ash-Shiddiqiyyah. SDIT Ash-Shiddiqiyyah. SMPT Ash-Shiddiqiyyah dan SMKT Ash-Shiddiqiyyah, sedangkan pendidikan non-formal yang berada dibawah yayasan isi adalah Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah. Pendidikan non-formal sebagaimana di jelaskan didalam UU No. 20/2003 pasal 26 yakni Aupendidikan non-formal di selenggarakan bagi warga masyarakat yang membutuhkan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayatAy. Sebagaimana UU No. 18/2019 pasal 17,9 pondok pesantren ini merupakan pondok pendidikan pondok pesantren yang menyelenggarakan pendidikan pesantren non-formal, pondok pesantren AshShiddiqiyyah melakukan pendidikan pesantren secara berjenjang atau menggunakan tingkatan pada setiap kelasnya, namun tidak sesuai sebagaimana dimaksud dalam UU No. 18/2019 pasal 17,10 sedangkan Pondok Pesantren AlHidayat menyelenggarakan pendidikan berjenjang dengan pendidikan diniyyah nonformal. Pendidikan nonformal pada prinsipnya diselenggarakan berdasarkan pada prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat sehingga proses perencanaan dalam Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan nonformal dan proses UU No. 18/2019 pasal 17 ayat 7 menjelaskan bahwa pendidikan nonformal sebagaimana dimaksud pada ayat . berbentuk pengkajian kitab kuning, sedangkan ayat 1 menjelaskan bahwa pesantren menyelenggarakan pendidikan formal dan/atau nonformal. UU No. 18/2019 pasal 17 ayat 2 menjelaskan bahwa pendidikan formal sebagaimana pada ayat . meliputi pendidikan pesantren jenjang pendidikan dasar, menengah dan tinggi. Pendidikan Pesantren yang diselenggarakan pada jalur pendidikan formal jenjang pendidikan dasar sebagaimana dimaksud pada ayal . berbentuk: a. satuan Pendidikan Muadalah ula atau Pendidikan Diniyah Formal ula. dan/atau b. satuan Pendidikan Muadalah wustha atau Pendidikan Diniyah Formal wustha . Pendidikan Pesantren yang diselenggarakan pada jalur pendidikan formal jenjang pendidikan menengah sebagaimana dimaksud pada ayat . berbentuk satuan Pendidikan Muadalah ulya atau Pendidikan Diniyah Formal ulya. Jenjang Pendidikan Muadalah dapat diselenggarakan dalam waktu 6 . tahun atau lebih dengan menggabungkan penyelenggaraan satuan Pendidikan Muadalah wustha dan satuan Pendidikan Muadalah ulya secara berkesinambungan . Pendidikan Pesantren yang diselenggarakan pada jalur pendidikan formal jenjang pendidikan tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat . berbentuk Mahad A1y. pengembangannya dapat dibuat dengan melihat potensi dan kemampuan pondok pesantren setempat tanpa ada panduan baku yang mengikatnya. Oleh karena itu. Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah dan Al-Hidayat dapat merencanakan, mengorganisasikan dan melaksanakan serta mengevaluasi pembelajaran secara mandiri. Kemampuan itu dapat dilihat melalui ketersediannya sumber daya manusia, yakni berupa pengelola dan pengajar serta dapat dilihat melalui infrastrukutur yang tersedia. Mungkin inilah yang menyebabkan Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah dan Al-Hidayat Berjan hanya menginvetarisir mata pelajaran yang dibutuhkan untuk diajarkan tanpa membuat silabus dan rancangan pelaksanaan pembelajaan yang keduanya merupakan bagian dalam proses perencanaan pembelajaran. Ustad Afif menjelaskan. AuTidak ada silabus maupun rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP), materi telah dirancang oleh pengasuh dengan kepala pondok, tidak ada juga acuan sampai mana pelajaran yang akan dikejar, hanya dalam satu tahun sebisa mungkin satu kitab yang diampu ustad itu selesaiAy. Kemungkinan lain yang menyebabkan tidak adanya silabus dan rancangan pelaksanaan pembelajaran di dalam Pondok Pesantren AshShiddiqiyyah dan Al-Hidayat Berjan sudah masuk pada kurikulum Pondok Pesantren, namun belum tertuliskan. Hal ini sangat dimaklumi dikarenakan pada umumnya Pondok Pesantren lebih mementingkan proses belajar Disisi lain, para pengurus dan pengajar di Pondok Pesantren AshShiddiqiyyah dan Al-Hidayat Berjan tidak semuanya menempuh pendidikan formal lanjutan, dimana pengenalan akan silabus dan rancangan pelaksanaan pembelajaran akan lebih banyak diperoleh di lembaga pendidikan formal, sedang rancangan pelaksanaan pembelajaran tersebut tidak ada karena silabus pun belum terdokumenatsikan. Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah Al-Hidayat Berjan sebenarnya telah menerapkan kurikulum pembelajaran dalam Pondok Pesantren, yakni tarbawi dan taAolimi. Kurikulum tarbawi adalah kurikulum yang berupa praktik atau pembentukan kepribadian santri, pembentukan Wawancara dengan Afif Irkham Ngabdilah, wakil ketua Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah pada 23 Maret 2023. kepribadian santri ini meliputi. hafalan al-Quran Juz Amma, puasa, rekreasi, ziarah dan pendalaman kitab dan buku serta albarzanji . Sementara kurikulum taAolimi atau teoris meliputi pengantar ilmu ilmu keislaman yakni Aqidah. Akhlak. Fiqih. Hadits. QurAoan. Tafsir dan Hujjah Ahlissunnah 12 Sedangkan ilmu umum adalah pendalaman ke-NU-an. Adapun ilmu ilmu umum lainnya lebih banyak dipelajari di sekolah yang masih berada dibawah naungan yayasan Ash-Shiddiqiyyah Berjan Purworejo. Dalam perencanaan pembelajaran, ustadz pengelola hanya menjelaskan metode pembelajaran dan sumber rujukan yang dibuat tetapi tidak ada format resmi yang tertulis dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Jika dilihat lebih lanjut, maka terdapat sebuah dokumen yang dapat dijadikan pedoman pelaksanaan pembelajaran yakni jadwal pelajaran yang memuat nama kitab, kelas dan ustad pengampu kitab tersebut. Namun tanpa keterangan alokasi waktu yang diberikan. Hanya saja dari hasil observasi yang peneliti lakukan, pelaksanaan pembelajaran madrasah diniyyah pondok pesantren dilaksanakan dari pulul 14:30 WIB sampai pukul 16:00 WIB. penjelasan dari Shelina Wahdah bahwa madrasah diniyyah dilaksanakan pada sore hari. Seiring dengan berkembang Pondok Pesantren yang semakin modern, alangkah baiknya jika silabus dan rancangan pelaksanaan pembelajaran itu dibuat secara tertulis dan terdokumentasikan. Jika silabus dan rancangan pelaksaan pembelajaran (RPP) telah dibuat secara tertulis sesuai dengan kebutuhan dan prinsip pesantren, keuntungannya saat terjadi pergantian ustad atau pengajar tidak perlu membuat perencanaan pembelajaran yang baru, karena dapat menggunakan silabus dan rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP) mata pelajaran yang telah dibuat sebelumnya. Selain itu dapat dibaca oleh publik, agar ketika muncul tuduhan miring terhadap pesantren, pesantren dapat melakukan pembelaan dengan menunjukkan bukti dokumentasi tertulis yaitu berupa silabus dan RPP yang telah dibuat sebelumnya. Tidak adanya silabus dan rancangan pelaksanaan pembelajaran yang memuat tujuan dan target target capaian atas pembelajaran, dalam Dokumen Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah. Dikutip pada 23 Maret 2023. Wawancara dengan Shelina Wahdah, santri Pondok Pesantren Al-Hidayat pada 25 Maret 2023. pelaksanaannya Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah menjalankan program pondok pesantren dengan kurikulum taAolimi dan tarbawi. Talimi Kurikulum taAolimi atau kurikulum pembelajaran adalah kurikulum yang terfokus pada pendalaman materi pelajaran para santri, metode penyampaian yang digunakan dalam kurikulum taAolimi adalah dengan cara bandongan dan juga sorogan. Dalam metode bandongam juga terdapat dua cara, yakni: Klasikal. Sistem klasikal adalah sistem pembelajaran yang diterapkan oleh pondok pesantren pada perjenjangan waktu belajar para santri yang berdasarkan tahun. 14 Pada pengajian dengan sistem klasikal ini, proses belajar mengajar didalam kelas diampu oleh ustad yang telah ditunjuk dan bertugas pada hari yang telah ditentukan sesuai dengan jadwal Adapun jadwal pelajaran tersebut sebagai berikut: Jadwal Pelajaran15 Madrasah Diniyyah Ash-Shiddiqiyyah Tahun Ajaran 2022-2023 M. HARI SENIN SELASA RABU KELAS Hidayatush Shibyan Belajar Menulis dan Memaknai Tuhfatul Athfal i QowaAoid Shorfiyyah I Jauharotut Tauhid ArbaAoin Nawawiyyah Tijan Darori Khoridah Bahiyyah Fathul Qarib Nurul AoUyun Ke-NU-an II Ke-NU-an i Fathul Qorib KAMIS Safinatun Naja Sullamut Taufiq Tashrif dan IAolal SABTU AoAqidatul AoAwwam Matan Ajurumiyyah Ajurumiyyah Muhammad Arifin. Kapita Selekta Pendidikan. , hlm. , 239. Dokumen Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah, dikutip 13 Mei 2023 QowaAoid Shorfiyyah Fushul Fikriyyah Tashrif dan IAolal AoImrithi Fathul Qarib Hujjah Ahlissunnah Jadwal Pelajaran16 Madrasah Diniyyah Al-Hidayat Tahun Ajaran 2022-2023 M. HARI SENIN SELASA RABU KAMIS SABTU Hidayatush Shibyan Belajar Menulis dan Memaknai Tuhfatul Athfal KELAS i QowaAoid Shorfiyyah I Tijan Darori Khoridah Bahiyyah Ke-NU-an II Ke-NU-an i Fathul Qorib Safinatun Naja AoAqidatul AoAwwam Sullamut Taufiq Matan Ajurumiyyah Tashrif dan IAolal Ajurumiyyah Jauharotut Tauhid ArbaAoin Nawawiyyah Fathul Qarib Nurul AoUyun QowaAoid Shorfiyyah Fushul Fikriyyah Tashrif dan IAolal AoImrithi Fathul Qarib Hujjah Ahlissunnah Selain berbagai macam kegiatan madrasah diniyyah yang dilakukan dan terjadwal. Pondok Pesantren Al-Hidayat juga melaksanakan program tahfidz al-Quran 30 juz bil-ghoib, pelaksanaan hafalan atau tahfidz al-Quran tersebut dilakukan dengan menyetorkan setiap kali setoran setidaknya 1 halaman. Ketika akan menyetorkan untuk ayat selanjutnya maka diwajibkan untuk mengulang terlebih dahulu hafalan yang telah di setorkan atau di dengarkan kepada Ibu Nyai Hj. Umi Atiqoh. Pengulangan tersebut diaharapkan dapat meningkatkan daya bertanggungjawab atas hafalan yang telah lalu. Bandongan. Pengajian bandongan ini diikuti oleh seluruh santri, pengajian bandongan yang diikuti oleh seluruh santri ini dilaksanakan pada malam hari dari pukul 21:30 sampai 23:00 di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah, begitu juga santri Pondok Pesantren AlHidayat, pengajian bandongan ini diampu oleh adalah K. Much. Atabik Baqir dan Agus RifAoan Haqiqi. Sedangkan kitab Dokumen Pondok Pesantren Al-Hidayat, dikutip 17 Mei 2023 yang diampu adalah kitab adabul alim wal mutaalim, khulashoh juz 2, mukhtar hadist, durrotun nasikhin dan taisirul kholaq. Namun pada Pondok Pesantren Al-Hidayat. Ngaji kitab Adabul AoAlim wal MutaAoalim. Khulashoh Juz 2. Mukhtar Hadits. Durrotun Nasihin dan taisirul kholaq dengan Ibu Nyai Hj. Inaratul Fuadah. sementara itu, selain pelajaran tersebut, kedua Pondok Pesantren ini tidak melakukan dalam ruangan yang sama, walaupun sebagian berada di gedung yang sama. Shelina Wahdah menjelaskan Beberapa jadwal Pondok Pesantren Al- Hidayat yang berbeda dengan Pondok Pesantren Ash- Shiddiqiyyah antaralain:17 . Ngaji pagi setelah sholat subuh, yakni mengaji al-Quran dengan Ibu Nyai Hj. Umi Atiqoh yang dilanjutkan dengan setoran hafalan al-QurAoan. Ngaji membaca surat waqiAoah setelah sholat maghrib dan dilanjutkan sorogan. Ngaji kitab Akhlaqul Banat dan Tadzhib . ntuk kelas . setelah sholat isya dengan Agus M. Thoifur di Musholla Pondok Pesantren Al-Hidayat. Selapanan muslimat yang dilaksanakan di Pondok Pesantren, pada kegiatan ini santri turut serta dalam kegiatan Sementara itu, di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah tidak terdapat jadwal pengajian tersebut. Tarbawi Kurikulum tarbawi Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah dan Al-Hidayat itu sama. Kurikulum tarbawi adalah kurikulum pembiasaan yang bertujuan sebagai pembentuk kepribadian para santri, yang membedakan antara kurikulum taAolimi dan tarbawi adalah kurikulum tarbawi sebagai bentuk praktik terhadap apa yang telah dipelajari dalam kurikulum taAolimi. Kurikulum ini tidaklah semua terjadwal dengan rapi layaknya kurikulum Shelina Wahdah, santri pondok pesantren Al-Hidayat Berjan, wawancara pada Kamis, 22 Maret taAolimi yang tertata rapi setiap harinya, namun terdapat kurikulum tarbawi yang terjadwal seperti: Ziarah Ziarah ke makam muassis yang terletak di desa bulus. Pelaksanaan ziarah ini telah terjadwal setiap minggunya ke makam muassis atau leluhur pendiri Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah dan Al-Hidayat. SATMATA (Salawat. Tahlil. Manaqib dan Tausia. Salawat, tahlil, manaqib dan tausiah atau yang dikenal dengan SATMATA adalah kegiatan pondok pesantren yang dilaksanakan setiap malam selasa di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah. Kegiatan ini merupakan bagian dari usaha pembiasaan dan bekal terhadap para santri untuk dapat melaksanakan salawat dan tahlil manakala telah pulang ke kampung halaman. Puasa Puasa menjadi anjuran bagi para santri, terutama pada puasa puasa sunnah tertentu, seperti puasa dzulhijjah, puasa aAosyuro, dan beberapa puasa sunnah yang lain. Pengorganisasian Pembelajaran di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah dan Al-Hidayat. Dalam menjalankan roda organisasi. Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah dan Al-Hidayat membagi organisasi menjadi dua bagian, yakni dewan harian dan dewan pleno. Dewan harian Dewan harian ini terdiri dari ketua, wakil ketua, sekeretaris dan bendahara. Dewan Pleno Sedangkan dewan pleno adalah dewan yang berfungsi sebagai pelaksana konsep atas pendidikan yang terencana, walaupun tidak terdapatnya rencana yang tertulis secara rinci, rencana hanya dapat dilihat dari jadwal yang telah dibuta perharinya, depan pleno sebagai pelaksana ini terdiri atas: Wawancara dengan Afif Irkham Ngabdilah di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah pada Senin, 20 Maret 2023 dan dokumen Pondok Pesantren Al-Hidayat. Seksi Pendidikan Seksi Keamanan Seksi Kebersihan Seksi Pengairan dan Kelistrikan Seksi Pembangunan Tim Dokumentasi Pembantu Umum Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah dan Al-Hidayat merupakan dua pondok pesantren yang berbeda, oleh karenanya dalam struktur organisasi didalam pondok pesantren, kedua pondok pesantren ini memiliki pengasuh yang berbeda, namun dalam sebuah surat pernyataan yayasan disebutkan bahwa Pondok Pesantren Al-Hidayat merupakan Pondok Pesantren yang berdiri dibawah naungan yayasan Ash-Shiddiqiyyah dibawah pimpinan K. Much. Atabik Baqir, walaupun secara historis Pondok Pesantren Al-Hidayat telah berdiri jauh sebelum pondok pesantren Ash-Shiddiqiyyah ini berdiri. Sebagaimana keterangan dari Agus RifAoan Haqiqi yang menjelaskan bahwa Pondok itu (Al-Hidaya. beda pengasuh dengan sini (Ash-Shiddiqiyya. , tapi masih dalam yayayan yang sama. Hal senada juga diungkapkan oleh Ibu Nyai Hj. Umi Atiqoh AuPondok niki niku benten kalih Ash-Shiddiqiyyah, nak mriku kan sek nyepeng adik e kulo, dados sakderengen Ash-Shddiqiyyah niku onten, mriki mpun onten riyin, namung kan ket riyin mriki nampine santriwati, dados mriku mbuka sek putraAy. Pondok ini (Al-Hidaya. itu beda dengan Ash-Shiddiqiyyah. Kalau pondok itu yang megang (Ngasu. itu adik saya, jadi sebelum AshShiddiqiyyah itu ada, disini sudah ada terlebih dahulu, hanya saja dari dulu disini hanya menerima santriwati, jadi disitu buka yang pondok putranya. Dari keterangan tersebut menjelaskan bahwa keberadaan dari pondok pesantren Ash-Shiddiqiyyah adalah sebagi bagian pelengkap melengkapi pondok Wawancara dengan Agus RifAoan Haqiqi. Ketua Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah pada 13 Maret 2023. Wawancara dengan Nyai Hj. Umi Atiqoh. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayat pada 13 Maret pesantren Al-Hidayat yang hanya menerima santri putri, sehingga walaupun secara organisasi kedua pondok pesantren ini berbeda pengasuh namun memungkinkan mereka untuk bekerjasama melaksanakan madrasah diniyyah secara bersama. Pelaksanaan Pembelajaran di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah dan Al-Hidayat Di dalam ruang lingkup bangunan yang sama tidak selalunya seluruh pelajaran juga dilakukan bersama. Dalam sejarahnya, pelaksanaan madrasah diniyyah di Pondok Pesantren Al-Hidayat lebih dahulu dibandingkan dengan Ash-Shiddiqiyyah sebagaimana Ibu Nyai Hj. Umi Atiqoh pada Sabtu, 13 Maret 2023 menjelaskan AuNak madrasahae mriku kan gek nembe nembe niki mawon. Sistem madrasahe juga riyin mriki. Kalau madrasahnya juga baru baru ini, sistem madarahnya juga lebih dahulu sini (Al-Hidaya. Hal senada juga dijelaskan oleh wakil Ketua Pondok Ash-Shiddiqiyyah. Afif Irkham Ngabdilah pada Sabtu 20 Maret 2023. AuYa pondok iki gek nembe mawon sisteme madrasah koyo iki, sak durunge mboten onten madrasah kados ngeten, ontene namung ngaos dalu tok. Onten sistem madrasah perkelas niki kira kira 2019 semenjak onten Agus RifAoan, mulai ono perubahanAy. Permasalahan yang timbul dalam pelaksanaanya adalah tidak adanya terget yang harus dicapai oleh pengajar dalam mendidik para santri setiap bulan atau triwulannya sehingga menyebabkan kurang terukurnya capaian. Hanya saja capaian yang harus dicapai adalah dalam satu tahun khatam atas kitab yang diajarkan oleh ustadz pengajar tersebut. Pelaksaan diniyyah pondok dilakukan pada sore hari, dilaksanakan di gedung pendidikan Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah yang dimulai pada pukul 14:30 hingga pukul 16:00, setelah itu dilanjutkan dengan sholat asar berjamaah dan membaca surah alwaqiAoah. Pembelajaran di dalam kelas dibagi menajadi tiga bagian, yakni bagian pembuka, isi dan bagian penutup. Pendahuluan Salam Pembuka Doa bersama Mengabsen para santri. Isi Membacakan atau materi Kitab Menjelaskan isi kitab Tanya jawab Penutup Menyampaikan kesimpulan materi Doa bersama Salam Penutup Sementara itu, setelah sholat maghrib tidak ada kegiatan, setelah sholat isya dilakukan berbagai macam kegiatan santri. Seperti hafalan Adapun ngaji yang dilakukan dengan sistem bandongan dilaksanaan pada pukul 21:30 hingga jam 23:00. Pengajian bandongan yang pertama di ampu oleh Agus RifAoan Haqiqi, setelah selesai kemudian dilanjutkan oleh K. Much. Atabik Baqir. Setelah jam 23:00 adalah waktunya istirahat, namun dapat juga digunakan untuk belajar ataupun hafalan kitab kitab yang diajarkan di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah maupun Al-Hidayat. Evaluasi Pembelajaran di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah dan AlHidayat Purwanto menyatakan bahwa evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan-tujuan pembelajaran telah dicapai oleh siswa. 21 Sasaran evaluasi bukan hanya peserta didik saja, melainkan juga pendidiknya, sejauh mana ia bersungguh sungguh dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik untuk mencapai pendidikan islam. Selain itu juga dilakukan evaluasi pada anggota yang tidak menjalankan tanggung jawabnya sesuai dengan tugas yang Evaluasi pembelajaran merupakan tahapan penting untuk mengetahui keberhasilan pendidikan peserta didik. Evaluasi pembelajaran biasanya dilakukan dalam periode tertentu dan diterapkan berdasarkan pendidikan formal Purwanto. Evaluasi hasil belajar, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. , hlm. Roni Angger Aditama. Pengantar Manajemen Teori dan Aplikasi, (Malang: IKAPI, 2. , maupun non-formal. Pada penelitian ini, hanya diulas mengenai evaluasi pembelajaran di lembaga pendidikan pondok pesantren Ash-Shiddiqiyyah. Pada praktiknya. Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah dan Al-Hidayat telah melakukan evaluasi secara sumatif dan formatif, evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan pada satu periode tertentu, seperti satu semester atau satu tahun pelajaran. Sedangkan evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilakukan pada saat terentu, tidak menunggu satu periode tertentu untuk melakukan evaluasi. Soal yang diberikan dalam evaluasi adalah untuk mengukur dan memetakan kemampuan santri. Beberapa bentuk evaluasi yang ada di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah dan Al-Hidayat antaralain: Sorogan Sorogan adalah evaluasi yang dilaksanakan setiap satu minggu sekali. Evaluasi ini dilaksanakan dengan cara santri menyodorkan kitab kepada pada pengujinya lalu dibacakan di depan penguji. Setelah selesai membacakannya, maka giliran penguji yang menanyakan tentang kitab yang dibacanya, baik itu dari makna murod . ataupun ilmu gramatika arabnya . ahwu, shoro. Muhafadzoh atau hafalan santri Muhafadzoh ini dilaksanakan dengan menyetorkan hafalan yang telah dihafalnya kepada mustahiq atau guru pengujinya. Koreksi Kitab Koreksi kitab adalah jenis evaluasi yang dilaksanakan untuk memeriksa kelengkapan kitab para santri, untuk melihat masih terdapat makna yang kosong atau tidak, jika masih terdapat kitab yang kurang lengkap, maka santri tersebut diminta untuk melengkapi kitab tersebut. Tamrin Ujian tamrin atau dikenal juga dengan ujian tengah semester adalah ujian yang dilaksanakan di pertengahan semester, ujian tamrin ini, nilainya tidaklah masuk raport madrasah diniyyah. Ujian kenaikan kelas Ujian kenaikan kelas adalah ujian yang dilaksanakan dalam periode akhir tahun atau akhirussanah, ujian ini menjadi penentu akan kualitas santri, menentukan santri pantas naik kelas atau tingkatan yang lebih tinggi atau harus mengulang lagi di kelas yang sama lagi. Hasil dari ujian ini dimasukkan kedalam raport madrasah diniyyah sebagai bentuk laporan belajar santri selama satu periode satu tahun pelaksanaan madrasah diniyyah Dalam penentuan tingkat kemampuan yang telah dikuasai oleh santri atas pelajaran, karena tidak adanya standar kompetensi yang ditetapkan, maka pengukuran kemampuan santri ini ditentukan oleh guru atau ustad pengajar di pondok pesantren. KESIMPULAN Dari penelitian yang peneliti lakukan, kedua Pondok Pesantren ini adalah dua Pondok pesantren yang berbeda dan berdiri sendiri, hanya saja dalam pelaksanaan pembelajaran, mereka masih melakukannya secara bersama sama, hal ini dikarenakan kedua Pondok Pesantren ini saling melengkapi. Al-Hidayat tidak menerima santri putra dan Ash-Shiddiqiyyah tidak menerima santri putri sehingga memungkinkan mereka untuk berjalan bersama, apalagi kedua pengasuh pondok pesantren adalah bersaudara. Dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dilakukan secara bersama sama, walaupun di Pondok Pesantren Al-hidayat terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan secara mandiri, selain itu. Pondok Pesantren AlHidayat juga mempunyai program tahfidz yang tidak dilakukan di Pondok Pesantren As-Shiddiqiyyah. DAFTAR PUSTAKA