JURNAL PERTANIAN BERBASIS KESEIMBANGAN EKOSISTEM http://e-journal. id/index. php/agrimeta Vol . 12 No 23 (APRIL, 2. 7 Ae 13 e-ISSN : 2721-2556 . p-ISSN : 2088-2531 ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI GOGO DI SINGKUL DESA NGGALAK KECAMATAN REOK BARAT KABUPATEN MANGGARAI Florensius G. Salmon . I Ketut Arnawa*. Utari Vipriyanti. Anglila Amaral Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian dan Bisnis. Universitas Mahasaraswati Denpasar Corresponding Author: arnawa_62@unmas. ABSTRACT The purpose of the study was to determine how much upland rice farming income was in Singkul. Nggalak Village. West Reok District. Manggarai Regency and to determine the efficiency of upland rice farming in Singkul. Nggalak Village. West Reok District. Manggarai Regency. The types of data used are quantitative data and qualitative data, while the sample in this study was 50 people. The results of this study indicate that the average total income (Gross Retur. obtained by farmers is Rp. 37,470,000 per person or Rp. 34,376,147 per hectare. The average total production cost (Total Productio. spent is Rp. 11,477,700 per person or Rp. 10,530,000 per hectare. The average total income (Net Retur. obtained by farmers is Rp. 25,992,300 per person or Rp. 23,846,147 per Based on the calculation through the R/C formula on upland rice farming in Singkul. Nggalak Village. West Reok District. Manggrai Regency. NTT Province, it was 3. Thus, the R/C value > 1 means that upland rice farming in Singkul. Nggalak Village. West Reok District. Manggrai Regency. NTT Province can be said to be feasible or profitable. Keywords: Revenue. Production Cost. Revenue and Efficiency PENDAHULUAN Di Indonesia peranan sektor pertanian dalam perekonomian nasional sangatlah penting. Dimana sektor pertanian masih memberikan lapangan pekerjaan bagi sebagian besar penduduk di pedesaan dan menyediakan bahan pangan untuk semua orang Menyediakan bahan mentah bagi industri dan menghasilkan devisa negara melalui ekspor non migas merupakan peranan lain dari sektor pertanian. Pandemi covid-19 memang sangat berdampak buruk bagi perekonomian nasional. Akan tetapi, ditengah melemahnya perekonomian nasioanl akibat dari covid19 hanya pertanian yang tumbuh positif. Menurut Suharianto selaku kepala Badan Pusat Statistik (BPS), peningkatan sektor pertanian dipicu oleh beberapa Salah satunya adalah komoditas tanam pangan yang mengalami pertumbuhan sebesar 10,47 persen. Hal ini terjadi lantaran adanya peningkatan luas panen dan produksi padi, ubi kayu, jagung serta cuaca yang Menurut Rusman . , tantangan pertanian global adalah pertanian dengan daya saing tinggi . novatif, esklusi. pertanian yang mampu mendorong pertumbuhan ekomoni nasional dan inklusif terhadap penurunan kemiskinan, pertanian yang mampu mempersempit kesenjangan ekonomi dan pendapatan serta pertanian yang manpu memperkuat ketahanan pangan dan energy. Hasil pertanian yang sangat meningkat saat ini adalah tanaman padi. Padi merupakan komoditas tanaman pangan penghasil beras yang memegang peranan penting dalam kehidupan perekonomian Indonesia, yaitu beras sebagai makanan pokok sangat sulit digantikan oleh bahan pokok lainnya. Sehingga keberadaan beras menjadi prioritas utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan asupan karbohidrat yang dapat menyenayangkan dan merupakan karbohidrat utama yang mudah diubah menjadi energy. Padi sebagai tanaman pangan kosumsi kurang lebih 90% dari keseluruhan penduduk Indonesian untuk makanan pokok sehari-hari (Donggulo, dkk. Menurut Siregar . , padi merupakan tanaman pangan penting kedua di dunia setelah gandum. Tanaman padi merupakan tanaman pangan utama karena sebagian penduduk khususnya Indonesia makanan pokonnya adalah beras. Saat ini, sebagian dari penduduk Indonesia menaman padi bukan hanya di Tetapi penduduk pedesaan ada yang melakukan budidaya padi pada lahan tanah yang kering atau biasanya penduduk desa menyebutkannya padi ladang atau padi gunung dan ada juga yang menyebutkannya padi gogo atau padi darat. Kecamatan Reo Barat merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten di Manggarai. Provinsi Nusa Tenggara Timur, sebagian besar bergunung-gunung. Kebanyakan penduduk Singkul Desa Nggalak memanfaatkan lahan kering untuk membudidaya tanaman padi. Padi gogo dibudidaya karena mengingat cuaca di Indonesia yang kurang mendukung. Usaha tani yang menanam padi pada lahan kering dilakukankan turun-temurun, disebabkan lahan sawah yang berkurang dan sangat cocok bagi penduduk desa yang kekurangan air. Padi gogo memang membutuhkan air selama proses pertumbuhannya, akan tetapi tidak berlebihan dan bahkan hanya memerlukan curah hujan Penggunaan sistem tanaman dalam budidaya padi gogo akan mempengaruhi hasil produksi, dan pada akhirnya akan mempengaruhi pendapatan petani. Salah satu kendala yang dihadapi petani dalam melakukan usaha taninya adalah modal. Sebagai pengambil keputusan berusaha untuk menekan biaya produksi seminimal mungkin agar diperoleh keuntugan yang Pendapatan mempunyai hubungan erat dengan tingkat produksi yang dicapai, apabila produksi meningkat maka pendapatan pun cendrung meningkat. Tinggi rendahnya pendapatan dipengaruhi oleh produksi dan tingkat harga. Produktifitas dapat dipengaruhi oleh faktor luar dan faktor dalam. Faktor luar misalnya serangan hama dan penyakit serta cuaca yang kurang mendukung. Sedangkan faktor dalam yakni penerapan teknologi yang kurang optimal seperti penerapan sistem tamanam dan pengunaan pupuk yang Tingkat pendapatan petani secara umum dipengaruhi oleh beberapa komponen yaitu jumlah produksi, harga jual, dan biaya-biaya produksi padi merupakan salah satu komoditi yang menpunyai prospek cerah guna pendapatan para petani. Hal tersebut dapat memberi motivasi tersendiri bagi petani untuk lebih mengem-bangkan dan meningkatkan produksinya dengan harapan agar pada saat panen memperoleh hasil penjualan tinggi guna memenuhi Namun secara aktual pada saat panen tiba, hasil melimpah tetapi harga menjadi turun, dan terlebih lagi jika hasil produksi yang diharapkan jauh dari perkiraan, yaitu pembeli, produksi minim, biaya untung kegiatan, mulai dari pengadaan pupuk, pengolahan, pestisida dan biaya lain yang tidak terduga (Milfitra, 2. Berdasarkan pemaparan tersebut, perlu untuk dilakukan penelitian tentang AuAnalisis Pendapatan Usahatani Padi Gogo Di Singkul Desa Nggalak Kecamatam Reok Barat Kabupaten ManggaraiAy. Lahan yang digunakan untuk penanaman padi gogo adalah memanam benih padi dilahan kering atau ladang ditanah area pegunungan. Penanaman yang dilakukan petani yang unik tidak seperti dilahan sawah. Sehingga penulis tertarik untuk menggunakan analisis pendapatan dari padi gogo. Berdasar latar belakang masalah diatas dapat dirumuskan sebagai berikut: . Berapa besar pendapatan usahatani padi gogo di Singkul Desa Nggalak Kecamatan Reok Barat Kabupaten Manggarai? . Bagaimana efisiensi usahatani padi gogo di Singkul Desa Nggalak Kecamatan Reok Barat Kabupaten Manggarai? Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian bertujuan untuk: . Untuk mengetahui seberapa besar pendapatan usahatani padi gogo di Singkul Desa Nggalak Kecamatan Reok Barat Kabupaten Manggarai. Untuk mengetahui efisiensi usahatani padi gogo di Singkul Desa Nggalak Kecamatan Reok Barat Kabupaten Manggarai. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat mempunyai manfaat sebagai berikut: . Dapat digunakan sebagai informasi objektif yang dapat digunakan oleh pemilik usaha maupun pemerintah dan pihak lain. Dapat menjadi informasi dalam pendapatan dan pengembang usahatani padi gogo bagi pemilik usaha agar mampu . Menambah ilmu pengetahuan dibidang pendapatan usahatani padi gogo. Menambah wawasan bagi peneliti lain tentang usahatani padi gogo dan hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan referensi bagi mahasiswa serta dapat dijadikan sebagai referensi bagi penelitian selanjutnya. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di CV Nadis Herbal. Desa Mekar Bhuana. Kecamatan Abiansemal. Kabupaten Badung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2021 sampai bulan Februari 2022. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah dengan cara . Observasi, . Wawancara, . Kuisioner, . Dokumentasi dan . Studi Kepustakaan. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penulisan penelitian ini dalah data kuantitatif dan data kualitatif dan penelitian ini dilaksanakan dengan menggunkan pendekatakan studi deskriptif dengan mengumpulkan data yang terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode Analisis Data Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menganalisis data primer yang dikumpulkan melalui kuisoner yang telah dibuat terlebih dahulu yang memuat daftar pernyataan yang dibutuhkan dalam Data yang diperoleh diklasifikasi, ditabulasi, dan diolah sesuai dengan alat analisis yang Tahapan analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: . Analisis Biaya Total (Total Cost/TC). Biaya total adalah jumlah total biaya yang dikeluarkan oleh perusahan untuk memperoleh input Biaya total merupakan penjumlahan biaya tetap dan biaya variabel perusahaan. Menurut Suratiyah . , untuk menghitung besarnya biaya total (Total Cost/TC) diperoleh dengan cara menjumlahkan biaya tetap (Fixed Cost/FC) dengan biaya variabel (Variable Cost/VC) dengan rumus: TC = FC VC Dimana: TC = Total Cost (Biaya Tota. FC = Fixed Cost (Biaya Tetap Tota. VC = Variable Cost (Biaya Variabl. Analisis Penerimaan Menurut Suratiyah . , secara umum perhitungan penerimaan total (Total Revenue/ TR) adalah perkalian antara jumlah produksi (Y) dengan harga jual (P. dan dinyatakan dengan rumus sebagai berikut: TR = Py. Dimana: TR = Total Revenue (Penerimaan Tota. = Harga Produk . Y = Jumlah Produksi AGRIMETA. VOL. 12 NO. AP RI L 2022. p-ISSN : 2088-2531, e-ISSN : 2721-2556 Analisis Pendapatan Menurut Suratiyah . , pendapatan adalah selisih antara penerimaan (TR) dan biaya total (TC) dan dinyatakan dengan rumus: I = TR Ae TC Dimana: I = Income (Pendapata. = Total Revenue (Penerimaan Tota. TC = Total Cost (Biaya Tota. Efisiensi Usahatani Padi Efisiensi adalah perbandingan antara penerimaan dan biaya dimana penerimaan lebih besar dibandingkan dengan total biaya. Menurut Suratiyah . , untuk mengetahui R/C Ratio yang diperoleh petani padi gogo Desa Nggalak Kecamatan Reok Barat adalah R/C. R/C adalah perbandingan antara penerimaan dengan biaya R/C = Penerimaan Total (TR) Biaya Total (TC) Dimana: R = Revenue (Besarnya penerimaan yang diperola. C = Cost (Besarnya biaya yang dikeluarka. Ada tiga kriteria dalam perhitungannya, yaitu: Apabila R/C > 1 artinya usahatani tersebut Apabila R/C = 1 artinya usahatani tersebut impas. Apabila R/C < 1 artinya usahatani tersebut rugi. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Petani Berdasarkan data primer yang diproleh dari 50 petani, maka dapat dikemukakan karakteristik petani yang akan dijelaskan khususnya menyangkut umur, tingkat pendidikan, tanggungan keluarga, pengalaman dalam usahatani dan status kepemilikan lahan. Keragaman karakteristik tersebut akan mempengaruhi keputusan petani dalam melakukan usahatani di Singkul Desa Nggalak. Kecamatan Reok Barat. Kabupaten Manggrai. Provinsi NTT. Umur Petani Umur merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi aktivitas seseorang dalam bidang Umumnya seseorang yang masih muda dan sehat memiliki kemampuan fisik yang lebih kuat dibanding dengan yang berumur tua. Seseorang yang masih muda lebih cepat menerima hal-hal yang baru, lebih berani mengambil resiko dan lebih dinamis. Sedangkan seseorang yang relatif tua mempunyai kapasitas pengelolaan yang matang dan memiliki banyak pengalaman dalam mengelola usahanya, sehingga ia sangat berhati-hati dalam bertindak, mengambil keputusan dan cenderung bertindak dengan hal-hal yang bersifat tradisional, disamping itu kemampuan fisiknya sudah mulai berkurang. Untuk mengetahui dengan jelas klasifikasi responden menurut kelompok umur dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah ini: Tabel. 1 Umur Petani di Singkul Desa Nggalak. Kecamatan Reok Barat. Kabupaten Manggrai. Provinsi NTT. No. Kelompok Umur (Tahu. Jumlah (Oran. Persentase (%) >60 Jumlah Sumber : Analisis data primer Berdasarkan hasil penelitian dari 50 petani, dengan kisaran antara 20 tahun sampai dengan lebih dari 60 Sebagian besar petani masih tergolong penduduk usia produktif . erumur 20 sampai dengan 49 tahu. , yaitu sebanyak 45 orang . %). Sedangkan, sebanyak 5 orang petani . %) dikatagorikan sebagai petani dengan kisaran usia non produktif . ->60 tahu. , sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 1. Petani padi di tempat penelitian memulai usahataninya pada usia 20 tahun ke atas, rata-rata umur petani pada kisaran umur yang masih produktif, baik secara fisik maupun mental. Petani masih memiliki kemampuan untuk menghasilkan barang dan jasa hal ini sejalan dengan simanjutak . yang menyatakan bahwa 15-50 tahun dianggap produktif dan masih mampu bekerja. Tingkat Pendidikan Petani Dalam penelitian ini tingkat pendidikan akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan Hal ini terkait dengan menjalankan usahatani yang lebih rasional dalam berpikir dan menerima teknologi baru. Karena dengan pendidikan akan memberikan motivasi bagi petani untuk menerima inovasi, untuk merubah cara berpikir yang lebih rasional di dalam mengelola usahataninya. Di bawah ini terlihat tingkat pendidikan petani di daerah Terlihat dari tingkat pendidikan yang di tempuh petani di daerah penelitian 8 orang . %) yang Tidak Sekolah (TS), 15 orang . %) yang tamat Sekolah Dasar (SD), 15 orang . %) tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), 12 orang . %) yang tamat tingakat Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA). AGRIMETA. VOL. 12 NO. AP RI L 2022. p-ISSN : 2088-2531, e-ISSN : 2721-2556 Tabel 2. Tingkat Pendidikan Petani di Singkul Desa Nggalak. Kecamatan Reok Barat. Kabupaten Manggrai. Provinsi NTT. No. Tingkat pendidikan Petani (Oran. Persentase (%) Tidak sekolah SD/Sederajat SLTP/Sederajat SLTA/Sederajat Jumlah Sumber : Analisis data primer Dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan petani di Kecamatan Terara relatif rendah sebanyak 23 orang . %), yaitu petani berpendidikan tidak sekolah dan tamat SD, sedangkan petani yang tergolog pendidikan tinggi 27 orang . %), yaitu berpendidikan SMP ke atas. Menujukkan bahwa rata-rata petani tergolong berpendidikan rendah. menurut Soekartawi. Yang menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan yang dimiliki oleh seseorang maka semakin rasional dalam berfikir dan relatif lebih cepat menerima serapan teknologi. Jumlah tanggungan Keluarga Anggota keluarga merupakan salah satu sumber tenaga kerja dalam usahatani dan juga merupakan faktor yang dapat mempengaruhi beban keluarga dalam menyediakan kebutuhan sehari-hari. semakin banyak jumlah anggotakeluarga petani maka ketersediaan tenaga kerja dalam keluarga juga semakin banyak sehingga akan dapat mengurangi kebutuhan tenaga kerja dari luar keluarga. Untuk lebih jelasnya kisaran tanggungan petani telihat pada Tabel 3 sebagai berikut: Dari Tabel 3, dapat diketahui bahwa Petani sebagian besar petani pasdi di Kecamatan Terara masuk kategori kecil yakni dengan tanggungan keluarga 1-3 sebanyak 30 orang . %) Tabel 3. Jumlah tanggungan keluarga di Singkul Desa Nggalak. Kecamatan Reok Barat. Kabupaten Manggrai. Provinsi NTT. Tanggungan keluarga Petani (Oran. Persentase (%) Jumlah Sumber : Analisis data primer Dari Tabel 3, dapat diketahui bahwa Petani sebagian besar petani pasdi di Kecamatan Terara masuk kategori kecil yakni dengan tanggungan keluarga 1-3 sebanyak 30 orang . %). Badan Pusat Statistik mengelompokkan jumlah tanggungan kedalam tiga kelompok yakni tanggungan keluarga kecil 1-3 orang, tanggungan keluarga sedang 4-6 orang dan tanggungan keluarga besar adalah lebih dari 6 orang. Jumlah tanggungan ini biasanya akan dipengaruhi oleh aspek geografis, pendidikan dan budaya. Karena letak geografis biasanya akan mempengaruhi jumlah tanggungan, misalnya saja keluarga yang berada di kota dengan di desa. Di kota biasanya orang-orang akan berpikiran bahwa memiliki dua anak saja sudah cukup karena mereka memperhitungkan berapa biaya yang harus mereka keluarkan nantinya sedangkan di desa biasanya mereka memiliki banyak anak karena berpikir mereka yang akan menjadi penerus dari keluarga tersebut terlepas dari berapa jumlahnya. Selain itu anggapan bahwa Aubanyak anak banyak rejekiAy masih mempengaruhi mindset dari orang Indonesia sehingga sering kali masih ada keluarga yang memiliki jumlah tanggungan anak yang sangat banyak. Luas Lahan Lahan merupakan faktor yang sangat penting dalam suatu kegiatan usahatani. Luas lahan garapan juga akan mempengaruhi tingkat pendapatan petani, semakin luas lahan yang digarap, maka hasil yang diperoleh akan semakin tinggi sehingga pendapatan petani akan meningkat dan semakin luas lahan yang di garap petani maka semakin banyak biaya yang di Rincian luas lahan petani dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Total luas lahan garapan dari 50 petani adalah 54,5 hektar, sehingga diperoleh rata-rata luas lahan garapan 09 hektar. Petani yang memiliki luas lahan 50 are sebanyak 20 orang . %). Petani yang memiliki luas lahan seluas 100 are sebanyak 12 orang . %), petani yang memiliki luas lahan 150 are sebayak 10 orang . %), petani yang memiliki luas lahan 150 are sebanyak 5 orang . %), petani yang memiliki lahan 200 are sebanyak 3 orang . %). Tabel 4. Luas Lahan Petani di Singkul Desa Nggalak. Kecamatan Reok Barat. Kabupaten Manggrai. Provinsi NTT. No. Luas Lahan (Ar. Petani (Oran. Persentase (%) AGRIMETA. VOL. 12 NO. AP RI L 2022. p-ISSN : 2088-2531, e-ISSN : 2721-2556 Jumlah Sumber : Analisis data primer Produksi Petani Produksi adalah segala kegiatan yang ditujukan untuk menambah atau meningkatkan kegunaan benda, atau segala kegiatan yang ditujukan untuk memuaskan orang lain melalui pertukaran, meliputi usaha setiap orang dan kemampuan untuk meningkatkan manfaat dalam memenuhi kebutuhan manusia. Produksi merupakan serangkaian tahap yang harus dilalui dalam memproduksi suatu barang maupun jasa menyelenggarakan proses konveksi input menjadi output, dalam rangka pencapaian sasaran perusahaan. Fahmi . menjelaskan produksi yaitu suatu bagian dalam suatu organisasi bisnis, memegang peran penting dalam usaha mempengaruhi suatu organisasi. Bagian produksi sering dilihat sebagai salah satu fungsi manajemen yang menentukan penciptaan prodak serta turut mempengaruhi peningkatan dan penurunan Produksi padi gogo di Singkul Desa Nggalak. Kecamatan Reok Barat. Kabupaten Manggrai. Provinsi NTT dengan masa panen 1 kali dalam setahun dengan pola tanam menggunakan sistem tugal dilakukan dengan membuat lubang tanam dengan tugal sedalam 5 cm, setiap lubang berisi 4-5 butir kemudian ditutup dengan tanah atau kompos. Pada masa panen, petani di Singkul Desa Nggalak. Kecamatan Reok Barat. Kabupaten Manggrai. Provinsi NTT memproduksi sebanyak 374. 700 kg atau 374,7 ton. Biaya Produksi Biaya adalah harga pokok yang dapat memberikan manfaat dan telah habis dimanfaatkan. Biaya dapat diartikan sebagai modal sumber ekomomi baik yang berwujut maupun tidak berwujut yang dapat ditukar dalam satuan uang, yang telah menjadi atau akan menjadi untuk mencapai tujuan tertentu. Biaya merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan harga pokok produksi dan harga jual hasil produksi. Menurut Mulyadi . , biaya produksi adalah biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Secara garis besar biaya produksi ini dibagi menjadi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overheadAy. Sedangkan menurut Harnanto . mendefinisikan bahwa biaya produksi adalah biaya Ae biaya yang dianggap melekat pada produk, meliputi biaya, baik langsung maupun tidak langsung dapat diidentifikasikan dengan kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk jadiAy. Biaya produksi yang dikeluarkan petani padi gogo di Singkul Desa Nggalak. Kecamatan Reok Barat. Kabupaten Manggrai. Provinsi NTT yaitu dengan total biaya sebesar Rp573. dengan rata-rata biaya per petani padi gogo sebesar Rp11. 700 atau Rp10. 000 per hektar. Untuk lebih jelasnya akan disajikan pada tabel sebagai Tabel 5. Biaya Produksi Petani di Singkul Desa Nggalak. Kecamatan Reok Barat. Kabupaten Manggrai. Provinsi NTT. Jumlah Biaya Total Rata-rata/orang Rata-rata/Ha No. Jenis Biaya (R. (R. (R. Benih Pupuk Pestisida Alat PBB Tenaga Kerja Upah Jumlah Sumber : Analisis data primer Rata-rata jumlah biaya yang di keluarakan petani untuk pembelian benih pada usahatani padi sebesar Rp 545. 000 per orang atau Rp500. 000 per Rata-rata kebutuhan benih 50 kg per luas lahan 50 are/0. 5 Ha, ini menunjukkan biaya yang di keluarakan petani terlalau besar, ini disebabkan tidak menerapakan penggunaan sesuai anjuran dari penyuluh dan pemerintah terkait. Pupuk merupakan kebutuhan pokok tanah untuk memenuhi kekurangan unsur hara yang di kandungnya, tanah yang tingkat kesuburannya rendah maka pupuk yang di gunakan semakin banyak. Rata-rata jumlah biaya yang di keluarakan petani untuk pembelian pupuk pada usahatani padi sawah sebesar Rp 1. per petani atau Rp. 000 per hektar. Pupuk yang digunakan pada usahatani padi di daerah penelitian yaitu: UREA. NPK. Pupuk Pestisida Benih AGRIMETA. VOL. 12 NO. AP RI L 2022. p-ISSN : 2088-2531, e-ISSN : 2721-2556 Untuk biaya Pestisida yang dikeluarkan petani dengan rata-rata petani menggunakan jenis pestisida Mitra Flora biaya yang di keluarkan oleh petani dengan rata-rata Rp 261. 600 per petani atau Rp240. 000 per Alat pertanian Dari hasil penelitian, alat-alat yang digunakan petani dalam proses produksi usahatani padi gogo hampir sama jumlah dan jenis alat yang digunakan seperti: sabit, tugal dan pompa gendong dengan biaya yang dikeluarkan rata-rata Rp1. 200 per petani atau Rp980. 000 per hektar. PBB (Pajak Bumi dan Banguna. Untuk biaya Pajak Bumi dan Bangunan yang berlaku di Singkul Desa Nggalak. Kecamatan Reok Barat. Kabupaten Manggrai. Provinsi NTT dengan biaya Rp 5. 000/are atau Rp. 000 per hektar. Biaya Tenaga Kerja Upah Biaya tenga kerja adalah biaya yang di keluarkan petani untuk membayar upah tenaga kerja berdasarkan upah hari orang kerja (HOK) yang meliputi, biaya penyiangan, pemupukan, penyemprotan dan panen. Biaya tenaga kerja yang di keluarkan petani baik dari dalam keluarga dan luar keluarga. Rata-rata pengeluaran biaya tenaga kerja yang di keluarkan oleh petani sebesar Rp. 000 per petani atau Rp. 000- per hektar. Penerimaan Produksi merupakan faktor yang mempe-ngaruhi pendapatan petani dalam berusahatani, yaitu hasil fisik yang diperoleh dari usahatani. Sedangkan nilai produksi merupakan penerimaan yang diperoleh petani dari hasil fisik dikalikan dengan harga yang diterima oleh petani. Dalam penelitian ini produksi yaitu hasil yang diperoleh dari usahatani padi gogo berupa gabah kering panen (GKP) yang di hasilkan, dikalikan dengan harga yang diterima oleh petani pada saat panen. Suratyah penerimaan atau pendapatan kotor adalah seluruh pendapatan yang diperoleh dari uasahatani dalam satu periode diperhitungkan dari hasil penjualan atau hasil penaksiran kembali. Pendapatan kotor = jumlah produksi . x harga persatuan (P. Melalui rumus tersebut, maka penerimaan usaha tani padi gogo di Singkul Desa Nggalak. Kecamatan Reok Barat. Kabupaten Manggrai. Provinsi NTT adalah sebagai berikut: = QxP = 374. 700 kg x Rp. = Rp1. Melalui rumus tersebut, berikutnya peneliti akan menyajikan hasil tersebut pada tabel berikut ini Tabel 6. Penerimaan Petani di Singkul Desa Nggalak. Kecamatan Reok Barat. Kabupaten Manggrai. Provinsi NTT. Jumlah Uraian Rata-rata /org Rata-rata/Ha Produksi . 875,23 Harga (Rp/k. Nilai Produksi/penerimaan (R. Sumber : Analisis data primer Rata - rata produksi yang dihasilkan oleh petani usahatani padi yaitu 7. 494 Kg per petani atau 6. 875,23 Kg per hektar dan harga per 1 Kg sebesar Rp. 000 per luas lahan garapan atau per hektar. Sedangkan rata-rata nilai total produksi hasil produksi yaitu Rp. per petani atau Rp34. 147 per hektar. Analisis Pendapatan Pendapatan merupakan salah satu indikator untuk mengukur kesejahteraan seseorang atau masyarakat, sehingga pendapatan masyarakat ini mencerminkan kemajuan ekonomi suatu masyarakat. Pendapatan usaha tani merupakan selisih antara penerimaan dan semua biaya, atau dengan kata lain pendapatan usaha tani meliputi pendapatan kotor atau penerimaan total dan pendapatan bersih. Pendapatan kotor/ penerimaan total adalah nilai produksi komoditas pertanian secara keseluruhan sebelum dikurangi biaya produksi (Rahim dan Hastuti 2. Usahatani merupakan salah satu kegiatan untuk memperoleh produksi di lapangan pertanian akan dinilai dari biaya yang dikeluarkan dan penerimaan yang diproleh, selisih keduanya merupakan pendapatan usahatani yang diterima petani. Pendapatan petani dalam penelitian ini adalah dengan mengurangi nilai produksi dengan total biaya produksi, besarnya pendapatan petani tergantung pada besarnya produksi yang dihasilkan. Dari hasil pelitian di Singkul Desa Nggalak. Kecamatan Reok Barat. Kabupaten Manggrai. Provinsi NTT pada usahatani padi gogo. Penerimaan keseluruhan pentani di Singkul Desa Nggalak. Kecamatan Reok Barat. Kabupaten Manggrai. Provinsi NTT diperoleh dengan hasil sebesar Rp1. sedangkan besaran biaya produksi yang dikeluarkan petani padi gogo di Singkul Desa Nggalak. Kecamatan Reok Barat. Kabupaten Manggrai. Provinsi NTT keseluruhan sebesar Rp573. Melalui hasil penelitian, diperoleh pendapatan petani padi gogo di Singkul Desa Nggalak. Kecamatan Reok Barat. Kabupaten Manggrai. Provinsi NTT yaitu sebesar Rp1. untuk lebih detile, maka akan disajikan pada table berikut ini: AGRIMETA. VOL. 12 NO. AP RI L 2022. p-ISSN : 2088-2531, e-ISSN : 2721-2556 Tabel 7. Pendapatan Petani di Singkul Desa Nggalak. Kecamatan Reok Barat. Kabupaten Manggrai. Provinsi NTT. No. Uraian Penerimaan (R. Biaya Produksi (R. Pendapatan (R. Jumlah Rata-rata/org Rata-rata/Ha Sumber : Analisis data primer Tabel 7 memperlihatkan bahwa petani pada usahatani padi gogo di Singkul Desa Nggalak. Kecamatan Reok Barat. Kabupaten Manggrai. Provinsi NTT rata-rata total penerimaan (Gross Retur. yang diperoleh petani sebesar Rp37. 000 per orang atau Rp34. 147 per hektar. Sedangkan rata-rata total biaya produksi (Total Productio. yang dikeluakan sebesar Rp11. 700 per orang atau Rp10. 000 per hektar. Sehingga rata-rata total pendapatan (Net Retur. yang di peroleh petani sebesar Rp25. per orang atau Rp23. 147 Per hektar. Hal ini menunjukkan bahwa petani pada usahatani padi gogo di Singkul Desa Nggalak. Kecamatan Reok Barat. Kabupaten Manggrai. Provinsi NTT, rata-rata penerimaan yang di peroleh lebih besar dari biayabiaya produksi yang telah di keluarkan. Efesiensi Usaha Tani Padi Gogo Efisiensi adalah perbandingan antara penerimaan dan biaya dimana penerimaan lebih besar dibandingkan dengan total biaya. Menurut Suratiyah . , untuk mengetahui R/C Ratio yang diperoleh petani padi gogo Desa Nggalak Kecamatan Reok Barat adalah R/C. R/C adalah perbandingan antara penerimaan dengan biaya total dimana dari hasil analisis data diperoleh R/C = Nilai R/C ini nampak lebih besar dari satu (R/C > . Dengan demikian, nilai maka usaha tani padi gogo di Singkul Desa Nggalak. Kecamatan Reok Barat. Kabupaten Manggrai. Provinsi NTT dapat dikatakan layak atau menguntungkan. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah : . Rata-rata total penerimaan (Gross Retur. yang diperoleh petani sebesar Rp37. 000 per orang atau Rp34. 147 per . Rata-rata total biaya produksi (Total Productio. yang dikeluakan sebesar Rp11. per orang atau Rp10. 000 per hektar. Rata-rata total pendapatan (Net Retur. yang di peroleh petani sebesar Rp25. 300 per orang atau Rp23. 147 Per . Berdasarkan perhitungan melalui rumus R/C pada usaha tani padi gogo di Singkul Desa Nggalak. Kecamatan Reok Barat. Kabupaten Manggrai. Provinsi NTT adalah sebesar 3,264591. Dengan demikian, nilai R/C > 1 maka usaha tani padi gogo di Singkul Desa Nggalak. Kecamatan Reok Barat. Kabupaten Manggrai. Provinsi NTT dapat dikatakan layak atau Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani pada usahatani padi, maka disarankan sebaiknya: . Meningkatkan kualiatas padi dengan cara mulai mengikuti anjuran Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) agar dapat menghasilkan gabah kering panen (GKP) dan gabah kering giling (GKG) yang baik. Peningkatan kualitas gabah akan meningkatkan posisi tawar petani dalam menjual hasil panennya sehingga pembeli akan membeli dengan harga yang lebih tinggi. Petani harus menghitung biaya-biaya input yang di keluarkan dalam usahatani padi agar pendapatan yang diperoleh jelas sehingga dapat mengatahui dalam usahataninya mendapatkan keuntungan ataupun mengalami . Petani hendaknya tetap berkoordinasi dengan penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan merencanakan segala sesuatu terlebih dahulu sehingga kendala-kendala seperti hama dan penyakit nantinya dapat ditanggulangi. REFERENSI