Al-Rabwah : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. No. Mei 2025. PP. 026 - 038 P-ISSN : 2252-7672 | E-ISSN : 2798-4303 KELAYAKAN MEDIA KOMIK SISTEM PENCERNAAN MANUSIA UNTUK SISWA SD Andin Prameswari1. Yuni Ratnasari2. Diana Ermawati3 1,2,3 Universitas Muria Kudus. Indonesia Email : andinprameswari16@gmail. com1, yuni. ratnasari@umk. id2, diana. ermawati@umk. Received 22 Februari 2025 Article Info Accepted 5 Mei 2025 Published 5 Mei 2025 Keywords: ABSTRACT Comic Human Dygestive System Elementary students This study aims to develop comic media of the human digestive system for elementary school students. This research uses the RnD method with the ADDIE development model. The subjects in this study were 2 material experts, 2 media experts, teachers and fifth grade students of SDN 2 Pecangaan. The data collection techniques in this study used surveys, interviews, and observations. Data analysis used for media feasibility is validation test. The results of the media feasibility test based on the material expert validation test obtained a percentage of 76% with the category AFeasibleA and 85% with the category AVery FeasibleA. The results of the media expert validation obtained a percentage of 97% and 99% in the AVery FeasibleA category. This research contributes to the development of innovative learning media to improve students' understanding of the human digestive system effectively and comprehensively. Kata Kunci: ABSTRAK Komik Sistem Pencernaan Manusia Siswa SD Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media komik sistem pencernaan manusia untuk siswa SD. Penelitian ini menggunakan metode RnD dengan model pengembangan ADDIE. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 ahli materi, 2 ahli media, guru dan siswa kelas V SDN 2 Pecangaan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket, wawancara, dan observasi. Analisis data yang digunakan untuk kelayakan media adalah uji validasi. Hasil dari uji kelayakan media berdasarkan uji validasi ahli materi memperoleh presentase 76% dengan kategori AuLayakAy dan 85% dengan kategori AuSangat LayakAy. Adapun hasil validasi ahli media memperoleh presentase 97% dan 99% dengan kategori AuSangat LayakAy. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan media pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap sistem pencernaan manusia secara efektif dan menyeluruh. Copyright and License: Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal. Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/al-rabwah/ PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu aspek yang penting dalam kehidupan manusia karena pendidikan merupakan tempat untuk meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam proses pembangunan bangsa. Menurut pendapat Ermawati & Amalia . AuEducation itself must create an attractive learning environment and process so as to make students active to develop their potential. Ay Pernyataan ini berarti pendidikan itu sendiri harus menciptakan lingkungan dan proses pembelajaran yang menarik sehingga membuat siswa aktif untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. Pembelajaran menjadi suatu proses yang penting dalam mempersiapkan siswa untuk masa depan yang berkualitas. Pembelajaran adalah proses yang sistematis untuk menyediakan sumber belajar agar terjadi proses belajar dalam diri siswa (Prameswari and Fajrie, 2. Tujuan pembelajaran adalah memperoleh suatu konsep melalui tindakan yang sadar dan terarah pada pemahaman, atau pengetahuan baru (S et al. , 2. Pembelajaran untuk siswa SD perlu dirancang sesuai karakteristik siswa SD agar mudah diterima oleh siswa. Guru perlu menyesuaikan metode maupun cara mengajarnya agar sesuai dengan karakteristik siswa SD. Menurut (Mutia, 2. guru Sekolah Dasar harus dapat menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya dan sangatlah penting bagi seorang pendidik mengetahui karakteristik siswanya. Karakteristik anak usia pendidikan dasar yaitu senang bermain, bergerak, bekerja dalam kelompok dan senang memperagakan sesuatu secara langsung (Widiyani et al. Menurut Zahra et al. siswa sekolah dasar yang menunjukkan karakteristik bermain ceria, kemampuan belajar, daya cipta, dan pembelajaran langsung dalam kelompok belajar Dengan karakteristik tersebut, pembelajaran untuk siswa SD perlu dirancang agar menarik, menumbuhkan minat belajar, membuat siswa lebih aktif, dan mampu mengembangkan potensi siswa. Menurut (Ermawati et al. , 2. berbagai media pembelajaran dapat digunakan untuk menunjang proses pembelajaran agar siswa dapat memahami materi dengan baik. Untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa SD, guru dapat menggunakan berbagai media pembelajaran. Media pembelajaran memudahkan guru dalam menyampaikan pembelajaran, serta membantu siswa memahami pembelajaran dengan lebih baik. Media pembelajaran adalah alat bantu dalam proses pembelajaran untuk menghubungkan materi (Zuliana et al. , 2. Media pembelajaran adalah alat untuk menginformasikan pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, minat serta kemauan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran yang efektif (Jannah and Atmojo, 2. Penggunaan media pembelajaran dapat memvisualiasikan sesuatu yang abstrak menjadi konkret (Ermawati et al. , 2. Dengan memanfaatkan media dalam pembelajaran, akan membuat suasana belajar lebih menyenangkan, mempermudah guru dalam menyampaikan materi, dan membantu siswa memahami materi dengan lebih baik. Hasil analisis kebutuhan yang dilaksanakan pada tanggal 11 September 2024 di SDN 2 Pecangaan, ditemukan kebutuhan media pembelajaran sangat dibutuhkan pada pembelajaran IPAS. Hal ini ditunjukkan dari hasil pengisian angket analisis kebutuhan oleh siswa pada aspek kebutuhan media diperoleh presentase 84% dan pada aspek muatan IPAS diperoleh presentase 61%. Adapun pembelajaran di SDN 2 Pecangaan belum memanfaatkan media dengan maksimal. Media pembelajaran yang digunakan di kelas diantaranya buku paket siswa dan guru, buku LKS. LPHS, buku cerita, power point, dan peralatan-peralatan sederhana untuk alat dan bahan praktikum dalam pembelajaran IPAS. Selain itu, pembelajaran yang dilaksanakan masih berpusat pada guru dengan metode konvensional seperti ceramah, sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Menurut Ratnasari . Ketidak ramahan guru pada proses pembelajaran di cerminkan dengan menerapkan model pembelajaran yang monoton dan membuat anak bosan bahkan tidak nyaman. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru, siswa aktif dalam pembelajaran apabila diberikan media pembelajaran terutama media konkret. Hal ini juga didukung pendapat dari Ermawati et al. Siswa SD membutuhkan media pembelajaran yang bersifat konkret agar mereka dapat memproses informasi dengan tepat. Dalam menghadapi permasalahan tersebut, dikembangkan media komik sistem pencernaan manusia untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa. Menurut Binasiyah et al. untuk memperkuat kemampuan kognitif siswa yang belum sempurna, penggunaan media sebagai bantuan Kelayakan Media Sistem Pencernaan Manusia untuk Siswa SD (Andin Prameswari. Yuni Ratnasari. Diana Ermawat. belajar dapat mengurangi penggunaan model-model konvensional yang masih sering digunakan oleh para pendidik. Materi sistem pencernaan pada pembelajaran IPAS dipilih karena berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan, pembelajaran IPAS dianggap sulit. Rendahnya nilai siswa disebabkan karena dalam proses pembelajaran siswa masih pasif, merasa takut, malu dan menganggap bahwa IPA adalah pelajaran yang sulit (Ratnasari, 2. Menurut (Zahra et al. , 2. penambahan media cerita bergambar dalam pembelajaran mampu secara efektif meningkatkan kemampuan siswa dengan mengembangkan keterampilan membaca mereka. Adapun jenis cerita bergambar dalam penelitian ini dikembangkan dalam bentuk komik yang isi ceritanya membahas tentang sistem pencernaan manusia. Materi sistem pencernaan manusia dimuat dalam komik yang dikembangkan karena materi ini bersifat abstrak dan sulit untuk dipahami siswa apabila dalam pembelajaran tidak didukung dengan media yang mampu memberikan visualisasi organ dan proses pencernaan manusia. Sistem pencernaan manusia berhubungan dengan sistem dalam tubuh untuk mengolah makanan menjadi energi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk melakukan kegiatan. Sistem pencernaan adalah sistem kerja organ yang mengubah makanan dari mulut hingga anus menjadi energi yang dibutuhkan oleh tubuh (Anjarwati et al. , 2. Sistem pencernaan manusia terdiri dari beberapa organ tubuh yang membentuk satu kesatuan untuk melakukan proses pencernaan Organ-organ yang berperan dalam sistem pencernaan manusia diantaranya yaitu mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, dan anus. Fungsi sistem pencernaan adalah memecah komponen makanan menjadi esens yang siap diserap tubuh sehingga makanan yang kita makan dapat diserap melalui usus halus (Atikah and Rafidah, 2. Mempelajari dan mengetahui sistem pencernaan pada manusia dan gangguannya sangat penting untuk dapat menjaga kesehatan tubuh (Rusvinasari, 2. Berdasarkan hal tersebut, sistem pencernaan menjadi salah satu materi yang penting untuk dipahami dengan baik oleh siswa. Penelitian terdahulu dari Dharma et al. , . yang membahas tentang kelayakan media pembelajaran berbasis komik IPA pada materi ekosistem. Penelitian ini menunjukkan hasil validitas media mendapatkan skor rata-rata 92,36% dengan kriteria sangat layak dan pada validitas materi mendapat skor rata-rata sebesar 93,84% dengan kriteria sangat layak. penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis komik IPA layak digunakan dalam Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penelitian yang berjudul AuKelayakan Media Komik Sistem Pencernaan Manusia untuk Siswa SDAy. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk mengetahui kelayakan media komik pada materi sistem pencernaan manusia kelas V SD. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan media serupa pada materi yang berbeda, yakni sistem pencernaan manusia. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk mengetahui tingkat kelayakan media komik pada materi sistem pencernaan manusia bagi siswa kelas V sekolah dasar. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research & Development (R&D. Penelitian pengembangan diartikan sebagai suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada yang dapat dipertanggung jawabkan (Andi et al. , 2. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Model ini memiliki lima langkah pengembangan, diantaranya . Analyze. Design. Development. Implementation. Evaluation. Model ADDIE merupakan salah satu model desain pembelajaran sistematik (Slamet, 2. Penelitian ini hanya sampai pada uji ahli dalam tahapan implementation dimana uji ahli atau validasi dilakukan untuk mengetahui kelayakan media komik sistem pencernaan yang dikembangkan. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 2 Pecangaan Kabupaten Jepara. Subjek pada penelitian ini adalah dua ahli materi dan dua ahli media. Teknik dalam proses pengumpulan data dilakukan guna memperoleh data yang akan diperlukan untuk menambah data pendukung (Akhidah et al. , 2. Teknik pengumpulan data pada penelitian pengembangan ini menggunakan . kuesioner/angket Al-Rabwah : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. No. Mei 2025 digunakan untuk analsis kebutuhan dan karakteristik siswa dan angket validasi ahli media dan materi untuk mengetahu kelayakan produk. wawancara dilakukan dengan guru dan siswa untuk mengetahui kebutuhan dalam pembelajaran, kesulitan yang dihadapi guru, dan konsultasi untuk perancangan produk agar mampu mengatasi masalah di lapangan: . observasi digunakan untuk mengetahui kondisi pembelajaran di kelas. Produk yang dikembangkan akan melalui uji validasi kepada ahli media dan ahli materi melalui pengisian angket validasi, lalu hasil yang didapat dilakukan analisis data menggunakan uji validitas untuk mengetahui kelayakan produk. Selanjutnya akan dilakukan revisi produk sesuai saran dan masukan dari validator sehingga menjadi produk final. Berikut kisi-kisi angket validasi ahli media dalam penelitian ini. Tabel 2. 1 Kisi-kisi angket validasi ahli media Aspek Indikator Tampilan Pemilihan jenis huruf Tampilan gambar yang Rekayasa Efektivitas Manfaat Kesesuaian pemilihan warna Ketepatan penempatan gambar Kemenarikan tampilan Tampilan memiliki ciri-ciri khas tertentu Kemenarikan jenis huruf Ketepatan letak tulisan Tulisan mudah dibaca Kesesuaian pemilihan ukuran font Pengaturan tata letak Komposisi warna Keseimbangan proporsi gambar Keserasian gambar dengan topik Kejelasan petunjuk penggunaan media Kemudahan penyimpanan dan penggunaan Ketersediaan bahan baku media Tingkat keawetan media Kemudahan penggunaan media Pengembangan media dan penggunaan di waktu Kesederhanaan penggunaan media Penggunaan media dilain waktu Meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa Dapat digunakan kapan saja Dapat digunakan dimana saja Mudah dibawa Jumlah Soal Sumber: (Andani et al. , 2. Adapun kisi-kisi angket validasi ahli materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Tabel 2. 2 Kisi-kisi angket validasi ahli materi Aspek Kesesuaian Penyajian Materi Bahasa Indikator Kesesuaian materi dengan capaian pembelajaran Kesesuaian materi dengan topik pembelajaran Kesesuaian materi dengan tujuan pembelajaran Ketepatan materi dengan tingkat pembelajaran Kelengkapan materi Keruntutan materi Kemenarikan peyajian materi Kesesuaian pemilihan soal Penggunaan bahasa yang baik dan benar Ketepatan penggunaan dan pemilihan kalimat Tidak mengandung makna ganda Jumlah Soal Kelayakan Media Sistem Pencernaan Manusia untuk Siswa SD (Andin Prameswari. Yuni Ratnasari. Diana Ermawat. Aspek Fungsi Indikator Sesuai dengan tingkat perkembangan siswa Kesesuaian materi dengan tingkat kemampuan berpikir kritis siswa Membantu siswa dalam memahami materi Mengatasi kesulitan siswa dalam memahami materi Dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa Jumlah Soal Sumber: Andani et al. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung angket hasil validasi adalah sebagai Sumber: Marlinda et al. Keterangan: = Presentase validasi = Jumlah keseluruhan jawaban dalam seluruh item = Jumlah keseluruhan nilai ideal dalam seluruh item Tabel 2. 1 Kategori Kelayakan Media Pembelajaran Presentase O 20% 21% - 40% 41% - 60 % 61% - 80 % 81% - 100% Tingkat Kelayakan Sangat tidak layak Tidak layak Cukup layak Layak Sangat layak Sumber: Marlinda, dkk . HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pada bagian hasil akan dibahas setiap tahapan pengembangan yang dilakukan yakni mulai dari tahapan analyze, design, development, implementation. Pada tahap implementation dalam penelitian ini hanya sampai pada tahap uji ahli. Berikut tahapan-tahapan dalam pengembangan komik sistem pencernaan manusia. 1 Analyze Pada tahap analyze dilakukan analisis kebutuhan, analisis kurikulum, dan analisis karakteristik Hasil analisis kebutuhan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kebutuhan media pada pembelajaran IPAS sangat dibutuhkan. Hal ini dikarenakan siswa beranggapan bahwa IPAS merupakan mata pelajaran yang sulit. Hal ini sesuai dengan pendapat (Wulandari et al. , 2. yang menyatakan bahwa minat belajar siswa terhadap mata pelajaran ini cenderung rendah karena banyak yang menganggap IPAS sebagai mata pelajaran yang sulit. Adapun hasil analisis kurikulum didapatkan kurikulum yang diterapkan di kelas IV SDN 2 Pecangaan yaitu Kurikulum Merdeka. Adapun materi sistem pencernaan manusia diajarkan di kelas V semester 2. Hasil analisis karakteristik siswa yang telah dilakukan dengan pengisian kuesioner gaya belajar siswa, didapatkan hasil 64% siswa memiliki gaya belajar visual, 21% siswa memiliki gaya belajar audiotori, dan 15% siswa memiliki gaya belajar kinestetik. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa kelas V SDN 2 Pecangaan memiliki gaya belajar visual. 2 Design Tahap design ini merupakan tahap dimana media komik sistem pencernaan manusia Menurut Oktavianti et al. Media menjadi salah satu perangkat ajar yang perlu dirancang pada tahap design. Berikut proses pembuatan media komik sistem pencernaan Al-Rabwah : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. No. Mei 2025 Penetapan pokok bahasan dan tujuan pembelajaran Pada bagian ini dilakukan pembagian materi dan perumusan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dengan pembelajaran menggunakan media komik sistem pencernaan manusia. Berikut tabel pokok bahasan pada komik sistem pencernaan manusia. Tabel 3. 1 Pokok bahasan dan tujuan pembelajaran Pokok Bahasan Organ pencernaan Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat menjelaskan proses pencernaan manusia dan menyebutkan fungsi organ pencernaan dengan benar. Bagian Komik Isi cerita komik dan organ-organ pencernaan manusia Gangguan/penyakit Peserta gangguan/penyakit pada sistem pencernaan manusia dengan tepat. Pola hidup sehat Peserta didik dapat mengetahui pola hidup sehat menjaga kesehatan pencernaan dengan Isi cerita komik dan gangguan pada sistem Isi cerita komik dan Sumber: Dokumentasi pribadi . Penulisan naskah cerita Naskah yang ditulis menceritakan seorang anak bernama Luna yang saat itu masih duduk di bangku kelas V SD. Luna memiliki seorang kakak bernama Lana. Ketika makan malam. Lana memakan ayam goreng yang telah jatuh ke lantai. Keesokan harinya Luna. Caca. Akbar. Daniel, dan teman-teman sekelasnya belajar sistem pencernaan bersama Bu Linda. Mereka belajar banyak hal mengenai sistem pencernaan, gangguan pada pencernaan, dan cara menjaga Ketika pulang sekolah, sesaimpainya dirumah Luna melihat Lana sakit perut karena semalam makan ayam yang sudah jatuh ke lantai. Pembuatan karakter komik Aplikasi yang digunakan dalam pembuatan karakter adalah pixton. Pembuatan karakter disesuaikan dengan alur cerita yang telah ditulis. Ekspresi wajah, gestur, pakaian, objek yang dipegang karakter cerita juga disesuaikan dengan naskah cerita. Terdapat delapan karakter yang dibuat, yaitu Luna. Lana. Ayah. Bunda. Bu Linda. Caca. Akbar, dan Daniel. Gambar 3. 3 Proses Pembuatan Karakter Sumber: Dokumentasi pribadi Kelayakan Media Sistem Pencernaan Manusia untuk Siswa SD (Andin Prameswari. Yuni Ratnasari. Diana Ermawat. Desain komik Desain komik sistem pencernaan manusia dibuat melalui aplikasi Canva. Berbagai elemen seperti gambar organ pencernaan. QR code video pembelajaran, dan karakter tokoh cerita digabungkan dalam desain. Berikut proses desain media komik sistem pencernaan. Gambar 3. 4 Pembuatan sketsa panel untuk komik Sumber: Dokumentasi pribadi Gambar 3. 6 Menambahkan gambar organ pencernaan pada desain Sumber: Dokumentasi pribadi Gambar 3. 5 Proses desain Komik SemAR Sumber: Dokumentasi pribadi Gambar 3. 7 Menggabungkan QR code video pembelajaran pada desain Sumber: Dokumentasi pribadi 3 Development Pada tahap ini prototype media komik berbasis AR telah selesai dikembangkan. Berikut hasil pengembangan media komik berbasis AR. Gambar 3. 1 Halaman penulis Sumber: Dokumentasi pribadi Gambar 3. 2 Pengenalan tokoh Sumber: Dokumentasi pribadi Al-Rabwah : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. No. Mei 2025 Gambar 3. 3 bagian isi Sumber: Dokumentasi pribadi Pada gambar 3. 1 terdapat halaman penulis media komik sistem pencernaan manusia. Pada 2 terdapat halaman pengenalan tokoh. Pada halaman ini disebutkan tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita komik sistem pencernaan. Pada gambar 3. 3 terdapat bagian isi dari komik sistem pencernaan. Pada gambar 3. 4 terdapat halaman kegiatan siswa. kegiatan siswa berisi video pembelajaran ganguan pencernaan dan cara menjaga kesehatan pencernaan yang dapat diakses melalui scan QR code. Pada gambar 3. 5 terdapat biografi penulis yang berisi riwayat hidup penulis media komik berbasis AR. Pada gambar 3. 6 terdapat halaman cover belakang. Pada bagian ini tertulis ringkasan mengenai sistem pencernaan manusia. 4 Implementation Tahap impelementasi meliputi uji ahli atau validasi kepada ahli materi dan ahli media untuk mengetahui kelayakan media komik sistem pencernaan manusia. Instrumen yang digunakan dalam validasi berupa angket yang menggunakan skala likert 1-5. Validasi dilakukan dengan pengisian angket validasi oleh dua validator ahli materi IPAS dan ahli media. Berikut analisis data hasil validasi ahli materi. Gambar 3. 4 Kegiatan siswa Sumber: Dokumentasi pribadi Gambar 3. 5 Biografi penulis Sumber: Dokumentasi pribadi Gambar 3. 6 Cover belakang Sumber: Dokumentasi pribadi Tabel 3. 1 Analisis Data Hasil Validasi Ahli Materi Indikator Penilaian Media Validator 1 Validator 2 Kesesuaian dengan kurikulum 4,00 4,00 Penyajian Materi 3,75 4,50 Bahasa 3,50 4,00 Fungsi 4,00 4,50 Presentase Kesimpulan Layak Sangat Layak Sumber: Dokumentasi pribadi . Berdasarkan validasi ahli materi menunjukkan bahwa validator 1 diperoleh hasil 76% dengan kategori AuLayakAy. Adapun dari validator 2 diperoleh hasil 85% dengan kategori AuSangat LayakAy. Berdasarkan hasil validasi ahli materi, dapat disimpulkan bahwa media AuKomik SemARAy dari segi materi valid dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Media komik berbasis AR juga dilakukan validasi kepada ahli media. Validasi ahli media dilakukan dengan pengisian angket validasi oleh dua validator ahli media. Berikut hasil validasi media komik berbasis AR kepada ahli media. Tabel 3. 2 Analisis data hasil validasi ahli media Indikator Penilaian Media Validator 1 Validator 2 Tampilan Media 4,75 5,00 Pemilihan Jenis Huruf 4,50 5,00 Kelayakan Media Sistem Pencernaan Manusia untuk Siswa SD (Andin Prameswari. Yuni Ratnasari. Diana Ermawat. Indikator Penilaian Media Validator 1 Validator 2 Tampilan gambar yang disajikan 5,00 5,00 Rekayasa Media 5,00 5,00 Efektivitas pengoperasian media 4,75 5,00 Manfaat 5,00 4,75 Presentase Sangat Layak Kesimpulan Sumber: Dokumentasi pribadi . Sangat Layak Berdasarkan validasi ahli media dari validator 1 diperoleh hasil 97% dan validator 2 diperoleh hasil 99%. Kedua nilai tersebut dalam kategori AuSangat LayakAy. Hal ini menunjukkan bahwa media komik berbasis AR dari segi media valid dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil validasi ahli media dan materi, menunjukkan bahwa media komik berbasis AR yang dikembangkan layak digunakan untuk diuji cobakan kepada siswa. Selanjutnya dilakukan revisi produk sesuai saran dari validator. Berikut revisi produk yang dilakukan. Saran yang diberikan oleh validator yaitu sebaiknya gunakan perpaduan warna yang kontras pada media untuk anak SD. Revisi desain dilakukan dengan mengubah warna komponen pada desain yang memiliki kemiripan warna. Seperti mengubah warna meja makan dan kursi agar tidak sama dengan warna baju karakter tokoh. Berikut hasil revisi desain dapat dilihat pada gambar 3. 1 dan 3. Gambar 3. 1 Warna pada komik sebelum revisi Sumber: Dokumentasi pribadi . Gambar 3. 2 Warna pada komik sesudah revisi Sumber: Dokumentasi pribadi . Saran berikutnya yang diberikan oleh validator ialah kalimat kerja serta tulisan yang digunakan sebaiknya jelas dan singkat. Pada desain awal terlihat kalimat yang digunakan lebih panjang. Sedangkan pada desain yang telah direvisi terlihat kalimat lebih singkat dan jelas. Hasil revisi yang dilakukan dapat dilihat pada gambar 3. 3 dan 3. 4 berikut. Gambar 3. 3 Kalimat kerja sebelum revisi Sumber: Dokumentasi pribadi . Al-Rabwah : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. No. Mei 2025 Gambar 3. 4 Kalimat kerja sesudah revisi Sumber: Dokumentasi pribadi . Berbagai tahapan dalam pengembangan media komik sistem pencernaan manusia telah selesai Media telah melalui uji validasi ahli dan telah dilakukan revisi sesuai arahan dari Dengan begitu, media komik sistem pencernaan manusia telah mencapai produk final. 2 Pembahasan Analisis kebutuhan yang dilakukan pada penelitian ini diketahui siswa membutuhkan media pembelajaran terutama yang bersifat konkret seperti komik. hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya dari Permadi et al. yang menyatakan bahwa hasil analisis kebutuhan yang telah dilaksanakan, diketahui bahwa media pembelajaran berupa komik perlu dan penting untuk dilakukan demi menunjang kegiatan pembelajaran di jenjang Sekolah Dasar. Berdasarkan analisis kebutuhan, analisis kurikulum, dan analisis karakteristik siswa, komik yang dikembangkan merupakan komik yang berisi materi IPAS dalam Kurikulum Merdeka yang mengutamakan elemen visual untuk memudahkan penyampaian materi sistem pencernaan yang bersifat abstrak. Desain komik yang dikembangkan dibuat secara sistematik mulai dari penetapan pokok bahasan dan tujuan pembelajaran, yakni menetapkan materi sistem pencernaan manusia sebagai pokok pembahasan dalam komik serta menetapkan tujuan yang akan dicapai setelah siswa belajar menggunakan komik sistem pencernaan manusia. Proses desain dilanjutkan dengan penulisan naskah cerita yang intisari dari ceritanya menyampaikan materi sistem pencernaan manusia namun tetap mengutamakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa SD. Selanjutnya dilakukan proses pembuatan karakter tokoh cerita dan desain komik. Tahapan ini sesuai dengan penelitian dari Sisprasojo et al. yang menyatakan bahwa storyboard dalam perancangan komik digunakan untuk memberikan ilustrasi apa saja yang akan di tuangkan dalam setiap episode komik sehingga sebelum proses desain gambar, alur cerita dapat dibuat dengan lebih sistematik dan dilengkapi dengan ilustrasi-ilustrasi yang sesuai. Kelayakan media komik sistem pencernaan manusia pada penelitian ini dilakukan melalui validasi dua ahli media dan dua ahli materi. Menurut Okpatrioka . produk yang dihasilkan dalam penelitian pengembagan harus melewati uji validasi yang dilakukan oleh para pakar sehingga dapat dipertanggung jawabkan. Tujuan dari validasi ahli yang dilakukan adalah untuk menguji kelayakan media komik sistem pencernaan manusia dan memperoleh saran dari validator guna memperbaiki produk sehingga dihasilkan produk yang layak untuk digunakan dalam Adapun instrumen yang digunakan untuk uji validasi adalah angket dengan skala likert 1-5 untuk mengukur aspek-aspek dari segi media dan materi. Uji validasi media dilakukan dengan validasi kepada Bapak Mohammad Syafruddin Kuryanto. Si. Or. dan Ibu Fatikhatun Najikhah. Pd. Pd. selaku dosen PGSD Universitas Muria Kudus yang berfokus di bidang sumber dan media pembelajaran. Indikator yang diukur pada validasi media meliputi tampilan media, pemilihan jenis huruf, tampilan gambar yang disajikan, rekayasa media, dan efektivitas pengoperasian media. Pada uji validasi media, ditemukan bahwa media komik sistem pencernaan manusia dinyatakan Ausangat layakAy dengan perolehan presentase 97% dari validator 1 dan 99% dari validator 2. Hal tersebut selaras dengan penelitian sebelumnya dari Hasanah et al. , . bahwa media komik yang dikembangkan setelah dilakukan uji validasi kepada ahli media memperoleh presentase 100% dengan kategori valid sehingga media dinyatakan Uji validasi materi dilakukan dengan validasi kepada validator ahli materi Ibu Sekar Dwi Ardianti. Pd. Pd. dan Bapak Dr. Khamdun. Pd. Pd. selaku dosen PGSD Universitas Muria Kudus yang berfokus di bidang IPA. Indikator yang diukur pada validasi materi meliputi kesesuain dengan kurikulum, penyajian materi, bahasa, dan fungsi. Adapun hasil yang didapat pada validasi ahli materi diperoleh presentase 76% dengan kategori AulayakAy dari validator 1 dan presentase 85% dengan kategori Ausangat layakAy dari validator 2. Hasil tersebut sesuai dengan penelitian dari Syilviana & Qurrotani . bahwa hasil validasi media pembelajaran komik oleh ahli materi memperoleh presentase kelayakan sebesar 92% dengan kategori Ausangat layakAy. Hasil penilaian validator terhadap media komik sistem pencernaan manusia menurut pengamatan peneliti diperoleh kesimpulan bahwa media komik sistem pencernaan manusia dinyatakan layak dengan sedikit revisi. Adapun saran untuk perbaikan dari validator salah satunya Kelayakan Media Sistem Pencernaan Manusia untuk Siswa SD (Andin Prameswari. Yuni Ratnasari. Diana Ermawat. adalah penggunaan warna-warna yang kontras pada komik untuk siswa SD agar tampak menarik. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya dari Melliyanti & Suniasih . yang menyatakan bahwa salah satu faktor yang dapat membuat media komik menarik yaitu kesesuaian warna yang digunakan dan menarik perhatian. Berdasarkan pembahasan tersebut, media komik sistem pencernaan manusia yang telah melalui validasi ahli dan revisi dinyatakan layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian pengembangan yang telah dilakukan, media komik sistem pencernaan manusia telah melalui uji validasi ahli media dan materi. Perolehan hasil validasi ahli media yang meliputi indikator tampilan media, pemilihan jenis huruf, tampilan gambar yang disajikan, rekayasa media, dan efektivitas pengoperasian media secara keseluruhan diperoleh presentase 97% dan 99% dengan kategori Ausangat layakAy. Adapun hasil validasi ahli materi yang meliputi indikator kesesuain dengan kurikulum, penyajian materi, bahasa, dan fungsi secara keseluruhan diperoleh presentase 76% dengan kategori AulayakAy dan 85% dengan kategori Ausangat layakAy. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media komik sistem pencernaan manusia dinyatakan valid dan layak untuk diterapkan dalam pembelajaran. REFERENCES