Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 710-724 STRATEGI BERTAHAN HIDUP RUMAH TANGGA PETANI BUNGA POTONG PADA SAAT PANDEMI COVID-19 (Studi Kasus di Desa Pasirlangu. Kecamatan Cisarua. Kabupaten Bandung Bara. THE SURVIVAL STRATEGIES OF CUT-FLOWER FARMER HOUSEHOLDS DURING COVID-19 PANDEMIC (Case Study at Pasirlangu Village. Cisarua District. West Bandung Regenc. Nurulhaqq Sariwibawa Ahmad Zaeni*. Rani Andriani Budi Kusumo. Nur Syamsiah. Hepi Hapsari Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Padjadjaran *E-mail: nurulhaqq17001@mail. (Diterima 14-02-2022. Disetujui 11-04-2. ABSTRAK Pandemi COVID-19 memberikan dampak negatif baik dari segi ekonomi dan non-ekonomi. Salah satu sektor yang terdampak oleh pandemi COVID-19 adalah pertanian, khususnya pada komoditas Komoditas hortikultura yang terdampak adalah bunga potong. Desa Pasirlangu merupakan salah satu desa di Kecamatan Cisarua yang terdampak oleh pandemi COVID-19 karena mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani dengan usahatani bunga potong. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk strategi bertahan hidup yang dilakukan oleh rumah tangga petani bunga potong pada saat pandemi COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan strategi bertahan hidup yang dilakukan rumah tangga petani bunga potong pada saat pandemi COVID-19 agar dapat mencukupi kebutuhan rumah tangganya adalah dengan melakukan pekerjaan sampingan, meningkatkan jam atau intensitas pekerjaan, menerapkan pola nafkah ganda, menjual aset yang dimiliki, mengurangi pengeluaran rumah tangga, meminjam uang kepada lembaga keuangan, dan memanfaatkan jaringan sosial yang dimiliki oleh rumah tangga tersebut. Kata kunci: rumah tangga, petani, bunga potong, strategi bertahan hidup. COVID 19 ABSTRACT The COVID-19 pandemic has had a negative impact both from an economic and non-economic Agriculture is one of the sectors affected by the COVID-19 pandemic, especially in horticultural commodities. Cut-flowers are horticultural commodities affected by the COVID-19 pandemic in addition to vegetables. Pasirlangu Village is one of the villages in Cisarua District that has been affected by the COVID-19 pandemic because the majority of the population works as farmers with cut flower farming. This study aims to describe the impact of the COVID-19 pandemic on cut flower farming in Pasirlangu Village and to find out the form of survival strategies carried out by cut flower farming households during the COVID-19 pandemic. The research method used is a qualitative method with a case study technique. The study reveals that the survival strategy carried out by cut-flower farming households during the COVID-19 pandemic to meet their household needs are by doing side jobs, increasing the work intensity, implementing a double income pattern, selling assets, reducing household expenses, borrowing money from financial institutions, and take advantage of the social network owned by the household. Keywords: cut-flower, farmer, households, survival strategies. COVID 19 STRATEGI BERTAHAN HIDUP RUMAH TANGGA PETANI BUNGA POTONG PADA SAAT PANDEMI COVID-19 Nurulhaqq Sariwibawa Ahmad Zaeni. Rani Andriani Budi Kusumo 28%, dan 0. 28% (Badan Pusat Statistik. PENDAHULUAN Tahun mempunyai pencapaian statistik yang COVID-19. positif pada saat pandemi COVID-19. COVID-19 merupakan penyakit yang tidak sedikit petani di Indonesia yang disebabkan oleh coronavirus tipe baru justru merugi akibat adanya pandemi COVID-19. SARS-CoV-2 (World Meskipun Health Organization, 2. Nasution et Pertanian merupakan salah satu al, . menjelaskan bahwa penyakit sektor yang terdampak pada saat pandemi ini dapat menyebar baik pada manusia COVID-19 (Wang et al. , 2. Dampak dan juga hewan dengan menyerang yang terasa oleh petani Indonesia adalah harga produk pertanian yang menurun menimbulkan gejala awal influenza dan drastis disebabkan daya beli masyarakat yang berkurang sehingga membuat petani menyebabkan sindrom pernafasan akut berat (SARS). sebanding dengan usaha serta biaya Tingginya penyebaran COVID-19 operasional yang dikeluarkan. Ditambah memberikan dampak negatif baik dari lagi dengan adanya kebijakan pemerintah non-ekonomi. seperti social distancing, work from home Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (WFH), serta pembatasan sosial berskala (PDB) Indonesia pada triwulan II, i, besar (PSBB) yang tertera pada peraturan dan IV pada tahun 2020 dibandingkan pemerintah RI Nomor 21 Tahun 2020 pada tahun 2019 mengalami kontraksi secara berturut-turut sebesar -5,32%, - hasil produk pertanian sehingga banyak 48%, dan -2,19%, ketika sejumlah yang tidak terjual (Sarni & Sidayat, kontraksi pada saat pandemi, sektor Komoditas hortikultura merupakan pertanian justru menjadi salah satu sektor salah satu komoditas yang terdampak oleh pandemi COVID-19. Sedikitnya Pertumbuhan PDB pada sektor pertanian permintaan buah dan sayuran yang pada triwulan II, i, dan IV pada tahun 2020 secara berturut-turut sebesar 0. konsumen rumah tangga akibat adanya Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 710-724 kebijakan PSBB serta diperparah dengan permintaan dari Desa Pasirlangu merupakan salah Kecamatan restoran, dan katering, mengakibatkan Kabupaten beberapa petani yang mengusahakan komoditas sayuran dan buah banyak yang merugi (Mulyawanti et al. , 2. Hampir 90 (Sembilan pulu. Bunga Bandung Cisarua. Barat Desa Pasirlangu pandemi COVID-19. Pada saat pandemi sayuran sebagai komoditas utamanya. COVID-19, permintaan bunga potong Jumlah penduduk di Desa Pasirlangu mengalami penurunan, hal ini disebabkan berdasarkan jenis pekerjaannya pada banyaknya larangan acara-acara resmi tahun 2020 terlihat pada Tabel 1. seperti pernikahan, wisuda, dan perayaan Tabel 1. Jumlah Penduduk yang Bekerja di Desa Pasirlangu Tahun 2020 Jumlah Penduduk Pekerjaan Pria Wanita 1 Petani 2 Buruh Tani 3 Buruh Pabrik 4 PNS 5 P. Swasta 6 Wiraswasta 7 Lainnya Jumlah Sumber: Sensus Desa Pasirlangu . lainnya, serta penutupan hotel, resto, dan berbagai tempat rekreasi. Tidak hanya itu, pembatasan lalu-lintas kendaraan luar penjualan petani bunga potong tutup sehingga mengakibatkan banyak petani bunga potong yang merugi. Kabupaten Bandung Berdasarkan Barat Tabel merupakan salah satu sentra produksi merupakan pekerjaan terbanyak yang bunga potong di Jawa Barat yang terdampak oleh pandemi COVID-19. Pasirlangu. Sedikitnya permintaan bunga potong kesejahteraan ekonominya, petani erat mengakibatkan banyak tanaman bunga potong di Kabupaten Bandung Barat 2. , namun akibat pandemi COVID-19 yang rusak dan tidak terawat karena hampir seluruh petani di Desa Pasirlangu petani tidak sanggup untuk melakukan terutama yang membudidayakan bunga perawatan dan pemupukan disebabkan biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh. Berdasarkan Desa Tertutupnya (Jaya. STRATEGI BERTAHAN HIDUP RUMAH TANGGA PETANI BUNGA POTONG PADA SAAT PANDEMI COVID-19 Nurulhaqq Sariwibawa Ahmad Zaeni. Rani Andriani Budi Kusumo serta penurunan harga pada bunga potong METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa rumah tangga petani bunga di Desa Pasirlangu. Kecamatan Cisarua. Pasirlangu. Kabupaten Bandung Barat. Provinsi Jawa Pada saat situasi krisis, rumah Barat. Metode penelitian yang digunakan tangga petani/miskin biasanya melakukan dalam penelitian ini adalah metode strategi bertahan hidup (Scott, 1. kualitatif karena penelitian ini lebih Strategi bertahan hidup adalah usaha ditujukan untuk dapat mendeskripsikan yang dilakukan suatu individu atau serta menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, dan keberlangsungan hidupnya (Oktorini et pemikiran baik secara individu maupun , 2. Contoh strategi bertahan hidup yang dapat dilakukan oleh rumah tangga penelitian yang akan digunakan adalah petani adalah mengontrol pola konsumsi studi kasus. Studi kasus merupakan pangan, baik dalam kuantitas yang teknik penelitian yang menggunakan dikurangi ataupun kualitas yang semakin berbagai macam sumber data . ebanyak rendah, memberdayakan seluruh anggota mungkin dat. yang bisa digunakan untuk menguraikan, meneliti, serta menjelaskan memanfaatkan jaringan sosial formal dan secara komprehensif berbagai aspek pada informal yang dimiliki, dan melakukan suatu individu, kelompok, organisasi, diversifikasi sumber pendapatan (Scott, suatu program atau peristiwa secara sistematis (Kriyantono, 2. Berdasarkan Teknik Sumber data dan informasi dalam sudah dipaparkan, maka tujuan penelitian penelitian ini diperoleh dari informan. Informan dalam penelitian ini terbagi (Bachri, mendeskripsikan strategi bertahan hidup menjadi tiga yang dilakukan oleh rumah tangga petani bunga potong di Desa Pasirlangu pada saat pandemi COVID-19. yaitu informan kunci. Informan kunci dalam penelitian ini adalah perangkat desa, ketua kelompok beberapa petani dari kelompok tersebut. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 710-724 Informan utama dalam penelitian ini adalah kepala keluarga rumah tangga petani bunga potong yang terdampak oleh sekunder merupakan data yang diperoleh dari buku, jurnal, skirpsi, internet, dan pendukung dalam penelitian ini adalah data yang didapatkan dari suatu lembaga masyarakat atau kerabat dekat dari yang berkaitan dengan kondisi rumah informan utama. tangga petani bunga potong di Desa COVID-19, Informan diperoleh dengan cara Data Pasirlangu di saat pandemi COVID-19. Snowball. Teknik Snowball (Bola Salj. Rancangan adalah suatu cara untuk menemukan penelitian ini terbagi menjadi tiga tahap . ata memanfaatkan keterkaitan atau jaringan yang dimiliki dari informan tersebut sehingga peneliti dapat dengan mudah . rawing (Miles et al. , 2. (Nurdiani. Teknik . ata dimulai dengan menghubungi informan HASIL DAN PEMBAHASAN kunci dan utama yang peneliti sudah Gambaran Umum Tempat Penelitian Desa Pasirlangu adalah salah satu kepada mereka tentang seseorang atau desa yang berlokasi di Provinsi Jawa sekelompok yang dipandang mempunyai Barat, lebih tepatnya di Kecamatan informasi penting serta bersedia untuk Cisarua, menjadi informan selanjutnya (Umar. Berdasarkan Pemilihan informan dihentikan Pasirlangu terdiri atas 13 rukun warga (RW) dan 61 rukun tetangga (RT). redundancy atau jenuh, yaitu pada saat Masing-masing RW tersebut termasuk kedalam 4 dusun yang berbeda informasi baru (Azmiyati et al. , 2. Kabupaten Bandung Barat. Desa Secara geografis Desa Pasirlangu Data penelitian ini didapatkan dari memiliki luas wilayah sebesar 1. data primer dan data sekunder. Data hektar, yang terdiri atas bentang wilayah primer adalah jenis data yang diperoleh yang merupakan perbukitan dengan luas peneliti secara langsung dengan metode 710 hektar serta lereng gunung dengan STRATEGI BERTAHAN HIDUP RUMAH TANGGA PETANI BUNGA POTONG PADA SAAT PANDEMI COVID-19 Nurulhaqq Sariwibawa Ahmad Zaeni. Rani Andriani Budi Kusumo luas 355 hektar dengan ketingian rata-rata dan pendidikan tinggi (Diploma. Sarjana, 186 meter di atas permukaan laut. Magister. Spesialis dan Dokto. Berikut Kependudukan Desa Pasirlangu Menurut Peraturan Pemerintah pendidikan di Desa Pasirlangu yang dapat Republik Indonesia No. 87 Tahun 2014 dilihat dalam Tabel 2. Tentang Perkembangan Kependudukan Tabel Persentase Tingkat Pendidikan Masyarakat Desa Pasirlangu Tingkat Pendidikan Persentase (%) 1 Tidak tamat bersekolah 5,99 2 Tamat SD/sederajat 33,16 3 Tamat SLTP/sederajat 37,37 4 Tamat SLTA/sederajat 21,43 5 Tamat D-1/sederajat 0,15 6 Tamat D-2/sederajat 0,06 7 Tamat D-3/sederajat 0,38 8 Tamat S-1/sederajat 1,46 Jumlah 100,00 Sumber: Sensus Desa Pasirlangu . dan Pembangunan Keluarga. Keluarga Berencana. Sistem Informasi Keluarga kependudukan adalah hal yang berkaitan kesejahteraan baik dari segi politik. Berdasarkan ekonomi sosial budaya, agama dan Tabel lingkungan penduduk setempat. Pada pendidikan yang menjadi mayoritas di tahun 2019. Desa Pasirlangu mempunyai Desa Pasirlangu adalah lulusan sekolah jumlah penduduk sebanyak 10. 113 jiwa. lanjutan tingkat pertama (SLTP) dengan Diperoleh dari data Sensus Desa persentase 37,37% atau setara 1. 278 jiwa Pasirlangu . kepadatan penduduk dan jumlah terkecil adalah pada tingkat mencapai 931 jiwa/kmA, berdasarkan pendidikan tinggi yakni 2,05% atau 68 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang Nomor 56 Tahun 1960 Tentang Penduduk Berdasarkan Pencaharian Penetapan Luas Tanah Pertanian. Berikut ini adalah mata pencaharian kepadatan penduduk di Desa Pasirlangu masyarakat di Desa Pasirlangu yang tergolong kategori sangat padat. Penduduk Berdasarkan dapat dilihat dalam Tabel 3. Tingkat Tabel 3. Mata Pencaharian Desa Pasirlangu Jenis Pekerjaan Persentase (%) 1 Petani 2 Buruh tani 15,08 3 Pegawai negeri sipil 0,41 4 Montir 0,18 5 UMKM 0,59 7 Pedagang Keliling 0,38 8 Lainnya 0,61 Jumlah 100,00 Sumber: Data Primer . Pendidikan Menurut Undang-Undang No. Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Mata tingkat pendidikan terbagi menjadi tiga yaitu, pendidikan dasar (SD. SLTP), pendidikan menengah (SLTA) Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 710-724 Dari Tabel 3. menunjukan mata tani bunga potong. Informan kunci pencaharian yang paling dominan di Desa Pasirlangu adalah pada sektor pertanian gambaran umum usahatani bunga potong di Desa Pasirlangu pada sebelum dan menjadi petani dan diikuti buruh tani ketika pandemi COVID-19 melanda. Informan Petani Desa Pasirlangu cenderung membudidayakan tangga petani bunga potong di Desa komoditas holtikurtura lebih tepatnya Pasirlangu, adalah bunga potong berjenis gerbera informasi strategi bertahan hidup apa sebagai komoditas utamanya. yang digunakan saat pandemi COVID- Karakteristik Informan Karakteristik informan utama dapat Karakteristik informan merupakan dapat dilihat pada Tabel 4, informan aspek penting dalam penelitian karena pendukung dalam penelitian ini terdiri informan menyediakan data yang rinci atas pedagang bunga potong, dan kerabat dan diperlukan dalam suatu penelitian lain dalam rumah tangga petani bunga (Nurdiani, 2. Karakteristik informan potong di Desa Pasirlangu. Informan dalam penelitian ini meliputi usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin, dan jumlah tanggungan keluarga yang dimana dalam bertahan hidup yang dipalikasikan oleh penelitian Latifah et al. , . ke-empat rumah tangga petani bunga potong. indikator tersebut berpengaruh terhadap Tabel 4 Karakteristik Informan Utama Tingkat Tang Informan Jenis Usia Pendidi gung Utama Kelamin Informan 1 46 Laki-laki SLTA Informan 2 42 Perempuan SD Informan 3 27 Laki-laki SLTA Informan 4 30 Perempuan SLTP Informan 5 48 Laki-laki SLTP Informan 6 51 Laki-laki Informan 7 38 Laki-laki SLTA Informan 8 41 Laki-laki SLTP Sumber: Data Primer . strategi bertahan hidup yang digunakan. Informan ditentukan dengan menggunakan Teknik Snowball sehingga diperoleh 16 . nam bela. informan yang terdiri atas 4 informan kunci, 8 . informan utama, dan 4 . informan Berdasarkan Tabel 4, informan penelitian ini terdiri atas kepala Desa utama memiliki rentang usia 27-48 tahun Pasirlangu, ketua lembaga masyarakat, tokoh masyarakat, dan ketua kelompok Undang Republik Indonesia Nomor 13 Informan Undang- STRATEGI BERTAHAN HIDUP RUMAH TANGGA PETANI BUNGA POTONG PADA SAAT PANDEMI COVID-19 Nurulhaqq Sariwibawa Ahmad Zaeni. Rani Andriani Budi Kusumo Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, dengan luas lahan kurang dari 1 . rentang usia tersebut masih termasuk ke Mayoritas dalam usia produktif. Jumlah tanggungan informan utama adalah milik sendiri dan keluarga informan berkisar antara 1-3 orang dan tingkat pendidikan terakhir lahannya menggunakan sistem gadai. informan utama terdiri atas tingkat Strategi Bertahan Hidup SD/sederajat Pada saat pandemi COVID-19. SLTP/sederajat sebanyak 37. 5%, dan tidak sedikit petani bunga potong yang tingkat SLTA/sederajat sebanyak 37. Karakteristik informan utama juga permintaan serta jatuhnya harga bunga potong di pasaran. Untuk menghadapi usahatani bunga potong yang terdiri atas situasi krisis di saat pandemi, rumah lama bertani, luas lahan yang dimiliki, tangga petani bunga potong di Desa dan status kepemilikan lahan. Berikut ini Pasirlangu melakukan strategi bertahan hasil pengelompokkan informan utama berdasarkan kondisi usahataninya yang tangganya dapat bertahan menghadapi dapat dilihat pada Tabel 5. dampak yang disebabkan oleh pandemi Tabel COVID-19. Karakteristik Usahatani Bunga Potong Informan Utama Luas Informan Lama Status Penguasaan Lahan Utama Betani . Informan 1 15 1,500 Pemilik Informan 2 13 0,280 Pemilik & Gadai Informan 3 7 0,091 Pemilik Informan 4 5 0,070 Pemilik Informan 5 1 0,280 Pemilik Informan 6 18 1,000 Pemilik Informan 7 15 0,820 Pemilik Informan 8 5 0,350 Pemilk Sumber: Data Primer . Strategi terbentuk oleh petani bunga potong di Desa Pasirlangu dipengaruhi oleh posisi suatu individu atau kelompok dalam struktur masyarakat, jaringan sosial yang dimiliki, sistem kepercayaan, keahlian, sumber daya yang ada, kepemilikan asset, tingkat keterampilan. Menurut Tabel 5, informan utama pekerjaan, dan motivasi pribadi (Irawan, 2. Strategi telah memiliki pengalaman dengan rata- rata lama waktu bertani 9. 87 tahun dan rata-rata luas lahan yang dimiliki dan strategi aktif, strategi pasif, dan strategi 49 ha, berdasarkan Wahyudin Berikut ini bentuk penerapan . sebagian besar informan utama strategi bertahan hidup yang dilakukan termasuk ke golongan petani kecil yaitu Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 710-724 oleh petani bunga potong di Desa Pasirlangu ketika pandemi COVID-19: dengan melakukan pekerjaan sampingan. Strategi Aktif Diperkuat oleh penelitian Yuana et al. Strategi aktif adalah sebuah upaya . yang menyatakan bahwa agar petani bunga potong untuk bertahan dapat meningkatkan daya bertahan hidup hidup dengan cara memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki. Berikut ini strategi aktif yang dilakukan oleh petani bunga pertanian sehingga hasilnya nanti dapat potong di Desa Pasirlangu: digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup petani selama pandemi COVID-19. Melakukan Pekerjaan Sampingan Pendapatan yang diperoleh oleh Meningkatkan Intensitas Pekerjaan petani bunga potong pada saat pandemi Agar dapat memenuhi kebutuhan sulit untuk mencukupi untuk kebutuhan harian keluarganya, petani bunga potong harian rumah tangga. Upaya yang petani meningkatkan jam kerja mereka dilahan bunga potong lakukan adalah dengan melakukan pekerjaan lain atau pekerjaan Di saat pandemi COVID-19 tidak sedikit petani bunga potong di Desa Pasirlangu Petani terpaksa mengurangi tenaga kerja yang Informan memiliki kecenderungan untuk memiliki pekerjaan sampingan potong tetap berjalan. ketika pandemi COVID-19 yang ditekuni Peningkatan jam kerja/intensitas bermacam-macam, antara lain, menjual kerja tidak hanya pada usahatani, petani makanan siap saji, membuka ruko, dan menjadi satuan pengamanan . intensitas pekerjaannya pada sektor non- Kondisi tersebut sesuai dengan potong-pun Assan bangunan, buruh pabrik, ataupun lainnya. Kondisi tersebut sesuai dalam penelitian Norfahmi et al. , . bahwa petani dengan cara diversifikasi penghasilan tidak hanya menggunakan jam kerjanya STRATEGI BERTAHAN HIDUP RUMAH TANGGA PETANI BUNGA POTONG PADA SAAT PANDEMI COVID-19 Nurulhaqq Sariwibawa Ahmad Zaeni. Rani Andriani Budi Kusumo untuk usahataninya saja, namun juga yang menyimpulkan bahwa bagi keluarga membagi dengan kegiatan non-pertanian. yang menghadapi permasalahan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi COVID19, peran istri sangatlah penting untuk Mengerahkan Anggota Rumah Tangga untuk Mencari Pendapatan Perempuan/istri dalam suatu rumah Dalam Muktirrahman . menjelaskan bahwa tergantung terhadap kemampuan suami rumah, dan sebagainya, sedangkan suami dalam menghasilkan pendapatan, apabila perempuan/istri keluarganya (Darmayanti & Budarsa, mencukupi, maka istri-pun akan ikut Suparman, 2. Ketika pandemi COVID-19 mewabah, untuk mengatasi kebutuhan keluarga. kerugian yang dialami oleh petani bunga potong di Desa Pasirlangu, para istri Menyewakan atau Menjual Lahan yang Dimiliki berusaha untuk mendapatkan pendapatan Kerugian yang menimpa petani tersebut membuat mereka memiliki peran bunga potong di saat pandemi COVID-19 ganda yang dimana di satu sisi para istri sementara tugas sebagai ibu rumah mempunyai modal untuk memulai usaha tangga-pun tidak bisa ditinggalkan. bunga potongnya. Salah satu strategi aktif Pada saat pandemi, istri petani yang mereka lakukan agar tetap usahanya bunga potong menjadi lebih sering membantu suaminya di lahan, berdagang, menyewakan sebagian lahannya atau menjadi buruh pabrik, ataupun pekerjaan bahkan menjualnya. Berdasarkan mendalam, ditemukan bahwa semakin Kondisi luas lahan yang dimiliki maka semakin tinggi kecenderungan informan untuk penelitian Darmayanti & Budarsa . Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 710-724 menyewakan sebagian lahannya. Hal seharusnya sikap hemat sudah melekat dan menjadi budaya, khususnya pada mereka merasa tidak sanggup untuk desa yang mayoritas penduduknya masih merawat seluruh lahan yang dimilikinya menggantungkan hidupnya di serta khawatir lahan menjadi rusak sehingga lebih baik dialih tangankan. dilakukan oleh petani bunga potong di Alasan Informan Sikap/bentuk Desa Pasirlangu ketika pandemi COVID- menyewakan/menjual lahannya adalah 19 adalah membiasakan seluruh anggota untuk menutupi hutang modal usaha rumah tangga dengan makan seadanya. bunga potong, memenuhi kebutuhan bunga potong juga ada yang mengurangi intensitas belanja bulanannya dengan tergambarkan pada penelitian Ralemug alasan khawatir tidak mempunyai uang . bagi petani yang memiliki lahan hingga waktu panen yang akan datang. Keadaan Beberapa Contoh lain sikap hemat yang finansial, terdapat kecenderungan mereka dilakukan petani bunga potong untuk menjual lahan pertaniannya sehingga memenuhi kebutuhan rumah tangganya adalah dengan tidak lagi mempekerjakan digunakan untuk melunasi hutang yang pupuk dan pestisida yang digunakan, dimiliki sebelumnya. serta menyisihkan hasil panennya . agi Strategi Pasif petani bunga potong yang merubah Strategi pasif merupakan bentuk komoditas utamanya menjadi sayura. strategi bertahan hidup yang dilakukan oleh petani bunga potong dengan cara tersebut relevan dengan penelitian Assan menerapkan hidup hemat. Strategi pasif . yang ditemukan bahwa untuk juga dapat diartikan sebagai strategi yang bertahan hidup petani menyisihkan hasil mengutamakan kebutuhan primer untuk panennya sebagai cadangan makanan. bertahan hidup ketika terdapat perubahan Strategi Jaringan kondisi ekonomi dalam rumah tangga. Berdasarkan Abbidin Kondisi Menerapkan strategi aktif dan pasif terkadang masih tidak dapat mencukupi Wahyuni . pada masyarakat desa semua kebutuhan rumah tangga petani. STRATEGI BERTAHAN HIDUP RUMAH TANGGA PETANI BUNGA POTONG PADA SAAT PANDEMI COVID-19 Nurulhaqq Sariwibawa Ahmad Zaeni. Rani Andriani Budi Kusumo terutama apabila petani membutuhkan Kondisi tersebut relevan dengan uang secara mendadak di saat keadaan pendapat Assan . yang menyatakan usahatani yang mereka miliki mengalami bahwa strategi dilakukan oleh masyarakat pedesaan didefinisikan sebagai strategi bertahan adalah dengan meminta bantuan pada kerabat atau tetangga dekatnya dengan Strategi yang biasa memanfaatkan jaringan sosial. Jaringan sosial dapat menjadi sarana petani untuk meminjam uang kepada kerabat atau mendapatkan bantuan baik secara formal tetangga merupakan hal yang wajar bagi ataupun informal ketika dalam kesulitan. masyarakat desa dikarenakan kentalnya Strategi jaringan yang dilakukan oleh rumah tangga petani bunga potong di kekeluargaan di pedesaan. Kegiatan Desa Pasirlangu adalah sebagai berikut: Meminjam Keuangan Meminta Bantuan Kepada Kerabat atau Tetangga Uang Lembaga Meminjam uang kepada tetangga Di saat situasi yang mendesak petani bunga potong di Desa Pasirlangu meminjam dengan jumlah yang kecil. kerap mencari dan meminta bantuan Apabila kepada kerabat dekat atau tetangga dekat membutuhkan pinjaman dengan jumlah Strategi ini dilakukan ketika yang besar maka petani akan mencoba petani berada dalam situasi mendesak meminjam kepada lembaga keuangan seperti ketika anak sedang sakit, tidak seperti bank atau lembaga lainnya. memiliki modal, kebutuhan anak untuk Petani di Desa Pasirlangu terpaksa sekolah dan lain sebagainya. Bentuk meminjam uang ke bank dikarenakan bantuan yang biasa petani lakukan adalah membutuhkan modal untuk memulai dengan meminjam uang. Meminjam uang usahatani bunga potongnya. Oleh karena itu ketika pandemi COVID-19, tidak mendapatkan uang dengan cepat agar sedikit petani bunga potong di Desa tetap dapat memenuhi kebutuhan rumah Pasirlangu yang terbelit hutang sehingga mengharuskan mereka menjual asetnya untuk dapat membayar hutang tersebut. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 710-724 Memanfaatkan Bantuan Ekonomi dari Pemerintah Pandemi COVID-19 Selama Sosial Desa Membeli KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Strategi pelindung diri (APD) seperti masker dan Petani bunga potong di Desa Pasirlangu disarankan untuk membuat atau mengaktifkan kembali kelompok tani bunga potong sehingga diharapkan terbantu ketika mendapatkan bantuan dapat mempermudah petani dalam hal sosial, dengan adanya bantuan sosial penyediaan sarana produksi pertanian, penyaluran bantuan pemerintah yang kebutuhan rumah tangganya serta mampu lebih akurat, dan meningkatkan jaringan bertahan di saat situasi krisis. Hal Umanailo Saran terdampak pandemi COVID-19 merasa tidak jatuh miskin lebih dalam. Petani sosial yang dimiliki oleh rumah tangga membantu masyarakat yang terdampak COVID-19 keuangan, dan memanfaatkan jaringan membuat kebijakan pemberian bantuan mengurangi pengeluaran rumah tangga, kementerian sosial merespon dengan nafkah ganda, menjual aset yang dimiliki, kebutuhan rumah tangga masyarakat, intensitas pekerjaan, menerapkan pola Menindaklanjuti dampak pandemi memenuhi kebutuhan rumah tangganya. COVID-19 mencukupi kebutuhan rumah tangganya di rumah mengakibatkan petani bunga potong di saat pandemi COVID-19 untuk menyiapkan fasilitas untuk anak belajar diaplikasikan rumah tangga petani bunga sarung tangan, hand sanitizer, serta bantuan di saat situasi mendesak. Pasirlangu khususnya para petani bunga penyelamat ketika petani membutuhkan COVID-19 sosial antar petani bunga potong. bahwa bantuan sosial dapat berfungsi STRATEGI BERTAHAN HIDUP RUMAH TANGGA PETANI BUNGA POTONG PADA SAAT PANDEMI COVID-19 Nurulhaqq Sariwibawa Ahmad Zaeni. Rani Andriani Budi Kusumo Miles. Huberman. , & Saldana. Qualitative Data Analysis (Illustrat. SAGE. Muktirrahman, & Haqan. Peran Perempuan Berdagang Tapai Untuk Menupang Kebutuhan Ekonomi Keluarga Di Desa Pordapor Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Pemikiran Dan Ilmu Keislaman, 4. , 168Ae187. Mulyawanti. Widayanti. Hayuningtyas. , & Winarti. Penanganan Pascapanen Komoditas Hortikultura Untuk Mengatasi Dampak Pandemi Covid-19. Balai Besar Pene. Itian Dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, 257Ae276. Nasution. Erlina. , & Muda. Dampak Pandemi COVID19 Perekonomian Indonesia. Jurnal Benefita, 5. Norfahmi. Kusnadi. Nurmalina, , & Winandi. Time Allocation Analysis of Rice Farm and Its Impact of Household Farmers Income. Informatika Pertanian, 26. , 13Ae22. Nurdiani. Teknik Sampling Snowball Penelitian Lapangan. ComTech, 5. , 1110Ae Oktorini. Nurleni. , & Perdana. Strategi Bertahan Hidup Karyawan Senior Korban Pemutusan Hubungan Kerja (Ph. Pt. Antang Ganda Utama di Desa Butong Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara. Jurnal Sosiologi, 1. , 40Ae48. Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang Nomor 56 Tahun 1960 Tentang Penetapan Luas Tanah Pertanian, . Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, . DAFTAR PUSTAKA