AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 17-23 Pendampingan Program Wirausaha Baru di Kelurahan Rangkapan Jaya Kota Depok Guna Menumbuhkan Kemandirian Berusaha Fachmi Ibrahim1*. Laela Purnamasari2 1Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik. Program Studi Ilmu Komunikasi. Universitas Al Azhar Indonesia. Jakarta. Indonesia 2Fakultas Pendidikan Islam dan Syariah. Program Studi Tarbiyah dan Hukum Ekonomi Syariah. STAI Al Qudwah. Depok. Indonesia Email: 1*fachmi. ibrahim@uai. id, 2lailamanajemen@gmail. Abstrak-Pemerintah Kota Depok yang dipimpin Walikota Mohammad Idris dan Wakil Walikota Imam Budi Hartono memiliki program untuk menciptakan wirausaha baru sebanyak 5000 pelaku usaha dan 1000 Perempuan Pengusaha. Program ini sebagai wujud memenuhi janji kampanye dikala keduanya maju sebagai calon walikota dan wakil walikota Depok 2021-2026 guna memfasilitasi warga Depok dalam berwirausaha. Dengan jumlah 2100 peserta dari 11 kecamatan dan 63 kelurahan, permasalahan yang sering dihadapi peserta adalah tidak adanya akses modal, pemasaran, dan tidak tahu mau usaha apa. Tujuan dari pengabdian masyarakat melalui pendampingan peserta wirausaha baru adalah agar para pelaku usaha kelak dapat mandiri dalam menjalankan usahanya. Metode yang digunakan adalah pendampingan secara langsung kepada para peserta, baik melalui pertemuan rutin mingguan, pelatihan, visit dan konsultasi online melalui whatsapp grup. Lokasi yang didampingi adalah pelaku usaha wirausaha baru dan perempuan pengusaha yang berdomisili di Kelurahan Rangkapan Jaya. Kecamatan Pancoran Mas. Kota Depok. Program ini menghasilkan kemandirian para peserta dalam menjalani usahanya dan menjadi penggerak perekonomian bagi keluarga. Kata Kunci: Pendamping Wirausaha Baru. Perempuan Pengusaha. Kemandirian. Penggerak Perekonomian Abstract-The Depok City Government led by Mayor Mohammad Idris and Deputy Mayor Imam Budi Hartono has a program to create new entrepreneurs as many as 5000 business actors and 1000 Women Entrepreneurs. This program is a form of fulfilling campaign promises when both of them are running as candidates for mayor and deputy mayor of Depok 2021-2026 to facilitate Depok residents in entrepreneurship. With a total of 2100 participants from 11 sub-districts and 63 urban villages, the problems that are often faced by participants are the absence of access to capital, marketing, and not knowing what business they want. The purpose of community service through the assistance of new entrepreneurial participants is so that business actors can be independent in running their businesses in the future. The method used is direct assistance to the participants, either through regular weekly meetings, training, visits and consultations through whatsapp group. The locations accompanied are new entrepreneurial business actors and women entrepreneurs who are domiciled in Rangkapan Jaya Village. Pancoran Mas Subdistrict. Depok City. This program generates the independence of the participants in running their business and becomes an economic driver for the family. Keywords: New Entrepreneur Companion. Women Entrepreneur. Independence. Economic Driver PENDAHULUAN Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) memiliki program kewirausahaan yang bernama Wirausaha Baru 2022 (WUB 2. Program ini berdasarkan Surat Keputusan Walikota Depok Nomor 518/417/Kpts/DKUM/Huk/2022 tentang Pendamping Tingkat Kecamatan dan Kelurahan pada Program Wirausaha Baru, mengangkat lebih dari 70 pendamping pada tingkat kecamatan dan kelurahan yang dimulai 15 Agustus 2022 hingga Januari Tujuan pendampingan ini sebagaimana dikemukakan Wakil Walikota Depok adalah untuk meningkatkan perekonomian warga dan menciptakan banyak pengusaha baru. Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum yang hadir pada saat peluncuran mengemukakan, keberhasilan program ini dapat meratakan dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat pada umumnya dan Depok pada khususnya. Target pemenuhan 5000 wirausaha baru dan 1000 perempuan pengusaha diwujudkan secara bertahap selama 3 tahun. Untuk tahun 2022 peserta yang mengikuti pelatihan WUB sebanyak 2. 100 orang. Facmi Ibrahim | https://journal. id/index. php/amma | Page 17 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 17-23 Salah satu kelurahan yang didampingi adalah Rangkapan Jaya yang berada di Kecamatan Pancoran Mas dengan luas wilayah 463,30 Ha, terdiri dari 19 RW dan 107 RT dengan jumlah penduduk hampir 50. 000 jiwa . ttps://kampungkb. id/kampung/1103/). Gambar 1. Peta wilayah Kelurahan Rangkapan Jaya. Depok Peserta pendampingan terdiri dari 38 orang . lelaki dan 32 perempua. , meliputi 30 orang wirausaha baru dan 8 Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA). Usaha yang dijalani para peserta lebih didominasi kuliner sebesar 91%, sementara usaha lainnya seperti furniture, konsultan, handycraft, masing-masing sebesar 3%. Tabel 1. Status Peserta Pendampingan UMKM WUB PEKKA TOTAL JENIS KELAMIN JUMLAH PERSENTASE Tabel 2. Jenis Usaha Peserta Pendampingan UMKM JENIS USAHA KULINER JUMLAH PERSENTASE FURNITURE KONSULTAN HANDYCRAFT TOTAL Puluhan peserta tidak semuanya aktif berpartisipasi secara bersamaan, mengingat ada saat tertentu dimana mereka harus memenuhi permintaan pesanan sehingga tidak bisa hadir dalam Beragam latar belakang peserta yang mengikuti program ini diantaranya karena terimbas dampak pandemi, sehingga butuh bangkit dari keterpurukan. Ada juga yang karena ditinggal suami sehingga harus menafkahi diri dan keluarganya. Tidak terkecuali yang memang belum punya usaha, berharap dengan mengikuti program ini akan tercerahkan mendapatkan ide dan peluang bisnis. METODE PELAKSANAAN 1 Waktu Pelaksanaan Kegiatan Aktifitas pendampingan dilakukan secara rutin setiap hari Sabtu pukul 09. 00 di pendopo Kantor Kelurahan Rangkapan Jaya, beberapa tempat usaha peserta, dan Klinik Bisnis Kantor Kecamatan Pancoran Mas mulai 22 September 2022 hingga Januari 2023. Facmi Ibrahim | https://journal. id/index. php/amma | Page 18 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 17-23 Metode Pelaksanaan Kegiatan Metode Teori & Praktek Metode ini memberi gambaran kepada para peserta latar belakang perlunya teori sebelum mempraktekkan sesuatu. Sebagai contoh dalam pengemasan produk dan label, peserta diajak memahami produknya masing-masing dan apa saja yang harus tertera dalam produk Alasan yang melatarbelakangi warna dan penempatan logo beserta bahan kemasannya menjadi salah satu topik teori yang menarik dipelajari. Kemudian pada prakteknya, peserta diberi keleluasaan membuat logo dan desain kemasan menggunakan aplikasi Canva yang ada di Play Store yang kemudian diberi masukan oleh pendamping. Metode Diskusi Pengalaman masing-masing peserta dalam merintis usaha menjadi sesi diskusi yang bisa dipetik Jenis usaha yang beragam meski dalam satu rumpun kuliner menjadi bahan diskusi yang panjang, mengingat pasar dan jaringan pemasaran masing-masing peserta berbeda. Ditambah diskusi terkait Model Business Canvas yang terdiri dari 9 elemen utama untuk memahami lebih jauh tentang produknya menjadi bahasan yang bermanfaat karena peserta saling memberi masukan dan saran untuk pengembangan strategi model bisnisnya (Jin, 2. (Subardjo, 2. Metode Coaching Clinic Potensi setiap peserta dalam berbisnis sangat besar, namun perlu metode bertanya dan menggali lebih jauh tentang apa yang menjadi dasar keinginan pemilik bisnis. Disinilah peran pendamping sebagai coach dalam membuka mindset dan mental block para peserta. Agar peserta memiliki waktu yang lebih privat bersama pendamping dalam berkonsultasi, disediakan waktu dan tempat khusus yang dinamakan Klinik Bisnis di Kantor Kecamatan Pancoran Mas untuk keperluan Gambar 2. Metode Coaching Clinic Pendamping Bersama Peserta HASIL DAN PEMBAHASAN Program Wirausaha Baru 2022 yang dicanangkan Pemerintah Kota Depok di bawah tanggung jawab Dinas Koperasi dan Usaha Mikro mendapat sambutan yang positif dari masyarakat, terbukti 2100 peserta mendaftar pada batch pertama tahun 2022 dan diharapkan hingga program berakhir akan mencapai 6000 lebih peserta, baik dari wirausaha baru maupun perempuan pengusaha. Program ini dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum pada pertengahan Agustus 2022 untuk tingkat Kota Depok, sementara untuk tingkat Kecamatan dibuka oleh Camat Pancoran Mas Syaiful Hidayat di bulan September 2022. Facmi Ibrahim | https://journal. id/index. php/amma | Page 19 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 17-23 Pada saat pembukaan di Kecamatan Pancoran Mas, perwakilan peserta hadir dari setiap Kelurahan dengan membawa hasil produknya masing-masing yang dijadikan sebagai goody-bag untuk para pejabat yang hadir dari Pemerintah Kota. Kecamatan, dan Kelurahan. Sebelum diserahkan, produknya didokumentasikan dalam bentuk foto produk hingga nampak lebih menarik untuk dijual. Produk yang dibawa adalah sebelum dilakukan pendampingan, jadi bisa dibayangkan hasilnya tentu akan jauh lebih baik lagi setelah pendampingan. Gambar 3. Pembukaan Program Wirausaha Baru Tingkat Kecamatan Pancoran Mas Pendamping di Kecamatan Pancoran Mas terdiri dari 6 orang yang masing-masing mewakili kelurahannya, ditambah dengan 1 orang pendamping kecamatan dan 1 orang pendamping kota, dibantu oleh 1 orang yang mengurus administrasi. Masing-masing kelurahan mendampingi 28 orang peserta wirausaha baru dan memperbantukan pendampingan terhadap sekitar 10 perempuan pengusaha yang berperan sebagai Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA). Gambar 4. Para Pendamping UMKM Wirausaha Baru dan Pekka 2022 Kecamatan Pancoran Mas. Depok Khusus di Kelurahan Rangkapan Jaya, pendamping mendampingi 38 orang peserta dari berbagai jenis usaha, walau mayoritas adalah pengusaha kuliner mulai dari gorengan, nasi uduk, nasi rempah, kue kering-basah, cake-roti, hingga sambal dan cemilan lainnya. Selain kuliner terdapat 3 peserta yang usahanya furniture, handycraft, dan sebagai konsultan. Diawal pertemuan, peserta berharap dapat mengembangkan bisnisnya dengan mengikuti program ini karena kelemahan mereka adalah dari aspek permodalan dan pemasaran. Tuntunan pertama yang diberikan pendamping adalah terkait perijinan. Peserta diwajibkan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang bisa didaftarkan secara gratis online pada website oss. id sehingga Facmi Ibrahim | https://journal. id/index. php/amma | Page 20 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 17-23 diri dan usahanya terdaftar secara resmi sebagai pelaku usaha. Selanjutnya legalitas dan pendaftaran nama dan logo usahanya untuk dipatenkan selain pengurusan ijin lainnya seperti sertifikasi halal dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Berbagai pelatihan yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro sebagai tambahan ilmu bagi para peserta diikuti secara bergantian sesuai dengan minat dengan modal yang minim bahkan tanpa modal tapi hasil menguntungkan (Riyanto, 2. Di pertemuan selanjutnya masing-masing bisa berbagi ilmu kepada peserta yang tidak ikut pelatihan. Diantara pelatihan yang diikuti yakni Manajemen Bisnis. Digital Marketing. Pelatihan Kemasan Produk. Pelatihan Keuangan dan lain sebagainya. Gambar 5. Tahapan Legalitas Usaha Perorangan Pelaku Usaha Pelatihan dilakukan baik secara offline maupun online lewat zoom mengingat keterbatasan tempat di lokasi pelatihan sementara jumlah peserta banyak. Rata-rata pelatihan berlangsung dalam 2-3 hari sehingga daya tahan fisik diperlukan. Selain dari itu peserta yang hadir di lokasi pelatihan pada saat pertemuan rutin mingguan harus berbagi ilmunya untuk diketahui peserta lainnya yang hanya berkesempatan ikut lewat zoom. Pertemuan setiap hari Sabtu bagi peserta pendampingan Kelurahan Rangkapan Jaya lebih menekankan pada aspek kolaborasi dan inovasi. Diharapkan terbangun jaringan baru sehingga perluasan bisnis bisa terjadi. Hal ini terbukti di saat menghadirkan pembicara tamu yang juga pemilik usaha roti, di hari itu terjadi transaksi pesanan yang luar biasa. Narasumber tertarik dengan produk kuliner yang dibawa peserta dan menjadikannya sebagai mitra usaha. Gambar 6. Diskusi Peserta Wirausaha Baru dan Pekka 2022 Kelurahan Rangkapan Jaya. Depok Facmi Ibrahim | https://journal. id/index. php/amma | Page 21 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 17-23 Selain pelatihan, diskusi, dan coaching, pendamping juga berkesempatan untuk mengadakan visit ke beberapa usaha peserta untuk memastikan bahwa apa yang sudah dipelajari dapat diterapkan pada tempat usahanya. Gambar 7. Kunjungan ke Tempat Usaha Peserta Setelah mendapatkan pelatihan dan pendalaman materi, saatnya perlu dipraktekkan di Momen yang tepat adalah dengan mengikuti bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Di Alun-Alun Depok. DKUM memfasilitasi peserta dari berbagai kelurahan untuk berpartisipasi menjajakan dagangannya. Antusias peserta terlihat dari keceriaan dan larisnya dagangan berupa cemilan ringan. Gambar 8. Keikutsertaan pada Bazar UMKM di Alun-Alun Depok Puncaknya adalah pada perpisahan sekaligus penutupan pendampingan peserta Wirausaha Baru dan Pekka di Kelurahan Rangkapan Jaya akhir Desember 2022, yang dihadiri Lurah beserta Semua peserta menghadirkan produk yang dikemas dalam bentuk yang jauh lebih baik dibanding ketika awal mereka ikut program ini. Bahkan ada yang dikemas dalam bentuk parsel yang merupakan kolaborasi dari beberapa usaha peserta. Gambar 9. Bersama Pak Lurah Rangkapan Jaya dan Hasil Produk Peserta Facmi Ibrahim | https://journal. id/index. php/amma | Page 22 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 17-23 Apresiasi dari Pak Lurah dan jajarannya atas kegigihan para peserta selama mengikuti pendampingan, bukan hanya dari segi rasa makanan yang enak tetapi kemasan yang dibuat secara higienis dengan profesional. Acara diakhiri dengan pengumuman peserta terbaik selama mengikuti pelatihan dengan mendapat sertifikat dan hadiah berupa akses penggunaan Canva Profesional KESIMPULAN Hasil dari pembahasan berkesimpulan bahwa . Peserta yang semula tidak percaya diri terhadap usahanya semakin yakin bisa berkembang lebih baik setelah mendapat pendampingan. Bisa lebih mandiri dalam menjalankan usahanya walau tidak didampingi oleh mentor. Kelengkapan legalitas usaha akan mempermudah akses terhadap permodalan dan peningkatan kepercayaan konsumen terhadap produk karena sudah terdaftar secara resmi. Kolaborasi dan inovasi adalah sesuatu hal yang mutlak diperlukan dalam dunia bisnis saat ini yang didukung oleh kemampuan memanfaatkan digital marketing untuk perluasan pasar dengan dana minim. REFERENCES