JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. PERENCANAAN PENCAHAYAAN BUATAN PADA GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON Christy G Buyang. Fauzan A Sangadji. Mul Fadia Fahira Heriadi. 1,2,. Program Studi Teknik Sipil. Universitas Pattimura Ambon gery@gmail. com , . sangadji@gmail. com , . mulfadiaheriadi@gmail. ARTICLE HISTORY Received: October 16, 2025 Revised December 11, 2025 Accepted: December 11, 2025 Online available: December 14, 2025 Keyword: Concrete Cage. Financial Feasibility. Net Present Value. Benefit Cost Ratio. Payback Period. Sensitivity Analysis. *Correspondence: Name: Christy G Buyang E-mail: christ. gery@gmail. Kantor Editorial Politeknik Negeri Ambon Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jalan Ir. Putuhena. WailelaRumahtiga. Ambon Maluku. Indonesia Kode Pos: 97234 ABSTRACT This study aims to analyze and design the artificial lighting system of the Faculty of Engineering Building at Pattimura University. Ambon, to meet the standards specified in SNI 03-6575-2001. Measurements were carried out using a Lux Meter Kuber AS803 to obtain natural and artificial lighting data for each room across the buildingAos three floors. Primary data include room dimensions, lamp types and quantities, and existing conditions, while secondary data were obtained from literature and lighting standards. Analysis was conducted using DIALux Evo to determine the average illuminance level and assess compliance with SNI The results show that most classrooms and lecturersAo rooms have lighting levels below the standard, with average illuminance values of 112,25 lux, whereas the minimum standard for classrooms is 250-350 The low illumination levels are caused by limited lamp quantity and low lamp power. This study recommends adding more lighting points, increasing lamp wattage, and optimizing lighting layout through DIALux Evo simulation to meet the standard and improve visual comfort for users. Based on the analysis and planning results, the total cost required to meet the artificial lighting standard for the entire building is Rp 280,924,489. Keywords : Artificial lighting. Dialux evo. construction costs Christy G Buyang et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Perencanaan Pencahayaan Buatan Pada A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. PENDAHULUAN Sistem pencahayaan menjadi salah satu aspek penilaian lain fungsi bangunan gedung. Sistem pencahayaan termasuk dalam aspek kesehatan bangunan gedung. Sistem pencahayaan juga termasuk penilaian utama dalam pelaksanaan audit energi. Sistem pencahayaan bangunan gedung untuk mencapai fungsi harus memenuhi nilai iluminasi setiap ruangan sesuai dengan jenis pemanfaatannya yang diatur pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Tercapainya tingkat pencahayaan yang nyaman akan meningkatkan produktifitas pengguna bangunan gedung. (Vicky Prasetia et al, 2. Pencahayaan juga mempengaruhi lingkungan kerja dimana, lingkungan kerja adalah salah satu faktor yang penting dalam meningkatkan kinerja pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya. Lingkungan kerja yang aman dan nyaman sangat dibutuhkan oleh pekerja untuk dapat lebih produktif, salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi lingkungan kerja adalah Pencahayaan yang tidak memenuhi standar dapat menyebabkan kelelahan mata karena pupil mata harus menyesuaikan cahaya yang diterima, sehingga mengakibatkan mata harus berkontrasi secara berlebihan untuk menyesuaikan cahaya. Pengaruh kelelahan pada mata adalah penurunan performasi kerja, berkurangnya produktivitas, kualitas kerja yang rendah, terjadinya kesalahan kerja dan meningkatnya kecelakaan kerja. Pencahayaan yang baik dan sesuai standar dapat meningkatkan produktivitas kerja sebesar 10%-50% serta dapat mengurangi persentase tingkat kesalahan kerja sebesar 30%-60%. Apabila dilakukan peningkatan intensitas cahaya sebesar 1 lux, maka dapat menurunkan sebesar 1,783 milidetik kelelahan pada Hal ini menunjukan bahwa pencahayaan ruangan yang baik sangat diperlukan. (Yusvita 2. Ruangan dikatakan baik jika mata dapat melihat dengan jelas dan nyaman terhadap objek yang ada di dalamnya tanpa menimbulkan silau atau bayangan. Jika pencahayaan ruangan tidak sesuai standar, pencahayaan dapat menjadi penghalang untuk mencapai tujuan atau pencapaian tersebut. Ruang kelas pada fakultas teknik adalah ruangan yang paling sering digunakan dibandingkan ruangan lainnya, sehingga dibutuhkan pencahayaan yang sesuai standar, baik saat siang hari maupun malam hari untuk mendukung aktivitas belajarmengajar. Berdasarkan pengambilan data lapangan yang telah dilakukan menggunakan Lux Meter Kuber AS803 data yang diperoleh menunjukkan bahwa beberapa ruang kuliah pada lantai 1, 2, dan 3 memiliki pencahayaan yang bervariasi. Misalnya, ruang Studio PWK di lantai 1 memiliki nilai iluminasi sebesar . lux, yang belum sesuai dengan Standar SNI yang Christy G Buyang et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. merekomendasikan nilai iluminasi untuk ruang studio sebesar 350 Lux. Ruang kuliah 2. 1 di lantai 2 memiliki nilai iluminasi yang rendah, yaitu sebesar . lux yang Standar SNI merekomendasikan nilai iluminasi untuk ruang kuliah sebesar 250 Lux, dan ruang kuliah 3. 4 pada lantai 3 memiliki nilai lux sebesar . lux, sehingga data awal yang diperoleh dari pengukuran menggunakan lux meter ini akan menjadi acuan untuk analisis lebih lanjut menggunakan aplikasi dialux evo. sehingga dapat memastikan bahwa sistem pencahayaan memenuhi standar SNI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari nilai lux rata-rata pencahayaan menggunakan analisis software Dialux Evo pada Fakultas Teknik Universitas Pattimura Ambon dan biaya yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan lux lampu agar sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam SNI 03-6575-2001. TINJAUAN PUSTAKA Pencahayaan merupakan aspek penting dalam desain ruang, terutama dalam lingkungan pendidikan (Muhammad Aziz et al. , 2. Pencahayaan merupakan peranan yang sangat penting dalam arsitektur, baik dalam menunjang fungsi ruang dan berlangsungnya berbagai kegiatan di dalam ruang, membentuk citra visual estetis, maupun menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi para pengguna ruang. Pencahayaan merupakan suatu aspek yang sangat berharga dan penting ketika akan mendesain sebuah ruangan supaya bisa berperan dengan baik. Tetapi, apabila pencahayaannya tidak cocok dan tidak memenuhi standar yang sudah ditetapkan semacam pencahayaan yang tidak terang . ataupun sangat terang, sehingga bisa menganggu penglihatan untuk setiap pengguna ruangan. Oleh sebab itu tingkat pencahayaannya perlu direncanakan sesuai dengan luas maupun fungsi ruangan yang akan digunakan supaya aman dalam beraktivitas serta nyaman untuk (Pahlevi and Muliadi 2. Berdasarkan sumbernya, cahaya dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu cahaya yang berasal langsung dari benda itu sendiri . ahaya alam. dan cahaya yang dipantulkan dari permukaan benda lain . ahaya buata. Cahaya yang terlihat adalah cahaya yang dapat dideteksi oleh mata manusia. Sumber cahaya dapat berasal dari matahari, lampu listrik, atau benda-benda yang tembus cahaya seperti kaca atau air. Namun, ketika cahaya tersebut mengenai benda padat, cahaya tersebut akan dipantulkan dan benda tersebut akan memancarkan cahaya. Pencahayaan menjadi salah satu faktor penting karena berpengaruh terhadap proses belajar-mengajar yang berkaitan dengan kenyamanan visual pengguna Perencanaan Pencahayaan Buatan Pada A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Apabila tingkat pencahayaan ruang kelas kurang, hal ini dapat mengakibatkan menurunnya produktivitas belajar-mengajar (Nurdin. , dkk Intensitas pencahayaan yang baik dapat mempengaruhi kualitas kinerja dalam beraktivitas, pencahayaan yang kurang tepat juga dapat menyebabkan tekanan secara mental terhadap pengguna ruangan, gangguan pada mata, dan gangguan pada tubuh (Yusuf, 2. Menurut Fleta . Sistem pencahayaan yang baik harus dapat memenuhi tiga kriteria utama, yaitu kualitas, kuantitas, dan aturan pencahayaan. Kurangnya dukungan pencahayaan dalam suatu ruang akan mengakibatkan aktivitas dalam ruangan tersebut menjadi terganggu misalnya ketika pencahayaa terlalu berlebihan akan berakibat menganggu penglihatan. Dengan demikian intensitas cahaya perlu diatur untuk menghasilkan kesesuain kebutuhan penglihatan di dalam ruang berdasarkan jenis aktivitas-aktivitasnya. Pencahayaan yang memadai tidak hanya berperan dalam memberikan kenyamanan visual bagi penggunanya, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan, keselamatan, dan produktivitas (Imanialgi dkk, 2. Tingkat direkomendasikan untuk ruang kelas tidak boleh kurang dari 250 lux. Selain itu untuk penghematan penggunanaan energi dapat dilakukan dengan mengurangi daya terpasang, melalui pemilihan lampu yan mempunyai efikasi . fisiensi perubahan dari energi listrik menjadi cahay. lebih tinggi dan menghindari pemakaian lampu degan efikasi rendah. Dianjurkan menggunakan lampu fluorescent dan lampu pelepasan gas lainnya. Selain itu, melakukan pemilihan armatur yang mempunyai karakteristik distribusi pencahayaan yang sesuai dengan penggunaannya, mempunyai efisiensi yang tinggi dan tidak mengakibatkan silau atau refleksi yang mengganggu serta melakukan pemanfaatan cahaya alami siang hari. (Dewi 2. Tabel 1. SNI 03-6575-2001 Tingkat Pencahayaan Minimum yang Direkomendasikan Fungsi Tingkat Kel. Ket. Ruangan Pencahayaan rendera . Rumah Tinggal : Teras 1 atau 2 Ruang tamu 1 atau 2 Ruang makan 1 atau 2 Christy G Buyang et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Fungsi Ruangan Tingkat Pencahayaan . Ruang kerja 120250 Kel. Kamar tidur 1 atau 2 Kamar mandi 1 atau 2 Dapur 1 atau 2 Garasi 3 atau 4 Perkantoran Ruang Direktur Ruang kerja 1 atau 2 1 atau 2 Ruang 1 atau 2 Ruang rapat 1 atau 2 Ruang 1 atau 2 Gudang arsip 3 atau 4 Ruang arsip Lembaga Pendidikan : Ruang kelas 1 atau 2 1 atau 2 Perpustakaan 1 atau 2 Laboratorium Ruang Ket. Gunakan Gunakan Gunakan Perencanaan Pencahayaan Buatan Pada A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Fungsi Ruangan Tingkat Pencahayaan . Kel. Ket. Kantin (Sumber : SNI 03-6575-2. Dialux Evo adalah program komputer yang digunakan untuk merancang dan menganalisis sistem pencahayaan (Khoirunnisa 2. Pada hasil render pencahayaan yang akan dilakukan menggunakan DIALux Evo, kecerahan cahaya diwakili dengan berbagai warna yang menggambarkan tingkat intensitas cahaya pada setiap area yang dianalisis. Urutan kecerahan warna ini memberikan gambaran visual yang jelas tentang seberapa terang atau gelapnya setiap titik dalam ruang. Gambar dibawah ini merupakan urutan kecerahan warna yang akan dihasilkan oleh DIALux Evo: METODOLOGI Penelitian ini dilakukan di Gedung kuliah utama Fakultas Teknik Universitas Pattimura Ambon berlokasi di Jl. Ir. Putuhena. Poka. Kec. Tlk. Ambon. Kota Ambon. Maluku. Gedung utama Fakultas teknik terdiri 3 lantai dengan berbagai fasilitas, antara lain ruang kelas, ruang dosen, ruang rapat, ruang multimedia, perpustakaan, dan toilet. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Data-data dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini akan menggunakan media simulasi yaitu software DIALux Evo yang bertujuan untuk mengetahui Tingkat pencahayaan alami dan buatan pada Gedung Fakultas Teknik. Data primer merupakan data yang dikumpulan dan diolah sendiri oleh peneliti. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung . , pengukuran dimensi setiap ruangan, dimensi pintu dan jendela, jumlah titik lampu dan spesifikasi lampu. Data sekunder merupakan data perencanaan yang sudah ada dan diperoleh dari pihak pengelola gedung, literatur dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan tata cara perancangan pencahayaan buatan pada bangunan gedung. Data sekunder dalam penelitian ini meliputi gambar layout bangunan, informasi pemanfaatan ruangan, dan SNI 03-6575-2001 tentang Tingkat direkomendasikan untuk Lembaga Pendidikan. Sumber : Analisa Data, 2024 Gambar 1. Gedung Fakultas Teknik HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Analisis Pencahayaan Buatan Menggunakan Dialux Hasil DIALux menunjukkan intensitas tingkat pencahayaan buatan pada ruangan tersebut, berupa:tabulasi intensitas ratarata, pencahayaannya, dan simulasi false color dalam Warna yang dihasilkan dalam ruangan, seperti hijau, kuning, biru, ungu, hitam oranye, dan warna lainnya, yang masing-masing memiliki arti 1 Hasil Dialux Pada Lantai 1 Pencahayaan buatan pada lantai 1, sangat penting untuk memastikan setiap ruangan memiliki pencahayaan yang cukup, terutama untuk ruangan yang pencahayaan alaminya tidak memadai dan kurang memberikan kenyamanan visual bagi pengguna gedung itu sendiri, maka perlu dilakukan analisis guna mengetahui apakah pencahayaan dalam suatu gedung telah memenuhi standar kenyamanan Tabel berikut ini menunjukkan hasil analisis pencahayaan buatan pada lantai 1. Tabel 2. Hasil Analisis Gedung Lantai 1 Menggunakan DIALux Evo Christy G Buyang et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Nama Ruangan Standar SNI Hasil Dialux (Lu. Lab Mesin Prodi Industri Kaprodi TI Kaprodi TSP Prodi TM Perencanaan Pencahayaan Buatan Pada A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Nama Ruangan Standar SNI Hasil Dialux (Lu. Dosen TP 2 Kejur TM Dosen Prkpln 1 Industri PWK Prodi Sipil Kaprodi Sipil Wc Umum Ruang Band Dpmf Lab Surveying Studio Pwk Lab Komputer Matepala Ruang Dosen Sipil 1 Perpustaka 2 Hasil Dialux Pada Lantai 2 Pencahayaan buatan pada lantai 2, sangat penting untuk memastikan setiap ruangan memiliki pencahayaan yang cukup, terutama untuk ruangan yang pencahayaan alaminya tidak memadai. Tabel berikut ini menunjukkan hasil analisis pencahayaan buatan pada lantai 2. Tabel 3. Hasil Analisis Gedung Lantai 2 Menggunakan DIALux Evo Nama Ruangan SNI Hasil Dialux (Lu. Wc Dosen Wd Umum & Keuangan Ruang Dekan Ruang Dosen Christy G Buyang et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Nama Ruangan Wd Bidang Akademik Kemahasiswaan & Alumni Ruang Rapat Ruang Kuliah II. Program Studi Tl Rk 2. Ruang Multimedia Lab Komputasi Ruang Kuliah II. Ketua Prodi Teknik. Ketua Jurusan Ruang Dosen Ruang Kuliah II. Ruang Kuliah II. SNI Hasil Dialux (Lu. 3 Hasil Dialux Pada Lantai 3 Pencahayaan buatan pada lantai 3, sangat penting untuk memastikan setiap ruangan memiliki pencahayaan yang cukup, terutama untuk ruangan yang pencahayaan alaminya tidak memadai. Tabel berikut ini menunjukkan hasil analisis pencahayaan buatan pada Tabel 4. Hasil Analisis Gedung Lantai 3 Menggunakan DIALux Evo Nama Ruangan Ruang Kuliah i. Ruang Kuliah i. Ruang Kuliah i. Ruang Lab Mini SNI Hasil Dialux (Lu. Perencanaan Pencahayaan Buatan Pada A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Nama Ruangan Ruang Dosen Ruang Kuliah i. Ruang Kuliah i. Ruang Kuliah i. Ruang Dosen Ruang Kuliah i. Ruang Kuliah i. Ruang Dosen Ruang Kuliah i. Ruang Dosen Wc Dosen SNI Hasil Dialux (Lu. Ruang Kuliah i. Ruang Kuliah i. Ruang Dosen TS 2 Berdasarkan hasil analisis pencahayaan di Fakultas Teknik menggunakan software DIALux Evo, kondisi pencahayaan di sebagian besar ruang kelas dan ruang Dosen masih belum memenuhi standar yang sesuai dengan SNI. Pada pukul 08. pencahayaan di beberapa ruangan masih dalam kondisi normal, meskipun terdapat beberapa ruangan yang belum memenuhi standar pencahayaan yang sesuai dengan SNI. Pada pukul 12. 00, tingkat pencahayaan sudah memadai dan hampir seluruh ruangan sudah sesuai dengan standar SNI yang direkomendasikan untuk ruang kelas dan ruang Dosen. Namun, pada pukul 16. 00, pencahayaan kembali tidak memadai karena cahaya matahari mulai redup, menyebabkan penurunan intensitas cahaya alami yang masuk ke dalam ruangan. Untuk mencapai pencahayaan yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI), beberapa langkah perbaikan perlu dilakukan. Di antaranya adalah meningkatkan jumlah bukaan pada jendela agar cahaya alami dapat masuk dengan maksimal, mengganti jenis dan daya lampu dengan yang lebih efisien dan sesuai dengan kebutuhan ruangan, serta Christy G Buyang et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. menambah jumlah titik lampu di beberapa ruangan, agar pencahayaan lebih merata. 3 Optimalisasi Peningkatan Daya Lampu Menggunakan Dialux Evo Tujuan optimalisasi pencahayaan buatan adalah untuk memastikan bahwa tingkat pencahayaan . di setiap ruangan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang berlaku untuk fungsi ruangan tersebut, sekaligus mencapai efisiensi energi melalui penggantian jenis Pencahayaan yang optimal dan sesuai standar sangat krusial untuk menciptakan kenyamanan visual, mendukung proses belajarmengajar, dan menjaga kesehatan mata bagi civitas Optimalisasi DIALux Evo mempertimbangkan dimensi ruangan, warna permukaan, dan jenis lampu yang akan digunakan. Hasil simulasi DIALux menunjukkan bahwa seluruh 13 ruangan di Lantai 1 dan 18 ruangan di Lantai 2 dan Lantai 3 Gedung Fakultas Teknik Universitas Pattimura telah memenuhi standar pencahayaan SNI 03-6575-2001, dengan tingkat iluminasi berkisar antara 369Ae639 lux, lebih tinggi dari standar minimum 300Ae350 lux untuk ruang kelas dan kantor. Optimalisasi menggunakan lampu LED 18 watt terbukti efektif meningkatkan kualitas pencahayaan, menciptakan lingkungan visual yang nyaman dan aman, serta mendukung produktivitas dan efisiensi energi di seluruh ruangan yang diuji. 4 Perencanaan Pemasangan Titik Lampu Penyebaran titik lampu pada lantai 1 menunjukkan bahwa jumlah dan posisi lampu sudah disesuaikan dengan fungsi ruang. Beberapa ruangan seperti Lab Mesin. Prodi T. Industri, dan Studio PWK memiliki sebaran lampu yang lebih rapat untuk meningkatkan pencahayaan rata-rata. Desain ini memastikan setiap area mendapat intensitas cahaya yang lebih merata dibandingkan kondisi eksisting. Perencanaan Pencahayaan Buatan Pada A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Sumber :Penulis, 2025 Gambar 2. Denah titik lampu Lantai 1 Fakultas Teknik Distribusi lampu di lantai 2 terfokus pada ruang kuliah umum, ruang rapat, dan ruang multimedia, yang membutuhkan tingkat iluminasi tinggi. Tata letak lampu dibuat simetris mengikuti bentuk ruang untuk menghindari area gelap. Hasil simulasi menunjukkan peningkatan nilai lux secara signifikan sesuai standar SNI. sebelumnya (Juansyah dkk, 2. Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) pencahayaan untuk setiap lantai menggambarkan kebutuhan dana untuk setiap ruangan di Gedung Fakultas Teknik. Rencana anggaran ini didasarkan pada hasil analisis simulasi DIALux Evo, yang menghasilkan jumlah titik lampu optimal untuk memenuhi standar iluminasi sesuai SNI 03-6575-2001 tentang pencahayaan dalam bangunan Tabel 5. Rencana Anggaran Biaya URAIAN PEKERJAAN Pekerjaan Pemasangan Instalasi Titik Lampu Tenaga: Pekerja Tukang listrik/Elektronik Kepala Tukang Mandor Bahan Lampu Philips Essential 18 watt Fitting dan Aksesoris SAT KODE KOEF VOLUME HARGA SATUAN JML HARGA BAHAN JML HARGA UPAH (R. 0,064 0,107 0,011 0,004 JUMLAH HARGA TENAGA KERJA 1,10 1,10 JUMLAH HARGA BAHAN Pekerjaan Pemasangan Instalasi Titik Lampu Tenaga: Pekerja Tukang listrik/Elektronik Kepala Tukang Mandor Bahan Lampu Philips Essential 18 watt (LED) Fitting dan Aksesoris 0,064 0,107 0,011 0,004 JUMLAH HARGA TENAGA KERJA 1,10 1,10 JUMLAH HARGA BAHAN JUMLAH (Tenaga Baha. BIAYA UMUM & KEUNTUNGAN . %-15%) x Jumlah HARGA SATUAN PEKERJAAN (Jumlah Biaya umum dan Keuntunga. Sumber :Penulis, 2025 Gambar 3. Denah titik lampu Lantai 2 Fakultas Teknik Penyebaran lampu di lantai 3 memperlihatkan penambahan titik lampu pada ruang kuliah i. 1 Ae i. 12, agar memenuhi nilai iluminasi minimal 250 lux. Sumber :Penulis, 2025 Gambar 4. Denah titik lampu Lantai 3 Fakultas Teknik 5 Rencana Anggaran Biaya Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan dalam suatu proyek kontruksi yang terdiri dari biaya bahan material, upah tenaga kerja, serta biaya lain yang berhubungan dengan proyek tersebut berdasarkan perhitungan volume pekerjaan yang telah dilakukan Christy G Buyang et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. -Rp JUMLAH (Tenaga Baha. BIAYA UMUM & KEUNTUNGAN . %-15%) x Jumlah HARGA SATUAN PEKERJAAN (Jumlah Biaya umum dan Keuntunga. JUMLAH 10 . -Rp Sumber :Penulis, 2025 Berdasarkan hasil lux yang telah dihitung, maka diperlukan adanya perbaikan sehingga setiap ruangan tersebut memenuhi persyaratan standar lux SNI dengan total biaya yang diperlukan adalah sebesar Rp PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis pencahayaan di Fakultas Teknik menggunakan software DIALux Evo, dapat disimpulkan bahwa nilai lux rata-rata pencahayaan seluruh ruangan di fakultas teknik adalah sebesar 112,25 lux. Berdasarkan hasil lux yang telah dihitung, maka diperlukan adanya perbaikan sehingga setiap ruangan tersebut memenuhi persyaratan standar lux SNI sebesar 250-350 lux. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan maka total biaya yang diperlukan untuk mencapai standar lux SNI tersebut adalah sebesar Rp 280. Saran Saran yang dapat diberikan adalah agar hasil rancangan sistem pencahayaan ini dapat diterapkan secara bertahap pada setiap lantai gedung, disertai pemeliharaan rutin dan evaluasi berkala agar lux pencahayaan tetap sesuai standar serta efisien dalam penggunaan energi listrik. DAFTAR PUSTAKA