Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan VOLUME 6 NOMOR 2. SEPTEMBER 2025 https://ejournal. id/index. php/jurnalalurwatulwutsqo/ ISSN: 2721-5504 PENGALAMAN DAN PREFERENSI PEMILIHAN PERGURUAN TINGGI BERBASIS MASLAHAH: STUDI PADA ALUMNI SANTRI PPI 153 AL-FIRDAUS DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Rifqi Fauzan Sholeh. Nashruddin Syarief IAI Persis Bandung Email : rifqifauzan121096@gmail. com, nashruddinsyarief20@gmail. Abstract This study examines the phenomenon of low interest among Islamic boarding school . alumni in choosing universities affiliated with their origin organizations, despite these institutions having adequate academic legitimacy. The research aims to reveal the academic preferences of PPI 153 Al-Firdaus alumni in selecting universities, identify factors influencing their choices, and assess the role of maslahah values . arriyyAt, uAjiyyAt, tausniyyA. in these academic decisions. The study employs a descriptive quantitative approach using survey methods on 32 alumni who have graduated and continued to higher education. Data were obtained through closed questionnaires based on Likert scales that have been tested for validity and reliability. Results show that 78. 12% of alumni chose public and private general universities, with only 3. 12% selecting Persis campuses. Decisions were dominated by pragmatic considerations such as accreditation, costs, and job prospects, despite maslahah values receiving high recognition with scores of hajiyyat . , dharuriyyat . , and tahsiniyyat . Findings reveal an implementation paradox in the form of structural discontinuity between value formation in pesantren and strategic implementation in academic Alumni experienced information asymmetry and limited academic guidance, thus relying more on horizontal networks rather than structural direction from pesantren. The research recommends developing maslahah-based academic guidance curricula, strengthening integrated information systems, and strategic repositioning of Islamic campuses to build a more competitive image. Keywords: academic preferences, pesantren, maslahah, santri alumni. Islamic campus, value discontinuity Abstrak Penelitian ini mengkaji fenomena rendahnya minat alumni santri pesantren dalam memilih perguruan tinggi dibawah organisasi asal mereka, meskipun lembaga tersebut memiliki legitimasi akademik yang memadai. Tujuan penelitian adalah mengungkap preferensi akademik alumni santri PPI 153 Al-Firdaus dalam memilih perguruan tinggi, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pilihan mereka, serta menilai peran nilai-nilai maslahah . arriyyAt, uAjiyyAt, tausniyyA. dalam keputusan akademik tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap 32 alumni yang telah lulus dan melanjutkan pendidikan tinggi. Data diperoleh melalui kuesioner tertutup berbasis skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 78,12% alumni memilih perguruan tinggi negeri dan swasta umum, dengan hanya 3,12% yang memilih kampus Persis. Keputusan didominasi oleh pertimbangan pragmatis seperti akreditasi, biaya, dan prospek kerja, meskipun nilainilai maslahah memperoleh pengakuan tinggi dengan skor hajiyyat . , dharuriyyat . , dan tahsiniyyat . Temuan mengungkapkan paradoks implementasi berupa diskontinuitas struktural antara pembinaan nilai di pesantren dengan implementasi strategis dalam keputusan akademik. Alumni mengalami asimetri informasi dan keterbatasan bimbingan akademik, sehingga lebih bergantung pada jejaring horizontal dibanding arahan struktural dari pesantren. Penelitian merekomendasikan pengembangan kurikulum bimbingan akademik berbasis maslahah, penguatan sistem informasi terpadu, dan strategic repositioning kampus-kampus Islam untuk membangun citra yang lebih kompetitif. Kata kunci: preferensi akademik, pesantren, maslahah, santri alumni, kampus Islam, diskontinuitas nilai PENDAHULUAN Pendidikan tinggi dalam konteks santri memiliki kompleksitas yang melampaui sekadar kelanjutan akademik, melainkan menjadi arena transformasi yang menghubungkan tradisi keilmuan Islam dengan tantangan modernitas. Sebagai produk dari sistem pendidikan pesantren yang menekankan pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai keislaman, santri dihadapkan pada pilihan strategis yang tidak hanya menentukan masa depan akademik, tetapi juga kontinuitas nilai dan identitas keagamaan mereka (Dhofier. Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 6 No. September 2025 Dalam kerangka maqAid al-syar'ah, pemilihan pendidikan tinggi idealnya mencerminkan upaya mewujudkan maslahah yang mengintegrasikan dimensi dharuriyyat . ebutuhan prime. , hajiyyat . ebutuhan sekunde. , dan tahsiniyyat . ebutuhan tersie. secara seimbang . l-Syatibi, 2. Fenomena yang menarik perhatian adalah rendahnya minat alumni santri pesantren dalam memilih perguruan tinggi yang ada di organisasi asal mereka, meskipun lembaga-lembaga tersebut telah mencapai standar akademik yang memadai. Data menunjukkan bahwa institusi pendidikan tinggi di bawah naungan organisasi Islam seperti Persatuan Islam telah meraih akreditasi institusi "Baik Sekali" dan berbagai penghargaan prestasi (Laporan Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertai. Wilayah II Jawa Barat, 2. Universitas Persatuan Islam (UNIPI) memiliki tujuh program studi jenjang sarjana dengan akreditasi minimal "Baik," sementara Institut Agama Islam Persis Bandung telah memperoleh akreditasi institusi "Baik Sekali" dari BAN-PT. Namun demikian, data alumni PPI 153 Al-Firdaus menunjukkan bahwa mayoritas memilih melanjutkan ke perguruan tinggi umum dibanding kampus dibawah Persatuan Islam. Kesenjangan antara kualitas objektif institusi dan preferensi subjektif alumni mencerminkan kompleksitas faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan akademik. Penelitian (Maulana, 2. pada pesantren salafiyah di Jawa Barat menemukan bahwa 72% santri lebih memilih perguruan tinggi negeri karena persepsi terhadap prospek kerja dan prestise sosial yang lebih tinggi. Temuan serupa dikemukakan (Sari & Hidayat, 2. yang mengidentifikasi bahwa faktor pragmatis seperti akreditasi, biaya, dan fasilitas fisik menjadi determinan utama dalam pemilihan perguruan tinggi, sementara aspek nilai dan ideologi organisasi memiliki pengaruh yang relatif lemah. (Sitanggang et al. , 2. menegaskan bahwa reputasi institusi dan jaminan prospek kerja menjadi pertimbangan dominan mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi, mengindikasikan kuatnya logika rasional-instrumental dalam proses pengambilan keputusan. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan fundamental tentang efektivitas transmisi nilai dalam sistem pendidikan pesantren dan relevansi kerangka maslahah sebagai panduan pengambilan keputusan praktis. Penelitian (Magfiroh et al. , 2. menunjukkan bahwa meskipun konsumen Muslim mengakui pentingnya prinsip maslahah secara normatif, implementasinya dalam keputusan konsumsi sehari-hari masih menghadapi berbagai kendala struktural dan informatif. (Rohim F. , 2. mengungkapkan bahwa loyalitas ideologis dalam organisasi keagamaan mengalami penurunan ketika berhadapan dengan pilihan yang menawarkan keuntungan material atau sosial yang lebih besar. Hal ini mengindikasikan adanya diskontinuitas antara pembinaan nilai teoretis dengan implementasi praktis dalam kehidupan alumni. Dari perspektif teoritis, fenomena ini dapat dijelaskan melalui kerangka teori pilihan rasional yang dikembangkan (Samuelson, 1. , namun pendekatan ini memiliki keterbatasan dalam menjelaskan perilaku individu yang dibentuk oleh sistem nilai religius. Pendekatan maslahah yang dikembangkan al-Syatibi dan dikontekstualisasikan oleh (Tohari et al. , 2. menawarkan kerangka alternatif yang lebih komprehensif untuk memahami preferensi Muslim dalam pengambilan keputusan strategis. Konsep maslahah tidak hanya mempertimbangkan utilitas material tetapi juga dimensi spiritual, moral, dan sosial yang menjadi karakteristik unik komunitas Muslim. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi konsep maslahah sebagai kerangka analisis preferensi pendidikan tinggi, yang sejauh ini belum banyak dieksplorasi dalam literatur akademik. Penelitian-penelitian sebelumnya umumnya menggunakan pendekatan utilitarian konvensional yang menekankan aspek ekonomi dan pragmatis, sementara dimensi nilai dan spiritual jarang dipertimbangkan sebagai variabel analitis yang Penelitian ini juga mengisi kekosongan empiris dengan mengkaji kasus spesifik alumni santri dari organisasi Islam terstruktur, yang memungkinkan analisis mendalam tentang hubungan antara pembinaan nilai dan implementasi praktis dalam konteks pendidikan tinggi modern. Selain itu, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model evaluasi perguruan tinggi berbasis maslahah yang dapat menjadi alternatif bagi pendekatan konvensional yang cenderung mengabaikan dimensi Model ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi santri dalam mengambil keputusan akademik yang tidak hanya mengoptimalkan keuntungan material tetapi juga menjaga kontinuitas spiritual dan Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memiliki signifikansi akademis tetapi juga praktis dalam pengembangan sistem pendidikan Islam yang lebih terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan generasi METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Populasi berjumlah 102 alumni PPI 153 Al-Firdaus dari dua angkatan terakhir. Sampel sebanyak 32 responden dipilih secara purposive sampling dengan kriteria alumni yang telah lulus dan sedang kuliah, mencari kampus, atau tidak melanjutkan studi. Rifqi Fauzan Sholeh. Roni Nugraha. Nashruddin Syarief Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 6 No. September 2025 Data dikumpulkan melalui kuesioner online berbasis skala Likert 1-5 yang terbagi dalam lima bagian: data demografis, proses pemilihan kampus, preferensi berbasis maslahah . haruriyyat, hajiyyat, tahsiniyya. , refleksi pilihan, dan pertimbangan masa depan. Instrumen dinyatakan valid berdasarkan uji-t . hitung > t tabe. dan reliabel dengan nilai Cronbach's Alpha semua dimensi maslahah > 0,6. Analisis data menggunakan statistik deskriptif . rekuensi, persentase, rata-rat. dan tabulasi silang dengan bantuan Microsoft Excel dan SPSS. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Karakteristik Responden Dari 32 responden yang berpartisipasi dalam penelitian, 65,6% . berjenis kelamin laki-laki dan 34,4% . Distribusi usia menunjukkan 56,3% responden berusia 20-22 tahun, 28,1% berusia 23-25 tahun, dan 15,6% berusia di bawah 20 tahun. Sebanyak 65,6% responden berasal dari keluarga Persatuan Islam, sementara 34,4% tidak memiliki afiliasi organisasi. Pola Pemilihan Perguruan Tinggi Data distribusi jenis perguruan tinggi yang dipilih alumni menunjukkan pola yang signifikan sebagaimana disajikan dalam Tabel 1. Tabel 1. Distribusi Alumni Berdasarkan Jenis Perguruan Tinggi yang Dipilih Jenis Perguruan Tinggi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS/Persi. Total Jumlah Responden Persentase (%) 53,12 25,00 18,75 3,12 100,00 Data menunjukkan dominasi perguruan tinggi umum (PTN dan PTS) dengan total 78,12%, sementara perguruan tinggi dibawah Persatuan Islam hanya dipilih oleh 3,12% alumni. Faktor-faktor Penentu Preferensi Analisis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan perguruan tinggi menghasilkan hierarki prioritas sebagaimana ditunjukkan dalam Tabel 2. Tabel 2. Rata-rata Skor Faktor Penentu Pemilihan Perguruan Tinggi Faktor Reputasi akademik perguruan tinggi Prospek kerja lulusan Akreditasi program studi/institusi Biaya kuliah Jarak/aksesibilitas lokasi Rata-rata Skor 4,03 3,95 3,72 3,68 3,45 Standar Deviasi 0,97 0,88 0,92 1,15 1,02 Faktor pragmatis mendominasi pertimbangan alumni, dengan reputasi akademik dan prospek kerja menempati posisi tertinggi. Sumber Informasi Perguruan Tinggi Pola akses informasi alumni menunjukkan pergeseran dari sumber tradisional ke digital sebagaimana terlihat dalam Tabel 3. Tabel 3. Rata-rata Skor Sumber Informasi Perguruan Tinggi Sumber Informasi Internet . ebsite, media sosia. Teman sebaya/senior Keluarga Guru/ustaz di pesantren Rifqi Fauzan Sholeh. Roni Nugraha. Nashruddin Syarief Rata-rata Skor 4,34 3,91 3,78 3,56 Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 6 No. September 2025 Media digital menjadi sumber informasi utama, sementara bimbingan dari pesantren menempati posisi Pengukuran Dimensi Maslahah Analisis terhadap tiga dimensi maslahah dalam preferensi alumni menghasilkan temuan sebagaimana disajikan dalam Tabel 4. Tabel 4. Rata-rata Skor Dimensi Maslahah dalam Preferensi Akademik Alumni Dimensi Maslahah Hajiyyat (Kebutuhan Sekunde. Dharuriyyat (Kebutuhan Prime. Tahsiniyyat (Kebutuhan Tersie. Rata-rata Skor 4,45 4,43 4,26 Standar Deviasi 0,62 0,58 0,71 Cronbach's Alpha 0,673 0,759 0,848 Seluruh dimensi maslahah memperoleh skor tinggi (>. , namun terdapat paradoks implementasi dimana pengakuan normatif tidak tercermin dalam keputusan praktis. Hubungan Status Keluarga dengan Pilihan Perguruan Tinggi Analisis crosstab antara status afiliasi keluarga dengan jenis perguruan tinggi yang dipilih menunjukkan temuan menarik sebagaimana disajikan dalam Tabel 5. Tabel 5. Hubungan Status Orang Tua dengan Jenis Perguruan Tinggi yang Dipilih Status Orang Tua Anggota/simpatisan Persis Bukan anggota/simpatisan PTN (%) PTS (%) PTKIN (%) PTKIS/Persis (%) Meskipun 65,6% responden berasal dari keluarga Persis, transmisi preferensi organisasional masih sangat lemah. Kebutuhan Informasi dan Bimbingan Data mengenai kebutuhan alumni terhadap informasi dan bimbingan menunjukkan adanya gap yang signifikan sebagaimana terlihat dalam Tabel 6. Tabel 6. Kebutuhan Informasi dan Bimbingan Alumni Pernyataan Berharap mendapat informasi lebih tentang perguruan tinggi Persis Merasa perlu bimbingan lebih dalam menentukan pilihan Rata-rata Skor 3,41 3,33 Standar Deviasi 0,97 1,00 Skor di atas netral menunjukkan alumni mengakui kebutuhan akan informasi dan bimbingan yang lebih Pembahasan Diskontinuitas Struktural dalam Transmisi Nilai Temuan utama penelitian mengungkapkan adanya diskontinuitas struktural antara pembinaan nilai di pesantren dengan implementasi strategis dalam keputusan akademik alumni. Fenomena ini sejalan dengan temuan (Bourdieu Jean-Claude, 1. tentang reproduksi budaya, dimana transmisi nilai tidak bersifat otomatis tetapi memerlukan kondisi sosial yang mendukung. Alumni santri menghadapi dilema antara loyalitas terhadap nilai-nilai pesantren dan aspirasi mobilitas sosial yang dipersepsikan lebih terbuka melalui perguruan tinggi umum. 25,00% 53,12% PTN PTS Gambar 1. Dominasi Pilihan Alumnsi Rifqi Fauzan Sholeh. Roni Nugraha. Nashruddin Syarief Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 6 No. September 2025 Dominasi PTN . ,12%) dan PTS . ,00%) dalam pilihan alumni mencerminkan penerapan logika rasional-instrumental sebagaimana dijelaskan dalam teori pilihan rasional (Samuelson, 1. Namun, temuan ini juga mengkonfirmasi kritik (Engelmann, 2. terhadap "rational fools" dalam teori ekonomi konvensional, dimana individu yang dibentuk oleh sistem nilai religius tidak sepenuhnya bertindak sebagai homo economicus yang memaksimalkan utilitas individual. Paradoks Implementasi Maslahah Meskipun alumni memberikan skor tinggi pada seluruh dimensi maslahah . ajiyyat: 4,45. 4,43. tahsiniyyat: 4,. , terdapat paradoks implementasi dimana pengakuan normatif tidak diterjemahkan dalam keputusan praktis. Temuan ini memperkuat penelitian (Magfiroh et al. , 2. yang menunjukkan bahwa konsumen Muslim mengalami kesenjangan antara ideal normatif dan realitas pilihan dalam kehidupan seharihari. 4,45 4,43 4,26 Hajiyyat Dharuriyyat Tahsiniyyat Gambar 2. Skor Dimensi Maslahah Posisi hajiyyat sebagai dimensi dengan skor tertinggi dapat diinterpretasikan melalui perspektif (Tohari et al. , 2. tentang maqAid kontekstual, dimana dalam masyarakat modern, pemenuhan kebutuhan sekunder menjadi prasyarat untuk aktualisasi kebutuhan primer. Alumni memahami bahwa kelancaran operasional studi . asilitas, beasiswa, akse. merupakan fondasi untuk dapat mengaktualisasi nilai-nilai fundamental dalam jangka panjang. Asimetri Informasi dan Defisit Komunikasi Strategis Temuan bahwa internet . menjadi sumber informasi utama sementara guru/ustaz pesantren . menempati posisi terendah mengkonfirmasi teori difusi inovasi (Garcia-Aviles, 2. tentang dominasi jejaring horizontal dalam penyebaran informasi. Fenomena ini juga mendukung teori "The Market for Lemons" (Martins, 2. tentang dampak asimetri informasi terhadap pengambilan keputusan konsumen. 3,56 Guru/Ustadz Internet 4,34 Gambar 3. Skor Asimetri Informasi Rifqi Fauzan Sholeh. Roni Nugraha. Nashruddin Syarief Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 6 No. September 2025 Kampus-kampus Persis mengalami defisit dalam komunikasi strategis, dimana keunggulan substansial tidak diterjemahkan menjadi narasi publik yang kompetitif. Hal ini sejalan dengan temuan (Rachman, 2. tentang kelemahan strategi branding perguruan tinggi keagamaan Islam yang gagal membangun citra kompetitif dibandingkan institusi mainstream. Lemahnya Transmisi Preferensi Organisasional Data menunjukkan bahwa meskipun 65,6% responden berasal dari keluarga Persis, hanya 5% alumni dari keluarga tersebut yang memilih kampus Persis. Temuan ini mengkonfirmasi penelitian (Rohim F. , 2. tentang melemahnya loyalitas struktural ketika berhadapan dengan alternatif yang menawarkan keuntungan material atau sosial yang lebih besar. Keluarga Anggota Persis 60,6% Memilih Kampus Persis Tidak Memilih Kampus Persis Gambar 4. Skor Transmisi Preferensi Organisasional Fenomena ini dapat dijelaskan melalui teori habitus (Bourdieu Jean-Claude, 1. , dimana disposisi yang terbentuk melalui sosialisasi keluarga tidak secara otomatis menentukan pilihan strategis, terutama ketika berhadapan dengan struktur peluang yang berbeda. Alumni mengalami negosiasi internal antara identitas organisasional yang diwariskan dengan aspirasi individual dalam konteks modernitas. Implikasi terhadap Pengembangan Teori Preferensi Muslim Temuan penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori preferensi dalam konteks Muslim dengan menunjukkan keterbatasan teori pilihan rasional konvensional dalam menjelaskan perilaku komunitas yang dibentuk oleh sistem nilai religius. Penelitian ini memperkuat argumen . in Osman, 2. tentang perlunya integrasi kerangka nilai Islam dalam analisis perilaku konsumen Muslim, sambil mengungkapkan kompleksitas implementasi nilai-nilai tersebut dalam konteks modern. Konsep maslahah terbukti berfungsi sebagai background morality yang dihormati secara konseptual, namun dalam praktiknya beroperasi sebagai justifikasi etis sekunder daripada determinan operasional. Hal ini sejalan dengan perspektif (Raza, 2. tentang moral pluralism dalam masyarakat modern, dimana individu hidup dalam konteks dengan berbagai "kerangka kebaikan" yang saling bersaing. PENUTUP Penelitian ini mengungkapkan fenomena diskontinuitas struktural dalam transmisi nilai dari pesantren ke keputusan akademik alumni santri PPI 153 Al-Firdaus. Sebagian besar alumni . ,12%) memilih perguruan tinggi umum dibanding kampus Persatuan Islam . ,12%), meskipun telah menjalani pembinaan nilai selama bertahun-tahun di pesantren. Temuan ini menunjukkan bahwa logika rasional-instrumental yang menekankan reputasi akademik . , prospek kerja . , dan akreditasi . mendominasi pertimbangan alumni dalam mengambil keputusan strategis. Paradoks implementasi maslahah menjadi temuan signifikan dimana alumni memberikan pengakuan tinggi terhadap seluruh dimensi maslahah hajiyyat . , dharuriyyat . , dan tahsiniyyat . namun Rifqi Fauzan Sholeh. Roni Nugraha. Nashruddin Syarief Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 6 No. September 2025 pengakuan normatif tersebut tidak diterjemahkan secara konsisten dalam pilihan praktis. Konsep maslahah berfungsi sebagai kerangka moral yang dihormati secara konseptual, tetapi beroperasi sebagai justifikasi etis sekunder daripada determinan operasional dalam pengambilan keputusan akademik. Asimetri informasi dan lemahnya komunikasi strategis menjadi faktor krusial yang mempengaruhi pola preferensi alumni. Dominasi media digital . sebagai sumber informasi utama, sementara bimbingan dari pesantren . menempati posisi terendah, mengindikasikan kegagalan sistem pendidikan pesantren dalam mengintegrasikan orientasi akademik pasca-pesantren. Kampus-kampus Persis mengalami defisit dalam strategic positioning dan emotional branding, sehingga gagal membangun daya tarik kompetitif meskipun memiliki kualitas akademik yang memadai. Transmisi preferensi organisasional antar generasi juga menunjukkan kelemahan struktural, dimana meskipun 65,6% alumni berasal dari keluarga Persis, loyalitas tersebut tidak tercermin dalam pilihan pendidikan tinggi. Fenomena ini mengkonfirmasi bahwa dalam konteks modernitas, reproduksi nilai memerlukan kondisi sosial yang mendukung dan tidak dapat bergantung semata-mata pada sosialisasi keluarga atau pesantren. Saran Berdasarkan temuan penelitian, diperlukan transformasi mendasar dalam ekosistem pendidikan Islam untuk menjembatani kesenjangan antara pembinaan nilai dan implementasi praktis. Pesantren perlu mengembangkan kurikulum bimbingan akademik berbasis maslahah yang mengoperasionalkan konsep dharuriyyat, hajiyyat, dan tahsiniyyat sebagai kriteria evaluasi perguruan tinggi. Program ini harus dilaksanakan secara sistematis pada semester akhir dengan melibatkan alumni sukses dari berbagai jalur pendidikan sebagai mentor dan role model konkret. Pengembangan sistem informasi terpadu dan platform digital interaktif menjadi kebutuhan mendesak untuk mengatasi asimetri informasi yang dialami alumni. Pesantren perlu membangun portal komprehensif yang memuat profil kampus-kampus Islam, data akreditasi, program beasiswa, dan testimoni alumni, dilengkapi dengan webinar berkala dan konsultasi online dengan academic counselor. Optimalisasi peran alumni sebagai academic ambassador melalui program mentoring terstruktur akan memperkuat transmisi nilai lintas generasi. Kampus-kampus Persis memerlukan strategic repositioning dari "kampus organisasi" menjadi "kampus Islam unggul dengan kekhasan nilai" melalui pengembangan program unggulan yang menjadi pembeda kompetitif, kemitraan strategis dengan industri untuk menjamin employability lulusan, dan implementasi integrated marketing communication yang agresif. Alumni engagement program yang sistematis perlu dikembangkan untuk membangun brand loyalty dan menciptakan testimonial kredibel tentang kualitas Implementasi maqAid-based service excellence dalam seluruh sistem layanan kampus akan memperkuat positioning sebagai institusi yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga konsisten dengan nilai-nilai Islam. Hal ini mencakup sistem beasiswa yang mendukung hifz al-mAl, lingkungan kampus yang menjamin hifz al-nafs, kurikulum yang mengintegrasikan hifz al-dn dan hifz al-'aql, serta program kemahasiswaan yang mendukung hifz al-nasl. Prospek Pengembangan Penelitian Penelitian ini membuka peluang pengembangan studi lanjutan yang lebih komprehensif. Studi longitudinal terhadap alumni yang memilih kampus non-Persis diperlukan untuk menganalisis konsistensi nilai dalam jangka panjang dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran ideologis. Penelitian komparatif antar-organisasi Islam (NU. Muhammadiyah. Persi. akan memberikan gambaran yang lebih luas tentang pola transmisi nilai dalam konteks pendidikan tinggi. Pengembangan mixed methods study yang mengintegrasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang nuansa dan konteks di balik preferensi alumni. Indepth interview dengan stakeholders dan etnografi institusional dapat mengungkap dinamika kultur organisasi yang tidak tertangkap dalam survei kuantitatif. Framework Evaluasi Perguruan Tinggi Berbasis Maslahah (EPTBM) yang dikembangkan dalam penelitian ini memiliki potensi untuk diaplikasikan secara luas sebagai alternatif model evaluasi yang mengintegrasikan dimensi nilai dalam penilaian institusi pendidikan. Model ini dapat dikembangkan menjadi instrumen praktis yang membantu calon mahasiswa Muslim dalam mengambil keputusan akademik yang tidak hanya mengoptimalkan keuntungan material tetapi juga menjaga kontinuitas spiritual dan moral. Penelitian aplikatif tentang efektivitas implementasi saran-saran yang diajukan perlu dilakukan untuk mengukur dampak program bimbingan berbasis maslahah dan strategi repositioning kampus terhadap Rifqi Fauzan Sholeh. Roni Nugraha. Nashruddin Syarief Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 6 No. September 2025 peningkatan minat santri. Evaluation research semacam ini akan memberikan bukti empiris tentang validitas model yang dikembangkan dan memberikan feedback untuk penyempurnaan lebih lanjut. DAFTAR PUSTAKA