Jurnal Manajemen Bisnis Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Vol. 10 I No. 2, hal 274-278 PERAN UKM KONVEKSI DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI PEREMPUAN DI KABUPATEN PAMEKASAN Mariska Ayu Widyaningrum1. Anwar Musadad2 Fakultas Ekonomi Universitas Madura 1fian@unira. id, 2runik@unira. Keyword UKM Konveksi. Kesejahteraan. Ekonomi Perempuan Abstract Keberadaan UKM khusunya UKM konveksi di Kabupaten Pamekasan turut serta dalam upaya memberikan kontribusi terhadap peningkatan pada kesejahteraan perekonomian perempuan terutama para karyawan konveksi iyang mayoritas dari keseluruhan karyawan berjenis kelamin perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kontribusi dari UKM konveksi dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi perempuan dan untuk mendeskripsikan faktor-faktor penghambat dan pendukung UKM konveksi dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi perempuan. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peningkatan kesejahteraan ekonomi para perempuan yang ditandai dengan adanya peningkatan penghasilan, usaha konveksi memberikan kontribusi berupa penambahan penghasilan bagi para perempuan yang awalnya tidak memiliki penghasilan Peneliti menemukan masih ada faktor lain di luar mendapatkan penghasilan tersebut, yakni pendapatan suami dan juga kondisi dari masyarakat itu sendiri. A 2021 JMB. All right reserved PENDAHULUAN Usaha kecil dan Menengah (UKM) merupakan bagian dari kegiatan usaha yang sudah banyak diminati oleh masyarakat setelah terjadinya krisis ekonomi yang berdampak pada adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada perusahaan besar. Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam perekonomian nasional juga memiliki berbagai peran yang penting dan strategis. Keberadaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tersebut diharapkan mampu dalam memberikan berbagai kontribusi yang cukup baik yang berrtujuan untuk kesejahteraan masyarakat, pada khususnya dalam upaya untuk menanggulangi terhadap berbagai permasalahan yang sering dihadapi seperti tingginya pada jumlah tingkat kemiskinan, meningkatnya jumlah atau kuantitas dari pengangguran, adanya ketimpangan terhadap distribusi pendapatan dan segala aspek yang tidak Meningkatnya kemiskinan pada saat terjadinya krisis ekonomi maka dapat berdampak positif terhadap pertumbuhan pada output bagian UKM. Pembangunan serta pertumbuhan UKM merupakan salah satu bagian dalam penggerak yang penting untuk pembangunan dan pertumbuhan perekonomian di berbagai Negara iyang ada di dunia. Kedudukan serta bagaimana peran wanita dalam memajukan perekonomian keluarga memiliki beberapa indikator yang dapat dijadikan sebagai tolak ukur, diantaranya adalah dengan melakukan analisa terhadap kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan wanita pelaku UKM pada umumnya didalam lingkungan masyarakat, bagaimana kegiatan usahanya,seperti apa jenis usahanya, dan bagaimana status pada pelaku usaha. Dari berbagai indikator tersebut amaka akan dapat diperoleh gambaran mengenai bagaimana kegiatan dari produktif seperti apakah yang dapat dihasilkan sebagai upah atau imbalan yang disesuaikan pada kegiatan para wanita pelaku UKM tesebut, bagaimana proporsi wanita dalam bekerja, status wanita ketika menjadi pelaku dalam industri UMKM, dalam posisi wanita pekerja apakah semuana sudah sesuai atau tidak. Kajian tentang wanita di lapangan dapat dihubungkan dengan berbagai keadaan masyarakat yang pada umumnya dapat dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan disamping pada nilai-nilai yang telah berlaku dalam lingkungan masyarakat (Muhammad, 2. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kontribusi UKM konveksi dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi perempuan di Kabupaten Pamekasan dan untuk mendeskripsikan faktor-faktor penghambat dan pendukung UKM konveksi dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi perempuan di Kabupaten Pamekasan. II. TINJAUAN PUSTAKA Usaha Kecil Menengah (UKM) UKM merupakan unit dalam usaha produktif yang dapat berdiri sendiri, yang dilakukan oleh perorangan maupun Badan Usaha disemua sektor ekonomi (Tambunan, 2012:. Sedangkan menurut Kementrian Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menegkop dan UKM), menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Usaha Kecil (UK), termasuk Usaha Mikro (UMI), merupakan entitas yang usaha mempunyai Rp200. 000,00 tidak termasuk dengan tanah dan bangunan untuk tempat usaha, dan memiliki penjualan tahunan paling banyak sebesar iRp1. 000,00. Sementara itu, penjelasan mengenai Usaha Menengah (UM) merupakan suatu entitas usaha yang dimiliki oleh warga negara Indonesia yang memiliki kekayaan bersih kisaran antara lebih dari Rp200. 000,00 sampai dengan Rp10. 000,00 tidak termasuk tanah dan bangunan. Badan Pusat Statistik (BPS) juga memberikan gambaran mengenai definisi UKM yang ditentukan berdasarkan kuantitas atau jumlah dari tenaga kerja. Usaha kecil merupakan suatu entitas usaha yang memiliki jumlah tenaga kerja antara 5 sampai dengan 19 orang, sedangkan usaha menengah merupakan suuatu entitas usaha yang memiliki tenaga kerja sekitar antara 20 sampai dengan 99 orang. Berdasarkan dari Keputusan Menteri Keuangan Nomor 316/KMK. 016/1994 tanggal 27 Juni 1994, usaha kecil didefinisikan sebagai bagian dari perorangan atau badan usaha yang telah melakukan berbagai kegiatan maupun usaha yang sudah mempunyai penjualan atau omset per tahun setinggi-tingginya Rp600. 000,00, dimana aset atau aktiva setinggi-tingginya Rp600. 000,00 . i luar tanah dan bangunan yang ditempat. yang terdiri dari: 1. bidang usaha (Fa. CV. PT, dan koperas. engrajin atau industri rumah tangga, petani, peternak, nelayan, perambah hutan, penambang, pedagang barang dan jas. Peran Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Peran UKM (Usaha Kecil dan Menenga. dapat Diakui bahwa UKM dapat memainkan berbagai peran penting di dalam pembangunan dan pertumbuhan perekonomian suatu negara, yang tidak selalu menarik untuk dikaji, bukan hanya dari aspek ketahanan, aspek pembiayaan, serta perolehan pinjaman maupun dari aspek manajerial Pada era globalisasi dengan adanya integrasi perekonomian di Asia Tenggara, yaitu penyatuan ekonomi (Economic Unio. yang menjadikan Asia Tenggara menjadi suatu komunitas perekonomian dengan berbasis pada produksi tunggal yang dapat membuat UMKM harus mampu mempertahankan eksistensinya dan keberlanggsungan usahanya ditengah gempuran ekonomi global. Kesejahteraan Kesejahteraan memiliki arti yaitu usaha yang telah dikembangkan untuk meningkatkan taraf hidup manusia, baik dalam bidang fisik, mental, emosional, sosial, ekonomi, maupun Selain itu kesejahteraan sosial dapat dianalogikan sebagai bagian dari kesehatan jiwa yang dapat dilihat dari empat sudut pandang diantaranya adalah keadaan, ilmu, kegiatan, dan gerakan (Fahrudin: 2. Kesejahteraan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah suatu pencapaian atau tolak ukur dari tiap individu dalam hal ini adalah perempuan untuk dapat memenuhi Kesejahteraan keluarga melalui kegiatan yang diikuti dalam memenuhi perekonomiannya. Kesejahteraan Perekonomian Kesejahteraan ekonomi merupakan salah satu dari cabang ilmu ekonomi yang menggunakan teknik pada ekonomi mikro untuk menentukan secara efisiensi terhadap alokasi dari ekonomi makro dan akibat dari distribusi pendapatan yang saling berhubungan antara satu sama lain (Dominick,2009:56 Kegiatan merupakan salah satu kegiatan yang tidak akan pernah terlepas dari pasar. Pada dasarnya kegiatan ekonomi tersebut lebih mementingkan pada sebuah keuntungan bagi para pelaku ekonomi di pasar tersebut. Sehingga sangat sulit dalam menyejahterakan, apabila dilihat dari mekanisme pasar yang ada. Keadaan pasar yang begitu kompetitif untuk mencari keuntungan, merupakan salah satu hal yang dapat menjadi penghambat untuk menuju kesejahteraan. Kompetitif dalam pasar merupakan hal yang sangat wajar, dikarenakan persaingan menjadi sesuatu yang wajib dalam melaksanakan mekanisme pasar. Ekonomi memiliki tugas untuk dapat memberikan prinsip yang rasional bagi bisnis atau usaha sebagai bagian dari kegiatan ekonomi, sehingga dalam kegiatan ekonomi tersebut tidak hanya dapat mengarah diri pada kebutuhan hidup manusia perorangan dan dalam jangka waktu yang pendek, akan tetapi juga dapat memberikan surplus bagi kesejahteraan orang banyak dalam suatu negara. Dalam kegiatan pasar akan banyak mempengaruhi optimal tidaknya suatu kegiatan ekonomi tersebut. Kompetisi dalam pasar juga dapat menimbulkan berbagai dampak negatif Dimana dalam kompetisi pasar dapat membuat konteks sosial yang harus dapat diperhatikan dalam pencapaian kesejahteraan ekonomi menjadi lebih sulit untuk tercapai. Maka hal tersebut, perlu adanya ilmu dari kesejahteraan ekonomi dalam membangun suatu kegiatan ekonomi yang dapat memberikan ataupun menciptakan suatu kondisi yang sejahtera dalam suatu skala bermasyarakat maupun dalam lingkungan keluarga. Menurut iSnel dan Staring . alam Widodo,2. mengemukakan bahwa strategi bertahan hidup adalah rangkaian tindakan yang dipilih secara standar oleh individu dalam rumah tangga yang miskin secara sosial ekonomi. caracara individu menyusun strategi dipengaruhi oleh posisi individu atau kelompok dalam struktur masyarakat, sistem kepercayaan, dan jaringan sosial (Widodo,2. Perekonomian Perempuan Menurut Hubies . dalam buku Manajemen Pemberdayaan Perempuan, menawarkan suatu model pemberdayaan masyarakat yang disebutnya self propelling growth concept atau slf help. konsep inni merupakan keswadayaan yaitu kegiatan menolong diri sendiri sebagai suatu strategi dalam rangka pemberdayaan masyarakat miskin. kegiatan produktif mereka umumnya tergantung pada kegiatan mikro ekonomi dengan pemanfaatan potensi sumber daya lokal Soemartono . mengungkapkan bahwa dalam terjadinya suatu perubahan dalam perempuan dapat berupa: meningkatnya pengetahuan dan kesadaran pembentukan SDM yang produktif meningkatkan kondisi kesehatan dan kesejahteraan ekonomi keluarga meningkatnya kesadaran mengenai peranan pendidikan ndalam peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja meningkatnya kesadaran dan kemampuan untuk saling belajar dalam suatu wadah kegiatan belajar. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, tujuan dari penelitian inni adalah mengungkap fakta, keadaan, fenomena, dan keadaan yang terjadi saat penelitian berjalan dan menyuguhkn apa adanya. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data data primer didapatkan dari wawancara dengan narasumber pemilik UMKM Konveksi dan data sekunder didapatkan dari dokumentasi yang diperoleh dari dokumen-dokumen terkait seperti artikel, buku. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik reduksi data , penyajian data dan yang terakhir penarikan IV. HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN DAN Kontribusi UMKM Konveksi Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Perempuan di Kabupaten Pamekasan Menurut Pasal 2 dan 3 Undang-undang No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM, menyebutkan bahwa usaha mikro, kecil dan menengah berasaskan pada: kekeluargaan, demokrasi ekonomi, kebersamaan, efisiensi, berkeadilan, kemandirian, keseimbangan, kemajuan, dan kesatuan ekonomi nasional. Adapun tujuan usaha mikro, kecil dan menengah ialah menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka membangun perekonomian nasional berdasarkan Sebagaimana tercantum dalam pasal 1 UU No. Tahun 1974 tentang kesejahteraan sosial yang menyatakan bahwa: Setiap warga negara berhak atas taraf kesejahteraan sosial yang sebaik-baiknya dan berkewajiban untuk sebanyak mungkin ikut serta dalam usaha-usaha kesejahteraan sosial. Berdasarkan pada undang-undang tersebut, kewajiban warga negara tercermin dalam bentuk partisipasi, baik partisipasi langsung dalam kegiatan maupun melalui organisasi/ lembaga sosial. Partisipasi sosial masyarakat yang dimaksud adalah yang terarah, terencana, terorganisasi, dan kegotongroyongan dan swadaya. Oleh sebab itu, guna menciptakan kondisi kesejahteraan sosial yang baik dibutuhkan lingkungan yang mendukung, responsif, dan mampu memberdayakan masyarakatnya. Dalam hal kesejahteraan sosial, secara umum peranan masyarakat adalah menyelenggarakan dan melaksanakan usaha kesejahteraan sosial sesuai dengan kebijakan dan perundang-undangan yang Salah satu usaha untuk meningkatkan kesejahteraan sosial yang dilakukan oleh masyarakat di kabupaten pamekasan, ialah dengan mendirikan UKM konveksi KAoOnk. Maju Jaya. ADIBA. Ny. khotimah dan UKM Konveksi Sabrina sehingga mampu menyerap banyak tenaga kerja yang terdiri atas para perempuan. Peningkatan kesejahteraan sosial para perempuan karyawan konveksi yang ditandai dengan adanya peningkatan Dalam hal ini, usaha konveksi memberikan kontribusi berupa penambahan penghasilan bagi para perempuan di Kabupaten Pamekasan yang awalnya tidak memiliki Usaha kesejahteraan ekonomi yang dilakukan konveksi hijab di Kabupaten Pamekasan bukanlah satusatunya faktor utama dalam peningkatan kesejahteraan keluarga karyawan konveksi. Penulis menemukan masih ada faktor lain di luar kegiatan tersebut, yakni pendapatan suami dan juga kondisi masyarakat itu sendiri. Dalam hal ini, konveksi memberikan kontribusi berupa penambahan penghasilan bagi para perempuan di kabupaten Pamekasan yang awalnya tidak memiliki penghasilan sendiri. berikut ini. Faktor Penghambat dan Pendukung UKM Konveksi Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Perempuan Di Kabupaten Pamekasan Faktor Penghambat Kendala yang dialami ialah dalam hal Solusi yang dilakukan untuk menghadapi masalah tersebut di antaranya dengan membuat produk berkualitas tinggi, memproduksi produk sesuai dengan trend, memproduksi produk sesuai dengan minat pelanggan, terus mencari relasi yang baru serta menjaga kepercayaan relasi lama. Sedangkan kendala yang terkait dengan sumber daya manusia yaitu karyawan, mendapatkan karyawan pada saat musim bawang merah lumayan susah karena pendapatan dari kerja buruh pada saat menanam atau panen tembakau lebih banyak daripada kerja di konveksi. Kendala yang dialami adalah modal. Ada beberapa pemilik konveksi yang mengaku terkadang membutuhkan tambahan modal pada saat ekonomi pemilik lagi kekurangan, misalnya pada saat anak masuk sekolah, kebutuhan keluarga meningkat atau setoran dari pelanggan kurang lancar. Maka langkah yang dilakukan adalah meminjam modal di bank atau menambah jangkauan pemasaran dan penjualannya sehingga mendapat pemasukan yang lebih untuk mendapat tambahan modal. Faktor Pendukung Bisa menjalin kerjasama dengan penjual grosir maupun ritel busana muslim yang terkemuka atau di pedagang yang lancar Selalu melakukan inovasi pada produk yang sedang prosesproduksi maupun saat yang di Jeli membaca keinginan pasar dan minat konsumen serta selalu mengikuti trend merupakan strategi yang digunakan pemilik konveksi dalam menjalankan bisnisnya. Kreatif, mengikuti pasar, menjaga kualitas produk dan terus berinovasi merupakan strategi yang dimiliki juga dalam menjaga stabilitas usahanya. Pemilik konveksi juga mengubah segmen Dulu membuat produk dengan sasaran kalangan menengah ke atas, namun sekarang mengubah segmen pasar menjadi menengah ke bawah idan ada yang masih mempertahankan segmen pasarnya dengan Beberapa konveksi juga pernah mendapatkan bantuan dari Disperindag atau pemerintah berupa beberapa mesin jahit atau pinjaman DAFTAR PUSTAKA