Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN 2548-9232. EISSN 2775-3573 Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 IMPLEMENTASI 24 PROFIL LEADERSHIP CURRICULUM DI SDIT AR-RAHMAH MAKASSAR Jusria Kadir* Dewi Saputri S** * Universitas Bosowa Makassar. Indonesia **UIN Alauddin Makassar. Indonesia *E-mail: jusria. kadir@gmail. **E-mail: dewisaputrisussang@gmail. Abstract This article aims to analyze teachersAo understanding and practice in implementing the 24 Profiles of Leadership Curriculum at SDIT Ar-Rahmah Makassar. This research is an evaluation study employing a sequential explanatory model as its research approach. The research was conducted at SDIT ArRahmah Makassar for one year . /23-10/2. The results showed that: . TeachersAo understanding showed high . 6%) and medium . 4%) categories. The practice of spiritual values shows a high category . %), the practice of academic competencies shows a high category . 1%) and moderate . 9%), the practice of leadership characters shows a high category . 1%) and moderate . 9%), and the practice of leadership competencies shows a high category . 7%) and moderate . 3%). TeachersAo understanding and practice are influenced by several factors that both support and hinder Supporting factors include teacher competence, effective school management, various extracurricular activities, and parental support. The inhibiting factors are infrastructure facilities, the burden of learning administration, and lack of coordination with parents/guardians. Keywords: Teacher Understanding. Teacher Practice, 24 Profile Leadership Curriculum. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman dan praktik guru dalam mengimplementasikan 24 Profil Leadership Curriculum (Kurikulum kepemimpinan ) di SDIT Ar-Rahmah Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan pendekatan penelitian kombinasi model eksplanasi Penelitian dilakukan di SDIT Ar-Rahmah Makassar selama satu tahun . /23-10/2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Pemahaman guru menunjukkan kategori tinggi . ,6%) dan sedang . ,4%). Praktik spiritual values menunjukkan kategori tinggi . %), praktik academic competencies menunjukkan kategori tinggi . ,1%) dan sedang . ,9%), praktik leadership characters menunjukkan kategori tinggi . ,1%) dan sedang . ,9%), dan praktik leadership competencies menunjukkan kategori tinggi . ,7%) dan sedang . ,3%). Pemahaman dan praktik guru didukung dan dihambat oleh beberapa faktor. Faktor pendukungnya ialah kompetensi guru, manajemen sekolah, aneka kegiatan/ekstrakurikuler, dan suportivitas orang tua/wali murid. Adapun faktor penghambatnya adalah sarana prasarana, beban administrasi pembelajaran, dan koordinasi yang kurang dengan orang tau/wali murid. Kata Kunci: Pemahaman Guru. Praktik Guru, 24 Profil Leadership Curriculum. Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN 2548-9232. EISSN 2775-3573 Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Berbagai faktor, termasuk visi dan misi sekolah, program unggulan, pembelajaran, pembiasaan, evaluasi, dan pengembangan, menunjukkan diferensiasi dari kurikulum ini (Saputri , 2. Pada tanggal 25 Juni 2022. Hotel Harper Makassar menjadi tuan rumah pembukaan kurikulum lokal SDIT ArRahmah Makassar. Sejak tahun 2019, kurikulum ini telah dikembangkan dan mulai digunakan. Dengan demikian, kurikulum K-13 menjadi dasar dari kurikulum lokal ini. Namun setelah bermanfaat selama ini, program ini Karena pemerintah sedang menggalakkan kurikulum darurat selama pandemi Covid-19 pada tahun 2020, maka Kurikulum Kepemimpinan juga harus beradaptasi dengan kurikulum darurat. Kurikulum darurat digantikan dengan kurikulum Merdeka Belajar hingga Kurikulum pemerintah nasional ini sekali lagi tercermin dalam kurikulum lokal SDIT Ar-Rahmah Makassar. Kurikulum Kepemimpinan dibuat untuk memodifikasi lebih lanjut kurikulum nasional, tetapi tidak dibatasi oleh kurikulum K-13 atau Merdeka Belajar. Kompetensi merupakan salah satu kemampuan abad ke-21 yang harus dimiliki oleh pelajar Indonesia sesuai Profil Pelajar Pancasila. Meskipun kompetensi dan karakter adalah dua gagasan yang saling melengkapi. Sangat penting bagi semua siswa Indonesia untuk memiliki keduanya (Irawati Kebijakan pendidikan dapat diarahkan pada pengembangan keenam dimensi Profil PENDAHULUAN Pergeseran besar dalam dunia pendidikan disebabkan oleh pandemi Covid-19 pada tahun 2020-2021. Untuk mengurangi potensi penularan virus, pemerintah memperkenalkan program kerja dari rumah (WFH) dan pembelajaran jarak jauh bagi siswa. Hal ini mengimplikasikan bahwa proses pendidikan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing siswa (Fitriya , 2. Kurikulum Merdeka Belajar adalah seperangkat rencana pelajaran yang disederhanakan yang mencakup konten, materi pembelajaran, dan manajemen waktu. Kurikulum ini merupakan kelanjutan dari kurikulum darurat Covid-19 (SyafiAoi, 2. Kurikulum nasional yang baru ini mencakup berbagai kecerdasan serta psikomotorik, dan kognitif. Untuk memberikan fleksibilitas yang tinggi kepada siswa dalam memaksimalkan usaha mereka, berbagai model dan (Mardani dkk. , 2. Sebuah kurikulum pembelajaran mandiri yang disebut Kurikulum Kepemimpinan telah dibuat oleh SDIT Ar-Rahmah Makassar. Nilai-nilai individualisme dan kepemimpinan ditekankan dalam kurikulum lokal ini. Meskipun menggunakan kurikulum lokal, sekolah ini tetap mengikuti mengadaptasinya dengan kurikulum Para pemangku kepentingan SDIT Ar-Rahmah Makassar, selaku pencipta kurikulum, menekankan nilainilai kepemimpinan dan kompleksitas Islam. Bagi sekolah yang memilih diferensiasi sebagai produk sampingan dari keunggulan, hal ini menjadi skala Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN 2548-9232. EISSN 2775-3573 Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Peserta Didik Pancasila secara utuh dan menyeluruh, yaitu peserta didik yang: beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, . berwawasan kebangsaan, . bergotong royong, . mandiri, . bernalar secara kritis, dan . Profil Peserta Didik Pancasila menjelaskan kompetensi dan karakter yang perlu dibangun pada setiap individu peserta didik di Indonesia (Irawati dkk. , 2. Sama halnya dengan 24 profil Leadership Curriculum (Kurikulum kepemimpina. , program ini juga merupakan kerangka kerja yang komprehensif untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan pada peserta didik. Profil ini mencakup komunikasi efektif, kerja sama tim, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, kepemimpinan etis, dan kemampuan beradaptasi. Tujuannya adalah untuk membekali peserta didik dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin yang efektif, bertanggung jawab, dan berintegritas di berbagai bidang kehidupan. Aspek yang paling ditekankan pada program ini ialah nilai-nilai spiritual . piritual Sebagai upaya untuk mendukung implementasi program, dibutuhkan kompetensi guru. Kompetensi guru yang baik tentunya akan mudah mengembangkan kompetensi peserta Oleh karena itu, pemahaman dan mengimplementasikan kurikulum ini menentukan keberhasilannya. Namun, masih terdapat berbagai tantangan yang dihadapi oleh para guru (Kadir , 2. Berdasarkan hasil observasi, beberapa guru belum sepenuhnya memahami konsep dari 24 Profil Leadership Curriculum, sehingga dalam praktiknya masih terdapat perbedaan antara perencanaan dan penerapan di dalam kelas. Selain itu, faktor lain pembelajaran, minimnya sumber daya koordinasi guru dan orang tua/wali murid turut memengaruhi efektivitas penerapan kurikulum ini. Oleh sebab itu, penting untuk menganalisis sejauh mana pemahaman dan praktik guru kurikulum ini di SDIT Ar-Rahmah Makassar. Analisis terhadap pemahaman dan praktik guru dalam menerapkan 24 Profil Leadership Curriculum akan pelaksanaan di sekolah. Penelitian ini juga mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru serta upaya mereka dalam mengatasi tantangan tersebut. Dengan demikian, hasil penelitian ini menyusun strategi yang lebih efektif penerapan kurikulum kepemimpinan. Penelitian ini memiliki relevansi Pertama. Merdekawaty & Suryani . mengemukakan menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki pemahaman yang cukup baik tentang konsep dan prinsip Kurikulum Merdeka, namun masih menghadapi kendala dalam penerapan Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN 2548-9232. EISSN 2775-3573 Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 strategi pembelajaran yang inovatif dan Kesimpulannya, kompetensi pedagogik ditingkatkan melalui pelatihan dan pendampingan yang lebih intensif agar Kurikulum Merdeka secara efektif. Kedua. Rahmi antusiasme guru dalam kegiatan sangat baik terlihat dari banyaknya pertanyaan dan respon guru. Secara spesifik, hasil pemahaman yang didapat, yaitu: . guru melakukan metode pembelajaran yang terintegrasi dengan pembentukan karakter siswa meningkat menjadi 80%, menyelaraskan nilai-nilai kognitif dan afektif meningkat menjadi 77%, . guru melakukan pembiasaan dan praktik meningkat menjadi 74%, dan . guru melakukan pembiasaan, menciptakan dan memfilter budaya, nilai-nilai dan norma-norma meningkat menjadi 77%. Dengan demikian, dapat disimpulkan hasil pemahaman guru berdasarkan kuesioner yang diberikan menunjukkan kategori baik. Ketiga. Karlina dkk. , . menunjukan bahwa persepsi guru dalam implementasi meningkatkan praktik dalam mengajar TMF (Teaching Mastery Framewor. yaitu kebebasan dalam Sehingga memvariasikan metode dan model dalam penyampaian materi kepada siswa dikarenakan dalam penyusunan konten bersifat fleksibilitas. Peran aspek TMF yang dimiliki SMP A mampu meningkatkan kompetensi guru dan memberikan kemudahan kepada guru kurikulum merdeka juga sejalan dengan TMF yang dimiliki sekolah pada kelas maupun administratif agar memperbaiki kualitas pengajaran guru. Keempat. Tunafsyiah & Azminah . dalam hasil penelitiannya pemahaman guru PAUD TK Bina Tunas Bangsa tentang kurikulum 2013 sudah baik meliputi pemahaman pengertian Pemahaman mengimplementasikan kurikulum 2013 juga sudah baik dengan adanya RPPH yang sudah sesuai, pelaksanaan pembelajaran sesuai perkembangan anak, penggunaan pendekatan saintifik penilaian kurikulum 2013. Berdasar pada uraian di atas, maka penulis melakukan penelitian dengan judul AuImplementasi Profil Leadership Curriculum Di Sdit Ar-Rahmah MakassarAy. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak, terutama sekolah, guru, dan lembaga pendidikan Islam lainnya. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi dalam menyusun kebijakan pendidikan yang lebih optimal dalam mengembangkan karakter kepemimpinan siswa berbasis nilai-nilai Islam. Selain itu, penelitian ini juga dapat memberikan wawasan bagi guru untuk terus meningkatkan pemahaman dan kepemimpinan di sekolah Islam terpadu. Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN 2548-9232. EISSN 2775-3573 Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 kebergantungan, dan kepastian. Pengambilan menggunakan teknik random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak. Populasi di SDIT Ar-Rahmah Makassar tahun pelajaran 2023-2024 ialah 657 Adapun sampel yang digunakan ialah 30 siswa dengan rincian 5 siswa masing-masing Penelitian ini dilakukan di SDIT Ar-Rahmah Makassar. Sekolah ini beralamat di Perumahan Dosen Unhas Tamalanrea. Jl. Al-Ikhlas I Blok H. Tamalanrea Jaya. Kec. Tamalanrea. Kota Makassar. Sulawesi Selatan. Penelitian dilakukan selama satu tahun, terhitung mulai dari November 2023 hingga Oktober 2024. METODE Tulisan ini merupakan penelitian evaluasi dengan pendekatan penelitian kombinasi . ix method. xplanatory sequential desig. Model menjelaskan hasil penelitian kuantitatif secara lebih mendalam menggunakan metode kualitatif (Vebrianto dkk. , 2. Penelitian ini memerlukan data kuantitatif terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat pemahaman dan praktik guru terkait 24 Profil Leadership Curriculum. Hasil kuantitatif perlu dijelaskan lebih lanjut dengan metode mendalam atau observasi. Penelitian ini menggunakan empat teknik pengumpulan data yaitu kuesioner, observasi, wawancara, dan Data menggunakan dua cara. Pertama, cara kualitatif yaitu melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Kedua, menggunakan teknik analisis statistik Teknik ini digunakan untuk menyajikan nilai rata-rata, persentase, dan distribusi frekuensi, sehingga mengidentifikasi kecenderungan, pola, serta perbedaan tingkat implementasi di antara guru yang digambarkan melalui sajian tabel dan diagram. Setelah data tersusun, data diuji keabsahannya menggunakan prinsip HASIL DAN PEMBAHASAN Pemahaman Guru Mengimplementasikan Profil Leadership Curriculum Kompetensi memengaruhi ketercapaian 24 profil Leadership Curriculum di SDIT ArRahmah Makassar. Untuk menilai kompetensi guru, tidak hanya dilihat dari kualifikasi pendidikan dan linieritas program studi dengan materi yang diajarkan, tetapi juga perlu pemahaman dan praktik guru dalam menunjang ketercapaian 24 profil Leadership Curriculum di SDIT ArRahmah Makassar. Pemahaman yang baik terhadap 24 Profil Leadership Curriculum sangat Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN 2548-9232. EISSN 2775-3573 Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 penting bagi guru, karena kurikulum ini bertujuan untuk membentuk karakter kepemimpinan siswa sejak dini. Guru penyampai materi, tetapi juga sebagai kepemimpinan siswa. Berikut adalah data observasi mengenai pemahaman guru yang dilakukan pada Sabtu, 04 Mei 2024. Berikut sajian data hasil Gambar 1. Kategori Pemahaman Guru mengenai 24 profil Leadership Curriculum Berdasarkan data di atas, dapat dipahami bahwa pemahaman guru Leadership Curriculum di SDIT Ar-Rahmah Makassar berada pada dua kategori yakni sedang dan tinggi. Apabila dianalisis, ditemukan bahwa kategori tinggi lebih banyak dengan persentase 53,6% daripada kategori sedang dengan persentase 46,4%. Oleh sebab itu, pemahaman guru tentang 24 profil Leadership Curriculum tergolong tinggi . ,6%) dan sedang . ,4%). Pemahaman yang baik mampu mengarahkan proses pembelajaran menjadi efektif, membantu integrasi kepemimpinan dalam berbagai mata pelajaran dan program kegiatan belajar yang positif dan berorientasi pada kepemimpinan, dan menjadi role model bagi siswa. Praktik Guru Mengimplementasikan Profil Leadership Curriculum Aspek Spiritual Values Praktik guru pada Spiritual Values menyasar kompetensi guru dari segi pedagogik, profesional, sosial, dan Item yang dipertanyakan Tabel 1. Observasi Pemahaman Guru tentang 24 profil Leadership Curriculum Stat Kate Seda Ting Total Val Freku Persen Persen Valid Persen Kumu Berdasarkan tabulasi data di atas, dapat dipahami bahwa pemahaman guru SDIT Ar-Rahmah Makassar tentang 24 Profil Leadership Curriculum terbagi kepada dua kategori yakni tinggi dan sedang. Sebanyak 30 guru yang memiliki pemahaman tinggi dengan persentase 53,6%, sedangkan guru yang memiliki pemahaman sedang sebanyak 26 guru dengan persentase 46,4%. Apabila dinyatakan dalam bentuk gambar/grafik, maka hasilnya sebagai berikut. Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN 2548-9232. EISSN 2775-3573 Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 adalah mengenai praktik guru dalam mengimplementasikan Al-QurAoan, salat, ibadah, iman, akhlak/adab, dan wawasan keislaman. Berikut sajiannya. Oleh sebab itu, kategori praktik guru pada aspek ini terbilang tinggi dengan persentase 100%. Aspek Academic Competencies Academic Competencies merupakan aspek digunakan untuk mengukur praktik guru. Sasaran penilaian ini menyasar kompetensi guru dari segi pedagogik, profesional, sosial, dan Item yang dipertanyakan numerasi, literasi sains, literasi TIK, literasi finansial, dan literasi masyarakat serta budayanya. Peneliti menyajikan data analisisnya pada tabel di bawah Tabel 2. Observasi Praktik Guru pada Aspek Spiritual Values Stat Kate Freku Persen Persen Valid Val Ting Persen Kumu Berdasarkan data pada tabel di atas, dapat dipahami bahwa hasil analisis terhadap praktik guru dalam Leadership Curriculum di SDIT ArRahmah Makassar berada pada kategori Sebanyak 56 guru berada pada mengimplementasikan aspek Spiritual Values, baik kepada peserta didik maupun kepada diri guru sendiri. Berikut grafiknya. Tabel 3. Observasi Praktik Guru pada Aspek Academic Competencies Stat Kate Seda Ting Total Val Freku Persen Persen Valid Persen Kumu Tabel 3 di atas menginformasikan bahwa pada pelaksanaan aspek ini, praktik guru berada pada kategori tinggi dan sedang. Guru dengan kategori tinggi sebanyak 32 orang dengan persentase 57,1%, sedangkan guru dengan kategori sedang sebanyak 24 orang dengan persentase 42,9%. Berikut grafiknya. Gambar 2. Kategori Praktik Guru pada Aspek Spiritual Values Dengan mengacu pada data gambar/grafik di atas, dapat diketahui bahwa semua guru di SDIT Ar-Rahmah Makassar telah mempraktikkan aspek Spiritual Values dengan efektif, baik Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN 2548-9232. EISSN 2775-3573 Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Tabel 4. Observasi Praktik Guru pada Aspek Leadership Characters Stat Kate Seda Ting Total Val Freku Persen Persen Valid Persen Kumu Hasil ditunjukkan pada tabel di atas menampilkan dua kategori yakni tinggi dan sedang. Sebanyak 32 guru dengan praktik tinggi dengan persentase sebesar 57,1%. Adapun guru lainnya sebanyak 24 orang berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 42,9%. Jumlah guru dengan kategori tinggi lebih banyak daripada kategori Berikut grafiknya. Gambar 3. Kategori Praktik Guru pada Aspek Academic Competencies Berangkat pada data yang terdapat pada gambar/grafik di atas, dapat dinyatakan bahwa praktik guru di SDIT Ar-Rahmah Makassar mengimplementasikan aspek Academic Competencies terbagi kepada dua kategori yakni kategori sedang dan Namun, luas wilayah warna menunjukkan hasil pelaksanaan aspek ini yang paling dominan. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa mengimplementasikan aspek Academic Competencies berada pada kategori tinggi . ,1%) dan sedang . ,9%). Aspek Leadership Characters Praktik guru pada Leadership Characters menyasar kompetensi guru dari segi pedagogik, profesional, sosial. Item dipertanyakan adalah mengenai praktik guru dalam mengimplementasikan kesadaran diri, tanggung jawab, integritas, gigih, sikap positif, dan Untuk analisisnya, berikut hasilnya. Gambar 4. Kategori Praktik Guru pada Aspek Leadership Characters Gambar di atas menunjukkan dua warna yang berbeda dengan luas wilayah yang berbeda pula yakni hijau dengan wilayah yang lebih besar dibandingkan dengan warna biru. Gambar 4 di atas mengisyaratkan hasil dari praktik guru di SDIT Ar-Rahmah Makassar pada aspek Leadership Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN 2548-9232. EISSN 2775-3573 Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Characters. Praktik guru pada kategori sedang mengisyaratkan jumlah yang lebih kecil dengan persentase 42,9%, sedangkan praktik guru pada kategori tinggi mengisyaratkan jumlah yang lebih besar yakni 57,1%. Oleh karena itu, hasil evaluasi terhadap praktik guru pada aspek ini berada pada kategori tinggi . ,1%) dan sedang . ,9%). Aspek Leadership Competencies Praktik guru pada aspek Leadership Competencies menyasar kompetensi guru dari segi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Item yang dipertanyakan adalah mengenai praktik guru dalam mengimplementasikan mengembangkan visi, komunikasi, keterampilan sosial, dan keterampilan belajar cepat. Tabel di bawah ini akan menyajikan hasil analisis terhadap praktik guru dalam bentuk kuantitatif. yakni sebesar 85,7% dan persentase sedang yakni sebesar 14,3%. Bilamana data disajikan dalam bentuk diagram, maka hasilnya seperti gambar di bawah Gambar 5. Analisis Praktik Guru pada Aspek Leadership Competencies Berpatokan gambar/grafik di atas, dapat dipahami bahwa guru di SDIT Ar-Rahmah Makassar telah mempraktikkan aspek Leadership Competencies dengan efektif, meskipun hasil evaluasi terhadap praktik guru terbagi kepada dua kategori yakni tinggi dan sedang. Grafik menunjukkan warna hijau lebih dominan daripada biru, menandakan bahwa sebagian besar guru berada dalam kategori tinggi. Oleh sebab itu, kategori praktik guru pada aspek Leadership Competencies terbilang tinggi . ,7%) dan sedang . ,3%). Mengacu pada hasil praktik guru dalam mengimplementasikan aspek Spiritual Values. Academic Competencies. Leadership Characters, dan Leadership Competencies di SDIT Ar-Rahmah Makassar terbilang efektif, sebab hasilnya berada pada kategori tinggi Tabel 5. Observasi Praktik Guru pada Aspek Leadership Competencies Stat Kate Seda Ting Total Val Freku Persen Persen Valid Persen Kumu Tabel 5 di atas mengisyaratkan bahwa praktik guru aspek Leadership Competencies terbagi kepada dua yakni kategori tinggi dan sedang. Guru yang memperoleh nilai tinggi ada 48 orang, sedangkan guru yang memperoleh nilai 8 orang. Apabila dipersentasekan, persentase tinggi Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN 2548-9232. EISSN 2775-3573 Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 dan sedang. Tidak satu pun aspek yang menunjukkan praktik guru dalam kategori rendah. Dengan demikian, kompetensi guru di SDIT Ar-Rahmah Makassar menunjukkan ketercapaian 24 profil Leadership Curriculum, baik berdasarkan hasil wawancara maupun hasil evaluasi pemahaman dan praktik salat lima waktu, cinta ibadah yaitu rajin puasa sunnah, memiliki keimanan yang kuat yang berlandaskan pada AlQurAoan dan sunnah, memiliki akhlak yang baik seperti tutur kata yang santun kepada orang lain dan peserta didik, serta memiliki wawasan keislaman yang baik yaitu turut serta pada acara hari besar Islam. Kedua, pada aspek kompetensi akademik. Guru dituntut mampu mengajarkan literasi, numerasi. IPTEK wawasan budaya Indonesia. Ketiga, pada aspek karakter kepemimpinan guru dituntut untuk dapat menerapkan pada diri sendiri dan mengajarkan kepada peserta didik yaitu kesadaran diri, tanggung jawab, integritas, ketekunan, sikap positif, dan keinginan untuk terus belajar. Keempat, pada aspek dituntut untuk menginternalisasikan pada diri sendiri dan merealisasikan pada peserta didik terkait pengelolaan dan pengembangan visi, komunikasi, keterampilan sosial, dan keterampilan belajar cepat. Manajemen Sekolah Bentuk manajemen sekolah yang mendukung efektivitas program 24 profil Leadership Curriculum di SDIT ArRahmah Makassar yaitu guru kelas, wali kelas, koordinator jenjang, wakil kepala sekolah, kepala sekolah, hingga yayasan menjalankan tugasnya dengan Faktor Pendukung dan Penghambat Guru dalam Mengimplementasikan 24 Profil Leadership Curriculum Faktor Pendukung Kompetensi Guru Kompetensi guru merupakan Profil Leadership Curriculum. Kompetensi guru mencakup spiritual values, leadership competencies, academic competencies, dan leadership characters yang diperlukan untuk mengajar dan membimbing peserta didik secara efektif. Dalam konteks ini, guru harus memiliki pemahaman mendalam tentang konsep . terkandung dalam kurikulum SDIT ArRahmah Makassar, serta kemampuan untuk menerjemahkan konsep tersebut ke dalam praktik pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif (Kadir dkk. Kompetensi guru di SDIT ArRahmah Makassar diatur dalam empat Pertama, kompetensi spiritual. Guru harus menerapkan nilai-nilai mengajarkannya kepada siswa, seperti membaca dan menghafal Al-QurAoan. Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN 2548-9232. EISSN 2775-3573 Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 baik sesuai dengan tupoksinya masingmasing (Saputri dkk. , 2. Guru kelas memiliki peran sentral dalam menanamkan nilai-nilai spiritual, mengembangkan kompetensi akademik dan karakter, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan secara langsung kepada siswa di kelas (Judrah dkk. , 2. Guru nilai-nilai kurikulum kepemimpinan ke dalam sehari-hari, memberikan contoh perilaku positif, memfasilitasi diskusi yang membangun karakter, serta memberikan umpan balik yang konstruktif terhadap perkembangan siswa. Wali kelas, memiliki tanggung jawab yang lebih luas dalam mengawasi perkembangan holistik siswa di kelasnya. Mereka menjadi penghubung utama antara sekolah dan orang tua, memantau kemajuan akademik, karakter, dan kepemimpinan setiap siswa, serta mengambil tindakan preventif maupun kuratif jika diperlukan (Harahap dkk. Koordinator jenjang berperan dalam memastikan keterpaduan dan kesinambungan implementasi program 24 profil Leadership Curriculum di seluruh kelas dalam jenjangnya. Mereka berkolaborasi dengan guru dan wali kelas untuk merancang kegiatankegiatan yang mendukung pencapaian profil-profil tersebut, berbagi praktik baik, serta memantau efektivitas program secara keseluruhan di tingkat Wakil kepala sekolah memiliki tanggung jawab yang lebih strategis dalam mengawasi dan mengevaluasi implementasi seluruh program sekolah, termasuk kurikulum kepemimpinan. Mereka memastikan bahwa program berjalan sesuai dengan visi dan misi sekolah, mengidentifikasi area-area memberikan dukungan kepada seluruh elemen manajemen sekolah (Sunaedi & Rudji, 2. Kepala sekolah sebagai pemimpin tertinggi bertanggung jawab penuh atas keberhasilan implementasi program 24 profil Leadership Curriculum. Mereka menetapkan kebijakan, memberikan arahan strategis, memotivasi seluruh komunikasi yang efektif dengan yayasan dan pihak-pihak terkait (Sunaedi & Rudji, 2. Yayasan sebagai pemilik dan pengelola sekolah memiliki peran dalam memberikan dukungan sumber daya, menetapkan visi dan misi sekolah yang selaras dengan nilai-nilai kepemimpinan, serta kinerja sekolah secara keseluruhan, kurikulum kepemimpinan. Sinergi yang baik antar seluruh elemen ini menjadi kunci keberhasilan penanaman 24 profil Leadership Curriculum di SDIT Ar-Rahmah Makassar. Aneka Kegiatan/Ekstrakurikuler 24 Profil Leadership Curriculum di SDIT Ar-Rahmah Makassar menyasar empat aspek utamanya yaitu spiritual values, academic competencies, leadership competencies, dan leadership characters. Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN 2548-9232. EISSN 2775-3573 Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Pertama, spiritual values dan leadership characters. Program seperti AssalamuAoalaikum Ar-Rahmah. Peringatan Hari Besar Islam. MABIT. Manasik Haji. Munaqasyah Salat, dan Pesantren Kilat (Sanla. memiliki peran krusial dalam menanamkan nilai-nilai spiritual dan membentuk karakter Melalui kegiatan-kegiatan ini, siswa belajar tentang ajaran agama Islam mengembangkan kecintaan terhadap ibadah, memperkuat akhlak mulia, tanggung jawab. Interaksi sosial dalam menumbuhkan rasa persaudaraan dan kepedulian antar siswa (Kadir dkk. Kedua, academic competencies. luar dari pada pembelajaran di kelas, langsung maupun tidak langsung mendukung pengembangan akademik dan kompetensi siswa. English Day bertujuan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa melalui praktik langsung dan interaktif. Expo dapat menjadi wadah bagi siswa untuk kreativitas mereka dalam berbagai bidang, melatih kemampuan presentasi, dan kerja sama. Field Trip (Outin. dan Rihlah Perkelas . egiatan wisata edukatif tiap kela. memberikan pengalaman belajar di luar kelas yang memperluas wawasan siswa tentang dunia nyata dan mengaplikasikan pengetahuan yang telah dipelajari di Market Day melatih jiwa kewirausahaan, kemampuan berhitung, dan interaksi sosial dalam konteks ekonomi sederhana. Munaqasyah Salat juga menguji pemahaman siswa merupakan bagian dari kompetensi dasar keagamaan (Kadir dkk. , 2. Ketiga. Program-program seperti Leadership Camp. Outbond. Super Camp, dan bahkan Star of the Month (Pelajar terbaik setiap bula. secara khusus dirancang untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan karakter kepemimpinan siswa. Leadership Camp dan Super Camp memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan organisasi, kerjasama tim, pengambilan memimpin dalam berbagai situasi. Outbound mengatasi tantangan. Star of the Month memberikan pengakuan atas prestasi dan perilaku positif siswa, memotivasi mereka untuk menjadi teladan dan mengembangkan karakter yang baik. Parenting, kegiatan pembinaan peran melibatkan orang tua, secara tidak langsung mendukung pembentukan karakter kepemimpinan siswa melalui pentingnya nilai-nilai tersebut di Pentas Akhir Tahun (Pens. juga dapat menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan bakat dan kemampuan Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN 2548-9232. EISSN 2775-3573 Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 mereka di depan publik, melatih kepercayaan diri dan kemampuan berekspresi (Saputri dkk. , 2. Dukungan Orang Tua/Wali Murid Dukungan aktif dari orang tua siswa memegang peranan krusial dalam keberhasilan implementasi program 24 profil Leadership Curriculum di SDIT ArRahmah Makassar, baik secara moril Secara keterlibatan orang tua tercermin dalam memberikan motivasi, semangat, dan apresiasi kepada anak-anak mereka dalam setiap tahapan pembelajaran dan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang mendukung pengembangan profil Kehadiran partisipasi orang tua dalam acara sekolah seperti Parenting. Penamatan, atau bahkan saat mendukung anak dalam kegiatan Expo . jang pameran hasil karya dan proyek sisw. dan Market Day memberikan dorongan psikologis yang signifikan bagi siswa. Diskusi di rumah mengenai nilai-nilai spiritual, pentingnya belajar, dan karakter yang baik menjadi bentuk dukungan moril yang sangat berharga. Dari segi materiil, dukungan orang tua terlihat dalam penyediaan fasilitas dan sumber daya yang dibutuhkan anak untuk mengikuti programprogram sekolah dan ekstrakurikuler yang relevan dengan pengembangan 24 profil Leadership. Ini bisa berupa dukungan biaya untuk kegiatan Leadership Camp. Outbond, atau Field Trip, penyediaan perlengkapan untuk pameran di Expo, modal usaha kecil untuk Market Day, hingga memastikan anak memiliki waktu dan kesempatan yang cukup untuk berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan seperti MABIT atau Pesantren Kilat. Ketersediaan sumber daya ini memastikan bahwa siswa tidak terkendala dalam mengembangkan potensi diri dan menginternalisasi nilainilai kepemimpinan yang diajarkan di Sinergi antara dukungan moril menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang siswa secara kurikulum kepemimpinan. Faktor Penghambat Sarana prasarana Dua hal yang mendapat sorotan dalam penelitian ini yaitu Wi-Fi dan TV. SDIT Ar-Rahmah Makassar, kekuatan Wi-Fi masih sangat terbatas. Hanya ada 3 buah Wi-Fi untuk 1 gedung sekolah yang besar, sementara Gedung sekolah terdiri atas 3 lantai. Jaringan WiFi hanya mampu mencapai lantai 1 saja, bahkan hanya beberapa kelas saja yang mendapat Wi-Fi. Tak hanya itu, jumlah TV juga sangat terbatas. Dari 23 rombongan belajar . , hanya 6 TV yang tersedia untuk setiap Penambahan fasilitas Wi-Fi dan televisi di setiap kelas memiliki peran krusial dalam menunjang praktik guru Leadership Curriculum di SDIT ArRahmah Makassar. Ketersediaan Wi-Fi akan mempermudah guru mengakses Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN 2548-9232. EISSN 2775-3573 Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 sumber belajar digital yang kaya dan materi-materi inspiratif tentang tokoh-tokoh Islam dan kepemimpinan, serta memfasilitasi penggunaan platform pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam memahami nilai-nilai Sementara itu, televisi di kelas menjadi media visual yang efektif untuk menampilkan kisah-kisah teladan, video motivasi, dan materi pembelajaran menarik lainnya yang konsep-konsep menyampaikan materi pembelajaran secara lebih variatif dan menarik (Kadir , 2024. Saputri dkk. , 2. Administrasi Pembelajaran Beban administrasi pembelajaran, terutama dengan adanya kewajiban mengisi sembilan rapor di SDIT ArRahmah Makassar, secara signifikan mengimplementasikan program 24 Profil Leadership Curriculum. Waktu dan fokus guru tersita oleh tugas Akibatnya, implementasi kurikulum kepemimpinan yang membutuhkan perhatian dan kreativitas ekstra dari guru menjadi kurang optimal karena terbentur dengan tuntutan penyelesaian laporan-laporan administrasi yang Koordinasi Orang Tua/Wali Murid Kurangnya koordinasi antara guru dan orang tua/wali murid merupakan mengimplementasikan program 24 Profil Leadership Curriculum di SDIT ArRahmah Makassar. Seperti siswa lupa membawa baju olahraga karena informasi hanya disampaikan kepada mereka atau orang tua tidak membaca pesan di grup WA, serta adanya perbedaan keinginan orang tua terkait kegiatan sekolah seperti pemeriksaan kesehatan, jelas menunjukkan betapa pentingnya jalinan komunikasi yang Tanpa koordinasi yang baik, partisipasi dan dukungan orang tua terhadap program-program sekolah, nilai-nilai kepemimpinan, menjadi terbatas. Hal ini tentu menghambat guru dalam mencapai tujuan kurikulum secara menyeluruh karena sebagian siswa mungkin tidak dapat mengikuti kegiatan secara optimal atau bahkan tidak mendapatkan izin dari orang tua (Saputri dkk. , 2. KESIMPULAN Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa pemahaman Profil Leadership Curriculum di SDIT ArRahmah Makassar terbilang efektif karena berada pada kategori tinggi dan Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN 2548-9232. EISSN 2775-3573 Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Pertama, pemahaman guru berada pada kategori tinggi . ,6%) dan sedang . ,4%), praktik guru pada spiritual values berada pada kategori tinggi . %), praktik guru pada academic competencies berada pada kategori tinggi . ,1%) dan sedang . ,9%), praktik guru pada leadership characters berada pada kategori tinggi . ,1%) dan sedang . ,9%), serta competencies berada kategori tinggi . ,7%) dan sedang . ,3%). Kedua, didukung dan dihambat oleh beberapa Faktor pendukungnya ialah manajemen sekolah yang baik, aneka kegiatan/ekstrakurikuler, dukungan orang tua/wali murid. Adapun faktor penghambatnya ialah sarana prasarana yang masih kurang, beban administrasi pembelajaran, dan koordinasi yang kurang dengan orang tua/wali murid. Penulis kepada segenap guru di SDIT ArRahmah Makassar mengembangkan pemahaman dan Profil Leadership Curriculum, khususnya pada characters, dan leadership competencies. Adapun faktor yang menghambat dijadikan sebagai masukan untuk segera diperbaiki atau dipenuhi, jalannya program. DAFTAR PUSTAKA