Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 106-117 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Pengembangan Pemasaran Produk UMKM Bebasis Digital Online Tiktok dan Capcut Marketing Development of MSME Products Based on Digital Online Tiktok and Capcut M Izza1. Drajat Setiawan2. Tamamudin3. Hilya Naja4. Ikawati5 1,2,3,4,5Universitas Islam Negeri KH Abdurrahman Wahid Pekalongan Email: muh. izza@uingusdur. Abstrak Pemasran melalui media social online konvensuonal (Facebook dan Whatshap. belum cukup memenuhi harapan yang didinginkan oleh UMKM karenanya perlu memakai media sosial lain yang lebih efektif dan potensial. Metode pembergayaan ini menggunakan Partisipation Aktif Research (PAR). Jumlah data 17 UMKM di Desa Sinbangkulon Kabupaten Pekalongan. Pemberdayaan dimulai dari persiapan, pemetaan kegiatan dan aksi live marketing melalui media online. Hasil pemberdayaan masyarakat ini menunjukkan bahwa pertama mayoritas UMKM telah memiliki media pemasaran digital online dengan jenis media social (Facebook dan Whatshap. dengan rentang usia satu hingga enam tahun . Kedua pemasaran di melalui media online TikTok dan CapCut lebih mudah dari pada di media social . %) dan media online ini menjadilan sebagai media pemasaran pengembangan . ,8% TikTok, 23,3% CapCut dan lainnya Whatshap. Pemasaran di media online ini lebih memberi dampak mpositif . ,7%) dari pada media sosisal . ,3%). Jadi TikTok dan CapCut menjadi trend media pengembangan pemmasaran digital online oleh mayoritas pelaku UMKM sebagai penunjang penjuialan produk. Kata kunci: UMKM, digital online, marketing. CapCut. TikTok Abstract Marketing through conventional online social media (Facebook and Whatshap. has not been sufficient to meet the expectations desired by MSMEs, therefore it is necessary to use other social media that are more effective and potential. This empowerment method uses Active Participation Research (PAR). The number of data is 17 MSMEs in Sinbangkulon Village. Pekalongan Regency. Empowerment starts from preparation, mapping activities and live marketing actions through online media. The results of this community empowerment show that first, the majority of MSMEs already have online digital marketing media with the type of social media (Facebook and Whatshap. with an age range of one to six years. Second, marketing through online media TikTok and CapCut is easier than on social media . %) and this online media is used as a development marketing media . 8% TikTok, 23. 3% CapCut and other Whatshap. Marketing on this online media has a more positive impact . than social media . 3%). So TikTok and CapCut have become a trend in online digital marketing development media by the majority of MSMEs as a support for product sales. Keywords: MSMEs, digital online, marketing. CapCut. TikTok A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 106-117 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 PENDAHULUAN Pengaruh teknologi digital telah mengubah cara manusia dalam berkomunikasi, bertindak, dan mengambil keputusan. Aktivitas pemasaran pun tak lepas dari pengaruh teknologi digital . Istilah pemasaran berbasis digital . igital marketin. telah mengalami evolusi dari semula kegiatan pemasaran barang dan jasa yang menggunakan saluran digital hingga yang lebih luas yaitu proses memperoleh konsumen, membangun preferensi konsumen, mempromosikan merek, memelihara konsumen, dan meningkatkan penjualan. Konsep digital marketing berasal dari internet dan mesin pencari . earch engine. pada situs . Digital marketing menurut American Marketing Association (AMA) adalah aktivitas, institusi, dan proses yang difasilitasi oleh teknologi digital dalam menciptakan, mengomunikasikan, dan menyampaikan nilai-nilai kepada konsumen dan pihak yang berkepentingan lainnya . Strategi digital marketing berpengaruh hingga 78% terhadap keunggulan bersaing UMKM dalam memasarkan produknya . Pemasaran digital sebetulnya memberi peluang yang lebih efisien dari offline Menurut data tingkat kepercayaan terhadap hasil dari pemasaran digital di kawasan Asia Tenggara. Search engine 57%. Sosial media : 53%. Video online: 52%. Online banner : 47%. Saat ini, iklan-iklan yang tersedia di search engine meraih kredibiltas tertinggi. Hampir 6 dari 10 orang . %) konsumen mengindikasikan percaya pada saluran ini . Sebelumnya tahun 2019 terdapat 4 kluster UMKM. Data desa menyebut ada 30 lebih produsen UMKM batik tahun 2015 (Maladzi, 17/5/2. Tahun 2023 produsen batik tersebut jumlahnya naik menjadi 50 (Maisur Adib SHI,18 Mei 2. Data tersebut belum termasuk jumlah seluruh buruh kemitraan batik. Kemudian ada 3 produsen canting, 8 produksi kuliner dan 12 produksi jasa. UMKM tersebut akan diverivikasi kualitas dan jenisnya sesuai dengan volume kegiatan program pemberdayaan ini. Bila diamati bentuk dan cara pemasaran seluruh UMKM tersebut secara umum masih konvensional, yakni mayoritas telah memiliki Facebook dan Wharshapp serta media fisik. Sebagian UMKM di pedesaan ada juga yang memakai pemasaran melalui radio dan medsos. Namun secara umum pemakaian medsos ini untuk kebutuhan Kordinator BKM Telaga Artha menyebut sebagian memanfaatkan media online untuk kebutuhan produktif tetapi masih cenderung lokalistik dan terbatas, dari pihak pemerintah desa pun belum pernah menginisiasi pemasaran digital online melalui platform TikTok . dan platform CapCut . Padahal pemanfaatan teknologi digital online ini telah memengaruhi aspek produksi bagi UMKM. Berdasarkan beberapa hal ini pemberdayaan masyarakat focus pada pengembangan pemsaran digital online melalui media TikTok dan CapCut dengan tujuan meningkatkan produktifitas UMKM . , terwujudnya desa partisipatif dan berkelanjutan dengan objek UMKM di Desa Simbangkulon. A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 106-117 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 METODE Analisis Kebutuhan Pendampingan. Melakukan kordinasi dan komunikasi dengan actor pemerintah desa sebagai dasar dimulainya kegiatan dan memastikan kebutuhan dampingan. Karenanya Analisiskebutuhannya observasi, wawancara, diskusi langsung dan survei . Tahapan Kegiatan Tahapan kegiatam dimulai dari survei lokasi, sosialisasi dan workshop digital marketing diikuti 20 peserta. Caranya dengan mengundang mitra dampingan guna menyatukan arah tema kegiatan pemberdayaan hingga kegiatan selesai. Pola pendampingan dalam pemberdayaan disepakati peserta terkait waktu disesuaikan dengan aktifitas peserta secara sistematis. Gambar 1 Sistematika Pengabdian Masyarakat Simbangkulon Tahap Pendampingan Ada tiga tahap pendampingan, . pemberian materi pemasaran digital melalui media social Facebook yang terkoneksi dengan google trends . pemberian materi editing pada aplikasi CapCut dan TikTok . praktek live promosi produk . Implementasi Kegiatan Implementasi pendampngan pertemuan pertama peserta menggunakan smart phone mmemulai pemasaran melalui media social Facebook. Semua peserta diarahkan membuka Google Trends. Disini para peserta dapat melihat statistic berbagai produk yang sedang trend didunia, termasuk trending produk lokal yang sedang berkembang juga terlihat seperti kosmetik, fasion, kuliner, produk kesehatan dan lainnya. Pemateri memberi arahan untuk searching produk misalnya batik di Indonesia dan trend produk batik masuk ke Kota Gorontalo. Seluruh peserta dibimbing untuk membuat tema nama produk batik kemeja bla bla bla, termasuk A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 106-117 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 deskripsi spesifik yang sesuai dengan bentuk produk. Selanjutnya foto produk di posting secara bersama-sama. Disini terlihat rating produk kita masuk tiga besar. Materi pendampingan kedua yaitu editing video pada platform aplikasi, peserta diarahkan untuk meng-edit suatu produk terkait kecerahan warna, kombinasi, suara dan lainnya. Selain itu pemilihan nada suara juga harus bisa memilih nada yang sesuai, bahkan peserta dapat mencari nada suara yang sedang viral saat ini di dunia atau negaranya. Aplikasi yang terkait dengan editing ini adalah apliaksi CapCut, maka semua peserta harus mengunduh aplikasinya. Menurut pemateri Nahdi kunci editing bagi pemasar produk disimbolkan dengan kode 136 . rtinya, 1 = hari, 3 = video dan 6 = selama 6 bula. Jadi selama enam bulan produk harus sering-sering diunggah sehari minimal tiga kali selama enam bulan. AuDurasi optimal video selama 15 detik atau maksimal 60 detik. Menurut NahdiAy. Semua peserta telah mampu sampai pada pemilihan bentuk suaraAy. Materi pendampingan pertemuan ketiga adalah live promosi produk pada aplikasi TikTok. Saran pendamping untuk live durasinya minimal 2 jam. Hal-hal yang harus diperhatikan selama live seperti dilarang komunikasi via telephone, berhenti walau satu menit, merokok, bawa anak kecil dan menjaga kesopanan. Termasuk ketentuan live adalah etika komunikasi, pakaian dan layanan yang sopan, jujur dan dilarang melakukan distorsi produk serta hal lainnya yang dilarang oleh platform penyelenggara aplikasi TikTok. AuKetentuan ini harus dipatuhi agar akunnya tidak di backlist oleh TikTokAy, kata Meri saat mendampingi kegiatan live. Sampel peserta ada dua peserta yang bersedia live produk yaitu Salwa mempromoskan produk gamis dan Lazib mempromoskan produk sarung batik. Tabel 1 Peserta Pemberdayaan Nama Uraian Produk Nama Uraian Produk Sarung Batik M Lazib InAoam Fasion Salwa Salsabila Fasion Zidna Fasion Furqon Fasion Rosyada Fasion Rifia Aprilla Fasion Mujib Fasion Mughni Lubib Fasion Dzikrurohman Fasion Fatimatun Nabila Fasion Afiq Fasion M Hasan Fasion Nila Azmilah Fasion Arif Ariza Fasion M Yusuf Fasion Rizki Amalia Fasion Wahyuni Fasion Khoirul Marom Fasion Aunurrohman Fasion HASIL DAN PEMBAHASAN Proses- Proses Kegiatan Pemberdayaan Pendampingan pemberdayaan ini berbasis media online. Media online sebetulnya luas yang saat ini berbentuk aplikasi baik media social maupun marketplace. Dan terkadang media social berfungsi juga sebagai marketplace seperti TikTok dan CapCut. Kegiatan ini fokus pada media online marketplace namun setelah A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 106-117 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 berkomunikasi dengan mitra di desa memilih medioa online TikTok. Hal ini juga sesuai arahan pemateri untuk memakai TikTok sebagai media digital marketing. Namun untuk menerapkan media tersebut harus menggunakan juga media social facebok dan CapCut karena ada keterkaitan satu sama lain didalamnya. Proses pemberdayaan ini melalui proses sebagai berikut: Pra Pendampingan. Pra pendampingan disini kami mambuat dua langkah yaitu . langkah persiapan dan . langkah observasi lapangan. Langkah pertama untuk persiapan program Tim pemberdayaan memilih tema yang masih update dimasyarakat yaitu pendampingan pengembangan pemasaran produk UMKM berbasis digital melalui media online TikTok dan CapCut. Alasan pemakaian tema ini karena saat ini trend pemasaran produk di masyarakat melalui media tersebut bahkan banyak UMKM atau toko batik yang rela membakar uangnya demi memperebutkan media ini. Adapun tim pengabdian yang menjadi actor disini adalahsi sebagai berikut: Tabel 2 Aktor Pemberdayan Masyarakat Nama Uraian Tugas Muh. Izza. MSI Kordinator kegiatan pemberdayaan Drajat Setiawan. Si. Anggota Tim pemberdayaan Hilya Naja Anggota Tim pemberdayaan pengolah data Tikawati Anggota Tim pemberdayaan pengolah data Kedua observasi. Pada tahap ini Tim pemberdayaan terjun kelapangan untuk memperoleh data awal seperti keberadaan mitra, kondisi lapangan dan calon Keberadaan mitra merupakan elemen penting dalam kegiatan ini guna memembantu memperlancar kegiatan pemberdayaan di lapangan. Para mitra ini berasal dari warga setempat, lembaga structural pemerintah dan atau lembaga non structural desa. Namun kebetulan mereka berasal dari unsur lembaga desa Simbangkulon. Sumberdaya ini ada empat orang dengan uraian tugas sebagai Tabel 3 Aktor mitra komuntas Nama Uraian Tugas Aunurrohman Kordinator lapangan Muahmad Yusuf Anggota pembantu kegiatan di lapangan Wahyuningsih Anggota pembantu kegiatan di lapangan Isrorudin Anggota pembantu kegiatan di lapangan Selain itu survei juga mencari mitra dalam berkolaborasi. Kebetulan mitra kolaborasi berasal dari lembaga di Kota Pekalongan yang ekspert di bidang digital yaitu Pediva di Kertoharjo Kota Pekalongan. Ada dua orang yang bersedia menjadi pemateri yaitu . Zaenal Arifin S. Com dan . Ali Salim Nahdi. Com. Setelah berkomunikasi dengan keduanya alhamdlillah mereka bersedia memberikan materi selama kegiatan. A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 106-117 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Gambar 2 Foto: Kordinasi Tim dengan mitra dampingan Gambar 3 Foto: Kordinasi Tim dengan Narasumber Kegiatan Pendampingan Pada tahap pendampingan ini Tim pemberdayaan melakukan tiga kali pertemuan dan satu kali pertemuan persiapan yaitu sosialisasi. Jumlah peserta dalam pendampingan ini ada 20 peserta. Ada beberapa syarat untuk mengikuti kegiatan diantaranya mereka harus memiliki akun di marketplace apa saja, membawa smartphone dan memiliki suatu produk yang punya nilai jual. Selama pertemuan dalam pendampingnan ini memperoleh materi-materi yaitu . materi pemasaran digital melalui media social Facebook. materi editing pada aplikasi CapCut dan TikTok dan . materi live promosi produk. Hasil Kegiatan Pemberdayaan Hasil materi pendampingan pertama melalui media social Facebook, semua peserta dapat melihat statistic berbagai produk yang sedang nge-tren didunia dengan bantuan media Google Trends. Seluruh peserta dapat melihat produk-produk yang sedang dikonsumsi masyarakat didunia saat itu juga. Termasuk trending produk lokal dalam negeri yang sedang berkembang juga terlihat seperti kosmetik, fasion, kuliner, produk kesehatan dan lainnya. Setelah melihat statitik produk didunia selanjutnya peserta searching untuk produk lokal Pekalongan yakni batik di Indonesia. Hasil Googlr Trends untuk produk batik Saat itu masuk ke Kota Gorontalo. Ini menunjukkan hampir seluruh produk batik menuju kota tersebut. Kemudian seluruh peserta diarahkan untuk membuat tema A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 106-117 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 nama produk batik kemeja A. C, termasuk deskripsi spesifik yang sesuai dengan bentuk produk. Selanjutnya foto produk di posting secara serentak bersama-sama. Hasil materi pertamana ini menunjukkan rating produk masuk tiga besar. Menurut pelatih: AuIni luar biasaAy karena untuk mencapai status ini menurut Zaenal . membutuhkan tiga sampai empat kali pertemuan. Hasil materi pendampingan kedua yaitu editing video pada aplikasi CapCut, peserta diarahkan untuk meng-edit suatu produk terkait kecerahan warna, kombinasi, suara dan lainnya. Selain itu pemilihan nada suara juga harus bisa memilih nada yang sesuai, bahkan peserta dapat mencari nada suara yang sedang viral saat ini di dunia atau negaranya. Aplikasi yang terkait dengan editing ini adalah apliaksi CapCut, maka semua peserta harus mengunduh aplikasinya. Menurut pemateri Nahdi kunci editing bagi pemasar produk disimbolkan dengan kode 136 . rtinya, 1 = hari, 3 = video dan 6 = selama 6 bula. Jadi selama enam bulan produk harus sering-sering diunggah sehari minimal tiga kali selama enam bulan. AuDurasi optimal video selama 15 detik atau maksimal 60 detik. Pelatihan aplikasi CapCut menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kualitas promosi produk secara visual. CapCut, sebagai aplikasi pengeditan video gratis yang intuitif dan fleksibel, menjadi solusi efektif bagi pelaku UMKM yang sebelumnya tidak memiliki latar belakang desain grafis atau produksi konten digital. Setelah diberikan pelatihan intensif, peserta mampu menghasilkan video promosi singkat yang kreatif, estetis, dan selaras dengan tren media sosial seperti TikTok. Instagram Reels, dan YouTube Shorts. Hasil pemberdayaan terlihat dari meningkatnya daya tarik visual dan engagement produk UMKM di platform digital. Video dengan efek transisi dinamis, narasi teks, musik latar viral, hingga testimoni pelanggan yang diedit dengan CapCut terbukti menarik perhatian audiens lebih luas. UMKM fashion di daerah binaan mengalami peningkatan tayangan konten hingga 2Ae3 kali lipat dibandingkan sebelum pelatihan. Beberapa peserta bahkan mampu menciptakan konten viral lokal dengan jangkauan ribuan penonton hanya dalam beberapa hari setelah diunggah. Selain peningkatan keterampilan teknis, pelatihan CapCut juga memperkuat kesadaran branding dan kemampuan storytelling para pelaku usaha. Mereka belajar membuat narasi produk secara menarik, membangun identitas visual, serta menyesuaikan gaya video dengan target pasar. Salah satu UMKM binaan yang memproduksi sarung batik berhasil meningkatkan pesanan daring sebesar 40% dalam dua bulan setelah rutin mengunggah video tutorial pembuatan produk melalui kreasi ini. Hasil materi pendampingan pertemuan ketiga adalah live promosi produk pada aplikasi TikTok. Dua peserta yang live produk yaitu Salwa mempromoskan produk Ia mempromosikan produk gamis yang dipakainya yang di pandu langsung oleh Meri. Sekitar 20 menit Salwa live Selling produk melalui aplikasi TikTok dan sisambut komentar peserta lain dimedia tersebut. Selanjutnya Lazib live selling juga mempromoskan produk sarung batik. Ia mempromosikan produk sarung batik telah disapkan sebelumhya. Selama 20 menit Lazib live produk miliknya dan juga diisambut komentar peserta lain dimedia TikTok. A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 106-117 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Hasil pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan TikTok sebagai media pemasaran digital telah menunjukkan hasil yang positif dan berdampak nyata bagi pelaku UMKM. TikTok, sebagai platform berbasis video pendek yang sangat populer di kalangan masyarakat digital, menawarkan peluang besar untuk menjangkau pasar lebih luas dengan biaya promosi yang sangat minim. Melalui pelatihan pembuatan konten kreatif, peserta diberdayakan untuk memanfaatkan fitur-fitur TikTok seperti sound trending, hashtag challenge, dan live selling untuk meningkatkan eksposur produk secara organik. Setelah mengikuti program pemberdayaan. UMKM peserta mengalami peningkatan signifikan dalam jangkauan audiens dan interaksi pelanggan. Misalnya, pelaku usaha kuliner dan fesyen yang memanfaatkan video storytelling atau konten before-after produk, mencatat peningkatan tayangan hingga 500% dalam satu minggu. Bahkan beberapa video berhasil masuk ke laman For You Page (FYP), yang mendongkrak jumlah pengikut baru dan pesanan produk secara daring. Hal ini membuktikan bahwa TikTok bukan hanya sekadar media hiburan, tetapi juga sarana pemasaran yang strategis dan cepat menjangkau target pasar. Gambar 4: Foto live Selling produk Ganis dan Sarung Batik oleh peserta Analisis Pengembangan Pemasaran Produk Berbasis Digital Media Online Marketplace Instrumen analisis ini berisi tentang aspek aspek respon pengembangan pemasaran pada media digital online marketplace. Berdasarkan hasil survei responden kegiatan pengabdian masyarakat Simbangkulon Kecamatan Buaran kabupaten Pekalongan sebagai berikut: Pertama tentang pemasaran di Media Online Marketplace lebih mudan dari pada Media Social, bahwa sejumlah 58,8% menyatakan lebih mudah dari pada pemasaran A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 106-117 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 di media social. Namun ada juga yang menyatakan lebih sulit pemasaran di media online marketplace sejumlah 17,6% dari pada di media social sedang sisanya 23,5% tidak mengetahui kemudahan dan kesulitannya. Berikut gambar hasil instumennya: Kedua tentang nama Media Pemasaran Online Marketplace yang dimiliki bahwa sejumlah responden ada yang telah memiliki media pemasaran online marketplace seperti Shopee. Lazada, dan TikTok. Sejumlah 64,8% responden menyatakan telah memiliki Shopee 23,3% memiliki Lazada dan sisanya punya pemasaran di TikTok. Ketiga tentang lama memiliki akun di Media Online Marketplace bahwa sejumlah 35,3% baru memiliki media marketplace belum ada satu tahun, 41,2% memiliki tiga tahun dan sisanya 23,5% paling lama enam tahun. Tidak ada yang memiliki media marketplace lebih dari enam tahun. Berikut gambar hasil instumennya: Keempat tentang pemasaran di media Online Marketplace lebih memberi dampak positif dari pada di Media Sosial, bahwa mayoritas responden menyatakan optimis media marketplace memberi dampak positif sejumlah 64,7%, sejumlah 29,4% menyatakan tidak tau sedang sisanya psimis bahwa media marketplace tidak memberi dampak positif. Berikut gambar hasil instumennya: Kelima tentang Apakah Anda Yakin Kegiatan Pendampingan Ini Akan Memberi Dampak Positif, bahwa mayoritas peserta melakukan pemasaran di media social. Media social nya berupa Whatsapp dan Facebook karena dimasyarakat lebih murah dan mudah pemasaran melalui kedua jenis ini. Dari sejumlah 17 responden hanya satu yang tidak melakukan pemasaran melalui media social sedangkan yang lainnya 94,1% pemasarannya melalui media social. Berikut gambar hasil instumennya: A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 106-117 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Keenam tentang pemasaran di media Online Marketplace lebih mudah dari Media Sosial, bahwa sejumlah responden 41,2% menyatakan pemasaran di marketplace lebih mudah di media sisal. Namun banyak juga yang tidak tau dari sejumlah responden 47,1% sedang tiding tidak tmudah atau lebih sulit sejumlah 11,2%. Berikut gambar hasil instumennya: Ketujuh tentang jenis pendampiungan apa yang di inginkan pada Media Online Marketplace Ini, bahwa mayoritas responden atau bahkan semuanya 100% persen ingin memperoleh pendampingan pemasaran dan penjuialan, sehingga harapan Tim pemberdayaan disini telah sesuai proyeksi bahwa pemasaran dimedia digital ini masih dibutuhkan oleh masyarakat luas termasuk para pelaku usaha UMKM khususnya di Simbangkulon. Berikut gambar hasil instumennya: Kedelapan tentang jenis media pemasaran Online Marketplace yang paling menarik, bahwa dari hasil responden menyebutkan yang terbanyak adalah media marketplace TikTok. Selain TikTok juga ada beberapa pilihan lain seperti Shopee dan Lazada/ Dalam hal ini Shoee menjadi pilihan jenis terbanyak namun juga ada memiliki pilihan ganda di Lazada atau di Shopee. Berikut gambar hasil A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 106-117 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Kesimpulan Kesimpulan dari uraian diatas adalah sebagai berikut: Pertama dalam melakukan proses pendampingan pengembangan pemasaran berbasis digital online dilakukan melalui langkah-langkah . Pra Pendampingan dengan mempersiapkan SDM internal dan observasi lapangan. Ada 4 mitra dan 20 peserta pemberdayaan masyarakat . proses pendampingan dengan tiga pertemuan yaitu materi teoritis pemasaran melalui media social Facebook, melalui Google Trends. Materi kedua yaitu editing video pada aplikasi CapCut, peserta diarahkan untuk meng-edit suatu produk terkait kecerahan warna, kombinasi, suara dan lainnya. Materi ketiga adalah live promosi produk pada aplikasi TikTok dengan durasinya minimal 2 jam. Kedua analisis hasil dari pendampingan pengembangan pemasaran berbasis digital media online menurut tanggapan responden menunjukkan . mayoritas peserta telah memiliki media pemasaran digital online meski jenisnya media social seperti Facebook. Whatsapp karena semuanya telah memiliki produk fasion batik. pemasaran pada media Online Marketplace lebih mudan dari pada Media Social 58,8%. Sejumlah 17,6% menyatakan lebih sulit dari pada di media social dan sejumlah 23,5% tidak mengetahui. Media Online Marketplace yang dijadikan pemasaran sejumlah 64,8% responden memakai Shopee, 23,3% Lazada dan lainnya sejumlah 12,3% memakai media TikTok. Dampak pemasaran di media Online Marketplace lebih mudah dari pada di media sosial sejumlah 41,2%, tidak tau sejumlah 47,1% dan sisanya tidak tmudah sejumlah 11,2%. Jadi jenis media digital platform TikTok dan CapCut diinginkan dalam pendampingan masyarakat sejumlah DAFTAR PUSTAKA