Sistem pengendalian internal pemberian kredit mantap pensiun (Studi kasus pada PT Bank Mandiri Taspen KC Manad. Elsa Roviany Pandelaki Corresponding author: elsapandelaki064@student. Sam Ratulangi University - Indonesia Jullie Jeanette Sondakh Sam Ratulangi University - Indonesia Sherly Pinatik Sam Ratulangi University - Indonesia DOI 58784/mbkk. Keywords internal control system COSO framework credit management pension loan banking governance JEL Classification G21 M42 Received 13 September 2025 Revised 6 November 2025 Accepted 7 November 2025 Published 10 November 2025 ABSTRACT Internal control systems are crucial in ensuring the effectiveness of banking operations, especially in the credit sector where default risk is high. PT Bank Mandiri Taspen, focusing on pension-based lending through the Kredit Mantap Pensiun (KMP) program, offers loans to retirees with automatic pension deductions. Although designed as a lowrisk product, recent increases in non-performing loans indicate weaknesses in the implementation of internal control This study analyzes the application and effectiveness of the internal control system in the KMP credit process at PT Bank Mandiri Taspen KC Manado using the COSO framework, which includes control environment, risk communication, and monitoring. Employing a qualitative case study method, data were collected through interviews, observations, and documentation of credit administration Results show that internal controls are generally well implemented, particularly in the control environment and information communication. However, limitations in supervision and data integration weaken the effectiveness of monitoring and risk assessment. The findings reaffirm the relevance of the COSO framework in managing risks within pension-based lending institutions. The study recommends strengthening staff competency, enhancing monitoring mechanisms, and utilizing digital audit tools to prevent credit These insights contribute to improving accountability and credit governance in specialized banking A2025 Elsa Roviany Pandelaki. Jullie Jeanette Sondakh. Sherly Pinatik This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Pendahuluan Perbankan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu fungsi utama bank adalah penyaluran kredit, yang menjadi sumber pendapatan utama sekaligus aktivitas dengan risiko tertinggi. Risiko tersebut dapat muncul akibat ketidakefisienan proses analisis kredit, lemahnya pengawasan, maupun ketidakpatuhan terhadap kebijakan internal. Oleh karena itu, sistem pengendalian internal (SPI) menjadi aspek fundamental dalam menjaga efektivitas operasional, keandalan pelaporan keuangan, serta kepatuhan terhadap regulasi perbankan (Danindra. Hery, 2016. Suryani, 2. Dalam konteks tersebut. PT Bank Mandiri Taspen berfokus pada layanan keuangan bagi pensiunan ASN dan TNI/Polri melalui produk unggulan Kredit Mantap Pensiun (KMP). Produk ini dinilai relatif aman karena pembayaran cicilan dilakukan melalui pemotongan langsung dari dana pensiun. Namun, berdasarkan data internal, dalam tiga tahun terakhir terjadi peningkatan rasio kredit bermasalah pada segmen pensiunan, terutama dalam kategori kurang lancar hingga macet. Fenomena ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara desain sistem pengendalian internal dan efektivitas pelaksanaannya, yang menandakan adanya empirical gap dalam pengawasan dan mitigasi risiko kredit. Masalah kredit bermasalah menunjukkan adanya celah dalam pelaksanaan sistem pengendalian internal, baik dari sisi analisis kredit, verifikasi dokumen, maupun proses pemantauan Menurut COSO . , sistem pengendalian internal yang baik harus mampu memberikan keyakinan memadai terhadap efektivitas operasional, keandalan pelaporan, dan kepatuhan terhadap peraturan. Oleh karena itu, penerapan sistem pengendalian internal yang efektif menjadi kebutuhan mendasar bagi lembaga perbankan. Namun, dalam praktiknya, pengendalian internal memiliki keterbatasan tertentu, seperti kelalaian atau kesalahan manusia dalam mengoperasikan sistem, serta potensi kolusi antar karyawan untuk memanipulasi laporan keuangan, penerapan komponen pengendalian internal belum sepenuhnya diterapkan (Krisdianti dan Supriatna, 2. DeFond dan Lennox . menegaskan bahwa kelemahan tersebut sulit diatasi tanpa adanya pemisahan tugas dan pemeriksaan internal yang memadai. Kendala ini umumnya ditemukan pada organisasi dengan sumber daya terbatas, di mana satu individu sering merangkap beberapa fungsi sekaligus, sehingga mengurangi efektivitas sistem pengendalian internal secara keseluruhan. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan sistem pengendalian internal dalam Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. proses pemberian Kredit Mantap Pensiun di PT Bank Mandiri Taspen KC Manado serta mengevaluasi efektivitasnya berdasarkan lima komponen kerangka COSO. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam mengenai peran sistem pengendalian internal dalam memperkuat tata kelola dan mitigasi risiko kredit pada lembaga perbankan. Tinjauan Sistem pengendalian internal Menurut Hery . , sistem pengendalian internal adalah seperangkat kebijakan dan prosedur yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadai bahwa tujuan organisasi dapat tercapai melalui operasi yang efektif dan efisien. COSO . pengendalian internal sebagai proses yang dijalankan oleh manajemen dan seluruh personel organisasi untuk menjamin tercapainya tiga tujuan utama: efektivitas operasi, keandalan pelaporan, serta kepatuhan terhadap peraturan. Lima komponen utama sistem pengendalian internal , yaitu : Lingkungan pengendalian, menunjukkan nilai-nilai integritas, etika, serta filosofi manajemen dalam menjalankan kegiatan organisasi (Chalmers et al. , 2. Penilaian risiko, melibatkan proses identifikasi dan analisis risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan organisasi (Cheng et al. , 2. Aktivitas pengendalian, meliputi kebijakan, otorisasi, pemisahan tugas, dan verifikasi sebagai bentuk pengawasan operasional yang efektif (Fahmi & Syahputra, 2. Informasi dan komunikasi, sistem akuntansi dan komunikasi yang baik memastikan informasi keuangan tersampaikan secara tepat waktu dan akurat (Chang et al. , 2. Pemantauan, proses evaluasi berkelanjutan terhadap efektivitas sistem pengendalian internal serta tindakan koreksi atas penyimpangan (Agyei-Mensah, 2. Sistem pengendalian internal perbankan SEOJK nomor 35 tahun 2017 menjelaskan bahwa pengendalian internal bank dilaksanakan secara berkesinambungan . n-going basi. untuk menjaga kekayaan bank, menjamin ketersediaan laporan yang akurat, meningkatkan kepatuhan pada ketentuan yang berlaku, serta meminimalisir risiko kerugian dan fraud. Lima komponen utama SPI bank adalah pengawasan manajemen, identifikasi risiko, pemisahan fungsi, sistem akuntansi dan komunikasi, serta pemantauan dan tindakan korektif. Dalam praktik perbankan, sistem pengendalian internal memiliki peran penting dalam memastikan efektivitas operasional. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. keandalan pelaporan keuangan, serta kepatuhan terhadap kebijakan dan peraturan yang berlaku. Beberapa praktik SPI yang umum diterapkan meliputi pemisahan tugas . ivision of dutie. , pengendalian ganda . ual contro. , penjagaan bersama . oint custod. , rotasi kerja . otation of duty assignmen. , serta pembatasan kegiatan pegawai di luar bank . utside activities of bank personne. Menurut Arens, et al. , kelima praktik tersebut merepresentasikan aktivitas pengendalian utama dalam sistem pengendalian internal, yaitu pemisahan fungsi, otorisasi transaksi, dokumentasi yang memadai, pengendalian fisik atas aktiva, serta pemeriksaan Penerapan pemisahan tugas dan pengendalian ganda bertujuan untuk memastikan bahwa setiap transaksi diawasi serta diverifikasi oleh lebih dari satu pihak, sehingga dapat meminimalkan risiko kesalahan dan kecurangan. Rotasi kerja dilakukan secara berkala untuk mencegah terjadinya kolusi atau penyimpangan, sementara pembatasan aktivitas pegawai di luar bank dimaksudkan untuk menjaga objektivitas dan integritas Selain itu, pengendalian fisik terhadap aktiva dan catatan keuangan, disertai pemeriksaan independen secara periodik, membantu memastikan keamanan aset serta keandalan informasi keuangan yang disajikan. Bank Menurut Kasmir . , bank adalah lembaga keuangan yang kegiatan utamanya menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit, serta menyediakan jasa perbankan lainnya. Bank berperan penting dalam menjaga kelancaran sistem keuangan, menyalurkan pembiayaan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi Dalam konteks ini. PT Bank Mandiri Taspen merupakan lembaga keuangan yang berfokus pada pelayanan kepada pensiunan ASN dan TNI/Polri, dengan tujuan memberdayakan ekonomi nasabah melalui produk kredit pensiun. Kredit dan pemberian kredit Kredit merupakan penyediaan dana berdasarkan kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain dengan kewajiban pengembalian beserta bunga dalam jangka waktu tertentu (POJK No. 32/POJK. 03/2. Prinsip 5C (Character. Capacity. Capital. Collateral. Condition of Econom. menjadi standar analisis kredit untuk menilai kelayakan debitur (Ikatan Bankir Indonesia, 2. Prosedur pemberian kredit meliputi pengajuan, investigasi dokumen, wawancara, survei lapangan, analisis kelayakan, penandatanganan akad, hingga pencairan dana (Kasmir, 2. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Kredit mantap pensiun Kredit Mantap Pensiun merupakan produk kredit konsumtif dan modal usaha yang ditujukan bagi pensiunan ASN. TNI/Polri, dan pegawai pra-pensiun. Skema pembayaran kredit ini bersumber dari pemotongan dana pensiun bulanan. Meskipun risiko gagal bayar relatif lebih rendah, faktor seperti meninggalnya debitur, ketergantungan pada satu sumber pendapatan, serta lemahnya pemantauan kredit dapat menimbulkan kredit bermasalah. Oleh karena itu, sistem pengendalian internal sangat penting untuk meminimalisir risiko tersebut. Penelitian terdahulu Penelitian Deleng et al. menemukan bahwa penerapan sistem pengendalian internal telah dilaksanakan dengan cukup baik berdasarkan lima komponen COSO. Namun demikian komponen pemantauan belum berjalan secara optimal, sehingga proses evaluasi dan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan belum Sementara itu. Purba et al. menemukan SPI berbasis COSO di PT Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu efektif dalam mitigasi risiko kredit tetapi menghadapi kendala adaptasi teknologi dan fluktuasi permintaan. Selanjutnya. Puspitaningtyas . menegaskan bahwa efektivitas sistem pengendalian internal sangat bergantung pada dukungan budaya organisasi dan integrasi sistem informasi yang memadai. Sejalan dengan itu. Defond dan Lennox . menemukan bahwa pelaksanaan audit internal dan penilaian manajemen secara rutin berpengaruh positif terhadap peningkatan kualitas sistem pengendalian internal serta keandalan laporan keuangan. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pendekatan ini dipilih karena fokus penelitian adalah menggali secara mendalam penerapan sistem pengendalian internal dalam proses pemberian Kredit Mantap Pensiun (KMP). Penelitian dilaksanakan di PT Bank Mandiri Taspen KC Manado pada Maret hingga Juni 2025. Subjek penelitian adalah sistem pengendalian internal pada proses pemberian Kredit Mantap Pensiun. Informan kunci dipilih secara purposive . urposive samplin. dengan mempertimbangkan pengetahuan dan keterlibatan langsung dalam proses kredit. Informan meliputi: Pelaksana Credit Operation . ihak yang mengelola proses kredit sehari-har. Account Officer Pensiun . ihak yang memasarkan dan memantau kredit pensiuna. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Teknik pengolahan data penelitian ini sebagai berikut Wawancara Semi-Terstruktur: dilakukan untuk menggali informasi mendalam tentang penerapan SPI, tahapan kredit, risiko yang dihadapi, dan mekanisme mitigasinya. Peneliti menggunakan panduan wawancara tetapi tetap fleksibel mengikuti alur jawaban informan. Dokumentasi: meliputi data nasabah, data kolektibilitas kredit, flowchart proses kredit. SOP internal, laporan audit internal, dan struktur organisasi bank. Dokumen ini digunakan sebagai verifikasi dan triangulasi atas hasil wawancara. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tiga tahapan. Reduksi data untuk memilih informasi relevan. Penyajian data sesuai komponen COSO. Penarikan kesimpulan berdasarkan hasil temuan dan teori. Hasil dan Hasil Gambaran Umum PT Bank Mandiri Taspen KC Manado PT Bank Mandiri Taspen KC Manado adalah salah satu kantor cabang yang fokus melayani segmen pensiunan ASN. TNI, dan Polri. Produk utama yang disalurkan adalah Kredit Mantap Pensiun (KMP) yang pembayarannya dilakukan dengan pemotongan dana pensiun bulanan. Visi bank adalah AuMenjadi mitra terbaik dan terpercaya dalam memberdayakan dan mensejahterakan,Ay dengan misi menyediakan layanan keuangan yang sesuai kebutuhan pensiunan dan UMKM. Struktur organisasi terdiri dari kepala cabang, operation manager, account officer, customer service, teller, dan unit-unit fungsional lainnya yang mendukung proses kredit pensiunan. Prosedur Pemberian Kredit Mantap Pensiun Berdasarkan observasi dan wawancara, prosedur pemberian KMP di PT Bank Mandiri Taspen KC Manado meliputi: Pengajuan permohonan kredit dengan dokumen lengkap (KTP. NPWP, slip pensiun. Penyelidikan kelengkapan berkas oleh Credit Operation. Wawancara I . leh petugas kredi. dan survei lapangan (On the Spo. Wawancara II . leh pejabat yang lebih tingg. Keputusan kredit oleh manajemen. Penandatanganan akad kredit. Pencairan dana ke rekening debitur. Pemantauan dan penagihan kredit secara berkala. Penerapan sistem pengendalian internal berdasarkan COSO Lingkungan Pengendalian Bank memiliki struktur organisasi yang jelas dan pemisahan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. peration manager, account officer, teller, auditor Budaya kepatuhan dibangun melalui SOP dan pelatihan pegawai secara berkala. Penilaian Risiko Bank secara sistematis mengidentifikasi risiko kredit pensiunan, termasuk risiko kematian debitur, keterbatasan . etidaklengkapan dokume. Aktivitas Pengendalian Terdapat mekanisme otorisasi berlapis pada setiap tahap kredit, pemisahan tugas antara analis kredit dan pelaksana pencairan, pemeriksaan dokumen oleh pihak independen, serta pemberian nomor seri pada dokumen untuk mencegah Informasi dan Komunikasi Bank menggunakan sistem internal . plikasi SAHABAT) untuk pencatatan, pemantauan kredit, dan pelaporan pengaduan nasabah. Sistem ini memudahkan komunikasi antara unit kredit dan manajemen. Pemantauan Audit internal dilakukan secara periodik untuk menilai kepatuhan terhadap SOP kredit. Pemantauan kredit bermasalah juga dilakukan melalui evaluasi berkala kolektibilitas debitur, meski masih ada ruang peningkatan pada tahap ini. Evaluasi Sistem Pengendalian Internal Hasil wawancara menunjukkan mayoritas petugas bank menilai SPI yang diterapkan sudah sesuai regulasi OJK dan kerangka COSO. Namun, mereka mengakui masih ada tantangan di aspek pemantauan kredit bermasalah dan integrasi teknologi monitoring real-time. Keterlibatan auditor internal pada tahap analisis awal kredit dinilai dapat meningkatkan efektivitas Pembahasan Penerapan Sistem Pengendalian Internal dan Relevansinya dengan Kerangka COSO Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Bank Mandiri Taspen KC Manado telah menerapkansistem pengendalian internal (SPI) yang mengacu pada lima komponen COSO, yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Temuan ini sejalan dengan teori COSO . yang menyatakan bahwa SPI yang baik akan memberikan keyakinan memadai terhadap pencapaian tujuan organisasi, termasuk kepatuhan, efektivitas operasional, dan keandalan laporan keuangan. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Kesimpulan Lingkungan pengendalian yang kuatAiditunjukkan melalui struktur organisasi jelas, pemisahan fungsi, dan budaya kepatuhanAimenjadi dasar implementasi SPI. Hal ini mendukung pendapat Chalmers et al. bahwa lingkungan pengendalian menentukan Autone at the topAy dan mempengaruhi seluruh komponen SPI lainnya. Penilaian Risiko Kredit dan Keterkaitannya dengan Regulasi OJK. Bank telah mengidentifikasi risiko spesifik pada kredit pensiunan seperti keterbatasan sumber pendapatan, risiko kematian debitur, dan ketidakefisienan pemantauan kredit. Langkah ini sesuai dengan SEOJK No. 35/SEOJK. 03/2017 yang mewajibkan bank melakukan identifikasi risiko secara sistematis dan berkelanjutan . n-going basi. Hal ini memperkuat pandangan Cheng et al. bahwa proses penilaian risiko yang komprehensif membantu bank meminimalisir potensi kerugian dan menjaga kualitas portofolio Aktivitas pengendalian yang dilakukan bank mencakup otorisasi berlapis, pemisahan fungsi, pemeriksaan independen, serta penggunaan dokumen bernomor seri. Penerapan ini sejalan dengan pendapat Arens et al. yang menekankan pentingnya penerapan dual control, joint custody, dan rotasi kerja sebagai bagian dari sistem pengendalian internal yang efektif untuk mengurangi risiko kecurangan . dan kesalahan Informasi dan Komunikasi, penggunaan aplikasi internal SAHABAT dalam komunikasi dan pelaporan kredit menunjukkan adanya integrasi sistem informasi ke dalam SPI. Hal ini sejalan dengan Chang et al. yang menyatakan bahwa sistem informasi akuntansi berperan penting dalam memastikan kelengkapan dan keakuratan pencatatan transaksi. Pemantauan kredit dan tantangan yang dihadapi, meskipun bank telah melakukan audit internal dan evaluasi kolektibilitas kredit secara berkala, hasil penelitian menunjukkan masih ada peningkatan jumlah kredit bermasalah, terutama pada kategori macet dan diragukan pada tahun 2024. Temuan ini mengindikasikan bahwa komponen pemantauan perlu diperkuat, baik dari segi frekuensi maupun integrasi teknologi monitoring real-time. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Sistem Pengendalian Internal (SPI) pada proses pemberian Kredit Mantap Pensiun (KMP) di PT Bank Mandiri Taspen KC Manado telah berjalan cukup efektif, terutama dalam aspek lingkungan pengendalian, aktivitas pengendalian, serta informasi dan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Namun, aspek penilaian risiko dan pemantauan masih perlu diperkuat karena belum optimal dalam mendeteksi dan menindaklanjuti potensi kredit bermasalah. Hasil penelitian ini memperkuat relevansi kerangka COSO dalam pengendalian internal sektor perbankan, khususnya dalam konteks kredit pensiunan. Sementara secara praktis, hasil penelitian merekomendasikan peningkatan kompetensi pegawai, optimalisasi sistem monitoring, dan pemanfaatan teknologi digital audit untuk memperkuat efektivitas pengawasan kredit. Dengan demikian, pengendalian internal yang efektif berperan strategis dalam menjaga akuntabilitas, transparansi, dan mitigasi risiko kredit guna mendukung tata kelola perbankan yang berkelanjutan. Daftar Agyei-Mensah. Internal control information disclosure and corporate governance: evidence from an emerging Corporate Governance: The international journal of business in society, 16. , 79-95. https://doi. org/10. 1108/CG-10-20150136 Arens. Elder. , & Beasley. Auditing dan Jasa Assurance: Pendekatan Terintegrasi. Jakarta: Erlangga. Chalmers. Hay. , & Khlif. Internal control in accounting research: A review. Journal of Accounting Literature, 42. , https://doi. org/10. 1016/j. Chang. Chen. Cheng. , & Chi. The impact of internal audit attributes on the effectiveness of internal control over operations and compliance. Journal of contemporary economics, 15. , https://doi. org/10. 1016/j. Cheng. Goh. , & Kim. Internal Control and Operational Efficiency. Contemporary Accounting Research, 35. , https://doi. org/10. 1111/1911-3846. COSO (Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commissio. Internal ControlAiIntegrated Framework: Executive Summary. DeFond. , & Lennox. Do PCAOB inspections improve the quality of internal control audits?. Journal of Accounting Research, 55. , https://doi. org/10. 1111/1475-679X. Deleng. Dekrita. , & Jaeng. Analisis penerapan sistem pengendalian internal dalam menunjang efektivitas sistem pemberian kredit pada Puskopdit Swadaya Utama Maumere. Strategi, 13. , https://doi. org/10. 52333/strategi. Danindra. Literature Review: Analisis Pengaruh Sistem Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Pengendalian Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pada Pemerintah Daerah. Widya Balina, 9. , 226Ae239. https://doi. org/10. 53958/wb. Fahmi. & Syahputra. Peranan audit internal dalam pencegahan (Frau. Liabilities (Jurnal Pendidikan Akuntans. , 2. , https://doi. org/10. 30596/liabilities. Hery. Auditing dan asurans: Pemeriksaan akuntansi berbasis standar audit internasional. PT. Grasindo Ikatan Bankir Indonesia. Mengelola kredit secara sehat. Gramedia Pustaka Utama. Kasmir. Dasar-dasar perbankan. Edisi revisi 2014. Rajawali Pers Krisdianti. , & Supriatna. Evaluasi penerapan sistem pengendalian internal dalam pencegahan kecurangan persediaan dengan menggunakan kerangka kerja COSO: Studi kasus pada UMKM Warung Kopi Limarasa Bandung. Indonesian Accounting Literacy Journal, 2. , 422Ae435. https://doi. org/10. 35313/ialj. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Surat Edaran OJK Nomor 35/SEOJK. 03/2017 tentang Pedoman Sistem Pengendalian Internal bagi Bank Umum. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Peraturan OJK Nomor 32/POJK. 03/2018 tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit dan Penyediaan Dana Besar bagi Bank Umum. Purba. Mariyam. , & Nasution. Sistem pengendalian internal pemberian kredit pada Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu Mandiri Mitra Usaha Stabat Kwala Begumit. JEMSI (Jurnal Ekonomi. Manajemen, dan Akuntans. JEMSI (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Dan Akuntans. , 10. https://doi. org/10. 35870/jemsi. Puspitaningtyas. Dasar audit keuangan. 1st edition. Pandiva Buku. Suryani. Pengaruh sistem pengendalian intern terhadap kualitas laporan keuangan pada PT. Pulau Sambu Kuala Enok. Jurnal Akuntansi Keuangan 7. , https://ejournal. id/index. php/jak/article/view/459/